cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PEMODELAN DAN ANALISIS STATIK PADA CURVED BEAM FUNCTIONALLY GRADED MATERIALS (FGM) MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA (FEM) Irvany Dwi Prasetyo; Ismoyo Haryanto; Sri Nugroho
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Material komposit telah banyak digunakan dalam aplikasi industri.  Material komposit ini memiliki keterbatasan seperti delaminasi (kerusakan kritis). Untuk mengatasi kekuranagn tersebut, maka dibuatlah kelas baru material komposit maju yang dikenal sebagai Functionally Graded Materials (FGM). Curved beams adalah bentuk beam yang melengkung yang banyak digunakan dalam aplikasi industri. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memodelkan FGM dengan bantuan software dan mengetahui distribusi sifat material, tegangan, dan deformasi dari curved beams FGM dengan beberapa variasi yang ditentukan. Dalam penelitian ini curved beam FGM dimodelkan menggunakan software Comsol Multiphysics 6.0 dengan menggunakan material ceramic dan metal. Beban diberikan di ujung curved beam dengan beban geser F = 50 kN dan dengan kondisi batas fixed-free end. Analisis statik menggunakan metode elemen hingga telah dilakukan dengan memvariasikan beberapa parameter seperti, arah gradasi, skema gradasi, dan nilai gradient indexs parameter. Dari hasil penelitiam ini menunjukkan bahwa arah gradasi radial, arah gradasi tangential, arah gradasi radial & tangential memiliki distribusi young modulus, tegangan (radial & tangential) dan defleksi (radial & tangential) yang berbeda-beda. Arah gradasi radial sangat mempengaruhi tegangan dan defleksi curved beam dibanding variasi arah gradasi lainnya. Skema gradasi Power-Law Function, Exponential I-Law Function, Exponential II-Law Function, Sinusoidal I-Law Function, Sinudoidal I-Law Function memiliki distribusi young modulus, tegangan (radial & tangential) dan defleksi (radial & tangential) yang nilainya berbeda-beda. Skema gradasi dengan fungsi Power-Law memiliki kekuatan material tertinggi dibanding skema gradasi lainnya. Nilai gradient indexs parameter akan mempengaruhi distribusi tegangan (radial & tangential) dan defleksi (radial & tangential) dalam curved beam. Dengan mengatur nilai gradient indexs parameter yang diinginkan akan terjadi perbedaan baik itu tegangan (radial & tangential) dan juga defleksi/perpindahan (radial & tangential) dengan material penyusunnya, namun perbedaan tersebut masih diantara tegangan (radial & tangential) dan juga defleksi/perpindahan (radial & tangential) material-material penyusunnya.
PERANCANGAN SISTEM WIRELESS SENSOR NETWORK (WSN) UNTUK MONITORING TEMPERATUR, KELEMBABAN, DAN KADAR AMONIA PADA KANDANG AYAM MODEL CLOSED-HOUSE Eden Wawi Putra; Munadi Munadi; Joga Dharma Setiawan
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem untuk monitoring dan akuisisi data pada peternakan ayam broiler sangat diperlukan dalam menjaga kondisi lingkungan yang sesuai di dalam kandang. Sistem monitoring berbasis kabel cenderung sulit dalam pemasangan instalasi dan maintenance. Oleh karena itu dikembangkan sistem WSN yang berfungsi menangani permasalahan dalam monitoring dan akuisisi data pada kandang ayam broiler closed-house berbasis kabel. Pada Tugas Akhir ini dirancang sistem Wireless Sensor Network (WSN) untuk monitoring temperatur, kelembaban, dan kadar amonia pada kandang ayam model closed-house. Pada penelitian ini, sistem WSN terdiri dari lima sensor node yang menggunakan lima sensor DHT22, satu sensor MQ-137, Arduino Nano Atmega328 sebagai mikrokontroler, dan LoRa SX1278 sebagai transceiver. Pada sink node digunakan Arduino Mega2560 sebagai mikrokontroler, LoRa SX1278 sebagai tranceiver, dan Nextion HMI TFT LCD untuk menampilkan hasil monitoring. Pengujian validasi sensor DHT22 menunjukkan error relatif temperatur dan kelembaban secara berturut turut, sensor 1 (0.4% dan 9.4%), sensor 2 (0.3% dan 9.4%), sensor 3 (1.2% dan 5.1%), sensor 4 (1.5% dan 4.7%), sensor 5 (1.3% dan 6.7%). Hasil kalibrasi dan validasi sensor MQ-137 menunjukkan error relatif sebesar 1.1%. Hasil pengujian sistem jarak menunjukkan bahwa sistem dapat beroperasi optimal hingga jarak 120 meter. Hasil pengujian sistem WSN menunjukkan bahwa monitoring temperatur, kelembaban, dan kadar amonia pada kandang ayam broiler closed-house dapat dilakukan dengan baik melalui HMI TFT LCD.
