JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Diterbitkan oleh Melekliterasi press. Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan terbitan berkala dua bulan, setiap terbitan memuat lima artikel. Artikel yang dikirimkan akan diterbitkan setiap bulan Januari dan Agustus. Misi Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan adalah menyebarkan berbagai informasi kesehatan dan membahasnya melalui komunikasi tertulis ilmiah tentang kesehatan di Indonesia, baik kesehatan klinis maupun kesehatan sosial. Dengan demikian, jurnal ini diharapkan dapat menjadi media interaksi bagi orang-orang yang mempunyai perhatian terhadap dunia kesehatan meliputi organisasi pelayanan kesehatan, pelayanan kesehatan, departemen kesehatan, instansi pemerintah terkait, industri obat, asuransi kesehatan, peneliti kesehatan dan ilmu-ilmu terkait, pengajaran, ilmuwan yang tertarik dengan penerapan ilmu di bidang kesehatan. Isi jurnal dapat berupa artikel yang relevan dengan permasalahan kesehatan klinis dan sosial baik berupa artikel penelitian, artikel tinjauan pustaka, maupun artikel laporan lapangan (laporan penelitian, tinjauan pustaka, laporan lapangan).
Articles
33 Documents
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN TINGKAT STRES PERAWAT INSTALASI BEDAH SENTRAL
Agus Raharjo;
Fajar Alam Putra;
Vitri Dyah Herawati
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66340/n64yng04
Latar Belakang : Beban kerja pada perawat perlu diperhatikan agar tidak terjadi beban berlebih yang dapat menimbulkan stres pada perawat.Stres kerja merupakan kondisi ketegangan yang menimbulkan ketidakseimbangan fisik dan psikis yang dapat mempengaruhi kemampuan individu dalam menghadapi lingkungannya. Banyaknya tugas atau persepsi beban kerja perawat yang tidak sebanding dengan kemampuan fisik dan waktu akan menimbulkan stres bagi perawat tersebut. Pelayanan di ruang operasi berkaitan dengan beban kerja dan tingkat stres perawat yang ada. Keadaan pasien yang setiap hari berubah, perlunya kecakapan kecepatan dan ketelitian dalam bekerja juga menjadi beban bagi perawat di ruang operasi yang juga menimbulkan stres bagi perawat yang bekerja di ruang operasi. Tujuan : Mengetahui hubungan beban kerja dengan tingkat stress perawat Instalasi Bedah Sentral Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian analitik observasional, serta desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah perawat Instalasi Bedah Sentral sebanyak 22 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan tatal sampling. Instrumen ini menggunakan kuesioner beban kerja dan kuesioner Expanded Nursing Stres Scale (ENSS). Analisa data menggunakan analisis univariat dan analisis bivarait dengan uji kendal tau b. Hasil : Sebagian besar responden memiliki tingkat beban kerja sedang sebanyak 18 responden (81,8%) dan tingkat stress tinggi sebanyak 15 responden (68,2%). Berdasarkan hasil analisis diperoleh p-value 0.003 < 0.05 yang menunjukkan terdapat hubungan beban kerja dengan tingkat stress perawat Instalasi Bedah Sentral. Kesimpulan : Terdapat hubungan beban kerja dengan tingkat stress perawat Instalasi Bedah Sentral
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISIS RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN
Anik Kadaryati;
Anik Suwarni;
Indriyati
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66340/wpx0dg43
Latar Belakang gagal ginjal kronik (GGK) merupakan kondisi medis yang serius, di mana fungsi ginjal mengalami penurunan yang signifikan dan tidak dapat berfungsi normal lagi. Pasien yang menderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa akan mengalami perubahan psikologis dan psikososial dan berdampak pada penurunan kualitas hidupnya. Keluarga sebagai orang terdekat memiliki peranan penting selama proses perawatan guna meningkatkan kualitas hidup pasien. Tujuan mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang sedang menjalani hemodialisis di RSU Dipoonegoro Dua Satu Klaten. Metode penelitian ini menggunakan desain diskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik yang menjalani Hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten sebanyak 47 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisa data dilakukan dengan uji Kendal tau-b. Hasil berdasarkan hasil didapatkan hasil sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga baik sebanyak 44 responden (93,6%) dan kualitas hidup baik sebanyak 24 responden (51,1%). Sedangkan didapatkan hasil analisis p-value 0.001 < 0.05 yang menunjukkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di Instalasi Hemodialisis RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Kesimpulan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis di Instalasi Hemodialisis RSU Diponegoro Dua Satu Klaten
