cover
Contact Name
erlangga hadi sasmita
Contact Email
shofanahmediaberkah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
shofanahmediaberkah@gmail.com
Editorial Address
https://jurnalmahasiswa.com/index.php/Jurihum/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurihum
ISSN : 30257409     EISSN : 30257409     DOI : -
Core Subject :
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora dengan ISSN 3025-7409 (Media Online) merupakan jurnal ilmiah peer-review yang bertujuan untuk mempublikasikan artikel penelitian, kajian ilmiah, dan tinjauan literatur berkualitas pada berbagai bidang ilmu multidisiplin. Jurnal ini menjadi media bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi untuk menyebarluaskan hasil penelitian, inovasi, serta perkembangan ilmu pengetahuan di bidang humaniora dan ilmu terapan. Ruang lingkup jurnal meliputi, tetapi tidak terbatas pada: Pendidikan Sosial dan Humaniora Sistem Informasi dan Teknologi Manajemen dan Bisnis Hukum Ilmu Komunikasi Administrasi Publik Psikologi Statistika dan Penelitian Terapan Pengabdian kepada Masyarakat Penelitian Multidisiplin Jurnal ini menerima artikel berupa hasil penelitian, studi kasus, artikel konseptual, dan tinjauan literatur dari akademisi maupun praktisi, cocok untuk tugas, mini project, skripsi untuk mahasiswa terbit bulan juni, September, Desember, Maret
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Analisis Etika Profesi dalam Kasus Facebook–Cambridge Analytica: Pelanggaran Privasi dan Tanggung Jawab Profesional di Era Data Besar Aprillia Mahardika; Citra Kharisma Novianda; Ano Dwi Anggoro; Meirgy Satria; Annisa Elfina Augustia
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kasus Facebook–Cambridge Analytica (F–CA) menjadi titik balik dalam kesadaran global mengenai risiko pelanggaran privasi yang timbul dari praktik pengumpulan dan pemrosesan data besar untuk tujuan politik dan komersial. Penelitian ini menganalisis pelanggaran etika profesi yang terjadi dalam skandal tersebut, meninjau tanggung jawab profesional pelaku (pengembang aplikasi, ilmuwan data, dan perusahaan platform), serta mengevaluasi kelemahan regulasi dan pengawasan yang memungkinkan pelanggaran berlangsung. Metode yang dipakai adalah studi kepustakaan (literature review) yang mensintesis hasil-hasil penelitian, laporan kasus, buku, dan prosiding konferensi (periode kajian 2018–2024). Hasil kajian menunjukkan pelanggaran utama: kurangnya informed consent, praktik pengumpulan data sekunder tanpa persetujuan, lemahnya transparansi, konflik kepentingan yang timbul dari model bisnis berbasis iklan, serta tanggung jawab profesional yang tidak diinternalisasi oleh praktisi data. Rekomendasi meliputi: penguatan kode etik profesi untuk praktisi data, pendidikan etika terintegrasi, audit independen praktik privasi perusahaan, serta regulasi yang fokus pada akuntabilitas algoritma dan mekanisme persetujuan yang bermakna. Implementasi rekomendasi ini esensial untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan praktik pengelolaan data yang bermoral.
Komunikasi Efektif dalam Membangun Hubungan Antar Personal di Lingkungan Kampus dan Dunia Kerja Muhammad Hilal Dzakwan; Nely R. Sihombing; Fakhri Antoni; Anas Nasuhi; Chaeruddin Ramadhan
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan kebutuhan mendasar manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan membangun hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi efektif dalam membangun hubungan antarpersonal di dua lingkungan yang berbeda namun saling berkaitan, yaitu lingkungan kampus dan dunia kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada mahasiswa di lingkungan Universitas Pamulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di lingkungan kampus, komunikasi efektif berperan vital dalam membangun hubungan yang baik dan berkelanjutan antara mahasiswa, dosen, dan staf universitas. Kemampuan ini tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga meningkatkan kolaborasi, kemampuan pemecahan masalah, serta pengembangan empati yang menjadi bekal soft skills penting bagi mahasiswa. Sementara itu, di dunia kerja, komunikasi yang efektif menjadi landasan utama dalam hubungan antara manajer dan karyawan yang melibatkan penyampaian informasi yang jelas serta kemampuan mendengarkan dengan empati. Komunikasi yang baik terbukti mampu menciptakan lingkungan kerja yang kolaboratif, meminimalkan ketidakpastian dan kesalahpahaman, serta mendukung peningkatan kinerja dan visi organisasi secara keseluruhan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguasaan komunikasi efektif adalah aset krusial yang menjembatani kesuksesan akademik menuju profesionalisme di dunia kerja.
Museum Bengkulu sebagai Ruang Interaksi antara Budaya Lokal dan Nilai-Nilai Peradaban Islam Arum Puspitasari; Sandi Febrian; Ferdi Arianto; Engghina Nabila Saputri
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Bengkulu merupakan salah satu lembaga kebudayaan yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak sejarah, tetapi juga sebagai media pembelajaran dan ruang interaksi antara budaya lokal dan nilai-nilai peradaban Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana Museum Bengkulu memfasilitasi dialog budaya antara warisan lokal masyarakat Melayu Bengkulu dengan prinsip-prinsip Islam yang telah berakar dalam kehidupan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis dan sosiokultural. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan pengelola museum, serta dokumentasi terhadap koleksi dan aktivitas pameran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Museum Bengkulu berperan penting dalam memperkuat identitas kultural masyarakat Bengkulu melalui narasi sejarah yang mengandung nilai-nilai Islam, seperti kearifan lokal, toleransi, dan spiritualitas. Koleksi seperti manuskrip Arab Melayu, benda-benda peninggalan kerajaan Islam, serta tradisi lisan yang berakar pada ajaran Islam menunjukkan adanya proses akulturasi harmonis. Dengan demikian, Museum Bengkulu bukan hanya lembaga pelestarian sejarah, tetapi juga menjadi ruang dialog aktif yang mempertemukan budaya lokal dengan nilai-nilai universal Islam dalam membentuk peradaban yang berkarakter dan moderat.
Implementasi Pendidikan Karakter Tauhid dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa di SD Islam AL-Kiswah Aam Amaliah; Helise Micchelys; Feni Yuana Adensi; Miftahul Khairiah Elzahra; Aida Susanti; Baharudin Mahmud Nur Hidayat; Muhammad Alauddin Athori; Raden Ayu Putri Syafa Amalia; Dea Meike Dwi Putri; Moza Thania Salsabella Putri
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter tauhid dalam pembentukan karakter religius siswa di SD Islam Al-Kiswah. Pendidikan karakter tauhid menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran spiritual dan perilaku religius siswa sejak dini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi strategi sekolah dalam menanamkan nilai tauhid melalui pembiasaan ibadah, keteladanan guru, integrasi kurikulum, serta budaya sekolah. Teknik pengumpulan data meliputi observasi kegiatan religius siswa, wawancara dengan guru dan kepala sekolah, serta analisis dokumen pendukung.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter religius siswa berlangsung secara komprehensif melalui kegiatan seperti salat dhuha, tadarus Al-Qur’an, salat zuhur berjamaah, dan dzikir pagi. Keteladanan guru berperan sentral dalam menginternalisasi nilai tauhid, terutama melalui perilaku, tutur kata, dan sikap profesional yang diteladankan kepada siswa. Nilai tauhid juga terintegrasi dalam berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah, sehingga menciptakan atmosfer religius yang konsisten. Namun, implementasi pendidikan karakter tauhid menghadapi beberapa hambatan, seperti pengaruh teknologi digital, perbedaan pola asuh keluarga, serta lingkungan sosial di luar sekolah. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, dan keluarga untuk menjaga keberlanjutan pendidikan karakter tauhid. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi lembaga pendidikan lain dalam mengembangkan strategi pembinaan karakter religius yang efektif melalui penguatan nilai tauhid.
Implementasi Kompetensi Pedagogik Guru dalam Kegiatan Pembelajaran di Madrasah Aliyah Ja AL Haq Dila Khoirul Nisa; Areza Ulul Azmi; Laura Saputri; Intan Sundari; Yesi Novita; Delon Feriansyah; Febby Meriska; Chantika Athfa Nuraulia
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kompetensi pedagogik guru dalam kegiatan pembelajaran di Madrasah Aliyah Ja Al Haq. Fokus penelitian mencakup strategi pengajaran, pemanfaatan media, interaksi guru-siswa, dan metode evaluasi yang diterapkan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah menerapkan perencanaan pembelajaran yang matang, strategi dan metode pengajaran yang variatif, serta penggunaan media yang mendukung pemahaman siswa. Evaluasi dilakukan secara formatif dan sumatif, disertai umpan balik yang konstruktif untuk meningkatkan hasil belajar. Tantangan yang dihadapi meliputi variasi kemampuan siswa dan keterbatasan sarana pembelajaran, yang diatasi melalui pembelajaran kelompok dan penyesuaian materi. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan kompetensi pedagogik guru secara efektif berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran, keterlibatan siswa, serta pengembangan karakter dan moral sesuai visi pendidikan Islam.
Ketakutan dan Kecemasan Terhadap ODGJ Sebagai Akibat Pengalaman Traumatis di Masa Sekolah Dasar Sugeng Sejati; Refola Ezi Pratama; Ranty Oktavia; Atria Afrilianti; Rista Fahera; Mardhatillah
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak terhadap ketakutan dan kecemasan terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Fokus utama penelitian adalah pada seorang anak yang menyaksikan kekerasan yang dilakukan oleh seorang ODGJ, yang kemudian meninggalkan jejak psikologis yang mendalam. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap subjek yang mengalami trauma tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian traumatis pada masa kecil menimbulkan gejala psikologis berupa ketakutan ekstrem, gangguan tidur, dan mimpi buruk. Selain itu, kecemasan yang dialami oleh subjek berkembang menjadi kecemasan sosial jangka panjang, seperti penghindaran terhadap ODGJ dan reaksi fisik yang kuat, seperti jantung berdebar dan gemetar. Pemrosesan emosional yang tidak optimal akibat trauma masa kecil ini berujung pada kesulitan membangun hubungan sosial dan rendahnya kemampuan untuk mempercayai orang asing. Penelitian ini juga menggarisbawahi pentingnya intervensi psikologis untuk membantu individu yang mengalami trauma agar dapat memproses pengalaman traumatis mereka dengan cara yang lebih sehat. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan program pendidikan dan terapi yang bertujuan untuk mengurangi stigma terhadap ODGJ serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang dampak psikologis yang dapat ditimbulkan dari pengalaman traumatis di masa kanak-kanak.
Faktor Pendorong Penggunaan Pinjaman Online di Kalangan Mahasiswa Herlina Yustati; Resti Agustiya; Yetti Afrida Indra; Destin Rosmaya Situmorang
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi finansial (fintech) telah mengubah cara masyarakat dalam mengakses layanan keuangan. Salah satu bentuknya adalah pinjaman online yang semakin populer di kalangan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pendorong yang memengaruhi mahasiswa dalam menggunakan layanan pinjaman online. Metode penelitian yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap 20 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong mahasiswa menggunakan pinjaman online meliputi kebutuhan ekonomi mendesak, kemudahan akses, rendahnya literasi keuangan, serta pengaruh lingkungan sosial. Kemudahan proses pengajuan dan cepatnya pencairan dana menjadi daya tarik utama, sementara minimnya pengetahuan tentang risiko dan bunga tinggi menyebabkan sebagian mahasiswa terjerat dalam masalah keuangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan digital di kalangan mahasiswa untuk mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman online.
Persepsi Pelaku Umkm Terhadap Penerapan Etika Bisnis Islam Herlina Yustati; Gio Fitra Jaya; Dien Fitra Sandi
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi dan implementasi etika bisnis Islam dalam aktivitas usaha pelaku UMKM dari berbagai sektor, meliputi kuliner, perdagangan, dan jasa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menggali pemahaman pelaku usaha mengenai nilai kejujuran, keadilan, amanah, serta larangan riba, gharar, dan maysir melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman pelaku UMKM terhadap etika bisnis Islam berada pada tingkat yang bervariasi. Nilai kejujuran dan amanah telah diterapkan secara umum, tetapi pemahaman mengenai konsep teknis seperti gharar dan riba masih sangat terbatas. Tekanan persaingan, keterbatasan modal, dan minimnya pembinaan menjadi faktor utama yang menghambat penerapan etika secara konsisten. Meski demikian, pelaku UMKM yang menerapkan etika bisnis Islam merasakan manfaat nyata, antara lain peningkatan kepercayaan pelanggan, hubungan bisnis yang harmonis, serta keberlanjutan usaha. Penelitian ini menegaskan bahwa etika bisnis Islam bukan hanya kewajiban moral, tetapi strategi yang efektif dalam membangun reputasi dan stabilitas usaha jangka panjang.
Respon Masyarakat Terhadap Kehadiran Fintech Syariah Herlina Yustati; Engga Devis Saputri; Dimas Saputra
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah memengaruhi pola transaksi dan perilaku ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kelurahan Sawah Lebar Kota Bengkulu. Penelitian ini bertujuan menganalisis respons masyarakat terhadap kehadiran fintech syariah sebagai inovasi layanan keuangan berbasis prinsip syariah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pengguna fintech, pengguna fintech syariah, pelaku UMKM, tokoh agama, dan aparat kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon positif terhadap fintech syariah, terutama karena menawarkan layanan bebas riba dan berlandaskan fatwa DSN-MUI. Namun demikian, tingkat literasi digital dan pemahaman masyarakat tentang prinsip syariah masih beragam, sehingga memengaruhi tingkat penerimaan dan pemanfaatan layanan tersebut. Faktor kepercayaan menjadi aspek krusial yang turut menentukan sikap masyarakat, terutama terkait keamanan data dan legalitas penyedia layanan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa potensi pemanfaatan fintech syariah di Sawah Lebar cukup besar, tetapi membutuhkan edukasi intensif, sosialisasi yang tepat, dan pendampingan agar masyarakat dapat memahami dan memanfaatkan layanan tersebut secara optimal.
Implementasi Ice Breaking Sebagai Strategi Menciptakan Suasana Belajar yang Menyenangkan di SD Negeri 78 Kota Bengkulu Agusman Rahim; Faezah Rahmanda Putri; Ririn Dwi Ariyanti; Sendi Reza Sadewa; Sindi Amelia Gustina; Yeni Puspita Sari; Reva Mutiara Dewi; Sepri Yunarman
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran yang efektif pada jenjang sekolah dasar membutuhkan suasana kelas yang kondusif, menyenangkan, dan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi ice breaking sebagai strategi untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan di SD Negeri 78 Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta validitas data diperkuat melalui triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan berbagai bentuk ice breaking, seperti tepuk semangat, permainan konsentrasi, gerakan peregangan sederhana, dan permainan kelompok singkat. Pelaksanaan ice breaking dilakukan pada tiga momen utama: pembukaan, pertengahan, dan penutup pelajaran, dengan penyesuaian fleksibel berdasarkan kondisi kelas. Dampak yang terlihat meliputi peningkatan antusiasme, fokus, interaksi sosial, dan kesejahteraan emosional siswa, serta mendukung pencapaian akademik. Meskipun menghadapi tantangan seperti keterbatasan kreativitas guru dan perbedaan karakter siswa, penerapan ice breaking tetap efektif melalui inovasi dan evaluasi berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya ice breaking sebagai strategi pedagogis yang tidak hanya mencairkan suasana, tetapi juga mendukung perkembangan kognitif, sosial, dan emosional siswa.