cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Humanika : Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
ISSN : 14121271     EISSN : 25794248     DOI : 10.21831
Core Subject : Humanities, Art,
HUMANIKA published by P-MKU LPPMP is an academic journal, publishes high quality manuscripts that engage theoretical and empirical issues including education, social sciences, and religion studies. They are tackled from a multidisciplinary perspective. The journal also features case studies focusing on practical implications, or papers related to learning and teaching in social and science disciplines.
Arjuna Subject : -
Articles 207 Documents
Effect of think-pair-share instructional strategy on senior secondary school students' academic achievement in mathematics in Ogun State Badru, Ademola Kehinde
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v25i1.79373

Abstract

This study investigated the effect of the Think-Pair-Share instructional strategy on senior secondary school students' achievement in mathematics in Ogun state, Nigeria.  The study adopted a pre-test, post-test, and control group quasi-experimental research design with a 2X3X2 factorial matrix. The sample comprised 104 students from two classes of the SS2 students. Two instruments used were the Mathematics Achievement Test (MAT) and Instructional treatment packages (experimental and control). Data was analysed with descriptive and inferential statistics (Analysis of Covariance) to test hypotheses 0.05 significance level. The result showed a significant main effect of treatment and parental educational background on students' academic achievement in Mathematics (F (1,103) = 13.092; F (2,103) = 15.327 respectively, P < 0.05). It showed that students taught with the Think-Pair-Share instructional strategy recorded a higher adjusted post-test mean score in MAT (21.91). However, the outcomes of treatment and Parental education background levels contributed 35.4% and 39.5%, respectively, to the variance in students' achievement in mathematics. It is concluded that this strategy encourages students to participate actively and interact, thereby making them take responsibility for their learning. As part of the recommendations, mathematics teachers should be encouraged to use the think-pair-share instructional strategy as a variety tool in mathematics classrooms. Penelitian ini menyelidiki pengaruh strategi pembelajaran Think-Pair-Share terhadap prestasi siswa sekolah menengah atas dalam bidang matematika di negara bagian Ogun, Nigeria. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi-eksperimental pre-test, post-test, dan kelompok kontrol dengan matriks faktorial 2X3X2. Sampel terdiri dari 104 siswa dari dua kelas siswa SS2. Dua instrumen yang digunakan adalah Tes Prestasi Matematika (MAT) dan paket perlakuan instruksional (eksperimen dan kontrol). Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan inferensial (Analisis Kovarians) untuk menguji hipotesis pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya efek utama yang signifikan dari perlakuan dan latar belakang pendidikan orang tua terhadap prestasi akademik siswa di bidang Matematika (F (1.103) = 13.092; F (2.103) = 15.327, P < 0.05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajar dengan strategi pembelajaran Think-Pair-Share mencatat nilai rata-rata post-test yang lebih tinggi dalam MAT (21,91). Namun, hasil dari perlakuan dan tingkat latar belakang pendidikan orang tua masing-masing berkontribusi sebesar 35,4% dan 39,5% terhadap varians pencapaian siswa dalam matematika. Dapat disimpulkan bahwa strategi ini mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif dan berinteraksi, sehingga membuat mereka bertanggung jawab atas pembelajaran mereka. Sebagai bagian dari rekomendasi, guru matematika harus didorong untuk menggunakan strategi pembelajaran think-pair-share sebagai alat variasi di kelas matematika.
Keterlibatan perempuan dalam ketakmiran masjid: Studi kasus pada Masjid Darussalam Potorono Banguntapan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Dermawan, Andy; Fitria, Vita
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v25i1.83614

Abstract

Penelitian tentang keterlibatan perempuan dalam ketakmiran atau kepemimpinan masjid merupakan suatu hal menarik untuk mendapatkan perhatian.  Secara faktual,  bahwa keterlibatan Perempuan selama ini sekadar membantu, atau bahkan pelengkap untuk suatu kegiatan ketakmiran atau kemasjidan. Bahkan jenis pekerjaan seperti konsumsi dan cuci piring dan lain sebagainya, di "brokerkan" kepada perempuan (baca: ibu-ibu jamaah masjid) untuk di selesaikan dengan baik. Semua pekerjaan itu dilakukan dengan suka cita tanpa ada "protes atau perlawanan" yang berarti. Nilai keikhlasan inilah yang seringkali disalahgunakan oleh pihak lain untuk terus --tanpa di sadari --menempatkan perempuan dalam situasi yang tidak menentu. Padahal literasi Islam jelas menyebutkan "setara di hadapan Tuhan". Kesetaraan inilah yang menjadi barang langka untuk dimunculkan kembali ke permukaan. Menggunakan pendekatan fenomenologis, penelitian ini berikhitar melihat dan menemukan bukti empirik keterlibatan perempuan dalam ketakmiran masjid yang mencakup tanggungjawab, hak dan norma. Adapun eksplorasi rincinya berkaitan tentang pengalaman, peran, kontribusi perempuan sebagai fakta tak terbantahkan dalam sebuah ketakmiran masjid. Melalui penelitian semacam ini, diharapkan mampu men-display keterlibatan perempuan secara empirik, sehingga manfaat yang dapat diperoleh bagi masyarakat terlebih jemaah masjid bahwa mengurus tempat ibadah merupakan tanggungjawab bersama di dalam memakmurkan masjid sebagai tempat ibadah umat Islam.    The study of women's involvement in mosque management and leadership is an intriguing subject that warrants greater attention. Women's participation has often been limited to supporting roles or merely complementing mosque activities. Tasks such as food preparation, dishwashing and other logistical duties are frequently delegated to women (often referred to as "ibu-ibu jamaah masjid") with the expectation that they will carry them out diligently and without objection. Others often misused this notion of sincerity and willingness, unconsciously placing women in uncertain and subordinate positions. However, Islamic teachings clearly emphasise the principle of equality before God. This fundamental value of equality has become increasingly rare in practice and needs to be brought back to the forefront. This study uses a phenomenological approach to observe and uncover empirical evidence regarding women's involvement in mosque management, focusing on their responsibilities, rights, and normative roles. The research explores women's experiences, roles, and contributions as undeniable facts within mosque administration. Through this study, it is hoped that women's participation can be empirically displayed, providing society particularly mosque congregants- with a better understanding that managing a place of worship is a collective responsibility in ensuring the prosperity of the mosque as a centre of Islamic worship.
Effect of teachers' variables on students' academic achievement in entrepreneurship education in technical and vocational colleges in Lagos State, Nigeria Onikoyi, Olawale Abayomi; Akinnubi, Olaolu Paul; Suleiman, Yusuf; Busari, Jamiu Muhammad; Adeoye, Moses Adeleke
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v25i1.77301

