cover
Contact Name
erlangga hadi sasmita
Contact Email
shofanahmediaberkah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
shofanahmediaberkah@gmail.com
Editorial Address
https://jurnalmahasiswa.com/index.php/Jurihum/about/editorialTeam
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurihum
ISSN : 30257409     EISSN : 30257409     DOI : -
Core Subject :
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora dengan ISSN 3025-7409 (Media Online) merupakan jurnal ilmiah peer-review yang bertujuan untuk mempublikasikan artikel penelitian, kajian ilmiah, dan tinjauan literatur berkualitas pada berbagai bidang ilmu multidisiplin. Jurnal ini menjadi media bagi peneliti, dosen, mahasiswa, dan praktisi untuk menyebarluaskan hasil penelitian, inovasi, serta perkembangan ilmu pengetahuan di bidang humaniora dan ilmu terapan. Ruang lingkup jurnal meliputi, tetapi tidak terbatas pada: Pendidikan Sosial dan Humaniora Sistem Informasi dan Teknologi Manajemen dan Bisnis Hukum Ilmu Komunikasi Administrasi Publik Psikologi Statistika dan Penelitian Terapan Pengabdian kepada Masyarakat Penelitian Multidisiplin Jurnal ini menerima artikel berupa hasil penelitian, studi kasus, artikel konseptual, dan tinjauan literatur dari akademisi maupun praktisi, cocok untuk tugas, mini project, skripsi untuk mahasiswa terbit bulan juni, September, Desember, Maret
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Peran dan Tantangan Konselor dalam Layanan Konseling untuk Neurodivergent Alya Salsabila; Diana Zumrotus Sa'adah; Darti Rosnita
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Individu dengan kondisi neurodivergen, seperti autisme, ADHD, disleksia, dan gangguan pemrosesan sensorik, memiliki karakteristik kognitif, emosional, dan sosial yang berbeda dari mayoritas populasi neurotipikal. Dalam konteks bimbingan dan konseling, keberagaman tersebut menuntut konselor untuk memiliki pemahaman yang mendalam, pendekatan empatik, serta strategi layanan yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran utama konselor dalam memberikan layanan konseling bagi individu neurodivergen serta mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam praktiknya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konselor berperan sebagai fasilitator penerimaan diri, mediator sosial, serta pengembang potensi individu neurodivergen melalui pendekatan berbasis kekuatan (strength-based approach). Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pelatihan profesional, kurangnya dukungan institusional, serta bias sosial terhadap neurodiversitas. Kesimpulannya, efektivitas layanan konseling bagi neurodivergen sangat bergantung pada kompetensi konselor dalam memahami konsep neurodiversitas, penerapan teknik intervensi inklusif, serta dukungan kolaboratif dari lingkungan pendidikan dan keluarga.
Implementasi Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Mengembangkan Kemandirian Peserta Didik Neurodivergen di Sekolah Inklusif Vioni Tria Purnama; Diana Zumrotus Sa'adah; Elsi Dwi Adilla
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi implementasi layanan Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengembangkan kemandirian peserta didik neurodivergen di sekolah inklusif. Pendekatan Metode Campuran (Mixed Methods) dengan desain Sequential Explanatory digunakan, melibatkan 30 siswa neurodivergen (ASD dan ADHD) dalam quasi-experiment dengan pre-test dan post-test, serta 6 informan kunci untuk data kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa model intervensi yang dikembangkan, Model BK Adaptif Berbasis Visual (BK-ABV), terdiri dari Konseling Individual Terstruktur, Bimbingan Kelompok Keterampilan Sosial, dan Kolaborasi Multidisiplin Intensif—terbukti efektif. Uji-t independen menunjukkan peningkatan skor kemandirian yang signifikan pada kelompok eksperimen (t(28) = 4,52; p < 0,001), terutama pada dimensi Advokasi Diri dan Pemecahan Masalah Harian. Temuan ini menguatkan Teori Self-Determination, menunjukkan bahwa layanan BK harus adaptif visual, terpersonalisasi, dan kolaboratif untuk mengatasi hambatan fungsi eksekutif. Tantangan seperti keterbatasan pelatihan guru BK diatasi melalui inovasi Peer Mentor dan Digital Visual Task (DVT). Penelitian ini merekomendasikan kurikulum BK yang terdiferensiasi dan penguatan kolaborasi sebagai SOP untuk mewujudkan otonomi siswa neurodivergen.
