cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
JURNAL TEKNIK MESIN
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PERANCANGAN ALAT PENGECORAN LOGAM METODE EXPANDED POLYSTYRENE DENGAN BENTUK V-BELT PULLEY TYPE B Bona Frans Willy Simamora; Yusuf Umardani; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polistirena adalah polimer organik sintetis serbaguna dengan rumus kimia (C8H8)n. Ini bisa berupa plastik serbaguna yang digunakan untuk membuat berbagai macam produk konsumen. Sebagai plastik keras dan padat, sering digunakan dalam produk yang membutuhkan kejernihan, seperti kemasan makanan dan peralatan laboratorium. Polistirena secara kimia tahan terhadap asam dan basa, tetapi mudah larut oleh banyak pelarut hidrokarbon terklorinasi dan aromatik. Ketika dikombinasikan dengan berbagai pewarna, aditif atau plastik lainnya, polistirena digunakan untuk membuat peralatan, elektronik, suku cadang mobil, mainan, pot dan peralatan berkebun dan banyak lagi. Dewasa ini perkembangan industri pengecoran logam semakin berkembang pesat, banyak metode yang digunakan dalam proses pengecoran logam, semakin banyak permintaan di pasaran untuk memproduksi benda – benda cor yang memiliki tingkat kerumitan tinggi. Kondisi ini mendorong industri pengecoran logam untuk mengembangkan teknologi dalam proses pengecoran. Permintaan dipasaran untuk benda – benda cor yang memiliki kerumitan tinggi membutuhkan cetakan yang khusus, maka dari itu perlu pengembangan dalam pembuatan cetakan, salah satunya adalah penggunaan Styrofoam untuk pola cetakan. Pengecoran expanded polystyrene merupakan salah satu jenis pengecoran yang menggunakan bahan Styrofoam sebagai bahan untuk membuat pola cetakan yang di tanam dalam pasir dan menjadi cetakan. Pada saat logam cair di masukkan ke dalam pasir dan menjadi cetakan. Pada saat logam cair dimasukkan ke dalam cetakan Styrofoam akan mencair dan menguap sehingga tempat itu akan di isi cairan logam.
ANALISIS ELEMEN HINGGA KARAKTERISTIK SUHU SOLID DISC BRAKE MOBIL Tian Setiazi; Mohammad Tauviqirrahman; Muchammad Muchammad
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan atau memberhentikan laju kendaraan. Salah satu bagian penting dalam rem adalah disc brake. Pada saat proses pengereman disk brake akan mengalami kenaikan temperatur karena adanya transfer energi dari energi kinetik berupa laju kendaraan menjadi energi termal. Panas pada disc brake ini selanjutnya harus dibuang ke lingkungan untuk mengindari kerusakan disc brake atau bagian lainnya. Pembuangan panas yang efektif sangat menunjang performa pengereman yang baik. Dalam penelitian ini akan dilakukan analisis performa termal solid disc brake mobil untuk melihat temperatur maksimum pada setiap model dengan menggunakan ANSYS. Variasi material juga digunakan untuk melihat performa termal dari disc brake. Material yang digunakan adalah gray cast iron, stainless steel 420 dan carbon ceramic. Hasil analisis ini menunjukan bahwa solid disc brake material gray cast iron memiliki temperatur maksimal paling kecil.
