cover
Contact Name
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar
Contact Email
pendiksar.einsteincollege@gmail.com
Phone
+6281937942860
Journal Mail Official
pendiksar.einsteincollege@gmail.com
Editorial Address
Ruko BKA II/4, Jl. Gadjah Mada Jempong Baru, Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : 30316480     DOI : https://doi.org/10.63987/pendiksar
Core Subject :
PENDIKSAR: Jurnal pembelajaran dan pendidikan dasar merupakan publikasi penelitian ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Einstein College, yang bertujuan sebagai media informasi, komunikasi dan forum diskusi pendidikan dan pengajaran di bidang pendidikan dasar. Jurnal ini mencakup artikel penelitian asli dan artikel review termasuk: pengajaran pendidikan dasar (IPA, IPS, matematika, bahasa, kewarganegaraan, agama, pendidikan jasmani, dan seni), kurikulum pendidikan dasar, pengelolaan pendidikan dasar, bimbingan dan konseling pendidikan dasar, psikologi pendidikan dasar serta pendidikan guru sekolah dasar.
Arjuna Subject : -
Articles 39 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III Pada Pembelajaran IPAS Zohrah Zohrah; Sarbanun Boy
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar Vol. 3 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/pendiksar.v3i2.275

Abstract

This study aims to determine the effect of the Contextual Teaching and Learning (CTL) model on learning outcomes in the IPAS subject for Grade III students at SDN 02 Suntalangu in the 2024/2025 academic year. The total population consisted of 167 students, and the sampling technique used was total sampling, involving all students from class III A and III B, totaling 35 students. This research is a Quasi-Experimental Design using the Nonequivalent Control Group Design. Data were collected through multiple-choice tests and analyzed using SPSS 30 software. The results of this study indicate that there is no significant effect of the CTL learning model on students' learning outcomes in the IPAS subject for Grade III at SDN 02 Suntalangu. This is evidenced by the hypothesis test result using a Two-Sided test, where p = 0.054, which is greater than 0.05.
Analisis Ketersediaan Sumber Belajar Dengan Peningkatan Literasi Numerasi Siswa SD Tia Citra Bayuni; AyuSintia Maulana; Najwa Ramadhani Aulia; Lina Yuliyanti; Ainun Tasya
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/pendiksar.v4i1.300

Abstract

Literasi numerasi merupakan kompetensi dasar yang penting dimiliki oleh siswa sekolah dasar untuk menghadapi tantangan abad ke-21. Literasi numerasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan menerapkan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat ketersediaan sumber belajar yang mendukung literasi numerasi di sekolah dasar, mengidentifikasi hubungan antara ketersediaan sumber belajar dengan peningkatan kemampuan literasi numerasi siswa, serta menelaah faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan sumber belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei melalui kuesioner skala likert yang disebarkan secara daring kepada guru SD di wilayah Bekasi. Data dikumpulkan untuk menggambarkan kondisi nyata secara sistematis, faktual, dan akurat, kemudian dianalisis dengan teknik statistik deskriptif untuk mengetahui kecenderungan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan sumber belajar di sekolah dasar masih belum merata, terutama antara daerah perkotaan dan pedesaan. Faktor-faktor seperti kompetensi pedagogis guru, dukungan kebijakan sekolah, serta fasilitas pembelajaran terbukti berpengaruh terhadap efektivitas pemanfaatan sumber belajar. Penelitian ini menegaskan pentingnya pemerataan sumber belajar, peningkatan profesionalisme guru, serta inovasi media pembelajaran digital sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemampuan literasi numerasi siswa di sekolah dasar.
Analisis Komparatif Model Pembelajaran Anak Usia Dini, Implikasi Pendekatan Instruksional Terhadap Keaktifan Kognitif dan Dinamika Sosial siswa Maria Matilda Mao Ghari; Klementina Ye Meo; Hildegardis Jesika Beka; Fransiska Karolina Titu; Karolina Kugu; Maria Rosalinda Dhone; Maria Wulu; Hendrika Doa
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/pendiksar.v4i2.337