ANALISIS PENGARUH TEKSTUR PERMUKAAN BERUPA SQUARE DIMPLE PADA KOMPONEN FEMORAL HEAD TERHADAP PERFORMA ARTIFICIAL HIP JOINT PADA GERAKAN MEMBUNGKUK DENGAN METODE TWO-WAY FLUID STRUCTURE INTERACTION (FSI) Gerardus Alvin Kalbuadhi; Mohammad Tauviqirrahman; Jamari Jamari
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Articificial hip joint adalah salah satu prosedur penggantian kerusakan pada sendi panggul yang umum digunakan pada bidang klinis. Salah satu pengembangan model AHJ Universitas Diponegoro adalah mampu digunakan dalam gerakan membungkuk. Meski demikian pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan berbagai pendekatan dalam mengoptimalkan model pada gerakan membungkuk. Penelitian ini membahas pengaruh variasi penambahan tekstur dimple pada permukaan komponen femoral head dan inner liner pada komponen femoral head. Variasi tekstur permukaan dilakukan dengan memodifikasi geometri model yang dapat mempengaruhi tekanan hidrodinamis yang tersedia pada pelumas dalam kondisi pembebanan membungkuk. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode two-way Fluid-Structure Interaction (FSI) untuk mengakomodir fenomena penggunaan aktual. Variasi tekstur dimple yang dianalisa adalah tekstur femoral head dan tekstur inner liner. Data hasil analisis diperoleh nilai tekanan hidrodinamis dan tegangan von-mises pada inner liner dan femoral head.
PENGARUH VARIASI PERSENTASE BINDER KAOLIN TERHADAP SIFAT MEKANIK KATALIS ZEOLIT ALAM Tri Rizqi Prihadi; Norman Iskandar; Sulardjaka Sulardjaka
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber bahan bakar minyak bumi yang digunakan sebagai sumber energi saat ini semakin menipis, salah satu jenis energi terbarukan dari bahan bakar nabati yang dapat menggantikan bahan bakar minyak solar yaitu biodiesel. Batuan zeolit alam dapat dimanfaatkan sebagai katalis untuk mempercepat produksi biodiesel, pellet katalis zeolit alam yang akan dibuat perlu ditambahkan bahan pengikat atau binder agar pellet tersebut tidak mudah hancur. Maka, pada pengujian ini peneliti menganalisis pengaruh dari persentase binder kaolin terhadap sifat mekanik katalis zeolit alam dalam hal ini adalah kuat tekan maksimal dan laju kelarutan dari pellet katalis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen laboratorium yang meliputi dua tahap. Tahap pertama dilakukan pembuatan pellet katalis berbahan dasar zeolit alam dengan binder kaolin. Pada tahap kedua dilakukan pengujian terhadap pellet katalis dengan mencari nilai uji kuat tekan dan uji larut. Hasil pengujian kompresi dengan nilai rata – rata kekuatan tekan pada persentase binder 40% lebih tinggi dibandingkan dengan persentase binder 20% dan 30% dengan nilai 3,223 MPa, kemudian pada pengujian waktu larut persentase binder 40% lebih rendah dibandingkan dengan persentase binder 20% dan 30% dengan nilai 0,00269 gram/menit. Sehingga dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi persentase binder yang digunakan dalam produksi pellet katalis maka semakin tinggi kuat tekan yang dapat diterima pellet katalis dan semakin rendah nilai laju larutnya sehingga pellet katalis memiliki ketahanan yang lebih tinggi terhadap kelarutan dalam cairan.
