cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PERBANDINGAN EFEK KAVITASI DAN NON KAVITASI JOURNAL BEARING DENGAN PELUMAS SERUPA POMPA DARAH IMPLAN Michael Wijaya; Mohammad Tauviqirrahman; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permintaan penggunaan journal bearing untuk aplikasi dengan pembebanan dan kecepatan tinggi dibutuhkan dalam berbagai jenis industri sehingga pengembangan desain pada journal bearing perlu dilakukan untuk dapat meningkatan performa pelumasan didalamnya. Dalam meningkatkan performa tribologi, beragam metode telah diajukan para ilmuwan sehingga mendorong lahirnya pengembangan pada bearing yang diarahkan pada observasi slip, kavitasi, dan termal. Besarnya daya dukung beban dan kecilnya gesekan yang terjadi telah menjadi fokus utama penelitian sebelumnya. Namun hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah nilai viskositas yang timbul ketika panas dimasukkan dalam tinjauan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pada kondisi batas slip dapat memberikan peningkatan terhadap performa tribologi yang sangat signifikan serta dapat mengurangi peforma journal bearing. Tetapi kondisi batas slip dapat mempersempit wilayah kavitasi sehingga meningkatkan distribusi tekanan dibandingkan dengan bearing konvensional. Peninjauan kavitasi dan temperatur juga didapat menurunkan daya bearing, terkait dengan viskositas serta tekanan penguapan dari lubrikannya.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE (PCC) DARI LIMBAH EKSTRAKSI ASPAL BUTON MENGGUNAKAN PELARUT ASAM ASETAT (CH3COOH) DENGAN METODE KARBONASI Arvy Yudha Sadewa; Athanasius Priharyoto Bayuseno; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Precipitated calcium carbonate (PCC) merupakan salah satu sumber kalsium karbonat yang terkandung di alam. PCC mampu disintesis dengan bahan dasar yang mengandung kalsium karbonat di dalamnya, seperti limbah ekstraksi asbuton. Limbah ekstraksi asbuton merupakan produk sisa yang dihasilkan dari batuan aspal Buton yang dipisahkan kandungan bitumen dan mineralnya. Limbah ekstraksi asbuton memiliki potensi sebagai bahan baku pembuatan PCC sekaligus mengurangi pencemaran akibat limbah yang belum dimanfaatkan. Limbah ekstraksi asbuton diuji menggunakan XRF untuk mengetahui kandunan kalsium (Ca), dan menunjukkan bahwa kandungan Ca pada limbah asbuton sebesar 25.5%. Penelitian ini dilakukan untuk sintesis PCC menggunakan metode karbonasi berbahan dasar limbah asbuton dengan tiga variasi laju aliran gas CO2 yang berbeda. Hasil sintesis PCC limbah asbuton dikarakterisasi menggunakan XRD, FTIR, dan SEM untuk mengetahui derajat kristalinitas, morfologi, ukuran kristal, sturktur kristal, persentase kristalinitas, wavenumber, dan morfologi partikel PCC. Metodologi penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan metode eksperimen dan analisis data bersifat kuantitatif/statistic, dengan tujuan untuk menguji dan membuktikan landasar teori yang telah ditetapkan. Proses sintesis PCC dilakukan dengan mencampurkan limbah asbuton terkalsinasi dengan asam asetat (CH3COOH) dan ammonia (NH4OH) untuk mendapatkan kalsium hidroksida (Ca(OH)2). Ca(OH)2 dialiri dengan gas CO2 dengan variasi laju aliran gas 1, 1.5, dan 2 L/menit pada suhu ruangan (30°C). Hasil yang diperoleh menunjukkan persentase kristalinitas tertinggi dihasilkan pada variasi laju aliran 1 L/menit dengan persentase 99.4% vaterit. Massa produk tertinggi yang dihasilkan sebesar 12.65gram pada variasi laju aliran 2 L/menit, dan ukuran kristal paling kecil di antara ketiga variasi. Polimorf yang dihasilkan pada semua variasi adalah dominan vaterit dengan sedikit kalsit dan aragonit. Morfologi vaterit berbentuk bulat.
