cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Geodesi Undip
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geodesi Undip adalah media publikasi, komunikasi dan pengembangan hasil karya ilmiah lulusan Program S1 Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Diponegoro.
Arjuna Subject : -
Articles 839 Documents
PEMANFAATAN ENHANCED BUILT-UP AND BARENESS INDEX (EBBI) UNTUK PEMETAAN KAWASAN TERBANGUN DAN LAHAN KOSONG DI KOTA SEMARANG DITHO TANJUNG PRAKOSO; Bandi Sasmito; Hani'ah Hani'ah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.627 KB)

Abstract

Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh mengalami perkembangan pesat, baik dari segi akurasi dan kualitas hasil maupun dari segi kemampuan software dalam pengolahanya. Teknologi ini dapat digunakan dalam memonitor dan memetakan kawasan terbangun dan lahan kosong di kota besar. Dengan adanya tingkat urbanisasi yang tinggi menyebabkan pertumbuhan penduduk di kota besar mengalami peningkatan. Seperti halnya di Kota Semarang, pertumbuhan penduduk mengalami peningkatan. Hal ini terjadi karena Kota Semarang merupakan salah satu pusat kegiatan berbagai sektor baik perindustrian perdagangan, pemerintahan dan perekonomian. Dampak dari urbanisasi adalah meningkatnya jumlah kawasan terbangun yang ada karena kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal dan sarana prasarana. Dibutuhkan pemetaan mengenai daerah terbangun dan lahan kosong agar dapat menjamin ketersediaan lahan tempat tinggal bagi pendatang maupun masyarakat setempat. Dalam penelitian ini digunakan algoritma Enhanced Built-Up and Bareness Index (EBBI) dalam pengolahan data citra penginderaan jauh. Algoritma ini dipilih karena dapat membedakan kawasan terbangun dan lahan kosong dalam pemetaan kawasan terbangun sehingga dalam perencanaan pembangunan kawasan terbangun dapat memberikan informasi mengenai kawasan terbangun dan lahan kosong. Pengolahan data menggunakan EBBI pada band 5, 6 dan 10 (NIR, SWIR, TIR) pada citra Landsat 8 OLI/TIRS. Data citra yang digunakan adalah citra tahun 2013, 2015, 2017. Selanjutnya dilakukan klasifikasi berdasarkan rentang nilai index yang telah ditetapkan dalam pengkelasan kawasan terbangun dan lahan kosong. Hasil dari penelitian ini adalah peta persebaran kawasan terbangun dan lahan kosong di Kota Semarang. Peta tersebut akan dianalisis mengenai persebaran kawasan terbangun dan lahan kosong dan perubahan total luas serta luas setiap kecamatan di Kota Semarang dengan peta multi temporal dari tahun 2013, 2015, 2017. Selain itu dilakukan validasi data di lapangan untuk mengetahui kesesuaian kawasan terbangun dan lahan kosong antara hasil klasifikasi citra tahun 2017 dan hasil validasi data. Kesimpulan yang diperoleh adalah perubahan luas kawasan terbangun dan lahan kosong di Kota Semarang tahun 2013, 2015, dan 2017 yang dapat digunakan sebagai acuan dalam melakukan pembangunan di Kota Semarang.
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS JALUR KONDUSIF BERSEPEDA DI KOTA SEMARANG BERBASIS WEB Dian Triandini Nurcahyo; Arief Laila Nugraha; Haniah Haniah
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.354 KB)

Abstract

ABSTRAK                 Bersepeda merupakan salah satu alternatif transportasi yang murah dan ramah lingkungan. Di Kota Semarang sendiri sudah tersedia jalur khusus untuk para pesepeda. Namun sayangnya informasi tersebut belum banyak diketahui orang. Dengan memanfaatkan sistem informasi geografis berbasis web atau yang biasa disebut WebGIS ini masyarakat dapat mengetahui jalur mana saja yang merupakan jalur bersepeda yang kondusif untuk melakukan kegiatan bersepeda tersebut sesuai dengan parameter yang telah ditentukan.Untuk mengklasifikasikan jalur kondusif bersepeda, diperlukan beberapa data seperti data ketinggian, peta jaringan jalan, data pengukuran GPS jalur sepeda, serta data kualitas udara ambien Kota Semarang. Seluruh data tersebut diolah dengan menggunakan pembobotan. Setelah itu baru didapatlah klasifikasi jalur kondusif bersepeda. Untuk informasi tambahan, pada peta ini juga diberikan data fasilitas umum seperti rumah sakit, SPBU, dan minimarket di sepanjang jalur bersepeda. Hasil dari klasifikasi tersebut disajikan dalam bentuk website. Untuk membuat website terlebih dahulu dibuat geodatabase guna menyimpan data-data. Selanjutnya dilakukan pendesainan web dan mulailah perancangan web tersebut. Baru setelah itu web tersebut dapat diupload sehingga bisa dilihat oleh semua orang.Hasil dari penelitian ini adalah sebuah website yang berisikan informasi-informasi mengenai aktivitas bersepeda serta Peta Jalur Kondusif Bersepeda Kota Semarang yang telah diintegrasikan dengan Google Maps API sehingga dapat dilihat oleh semua orang. Adapun alamat dari website tersebut adalah http://gis-bikersemarang.com. Setelah dilakukan pengujian usability terhadap web tersebut, didapatkan hasil untuk komponen efektivitas sebesar 82,22%, komponen efisiensi sebesar 85,83% dan komponen kepuasan sebesar 83,06% Kata Kunci : Google Maps API, WebGIS, Jalur Kondusif Bersepeda ABSTRACT                 Cycling is one of alternative transportation which is cheap and eco friendly. In Semarang itself there is already several bike lane available for cyclists. But unfortunately this information is not widely known. By utilizing a web-based geographic information systems or so-called WebGIS, society can know which paths are the bike lanes. They can tell which lanes are conducive to cycling activities in accordance with predetermined parameters.To classify conducive bike lane, some data was needed, such as height data, map of the road network, GPS measurement data of bike lane, as well as ambient air quality data of Semarang. All data is processed by using scoring. After that we will get conducive classification of bike lane. For additional information, the map also has public facilities data such as locations of hospitals, gas stations, and minimarkets along the bike lane. The results of the classification is presented in the websites. To create a website, first a geodatabase has to be made to store the data. After that, sketch the design of the web and then programming it. Only after that then the web can be uploaded so it can be seen by everyone.The results from this study is a website that contains information about activity of cycling and Conducive Bike Lanes Map in Semarang. The map in this web has been integrated with Google Maps API so it can be seen by everyone. The address of the website is http://gis-bikersemarang.com. After doing usability test to this web, the result for effectiveness component is 82,22%, efficiency component is 85,83%, and satisfaction component is 83,06%. Keywords : Conducive Bike Lane, Google Maps API, WebGIS  *) Penulis Penanggung Jawab
Aplikasi WebGIS Hotel Di Kota Surakarta Memanfaatkan Google Maps API Fajar Rusdyanto; Andri Suprayogi; Hani'ah .
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.251 KB)

Abstract

Technology development at this junction was already well that especially in the field of wireless networks. Began from a tool that’s used until to speed of the existing wireless network. The information that exist in an area could easily spread to another areas in just seconds. These things would very made light of communication in era that completely advance now. But the information that was exist if not managed properly will certainly could be difficult for the communication. So for that was  required a system that regulates the information or better known as information systems. Information systems are just written only and there are completely with pictures and maps. Information system that equipped with a map is called a Geographic Information System.In every city at this junction certainly equipped with luxurious accommodation facilities or better known by the hotel. One of the town are Surakarta which there are one of the tourist city. Information about this hotel are felt still not enough because hasn’t systems that organize them. Information systems were felt good enough to managed geographic information about the hotel is a geographic information system used the Internet or  Geographic Information System that based on web. By utilizing Google Maps felt good enough because it is a quite familiar in all operating system platforms that exist today. Geographic Information System technology are expected could helped to the users to obtained information on the spatial and non-spatial regarding hotels in the Surakarta city, Central Java .Keywords: Hotels, Surakarta,WebGIS
ANALISIS KEKERINGAN PADA LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN METODE NDDI DAN PERKA BNPB NOMOR 02 TAHUN 2012 (Studi Kasus : Kabupaten Kendal Tahun 2015) Fadli Rahman; Abdi Sukmono; Bambang Darmo Yuwono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.565 KB)

