cover
Contact Name
Sigit Rimbatmojo
Contact Email
Sigitrimbaatmojo@gmail.com
Phone
+6285640739055
Journal Mail Official
dialektikapmat@gmail.com
Editorial Address
Universitas Peradaban, Jl. Raya Pagojengan Km. 3 Paguyangan, Brebes 52276 Phone. (+62 289 432032), Fax.(+62 289 430003)
Location
Kab. brebes,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika
Published by Universitas Peradaban
ISSN : 27977234     EISSN : 20894821     DOI : -
Core Subject :
Dialektika Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Matematika Universitas Peradaban. Penerbitan Jurnal Dialektika dimaksudkan sebagai wadah publikasi karya ilmiah berupa hasil pemikiran maupun hasil penelitian di bidang Pendidikan Matematika dan Matematika Terapan, setiap naskah yang dikirim akan ditelaah oleh mitra bestari. Jurnal Dialektika terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT TEAM ACHIEVEMENT DIVISION BERBANTUAN ALAT PERAGA TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIS: Array Rosidah, Desy Ismatur; Dwi W, Eleonora; Paridjo, Paridjo
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (1) apakah kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division berbantuan alat peraga melampaui KKM sebesar 60%. (2) apakah perbedaan kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division berbantuan alat peraga dengan peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Student Team Achievement Division tanpa berbantuan alat peraga. (3) apakah model pembelajaran Student Team Achievement Division berbantuan alat peraga lebih baik dari model pembelajaran Student Team Achievement Division tanpa berbantuan alat peraga. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI semester genap SMK PGRI 2 Taman Tahun Pelajaran 2019/2020. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 2 kelas eksperimen I, 2 kelas eksperimen II, dan 1 kelas uji coba. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Analisis data yang digunakan adalah uji proporsi satu pihak kanan, uji t dua pihak kanan, dan uji t pihak kanan dengan taraf signifikansi 5%. Dari hasil penelitian menyatakan bahwa : (1) kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division berbantuan alat peraga dapat melampaui KKM 70 sebesar 60%. (2) terdapat perbedaan kemampuan pemahaman matematis peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Student Team Achievement Division berbantuan alat peraga dengan peserta didik yang di ajar dengan model pembelajaran Student Team Achievement Division tanpa berbantuan alat peraga. (3) model pembelajaran Student Team Achievement Division berbantuan alat peraga lebih baik dari model pembelajaran Student Team Achievement Division tanpa berbantuan alat peraga.
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA MATERI TRIGONOMETRI: Array Sultoni, Muhammad; Isnani, Isnani; Suwandono, Suwandono
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis peserta didik. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas X MIA 1 SMA Al Irsyad Kota Tegal Tahun pelajaran 2019/2020. Pengambilan subjek menggunakan purposive sampling dari nilai tes kemampuan komunikasi matematis sebanyak 6 subjek yaitu masing-masing 2 subjek dengan kemampuan komunikasi matematis tinggi, 2 subjek dengan kemampuan komunikasi matematis sedang, dan subjek dengan kemampuan komunikasi matematis rendah. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Kemampuan komunikasi matematis untuk subjek dengan kemampuan komunikasi matematis tinggi memenuhi lima indikator kemampuan komunikasi matematis. (2) subjek dengan kemampuan komunikasi matematis sedang memenuhi dua indikator kemampuan komunikasi matematis. (3) subjek dengan kemampuan komunikasi matematis rendah memenuhi satu indikator kemampuan komunikasi matematis.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DARING PADA MASA PANDEMIC COVID-19 TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA: Array Mawaddah, Dinda Indah; Ponoharjo, Ponoharjo; Utami, Wikan Budi
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : (1) Nilai prestasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Daring melalui media WhatsApp Group mencapai KKM 50%. (2) prestasi belajar sesudah menggunakan model pembelajaran daring melalui media WhatsApp Group rata-ratanya di atas KKM. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII MTS NU Wahid Hasyim Talang tahun pelajaran 2019/2020. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak satu kelas yaitu kelas VIIA. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan tes. Analisis data yang digunakan adalah uji proporsi dan uji t satu sampel dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Nilai prestasi belajar peserta didik yang diajar menggunakan model pembelajaran Daring melalui media WhatsApp Group mencapai KKM 50%.. (2) prestasi belajar sesudah menggunakan model pembelajaran daring melalui media WhatsApp Group rata-ratanya di atas KKM. (3) Hasil belajar sesudah menggunakan model pembelajaran daring lebih baik dari hasil belajar sebelum menggunakan model pembelajaran daring.
MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM MENGATASI KECEMASAN MATEMATIKA DAN MENINGKATKAN SELF-CONCEPT MATEMATIKA SISWA: Array Fasha, Eka Farida; Krismayantie, Nur Fitria
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran matematika seperti apa yang dapat mengatasi kecemasan matematika siswa dan model pembelajaran matematika seperti apa yang dapat meningkatkan self-concept matematis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bersifat studi kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan mengumpulkan dokumen berupa jurnal-jurnal yang berkaitan. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu: Organize, Synthesis, dan Identify. Hasil penelitian secara umum diperoleh bahwa model pembelajaran matematika yang dapat mengatasi kecemasan matematika adalah model pembelajaran kooperatif dan model pembelajaran matematika yang dapat meningkatkan self-concept matematika adalah model pembelajaran Accelerated Learning Cycle. Hal ini terlihat banyaknya teori dan penelitian yang mendukung terkait kedua model pembelajaran tersebut dalam mengatasi kecemasan matematika dan meningkatkan self-concept matematis siswa. Dan berdasarkan penelitian model pembelajaran kooperatif memiliki kelebihan yaitu terciptanya interaksi dan ketergantungan positif antar siswa sehingga menjadikan suasana menyenangkan selama proses pembelajaran yang menyebabkan siswa tidak merasa bosan dan cemas selama pembelajaran. Begitu pula kelebihan dari model pembelajaran Accelerated Learning Cycle yaitu memberikan emosi positif dalam diri siswa, menciptakan kondisi belajar yang menyenangkan, dan membantu mengoptimalkan pencapaian prestasi belajar siswa.
ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH BARISAN DAN DERET ARITMETIKA SMA KELAS XI: Array Zarkasih, Efendi Zarkasih; Widodo, An Nur Ami
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam memecahkan masalah. Penelitian ini merupakan penelitian kajian literatur. Metode pengumpulan data yang digunakan dengan mengumpulkan dokumen berupa jurnal-jurnal yang berkaitan. Teknik analisis data dilakukan dengan empat tahapan, yaitu: Organize, Synthesis, Identify, dan formulate. Hasil penelitian secara umum diperoleh bahwa model pembelajaran, kecemasan, dan gender berpengaruh terhadap kemampuan representasi matematis.
MODEL PEMBELAJARAN THINKING ALOUD PAIR PROBLEM SOLVING (TAPPS) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA BERDASARKAN REVIEW LITERATUR PENELITIAN TERBARU: Array Setianingrum, Dita; Purwaningsih, Dian
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan desain penelitian kepustakaan (library research). Data dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berupa hasil-hasil penelitian seperti buku-buku ilmiah, jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan sumber pustaka lain yang relevan. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi tiga tahapan, yaitu organize, synthesize, dan identify. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Ini terlihat dari banyaknya teori-teori dan penelitian-penelitian yang mendukung terkait model pembelajaran Thinking Aloud Pair Problem Solving (TAPPS) dalam meningkatkan prestasi belajar siswa
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS: Array Hidayatun. N, Elma; Amalia, Sofri Rizka; Aristiyo, Dedi Nur
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dan untuk mengetahui kelebihan dari model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif bersifat studi literatur/kepustakaan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan mengumpulkan dokumen berupa jurna-jurnal tentang penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining, kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan pemahaman konsep matematis. Teknik analisis data menggunakan tiga tahapan yaitu : Organize, Synthesis dan identify. Berdasarkan ringkasan dari beberapa jurnal-jurnal, keseluruhan hasil menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan kemampuan pemahaman konsep sampai memperoleh hasil belajar yang cukup signifikan dibandingkan dengan model pembelajaran yang lain. Dan dari jural-jurnal tersebut menunjukkan bahwa model tersebut mempunyai kelebihan yaitu model pembelajaran Student Facilitator and Explaining melatih siswa menjadi aktif, percaya diri dan kreatif dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS: Array Nabilla, Sherly Nabilla; Firdaus, Eris Fanny
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 7 No. 2 (2020): September
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran problem posing dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan berpikir kritis matematis siswa dan untuk mengetahui kelebihan model pembelajaran problem posing. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif bersifat studi kepustakaan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan mengumpulkan dokumen berupa jurnal-jurnal yang berkaitan. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu : Organize, Synthesis dan Identify. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran problem posing mampu untuk meningkatkan pemecahan masalah dan berpikir kritis matematis. Ini terlihat dari banyaknya teori-teori dan penelitian-penelitian yang mendukung terkait model pembelajaran problem posing dalam meningkatkan kemampuan pemecahan dan berpikir kritis matematis. Dan berdasarkan penelitian model pembelajaran problem posing memiliki kelebihan yaitu model pembelajaran problem posing menjadikan siswa belajar menganalisa masalah, melatih menjadi aktif dan kreatif, serta melatih kepercayaan dirinya dengan kemampuan yang dimiliki.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DALAM MENYELESAIKAN SOAL URAIAN TINGKATAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS: Array Asnafiyah, Astriana; Utami, Wikan Budi; Oktaviani, Dian Nataria
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian indikator kemampuan pemecahan masalah dan kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik dalam menyeleaikan soal uraian tingkatan HOTS. Subjek penelitian diambil 3 peserta didik dari kelas X MIA di SMA Al-Irsyad Kota Tegal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ketercapaian indikator kemampuan pemecahan masalah dalam menyelesaikan soal uraian tingkatan HOTS meliputi: 1) S1 mencapai indikator kegiatan memahami masalah karena dapat menuliskan unsur diketahui dan apa yang ditanyakan dalam soal, 2) S1, S2, dan S3 mencapai indikator kegiatan merencanakan strategi karena mampu merencanakan strategi pemecahan masalah dengan menuliskannya dalam bentuk model matematika, 3) S1 dan S2 mencapai indikator kegiatan melaksanakan perhitungan karena mampu menyelesaikan model matematika dengan tepat, 4) S1 dan S2 mencapai indikator kegiatan memeriksa kembali kebenaran hasil dan solusi karena mampu menafsirkan hasil terhadap masalah semula. Kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik meliputi: 1) S2 dan S3 melakukan kesalahan membaca karena ada simbol matematika yang tidak dibaca pada saat membaca soal, 2) S3 melakukan kesalahan pada tahap kemampuan proses karena memilih operasi matematika yang sesuai tetapi tidak dapat menyelesaikannya dengan tepat, 3) S3 melakukan kesalahan pada tahap penulisan jawaban karena tidak dapat menuliskan jawaban dengan tepat.
ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS PESERTA DIDIK: Array Ningrum, Kisma Puspa; Rokhman, M. Shaefur; Utami, Wikan Budi
Jurnal Dialektika Program Studi Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Peradaban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan koneksi matematis peserta didik kelas X Teknik Komputer dan Jaringan SMK An Nur Slawi pada materi matriks. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Subjek penelitian sebanyak dua peserta didik yaitu peserta didik kelas X Teknik Komputer dan Jaringan SMK An Nur Slawi Tahun Ajaran 2019/2020. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, tes, dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan koneksi matematis peserta didik masih tergolong rendah. Peserta didik belum dapat memenuhi semua indikator kemampuan koneksi matematis. Hal ini dikarenakan peserta didik masih kesulitan untuk memahami dan menyelesaikan semua soal yang diujikan serta tidak teliti saat membaca soal. Peserta didik lebih cenderung menyelesaikan soal menggunakan satu cara dan tidak mampu mencari dan menjelaskan cara yang lain karena peserta didik kesulitan untuk menghubungkan konsep dan pengetahuan yang telah dimiliki. Peserta didik tidak dapat menerapkan konsep matriks yang seharusnya digunakan untuk menjawab soal. Selain itu, peserta didik dapat menuliskan suatu konsep perhitungan tetapi tidak dapat memahami dan menjelaskan konsep yang sebenarnya. Peserta didik tidak dapat menjelaskan kaitan soal dengan materi yang lain dan tidak mampu mengaitkan permasalahan yang sesuai dengan soal dalam kehidupan nyata atau sehari-hari.

Page 9 of 19 | Total Record : 184