SISTEM PEREDAM EFEK GELOMBANG LAUT PADA INSTALASI UNDERWATER CAMERA DI POINT ABSORBER Rifka Hana Indraswari; Joga Dharma Setiawan; Toni Prahasto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara dengan wilayah laut yang luas dan mempunyai sumber daya alam (SDA) berupa terumbu karang yang melimpah. Terumbu karang perlu dijaga kelestariannya, salah satunya dengan melakukan pemantauan menggunakan underwater camera yang dipasangkan pada wahana laut, yang dalam hal ini menggunakan point absorber. Komponen berupa pegas tekan ditambahkan dalam struktur prototipe point absorber ini. Pegas tekan yang telah didesain sesuai formulasi rumus, kemudian divalidasi nilai kekakuannya dengan pengujian. Bagian utama point absorber terdiri atas: buoy, spar, dan heave plate. Dalam aplikasi dengan tujuan peredaman underwater camera ini, bagian yang terhubung langsung dengan underwater camera adalah heave plate. Pengujian dilakukan dengan memasangkan setup uji heave plate 2 variasi ukuran dan menggunakan wave simulator. Wave simulator memberikan masukan berupa amplitudo dan frekuensi osilasi. Pengujian ini menggunakan kontainer air berukuran panjang lebar tinggi sebesar 53 cm x 38 cm x 33 cm. Sensor kedalaman digunakan untuk membaca posisi heave plate. Dari hasil pengujian heave plate diameter 22 cm, pada amplitudo input 4 cm heave plate mulai teredam pada frekuensi 0,4 Hz. Pada amplitudo input 3 cm dan 2 cm, heave plate mulai teredam pada frekuensi 0,5 Hz. Pada amplitudo input 1 cm, heave plate mulai teredam pada frekuensi 0,6 Hz. Pada amplitudo input 0,5 cm, heave plate mulai teredam pada frekuensi 0,3 Hz. Dari hasil pengujian heave plate diameter 33 cm, pada amplitudo input 4 cm, 3 cm, 2 cm, dan 1 cm, heave plate mulai teredam pada frekuensi 0,3 Hz. Dan pada amplitudo input 0,5 cm, heave plate mulai teredam pada frekuensi 0,4 Hz.
PENGARUH DISSOLVED OXYGEN (DO) TERHADAP LAJU KOROSI STAINLESS STEEL 304 PADA LARUTAN NaCl 0,1 M Reihan Rahmadi; Agus Suprihanto; Gunawan Dwi Haryadi
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stainless steel 304 merupakan paduan baja austenitik yang mengandung lebih dari 18% Cr dan 8% Ni. Stainless steel 304 memiliki kemampuan kombinasi kekuatan luluh rendah dengan perpanjangan tinggi, ketahanan korosi yang sangat tinggi, dan berfungsi baik pada suhu tinggi [1]. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh dissolve oxygen (DO) terhadap laju korosi stainless steel 304 pada larutan natrium klorida 0,1 M, dan menentukan apakah material stainless steel 304 merupakan material yang tahan terhadap laju korosi larutan natrium klorida 0,1 M. Penelitian dengan tentang pengaruh dissolve oxygen (DO) terhadap laju korosi stainless steel 304 dalam larutan natrium klorida 0,1 M terdiri dari 5 (lima) tahapan. Pertama, membuat 12 spesimen uji yang dilakukan untuk 4 variasi. Kedua, variasi waktu pemberian gelembung oksigen pada larutan NaCl 0,1 M. Ketiga, pengujian surface roughness. Keempat, membandingkan hasil foto makrostruktur untuk melihat permukaan yang akan sebelum dan setelah pengujian korosi. Kelima, pengujian korosi dengan metode Potensiostat. Hasil pengujian laju korosi pada stainless steel 304 dalam larutan elektrolit NaCl 0,1 M dengan 4 (empat) variasi waktu pemberian gelembung oksigen selama 0-7 menit menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai DO maka laju korosi semakin meningkat, dengan laju korosi terbesar diperoleh pada pemberian gelembung oksigen selama 7 menit dengan konsentrasi DO sebesar 5,570 ppm dan nilai laju korosi 0,010085333 mmpy. Stainless steel 304 merupakan baja yang tahan korosi, sesuai dengan hasil yang ditunjukkan pada pengujian makrostruktur, korosi yang terjadi pada stainless steel 304 sangat sedikit.
PEMBUATAN ELEKTRODA GRAFIT BERPORI UNTUK PROSES ELEKTROLISIS Irfan Aryo Wibowo; Sulistyo Sulistyo; Agus Suprihanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan utama dalam pemenuhan kebutuhan energi adalah besarnya permintaan energi global. Sebagian besar kebutuhan energi dipasok oleh bahan bakar fosil, tetapi bahan – bahan ini pasokannya sangat terbatas. Hidrogen merupakan salah satu energi terbarukan, namun hidrogen yang terdapat di alam bukan dalam betuk unsur bebas sehingga harus diolah terlebih dahulu. Salah satu cara untuk mendapatkan hidrogen adalah melalui proses elektrolisis. Salah satu komponen elektrolisis adalah elektroda. Efektivitas elektroda tergantung pada luas permukaan, struktur pori, dan distribusi pori. Pada paper kali ini membahas tentang proses pembuatan elektroda berpori. Proses pembuatan elektroda berpori dilakukan dengan mencampurkan binder berupa polyvinyl alcohol (PVA) sebesar 4% dari berat total serbuk grafit, lalu dicampur menggunakan magnetic stirer agar campuran serbuk menjadi homogen. Setelah itu campuran serbuk dimasukkan ke dalam cetakan yang berbentuk silinder. Variasi tekanan yang diberikan saat kompaksi sebesar 50 MPa, 75 MPa, dan 100 MPa. Kemudian dilakukan proses sintering dengan suhu 1200°C, laju pemanasan 5°C/menit, dan holding time selama 1 jam. Nilai porositas elektroda grafit dengan tekanan kompaksi 50 MPa adalah 16,88%, elektroda grafit dengan tekanan kompaksi 75 MPa adalah 11,91%, dan elektroda grafit dengan tekanan kompaksi 100 MPa memiliki nilai porositas sebesar 5,58%.
EFEK TEBAL BLADE PADA ALIRAN MELALUI SAVONIUS HYDROKINETIC TURBINE DENGAN DUA SEMICIRCULAR BLADE Ahmad Karis Zaeni; Khoiri Rozi; Bambang Yunianto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Turbin Savonius adalah jenis turbin tekanan dinamis vertikal yang mengubah energi kinetik aliran menjadi energi mekanik. Keuntungan dari turbin ini adalah kesederhanaan dan lokasi aliran rendah. Studi ini mengeksplorasi beberapa aspek parameter kinerja untuk mempelajari dan memahami karakteristik aliran melalui sudu turbin. Dalam penelitian ini, kami menguji model turbin Savonius dengan dua bilah setengah lingkaran. Perangkat lunak ANSYS Fluent 20.2 dan model turbulensi k-ω SST digunakan untuk mensimulasikan efek dari variasi ketebalan blade dan rasio kecepatan ujung (TSR). Perputaran sudu turbin diwujudkan dengan teknologi sliding body. Sebagai hasil dari penelitian, ditemukan bahwa peningkatan ketebalan impeller meningkatkan area konsentrasi pusaran, meningkatkan kecepatan puncak di sekitar turbin, dan memperluas rentang tekanan di mana tekanan tinggi meningkat dan tekanan rendah meningkat. Meningkatkan rasio kecepatan ujung (TSR) dan ketebalan meningkatkan faktor torsi statis maksimum (CTS), faktor torsi (CT) dan faktor daya (CP) untuk semua variabel.
ANALISIS ESTIMASI STATE OF CHARGE BATERAI LI-ION BERBASIS OPEN CIRCUIT VOLTAGE DAN COULOMB COUNTING PADA OTOPED Bonifasius Aditya Bayuprakoso; Munadi Munadi; Paryanto Paryanto
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan pada baterai seringkali ada pada proses charging yang berlebih (overcharging) karena baterai tidak terdapat sistem pemantau kapasitas baterai yang baik. Dalam penelitian ini berfokus pada proses monitoring baterai terhadap pengoperasian kendaraan Otoped listrik yaitu dengan cara merancang sistem estimasi SOC (State of Charge). Pada proses perancangan SOC dan ini menggunakan Sensor ACS712 dan Voltage Divider, dan Arduino Nano Atmega238 sebagai mikrokontroler. Metode estimasi syang digunakan pada perhitungan state of charge ini dilakukan secara langsung berdasarkan metode Open Circuit Voltage dan Coulomb Counting. Hasil validasi sensor ACS712 menunjukan error relatif rata-rata arus sebesar 1,19% dan hasil validasi pembagi tegangan menunjukan error rata-rata 0,45%. Hasil pengujian idle selama 60 detik pada otoped menunjukan nilai SOC tetap sedangkan pengujian discharging menggunakan mode ECO turun dari 70,3% ke 70,29% dan mode Drive dari 70,29% ke 70,25%. Hasil pengujian charging pada otoped menunjukan kenaikan SOC dari 72,75% menjadi 73,07%. Nilai SOC, tegangan, dan arus dapat dilihat pada LCD 16x2 serta board keseluruhan sistem berhasil dipasang pada otoped listik.
ANALISIS CACAT KOMPONEN STRIKER PRODUKSI COR PT.XXX BERBANTU INSPIRE CAST 2O2O Muhammad Affan Ghofari; Agus Suprihanto; Sulistyo Sulistyo
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jasa Pelayanan Pabrik (JPP) adalah salah satu divisi PT. XXX sebagai unit yang memproduksi komponen pabrik dan fabrikasi termasuk pengecoran. Divis JPP pada PT.XXX menyediakan komponen yang dibutuhkan internal PT.XXX maupun pesanan dari perusahaan lain. PT.XXX mendapat pesanan komponen kereta api yaitu striker dari PT.YYY. Setelah dilakukan pengecoran di PT.XXX, komponen striker mengalami kecacatan pada permukaan bawahnya. Kemudian dilakukan analisis mengenai kecacatan tersebut. Langkah awal yang diambil adalah membuat pemodelan striker dan gating system sesuai yang ada di PT.XXX menggunakan software Solidwork 2020. Lalu dilakukan simulasi dengan software Inspire Cast 2020. Hasilnya memperlihatkan bahwa terdapat kecacatan pembekuan di area bawah riser yang dekat runner. Maka dilakukan penyempurnaan gating system dengan  dilakukan perpanjangan runner sebesar 150 mm, ditambahkan penjebak di ujung runner, pergeseran riser 1 masing-masing sebesar 25 mm ke arah saling menjauhi dan digeser ke arah runner sebesar 14.34 mm serta perlu ditambahkan saluran ke arah atas pada ujung runner setinggi 152 mm. Setelah dilakukan pengecoran dengan gating system terbaru didapatkan hasil bahwa masih terdapat cacat pada striker. Maka dari itu dilakukan pembakaran pada cetakan pasir guna menguapkan kandungan air pada cetakan.
INVESTIGASI NUMERIK PENGARUH PENAMBAHAN ROTARY AGITATOR TERHADAP KARAKTERISTIK HIDRODINAMIKA GAS-SOLID FLUIDIZED BED DENGAN PENDEKATAN TWO FLUID MODEL-KINETIC THEORY OF GRANULAR FLOW Luhung Damarran Achmad; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sistem gas-solid fluidized bed dengan penambahan rotary agitator bersumbu horizontal. Karakteristik seperti penurunan tekanan, standar deviasi penurunan tekanan, serta distribusi fraksi volume padatan diinvestigasi dengan metode CFD. Two-fluid model (TFM) dan kinetic theory of granular flow (KTGF) digunakan sebagai pendekatan untuk memodelkan fenomena fluidisasi kompleks yang terjadi dalam sistem agitated gas-solid fluidized bed. Dari 4 variasi yang dimodelkan, didapat hasil dimana variasi dengan volume rotary domain terbesar memiliki nilai penurunan tekanan terendah senilai 315.135 Pa pada kecepatan pengadukan 6.28 rad/s. Untuk standar deviasi penurunan tekanan, nilai terendah diberikan oleh variasi dengan volume rotary domain terkecil senilai 75.666 Pa pada kecepatan pengadukan 6.28 rad/s.