ANALISIS PENGARUH DIMENSI FRONT LOWER CONTROL ARM TERHADAP STATIC RIDE PADA SUSPENSI DEPAN DOUBLE WISHBONE Neil Zefanya Yohanes; Toni Prahasto; Djoeli Satrijo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kendaraan roda empat mementingkan kenyamanan berkendara. Kondisi geometri yang ideal dibutuhkan untuk mencapai kenyamanan berkendara tersebut dengan cara mensetting komponen komponen suspensi pada mobil. Suspensi merupakan salah satu bagian yang memegang peran penting dalam memperoleh kenyamanan berkendara. Suspensi menghubungkan body kendaraan dengan roda kendaraan agar memastikan roda tetap berkontak dengan jalan. Dengan adanya suspensi getaran dan goncangan akibat jalan yang tidak rata dapat teredam. Suspensi depan lah yang pertama kali menerima kejutan dari permukaan jalan. Jika pengaturan pada lengan suspensi tidak ideal maka akan menyebabkan perubahan perubahan pada geometri suspensi seperti caster, camber, toe ,dan lainnya. Dalam merancang suatu suspensi kendaraan agar berkerja secara maksimal dibutuhkan penyesuaian Lower control arm yang baik agar terhindar dari permasalahan pada suspensi. Perubahan lower control arm dapat merubah banyak geometri suspensi sehingga menyebabkan kejadian yang berbeda beda. Pada penelitian ini dilakukan guna mengetahui perubahan apa saja yang dapat disebabkan lower control arm terhadap pengujian static ride pada suspensi double wishbone. Model kendaraan acuan yang digunakan pada penelitian ini adalah mobil Innova generasi pertama dengan memvariasikan 5 pengujian yaitu lower control arm pertama sebagai geometri acuan lalu memvariasikan 4 kondisi lagi seperti saat lengan lebih pendek dan lebih panjang lalu lengan lebih ke arah kiri dan kanan dengan software Altair Motion view. Parameter yang ingin didapatkan adalah kondisi ketika roda dalam keadaan naik dan turun serta geometri seperti caster, camber, toe dan lainnya. Model terbaik pada variasi adalah model 5 yaitu saat lower control arm lebih panjang dikarenakan mobil Innova dengan suspensi double wishbone dan juga termasuk RWD lebih mengutamakan kestabilan kendaraan.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI PRECIPITATED CALCIUM CARBONATE (PCC) BERBAHAN LIMBAH ASBUTON Hanif Nur Kholid; Athanasius Priharyoto Bayuseno; Rifky Ismail
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Precipitated Calcium Carbonate (PCC) termasuk dalam salah satu jenis biokeramik yang dapat dibuat dengan bahan baku alami seperti limbah asbuton.Bahan baku dari limbah asbuton ini memiliki potensi untuk dimanfaatkan menjadi precipitated calcium carbonate karena kandungan kalsium yang lumayan tinggi. Menggunakan bahan baku limbah asbuton dapat menguntungkan, karena ketersediaannya yang melimpah dan belum termanfaatkan. Penggunaan limbah limbah aspal buton ini dapat mengurangi potensi limbah limbah aspal buton dan memanfaatkan potensi lokal limbah aspal buton yang masih belum termanfaatkan secara optimal. Berdasarkan hasil pengujian XRF limbah aspal buton memiliki kandungan kalsium sebesar 25% sehingga dapat digunakan sebagai bahan sintesis precipitated calcium carbonate. Penelitian ini bertujuan untuk sintesis PCC menggunakan metode karbonasi berbahan limbah aspal buton dengan tiga variasi laju aliran CO2 yang berbeda dan karakterisasi menggunakan XRD, FTIR, dan SEM. Metodologi penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan metode eksperimen dan analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji dan membuktikan landasan teori yang telah ditetapkan. Proses sintesis PCC dilakukan dengan mancampur limbah aspal buton terkalsinasi (Ca(OH)2), HNO3 2M, dan ammonia (NH4OH) dengan variasi laju aliran CO2 sebesar 1,5, 3, dan 4,5 liter/menit pada suhu ruang. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukan bahwa sintesis PCC pada laju 3 L/min merupakan  PCC terbaik karena menghasilkan massa paling optimal, pH yang sesuai dengan material safety data sheet CaCO3, struktur kristal triklinik, morfologi berbentuk bulat yang menandakan fasa dominan vaterite.