HUBUNGAN SELF MANAGEMENT DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI UNIT HEMODIALISIS
Diah Okyfianti;
Vitri Dyah Herawati;
Widiyono
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66340/1pxw0k76
Latar Belakang gagal ginjal kronik adalah kondisi saat fungsi ginjal menurun secara bertahap karena kerusakan ginjal. Self management merupakan pengambilan keputusan dan strategi yang dilakukan pada pasien dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan hidup, mempertahankan hidup, mencapai kesehatan yang utuh dan meminimalkan penurunan kualitas hidup. Self management dapat meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan rehospitalisasi pada pasien gagal ginjal kronik. Tujuan untuk mengetahui hubungan self-management dengan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik di Unit Hemodialisis. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dengan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien yang menjalani hemodialisis dengan menggunakan sebanyak 88 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan metode total sampling. Instrumen yang digunakan kuesioner Word Health Organization Quality of Life (WHOQoL)- BREF dan Kuesioner Hemodialysis Self- Management Instrument (HDSMI). Analisa data dilakukan dengan uji Kendalls Tau-B. Hasil Berdasarkan hasil didapatkan mayoritas pasien gagal ginjal kronik mempunyai kualitas hidup baik sebanyak 55 responden (62,5%) dan self management baik sebanyak 72 responden (81,8%). Hasil analisis diperoleh p-value 0.001 < 0.05 yang menunjukkan terdapat hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal di Unit Hemodialisis. Kesimpulan terdapat hubungan antara self management dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal di Unit Hemodialisis.
HUBUNGAN NOCTURIA DENGAN KUALITAS TIDUR PENDERITA DIABETES MELITUS
Nuning Wahyu Tri Untari;
Anik Suwarni;
Ni’mah Mufidah
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66340/qsvwzd95
Latar belakang: Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit dimana kadar glukosa di dalam meningkat. Penderita DM akan mengalami berbagai masalah dalam kehidupan sehari-hari seperti lemas,sering kesemutan, rasa lapar, rasa haus, gangguan berkemih dimalam hari (nocturia). Nocturia adalah penyakit yang sangat umum dan mengganggu gejala saluran kemih. Insiden nocturia meningkat seiring bertambahnya usia. Berkemih dimalam hari akan menyebabkan seseorang terbangun dari tidur normalnya. Frekuensi berkemih yang berlebihan di malam hari akan menggangu siklus tidur normal dan berakibat menurunya kualitas tidur. Tujuan: mengetahui hubungan nocturia dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta. Metode: Rancangan penelitian adalah deskriptif korelatif dengan rancangan cross sectional design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner nocturia ICIQ-N dan kuesioner kualitas tidur PSQI. Populasi dalam penelitian ini adalah 92 responden yang merupakan rata-rata jumlah pasien DM perbulan di Klinik Bhayangkara Surakarta, dengan jumlah sampel 50 responden. Data penelitian di analisis menggunakan uji statistik non parametrik Kendall Tau Hasil: Derajat nocturia responden berhubungan dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta ditunjukan dengan hasil uji statistik dengan nilai p=0,001 dan r= 0,603. Simpulan: ada hubungan yang signifikan antara nocturia dengan kualitas tidur penderita DM di Klinik Bhayangkara Surakarta. Semakin berat nocturia yang dialami, semakin buruk kualitas tidur responden.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI INSTALASI HEMODIALISIS DI RSU DIPONEGORO DUA SATU KLATEN
Fikrina Himatun Ulya;
Vitri Dyah Herawati;
Atik Ariyani;
Anik Suwarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66340/0vmxn283
Latar Belakang : Penyakit gagal ginjal kronik merupakan kondisi penurunan fungsi ginjal secara progresif dalam mempertahankan kesimbangaan cairan dan elektrolit yang perlu dilakukan hemodialisis. Sehingga pasien menghadapi tantangan fisik, psikologis, dan sosial signifikan, memengaruhi kualitas hidup. Selain itu kemampuan pasien dalam menghadapi tantangan ini adalah efikasi diri, yaitu keyakinan terhadap kemampuan mengelola kondisi dan menjalani perawatan. Tujuan : Mengetahui hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Metode : Penelitian ini menggunakan desain diskriptif kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten sebanyak 88 responden, pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan General Self Efficacy Scale (GSES) dan Word Health Organization Quality of Life-Bref (WHOQoL-Bref). Analisa data dilakukan dengan uji Kendal tau b. Hasil : Berdasarkan hasil mayoritas responden memiliki efikasi diri pada pasien gagal ginjal kronis tinggi sebanyak 86,5% dan kualitas hidup baik sebanyak 62,5%. Hasil analisis diperoleh p-value 0,001 < 0,05 yang menunjukkan terdapat hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten. Serta memiliki nilai r 0,265 yang berarti memiliki keretanan cukup kuat. Kesimpulan : Terdapat hubungan efikasi diri dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di instalasi hemodialisis di RSU Diponegoro Dua Satu Klaten
Formulasi Dan Evaluasi Sediaan Kapsul Dari Berbagai Bahan Alam :Tinjauan Literatur Review
Dewi Rahmawati
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 2 No. 02 (2025): Vol. 2 No. 02 (2025): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66340/x986hx82
Kapsul ialah sediaan yang mengandung satu atau lebih bahan aktif yang dimasukkan ke dalam cangkang kapsul yang biasanya terbuat dari gelatin. Sediaan kapsul memiliki keunggulan menutupi rasa dan bau kurang sedap dari bahan aktif, kapsul relative lebih mudah ditelan, penyimpanan kapsul cukup stabil, dapat diisi dengan bahan obat berbentuk granula,pembuatan kapsul cukup sederhana karena tidak memerlukan banyak bahan tambahan. Kapsul sendiri terdiri dari kapsul keras dan kapsul lunak. Berdasarkan hasil dari beberapa studi literature dapat ditarik kesimpulan jika kapsul ialah sediaan yang fleksibel dan efektif dalam mengantarkan zat aktif dari bahan alam (herbal). Ada beberapa bahan aktif dari tanaman yang sudah terbukti dapat diformulasikan menjadi sediaan kapsul yang memiliki sifat fisik dan farmasetis yang stabil dan baik seperti, daun kelor, jahe merah, daun cincau hijau, kunyit, hingga teripang keling. Penggunaan bahan aktif herbal juga memberi inovasi dalam pembuatan cangkang kapsul dengan bahan alam juga, dimana hal ini juga dapat lebih ramah digunaakan oleh vegetarian, bahan cangkang kapsul alam dapat diambil dari pemanfaatan pektin, pati sagu, dan lidah buaya.
PENGARUH GUIDED IMAGERY TERHADAP SKALA NYERI PADAPASIEN POST OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF)
Arta Akmalia;
Anik Suwarni;
Rantiningsih Sumarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66340/3r18x023
Latar Belakang: Keluhan utama yang terjadi pasca operasi pada pasien Orif adalah keluhan nyeri. Salah satu metode non farmakologi yang dapat membantu mengurangi nyeri adalah dengan guided imagery. Guided imagery merupakan teknik relaksasi untuk mengkhayalkan tempat dan kejadian berhubungan dengan rasa relaksasi yang menyenangkan, sehingga pasien merasakan relaks Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi komplementer guided imagery terhadap skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian Quasi eksperimen dengan rancangan penelitian pretest-posttest with one group yang menggunakan satu kelompok perlakuan. Sampel diambil dengan metode total sampling, dengan jumlah sampel 24 pasien post ORIF yang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Instrumen penelitian skala nyeri menggunakan Visual Analogue Scale (VAS). Hasil: Hasil uji statistic menggunakan uji wilcoxon signed-rank test diperoleh nilai p-value = 0,000. Hasil uji statistik tersebut memiliki arti yakni ada pengaruh terapi komplementer guided imagery terhadap skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan: Ada pengaruh terapi komplementer guided imagery terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post Open Reduction Internal fixation (ORIF) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Diharapkan pasien dan perawat dapat menerapkan guided imagery untuk membantu menurunkan skala nyeri pada pasien post ORIF .
PENGARUH FOOT MASSAGE TERHADAP TINGKAT NYERI KEPALA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN
Indri Ernawati;
Anik Suwarni;
Etty Eriyanti
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66340/yw9bg337
Latar Belakang: Nyeri menjadi masalah yang sering terjadi pada pasien cedera kepala ringan. Intervensi mandiri keperawatan yaitu distraksi dan relaksasi untuk mengurangi nyeri. Foot massage merupakan sesuatu penekanan dengan gerakan memijat pada area bagian kaki yang membuat terjadinya aliran energi melalui titik kaki yang dilakukan tindakan pemijatan sehingga dapat mengatasi gejala nyeri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh foot massage terhadap tingkat nyeri kepala pasien cedera kepala ringan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.Metode: Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif pre-experimental pretest - posttest design without control group. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel 33 pasien cedera kepala ringan yang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Instrumen penelitian skala nyeri menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji wilcoxon.Hasil: Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon signed-rank test diperoleh nilai p-value = 0,000. Hasil uji statistik tersebut memiliki arti yakni pengaruh foot massage terhadap tingkat nyeri kepala pasien cedera kepala ringan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Kesimpulan: Foot massage menurunkan tingkat nyeri kepala pasien cedera kepala ringan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Foot massage dapat digunakan pasien cedera kepala ringan
PENGARUH ALTERNATE NOSTRIL BREATHING EXERCISE (ANBE) TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI
Siti Nurhayati;
Anik Suwarni;
Vitri Dyah
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66340/ps54bc56
Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah serius di kesehatan masyarakat dunia maupun Indonesia. Pengobatan hipertensi saat ini terdiri dari terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Salah satu metode non farmakologi untuk menurunkan tekanan darah adalah adalah Alternate Nostril Breathing Exercise (ANBE). Alternate Nostril Breathing Exercise (ANBE) adalah latihan pernapasan dengan cara inhalasi dari salah satu nostril dan ekshalasi dilakukan melalui nostril yang berbeda.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ANBE terhadap tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian pre-experimental with control group pretest - posttest design. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel 30 pasien hipertensi yang dirawat di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen (15 pasien kelompok intervensi dan 15 pasien kelompok kontrol). Analisis data penelitian menggunakan mann whitney.Hasil: Hasil uji statistik didapatkan tekanan darah sistole p value 0,001 <0,005 dan tekanan darah diastole p value 0,002 <0,005 maka dapat disimpulkan ada perbedaan yang bermakna antara rata-rata tekanan darah sistole dan diastole pada kelompok intervensi dibandingkan kelompok kontrol. Kesimpulan: Terdapat pengaruh ANBE terhadap tekanan darah pasien hipertensi di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Hasil ini diharapkan pasien dan perawat dapat menerapkan ANBE untuk menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi
PENGARUH PURSED LIPS BREATHING TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK)
sri sulastri;
Atik Aryani;
Anik Suwarni
Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan Vol. 3 No. 01 (2026): Vol. 3 No. 01 (2026): JPKK: Jurnal Pembangunan dan Kemandirian Kesehatan
Publisher : CV. Melek Literasi Press
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.66340/84cz0647
Latar Belakang : Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah kondisi paru heterogen yang ditandai dengan gejala pernapasan kronis (dispnea, batuk, produksi sputum, eksaserbasi) akibat kelainan saluran napas (bronkitis, bronkiolitis) atau emfisema yang menyebabkan obstruksi aliran udara yang persisten dan sering. PPOK menyebabkan Kematian sebanyak 3,23 Juta Jiwa. Tahun 2024 pasien dengan kasus PPOK di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen sebanyak 135 pasien. Salah satu penatalaksanaan PPOK yaitu dengan cara latihan dan rehabilitasi paru berupa latihan pursed lip breathing (PLB). PLB adalah latihan pernapasan yang bertujuan untuk mengatur pola napas, membuatnya lebih efisien, dan mengurangi sesak napas.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pengaruh (PLB) Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien PPOK di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro SragenMetode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah Pre Eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pre test-post test design. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling dengan jumlah sampel 35 responden. Analisa data menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test.Hasil: Hasil Penelitian sebelum diberikan perlakuanan responden memiliki saturasi oksigen dalam kategori tidak normal, setelah diberikan perlakuan sebanyak 31 (88,57 %) dalam kategori normal, hanya 4 (11,43%) responden dalam kategori tidak normal. Hasil uji bivariat dapatkan nilai p Value 0,001 (< 0,05) maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Saturasi OksigenKesimpulan: Terdapat Pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Saturasi Oksigen Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen.