cover
Contact Name
Dr. Permana, M.Pd.
Contact Email
admin@al-afif.org
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
admin@al-afif.org
Editorial Address
Jl.Pamekaran No 668 Suci Kaler
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Advances In Education Journal
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 30637112     DOI : -
Core Subject :
Advances in Education Journal (AEJ) adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam bidang pendidikan. Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel yang menawarkan wawasan baru, pendekatan inovatif, dan hasil penelitian terkini yang dapat meningkatkan praktik pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. AEJ menerima kontribusi dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan diantaranya: - Metode Pengajaran dan Pembelajaran - Teknologi Pendidikan - Kebijakan Pendidikan - Psikologi Pendidikan - Manajemen Pendidikan - Pendidikan Multikultural - Pendidikan Khusus - Evaluasi dan Penilaian Pendidikan - Pengembangan Kurikulum - Pendidikan Islam - Pendidikan Berbasis Komunitas - Edukasi Lingkungan Setiap artikel yang diterbitkan di AEJ melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan validitas ilmiah. Jurnal ini menyediakan platform bagi peneliti, pendidik, dan praktisi untuk berbagi temuan dan ide-ide yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan nyata, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan peserta didik.
Arjuna Subject : -
Articles 568 Documents
Identifikasi Keterampilan Dasar Bola Voli Berdasarkan Tingkat Kemampuan Motorik Siswa Farik Pasya Fahriji; Alam Hadi Kosasih; Asep Angga Permadi
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to identify the motor ability level and basic volleyball skills of tenth-grade students at MAN 1 Garut, describe volleyball skills according to motor ability level, and examine the relationship between the two variables. The study used a quantitative descriptive-correlational design. Participants were students of grade X MAN 1 Garut, and data were collected through motor ability tests consisting of 30-meter sprint, vertical jump, throw-and-catch, balance, and zig-zag run, as well as volleyball skill tests covering overhand serve, underhand serve, overhead pass, and forearm pass. Data were analyzed using descriptive statistics and Pearson Product Moment correlation. The findings showed that motor ability and basic volleyball skills were generally in the sufficient category. The correlation analysis indicated a positive and significant relationship between motor ability and volleyball skills (r = 0.590; p < 0.05). The coefficient of determination was 34.81%, indicating that motor ability contributed to variation in basic volleyball skills, while other factors accounted for the remaining variation.
Peran Etika Pendidikan Kristen Mensiasati Hoaks Bagi Pemuda Di Era Teknologi Digital Wikanto; Benediktus Minonealdus; Budi Nurhayati
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The uniqueness of humans lies in their qualities and capacities that distinguish them from other creatures. These qualities and capacities include human intellect, moral purity, spirituality, dominion over the earth, and creativity. This fact gives humans the potential for technological creativity (digitalization) in developing and creating it. This article analyzes how young people can implement Christian moral ethics amidst the onslaught of digital technology, which often includes hoaxes and cyberbullying. This qualitative research, using descriptive data in the form of written or spoken words that reflect the meaning of human behavior, helps researchers interpret spiritual and theological values ​​in depth. This aligns with Creswell's view that qualitative research is effective in uncovering complex phenomena that cannot be measured statistically but rather understood through the interpretation of lived experiences. The goal is to provide a comprehensive application of Christian moral ethics for young people to navigate the advancement of digital technology and to avoid falling prey to the misleading influence of technology. This is achieved by implementing high and responsible Christian moral ethics.
Implementasi Pembelajaran Best Practice dalam Internalisasi Nilai-Nilai Karakter Siswa di UPT SD Negeri 8 Tarowang Kabupaten Jeneponto Faila Fitra; Syarifah Aeni Rahman; Syamsuriyanti
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana praktik pembelajaran unggulan (best practice) diterapkan dalam menumbuhkan kesadaran dan penghayatan nilai-nilai karakter yang termuat dalam Profil Pelajar Pancasila, sekaligus memetakan hambatan yang muncul di lapangan serta unsur-unsur yang mendorong maupun menghalangi keberhasilan program tersebut di UPT SD Negeri 8 Tarowang, Kabupaten Jeneponto. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data digali dari empat informan kunci, yakni satu orang kepala sekolah dan tiga orang guru kelas, yang ditentukan melalui purposive sampling. Proses pengumpulan data ditempuh melalui wawancara mendalam, pengamatan partisipatif, penelusuran dokumen, dan penyebaran angket. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, mencakup tahap reduksi, penyajian, hingga penarikan simpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Temuan penelitian menunjukkan tiga hal pokok. Pertama, penerapan best practice berlangsung melalui rangkaian tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, yang memadukan nilai kearifan lokal sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge ke dalam program “Gerakan 15 Menit Berkarakter” serta “Projek Kearifan Lokal Jeneponto”. Kedua, hambatan yang paling menonjol berkaitan dengan minimnya pemahaman sebagian guru senior terhadap Kurikulum Merdeka, keterbatasan fasilitas TIK, kondisi ekonomi keluarga siswa, dan lemahnya keterlibatan orang tua. Ketiga, kepemimpinan instruksional kepala sekolah beserta modal sosial kearifan lokal menjadi penopang utama keberhasilan, sementara rotasi guru dan pola pikir dikotomis pendidik menjadi penghambat yang signifikan. Sebagai kontribusi konseptual, penelitian ini menawarkan rumusan Formula 3K (Kontekstual, Konsisten, dan Kolaboratif) sebagai kerangka praktis bagi penguatan karakter di jenjang sekolah dasar.
Pengaruh Transformasi Budaya Digital dan Solidaritas Tim terhadap Kinerja Pengurus IMM Se-Kabupaten Berau Rani Selfiana; Ahsan Hakim
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Transformasi Budaya Digital (X1) dan Solidaritas Tim (X2) terhadap Kinerja Pengurus (Y) IMM Se-Kabupaten Berau. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan teknik Total Sampling pada 65 pengurus aktif. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup 30 butir soal dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, Solidaritas Tim berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pengurus (t = 5,904; p = 0,000), sedangkan Transformasi Budaya Digital memberikan kontribusi searah namun belum signifikan (t = 1,360; p = 0,179). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Pengurus (F = 29,232; p = 0,000) dengan kontribusi sebesar 48,5% (R2=0, 485).  Penelitian ini menyimpulkan bahwa teknologi digital berfungsi optimal sebagai penguat kinerja apabila didukung oleh solidaritas tim (ukhuwah dan ta'awun) yang kokoh.
Pembentukan Karakter Disiplin Siswa melalui Budaya Sekolah Berbasis Adab Islami Amani; Mega Satria Nurul Falah
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembentukan karakter disiplin siswa melalui budaya sekolah berbasis etika Islam di MI Al-Irsyad Madiun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terbatas, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Analisis data mengikuti model Miles dan Huberman melalui reduksi data, tampilan data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa karakter disiplin siswa dikembangkan melalui teladan, pembiasaan, dan pengawasan yang diterapkan dalam kegiatan sekolah sehari-hari. Perkembangan ini tercermin dalam ketepatan waktu, kepatuhan terhadap peraturan sekolah, partisipasi yang teratur dalam kegiatan, dan tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas. Namun, disiplin dalam kebersihan kelas masih belum konsisten. Proses ini didukung oleh teladan guru, pembiasaan yang konsisten, lingkungan sekolah yang kondusif, fasilitas, dan kerja sama antara sekolah dan keluarga, sementara perbedaan antara pembiasaan di rumah dan sekolah serta lingkungan sosial siswa menjadi tantangan. Dengan demikian, budaya sekolah berbasis etika Islam mendukung perkembangan bertahap karakter disiplin siswa.
Strategi Manajemen Konflik Dalam Meningkatkan Keharmonisan di Pesantren Nurul Hidayah Irma Raswati; Yeni Sofia; Rusmiati; Waqi’atul Masruroh; Sherly Quraisy
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify and analyze conflict management strategies for fostering harmony at Pesantren Nurul Hidayah. In the life of an Islamic boarding school (pesantren), conflicts can arise from differences in character, interests, perspectives, and needs, including issues regarding the use of shared resources. This study employs a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation and interviews with the pesantren caretaker and students who were involved in or aware of the conflicts within the school environment. The collected data were analyzed through processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was ensured through technique triangulation. The results indicate that conflicts at Pesantren Nurul Hidayah were primarily triggered by limited water availability during the dry season. These conflicts manifested as disputes among students and issues related to the use of shared resources. Contributing factors included resource limitations, conflicting interests, differences in perception and misunderstandings, as well as variations in the students' characters and backgrounds. Conflict resolution efforts involved deliberation, communication and clarification, cooperation in securing alternative water sources, restructuring water usage, and monitoring rule enforcement. These strategies succeeded in reducing tension and establishing more organized water usage, while simultaneously fostering cooperation, mutual concern, communication, and a sense of responsibility among the students. Therefore, the implementation of appropriate conflict management can support the creation of harmonious relationships among students at Pesantren Nurul Hidayah.
Literasi Keagamaan Digital Generasi Z dalam Perspektif Pendidikan Islam: Strategi Penguatan Moderasi Beragama Alfi Noer Diana Hafidah; Khoiriyah
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digital transformation has reshaped the ways Generation Z accesses, learns, and interprets religious knowledge. Access to diverse religious sources through digital media provides opportunities for more flexible and participatory learning, while simultaneously presenting challenges related to the diversity of religious authorities, information credibility, and interpretive differences. Previous studies have examined digital religion, religious literacy, Generation Z, and religious moderation; however, studies integrating Generation Z’s characteristics as religious learners, the pedagogical role of Islamic Education, and digital religious literacy as a mechanism for strengthening religious moderation remain limited. This study aims to analyze the characteristics of Generation Z as religious learners within the digital ecosystem, identify the role of Islamic Education in responding to changes in their learning patterns and religious knowledge-seeking practices, and examine the relationship between digital religious literacy and the strengthening of religious moderation. This study employs a systematic literature review approach guided by the PRISMA 2020 framework. Data were collected through a systematic search of scholarly articles in academic databases using inclusion criteria concerning Generation Z, digital religious literacy, Islamic Education, and religious moderation, and were subsequently analyzed thematically. The synthesis indicates that Generation Z is characterized as self-directed learners who are highly digitally connected, engage with diverse religious sources and authorities, and tend to use multimodal and participatory learning formats. These conditions require Islamic Education to reconstruct its pedagogical role from merely transmitting knowledge to facilitating access to, verification of, interpretation of, and reflection on digital religious information. Furthermore, digital religious literacy can contribute to strengthening religious moderation through the ability to evaluate source credibility, compare religious perspectives, understand differences, engage in dialogue, and critically reflect on religious information. Thus, digital religious literacy can be positioned as a pedagogical competency that connects religious learning in digital spaces with the development of a critical, inclusive, and balanced religious orientation among Generation Z.
Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Motivasi Siswa Dalam Pembelajaran Seni Musik ( Musik Tradisional Kendang Jimbe ) Kelas VIII Di SMP 25 Pekanbaru T.A 2026/2027 Ardhita Fahira Putri; Nurmalinda
Advances In Education Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Advances In Education Journal (Oktober)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi motivasi belajar siswa dalam pembelajaran Seni Musik (kendang jimbe) kelas VIII di SMP Negeri 25 Pekanbaru. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek satu guru Seni Budaya, wali kelas VIII, dan lima siswa yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis dengan model Miles dan Huberman, serta diuji dengan triangulasi. Faktor yang dikaji mengacu pada teori Slameto, yaitu faktor internal (jasmaniah, psikologis, kelelahan) dan faktor eksternal (keluarga, sekolah, masyarakat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi kesehatan, kepercayaan diri dalam menguasai teknik, kelelahan pada jam pelajaran siang, dukungan orang tua, dan pengaruh teman sebaya memengaruhi motivasi siswa. Faktor yang paling berpengaruh adalah faktor sekolah, terutama metode praktik langsung dan kerja kelompok serta kedekatan guru dengan siswa, meskipun keterbatasan jumlah kendang jimbe masih menjadi kendala dalam kegiatan praktik di kelas