cover
Contact Name
I Putu Widyanto
Contact Email
putuwidyanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
putuwidyanto@gmail.com
Editorial Address
Jl. G.Obos X Pasca Sarjana Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Core Subject : Science, Education,
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen adalah jurnal akses terbuka peer-review dan kebijakan ganda. Jurnal ini diterbitkan dua kali Bulan Juni dan Desember. Jurnal di bidang Manajemen Pendidikan Agama Hindu, Manajemen Pendidikan, Manajemen Kepemimpinan, Manajemen Sumber Daya Manusia.
Articles 90 Documents
Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas Bagi Guru-Guru Di Larantuka Hendrik AE Lao; Jonathan Leobisa; Andrian Wira Syahputra
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 1 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i1.1304

Abstract

This training aims to provide teachers with an understanding of the importance of classroom action research, as an effort to improve the process and quality of learning in schools, as well as the importance of writing classroom action research itself for the teacher's career advancement in terms of proposing rank and career path. This activity was carried out in the form of classroom action research (PTK) writing training which lasted for 2 (two) days starting December 8-9 2021. The material presented consisted of 2 (two) main themes, namely the basic concepts of classroom action research and practical writing exercises. classroom action research. The number of participants who participated in the training was 100 teachers (multi-religious). The training material delivery method consists of lectures, question and answer, discussion, and direct practice in making classroom action research proposals. The training results showed that participants' understanding and mastery of PTK material had increased after attending the training compared to before. Additionally, training participants already have the skills and ability to make Class Action Research Proposals (CAR) and be highly motivated to participate in training activities.
Manajemen Spiritualitas Dan Pemberdayaan Jemaat Di Klasis Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang Maya Djawa; Ebenhaizer I. N Timo; Yuda D. Hawu Haba; Yakobus Adi Saingo
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 1 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i1.1305

Abstract

Penelitian ini menggambarkan implementasi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema manajemen spiritualitas dan pemberdayaan jemaat melalui kegiatan Bible Camp dalam konteks jemaat Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) Pos Pelayanan Raja Damai Bioba, Klasis Amfoang Selatan, Kabupaten Kupang, serta jemaat-jemaat tergabung dalam wilayah Klasis Amfoang Selatan. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan manajemen spiritualitas, pemahaman Kitab Suci, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif dari berbagai lapisan jemaat, termasuk di dalamnya pemuda. Kegiatan ini melibatkan dosen, mahasiswa, alumni, serta pengajar agama Kristen, yang bertujuan menciptakan transformasi spiritual dan memperkuat persekutuan di tengah jemaat.
Pelaksanaan Upacara Tiwah di Desa Samba Danum Kecamatan Katingan Tengah Perspektif Manajemen Pendidikan Agama Hindu Rinda Agusvina; Mujiyono Mujiyono; Sihung Sihung
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 1 (2025): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i1.1342

Abstract

Tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut: Bagaimana pelaksanaan upacara Tiwah. Berdasarkan fenomena di lapangan bahwa pelaksanaan upacara Tiwah pada masyarakat Hindu Kaharingan belum terkelola dengan baik, sarana dan prasarana serta proses pelaksanaannya belum tertata rapi sehingga diperlukan manajemen yang baik. Kajian yang digunakan penulis dalam penulisan jurnal ini adalah deskriptif kualitatif dimana penulis melakukan pengamatan secara empiris terhadap kondisi upacara Tiwah dan melakukan wawancara secara langsung. Selain itu penulis juga menggunakan sumber pustaka baik buku, jurnal maupun bahan referensi lainnya. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Pertama, pelaksanaan upacara Tiwah dilaksanakan dengan empat proses yaitu perencanaan upacara Tiwah, Pengorganisasian, Pelaksanaan/pengerahan, pengawasan. Kedua, terdapat tujuh nilai manajemen pendidikan agama Hindu, diantaranya lebih bertanggung jawab, lebih beretika, lebih estetis, lebih disiplin, lebih efektif dan efisien, lebih terorganisasi dan lebih material. Ketiga, terdapat dua implikasi terhadap pelaksanaan Upacara Tiwah yaitu implikasi positif dan implikasi negatif.
Manajemen Kearsipan Untuk Peningkatan Kualitas Mutu Perguruan Tinggi Hindu I Wayan Murjana Putra
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 2 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i2.1369

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memahami elemen-elemen yang mendukung efektivitas dari manajemen kearsipan dan menemukan strategi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip dalam mendukung mutu pendidikan di Perguruan Tinggi Hindu. Beberapa pertanyaan kunci menjadi acuan penulis antara lain faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan manajemen kearsipan serta strategi yang dapat digunakan untuk mengoptimalkannya. Penelitian menggunakan tinjauan literatur dari sumber yang berfokus pada referensi artikel jurnal, prosiding dan buku dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh adalah bahwa manajemen kearsipan yang efektif dalam meningkatkan layanan dan mutu pendidikan dengan menyediakan akses mudak ke dokumen penting. Faktor dari keberhasilannya meliputi kualitas layanan, informasi dan sumber daya manusia yang mendukung transparansi serta akuntabilitas institusi pendidikan.
Membangun Critical Thinking Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Hindu Melalui Problem Based Learning Pada Mata Kuliah Profesi Pendidikan Dan Keguruan Putu Cory Candra Yhani; I Gede Dharman Gunawan; Putu Wisnu Saputra; I Komang Mertayasa
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 2 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i2.1393

Abstract

Critical thinking skills are very important for students, especially for students studying in the Hindu Religious Education Study Program. As prospective educators, students are required to be able to analyze situations, evaluate various options, and create innovative solutions that are relevant to solving problems that arise, both in the academic and social fields. Building critical thinking aims to identify and understand the implicit assumptions underlying an argument, thereby increasing students' capacity to adapt to cultural and value diversity. For students of the Hindu Religious Education Study Program, this critical thinking ability is crucial, because they are required to be able to integrate Hindu spiritual values ​​with the challenges of education in a multicultural era. The application of PBL in Professional Education and Teaching courses also supports the formation of student character as prospective educators who are professional and have integrity. Implementation of PBL by building critical thinking in the Education and Teaching Professionals course, which is one of the relevant courses for developing critical thinking skills. This course requires students to understand the role of teachers as agents of change who are able to provide solutions to educational problems in the modern era. Apart from that, this course also provides students with insight into the importance of professionalism and ethical responsibility in the teaching profession.
Analisis Metode Pembelajaran Penugasan Pendidikan Agama Hindu Dalam Membentuk Kepribadian Luhur Siswa Hindu Di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas Redi Redi
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 2 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i2.1403

Abstract

Redi, 2024. Analisis metode pembelajaran penugasan pendidikan agama Hindu dalam membentuk kepribadian luhur siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas. Tesis program magister program studi pendidikan agama Hindu program pascasarjana institute agama hindu negeri tamping penyang palangka raya. Pembimbing (I) Dr. Pranata, S.Pd.,M.Si. dan pembimbing (II) Dr. I Putu Widyanto, M.Pd.H Penelitian ini mengkaji tentang analisis metode pembelajaran penugasan pendidikan agama Hindu dalam membentuk kepribadian luhur siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas. Dengan ini bertujuan untuk (1) untuk mengetahui bagaimana penerapan metode pembelajaran penugasan pendidikan agama Hindu dalam membentuk kepribadian siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten Gunung Mas, (2) untuk mengetahui bagaimana kendala dalam penerapan metode pembelajaran penugasan pendidikan agama Hindu dalam membentuk kepribadian siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten, (3) untuk mengetahui bagaimana solusi dalam mengatasi kendala dalam penerapan metode pembelajaran penugasan pendidikan agama Hindu dalam membentuk kepribadian siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa Kecamatan Miri Manasa Kabupaten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Adapun teori yang digunakan untuk menganalisis permasalahan tersebut adalah teori humanisme, teori behavioristic dan teori tindakan sosial. Metode penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data, menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dan teknik analisis data yang dgunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data,dan penarikan kesimpulan. kesimpulan. (1) Penerapan Metode Pembelajaran Penugasan dalam Pendidikan Agama Hindu di SMPN 1 Miri Manasa.(2) Kendala Dalam penerapan metode pembelajaran penugasan Pendidikan Agama Hindu untuk membentuk kepribadian luhur siswa Hindu di SMPN 1 Miri Manasa (3) solusi untuk mengatasi kendala dalam penerapan Metode Pembelajaran Penugasan Pendidikan Agama sHindu untuk membentuk kepribadian luhur siswa di SMPN 1 Miri Manasa. Kata kunci : Analisis, Metode Pembelajaran Penugasan, Pendidikan Agama Hindu,Kepribadian Luhur Siswa Hindu
Pengaruh Pembelajaran Pengantar Acara Agama Hindu Kaharingan Terhadap Keterampilan Membuat Sarana Upacara Keagamaan Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Hindu IAHN TP Palangka Raya Rima Noktayani; Pranata Pranata; I Gede Dharman Gunawan
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 2 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i2.1404