ANALISIS PENGARUH PERLAKUAN PANAS (HEAT TREATMENT) TERHADAP LAJU KOROSI PADA MATERIAL BAJA KARBON MENENGAH AISI 1045 PADA AIR LAUT Muhammad Ainus Sholikhin; Agus Suprihanto; Yusuf Umardani
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Logam baja merupakan material yang paling umum digunakan untuk memenuhi kebutuhan material pada bangunan dan kontruksi. Misalnya baja AISI 1045 yang memiliki harga murah dengan kualitas yang baik. Namun, semakin lama logam tersebut akan mengalami penurunan daya guna. Hal itu dikarenakan adanya pengaruh korosi. Untuk meperlambat fenomena korosi serta memberikan pengaruh pada sifat material sesuai yang diinginkan dapat dilakukan dengan memberikan perlakuan panas. Tujuan penelitian ini dilakukan, untuk mengetahui laju korosi pada material tanpa perlakuan panas dan material yang diberikan perlakuan panas dengan variasi annealing, normalizing, quenching dan tempering material AISI 1045 dengan elektrolit air laut. Metode yang digunakan dalam pengujian laju korosi adalah elektrokimia, sesuai standard ASTM G59-97 (2009). Dari hasil penelitian, nilai laju korosi tertinggi pada spesimen tanpa perlakuan panas yaitu 0.068461, 0.069042 dan 0,069597 (mmpy). Sedangkan nilai laju korosi terendah pada spesimen perlakuan panas annealing 0.012147, 0.014623 dan 0,017637 (mmpy). Ada dua hal yang mempengaruhi laju korosi, yang pertama tegangan dalam. Bila tegangan ini tidak dihilangkan, menyebabkan timbulnya stress corrosion cracking. Yang kedua, fasa pearlite. Pearlite memiliki susunan cementite dan ferrite. Ketika terhubung elekrolit kedua fasa tersebut akan mengalami korosi microgalvanik. Karena efek microgalvanik menyebabkan spesimen dengan fasa perlite lebih banyak akan lebih cepat terkorosi.
ANALISIS PENGARUH KEKAKUAN PEGAS SUSPENSI DAN RADIUS TIKUNGAN TERHADAP BODY ROLL PADA MOBIL Mush’ab Mush’ab; Ojo Kurdi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem suspensi kendaraan dibuat untuk meningkatkan kenyamanan penumpang dan keamanan berkendara, karena dapat mengurangi efek getaran, atau gaya akibat kondisi permukaan jalan yang dilalui dan dinamika kendaraan tersebut. Ketika kendaraan menikung, akan terjadi body roll karena pengaruh gaya sentrifugal yang menyebabkan perpindahan beban dari roda dalam tikungan menuju roda luar tikungan. Body roll berpengaruh terhadap stabilitas dan handling kendaraan. Penelitian ini berisi analisis pengaruh kekakuan pegas suspensi  dan radius tikungan terhadap body roll menggunakan software simulasi kendaraan Altair MotionView. Penelitian ini menggunakan parameter spring stiffness untuk menunjukkan kekakuan suspensi dengan variasi yang diterapkan adalah 59, 70, dam 78 N/mm. Sedangkan, variasi radius tikungan yang diterapkan adalah 15, 30, 45, 60, 75, dan 90 m dengan kecepatan yang diterapkan 20-40 km/jam. Referensi kendaraan yang digunakan adalah mobil Toyota 86 dengan menggunakan pemodelan full vehicle model atau pemodelan kendaraan utuh. Jenis analisis yang digunakan adalah Constant Radius Analysis dimana kendaraan disimulasikan melaju pada jalan yang melingkar dengan radius jalan konstan dengan adanya kenaikan kecepatan. Parameter hasil yang dianalisis adalah roll angle. Hasil yang didapatkan adalah semakin kaku pegas suspensi maka body roll semakin sedikit terjadi, serta semakin kecil radius tikungan, semakin besar body roll yang terjadi ditinjau dari seberapa besar roll angle yang terbentuk.
PEMBUATAN MESIN INJECTION MOLDING UNTUK MEMBUAT INSOLE SEPATU DARI MATERIAL KOMPOSIT SILICON RUBBER Satriyo Adhi Nugroho; Yusuf Umardani; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin injection molding adalah salah satu metode pembentukan paling signifikan dan rasional yang ada untuk memproses bahan plastik. Mesin injection molding memiliki tiga komponen dasar. Unit injeksi, cetakan dan sistem penjepit. Unit injeksi juga disebut plasticator, menyiapkan lelehan plastik yang tepat dan melalui unit injeksi mentransfer lelehan ke komponen berikutnya yaitu cetakan. Sistem penjepit menutup dan membuka cetakan. Mesin injection molding biasa digunakan untuk pembuatan produk berbahan dasar plastik, tetapi pada penelitian kali ini bahan dasar diganti menjadi komposit silicone rubber dan talc. Dikarenakan perbedaan sifat mekanik yang ada antara plastik dan silicone rubber, beberapa bagian mesin injection molding perlu diubah dan diperhatikan parameter yang memengaruhi alat ini. Parameter yang perlu diperhatikan adalah dimensi dari setiap bagian alat, suhu, tekanan, dan waktu. Komposit yang digunakan juga dilakukan pengujian yaitu pengujian densitas dan kekerasan, agar diketahui sifat mekanik yang cocok untuk pembuatan insole sepatu.
ANALISIS STABILITAS BELOK BUS LISTRIK MEDIUM DENGAN VARIASI KECEPATAN DAN KONDISI JALAN Rafi Ziyad Akbar; Ismoyo Haryanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bus listrik merupakan kendaraan yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi udara sehingga dapat mengurangi efek rumah kaca karena tidak menggunakan bahan bakar fosil sebaagai penggerak utamanya, dengan digerakkan dengan motor listrik menggunakan energi listrik yang disimpan pada baterai atau tempat penyimpanan energi, Bus listrik dapat menjadi solusi dari bertambahnya volume lalu lintas dan pencemaran udara di Indonesia. Bus yang merupakan transportasi massal, sudah seharusnya diperhatikan faktor keselamatan dan keamanannya. Kestabilan merupakan hal yang sangat penting sehingga harus diperhitungkan pada kendaraan agar dapat mengetahui batas batas perilaku arah kendaraan terutama saat kendaraan sedang melakukan gerakan belok. Gerakan belok akan menunjukkan nilai kritis kestabilan kendaraan yaitu oversteer dan understeer. Pentingnya faktor keselamatan dan keamanan bus, maka diperlukan analisis stabilitas pada bus. Analisis stabilitas dilakukan dengan variasi kecepatan, sudut belok, kemiringan melintang jalan, dan permukaan jalan. Analisis yang digunakan adalah dengan melakukan analisis slip, analisis skid, dan analisis guling. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini adalah bus listrik medium akan cenderung mengalami oversteer, hal ini juga ditunjukkan dengan sudut slip roda depan lebih kecil dari sudut slip roda belakang, batas kecepatan skid roda depan lebih besar dari batas kecepatan skid roda belakang, batas kecepatan guling roda depan lebih besar dari batas kecepatan guling roda belakang.
RANCANG BANGUN MAGNETIC TRAP MENGGUNAKAN CYLINDER NEODYMIUM MAGNET TIPE N-42 PADA PROSES PENGGILINGAN PADI Mas Frillian Gerry Hutama Ajie; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggilingan padi merupakan tahap yang sangat penting, karena terdapat titik temu antara produksi, pasca panen, pengolahan dan pemasaran beras, sehingga penggilingan padi merupakan suatu proses yang sangat penting dalam memberikan kontribusi dalam penyediaan beras, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Masalah prioritas yang ada di UD. Sumber Makmur adalah mutu kualitas beras dan kerusakan alat grinding atau pemecah kulit pada mesin penggiling. Komponen yang sering mengalami kerusakan karena material asing berupa kerikil, paku, baut dan lain. Pada penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan mutu kualitas beras yang lebih baik dan mencegah kerusakan alat grinding atau pemecah kulit pada mesin penggiling dengan menambahkan model desain magnetic trap pada bagian hopper dan outlet pada mesin penggiling padi. Hasil penelitian didapatkan magnetic trap dengan menggunakan  2 neodymium magnet tipe N42 berbentuk cylinder berukuran 200mm x 25mm pada hopper dan 6 neodymium magnet tipe N42 berbentuk coin berukuran 5mm x 25mm pada outlet tanpa mengurangi laju aliran gabah, dengan kekuatan maksimum pembebanan  200 kg pada hopper dan 100 kg outlet serta memiliki efektivitas 95,86 % pada hopper dan 82,61% pada outlet.
ANALISIS KEKUATAN FATIGUE SENSOR FIBER OPTIK DIPENGARUHI OLEH GETARAN MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Nurgalih Prasetiya; Ojo Kurdi; Ismoyo Haryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiber Optik memiliki peran yang sangat penting terutama dalam bidang telekomunikasi dikarenakan fiber optik dapat mentransmisikan informasi volume besar dengan kecepatan cahaya serta memiliki ketelitian yang tinggi dibandingkan dengan teknologi lain. Namun dalam pengaplikasiannya, sensor fiber optic juga akan menerima impact dari pembebanan yang dibaca atau diukur dikarenakan fiber optik yang dijadikan sensor akan berkontak secara dekat dengan objek yang diamati atau diukur, sehingga akibatnya sensor fiber optic berpotensi mengalami fatigue. objek yang terus menerus terkena stress atau mengalami deformasi atau menerima beban repetitive (berulang) dalam periode waktu yang cukup panjang pada prosesnya akan  memunculkan suatu crack retakan. Salah satu penyebab terjadi fatigue pada fiber optik adalah adanya getaran. Dalam penelitian kali ini, fiber optik yang diteliti yaitu fiber optik yang digunakan pada rel kereta api untuk memantau getaran yang terjadi. Getaran yang terjadi pada rel kereta sangat berpengaruh pada kenyamanan kereta itu sendiri. Dengan melakukan analisis faitgue pada fiber optik di rel kereta, diharapkan dapat diketahui masa hidup dari fiber optik tersebut. Untuk menganalisis hal tersebut, maka digunakan meteode elemen hingga. Metode elemen hingga merupakan metode numerik yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan getaran mekanis dan struktural yang komplek.
PENENTUAN JARAK EFEKTIF MENGGUNAKAN SENSOR PING UNTUK PENGUKURAN LEBAR RETAK PADA BANGUNAN BERMATERIAL BETON Miko Palti Situmorang; Ismoyo Haryanto; Munadi Munadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kerusakan yang sering terjadi pada beton adalah retak. Retak yang kecil dapat menjadi besar dan jika dibiarkan dalam waktu lama, akan mengakibatkan berbagai kerusakan, dan kerugian. Saat ini terdapat metode pemeriksaan retak secara manual untuk mengurangi resiko kerusakan. Cara ini bekerja baik, tetapi terkadang tidak efisien dalam hal waktu, biaya, hasil pengukuran, dan keselamatan pemeriksa. Saat ini seiring dengan berkembangnya zaman terdapat teknologi segmentasi citra yang memungkinkan untuk mengidentifikasi suatu objek dari objek lainnya dalam suatu gambar. Kemudian terdapat juga teknologi UAV yang memiliki kemampuan mobilitas yang tinggi dalam waktu yang cepat. Jika kedua teknologi tersebut digabungkan, maka menjadi sistem UAV sebagai alternatif untuk identifikasi dan pengukuran lebar retakan. Salah satu parameter yang paling penting dalam perhitungan lebar retak secara otomatis adalah jarak kerja. Jarak kerja merupakan salah satu parameter dari persamaan Camera Pinhole sehingga diperoleh ukuran lebar retak dalam metris (mm). Jarak kerja dihitung menggunakan sensor ultrasonik PING Parallax. Sensor Ping Parallax dipasang pada sebuah sistem UAV, dan diuji pengukurannya sebanyak 2 kali untuk mendapatkan jarak efektif pengambilan data. Dari Pengujian yang dilakukan, diperoleh jarak efektif sebesar 99,012mm. Sehingga jarak tersebut dapat dijadikan referensi nilai untuk perhitungan retakan pada material beton menggunakan sistem UAV.
ANALISIS PENGARUH KECEPATAN PUTARAN PADA PELUMASAN ELASTOHYDRODYNAMIC MULTISTEP JOURNAL BEARING MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS DAN FLUID-STRUCTURE INTERACTION Yusuf Muhammad Rizki; Muchammad Muchammad; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Journal bearing merupakan sebuah elemen mesin yang digunakan untuk menjaga poros (shaft) agar selalu berputar terhadap sumbunya. Meningkatnya permintaan untuk aplikasi journal bearing pada mesin-mesin berkecepatan tinggi yang efisien dan ekonomis mengakibatkan perlunya peningkatan terhadap performa tribologi journal bearing. Untuk itu, dilakukan penelitian menggunakan fluida Newtonian dengan variasi geometri multistep journal bearing pada berbagai kecepatan putar. Analisis dilakukan menggunakan journal bearing permodelan 3D Computational Fluid Dynamics (CFD) – Fluid Solid Interaction (FSI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian tekstur multistep journal bearing berpengaruh terhadap performa tribology journal bearing. Selain itu, perubahan nilai kecepatan putar pada poros yang digunakan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap performa tribologi dari pelumasan journal bearing.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue