cover
Contact Name
Dr. Permana, M.Pd.
Contact Email
admin@al-afif.org
Phone
+6282240316203
Journal Mail Official
admin@al-afif.org
Editorial Address
Jl.Pamekaran No 668 Suci Kaler
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Advances In Education Journal
Published by Yayasan Al-Afif
ISSN : -     EISSN : 30637112     DOI : -
Core Subject :
Advances in Education Journal (AEJ) adalah jurnal akademik yang berfokus pada penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam bidang pendidikan. Jurnal ini mempublikasikan artikel-artikel yang menawarkan wawasan baru, pendekatan inovatif, dan hasil penelitian terkini yang dapat meningkatkan praktik pendidikan di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. AEJ menerima kontribusi dari berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan diantaranya: - Metode Pengajaran dan Pembelajaran - Teknologi Pendidikan - Kebijakan Pendidikan - Psikologi Pendidikan - Manajemen Pendidikan - Pendidikan Multikultural - Pendidikan Khusus - Evaluasi dan Penilaian Pendidikan - Pengembangan Kurikulum - Pendidikan Islam - Pendidikan Berbasis Komunitas - Edukasi Lingkungan Setiap artikel yang diterbitkan di AEJ melalui proses peer-review untuk memastikan kualitas dan validitas ilmiah. Jurnal ini menyediakan platform bagi peneliti, pendidik, dan praktisi untuk berbagi temuan dan ide-ide yang dapat diterapkan dalam konteks pendidikan nyata, dengan tujuan akhir untuk meningkatkan hasil belajar dan kesejahteraan peserta didik.
Arjuna Subject : -
Articles 447 Documents
Makna Simbolik Kembar Mayang Pada Tradisi Temu Manten Adat Pernikahan Suku Jawa Di Desa Kuantan Babu Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau Rika Yulianti; Idawati
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Makna Simboik Kembar Mayang Pada Tradisi Temu Manten Adat Pernikahan Suku Jawa Didesa Kuantan Babu Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah teknik observasi, teknik wawancara, teknik dokumentasi, teknik analisis data dan teknik keabsahan data. Hasil penelitian pada makna simbolik kembar mayang pada tradisi temu manten adat pernikahan suku jawa didesa kuantan babu kabupaten Indragiri hulu terdiri dari makna denotasi dan makna konotasi dari makna simbol rangkaian pada kembar mayang dan mitos dari kembar mayang. Makna denotasi adalah signifikasi tahap pertama yang menjelaskan makna sebenarnya dari sebuah objek, sedangkan makna konotasi adalah signifikasi tahap kedua yang menjelaskan makna secara filosofis yang dibuat masyarakat hingga makna itu menjadi sebuah mitos. Adapun makna yang ada pada kembar mayang itu terdiri dari bahan-bahan seperti janur, debog pisang, daun-daunan, dan kelapa muda. Semetara makna simbol dikenal dengan simbol kutu-kutu alang (manuk-manukan, belalang, uler-uleran), ada juga simbol keris, candi, kitiran, dan pecutan. Adapun makna dari kembar mayang adalah bunga yang memberikan nasehat kepada pengantin melalui simbol-simbol rangkaian yang ada didalamnya. Semua komponen yang ada dikembar mayang memiliki makna nasehat untuk pengantin. Makna-makna ini tidak lepas dari makna nasehat tentang dunia dan akhirat. Artinya masyarakt membuat makna berdasarkan agama yang tidak hanya berlaku di dunia tapi juga berlaku di akhirat. Makna kembar mayang itu sendiri disebut kembang tangkup sejati yang diartikan sebagai bunga yang abadi. Dalam prosesi temu manten kembar mayang ini sebagai syarat untuk tanda terima pengantin laki-laki dan perempuan. Serta terdapat mitos yang berlaku di masyarakat tentang kesakralan kembar mayang ini.
Pengaruh Efektifitas Pembelajaran Micro Teaching Dan Pengenalan Lapangan Persekolahan II (PLP II) Terhadap Kecakapan Mahasiswa Menjadi Guru Rani Fasha; Tutut Suryaningsih
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of the effectiveness of Micro Teaching and School Field Introduction Program II (PLP II) on students’ teaching competence. The subjects of this research were eighth-semester students of the Economic Education Study Program at Universitas Bhinneka PGRI in the 2024/2025 academic year. This study employed a quantitative approach with data collected through questionnaires from 79 respondents. Data were analyzed using multiple linear regression. The results showed that: (1) Micro Teaching, when examined partially, did not have a significant effect on students’ teaching competence, whereas PLP II did have a significant effect; (2) simultaneously, both variables had a significant impact on students’ teaching competence; (3) the contribution of both variables to students’ teaching competence was 61.2%, with the remaining variance influenced by other factors. These findings highlight the importance of optimizing the implementation of PLP II to enhance students’ readiness to become competent teachers.
Studi Kritis Terhadap Pendidikan Sekuler: Dampak Serta Refleksi Filsafat Pendidikan Islam karumiadri; Afifuddin Harisah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education in Indonesia faces serious challenges not only in academic quality but also in the moral and identity aspects of students. The widespread phenomenon of male students dancing on social media and school stages as a form of artistic expression reflects a value crisis and a shift in educational paradigms detached from religious and cultural values. Secular education, which emphasizes cognitive aspects without integrating spiritual and moral values, has led to an identity vacuum and weak character formation. This article examines the impact of Western secular education on religious and social values and offers a reflection on Islamic educational philosophy as an integrative solution that emphasizes the connection between knowledge, faith, and adab (proper conduct). The proposed policy implications include the integration of religious and cultural values into the curriculum, strengthening character education based on ta’dīb, reorienting ethical arts education, and supervising and guiding the use of digital media. Thus, a reconstruction of the national education system grounded in moral values and local wisdom is necessary to develop individuals who are knowledgeable, faithful, and well-mannered.
Apresiasi Masyarakat Terhadap Tari Gubang di Desa Candi Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau Tamara Yuniar; Yahyar Erawati
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari Gubang is a traditional performing art of the Malay community in Candi Village, Anambas Islands Regency, Riau Islands Province, performed during weddings and other customary ceremonies. This study aims to describe the forms of community appreciation for Tari Gubang based on Bastomi’s four stages of art appreciation: observing, internalizing, evaluating, and appreciating. This qualitative descriptive research employed non-participant observation, structured interviews, and documentation as data collection techniques. Ten purposively selected participants were involved, including community leaders, dancers, artists, and audience members. The results show that the community displays a relatively high appreciation, particularly in observing and evaluating the elements of dance such as movements, costumes, music, and masks. Emotional involvement is evident through applause and participation. However, limited understanding of symbolic and aesthetic values remains. Despite changes in presentation media, such as the use of electronic organ music, strong community participation remains key to preserving Tari Gubang in the face of modernization.
Penguatan Budaya Integritas melalui Edukasi Anti-Korupsi bagi Siswa SMA Institut Indonesia Semarang Eko Handoyo; Wasino Wasino; Tutik Wijayanti; Hendri Irawan
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menanamkan dan memperkuat budaya anti-korupsi melalui penyuluhan pendidikan anti-korupsi kepada siswa SMA Institut Indonesia Semarang. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, meliputi penyampaian materi dalam Kelas Inspirasi, pelaksanaan Proyek Aksi Nyata, dan Kampanye Digital Anti-Korupsi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, terjadi peningkatan pemahaman siswa dari 42% menjadi 86%. Proyek aksi yang dijalankan antara lain Kotak Saran Anti-Korupsi dan Pengawasan Kantin Jujur, sedangkan kampanye digital dilakukan melalui konten kreatif di media sosial. Tim pengabdian yang terdiri dari akademisi lintas disiplin berperan aktif dalam menyusun kurikulum, merancang pendekatan pembelajaran karakter, serta mengintegrasikan nilai-nilai historis dan kebangsaan. Tindak lanjut dilakukan melalui pendampingan intensif dan pembentukan Duta Integritas Sekolah sebagai upaya keberlanjutan program. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan ini efektif dalam meningkatkan kesadaran integritas siswa dan dapat dijadikan model penguatan karakter berbasis nilai antikorupsi di lingkungan pendidikan
Implementasi Deep Learning dalam Edukasi Lingkungan dan Kesadaran Ekologis pada Peserta Didik  SMA Negeri 1 Siantan Nafisatul Fuadah; Widia Nurmadyah
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The decline in biodiversity due to climate change, pollution, and deforestation necessitates active participation from the younger generation. This study aims to assess students' ecological awareness through a deep learning approach in schools, hypothesizing that its three key orientations can foster pro-environmental behavior. A mixed-methods approach was employed with a sample of 48 students. Data were collected through Likert-scale questionnaires and participatory observation. The results revealed: 0 students "strongly disagreed," 2 "disagreed," 6 were "neutral," 28 "agreed," and 14 "strongly agreed" regarding the effectiveness of deep learning. The findings demonstrate that this approach facilitates in-depth learning beyond the classroom, enhances students' sensitivity to their school environment, and encourages protective and conservation-oriented actions. The study concludes that deep learning is effective in cultivating ecological awareness and pro-environmental behavior among students, with practical implications for experiential, context-based environmental education.
Konsep dan Implementasi Ekoteologi dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam Syukron Jamal
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Climate change, increasing pollution, scarcity of water resources, pest and disease outbreaks as a result of the global environmental crisis have become a real threat to human life, including in Indonesia. Extra and systematic efforts are needed to prevent these problems, one of which is through the instillation of environmental conservation ideology (ecoteology) through an integrated education system in the learning curriculum from elementary, secondary to higher education. This study attempts to describe and analyze the concept of ecotheology from an Islamic perspective and how its implementation is practical and integrated into the Islamic education curriculum in Indonesia so that it becomes a concrete effort to build awareness not only of environmental issues but also of the continuity of human civilization.
Penerapan Olah Tubuh Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Tari (Persembahan Melayu Riau) DI MTs Masmur Pekanbaru Provinsi Riau TA 2024/2025 Nadia Oktaviona; Yahyar Erawati
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan olah tubuh dalam kegiatan ekstrakurikuler seni tari, khususnya Tari Persembahan Melayu Riau, di MTs Masmur Pekanbaru pada tahun ajaran 2024/2025. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggambarkan proses pelatihan yang mencakup tiga tahapan utama, yaitu pemanasan, latihan inti, dan pendinginan. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari Sabtu pukul 10.00–12.00 WIB dengan melibatkan tujuh siswa kelas VII sebagai subjek. Tahap pemanasan berguna untuk mempersiapkan kondisi fisik siswa dan mencegah cedera, latihan inti difokuskan pada peningkatan teknik dan kekuatan fisik saat menari, sedangkan pendinginan bertujuan untuk merilekskan otot dan menyeimbangkan kembali kondisi tubuh. Materi yang diajarkan mencakup teknik dasar tari tradisional dan latihan olah tubuh, disampaikan melalui metode ceramah dan demonstrasi oleh pembina. Fasilitas penunjang kegiatan seperti ruang latihan, perangkat audio, dan gawai dinilai memadai. Penilaian dilakukan secara langsung oleh pembina dengan menggunakan skala kualitatif (A-D). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan olah tubuh secara konsisten berkontribusi besar terhadap kesiapan fisik, keterampilan tari, motivasi, dan rasa percaya diri siswa. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat pelestarian budaya lokal di lingkungan sekolah. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi olah tubuh dalam pengembangan ekstrakurikuler seni tari sebagai upaya pembinaan karakter dan pelestarian warisan budaya.
Pelaksanaan Pembelajaran Seni Budaya (Tari Kreasi Zapin Melayu) Kelas IX I DI MTS Masmur Pekanbaru Tahun Ajaran 2024/2025 Syifa Saurah Arifin; Nurmalinda
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan proses implementasi pembelajaran seni budaya, khususnya tari Zapin Melayu, di kelas IX I MTs Masmur Pekanbaru selama tahun ajaran 2024/2025. Dalam pelaksanaannya, penelitian ini didasarkan pada teori Mulyasa terkait komponen-komponen penting dalam kurikulum 2013, yaitu tujuan, materi, metode, media, sumber belajar, prosedur, serta evaluasi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi tanpa keterlibatan langsung, wawancara terstruktur, serta dokumentasi berupa foto kegiatan dan dokumen pendukung. Penelitian ini melibatkan satu guru mata pelajaran seni budaya dan 23 siswa sebagai informan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum 2013 dan menggunakan RPP Merdeka Belajar dalam satu lembar yang sejalan dengan silabus. Materi yang diajarkan berkaitan dengan pola lantai dalam tari Zapin Melayu yang disesuaikan dengan irama musik tari. Proses evaluasi dilakukan dengan mengukur aspek afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa. Dari hasil pengamatan, para siswa mampu mengaplikasikan keterampilan menari Zapin sesuai kapasitas individu masing-masing.
Eksistensi Media Pembelajaran Digital pada Sekolah Dasar Irfa'i Alfian Mubaidilla
Advances In Education Journal Vol. 2 No. 1 (2025): Advances In Education Journal (Agustus)
Publisher : Yayasan Al-Afif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There has been a significant increase in the adoption of technology in teaching and learning processes, driven both by technological advancements and urgent responses to crises such as the COVID-19 pandemic. However, disparities in infrastructure, teacher competencies, and unequal access to digital resources remain critical issues that demand further attention. Therefore, this study aims to examine in depth the evolution of digital learning media at the elementary school level in Indonesia over the past decade and to identify supporting and inhibiting factors as a foundation for future policy recommendations and educational practices. This research employs a qualitative approach through a Systematic Literature Review (SLR) method to explore the existence and development of digital learning media in Indonesian elementary schools over the last ten years. In general, the use of digital media in primary education has had a positive impact on both the learning process and outcomes. Whether in regular, inclusive, or thematic learning contexts, digital media has demonstrated its effectiveness in supporting the achievement of educational goals. Nevertheless, technology integration must be accompanied by well-planned strategies, adequate teacher training, and policies that foster a healthy and inclusive digital learning ecosystem.

Page 9 of 45 | Total Record : 447