cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Saintek
ISSN : 14123991     EISSN : 25287036     DOI : 10.21831
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 286 Documents
Kajian Struktur Bawah Tanah Berdasarkan Parameter Mikroseismik di Kota Lama Semarang Ilqia Rahma; Desi Mustami’ Limayukha; Muthiah Afifah; Wahyu Humam Muttaqin; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Penelitian Saintek Vol 27, No 2 (2022)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v2i27.53059

Abstract

Salah satu objek wisata sejarah yang terkenal di Semarang adalah Kota Lama. Kota Lama Semarang memiliki detail luas kawasan sebesar +- 31,24 Hektar dan berlokasi di Desa Bandarharjo, Semarang Utara. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian struktur bawah tanah berdasarkan parameter mikroseismik dengan menggunakan alat Seismometer M. A. E tipe S3S yang dilengkapi dengan Vibralog dan kabel fiber optik. Analisis mikrotremor dapat dilakukan dengan metode HVSR. Dalam menganalisis data mikrotremor dengan metode HVSR dibantu dengan menggunakan software Geopsy. Hasil penelitian memperlihatkan rentang nilai frekuensi natural yang relatif bervariasi dan berada pada kisaran antara 5.5-18 Hz. Nilai amplifikasi dalam kisaran antara 0,2-0,86 dengan besar distribusi faktor amplifikasi dominan rendah. Nilai indeks kerentanan seismik di daerah tersebut tergolong kategori rendah dengan rentang 0,004-0,058 s2/cm. Daerah kota lama memiliki nilai PGA berkisar 38-71 gal dengan tingkat resiko rendah hingga sedang. Rentang nilai Ground Shear Strain pada Kota Lama Semarang berkisar antara 0,0005-0,0018 termasuk dalam kategori sifat dinamika tanah berupa elastoplastisitas.Study of underground structures based on microseismic parameters in Kota Lama SemarangOne of the famous historical attractions in Semarang is Kota Lama. Kota Lama is +- 31.24 hectares and located in Bandarharjo Village, North Semarang. This study was aimed to determine the underground structures based on microseismic parameters using an M.A.E Seismometer type S3S equipped with Vibralog and fiber optic cables. Microtremor analysis was conducted using the HVSR method. In analyzing the microtremor data with the HVSR method, Geopsy software was used. The results show that the range of dominant frequency values is relatively varied and is in the range between 5.5-18 Hz. The amplification value is in the range between 0.2 and 0.86 with a low dominant amplification factor distribution. The value of the seismic vulnerability index in the area is classified as low category with a range of 0.004-0.058 s2/cm. Kota Lama has a PGA value ranging from 38-71 gal with a low to moderate risk level. The range of Ground Shear Strain values in Kota Lama Semarang ranges from 0.0005-0.0018 which is included in the category of soil dynamics in the form of elastoplasticity
RESPONS PERTUMBUHAN DAN HASIL DUA GENOTIPE TOMAT BEEF PADA JENIS DAN KONSENTRASI ZPT BERBEDA Wahyu Ferdiyansyah; Syariful Mubarok; Noladhi Wicaksana; Kusumiyati Kusumiyati
Jurnal Penelitian Saintek Vol 28, No 1 (2023)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i1.57819

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis dan konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) terhadap pertumbuhan dan hasil dua kultivar tomat beef. Penanaman di Laboratorium Kultur Terkendali, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran dengan ketinggian ± 782 meter di atas permukaan laut (mdpl). Benih tomat yang digunakan yaitu kultivar ‘Valoasis’, dan kultivar ‘Momotaro’ sedangkan zat pengatur tumbuh (ZPT) yang digunakan yaitu giberelin (GA3), dan auksin (IAA). Pengamatan yang dilakukan terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga per tanaman, dan jumlah buah per tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Momotaro + Giberelin 20 ppm + Auksin 20 ppm dan Valoasis + Kontrol memperoleh hasil terbaik pada pertumbuhan dan hasil dua genotipe tomat beef pada jenis dan konsentrasi ZPT berbeda.
Penentuan Kandungan Total Flavonoid dan Fenolik Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium Guajava L.) dan Uji Aktivitas Antioksidan Menggunakan Metode DPPH Enny Fachriyah; Lolyta Sari Br Tampubolon; Ngadiwiyana Ngadiwiyana; Ismiyarto Ismiyarto; Purbowatiningrum Ria Sarjono
Jurnal Penelitian Saintek Vol 28, No 1 (2023)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i1.58488

Abstract

Daun jambu biji (Psidium guajava L.) merupakan salah satu tanaman yang mengandung flavonoid, tanin, saponin, minyak atsiri, triterpenoid dan alkaloid. Flavonoid dan fenolik pada daun jambu biji dipengaruhi oleh lokasi dan lingkungan tumbuhnya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kandungan metabolit sekunder, kadar total flavonoid, kadar total fenolik, dan aktivitas antioksidan daun jambu biji yang berasal dari daerah kabupaten Asahan, Sumatera Utara menggunakan pelarut air, etil asetat, dan n-heksana. Kadar total flavonoid ditentukan dengan Kolorimetri AlCl3, kadar total fenolik ditentukan dengan Folin-Ciocalteu, aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan daun jambu biji mengandung saponin, tanin, kuinon, steroid, triterpenoid, dan flavonoid. Kadar total flavonoid ekstrak etil asetat dan air masing-masing 28,7055 mg QE/g dan 10,6624 mg QE/g. Kadar total fenolik ekstrak etil asetat dan air masing-masing 160,4550 mg GAE/g dan 179,8201 mg GAE/g. Ekstrak etil asetat daun jambu biji memiliki nilai IC50 sebesar 66,23 ppm dan ekstrak air memiliki nilai IC50 sebesar 46,81 ppm. Ekstrak air daun jambu biji memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat.
Isolation of endophytic bacteria from soursop leaf (Annona muricata) and secondary antioxidant metabolite activity testing Sarjono, Purbowatiningrum Ria
Jurnal Penelitian Saintek Vol 28, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i1.57799

Abstract

Free radicals are molecules or molecular fragments that contain unpaired electrons in the valence shell. To achieve stability, free radical molecules will react with surrounding molecules. Free radical molecules in the body take place continuously and are difficult to stop, this can cause diseases such as premature aging and cancer. Therefore, the required compound has antioxidant activity to stop it. One of the antioxidant compounds can be obtained by utilizing secondary metabolites of Soursop leaf endophytic bacteria (Annona muricata). Soursop leaf endophytic bacteria isolates have been obtained which have the form of diplobacillus and include gram-positive bacteria. The activity was carried out using the DPPH method and obtained IC50 of 278.27 ppm at the 22nd hour and 61.942 ppm at the 24th hour. The total phenolic obtained at the 22nd hour was 79 mgek of gallic acid/g while at the 24th hour it was 34 mgek of gallic acid/g. Secondary metabolites of soursop leaf endophytic bacteria produce secondary metabolites in the form of alkaloids and terpenoids.
SYNTHESIS CELLULOSE MEMBRANE- CINNAMON OIL FOR FOOD PRESERVATIVE SINTESIS MEMBRAN SELULOSA- MINYAK KAYU MANIS UNTUK PENGEMAS PANGAN endang widjajanti laksono
Jurnal Penelitian Saintek Vol 28, No 1 (2023)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i1.58334

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan gliserol dan minyak kayu manis terhadap sifat mekanik film selulosa yaitu kekuatan tarik, persen elongasi, dan modulus young. Metode yang digunakan yaitu metode coating. Perbandingan konsentrasi gliserol dan minyak kayu manis yang digunakan dalam pembuatan film selulosa adalah 3:1; 5;1; 7:1; dan 10:1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan gliserol dan minyak kayu manis berpengaruh terhadap sifat mekanik yang dihasilkan. Variasi penambahan gliserol dan minyak kayu manis yang paling baik adalah pada perbandingan 3:1 dengan nilai kuat tarik 14,2181 MPa, elongasi 21,3843%, dan modulus young 66,4602%.
Pengaruh variasi jenis dan peletakan refugia terhadap kemelimpahan serangga pada ekosistem sawah Aminatun, Tien; Suryadarma, I Gusti Putu; Suhartini, Suhartini; Sujangka, Arsyad
Jurnal Penelitian Saintek Vol 28, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i1.58324

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji pengaruh variasi jenis dan peletakan tanaman refugia terhadap kemelimpahan serangga pada pertanaman padi dan perlakuan variasi jenis dan peletakan tanaman refugia yang paling berpotensi dalam natural pest control berdasarkan kanekaragaman musuh alami. Metode penelitian ini dilakukan dengan menanam tumbuhan kenikir (Tagetes erecta L.) dan kacang panjang (Vigna unguiculata (L.) Walp.) yang masing-masing dengan variasi peletakan di pinggir dan di tengah plot pertanaman padi. Setiap perlakuan terdiri atas 3 plot ulangan, dengan luas setiap plot 4 m2 . Pengamatan keanekaragaman dan kemelimpahan serangga dilakukan 3 minggu sekali selama 4 kali dalam satu musim tanam padi. Hasil penelitian menunjukkan variasi jenis dan peletakan tanaman refugia berpengaruh terhadap kemelimpahan serangga. Perlakuan refugia tanaman kacang panjang di pinggir plot memiliki keanekaragaman musuh alami yang lebih tinggi dibandingkan di tengah plot pertanaman padi, akan tetapi keanekaragaman musuh alami tertinggi adalah pada perlakuan refugia tanaman kenikir di tengah plot pertanaman padi. Hal ini menunjukkan bahwa perlakuan tanaman refugia kenikir di tengah pertanaman padi paling berpotensi dalam natural pest control karena memiliki indeks keanekaragaman musuh alami paling tinggi, sehingga mampu menciptakan agroekosistem yang lebih stabil.  
PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA, Trichoderma sp., TERHADAP PERTUMBUHAN BAWANG MERAH (CROK KUNING) PADA CEKAMAN KEKERINGAN Putri Anjani Nawang Bulan; Nur Aeni Ariyanti; Suyitno Aloysius; Lili Sugiyarto
Jurnal Penelitian Saintek Vol 28, No 1 (2023)
Publisher : Directorate of Research and Community Services, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i1.56022

Abstract

Kekurangan air menyebabkan lahan dalam kondisi cekaman kekeringan sehingga pertumbahan tanaman dapat terhambat. Mikoriza merupakan biostabilizer yang dapat ditambahkan untuk tanaman bertahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh serta ada tidaknya interaksi pemberian mikoriza dan Trichoderma sp., terhadap pertumbuhan tanaman bawang merah varietas Crok Kuning (Allium cepa L. Aggregatum group) pada berbagai variasi frekuensi penyiraman. Jenis penelitian merupakan eksperimen dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor yaitu pemberian mikoriza (tanpa mikoriza, mikoriza, Trichoderma sp., kombinasi mikoriza + Trichoderma sp.) dan variasi frekuensi penyiraman (setiap hari, 3 hari sekali, dan 6 hari sekali). Parameter pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar berat segar dan kering daun, umbi, akar, dan persentase infeksi mikoriza. Analisis data menggunakan uji Two-Way ANOVA varian faktorial dilanjut uji Duncan apabila perlakuan mikoriza, frekuensi penyiraman, dan interaksi keduanya signifikan. Hasil menunjukkan bahwa tanpa pemberian Trichoderma sp., mampu meningkatkan berat segar daun, umbi, akar, dan berat kering akar, sedangkan perlakuan frekuensi penyiraman memberikan pengaruh terhadap berat segar dan berat kering akar. Adanya interaksi antara pemberian mikoriza dengan frekuensi penyiraman terhadap berat segar daun, berat segar umbi, berat segar akar, dan berat kering akar tanaman bawang merah.
Serapan karbon atas permukaan tanah untuk konservasi Hutan Lindung Gunung Damar Gorontalo Manese, Muzdalifah Alya Amalia; Hamidun, Marini Susanti; Baderan, Dewi Wahyuni K.
Jurnal Penelitian Saintek Vol 28, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i2.66447

Abstract

Degradasi hutan dan deforestasi telah menyebabkan berkurangnya tutupan tajuk pada hutan-hutan tropis, yang merupakan penyimpan karbondioksida (CO2), sehingga meningkatkan terjadinya pelepasan CO2 ke atmosfir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi biomasa, cadangan karbon dan serapan karbondioksida tegakan pohon, tumbuhan bawah, dan serasah pada berbagai tipe vegetasi hutan tanaman di Hutan Lindung Gunung Damar Provinsi Gorontalo. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah: 1) menentukan lokasi pengambilan sampel yang dilakukan secara puposif sampling yang mewakili tipe vegetasi hutan tanaman, yaitu hutan damar, hutan campuran, dan hutan pinus; 2) membuat plot bertingkat ukuran 20mX100m untuk pengambilan data pohon diameter batang >30cm, plot ukuran 5mX40m untuk diameter 5cm-30cm, dan plot ukuran 0,5mX0,5m untuk tumbuhan bawah dan serasah; 3) penghitungan biomasa pohon dilakukan secara non destruktif dengan mengukur tinggi pohon dan diameter pohon setinggi dada (DBH), sedangkan untuk tumbuhan bawah dilakukan secara destruktif dan serasah diambil semua yang terdapat dalam plot untuk selanjutnya ditimbang berat basah dan berat keringnya; dan 3) melakukan perhitungan pendugaan biomassa, cadangan karbon, dan serapan karbondioksida berdasarkan rumus. Hasil penelitian menunjukkan: 1) serapan CO2 tegakan pohon tertinggi terdapat pada vegetasi hutan damar dengan jumlah serapan CO2 989,26 ton/ha; selanjutnya tipe vegetasi hutan campuran dengan jumlah serapan CO2 625,44 ton/ha dan vegetasi hutan pinus dengan serapan CO2 395,73 ha/ton; 2) serapan CO2 tumbuhan bawah tertinggi terdapat pada vegetasi hutan campuran dengan jumlah serapan CO2 2,21 ton/ha, selanjutnya hutan damar sebesar 1,82 ton/ha dan hutan pinus 1,55 ton/ha; 3) serapan CO2 serasah tertinggi terdapat pada vegetasi hutan pinus dengan jumlah serapan CO2 31 ton/ha, selanjutnya hutan campuran 22,1 ton/ha dan hutan damar 18,77 ton/ha; dan 4) total serapan CO2 oleh tumbuhan tertinggi terdapat pada vegetasi hutan damar dengan jumlah serapan CO2 1009,95 ton/ha, selanjutnya hutan campuran dengan jumlah serapan CO2 649,77 ton/ha, dan hutan pinus dengan jumlah serapan CO2 428,29 ton/ha. Kata kunci: biomasa; serapan CO2; hutan tanaman; Hutan Lindung Gunung DamarAbstract: Above ground carbon sequestration as conservation eff ort in Mount Damar Protection Forest Gorontalo Abstract: The objective of this research was to estimate biomass, carbon stocks, and CO2 sequestration in tree stand, understorey, and litter in various vegetation found in Mount Damar Protection Forest Gorontalo. The methods of the research were: using purposive sampling to determine sampling locations that represent damar forest, pine forest, and mixed forest; making nested plots; calculating biomass in trees by measuring diameter at breast high (DBH) and tree height (non-destructive) and weighing the wet weight and dry weight for understorey and litter (destructive); 4) calculating biomass estimation, carbon stocks, and CO2 sequestration based on Allometric formula for tree vegetation. The results show that the largest amount of CO2 sequestration in tree stands is 989.26 ton/ha found in vegetation in damar forest; vegetation in mixed forest has 625.44 ton/ha and vegetation in pine forest has 395.73 ha/ton; the largest amount of CO2 sequestration in understorey is 2.21 ton/ha found in vegetation in mixed forest; 1.82 ton/ ha in damar forest; and 1.55 ton/ha in pine forest; the largest amount of CO2 sequestration in litters is 31 ton/ha found in vegetatin pine forest; 22,1 ton/ha in mixed forest; and 18.77 ton/ha in damar forest; the highest overall CO2 sequestration is 1009.95 ton/ha found in vegetation in damar forest; 649.77 ton/ha in mixed forest; and 428.29 ton/ha in pine forest.Keywords: biomass, CO2 sequestration, Mount Damar Protection Forest
Pengujian pengaruh ketebalan kertas isolasi jenis press paper pada transformator terhadap tegangan tembus Samsurizal, Samsurizal; Makkulau, Andi; Sani, Finka Rizkina; Afrianda, Rio
Jurnal Penelitian Saintek Vol 28, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i2.59692

Abstract

Pemilihan bahan isolasi yang fleksibel atau lentur bertujuan untuk memastikan bahwa isolasi tersebut efektif dalam menahan panas atau dingin, tahan terhadap kerusakan, dan bisa diaplikasikan. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, maka bahan isolasi dalam penggunaannya dapat memberikan perlindungan maksimal terhadap perpindahan panas dan meningkatkan efisiensi energi. Hal ini dapat membantu mengurangi biaya energi dan memperpanjang umur pemakaian isolasi. Hasil dari pengujian kertas isolasi dengan ketebalan 1,04 mm pada keadaan kering menunjukkan nilai rata-rata breakdown voltage sebesar 6,7 kV dan dengan ketebalan yang sama 1,04 mm pada keadaan direndam minyak menunjukkan nilai rata-rata breakdown voltage sebesar 23,82 kV, hal tersebut menandakan bahwa kertas isolasi dengan metode perendaman memiliki breakdown voltage lebih baik dibandingkan kertas isolasi dalam keadaan kering. Pengaruh ketebalan kertas isolasi terhadap tegangan tembus atau breakdown voltage adalah semakin tebal suatu kertas isolasi maka semakin besar juga tegangan tembus yang dihasilkan, hal tersebut didapatkan menggunakan analisis regresi linier sederhana dimana variabel X berpengaruh terhadap variabel Y dengan nilai korelasi sebesar 0,998.Kata kunci: transformator, kertas isolasi, tegangan tembusTesting the influence of the thickness of press paper type insulating paper on the transformer to the breakdown voltageAbstract: Choosing flexible or bendable insulation materials aimed to ensure that the insulation is effective in retaining heat or cold, resistant to damage, and can be applied. By considering these factors, the insulation material used can provide maximum protection against heat transfer and increase energy efficiency. This can help reduce energy costs and extend the life of the insulation. The results of testing insulation paper with a thickness of 1.04 mm in the dry state shows an average breakdown voltage value of 6.7 kV and with the same thickness of 1.04 mm in an oil-immersed state shows an average breakdown voltage value of 23.82 kV, this indicates that the insulating paper with the immersion method has a better breakdown voltage than insulating paper in a dry state. While the effect of the thickness of the insulation paper on the breakdown voltage is that the thicker the insulation paper, the greater the resulting breakdown voltage, this was obtained using a simple linear regression analysis where the X variable affects the Y variable with a correlation value of 0.998.Keywords: transformer, paper insulation, breakdown voltage
Keanekaragaman ektoparasit dan pengaruhnya terhadap produktivitas telur ayam F2 Mahkota Arab Narzassi, Angga Bintang; Nizma, Nata Dwi Annisa; Tsani, Salma Mutiara; Poerwanto, Seonarwan Hery; Daryono, Budi Setiadi
Jurnal Penelitian Saintek Vol 28, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jps.v1i2.66808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit yang ditemukan, mengetahui produktivitas telur, serta mempelajari pengaruh ektoparasit terhadap produktivitas telur ayam F2 Mahkota Arab. Tahapan penelitian yang dilakukan yaitu; pemeliharaan ayam, pengambilan data telur, pengambilan sampel ektoparasit, preparasi ektoparasit, dan identifikasi ektoparasit. Analisis data meliputi jumlah ektoparasit per-inang, dominasi jenis ektoparasit, dan jumlah kumulatif telur (9 minggu). Hubungan jumlah ektoparasit dengan telur diuji dengan analisis korelasi Pearson (IBM SPSS Statistic 25) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukan adanya 3 jenis ektoparasit yaitu Dermanyssus galliane, Menopon gallinae, dan Lipeurus caponis. Rerata jumlah telur ayam F2 Mahkota Arab (43.5 butir) lebih tinggi dari ayam Pelung (20 butir) sebagai salah satu ayam lokal. Hasil analisis korelasi pearson menunjukkan korelasi negatif antara jumlah total ektoparasit pada setiap pengambilan terhadap jumlah telur ayam F2 Mahkota Arab dengan nilai signifikansi sebesar 0,008 (P<0,05).Kata kunci: ektoparasit, F2 Mahkota Arab, produktivitas telurThe diversity of ectoparasites and its effect  on the egg productivity of F2 Mahkota Arab Abstract: This research aimed to identify the types of ectoparasites found, determine the egg productivity, and study the influence of ectoparasites on the egg productivity of F2 Mahkota Arab chickens. The research stages include chicken maintenance, egg data collection, ectoparasite sampling, ectoparasite preparation, and ectoparasite identification. Data analysis covers the number of ectoparasites per host, dominant ectoparasite species, and cumulative egg count over 9 weeks. The relationship between ectoparasites and egg productivity is tested using Pearson correlation analysis (IBM SPSS Statistics 25) with a significance level of 5%. The research results show the presence of three ectoparasite species: Dermanyssus galliane,Menopon gallinae, and Lipeurus caponis. The average number of F2 Mahkota Arab chicken eggs (43,5 eggs) is higher than that of Pelung chickens (20 eggs), one of the local chicken breeds. The Pearson correlation analysis indicate a negative correlation between the total number of ectoparasites in each collection and the number of F2 Mahkota Arab chicken eggs, with a significance value of 0.008 (P<0.05). Keywords: Ectoparasite, F2 Mahkota Arab, egg productivity