PERANCANGAN DESAIN CETAKAN INJECTION MOLDING UNTUK PEMBUATAN INSOLE SEPATU BERBAHAN SILICONE RUBBER Muhammad Iqbal; Yusuf Umardani; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepatu merupakan salah satu kebutuhan manusia yang berguna untuk melindungi kaki. Selain itu, kegunaan sepatu saat ini disesuaikan dengan aktifitas yang dilakukan seperti acara formal, olahraga hingga peningkat gaya hidup. Sepatu memiliki variasi dari bahan yang baik sampai bahan yang jelek. Saat kita memilih sepatu, kebanyakan dari kita memilih model dan kenyamanannya. Oleh karena itu bahan pembuatan sepatu dititik beratkan pada sifat-sifat untuk bagian atas, sol dalam dan sol luar yang berhubungan dengan kenyaman dalam pemakaian. Saat manusia berdiri tegak, ke dua telapak kaki bagian belakang menanggung beban 60% dari berat tubuh. Saat berjalan dan tumit menghentak di landasan beban satu kaki di area tumit bisa mencapai 70% dari berat tubuh. Sehingga dibutuhkan suatu insole sepatu untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat cetakan insole sepatu berbahan dasar alumunium, serta mencetak insole sepatu dan meneliti hasil cetakan insole sepatu. Proses perancangan cetakan menggunakan software Solidwork, dilanjutkan dengan proses CAM / pembuatan G code menggunakan software Rhinoceros 6. Proses permesinan yang digunakan dalam pembuatan cetakan insole sepatu adalah Non-konvensional permesinan yaitu dengan mesin CNC (Computerized Numerical Control). Proses permesinan yang dilakukan adalah proses milling untuk pembuatan contour dari insole sepatu pada cetakan alumunium. Variasi komposisi talc yaitu 10% dan 25%. Hasil cetakan insole sepatu menggunakan cetakan berbahan dasar alumunium secara akurasi dimensi , pada cetakan kaki kiri memiliki akurasi dimensi terbesar 0,19% dan yang terkecil yaitu 2,23%. Sedangkan pada cetakan kaki kanan memiliki akurasi dimensi terbesar yaitu 0,557% dan yang terkecil yaitu 2,08%. Kemudian secara organoleptis menurut SNI 12-0172-200 tentang Sepatu Kanvas Untuk Umum, sudah memenuhi persyaratan, yakni bagian atas atau permukaan sol tidak boleh cacat berupa lepuh, sobek, dan warna tidak merata.
ANALISIS STRUKTUR CHASSIS SEMI-MONOCOQUE BUS LISTRIK MEDIUM DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Ignatius Devin Gunawan; Ismoyo Haryanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kendaraan, khususnya kendaraan listrik di Indonesia diatur dalam Peraturan Presiden No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Regulasi ini ditujukan untuk meningkatkan penggunaan kendaraan berbasis baterai (listrik) sebagai alat transportasi umum ataupun pribadi. Pada pengembangan bus listrik ukuran medium ini dibutuhkan sebuah rangka chassis yang berfungsi sebagai penopang semua beban kendaraan. Chassis harus memiliki kekuatan untuk menahan beban dan dapat mendistribusikan beban yang baik, serta harus cukup kaku untuk menahan kejutan, twist, getaran dan tekanan lainnya. Oleh karenanya tegangan maksimum, derformasi, dan kekakuan torsional merupakan kriteria penting untuk desain chassis. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui model pembebanan dan constrain yang bekerja pada chassis semi-monocoque, mengetahui nilai tegangan, deformasi, dan safety factor dari chassis semi-monocoque yang dirancang terhadap pembebanan vertikal dan lateral, serta mengetahui nilai kekakuan torsional chassis semi-monocoque dalam menahan beban torsi. Pembebanan vertikal berasal dari gaya normal keseluruhan komponen yang ditopang chassis bus. Pembebanan lateral berasal dari gaya normal dan gaya sentrifugal yang dialami bus ketika berbelok dengan kecepatan dan radius belok ackerman tertentu. Pembebanan torsional berdasarkan distribusi gaya yang diterima pada bagian depan dan belakang suspensi bus listrik untuk menentukan nilai front