Pendekatan Diagnostik, Strategi Pengelolaan, dan Efektivitas Konseling pada Kasus Trauma Psikologis: Suatu Kajian Literatur Septya Pransisca; Diana Zumrotus Sa’adah; Cici Presillia
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan diagnostik, strategi pengelolaan, serta efektivitas konseling dalam penanganan kasus trauma psikologis melalui studi literatur. Kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa trauma psikologis merupakan gangguan kompleks yang memengaruhi aspek emosional, kognitif, sosial, dan spiritual individu. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi model diagnosis yang akurat, strategi terapi yang komprehensif, serta bentuk konseling yang paling efektif dalam mendukung proses pemulihan penyintas trauma. Metode yang digunakan adalah library research atau kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah seperti jurnal nasional dan internasional, buku-buku psikologi klinis, serta laporan penelitian yang relevan dengan topik trauma psikologis. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif dengan menyoroti kesamaan dan perbedaan antar penelitian dalam hal pendekatan diagnosis, model intervensi, serta hasil efektivitas konseling. Literatur yang dikaji meliputi metode diagnostik berbasis DSM-5, ICD-11, dan penggunaan instrumen seperti Clinician-Administered PTSD Scale (CAPS) dan Post-Traumatic Stress Disorder Checklist (PCL). Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan diagnostik yang sensitif terhadap konteks budaya dan spiritual terbukti meningkatkan akurasi penilaian dan keberhasilan terapi. Strategi pengelolaan yang menggabungkan terapi kognitif-perilaku, Eye Movement Desensitization and Reprocessing (EMDR), serta konseling berbasis nilai religius dinilai paling efektif dalam pemulihan psikologis. Selain itu, hubungan terapeutik yang empatik dan berbasis penerimaan tanpa syarat menjadi faktor kunci keberhasilan konseling. Kajian ini menegaskan pentingnya integrasi antara pendekatan ilmiah dan nilai-nilai budaya dalam menangani trauma psikologis secara holistik dan berkelanjutan.
Post-Traumatic Growth Pasca Perceraian: Studi Literatur Review Dea Sari; Diana Zumrotus Sa&#039;adah; Zynta Khairunnisa
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena post-traumatic growth (PTG) pada individu yang mengalami perceraian melalui pendekatan studi literatur review terhadap 15 artikel terbitan 2020–2025. Perceraian merupakan peristiwa stresor yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan psikologis, namun sejumlah penelitian menunjukkan bahwa individu dapat berkembang secara positif melalui proses refleksi diri, rekonstruksi makna, dan adaptasi emosional. Kajian ini mengidentifikasi lima dimensi utama PTG, yaitu peningkatan kekuatan pribadi, kedalaman spiritual, kualitas hubungan interpersonal, apresiasi hidup, serta perubahan filosofi hidup. Hasil literatur menegaskan bahwa faktor-faktor kunci yang memengaruhi PTG mencakup dukungan sosial, spiritualitas, strategi koping adaptif, dan kecerdasan emosional. Dukungan sosial berperan sebagai penyangga stres, spiritualitas membantu pembentukan makna baru, strategi koping adaptif memfasilitasi penyelesaian masalah dan regulasi emosi, sementara kecerdasan emosional memperkuat kemampuan individu memahami serta memaknai pengalaman traumatis. Studi ini menyoroti pentingnya integrasi pendekatan berbasis PTG dalam praktik konseling dan intervensi psikologis pasca perceraian, sehingga tidak hanya berfokus pada pemulihan dari distress emosional, tetapi juga pengembangan potensi positif yang mendukung kesejahteraan jangka panjang. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis bagi pengembangan layanan psikologis berbasis pertumbuhan.
Peran Makna Hidup dan Resiliensi dalam Post-Traumatic Growth: Kajian Sistematis Literatur Haja Zendi Sahri; Diana Zumrotus Sa’adah; Elang Anom Samudra
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis peran makna hidup dan resiliensi dalam membentuk Post-Traumatic Growth (PTG) berdasarkan hasil kajian empiris terkini periode 2022–2024. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020 untuk menelusuri, menyeleksi, dan mensintesis penelitian yang relevan. Lima artikel ilmiah internasional terpilih dari basis data Frontiers in Psychology, Healthcare (MDPI), Frontiers in Psychiatry, PLOS ONE, dan Journal of Traumatic Stress. Hasil kajian menunjukkan bahwa makna hidup dan resiliensi memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap PTG. Makna hidup berfungsi sebagai landasan kognitif dalam memahami penderitaan dan memaknai kembali pengalaman traumatik, sedangkan resiliensi berperan sebagai kekuatan emosional untuk menghadapi dan beradaptasi terhadap tekanan psikologis. Mekanisme mediasi seperti meaning-making, positive coping, dan psychological flexibility memperkuat hubungan antara kedua variabel tersebut dengan PTG. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan makna hidup dan resiliensi perlu diintegrasikan dalam intervensi konseling dan psikoterapi berbasis trauma untuk mendorong pertumbuhan psikologis yang berkelanjutan.