Abstract

This research is based on the problems that the author found in the Hindu religious education study program for the 2023/2024 academic year. Research found that students' skills, especially in making ceremonial facilities, can be said to be lacking. This can be seen from the fact that there are still many students who have not been able to make ceremonial facilities such as making ketupat, tawar containers, decorations in the lap for basarah, lack of interest in making ceremonial facilities, and there are still students who are not focused on the learning process so that in this case it requires more efforts to improve student skills in making ceremonial facilities. The purpose of this study is to find out whether there is an influence of learning the introduction of Hindu religious events on the skills of making religious ceremony facilities for students of the Hindu religious education study program of the Hindu Religious Institute of the State Tampung Penyang (IAHN TP) Palangka Raya. This type of research uses a quantitative research approach, with survey methods and data collection methods used for observation, documentation, and questionnaires. Learning data was obtained from distributing questionnaires/questionnaires by distributing them to respondents whose number was already known, namely 52 respondents, while skill data was obtained from the final semester exam scores (UAS) of students in grades A and B in the even semester of the 2023/2024 academic year, the data was analyzed by simple regression using IBM Statistics for windows. From the results of the research that has been carried out, the hypothesis in this study indicates that t count (0.017) < t table (1.675), it can be concluded that the results of the research and discussion in this study do not have an influence between the learning of the introduction of Hindu religious events in Kaharingan and the skills in making ceremonial facilities for students of the Hindu religious education study program class A and class B in the even semester of the 2023/2024 academic year and with a learning period In the high category there were 13 people with a percentage of 6.9%, in the medium category there were 37 with a percentage of 19.47% and in the low category there were 2 people with a percentage of 1.6% of the total 52 respondents.
Implementasi Pembelajaran Direct Learning Pada Pembelajaran Agama Hindu Di SMAN 1 Kahayan Hulu Utara Kabupaten Gunung Mas Kismita Kismita; Mitro Mitro; I Putu Widyanto
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 2 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i2.1405

Abstract

In the achievement process, learning outcomes are greatly influenced by various factors. One of the main factors that is very influential in the success of learning is the presence of the teacher. At SMAN 1 Kahayan Hulu Utara, Gunung Mas Regency, it was found that students were less active during the learning process and paid less attention to the material presented by the teacher, most students were busy alone with their classmates. This is because the learning methods used by teachers in delivering material have not been able to actively involve students. So students become lazy to ask questions and express their opinions, there is a lack of student understanding of the concepts used. One of the factors identified is the limited ability of teachers to deliver material and the lack of involving students in the learning process. In learning Hinduism, the method currently used is the direct learning model. The research method used is qualitative research, and the technique for determining informants uses purposive. Data obtained by observation, interviews, and smartphones as instruments in this research. The data analysis technique goes through four stages, namely: data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research were studied using humanistic theory and motivation theory. The results of the study show that: (1) The implementation of direct learning in Hindu learning subjects at SMAN 1 Kahayan Hulu Utara, Gunung Mas Regency, is carried out by teachers by first carrying out learning activities, such as presenting materials, presenting lessons to attract students' attention, providing structured exercises by strengthening the correct response to students, and motivating and evoking students' work results. Teachers also provide independent exercises to help students develop their abilities.: (2) Obstacles in the implementation of direct learning include low student absorption, lack of participation, and lack of discipline, so that the implementation of learning is not optimal because students are passive: (3) Teachers' efforts in overcoming these obstacles are by designing more specific and relavanted learning strategies so that the learning process can be well accepted by student.
Manajemen,Pengelolaan,BOS Manajemen Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah di Sekolah Dasar Negeri Apriana Winedha; Bambang Ismanto; Sophia Tri Satyawati
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 8 No 2 (2024): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v8i2.1406

Abstract

Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mempunyai peranan penting di dalam manajemen di suatu sekolah. Karena sebagian besar kegiatan sekolah menggunakan dari dana bantuan Operasional Sekolah. Oleh karena itu diperlukan manajemen yang baik, benar dan juga tepat kelola dalam pengalokasian penggunaan dana bantuan Operasional Sekolah. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Delik 01 Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai pada pertanggungjawaban penggunaannya di sekolah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik wawancara secara langsung dan observasi. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan tahapan pengumpulan data dengan cara reduksi, penyajian data dan verifikasi kebenaran data. Dari hasil penelitian mendapatkan hasil bahwa pengelolaan dana Bantuan Opersasional Sekolah di SD Negeri Delik 01, Kecamatan tuntang, Kabupaten Semarang dilaksanakan sesuai dengan Petunjuk Teknis Penggunaan dan Pertanggungjawaban Dana Bantuan Operasional Sekolah tahun 2024 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Strategi Peningkatan Literasi Digital Guru Dalam Menghadapi Transformasi Pendidikan 4.0 Eko Wahyudi; Ni Made Rahayu W; Nanda Nanda
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 1 (2025): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i1.1470

Abstract

Transformasi pendidikan 4.0 menuntut guru untuk memiliki literasi digital yang tinggi guna mengadaptasi berbagai teknologi dalam proses pembelajaran. Literasi digital tidak hanya mencakup kemampuan dalam menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga keterampilan berpikir kritis, keamanan digital, dan pemanfaatan teknologi untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan literasi digital guru dalam menghadapi tantangan pendidikan 4.0. Metode yang digunakan adalah kajian literatur dan studi kasus pada beberapa institusi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang efektif meliputi pelatihan berkelanjutan, integrasi teknologi dalam kurikulum, pendampingan oleh mentor digital, serta kolaborasi antar pendidik dalam komunitas pembelajaran berbasis digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan survei terhadap guru di berbagai tingkat pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berbasis teknologi, pemanfaatan komunitas belajar digital, dan penggunaan Learning Management System (LMS) merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan literasi digital guru. Selain itu, dukungan dari kebijakan sekolah dan pemerintah turut berperan penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung peningkatan literasi digital guru. Dengan penerapan strategi yang tepat, diharapkan guru mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital. Kata kunci: Literasi digital, transformasi pendidikan 4.0, strategi peningkatan, teknologi pendidikan, guru. ABSTRACT The transformation of education 4.0 requires teachers to have high digital literacy to adapt various technologies in the learning process. Digital literacy includes not only the ability to use technological devices, but also critical thinking skills, digital safety, and utilization of technology to create innovative learning. This study aims to analyze strategies to improve teachers' digital literacy in facing the challenges of education 4.0. The method used is a literature review and case studies in several educational institutions. The results show that effective strategies include continuous training, integration of technology in the curriculum, mentoring by digital mentors, and collaboration between educators in digital-based learning communities. The method used in this research is a literature study and a survey of teachers at various levels of education. The results show that technology-based training, utilization of digital learning communities, and use of Learning Management System (LMS) are effective strategies in improving teachers' digital literacy. In addition, support from school and government policies also plays an important role in creating an educational ecosystem that supports the improvement of teachers' digital literacy. With the implementation of appropriate strategies, teachers are expected to be able to adapt to technological developments and improve the quality of learning in the digital era.