torsional stiffness dan rear torsional stiffness. Bus listrik medium menggunakan 2 material penyusun struktur chassis, yaitu SS 201 dan SPA-H dengan variasi ketebalan 1 mm – 8 mm. Simulasi dilakukan menggunakan software ANSYS Workbench 2021 R2. Analisa pembebanan vertikal menunjukan chassis semi-monocoque mengalami distribusi tegangan sebesar 126,36 MPa, deformasi total sebesar 2,472 mm, deformasi arah Z terbesar pada 2,044 mm, dan safety factor 2,31. Analisa pembebanan lateral dengan variasi kecepatan dan radius belok ideal dalam menghadapi beban lateral terbesar senilai 13394,364 N dengan kecepatan sebesar 5,55 m/s dan radius belok 15 m, menunjukan bahwa chassis mengalami distribusi tegangan maksimal 136,04 Mpa, deformasi total 2,199 mm, dan safety factor sebesar 2,146.  Analisa pembebanan torsional menghasilkan nilai front torsional stiffness sebesar 11,589 kNm/deg dan rear torsional stiffness sebesar 6,525 kNm/deg. Berdasarkan keseluruhan analisa, chassis semi-monocoque bus listrik medium dinyatakan tergolong aman untuk digunakan.
KARAKTERISASI PELET BIOMASSA BERBAHAN COCOPEAT SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Saka Aji; Muchammad Muchammad; Norman Iskandar
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan energi primer dari bahan bakar fosil dapat menimbulkan beberapa permasalahan diantaranya meningkatnya emisi gas buang sehingga efek gas rumah kaca akan meningkat sehingga dapat mempengaruhi perubahan iklim yang ekstrim. Solusi yang mungkin untuk permasalahan lingkungan ini adalah kebutuhan bahan baku terbarukan lainnya, seperti biomassa dari tanaman. Biopelet adalah jenis bahan bakar padat berbasis limbah biomassa dengan ukuran lebih kecil dari ukuran briket. Potensi sumber daya biomassa di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku biopelet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pelet biomassa yang diproduksi menggunakan bahan baku cocopeat agar memenuhi standar SNI. Komposisi campuran material yang digunakan yaitu cocopeat, tepung tapioka, dan air. Karakteristik biopelet berbahan cocopeat diperoleh densitas 0,5 g/cm³, kadar air 11,92%, kadar zat terbang 57,13%, kadar abu 4,64, kadar karbon terikat 26,31%, nilai kalor 4758,73 kal/g.
ANALISIS ELASTOHYDRODYNAMIC PENGARUH PEMBERIAN TEKSTUR MULTISTEP DENGAN MATERIAL LOGAM TERHADAP PERFORMA TRIBOLOGY JOURNAL BEARING MENGGUNAKAN METODE COMPUTATIONAL FLUID DYNAMICS DAN FLUID-STRUCTURE INTERACTION Defi Fatmawati; Muchammad Muchammad; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bearing digunakan untuk mencegah gesekan antar bagian selama gerakan relatif. Fungsi utama bearing adalah untuk membawa beban antara rotor dan kasing dengan keausan sesedikit mungkin. Dalam industri, penggunaan journal bearing dikhususkan untuk memutar mesin baik kecepatan rendah maupun tinggi. Multistep journal bearing adalah model tekstur yang sederhana dibanding dengan tekstur yang lainnya. Bila dibandingkan dengan pemberian micro-texture yang memerlukan banyak lekukan yang rapat, model ini lebih sederhana karena hanya terdiri dari sedikit lekukan akan tetapi dengan radius yang lebih panjang dapat meningkatkan kemampuan menyimpan fluida pelumas untuk bearing. Pada penelitian ini akan dilakukan analisis elastohydrodynamic pengaruh pemberian tekstur multistep terhadap performa tribology journal bearing dengan menggunakan metode Computational Fluid Dynamics (CFD) dan Fluid Structure Interaction (FSI). Pada variasi pemodelan tinggi geometri multistep journal bearing akan menurunkan nilai average dB, pada parameter load carrying capacity hasil yang didapat dimana smooth journal bearing memiliki nilai LCC paling tinggi, dan dengan penambahan multistep pada journal bearing akan menurunkan friction force.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue