cover
Contact Name
Dr. Permana, M.Pd.
Contact Email
admin@al-afif.org
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
admin@al-afif.org
Editorial Address
Jl.Pamekaran No 668 Suci Kaler
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Advances In Education Journal
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 30637112     DOI : -
Core Subject :
Advances in Education Journal (AEJ) adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam bidang pendidikan. Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel yang menawarkan wawasan baru, pendekatan inovatif, dan hasil penelitian terkini yang dapat meningkatkan praktik pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. AEJ menerima kontribusi dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan diantaranya: - Metode Pengajaran dan Pembelajaran - Teknologi Pendidikan - Kebijakan Pendidikan - Psikologi Pendidikan - Manajemen Pendidikan - Pendidikan Multikultural - Pendidikan Khusus - Evaluasi dan Penilaian Pendidikan - Pengembangan Kurikulum - Pendidikan Islam - Pendidikan Berbasis Komunitas - Edukasi Lingkungan Setiap artikel yang diterbitkan di AEJ melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan validitas ilmiah. Jurnal ini menyediakan platform bagi peneliti, pendidik, dan praktisi untuk berbagi temuan dan ide-ide yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan nyata, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan peserta didik.
Arjuna Subject : -
Articles 568 Documents
Peningkatan Hasil Belajar IPAS melalui Numbered Heads Together pada Siswa Kelas IV SDN 036/VI Rantau Panjang Rizka Septia Miqraj; Sundahry; Zulqoidi R. Habibie
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This classroom action research aimed to improve the learning process and cognitive learning outcomes of Natural and Social Sciences (IPAS) through the Numbered Heads Together (NHT) model among fourth-grade students at SDN 036/VI Rantau Panjang. The study involved 32 students and was conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through teacher and student observation sheets and learning-outcome tests, then analyzed using percentages and classical mastery criteria. The findings showed progressive improvement. Teacher performance increased from 68% and 78% in Cycle I to 84% and 94% in Cycle II. Student learning-process achievement rose from 31.25% and 43.75% to 62% and 78%. Classical learning mastery increased from 31% in the pre-action stage to 53% in Cycle I and 81% in Cycle II. Therefore, NHT improved participation, cooperation, responsibility, and IPAS learning outcomes.
Strategi Coping Santri Dalam Mengatasi Stres Menghafal Al-Quran Di Pondok Pesantren Satu Quran Kabupaten Muaro Jambistrategi Coping Santri Dalam Mengatasi Stres Menghafal Al-Quran Di Pondok Pesantren Satu Quran Kabupaten Muaro Jambi Atia Tuzzaria; Arfan; Yuanita
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 1 (2026): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi coping yang digunakan santri tahfidz dalam menghadapi stres selama proses menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Satu Qur’an Kabupaten Muaro Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa santri menggunakan tiga bentuk strategi coping, yaitu problem focused coping, emotion focused coping, dan religious coping. Problem focused coping dilakukan melalui pengulangan hafalan, penyusunan jadwal muroja’ah, pengaturan waktu, pemilihan lingkungan belajar yang kondusif, serta meminta bantuan ustazah atau teman ketika mengalami kesulitan. Emotion focused coping dilakukan dengan menenangkan diri, mengingat kembali tujuan menghafal, berbagi cerita dengan orang terdekat, mengingat nasihat orang tua, serta memaknai kesulitan sebagai bagian dari proses menghafal. Sementara itu, religious coping diwujudkan melalui salat sunnah, berdoa, dan memperkuat keyakinan kepada Allah SWT. Ketiga strategi tersebut menunjukkan bahwa santri menghadapi stres melalui upaya pemecahan masalah, pengelolaan emosi, dan penguatan spiritual. Strategi coping membantu santri mempertahankan ketenangan, motivasi, dan keberlanjutan proses menghafal Al-Qur’an.
Dampak Kurangnya Sarana Prasarana Olahraga Terhadap Keterlibatan Aktivitas Fisik Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani di SDN 3 Pakenjeng Falwa Pratama Romansyah
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sarana dan prasarana serta tingkat keterlibatan aktifitas fisik siswa di SDN 3 Pakenjeng Garut, dan juga untuk mengetahui pengaruh atau dampak kurangnya sarana dan prasarana terhadap keterlibatan aktifitas fisik siswa di SDN 3 Pakenjeng Garut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif dan kolerasional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 responden yang terdiri dari siswa kelas I sampai dengan kelas III SDN 3 Pakenjeng Garut.Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa kondisi sarana dan prasarana termasuk pada kriteria baik, namun cenderung mendekati kriteria cukup baik dengan nilai skor sebesar 187,28 dan persentase sebesar 68,1%. Sedangkan keterlibatan aktifitas fisik siswa memperoleh skor nilai sebesar 198 dengan persentase sebesar 72% yang termasuk pada kriteria baik. Hasil analisis kolerasi menunjukan nilai sebesar 0,886 sehingga hubungan antara variabel sarana dan prasarana dengan keterlibatan aktifitas fisik siswa termasuk pada kategori sangat kuat. Sementara itu pengaruh  variabel sarana dan prasarana termasuk paada kategori pengaruh kuat dengan nilai persentase sebesar 78,49%
Penerapan Realistic Mathematics Education untuk Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas V Laila Tulazriah; Nurlev Avana; Elvima Nofrianni
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This classroom action research examined the implementation of Realistic Mathematics Education (RME) to improve the mathematics learning process and outcomes among 21 fifth-grade students at SDN 04/II Muara Bungo on data processing. The study was conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection. Data were collected through observation, tests, and documentation and analyzed descriptively. The initial test showed that 8 of 21 students (38.1%) met the learning criteria, with a class mean of 72.86. Teacher activity increased from 80% in Cycle I to 85% in Cycle II; the mean student learning-process score increased from 70.47 to 77.14; and the proportion rated Good or Very Good rose from 66.67% to 85.72%, reaching 90.48% at the second meeting of Cycle II. RME supported more active, contextual, meaningful, and student-centered mathematics learning.
Pengaruh Model Kooperatif Tipe Index Card Match terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV NurJanah; Puput Wahyu Hidayat; Refril Dani
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examined the effect of the Index Card Match (ICM) cooperative learning model on fourth-grade students' mathematics learning outcomes at SDN 208/II Sumber Harapan. The study employed a quantitative pre-experimental method with a one-group pretest-posttest design. All 32 fourth-grade students were included as the research sample using purposive sampling. Learning outcomes were measured using objective tests that had undergone validity and reliability testing. Data were analyzed through normality, homogeneity, and paired-samples t-tests using SPSS. The mean score increased from 44 on the pretest to 92 on the posttest, while mastery increased from 0% to 100%. The hypothesis test produced a significance value of 0.000 (<0.05), indicating a significant difference between pretest and posttest scores. These findings support the use of ICM as an active learning alternative for mathematics instruction in elementary school.
Teori Pembelajaran Transformatif Jack Mezirow dan Relevansinya terhadap Pembentukan Kesadaran Kritis dalam Pendidikan Islam Sifa’ul Af’idah; Ahsan Hakim
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformative learning theory provides a conceptual framework for understanding how individuals reconstruct meaning through critical reflection and perspective transformation. This study aims to analyze Jack Mezirow’s transformative learning theory and its relevance to the formation of critical consciousness in Islamic education. This research employed a qualitative library research approach using Transformative Dimensions of Adult Learning (1991) as the primary source, supported by relevant academic literature discussing transformative learning, critical reflection, and Islamic education. Data were analyzed through qualitative content analysis with an interpretative approach. The findings indicate that Mezirow’s theory explains learning as a process of meaning reconstruction through meaning schemes, meaning perspectives, critical reflection, rational discourse, and perspective transformation. The study further shows that critical reflection functions as a mechanism for developing reflective understanding, while critical consciousness represents an educational orientation within Islamic education. The theory contributes as an analytical framework but requires contextualization with Islamic moral, spiritual, and social values.
Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw dalam Meningkatkan Keterampilan Dasar Futsal di MTsN 2 Garut Muhammad Firizqo Azmi; Irwan Hermawan; A. Sonjaya
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran futsal dalam mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) masih menghadapi kendala dalam penguasaan keterampilan dasar peserta didik, seperti passing, controlling, dribbling, dan shooting. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah penggunaan model pembelajaran yang belum sepenuhnya melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap keterampilan dasar futsal peserta didik kelas VIII MTsN 2 Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui desain One Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 30 peserta didik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes keterampilan dasar futsal dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peningkatan nilai rata-rata keterampilan dasar futsal dari pretest sebesar 68,0 menjadi 81,1 pada posttest, dengan nilai signifikansi <0,001. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh signifikan terhadap peningkatan keterampilan dasar futsal peserta didik.
Beyond Religious Tolerance: Reorientasi Moderasi Beragama menuju Active Citizenship dalam Pendidikan Islam Frendy Sasongko; Khoiriyah Pascasarjana
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moderasi beragama dalam pendidikan Islam selama ini cenderung ditempatkan dalam kerangka toleransi, penghargaan terhadap perbedaan, dan pencegahan ekstremisme. Namun, kompleksitas masyarakat demokratis menuntut orientasi yang melampaui toleransi pasif menuju keterlibatan kewargaan yang aktif. Artikel ini bertujuan menganalisis dan merekonstruksi konsep moderasi beragama dalam pendidikan Islam melalui perspektif active citizenship. Penelitian menggunakan pendekatan kajian literatur dengan menelaah secara kritis berbagai publikasi ilmiah mengenai moderasi beragama, pendidikan Islam, dan kewarganegaraan. Hasil kajian menunjukkan bahwa moderasi beragama berpotensi dikembangkan dari paradigma koeksistensi menuju kompetensi kewargaan yang mencakup partisipasi sosial, dialog lintas identitas, penghormatan terhadap hak warga negara, tanggung jawab publik, serta keterlibatan konstruktif dalam kehidupan demokratis. Artikel ini menawarkan reorientasi konseptual moderasi beragama sebagai fondasi pembentukan Muslim yang tidak hanya toleran terhadap keberagaman, tetapi juga mampu berperan sebagai warga negara yang inklusif, partisipatif, kritis, dan bertanggung jawab dalam masyarakat plural.
Pengaruh Model Peer Teaching terhadap Hasil Belajar Pencak Silat Kelas VIII MTs Khusus Ciloa Muhammad Zulfan Najib Atoillah; Irwan Hermawan; Alam Hadi Kosasih
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran pencak silat akibat dominasi pendekatan konvensional yang berpusat pada guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Peer Teaching terhadap peningkatan hasil belajar pencak silat pada aspek psikomotor siswa kelas VIII MTs Khusus Ciloa Limbangan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 27 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes unjuk kerja (performance assessment) keterampilan teknik dasar pencak silat yang mencakup pukulan lurus, pukulan melingkar, dan tendangan sabit, baik sebelum maupun sesudah perlakuan sebanyak 12 kali pertemuan. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji t berpasangan (paired sample t-test). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata nilai hasil belajar dari 76,3 pada pretest menjadi 92,6 pada posttest dengan peningkatan N-gain sebesar 0,65 (kategori sedang). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi p = 0,000 < 0,05, sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Kesimpulannya, model pembelajaran Peer Teaching berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar pencak silat siswa kelas VIII MTs Khusus Ciloa Limbangan.
Rekonstruksi Pendidikan Kritis dalam Pembelajaran PAI di Era Algoritma Digital: Integrasi Konsep Conscientization Paulo Freire dan Tabayyun dalam Membentuk Kesadaran Kritis Peserta Didik Frendy Sasongko; Ahsan Hakim
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi teknologi digital telah mengubah proses pembentukan pengetahuan keagamaan peserta didik, terutama melalui media sosial berbasis algoritma yang memengaruhi visibilitas, pengulangan, dan personalisasi informasi keagamaan. Artikel ini bertujuan menganalisis perubahan pembentukan pengetahuan keagamaan dalam lingkungan algoritmik, mengidentifikasi dialog konseptual antara conscientization Paulo Freire dan prinsip tabayyun dalam Islam, serta merekonstruksi kerangka pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan metode integrative literature review, analisis konseptual, analisis tematik, dan sintesis teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa conscientization menjadi landasan pedagogis dalam membangun kesadaran kritis, sedangkan tabayyun berfungsi sebagai landasan epistemologis dan etis untuk memverifikasi sumber, isi, konteks, otoritas, dan dampak informasi. Penelitian ini menawarkan Conscientization–Tabayyun Framework (CTF) yang terdiri atas lima tahap: kesadaran algoritmik, problem-posing, tabayyun, dialog dan refleksi kritis, serta praksis digital transformatif. Kerangka ini mendukung terbentuknya peserta didik yang kritis, reflektif, dan bertanggung jawab secara epistemik dalam lingkungan keagamaan digital.