Komunikasi Efektif dengan Anak ADD/ADHD dan Kesulitan Belajar Ami Kurnia Melinsi; Diana Zumrotus Sa&#039;adah; Riska Yulandari
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi efektif merupakan faktor krusial dalam mendukung proses pendidikan anak dengan gangguan Attention Deficit Disorder (ADD), Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), dan kesulitan belajar. Anak dengan kondisi tersebut cenderung mengalami hambatan dalam memusatkan perhatian, mengontrol impuls, serta memahami pesan verbal yang panjang dan kompleks. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi yang mampu disesuaikan dengan karakteristik, kemampuan, dan kebutuhan emosional anak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep, prinsip, serta bentuk komunikasi efektif yang dapat diterapkan oleh guru maupun orang tua dalam membimbing anak dengan kebutuhan khusus. Berdasarkan kajian pustaka dan analisis konseptual, komunikasi efektif ditandai oleh kejelasan pesan, empati, kesabaran, konsistensi, serta dukungan emosional yang hangat. Penggunaan bahasa sederhana, kontak mata yang baik, ekspresi positif, dan umpan balik membangun terbukti dapat meningkatkan fokus, motivasi belajar, serta kepercayaan diri anak. Dengan demikian, komunikasi efektif berperan penting tidak hanya dalam keberhasilan akademik, tetapi juga perkembangan sosial dan emosional anak di lingkungan pendidikan inklusif.
Realita Dinamika Pengasuhan Anak dalam Keluarga: Tantangan, Strategi, dan Implikasinya Asiyah; Emillia Mardayanti; Apriska Nursa Lingga; Agnes Alfitri Julika
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengasuhan anak dalam keluarga pada era modern berada dalam situasi yang semakin kompleks akibat perubahan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika pengasuhan anak dalam keluarga kontemporer, termasuk tantangan yang muncul serta strategi pengasuhan yang dapat diterapkan untuk mendukung perkembangan emosional, moral, dan sosial anak. Metode yang digunakan adalah kajian literatur sistematis dengan menelaah berbagai sumber ilmiah dari tahun 2015–2024 mengenai perkembangan pola pengasuhan, peran teknologi digital, perubahan struktur keluarga, serta pengaruh kondisi sosial-ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengasuhan modern dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan struktur keluarga, meningkatnya mobilitas sosial, penetrasi teknologi digital, pergeseran nilai budaya, serta tekanan moral dan psikologis dalam keluarga. Tantangan utama yang dihadapi orang tua meliputi rendahnya literasi digital, stres pengasuhan, tuntutan pekerjaan, serta konflik internal keluarga. Sementara itu, strategi pengasuhan efektif yang dapat diterapkan mencakup pendekatan berbasis kelekatan, disiplin positif, penguatan komunikasi dialogis, penerapan pengasuhan digital, serta pembentukan ketahanan moral anak. Penelitian ini menegaskan bahwa pengasuhan adaptif yang responsif terhadap perkembangan zaman sangat diperlukan untuk memastikan anak tumbuh dengan karakter, integritas, dan kemampuan sosial yang matang. Temuan ini diharapkan memberi kontribusi bagi kajian psikologi keluarga dan praktik pengasuhan pada berbagai konteks sosial modern.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengasuhan Anak dalam Keluarga Islam Perasiska; Fariyanti Qoirika; Ria Amalia; Prescika Aprilia Diota; Asiyah
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengasuhan dalam keluarga Muslim merupakan fondasi utama pembentukan karakter, spiritualitas, dan identitas sosial anak. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta dinamika ekonomi dan budaya menghadirkan tantangan baru dalam praktik pengasuhan masa kini. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengasuhan dalam keluarga Islam melalui pendekatan studi pustaka. Sumber data diperoleh dari buku, jurnal, dan publikasi ilmiah yang membahas pendidikan Islam, psikologi perkembangan, sosiologi keluarga, serta dinamika pengasuhan modern.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam faktor utama yang menentukan kualitas pengasuhan, yaitu pemahaman keagamaan orang tua, kondisi ekonomi keluarga, pola komunikasi, kondisi psikologis orang tua dan anak, pengaruh lingkungan sosial dan budaya, serta perkembangan teknologi digital. Pemahaman agama berperan sebagai landasan moral dan spiritual yang mengarahkan seluruh praktik pengasuhan, sedangkan kondisi ekonomi memengaruhi stabilitas emosional dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan anak. Pola komunikasi menjadi sarana internalisasi nilai, sementara faktor psikologis menentukan keselarasan interaksi dalam keluarga. Lingkungan sosial membentuk karakter anak melalui proses sosialisasi sekunder, dan teknologi digital menuntut penerapan literasi digital bernilai Islam. Penelitian ini menegaskan bahwa pengasuhan dalam keluarga Muslim bersifat multidimensional dan harus adaptif terhadap konteks modern tanpa kehilangan prinsip dasar keislaman. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan konseptual bagi peneliti, pendidik, dan keluarga dalam mengembangkan pola pengasuhan Islami yang relevan di era kontemporer.
Dampak Psikologis Bullying pada Pola Regulasi Emosi Anak: Sebuah Analisis Fenomenalogis Studi Kasus di Perumahan Kemiling Permai Pekan Sabtu Kota Bengkulu Asniti Karni; Anita Eustacia Putri; Tri Wulandari; Elsi Dwi Adilla; Silianti; Wahyuni Aprilia
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bullying merupakan bentuk kekerasan interpersonal yang memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan psikologis anak, khususnya kemampuan mereka dalam mengatur emosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk bullying yang dialami anak, dampak psikologisnya terhadap pola regulasi emosi, serta makna subjektif yang terbentuk dari pengalaman tersebut. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis digunakan untuk menggali pengalaman emosional tiga anak berusia 9–12 tahun yang tinggal di Perumahan Kemiling Permai, Pekan Sabtu Kota Bengkulu. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lingkungan, dan dokumentasi catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga bentuk bullying dominan, yaitu verbal, fisik, dan sosial, yang mayoritas dilakukan oleh anak yang lebih tua atau memiliki dominasi sosial. Dampak psikologis yang muncul meliputi kecemasan, ketakutan, kemarahan impulsif, penurunan harga diri, serta penarikan diri sosial. Analisis fenomenologis mengungkapkan tema-tema makna seperti rasa tidak aman, kehilangan kontrol, dan harapan akan perlindungan. Temuan ini menunjukkan bahwa bullying berperan besar dalam menimbulkan disregulasi emosi kronis pada anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan orang tua, pengawasan lingkungan, serta intervensi psikologis untuk membantu pemulihan emosional anak korban bullying.
Implementasi Program Makan Bergizi (MBG) untuk Meningkatkan Sikap Sosial dan Kepedulian Siswa dalam Pembelajaran IPS di Sekolah Maureen Anandita
JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora Vol. 3 No. 2 (2025): JURIHUM : Jurnal Inovasi dan Humaniora
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi implementasi program makan bergizi (MBG) sebagai upaya untuk menumbuhkan sikap sosial dan kepedulian yang tinggi di dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah. Latar belakang penelitian ini berasal dari permasalahan akan rendahnya tingkat kepedulian dan empati sosial melalui perilaku individualistik dan kurangnya keterlibatan dalam kegiatan berbagi dan kurangnya kebersamaan di lingkungan sekolah. Di sisi lain, Program Makan Bergizi yang digagas pemerintah yang dilakukan di sekolah belum sepenuhnya terealisasikan sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang dapat menumbuhkan nilai-nilai sosial dan kepedulian terhadap sesama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan Program Makan Bergizi dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran IPS sehingga mampu membentuk karakter sosial siswa yang peduli, empatik, dan berperilaku kooperatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru IPS, siswa kelas X, dan pihak sekolah yang terlibat dalam program MBG. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui proses reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program makan bergizi yang dikaitkan dengan pembelajaran IPS memberikan dampak positif terhadap peningkatan sikap sosial siswa. Melalui kegiatan makan bersama yang dikaitkan dengan materi IPS tentang kehidupan sosial, pemerataan ekonomi dan kepedulian terhadap sesama sehingga siswa dapat menghargai perbedaan. Guru sebagai fasilisator yang mengintegrasikan nilai-nilai sosial dalam aktivitas pembelajaran berbasis pengalaman nyata.