Abstract

This study aims to comparatively analyze two learning models in early childhood education (Class A and Class B) at the PLP 1 partner school and their impact on students' cognitive engagement and social dynamics. Employing a qualitative methodology based on the interactive analysis model of Miles, Huberman, and Saldaña, data were gathered through real-time observation of student activities, interviews with school authorities, and physical documentation. The findings indicate that both classes exhibit strong homogeneity in internalized character habituation (religiosity and self-regulation) and a humanistic evaluation policy free from homework (PR). However, a sharp instructional disparity emerged during core activities: Class A implemented a strictly teacher-centered model utilizing mechanical-imitative individual worksheets, resulting in low verbal participation and egocentric inquiry. Conversely, Class B adopted a collaborative student-centered approach using digital audio-visual media and manipulative family trees, which successfully boosted verbal participation to, fostered substantive inquiry, and facilitated active peer-to-peer interactive communication. This study concludes that a teacher's creativity in designing instructional scenarios and selecting multi-sensory media serves as the primary determinant in optimizing the cognitive and social potential of early childhood.
Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Dalam Mengembangkan Profil Pelajar Pancasila Pada Siswa SMPN Satap 3 Boawae Maria Theresia Peti Bhengu; fransiskus xaverius bares ushiro tandafatu; doroste yenita dhange; novia mariana dungan; maria elisabet lewar; anastasia ea
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/pendiksar.v4i2.339

Abstract

This study aims to analyze the implementation of extracurricular activities in developing the Pancasila Student Profile among students at SMPN Satap 3 Boawae. A qualitative approach with a descriptive research design was employed. Research subjects were selected through purposive sampling, consisting of one principal, three teacher coaches, and eight students. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using an interactive model (data reduction, data display, and conclusion drawing). The findings indicate that mandatory extracurricular activities (Scouting) and elective programs (Literacy, Numeracy, Sports, and Arts), scheduled daily at 13.00 WITA, significantly contribute to developing the dimensions of the Pancasila Student Profile. Specifically, literacy and numeracy programs strengthen the critical thinking dimension; sports and arts activities promote creativity and collaboration (gotong royong); while Scouting builds independence and discipline. Furthermore, the school culture, including the 3S movement (Smile, Greet, Salute), reinforces the dimension of faith and piety. However, the primary challenge remains the fluctuation of participation motivation among some students. This study concludes that extracurricular activities serve as an effective strategic instrument for holistically internalizing Pancasila character values for students in a one-roof school setting.
Strategi Guru dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Siswa Kelas 1 di SDIT Darul Falah Putri Nana Nurdiana; Dodiet Enggar Wibowo
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/pendiksar.v4i2.342

Abstract

The aim of this research is to find out what strategies teachers use to improve beginning reading skills in grade 1 students, to find out the success factors and what obstacles are faced during learning. This research method uses a qualitative approach with descriptive methods. The research data was collected using observations of 20 grade 1 students and interviews were conducted with Indonesian language teachers and grade 1 homeroom teachers. The results of this research were 1) Indonesian language teachers used strategies to improve students' initial reading skills, namely the flashcard, phonemic and picture story methods, 2) factors that influenced success were teachers, methods used, school and family environmental factors, infrastructure, 3) obstacles faced by teachers, namely low interest and motivation of students, learning time
Pengaruh Strategi Pembelajaran Aktif melalui Metode Diskusi terhadap Siswa Kelas 2 MI Bustanul Khairot Klepu Pringsurat Temanggung Nellis Sa'adah; Dodiet Enggar Wibowo
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/pendiksar.v4i2.343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh strategi pembelajaran aktif yang diterapkan melalui metode diskusi terhadap hasil belajar siswa kelas 2 di MI Bustanul Khairot Klepu Pringsurat Temanggung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain yang melibatkan pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada hasil belajar siswa setelah penerapan metode diskusi. Hal ini terlihat jelas dari perbedaan yang mencolok antara hasil pre-test dan post-test, di mana nilai rata-rata saat pre-test hanya mencapai 60, sedangkan setelah diterapkannya metode diskusi, nilai rata-rata pada post-test meningkat menjadi 80. Hasil uji t yang dilakukan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001, yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan metode diskusi. Selain itu, respon siswa terhadap metode diskusi juga menunjukkan hasil yang positif, dengan 85% siswa menyatakan bahwa mereka merasa lebih tertarik dan aktif dalam proses pembelajaran yang berlangsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan metode diskusi sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dan dapat direkomendasikan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas, guna menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar Hilmiah Hilmiah; Dodiet Enggar Wibowo
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/pendiksar.v4i2.344

