Lentera Negeri
Lentera Negeri welcomes submissions across a comprehensive range of academic disciplines, spanning the social sciences, humanities, natural sciences, applied sciences, and technology. Within the social sciences, the journal considers research in sociology, psychology and mental health, counseling studies, education and educational innovation, curriculum and assessment, communication studies, political science, public administration, economics, development studies, law and governance, social policy, and community development. Studies addressing social behavior, institutional dynamics, policy implementation, and community transformation are particularly relevant. In the humanities, the journal embraces scholarly works in philosophy, ethics, cultural studies, history, language and literature, religious studies, and arts and creative inquiry. Contributions that explore intellectual traditions, cultural identities, normative frameworks, and interpretative analyses of social phenomena are welcomed as part of the journal’s commitment to advancing critical and reflective scholarship. The journal also accommodates research in the natural sciences, including environmental sciences, biological sciences, physical sciences, and earth and climate studies, especially when these fields intersect with sustainability, ecological resilience, public welfare, and global environmental challenges. Empirical and experimental studies that contribute to scientific understanding with societal implications are within the journal’s purview. In the domain of applied sciences and technology, Lentera Negeri welcomes research in engineering, applied technology, digital innovation, information systems, health sciences, public health, entrepreneurship, innovation management, sustainable technology, and green development. Studies addressing technological advancement, digital transformation, health systems, and innovation-driven solutions for societal needs are considered integral to the journal’s multidisciplinary orientation. Furthermore, the journal actively encourages cross-disciplinary and thematic research that integrates multiple fields of inquiry to address sustainable development, human well-being, environmental resilience, governance and public policy, digital transformation, coaching and mentoring practices, volunteerism, philanthropy, and community empowerment. Submissions from any academic field are considered, provided they clearly demonstrate scholarly relevance and articulate meaningful implications for society, policy, professional practice, or interdisciplinary advancement.
Articles
65 Documents
Dampak Homeschooling Terhadap Perkembangan Sosial Anak serta Peranan Konselor
Silvia Adila Nusa
Lentera Negeri Vol. 1 No. 2 (2020): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/99770
Di era globalisasi semua bergerak dan berubah semakin cepat dan kompetitif. Semua bidang mengalami pergeseran dan tantangan, termasuk Lembaga pendidikan. Dalam rangka upaya menciptakan terobosan di bidang pendidikan, maka munculah pendidikan alternatif yang beragam bentuknya. Pendidikan informal yang mulai berkembang di indonesia sekarang ini, Salah satunya adalah pendidikan homeschooling. Dilihat dari perkembangan atau peminat dari pendidikan homeschooling itu sendiri, khususnya masyarakat perkotaan. Beberapa hal yang melatarbelakangi para orang tua memilih homeschooling dibandingkan dengan sekolah formal. Salah satunya adalah untuk mengembangkan potensi anak, karena jika di sekolah formal anak sudah lelah dengan kurikulum.
Penggunaan Media Teknologi Informasi dalam Layanan Bimbingan dan Konseling
Zafira Elpas
Lentera Negeri Vol. 1 No. 2 (2020): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/99780
Di era globalisasi ini, perkembangan media teknologi informasi berkembang sangat pesat. Perkembangan itu terjadi karena berkembangnya ilmu pengetahuan manusia dan adanya keinginan untuk kehidupan yang lebih maju. Dengan begitu mempermudah manusia dalam mengakses info ke seluruh penjuru dunia dan mempermudah pekerjaannya dalam berbagai bidang. Diantaranya yaitu, penggunaan media teknologi informasi dalam bidang pendidikan. Yang mana hampir seluruh kegiatan di dunia pendidikan menggunakan media teknologi informasi, salah satunya pada layanan BK. Penggunaan media teknologi dalam layanan BK memberikan kemudahan dan keefektifan bagi konselor atau guru BK untuk mengembangkan kemampuan siswa disekolah. Oleh sebab itu, konselor atau guru BK harus mahir dalam media teknologi informasi agar dapat menggunakannya dengan kreatif, inovatif, variatif dan fleksibel dalam memberikan layanan BK.
Bimbingan Kelompok dalam Mengurangi Kecemasan Siswa Kelas 6 SD Menghadapi Ujian Nasional
Suci Dwi Fernanda
Lentera Negeri Vol. 1 No. 2 (2020): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/99790
Ujian nasional merupakan salah satu syarat kelulusan dari satuan pendidikan sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Pasal 72 ayat (1) Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Kondisi psikologis siswa yang menghadapi ujian nasional yang cenderung cemas berlebihan penting untuk mendapatkan layanan agar berhasil menghadapi ujian. Kondisi psikologis siswa dalam menghadapi ujian akhir sekolah berbeda-beda, hal ini disebabkan adanya dinamika psikis yang berbeda pada diri masing-masing siswa. Siswa yang memiliki dinamika psikis yang baik tidak mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi ujian. Sebaliknya siswa yang memiliki dinamika psikis yang buruk akan mengalami kecemasan atau ketakutan dalam menghadapi ujian. Mengingat dampak kecemasan, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi kondisi tersebut dengan memberikan layanan bimbingan.
Penerapan ART Therapy Bermain dalam Mengatasi Permasalahan Anak
Rapika Sani;
Yeni Karneli
Lentera Negeri Vol. 2 No. 2 (2021): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/99800
Permasalah tidakhanya dimiliki oleh orang dewasa namun anak-anak juga bisa memiliki masalah,dan masalah yang sering dihadapi anak seperti,tidak bisa bergaul dengan teman sepermainan,tingkah laku yang nakal,karena tingkah laku manusia tidak hanya dipengaruhi oleh masa lalu, namun pandangan terhadap masa depan, tujuan dan aspirasi merupakan salah satu untuk menuju kesuksesan dalam hidup individu. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan ini dibutuhkan terapi, salah satunya art therapy bermain diterapkan dalam penelitian ini sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan anak.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa art therapy bermain tergolong efektif untuk mengatasi permasalah anak terutamanya yang tidak bisa bergaul dengan teman sebaya yang pastinya harus dilakukan oleh tenaga yang ahli, sehingga dapat membantu individu dalam meyimbangkan fungsi id, ego dan super ego. Dengan harapan untuk berkembang dengan optimal.
Pengguanaan Teknik Art Therapy Untuk Remaja yang Menyalahgunakan Narkoba
Nurul Islami Yetti
Lentera Negeri Vol. 2 No. 2 (2021): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/99810
Narkotika adalah obat atau zat yang dapat menenangkan syaraf, mengakibatkan ketidaksadaran, atau pembiusan, menghilangkan rasa nyeri dan sakit, menimbulkan rasa mengantuk atau merangsang, dapat menimbulkan efek stupor, serta dapat menimbulkan adiksi atau kecanduan. Hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan bangsa dan negara pada masa mendatang. Perilaku sebagian remaja yang secara nyata telah jauh mengabaikan nilai- nilai kaidah dan norma serta hukum yang berlaku di tengah kehidupan masyarakat menjadi salah satu penyebab maraknya penggunaan narkoba di kalangan generasi muda. Dalam kehidupan sehari- hari di tengah-tengah masyarakat masih banyak dijumpai remaja yang masih melakukan penyalahgunaan narkoba. Dalam penceghan narkoba Art Therapy merupakan salah satu cara psikoterapi suportif jenis ventilasi yang memfasilitasi klien mengeluarkan isi hatinya. Sehingga klien merasa lega dan kecemasannya berkurang, kemudian dapat melihat masalahnya dalam proporsi yang sebenarnya.
Stress Management Throught Cognitive Behavior Therapy Approach
Dea Aulia;
Netrawati Netrawati;
Yeni Karneli
Lentera Negeri Vol. 2 No. 2 (2021): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/99820
Stress is a pressure if left unchecked will become a disease that can hinder the activities of daily life. Stress is a common thing that is often experienced by a person. But stress will also be something that is dangerous if someone can't manage it. For this reason, the purpose of this study is to manage stress through a cognitive behavior therapy approach in group counseling. To discuss these objectives, this research uses a descriptive narrative approach from the study of literature. The results of this study are that there is special training in stress management with a cognitive behavior therapy approach, namely stress meinchenbeum inoculation training using three techniques, namely (1) eliciting thoughts, feelings, and client interpretations of events; (2) gather evidence with the client to support or refute this interpretation; and (3) designing homework to test the validity of interpretations and collect more data for discussion.
Proses dan hasil pengkajian pembelajaran berbasis pendidikan karakter pada kursus hotel hospital
Kadek Suranata;
I Ketut Dharsana;
I Nyoman Ari Surya Dharmawan
Lentera Negeri Vol. 3 No. 2 (2022): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/99830
This Community Service Program aims to strengthen the implementation of Strengthening Character Education in tourism LKP Training through Lesson study models. There are three main stages implemented in the lesson study program, namely plan, do, and see. Two classes with a total of 21 and 23 students respectively along with two structures at LKP OTC Bali were appointed as models that opened classes in lesson study activities. Through discussions of curriculum studies and lesson plans, hospitality courses are selected in this program. Lesson study activities are carried out in two cycles each for each class and model instructor. The observers of this activity are 65 instructors, OTC management staff throughout Bali as internal observers and academics from Ganesha University of Education as external observers. Data on the instructor’s ability to design, implement and evaluate learning is obtained through guided observation carried out by all observers. Data on the character of religious, discipline, hard work and curiosity of students are measured before the program is implemented and after the program ends. The data were analyzed descriptively and percentage. The results of observations show that there is an increase in the ability of instructors in designing character-based learning activities, implementing KDP, and evaluation abilities in cycle II. Based on the results of measuring the character of religious, discipline, endurance and curiosity of students participating in the course can be found an increase in all the characters aspect between before and after taking the hospitality course that integrates the strengthening of character education.
Peningkatan Kualitas Guru dalam Proses Belajar Mengajar Berbasis HOTS
Nurhizrah Gistituati;
widiawati widiawati;
Yulianto Santoso;
Hanif Alkadri;
Lusi Susanti;
Nofriyanti Achyar
Lentera Negeri Vol. 3 No. 2 (2022): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/99890
Pada abad 21, diperlukan sumber daya manusia berkualitas tinggi yang memiliki keahlian berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills) antara lain berpikir kritis, kreatif, dan sebagainya. Pembentukan kemampuan untuk berpikir tingkat tinggi ini harus dipupuk salah satunya melalui proses belajar mengajar di sekolah. Hal ini berimplikasi bahwa keterampilan Higher Order Thinking Skills menjadi sesuatu yang harus dikembangkan pada diri peserta didik yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Konsekuensinya, guru-guru dituntut mampu mengembangkan pendekatan dan strategi pembelajaran berbasis HOTS. Kenyataan dilapangan menunjukkan bahwa pengetahuan dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis HOTS masih belum optimal. Maka dari itu, kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas guru dalam proses belajar mengajar berbaasis HOTS. Metode pelatihan dilakukan dengan ceramah, diskusi, tanya jawab dan simulasi. Pelatihan dilakukan selama dua hari di Pondok Pesantren tarbiyah Islamiyah Pasia. Sebanyak 42 orang guru ikut terlibat menjadi peserta dalam pelatihan ini. Evaluasi pelatihan dilakukan dengan melakukan pengamatan dan penyebaran angket untuk mengukur keberhasilan kegiatan pelatihan dan efektivitas pelatihan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pelatihan yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis HOTS. Pelatihan pun terlaksana dengan sangat baik dimana peserta didik antusias dan fokus untuk mengikuti pelatihan dengan rata-rata persentase capaian efektivitas pelatihan adalah 97,26%.
Membangun jaringan support system sebaya: inisiatif pengembangan kompetensi guru bimbingan dan konseling MTs Kota Malang dalam mengatasi masalah siswa
Khairul Bariyyah;
Adi Atmoko;
Ella Faridati Zen;
Rizka Apriani
Lentera Negeri Vol. 4 No. 1 (2023): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/99920
Guidance and Counseling services in MTs (Islamic Junior High School) are not optimal due to the limited personnel and counseling hours in schools, leading students to seek help from their peers to solve their problems. One of the efforts made to build a positive peer culture is by developing peer counseling services. This program is designed through community service conducted over 6 months. The assistance provided includes (1) Preparation Stage, exploring materials for the peer counselor program as a strategy to handle student problems, (2) Implementation Stage, training to identify the level of social relationships among students through Sociometry to form peer counselors, training for school counselor to develop the peer counselor program, basic listening skill training, appointing a peer counselor team at school, (3) Evaluation and Follow-up Stage, evaluating and following up on the peer counselor program as a strategy to handle student problems. The community service partners are 24 school counselor from MTs in Malang City. The evaluation of the results is conducted by assessing the level of satisfaction of school counselor and the success of establishing the peer counselor program in schools. The instruments used are the Peer Counselor Formation Evaluation Form and the Basic Listening Skill Test for peer counselors. Based on the evaluation results, 75% of MTs in Malang City now have peer counselors. This program has also succeeded in providing support to students in improving their mental health quality and enhancing their communication skills. The sustainability of this program is ensured by holding advanced training related to other student problem-solving skills periodically, according to the needs of students/peer counselors.
Penguatan potensi desa Kadugenep melalui teknik anyam dalam peningkatan proses kreatif siswa PAUD HI BKB kemas kutilang
Putri Anggraeni Widyastuti;
Ahmad Fuad;
Stevanny Stevanny;
Ratnawati Susanto
Lentera Negeri Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29210/99930
Klakat merupakan alat pengkukus dimsum terbuat dari bambu yang dianyam di Desa Kadugenep. Desa ini berlokasi di daerah Serang, Banten, dikenal juga sebagai desa penghasil tas. Namun, potensi di Desa Kadugenep belum dipergunakan dalam meningkatkan proses kreatif PAUD HI BKB Kemas Kutilang. Maka diadakanlah kegiatan pengabdian masyarakat dengan tujuannya penguatan teknik anyam sebagai identifikasi penguatan potensi Desa Kadugenap penghasil klakat dan tas dalam rangka meningkatkan proses kreatif PAUD HI BKB Kemas Kutilang. Pendekatan yang digunakan adalah participatory design melalui Forum Grup Diskusi (FGD) antara para guru HI BKB Kemas Kutilang, aparatur desa, dan juga tim pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari pendekatan ini adalah penyuluhan produk pembelajaran yang diaplikasikan secara langsung bagi siswa PAUD HI BKB Kemas Kutilang. Para siswa dapat menerapkan teknik anyam melalui produk pembelajaran yang dikemas dalam bentuk paket kreatifitas yang menarik perhatian sehingga dapat meningkatkan proses kreatif pada acara penyuluhan. Kesimpulannya dengan potensi Desa Kadugenep digunakan dalam merancang produk pembelajaran untuk langsung diterapkan untuk meningkatkan proses kreatif PAUD HI BKB Kemas Kutilang.