PENINGKATAN PERPINDAHAN PANAS DENGAN PENGGUNAAN CONCAVE DELTA WINGLET VORTEX GENERATORS DAN NANOFLUIDA DALAM SALURAN Pinasti Dewi Sekarwangi; Syaiful Syaiful; Eflita Yohana
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan vortex generator dan nanofluida dalam peningkatan perpindahan panas adalah topik yang menarik dalam studi akhir-akhir ini. Oleh karena itu, studi numerik saat ini dimaksudkan untuk mempertinggi laju perpindahan panas dari dinding saluran ke fluida dengan pemasangan concave delta winglet vortex generators dan penggunaan nanofluida. Dalam studi numerik ini, concave delta winglet vortex generators dipasang dengan sudut serang 30° terhadap arah aliran di dalam saluran dengan penampang berbentuk lingkaran, ellipsoidal, dan flat yang memiliki diameter berbeda. Empat jenis fluida, yaitu udara, air, nanofluida CuO, dan nanofluida Al2O3, dialirkan di dalam saluran. Aliran fluida yang masuk divariasikan pada rentang bilangan Reynolds 4.000 – 12.000. Hasil dari studi numerik ini menunjukkan bahwa nanofluida CuO mampu meningkatkan performance evaluation criteria (PEC), 6,06% lebih tinggi daripada menggunakan fluida kerja air. Pada geometri saluran yang sama, nanofluida Al2O3 menghasilkan PEC 4,23% lebih tinggi daripada fluida kerja air.

Filter by Year

2013 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024 Vol 12, No 2 (2024): VOLUME 12, NOMOR 2, APRIL 2024 Vol 12, No 1 (2024): VOLUME 12, NOMOR 1, JANUARI 2024 Vol 11, No 4 (2023): VOLUME 11, NOMOR 4, OKTOBER 2023 Vol 11, No 3 (2023): VOLUME 11, NOMOR 3, JULI 2023 Vol 11, No 2 (2023): VOLUME 11, NOMOR 2, APRIL 2023 Vol 11, No 1 (2023): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2023 Vol 10, No 4 (2022): VOLUME 10, NOMOR 4, OKTOBER 2022 Vol 10, No 3 (2022): VOLUME 10, NOMOR 3, JULI 2022 Vol 10, No 2 (2022): VOLUME 10, NOMOR 2, APRIL 2022 Vol 10, No 1 (2022): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2022 Vol 9, No 4 (2021): VOLUME 9, NOMOR 4, OKTOBER 2021 Vol 9, No 3 (2021): VOLUME 9, NOMOR 3, JULI 2021 Vol 9, No 2 (2021): VOLUME 9, NOMOR 2, APRIL 2021 Vol 9, No 1 (2021): VOLUME 9, NOMOR 1, JANUARI 2021 Vol 5, No 2 (2017): VOLUME 5, NOMOR 2, April 2017 Vol 5, No 1 (2017): VOLUME 5, NOMOR 1, JANUARI 2017 Vol 4, No 3 (2016): VOLUME 4, NOMOR 3, JULI 2016 Vol 4, No 2 (2016): VOLUME 4, NOMOR 2, APRIL 2016 Vol 4, No 1 (2016): VOLUME 4, NOMOR 1, JANUARI 2016 Vol 3, No 4 (2015): VOLUME 3, NOMOR 4, OKTOBER 2015 Vol 3, No 3 (2015): VOLUME 3, NOMOR 3, JULI 2015 Vol 3, No 2 (2015): VOLUME 3, NOMOR 2, APRIL 2015 Vol 3, No 1 (2015): VOLUME 3, NOMOR 1, JANUARI 2015 Vol 2, No 4 (2014): VOLUME 2, NOMOR 4, OKTOBER 2014 Vol 2, No 3 (2014): VOLUME 2, NOMOR 3, JULI 2014 Vol 2, No 2 (2014): VOLUME 2, NOMOR 2, APRIL 2014 Vol 2, No 1 (2014): VOLUME 2, NOMOR 1, JANUARI 2014 Vol 1, No 4 (2013): VOLUME 1, NOMOR 4, OKTOBER 2013 Vol 1, No 3 (2013): VOLUME 1, NOMOR 3, JULI 2013 Vol 1, No 2 (2013): VOLUME 1, NOMOR 2, APRIL 2013 Vol 1, No 1 (2013): VOLUME 1, NOMOR 1, JANUARI 2013 More Issue