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena masih banyak siswa Sekolah Dasar yang kurang aktif, kurang kreatif, sulit bekerja sama, dan belum pandai berpikir kritis saat menyelesaikan soal matematika. Masalah ini terjadi karena cara belajar selama ini masih berpusat pada guru, dan siswa cuma disuruh menghafal rumus saja. Akibatnya, bakat dan kemampuan asli anak tidak berkembang secara maksimal. Penelitian ini dilaksanakan tahun 2025 dengan siswa SD sebagai objeknya. Tujuannya ingin mengetahui apakah penerapan metode pembelajaran berbasis proyek bisa meningkatkan hasil belajar matematika mereka. Metode ini, atau Project Based Learning, adalah cara belajar yang menjadikan siswa sebagai pusat kegiatan, di mana mereka mengerjakan tugas yang berhubungan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan cara deskriptif kualitatif, dengan data diambil lewat pengamatan, wawancara, dan dokumen. Hasilnya sangat positif: metode ini terbukti bisa meningkatkan keaktifan, kreativitas, kerja sama, dan nilai belajar matematika siswa. Anak jadi lebih semangat ikut pelajaran karena terlibat langsung dalam proyek dan bisa mempraktikkan materi secara nyata. Selain itu, kemampuan berpikir kritis mereka saat menyelesaikan masalah matematika pun makin tajam. Jadi, pembelajaran berbasis proyek ini bisa jadi salah satu cara yang tepat dan efektif untuk mengajarkan matematika di Sekolah Dasar
Peningkatan Ketrampilan Bercerita Melalui Media Finger Puppet (Boneka Jari) Pada Siswa Kelas Iii Dan Iv Sdn 2 Tanjungsari Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2025/2026 Ayu Ardiana Maheswari; Dodiet Enggar Wibowo
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/pendiksar.v4i2.345

Abstract

Keterampilan berbicara, khususnya bercerita, merupakan salah satu kompetensi dasar yang krusial bagi siswa sekolah dasar. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa kualitas keterampilan bercerita siswa kelas III dan IV SDN 2 Tanjungsari masih rendah, ditandai dengan kurangnya rasa percaya diri, kesulitan fokus, serta rendahnya pemahaman terhadap isi cerita. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas III dan IV SDN 2 Tanjungsari Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2025/2026 melalui pemanfaatan media finger puppet (boneka jari). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi, tes unjuk kerja (bercerita), dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif untuk mengukur persentase ketuntasan hasil belajar siswa dan kualitatif untuk menggambarkan perubahan aktivitas belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada keterampilan bercerita siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari aspek kelancaran berbicara, lafal, intonasi, serta kepercayaan diri siswa di depan kelas, yang diikuti dengan peningkatan persentase ketuntasan klasikal siswa hingga melampaui Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media finger puppet efektif dalam meningkatkan keterampilan bercerita siswa kelas III dan IV SDN 2 Tanjungsari
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas IV pada Pembelajaran PKn Menggunakan Metode Take and Give di SD Negeri 8 Rantau Bayur Tri Kurnia; Dodiet Enggar Wibowo
Jurnal Pembelajaran dan Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : Lembaga Einstein College

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63987/pendiksar.v4i2.346

Abstract

The low student learning outcomes from the minimum completeness criteria (kkm) at school promted the teacher’s motivation to conduct research. The purpose of study is determine the improvement in student learning outcomes regarding the impact of globalization using the take and give method in civics lessons for 4th-grade students at SDN 8 rantau bayur. The research was conducted in 2 cycles, with the first cycle held on april 6,2026, from 07:30 to 08:30,and the second cycle held on april 13,2026, from 07:30 to 11:30.the research result showed an increase in the percentage of classical student learning out comes from 28% in the pre-cycleto 85% in the second cyle. the result indicate that the research was successful up to the second cyle, as the learning completeness of 70% was achieved. the conclusion of this study is the effectiveness of using the take and give learning media to improve the learning outcomes of 4th-grade students at SDN 8 rantau bayur and can be used as an alternative innovation for civics learning

Page 4 of 4 | Total Record : 39