Abstract

ABSTRAK Kekeringan merupakan salah satu kejadian yang sering terjadi pada belahan bumi dengan iklim monsoon tropis yang sangat sensitif terhadap anomali iklim El-Nino Southern Oscillation (ENSO) dan dapat memberikan dampak negatif salah satunya kekeringan lahan pertanian. Kabupaten Kendal merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terkena dampak anomali iklim ENSO tersebut. Ancaman kekeringan akibat pengaruh iklim memang tidak dapat dihindari, tetapi dapat diminimalkan dampaknya jika pemantauan kekeringan di suatu daerah dapat diketahui.Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan aplikasi dari pengindraan jauh. Aplikasi penginderaan jauh tersebut menggunakan algoritma Normalized Difference Drought Index (NDDI). NDDI merupakan rasio antara Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Normalized Difference Water Index (NDWI) untuk mengkaji sebaran dan luasan kekeringan pertanian Kabupaten Kendal tahun 2015. Selain itu, identifikasi daerah kekeringan pertanian juga dilakukan dengan menggunakan Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Perka BNPB) Nomor 02 Tahun 2012 tentang pedoman umum pengkajian risiko bencana.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekeringan pertanian menggunakan metode NDDI terjadi pada bulan Juli 2015 dengan luas kekeringan normal 6980,362 ha, kekeringan ringan sebesar 13364,155 ha, kekeringan sedang 682,847 ha dan kekeringan berat 281,81 ha. Sedangkan ancaman kekeringan pertanian berdasarkan Perka BNPB diperoleh ancaman ringan sebesar 10818,737 ha, ancaman sedang 9757,974 ha dan ancaman tinggi 1078,97 ha. Berdasarkan hasil validasi diperoleh tingkat akurasi metode NDDI sebesar 82% dan Perka BNPB sebesar 70%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode NDDI lebih akurat daripada Perka BNPB dalam mengidentifikasi kekeringan lahan pertanian di Kabupaten Kendal tahun 2015.
APLIKASI FOTOGRAMMETRI RENTANG DEKAT UNTUK PEMODELAN 3D GEDUNG A LAWANG SEWU David Jefferson Baris; Yudo Prasetyo; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.647 KB)

Abstract

ABSTRAKFotogrammetri rentang dekat merupakan salah satu bidang penerapan fotogrammetri. Fotogrammetri rentang dekat dapat digunakan untuk perekaman objek yang berjarak kurang dari 100 meter. Fotogrammetri rentang dekat biasanya digunakan dalam pemodelan 3D bangunan, kendaraan atau jembatan.Pada penelitian ini, metode fotogrammetri rentang dekat digunakan untuk pemodelan 3D Gedung A Lawang Sewu dengan kamera digital non metrik. Kamera yang digunakan harus melalui proses kalibrasi untuk mengetahui parameter internal kamera. Proses kalibrasi dan pengolahan data dalam tugas akhir ini menggunakan perangkat lunak PhotoModeler Scanner v.7 2013.  Tahap pemodelan bangunan terdiri dari marking dan referencing, proses hitungan dan pembuatan model 3D, transformasi koordinat 3D dan visualisasi model 3D. Data yang digunakan adalah data foto yang diambil secara keseluruhan mengelilingi Gedung A Lawang Sewu.Hasil akhir dalam penelitian ini adalah model 3 dimensi Gedung A Lawang Sewu. Pengujian hasil pengolahan model 3D dilakukan dengan analisis perbandingan selisih jarak dan uji statistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Pelaksanaan uji statistik yang dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengukuran ETS.Kata Kunci : Fotogrammetri Rentang Dekat, Lawang Sewu, Kamera Digital Non Metrik, Pemodelan Bangunan Bersejarah, PhotoModeler Scanner V.7 2013. ABSTRACT [Close Range Photogrammetry Application for 3D Modelling of Lawang Sewu Building A]            Close range photogrammetry is a one of photogrammetry applications. It can be used for the object measurement that is less than 100 meters. It also usualy used in 3D modeling of buildings, vehicles or bridges etc. In this final task, close range photogrammetry method was used for 3D modeling of Lawang Sewu Building A using non-metric digital camera. Initially, the camera must through of calibration process to determine the camera internal parameters. The process of calibration and data processing in this final task are using PhotoModeler Scanner v.7 2013 software. Phase of buildings modeling contain of marking and referencing, calculating and 3D modeling, transformation of 3D coordinate and visualization of 3D models. The data used are the photos that taken all around Lawang Sewu building A. The final results in this research are 3D model of Lawang Sewu Building A. Testing of the results in 3D modelling processing were done by comparing the 3D model distance referenced to Electronic Total Station measurement and statistics test with level of trust 95%. The statistics test in this research shows that there are no significant difference between ETS measurement.Keyword: Close range photogrammetry, Lawang Sewu, Modeling Historic Building, Non-Metric Digital Camera, PhotoModeler Scanner V.7.2013.     *) Penulis Pananggung jawab
ANALISIS DAERAH RAWAN BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN MAGELANG MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DENGAN METODE STANDAR NASIONAL INDONESIA DAN ANALYTHICAL HIERARCHY PROCESS Jauhari Pangaribuan; L M Sabri; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1027.588 KB)

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara rawan terhadap bencana alam, salah satu daerah yang mengalami kejadian bencana tersebut yaitu wilayah Kabupaten Magelang. Pada penelitian analisis daerah rawan bencana tanah logsor menggunakan empat parameter yaitu parameter kelerengan, parameter curah hujan, parameter penggunaan lahan dan struktur geologi dengan menggunakan software arcGIS. Hasil dari tiap parameter kemudian diberikan skor dan bobot dengan dua metode yaitu Standar Nasional Indonesia dan Analythical Hierarchy Process kemudian dilakukan proses overlay dari tiap pembobotan parameter untuk mendapatkan peta daerah rawan bencana tanah longsor. Nilai klasifikasi daerah rawan longsor dibagi dengan equal interval kedalam empat kelas yang didapatkan diantaranya metode SNI klasifikasi ancaman bencana tanah longsor sangat rendah dengan rentang (10-15) dengan luas 20240,32 Ha (18,05%), klasifikasi ancaman bencana tanah longsor rendah (16-21) dengan luas 51504,04 Ha (45,94%), klasifikasi ancaman bencana tanah longsor sedang (22-27) dengan luas 34488,68 Ha (30,76%) dan klasifikasi ancaman bencana tanah longsor tinggi (28-33) dengan luas 5892,408 Ha (5,25%). Sedangkan metode AHP dengan klasifikasi ancaman bencana tanah longsor sangat rendah (7,80-18,26) dengan luas 40302,72 Ha (35,95%), klasifikasi dengan ancaman bencana tanah longsor rendah (18,26-28,71) dengan luas 44448,2 Ha (39,65%), klasifikasi dengan ancaman bencana tanah longsor sedang (28,71-39,17) dengan luas 19729,06 Ha (17,59%) dan untuk kelas ancaman bencana tanah longsor tinggi (39,17-49,63) dengan luas 7645,47 Ha (6,81%). Dengan tingkat akurasi dari validasi parameter menggunakan data curah hujan metode thiessen polygon dengan parameter kelerengan menggunakan DEM TerraSAR-X dengan pembobotan AHP dengan akurasi 81,81%  sedangkan validasi peta dari parameter menggunakan data curah hujan metode thiessen polygon dengan parameter kelerengan menggunakan DEM TerraSAR-X dengan pembobotan Standar Nasional Indonesia dengan tingkat akurasi 83,64%. Oleh karena itu penggunaan sistem informasi geografis dapat digunakan lebih efisien untuk menentukan daerah rawan bencana longsor dengan cepat dan tepat.
ANALISIS NILAI EKONOMI KAWASAN MENGGUNAKAN TRAVEL COST METHOD (TCM) DAN CONTINGEN VALUATION METHOD (CVM) UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN DENGAN SIG (Studi kasus : Kawasan Kota Lama Semarang) Istighfary Abirama Cininta; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.68 KB)

Abstract

ABSTRAKKawasan Kota Lama Semarang merupakan objek wisata sejarah yang mempunyai peluang untuk dikembangkan potensi wisatanya karena memiliki nilai historis yang berkaitan dengan nilai sejarah dan budaya. Hal tersebut menyebabkan Kawasan Kota Lama menjadi salah satu warisan budaya UNESCO pada 2020 mendatang. Program pemerintah ”Ayo Wisata ke Semarang” untuk menghidupkan kembali Kawasan Kota Lama berhasil dan membuat frekuensi jumlah pengunjung wisatawan domestik maupun mancanegara meningkat untuk menikmati keindahan arsitektur khas Eropa kawasan tersebut. Dari kondisi yang ada maka perlu dibuat Peta ZNEK dan dikaji untuk menduga dan mengetahui seberapa besar keinginan seseorang untuk memberikan nilai fungsi ekonomi kawasan yang kemudian akan mempengaruhi kegiatan perekonomian masyarakat sekitarnya.Metode penarikan responden yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah Sampling non probability sampling dengan teknik sampling incidental, yaitu responden yang ditemui secara kebetulan datang berkunjung di objek wisata Kawasan Kota Lama. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan WTP menggunakan software Maple 17.Dalam penelitian tugas akhir ini, diperoleh berupa peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan dengan nilai WTP objek wisata Kawasan Kota Lama sebesar Rp  31.445 ,- dengan surplus konsumen sebesar Rp 3.712.180,-  per individu per tahun, sehingga diperoleh nilai total ekonomi objek wisata Kawasan Kota Lama sebesar Rp 1,262,505,888,690,- (nilai surplus konsumen per individu per tahun dikalikan dengan jumlah pengunjung tahun 2015). Kata Kunci :Willingness to Pay, Zona Nilai Ekonomi Kawasan, Regresi Linear Berganda, Maple 17. ABSTRACTKawasan Kota Lama Semarang is a historical tourist attraction that has the opportunity to develop its tourism potential because it has historical value related to historical and cultural value . This causes Kawasan Kota Lama became one of the cultural heritage of UNESCO in 2020 . Government program "Ayo Wisata ke Semarang " to revive the Kawasan Kota Lama succeed and increased the frequency of domestic and foreign tourists to enjoy the beauty of European architecture of the region. From the condition that there has to be developed and reviewed ZNEK map to guess and find out how much a person's desire to give the region's economic functions which will then affect the economic activities surrounding communities .             The sample collection method that is use in this research is non-probability sampling. Sampling with incidental sampling technique , is respondents who met by chance came to visit attractions in Kawasan Kota Lama. Data processing method used is multiple linear regression analysis and calculation of WTP using software Maple 17.             In this research , obtained in the form of maps Zone Region Economic Value to the value of WTP attraction Kawasan Kota Lama of Rp 31.445 , - with a consumer surplus of Rp 3.712.180 , - per individual per year , in order to obtain the total value of economic attraction City Region old Rp 1,262,505,888,690 , - ( consumer surplus value per individual per year multiplied by the number of visitors in 2015 ) . Keywords :Willingness to Pay, Value Zone Economic Zone , Linear Regression , Maple 17 .*)  Penulis dan Penanggung Jawab
DESAIN APLIKASI SISTEM INFORMASI PELANGGAN PDAM BERBASIS WebGIS (STUDI KASUS : KOTA DEMAK) Meiska Firstiara Maudi; Arief Laila Nugraha; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.262 KB)

Abstract

ABSTRAKDesain adalah suatu sistem yang berlaku untuk segala jenis perancangan dimana titik beratnya adalah melihat segala sesuatu persoalan tidak secara terpisah atau tersendiri, melainkan sebagai suatu kesatuan dimana satu masalah dengan lainnya saling terkait.Objek penelitian yaitu berupa aplikasi sistem informasi pelanggan PDAM Demak. Web-based GIS (WebGIS) adalah Aplikasi Sistem Informasi Geografis (SIG) yang terdistribusi dalam suatu jaringan komputer untuk mengintegrasikan dan menyebarluaskan informasi geografi secara visual pada World Wide Web. WebGIS dibandingkan dengan desktop GIS menawarkan beberapa keuntungan seperti efisiensi biaya, efisiensi beban kerja sumber daya manusia untuk instalasi, pemeliharaan dan dukungan teknis, pemangkasan kurva pembelajaran untuk pengguna akhir dan keunggulan dalam hal integrasi data spatial dan data non spatial.Hasil penelitian akan berupa sebuah desain aplikasi GIS yang berbasis web yang memberikan fasilitas untuk untuk pelanggan PDAM dan instansi dalam pengembangan sistem informasi. Kata Kunci : Desain, WebGIS, Web-based, spatial, non spatial ABSTRACT Design is a system which applicable to any kind of design where the emphasis to see everything unseperated, but as a unity is correlated one problem to each other.The object of research is customer information system application in Demak. Web-based GIS (WebGIS) is a Geographic Information System Applications (GIS) that is  distributed in a computer network to integrate and disseminate geographic information visually to the World Wide Web. WebGIS compared with desktop GIS offers several advantages such as cost efficiency, workload efficiency of human resources for the installation, maintenance and technical support, trimming the learning curve for end users and excellence in the integration of spatial data and non-spatial Data.The results of this research is an Applications of GIS which has the web to give some facilities to customers of PDAM and offices to develop of the information systems.Keywords: Design, WebGIS, Web-based, spatial, non-spatial
PEMBUATAN SISTEM INFORMASI GNSS CORS UNDIP BERBASIS WEB Cahya Wisuda Hukama; Bambang Darmo Yuwono; Arief Laila Nugraha
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (632.018 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi yang pesat membawa dampak yang signifikan terhadap bidang ilmu geodesi khususnya dalam pekerjaan survei pengukuran dan pemetaan. Pada umumnya survei pengukuran dan pemetaan dilingkungan Teknik Geodesi dilaksanakan secara terestris.  Namum, Teknik Geodesi Universitas Diponegoro memanfaatkan teknologi CORS dalam penelitian dengan berbagai metode. Melihat kebutuhan yang mengharuskan adanya ketersediaan data dan optimalisasi keterbukaan informasi public secara cepat dan mudah melalui jaringan internet maka untuk mendukung perkembangan Teknik Geodesi Universitas Diponegoro dibidang teristris diperlukan sistem informasi GNSS CORS UNDIP.  Penelitian ini menggunakan metode Web sehingga dapat diakses secara cepat oleh pengguna melalui jaringan internet. Hasil penelitian ini adalah Web Server yang berisi tentang ketersediaan data CORS UNDIP dan data penelitian GNSS dengan beberapa studi kasus, sehingga diharapkan penilitian ini dapat mempermudah pengolahan dalam download data bagi mahasiswa Teknik Geodesi Universitas Diponegoro. Kemudian dalam pembuatannya website ini menggunakan struktur website HTML, bahasa pemograman PHP dengan framework codeigniter, MySQL sebagai pembuat database. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah aplikasi Web yang berisi data CORS UDIP serta data penelitian gps dengan alamat website gnsscorsudip.com yang berisi fitur-fitur berupa data cors udip, data penurunan muka tanah, data bendungan, data deformasi dan data jembatan, data tersebut dapat diunduh dengan persetujuan admin sehingga dapat dilihat oleh semua orang. Setelah dilakukan pengujian usability  menunjukan bahwa efektivitas aplikasi mendapatkan keberhasilan sebanyak 4,02 serta kemudahan mendapatkan keberhasilan sebanyak 4,04 sedangkan untuk kepuasan pengguna mendapatkan nilai 4,027 berada pada skala “Puas”. Kata Kunci : CORS UNDIP, GPS, Sistem Informasi, Teknik Geodesi, Web Server.  ABSTRACT Rapid technological developments have a significant impact on the geodetic sciences especially in measurement and mapping survey work. In general, measurement and mapping surveys in Geodetic Engineering are conducted terrestrially. However, Geodesy Engineering Diponegoro University utilizes CORS technology in research with various methods. Seeing the need for the availability of data and optimization of public information disclosure quickly and easily through the Internet network to support the development of Geodesy Engineering Diponegoro University in the field teristris required GNSS information system CORS UNDIP. This research uses Web method so that can be accessed quickly by user  through internet network. The result of this research is Web Server which contains about the availability of CORS UNDIP data and gps research data with some case study, so it is expected this research can simplify the processing in data download for the students of Geodesy Engineering Diponegoro University. Then in making this website using HTML website structure, PHP programming language with Codeigniter framework, MySQL as the database maker. The result of this research is a Web application that contains CORS UDIP data and gps research data with website address gnsscorsudip.com which contains features such as data cors udip, ground level data, dam data, deformation data and bridge data, the data can downloaded with admin approval so it can be seen by everyone. After usability  testing showed that the effectiveness of application to get success as much as 4.02 and ease of getting success as much as 4.04 while for user  satisfaction get value 4.027 is on the scale of "Satisfied".   Key Words: CORS UNDIP, Web Server, GPS, Information Systems, Geodetic Engineering
APLIKASI PEMETAAN MULTI RISIKO BENCANA DI KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN OPEN SOURCE SOFTWARE GIS Briandana Januar Aji Gunadi; Arief Laila Nugraha; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.186 KB)

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah di wilayah provinsi Jawa Tengah yang masuk dalam kategori rawan bencana, terutama bencana banjir dan tanah longsor.Dengan adanya kondisi tersebut maka dibutuhkan penelitian yang difokuskan pada skala lokal untuk melakukan pemetaan multi risiko bencana banjir dan tanah longsor sebagai upaya mitigasi bencana di Kabupaten Banyumas. Pembuatan peta multi risiko bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Banyumas berbasis sistem informasi geografis (SIG) menggunakan perangkat lunak terbuka Quantum GIS. Metode yang digunakan adalah skoring dan pembobotan, serta tumpang susun (overlay) antar parameter penyusunnya.Dari hasil penelitian dengan menggunakan metode perkalian matriks VCA diperoleh  nilai kesesuaian sebesar 66,667 % untuk risiko bencana banjir, 77,778 % untuk bencana tanah longsor dan 61,111 % untuk multi risiko bencana banjir dan tanah longsor. Hasil pemodelan multi risiko bencana didapatkan nilai sebesar 51,785 % wilayah Kabupaten Banyumas termasuk kedalam risiko tinggi, 18,960% termasuk kedalam risiko sedang dan 29,255% termasuk kedalam risko rendah terhadap bencana banjir dan tanah longsor. Quantum GIS dapat dijadikan sebagai perangkat alternatif untuk pengolahan SIGwalaupun masih terdapat kekurangan dalam analisis data dengan format vektor yaitu tidak dapat melakukan penggabungan (union) lebih dari dua shape file. Kata kunci: banjir, peta multi risiko bencana,tanah longsor, Quantum GIS,SIG,  ABSTRACT Banyumas regency is one of regions in Central Java province that is categorized as prone disaster, especially floods and landslides. With these sort of conditions, research is needed that focuses on local scale to conduct multi risk mapping of flood and landslide disasters as an effort to mitigate the disaster in Banyumas regency. Multi risk map of flood and landslide disasters in Banyumas regency made based on Geographical Information System (GIS) using open source software called Quantum GIS. The method used are scoring and weighting, along with overlays between the constituent parameters. From a research using the VCA matrix multiplication, congruity value as much as 66,667% risk of flood, 77,778% risk of landslide and 61,111% against multi risk disasters of flood and landslide. The modeling results of multi risk disasters obtained 51,785% of the area in Banyumas regency is highly at risk disasters, 18,960% is moderately at risk and 29,255% is low at risk of flood and landslide disasters. Quantum GIS can be used as an alternative device to process GIS although there may still be some deficiency may occur in data analysis with vector format which could not perform the union of three shape files or more. Keywords: flood, GIS,  landslide , multi map disaster risk,Quantum GIS *) Penulis, Penanggungjawab

Filter by Year

2012 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 1 (2023): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 4 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 3 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 1 (2022): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 4 (2021): Jurnal Geodesi Undip Vol 10, No 3 (2021): Jurnal Geodesi Undip Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 Volume 9, Nomor 4, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 2, Tahun 2020 Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020 Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019 Vol 8, No 1 (2019) Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 2, Tahun 2017 Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 Volume 4, Nomor 4, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 3, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 2, Tahun 2015 Volume 4, Nomor 1, Tahun 2015 Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014 Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013 Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013 Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 More Issue