Abstract

This study investigated the effect of teachers' variables on students' academic achievement in entrepreneurship education in technical and vocational colleges in Lagos State, Nigeria. Two research questions and two hypotheses were tested at a 0.05 significance level. The ex-post facto research design was used for the study, and the population of the study was 223 students. The study sample was 85 final-year students from vocational and technical colleges in Ikotun and Ikorodu. No instrument was developed in this study. Rather, a letter was used to request data. Data was analysed using mean for the research questions and ANOVA (Analysis of variance) to test the hypotheses.  The collected data was analysed using the mean for the research questions and ANOVA to test the hypotheses. The finding revealed that the teachers' variables related to sex and certification do not significantly affect student's academic achievement in entrepreneurship education in technical and vocational colleges. The recommendation was made that the government should recruit competent teachers for technical and vocational college teaching; there should be no consideration in recruiting technical and vocational teachers because the students' academic achievement is unrelated to teachers' sex and certification.Penelitian ini menyelidiki pengaruh variabel guru terhadap prestasi akademik siswa dalam pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi teknik dan kejuruan di Negara Bagian Lagos, Nigeria. Dua pertanyaan penelitian dan dua hipotesis diuji pada tingkat signifikansi 0,05. Desain penelitian ex-post facto digunakan untuk penelitian ini, dan populasi penelitian ini adalah 223 mahasiswa. Sampel penelitian adalah 85 siswa tingkat akhir dari sekolah kejuruan dan teknik di Ikotun dan Ikorodu. Tidak ada instrumen yang dikembangkan dalam penelitian ini. Sebaliknya, surat digunakan untuk meminta data. Data dianalisis dengan menggunakan rata-rata untuk pertanyaan penelitian dan ANOVA (Analisis Varians) untuk menguji hipotesis. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan rata-rata untuk pertanyaan penelitian dan ANOVA untuk menguji hipotesis. Temuan menunjukkan bahwa variabel guru yang berkaitan dengan jenis kelamin dan sertifikasi tidak secara signifikan mempengaruhi prestasi akademik siswa dalam pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi teknik dan kejuruan. Rekomendasi yang diberikan adalah pemerintah harus merekrut guru yang kompeten untuk mengajar di perguruan tinggi teknik dan kejuruan; tidak perlu mempertimbangkan jenis kelamin dalam merekrut guru teknik dan kejuruan karena prestasi akademik siswa tidak terkait dengan jenis kelamin dan sertifikasi guru.
Human capital development plan (HCDP) sebagai strategi komunikasi untuk meningkatkan kompetensi pegawai Yusriana, Rosavella Nabila; Ekawati, Ratna
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v25i1.81271

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi komunikasi Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta serta efeknya dalam meningkatkan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui Human Capital Development Plan (HCDP). Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, mengacu pada rumusan Lasswell dan Teori Komunikasi Organisasi menurut Pace, Paterson, dan Burnet. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi pada bulan September–November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi BKPSDM melibatkan rapat koordinasi, aplikasi e-office , pertemuan tatap muka, dan kuisioner. Namun pengelolaan data HCDP yang manual dan jadwal sosialisasi yang tidak terstruktur menjadi kendala dalam optimalisasi program. Kesimpulannya, strategi komunikasi BKPSDM telah berjalan baik, namun diperlukan pengelolaan data digital dan penjadwalan sosialisasi yang lebih terorganisir untuk mendukung penerapan HCDP secara efektif. This study analyzes the communication strategies of the Agency for Personnel and Human Resource Development (BKPSDM) of Yogyakarta City and their effects on improving the competencies of Civil Servants (ASN) through the Human Capital Development Plan (HCDP). The research employs a qualitative method with a descriptive approach, referring to Lasswell's formula and Organizational Communication Theory by Pace, Paterson, and Burnet. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation from September to November 2024. The findings reveal that BKPSDM's communication strategies involve coordination meetings, e-office applications, face-to-face meetings, and questionnaires. However, the manual management of HCDP data and unstructured training socialization schedules hinder optimal program implementation. The findings of this study indicate that BKPSDM's communication strategy has been functioning well; however, better digital data management and a more organized socialization schedule are needed to support the effective implementation of HCDP.
Kemajemukan peserta didik untuk mencapai target kurikulum dengan pembelajaran berdiferensiasi: Refleksi keberagaman peserta didik di kelas Rofiqi, Ainur
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v25i2.72754

Abstract

The research aims to describe the plurality of learners in achieving curriculum targets through differentiated learning as a reflection of the diversity of learners in the classroom. The research method is a literature study by reading books or journal articles. The results show that differentiated learning has a positive impact on students in optimizing learning outcomes to achieve curriculum targets as needed through differentiation of content, process, product, and learning environment. Differentiated learning strategies can be developed by differentiating learners based on blood type, music genre, zodiac / Javanese platoon, graphology, birth order, and others. The conclusion of this research is that every learner is not the same as other learners, the plurality of learners is of course already there from the outside so it must be in accordance with the nature of nature and the nature of their time, so differentiated learning is needed in education.   Tujuan penelitian mendeskripsikan kemajemukan peserta didik dalam mencapai target kurikulum melalui pembelajaran berdiferensiasi sebagai refleksi keragaman peserta didik di kelas. Metode penelitian yaitu studi kepustakaan dengan membaca buku atau artikel jurnal. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran berdiferensiasi berdampak positif bagi peserta didik dalam optimalisasi hasil belajar untuk mencapai target kurikulum sesuai kebutuhan melalui diferensiasi konten, proses, produk, dan lingkungan belajar. Strategi pembelajaran diferensiasi dapat dikembangkan dengan mendiferensiasikan peserta didik berdasarkan golongan darah, genre musik, zodiak/weton jawa, grafologi, birth order, dan lainnya. Simpulan penelitian ini yaitu setiap peserta didik tidaklah sama dengan peserta didik yang lainnya, kemajemukan peserta didik tentunya sudah ada sejak lahiriah sehingga haruslah sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman mereka maka diperlukan pembelajaran berdiferensiasi dalam Pendidikan.
Penguatan amaliah keshalihan mahasiswa melalui tutorial PAI di Universitas Pendidikan Indonesia: Pendekatan kokurikuler Nurapipah, Iip; Anwar, Saepul; Firmansyah, Mokh Iman
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v25i2.77156

Abstract

The reinforcement of Islamic Religious Education outside the classroom can utilize co-curricular activities to ensure the achievement of essential learning objectives, namely developing students' potential for faith, piety, and noble character. This study aims to analyze the role of tutorials in enhancing the religious practices of students at UPI, making this research important as it can provide solutions to address the shortage of classroom instructional hours. This research method is qualitative, with the subjects being the Head of the Tutorial Program, Lecturers, Tutors, and PAI participants. Data collection was conducted through interviews, observations, and documentation. Data analysis included reduction, presentation, verification, and conclusion drawing. The results of this study indicate that the reinforcement of religious practices is carried out through examples, encouragement, commands, practice, rewards, and the like. The material taught relates to the relationship with God (Habluminallah), the relationship with others (Habluminannas), and the relationship with the environment (Hablumin al-alam). The religious character formed strengthens individual religious commitment in worship or religious practice (the ritualistic dimension) and reinforces individual religious commitment in the dimension of effect or experience. This research implies the importance of responding to the limited classroom time for PAI in meeting the targeted PAI objectives through co-curricular programs to optimize these goals. Therefore, the researcher recommends efforts to enhance character formation or moral development through co-curricular activities in public schools and universities. Penguatan Pendidikan Agama Islam di luar kelas dapat menggunakan kegiatan kokurikuler guna memastikan tercapainya tujuan pembelajaran yang esensial yaitu mengembangkan potensi keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Tutorial dalam meningkatkan amaliah keshalihan mahasiswa di kampus UPI. Sehingga, penelitian ini penting karena dapat memberikan solusi untuk mengatasi kekurangan jam pelajaran di kelas. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan responden Ketua Penyelenggara Tutorial, Dosen, Tutor, dan peserta PAI. Pengumpulan data dilalukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penguatan amaliah keshalihan dilakukan melalui teladan, anjuran, suruhan dan perintah, latihan, hadiah dan sejenisnya. Materi yang diajarkan adalah yang berkaitan dengan Habluminallah, Habluminannas, dan Hablumin al-alam. Kemudian, karakter religius yang dibentuk adalah menguatkan komitmen religius individu ke dalam peribadatan atau praktek agama (the ritualistic dimension) dan menguatkan komitmen religius individu ke dalam dimensi effect atau pengalaman.Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya merespon keterbatasan waktu PAI di kelas dalam memenuhi kebutuhan beban yang ditargetkan oleh PAI melalui program kokurikuler untuk mengoptimalkan tujuan secara optimal. Sehingga, peneliti merekomendasikan dilaksanakannya upaya peningkatan pembentukan karakter atau pembentukan akhlak melalui kegiatan kokurikuler di sekolah-sekolah umum dan perguruan tinggi umum.
Studi literatur kearifan lokal dalam program pembangunan sosial generasi muda Sumba Nusa Tenggara Timur Tamba, Wahyu Pratama; Sujastika, Ismi
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v25i2.77735

Abstract

This research aims to analyze local wisdom that contributes to the implementation of social development programs and how the role of social values and local wisdom in the success of the Sumba Future Changemakers program implemented by Save the Children Indonesia. A qualitative approach is used to describe social development, especially for the younger generation in Sumba, East Nusa Tenggara, which is related to social values and local wisdom. This research is using qualitative approach which searching various relevant reference sources, namely, research articles, books and other relevant sources. The results of this study show that social development through the Sumba Future Changemakers program has succeeded in improving the welfare of the people of Sumba, East Nusa Tenggara, by integrating social values and local wisdom. The program involves the active participation of children as the main actors, supported by the community, traditional leaders, and local government. Local wisdom such as Marapu and traditional ecological practices were instrumental in the success of the program, reflecting the importance of gotong royong and social capital in community development and empowerment. However, the program may risk failure if it ignores social values, community participation, and local social structures. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kearifan lokal yang berkontribusi dalam pelaksanaan program pembangunan sosial dan bagaimana peran nilai sosial dan kearifan lokal dalam keberhasilan program Sumba Future Changemakers yang dilaksanakan Save the Children Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggambarkan pembangunan sosial khususnya pada generasi muda di Sumba, Nusa Tenggara Timur yang berkaitan dengan nilai sosial dan kearifan lokal. Jenis penelitian metode kajian pustaka dengan melakukan penelusuran berbagai sumber referensi relevan yaitu, artikel penelitian, buku dan sumber lain yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembangunan sosial melalui program Sumba Future Changemakers berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba, Nusa Tenggara Timur, dengan mengintegrasikan nilai sosial dan kearifan lokal. Program ini melibatkan partisipasi aktif anak-anak sebagai aktor utama, didukung oleh masyarakat, tokoh adat, dan pemerintah setempat. Kearifan lokal seperti Marapu dan praktik ekologis tradisional berperan penting dalam keberhasilan program, yang mencerminkan pentingnya gotong royong dan kapital sosial dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Namun, program dapat berisiko gagal jika mengabaikan nilai-nilai sosial, partisipasi masyarakat, dan struktur sosial setempat.
Refleksi implementasi kurikulum merdeka dalam perspektif pendidikan berkeadilan Riswanto, Riswanto
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v25i2.80402

Abstract

The independent curriculum is an improved curriculum from the emergency curriculum implemented during the Covid 19 pandemic. This curriculum replaces the 2013 curriculum with several improvements to overcome deficiencies and the effects of learning loss. The principle of developing an independent curriculum refers to equal distribution of access and quality of education to provide equitable education. Therefore, it is necessary to study the relevance of policy in implementing independent policies towards equitable education.  The aim of this research is to analyze the policies and policies of the independent curriculum in basic education and their relationship to the concept of equitable education. The method used in this research is a qualitative method, using a Systematic Literature Review (SLR) approach. In this method, article screening is done with the help of the Publish or Perish application. The results of the research are, it was found that the policies in the independent learning curriculum at the basic education level, viewed from the mandate of the National Education System Law and the perspective of critical pedagogy theory, have relevance and enthusiasm for realizing equitable education, for example inclusive education policies, learning Differentiation, digitalization of education, but many policies are still fragmented, causing a lack of consistency in realizing equitable education. Kurikulum merdeka merupakan penyempurnaan dari kurikulum darurat yang diberlakukan selama pandemi Covid 19, kurikulum ini menggantikan kurikulum 2013 dengan beberapa penyempurnaan untuk mengatasi kekurangan dan efek learning loss. Prinsip pengembangan kurikulum merdeka merujuk pada pemerataan akses dan mutu pendidikan agar dapat menghadirkan pendidikan berkeadilan. Oleh karena itu perlu dikaji relevansi kebijakan dalam penerapan kurikulum merdeka terhadap pendidikan berkeadilan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebijakan dan penerapan kurikulum merdeka di pendidikan dasar dan keterkaitannya dengan konsep pendidikan berkeadilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, menggunakan pendekatan Systematic Literatur Review (SLR). Dalam metode ini Screening artikel di lakukan dengan berbantukan aplikasi Publish or Perish. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa kebijakan-kebijakan dalam kurikulum merdeka belajar di tingkat pendidikan dasar,  ditinjau dari amanat Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan perspektif teori pedagogi kritis, memiliki relevansi dan semangat untuk mewujudkan pendidikan berkeadilan, misalnya kebijakan pendidikan inklusif, pembelajaran berdefferensiasi, digitalisasi pendidikan, akan tetapi kebijakan-kebijakan masih banyak yang terfragmentasi sehingga menyebabkan kurang konsisten dalam mewujudkan pendidikan berkeadilan.  
Aktualisasi diri dalam filsafat eksistensialisme relevansinya bagi pendidikan abad 21 Ulfah, Siti Zayyana; Syihabuddin, Syihabuddin; Kembara, Maulia Depriya
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v25i2.80746

Abstract

Education is an essential foundation in character building and human potential development that lasts throughout life. In the modern era, education not only acts as a transfer of knowledge, but also as a medium to help individuals achieve full self-actualization. This research explores the relevance of existentialism philosophy in the context of 21st century education, focusing on self-actualization as the core of individual development. This research uses the literature method to understand the application of existentialism principles, such as freedom, authenticity, responsibility, and the search for the meaning of life in education. The results show that existentialism-based education supports the holistic development of students' potential through self-confidence, active engagement and character strengthening. In addition, education that integrates spiritual values offers a comprehensive approach to address modern challenges, such as academic pressures, emotional needs, and the influence of technology. With this approach, students are expected to be able to face the challenges of the modern era with strong character, high integrity, and a balance between worldly and spiritual achievements. This research makes an important contribution to the development of humanist and contextualized education, according to the demands of the 21st century. Pendidikan adalah landasan esensial dalam pembentukan karakter dan pengembangan potensi manusia yang berlangsung sepanjang hayat. Dalam era modern, pendidikan tidak hanya berperan sebagai transfer ilmu, tetapi juga sebagai medium untuk membantu individu mencapai aktualisasi diri secara utuh. Penelitian ini mengeksplorasi relevansi filsafat eksistensialisme dalam konteks pendidikan abad ke-21, dengan fokus pada aktualisasi diri sebagai inti pengembangan individu. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan untuk memahami penerapan prinsip-prinsip eksistensialisme, seperti kebebasan, autentisitas, tanggung jawab, dan pencarian makna hidup dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan berbasis eksistensialisme mendukung pengembangan potensi siswa secara holistik melalui kepercayaan diri, keterlibatan aktif, dan penguatan karakter. Selain itu, pendidikan yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritualitas menawarkan pendekatan komprehensif untuk menjawab tantangan modern, seperti tekanan akademis, kebutuhan emosional, dan pengaruh teknologi. Dengan pendekatan ini, siswa diharapkan mampu menghadapi tantangan era modern dengan karakter kuat, memiliki integritas tinggi, serta keseimbangan antara pencapaian duniawi dan spiritual. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan yang humanis dan kontekstual, sesuai tuntutan abad ke-21.
Kearifan ekologis dalam cerita legenda pemandian Kendat di Boyolali: Kajian ekokritik Sari, Essa Rohimah; Suryanto, Edy; Wardani, Nugraheni Eko
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v25i2.81119

Abstract

This research discusses a folktale about the origin of the umbul kendat bath in Boyolali. This story explains the origin of the kendat bath taken from the journey of a palace princess named Dyah Ayu Ratna Sekar Kedaton. Her journey experienced deep sadness because she had been disappointed by the person she liked. Because she felt disappointed by this, the princess decided not to return to the palace and chose to continue performing rituals in the pond which is often called umbul kendat. The purpose of this research is implied by the wisdom of the folklore of Umbul Kendat Bath in Boyolali and is associated with the application of the present which functions as a foklor. The method used in this research uses a qualitative method in the form of narrative analysis. This folklore is analyzed using one of the literary studies, namely ecocriticism and foklor studies. The conclusion of this research is that the folklore of Umbul Kendat Bath in Boyolali is associated with apocalyptic literature because there are several characteristics such as a large, dashing, young, handsome figure, and the figure of a palace princess who performs rituals (spiritual actors); the palace court lady who is worried about the departure of Dyah Ayu, the only princess of the palace; characters who have excess spiritual powers. The concept contained in the book written by Greg Garrard, there are six concepts and only 4 concepts are taken, namely shelter, forest, disaster, earth. Spiritual values that can be practiced by anyone with different goals. This spiritual value is related to aspects of community life around the location that affect the direction of human life. The urgency of this research can have a positive impact on the community around the location to perform rituals with the aim of easily getting a job and being able to make money from a business. Penelitian ini membahas tentang cerita rakyat yang bertemaasal usul pemandian umbul kendat di Boyolali. Cerita ini menjelaskan mengenai asal usul pemandian kendat yang diambil dari perjalanan puteri keraton yang bernama Dyah Ayu Ratna Sekar Kedaton. Perjalanannya yang mengalami kesedihan mendalam karena telah dikecewakan oleh orang yang disukai. Karena merasa kecewa dengan hal tersebut puteri kertaon tersebut memutuskan untuk tidak kembali lagi ke keraton dan memilih melanjutkan melakukan ritual di kolam yang sering disebut dengan umbul kendat. Tujuan yang diungkapakn dalam penelitian ini tersirat dari kearifan cerita rakyat Pemandian Umbul Kendat di Boyolali dan dikaitkan pada penerapan masa kini yang berfungsi foklor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif berupa analisis naratif. Cerita rakyat ini dianalisis menggunakan salah satu kajian sastra yaitu kajian ekokritik dan foklor. Kesimpulan pada penelitian ini berupa cerita rakyat Pemandian Umbul Kendat di Boyolali yang dikaitkan dengan sastra apokaliptik karena terdapat beberapa karakteristik seperti sosok besar, gagah, muda, tampan, dan sosok puteri keraton yang melakukan ritual (pelaku spiritual); dayang keraton yang khawatir akan kepergian Dyah Ayu puteri keraton satu-satunya; karakter yang memiliki kelebihan kesaktian spiritual. Konsep yang terdapat pada buku yang di tulis oleh Greg Garrard, ada enam konsep dan yang diambil hanya 4 konsep yaitu tempat tinggal, hutan, bencana, bumi. Nilai spiritual yang dapat dilakukan oleh siapapun dengan tujuan yang berbeda-beda. Nilai spiritual ini berkaitan dengan aspek kehidupan masyarakat disekitar lokasi yang berpengaruh pada arah hidup manusia. Urgensi dalam penelitian ini dapat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat sekitar lokasi untuk melakukan ritual dengan tujuan agar mudah mendapatkan pekerjaan dan dapat mengahasilkan uang dari suatu usaha.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 25 No. 2 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 25 No. 1 (2025): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 2 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 24 No. 1 (2024): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 2 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 23 No. 1 (2023): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 2 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 22 No. 1 (2022): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 2 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 21 No. 1 (2021): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 2 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 20 No. 1 (2020): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 2 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 19 No. 1 (2019): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 2 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 18 No. 1 (2018): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 2 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 17 No. 1 (2017): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 15 No. 1 (2015): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 14 No. 1 (2014): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 13 No. 1 (2013): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 12 No. 1 (2012): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 11 No. 1 (2011): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 10 No. 1 (2010): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 9 No. 1 (2009): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 8 No. 1 (2008): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 7 No. 1 (2007): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol 6, No 1 (2006): Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum More Issue