cover
Contact Name
Mega Puspita
Contact Email
megapuspita@ft.unsri.ac.id
Phone
+6282176926618
Journal Mail Official
j.pertambangan@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL PERTAMBANGAN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : https://doi.org/10.36706
Core Subject :
Jurnal Pertambangan is intended for researchers from the field of mining. Contributed articles may be focused on the field of mining both minerals and energy (coal, oil, gas, and also geothermal). The scope of journal covers all aspects of exploration, operation-production, occupational health and safety (K3), mining environment, reclamation, post-mining activities, community development and empowerment in mining areas.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
SIMULASI PERMEABLE REACTIVE BARRIER (PRB) MENGGUNAKAN FLY ASH DALAM PENGOLAHAN AIR ASAM TAMBANG Agustian, R.; Kusuma, G. J.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.2422

Abstract

Kegiatan penambangan berpotensi membentuk Air Asam Tambang (AAT). AAT umumnya mengandung komponen utama berupa SO42-, Fe2+, Mn2+, serta ion logam lainnya. Permasalahan AAT menjadi perhatian khusus pada kegiatan pertambangan karena dapat berdampak besar pada penurunan kualitas air permukaan dan air tanah serta dampak lingkungan lainnya, sehingga perlu adanya teknologi pengolahan yang baik dan efisien. Teknologi pengolahan AAT tersebut dapat dilakukan dengan metode aktif, pasif, maupun in situ. Pengolahan AAT biasanya melibatkan penggunaan material alkali yang beragam. Salah satu material alkali yang dapat digunakan adalah fly ash yang merupakan limbah dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Beberapa penelitian telah membahas kemampuan fly ash dalam penetralan AAT menggunakan metode aktif yang dapat menjadi beban jangka panjang sampai pascatambang sehingga dalam penelitian ini, simulasi pengolahan AAT dilakukan menggunakan metode kolom atau Permeable Reactive Barrier (PRB). Simulasi dilakukan dalam skala laboratorium menggunakan alat pengujian kolom tertutup dengan memasukkan sampel fly ash yang sudah dipreparasi ke dalam kolom pengujian, kemudian AAT dialirkan pada kolom fly ash tersebut menggunakan pompa peristaltik. Selanjutnya dilakukan analisis pada leachat dan fly ash pasca simulasi untuk melihat efektivitas penetralan pada AAT. Hasil simulasi terbukti bahwa kolom PRB menggunakan material fly ash dapat diterapkan dalam pengolahan AAT. Simulasi yang dikaji mampu mencapai pH tertinggi sebesar 8,16 dengan tingkat penurunan konsentrasi logam mencapai 69%, 80%, dan 99% untuk Fe, Al, dan Mn pada awal simulasi atau solid to water ratio (swr) 1:17 dan penurunan sebesar 100%, 92% untuk Fe dan Al pada akhir simulasi atau swr 1:188 sedangkan Mn mengalami desorpsi.
APLIKASI ANALYTIC SIGNAL DAN TOTAL HORIZONTAL DERIVATIVE TERHADAP DATA GRAVITASI DI AREA TAMBANG EMAS RAKYAT KUTA USANG Steven, F.; ., Syafrizal; Hawu Hede, A. N.; Syahwalid, K.; da Costa, J. C.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i3.2453

Abstract

Informasi geologi lokal yang terbatas menjadi tantangan dalam eksplorasi mineral, khususnya di area tambang emas rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi posisi, bentuk, dan estimasi lebar sumber anomali gravitasi di area Tambang Emas Rakyat Kuta Usang dengan menerapkan metode analytic signal (AS) dan total horizontal derivative (THD) terhadap data complete bouguer anomaly (CBA) Global Gravity Model Plus (GGMPlus). Data CBA diolah untuk menghasilkan peta anomali residual, yang kemudian dianalisis menggunakan AS dan THD. Hasil dari analisis tersebut diinterpretasi berdasarkan data geologi dan struktur regional yang sudah diketahui. Validasi lapangan dilakukan melalui pengamatan singkapan batuan dan karakteristik mineralisasi. Hasil penelitian menunjukkan pola anomali gravitasi yang diintepretasikan sebagai sumber berbentuk tegak dan terpotong, terlihat dari pola lonceng dan patahan pada kurva AS. Dua titik singkapan granit di area tambang memperlihatkan pola lonceng, mengindikasikan sumber anomali yang relatif homogen. Estimasi lebar anomali dari puncak kurva THD menunjukkan kesamaan dengan lebar intrusi granit yang teridentifikasi di lapangan. Pola patahan yang teridentifikasi terutama di lokasi tambang rakyat, mengindikasikan perkembangan patahan dan rekahan di seluruh area Kuta Usang. Struktur-struktur ini berperan sebagai jalur bagi fluida hidrotermal, menyebabkan mineralisasi pada batuan sekitarnya, yang dibuktikan dengan keberadaan mineral seperti serisit, karbonat, pirit, sfalerit, galena, dan kalkopirit pada singkapan granit dan sekis mika. Studi ini menunjukkan bahwa analisis anomali gravitasi menggunakan data GGMPlus, AS, dan THD efektif dalam mengidentifikasi potensi mineralisasi emas di area dengan informasi geologi terbatas, dan dapat menjadi panduan awal yang berharga untuk eksplorasi lebih lanjut.
ANALYSIS OF THE EFFECT GROUNDWATER LEVEL FLUCTUATION ON SLOPE STABILITY IN THE COAL MINING PLAN Dwi, A. N.; Asof, M.; Purbasari, D.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.2467

Abstract

Based on geotechnical drilling activities carried out in the PT Battoman Coal mining plan area, it is known that the slope material is dominated by claystone. According to Chen (1975), claystone can be expansive when exposed to water, disrupting slope stability. The presence of the Sungai Putih tributary in the mining plan area can also affect slope stability. This research aims to analyze the influence of groundwater level fluctuations on slope stability in the PT Battoman Coal mining plan area based on actual conditions as a result of the research. Ground water level observations and measurements were conducted using the Casagrande piezometer method and observation wells in the high wall area. Slope stability analysis was carried out using the software Rocscience Slide V.6 using the Morgenstern Price method and the Mohr-Coulomb failure type by simulating slopes in actual conditions, the results of the highest and lowest groundwater measurements in the period September to October 2023, namely 4,26 meters and 28,45 meters from the ground surface. The analysis was carried out in pseudo-static conditions using mining area seismicity factors based on the Indonesian Seismic Zone Map, according to the Ministry of PUPR in 2017. Overall slope area high walls in cross sections A-A' and B-B' are included in the critical to stable category with FK values between 0,901 to 1,782. Recommendation of overall slope designed by Kepmen ESDM 1827K/MEM/2018 so that it is obtained overall slope which is stable in saturated conditions with FK values between 1,176 to 1,245.
PEMETAAN SUMBER DAYA NIKEL LATERIT BERDASARKAN DATA TEST PIT DI DESA SUBAIM, MALUKU UTARA Conoras, W. AK.; Yanny, Yanny; Saleh, F.; Rasai, J.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.2541

Abstract

Pemetaan sumber daya mineral membantu dalam perencanaan penambangan yang berkelanjutan, pemanfaatan yang optimal, dan mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini berlokasi di Kecamatan Wasile Desa Subaim dan bertujuan untuk mengetahui sebaran kadar Ni dan ketebalannya menggunakan metode estimasi inverse distance square (IDS) dari data test pit dan menentukan distribusi kadar Ni berdasarkan kadar minimum nikel yang ekonomis untuk ditambang. Hasil pengolahan data pada zona overburden menunjukkan nilai kadar Ni <0,90% ditandai area berwarna hijau dengan luas total 1,95 hektar dan rata-rata ketebalannya 2,81 meter. Kadar Ni >0,90% ditandai warna merah, dengan luas 26,14 hektar dan rata-rata ketebalannya 3,51 meter. Zona saprolit terbagi dalam lima kelas, yaitu Ni ≥ 1,50 – < 1,60% hanya tersebar di TP02, luasnya 0,15 hektar dan ketebalan rata-rata 2,06 meter. Kadar Ni ≥ 1,60 – < 1,80% hanya tersebar di sekitar TP02 dan TP03X dengan luas 1,23 hektar dengan ketebalan rata-rata 2,07 meter. Kadar Ni ≥ 1,80 – < 2,00% tersebar di timur laut TP02, bagian barat TP03X dan sekitar TP06 dengan luas 3,84 hektar dengan ketebalan rata-rata 2,43 meter. Ni ≥ 2,00 – < 2,50 tersebar di area seluas 19,60 hektar dengan ketebalan rata-rata 2,1 meter. Ni ≥ 2,50 dengan luas 2,29 hektar di sebelah selatan sekitar SC_EXTP, TP01 dan TP05. Berdasarkan hasil estimasi sebaran kadar dan ketebalan Ni maka diperoleh kuantitas dan kualitas endapan. Luas total overburden 280.913,76 m2 dengan volume overburden 973.627,35 m3. Sedangkan total volume sumber daya nikel laterit sebesar 729.116,96 m3 dengan tonase bijih sebesar 1.020.763,74 ton dan kadar rata-rata sebesar 2,21%.
KAJIAN KESTABILAN LERENG TAMBANG TERHADAP IMPLIKASINYA PADA INFRASTRUKTUR JALAN DI ZONA KRITIS Lusitania, Lusitania; Nurohim, D.; Jarwinda, Jarwinda; Syahputra, H. H.; Kurniawan, A.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i2.2568

Abstract

Lereng tambang yang berdekatan dengan infrastruktur jalan umum di zona kritis menghadirkan risiko tinggi terhadap keselamatan operasional tambang dan infrastruktur tersebut. Stabilitas lereng merupakan faktor kunci yang perlu dianalisis untuk menghindari potensi longsor yang dapat merusak infrastruktur dan mengganggu aktivitas tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kestabilan lereng tambang aktif di PT Indomining, Kalimantan Timur, yang berjarak ±60 meter dari jalan umum. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode Kesetimbangan Batas (Limit Equilibrium Method) dengan bantuan perangkat lunak SLIDE versi 6.0. Data primer diperoleh melalui survei lapangan dan investigasi geoteknik, sedangkan data sekunder meliputi hasil uji laboratorium dan pengeboran geoteknik. Penelitian ini memodelkan geometri lereng, menghitung Faktor Keamanan (FK), dan melakukan simulasi untuk mengoptimalkan desain lereng. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh penampang lereng yang dianalisis memenuhi nilai FK minimum yang disyaratkan dengan FK dinamis di atas 1,05 atau sekitar 1,246–1,417 dan Probabilitas Kegagalan (PoF) sebesar 0%. Penelitian ini menegaskan bahwa lereng tetap stabil di bawah beban dinamis yang signifikan akibat lalu lintas dengan bobot maksimum 40 ton.
ANALISIS KORELASI GEOSPASIAL DATA TITIK BOR BERDASARKAN METODE GEOSTATISTIK VARIOGRAM Yulanda, Y. A.; Arafat, R.; Rahmi, H.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.2826

Abstract

Ketidakpastian kondisi bawah permukaan merupakan tantangan dalam bidang pertambangan. Ketidakpastian ini muncul karena kompleksitas tatanan geologi, yang membuat lapisan bawah permukaan bervariasi antara lokasi. Dengan demikian, pemodelan geologi yang akurat sangat diperlukan untuk estimasi sumber daya yang efisien. Namun, jarak antar lubang bor yang tidak tepat dapat meningkatkan biaya eksplorasi dan risiko kesalahan estimasi. Estimasi sumber daya dengan menggunakan metode geostatistik mempunyai keunggulan dibanding metode lain karena mampu memperhitungkan variabilitas spasial data secara kuantitatif, sehingga menghasilkan estimasi yang lebih akurat. Parameter yang mempengaruhi adalah nilai variogramnya, dimana analisis variogram yang baik akan mempengaruhi model endapan yang terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi geospasial data titik bor berdasarkan metode geostatistik variogram. Metode yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan pendekatan geostatistik meliputi pemahaman anisotropi, penentuan arah utama, perhitungan variogram eksperimental, dan pemodelan variogram. Studi ini dilakukan pada data titik bor dengan parameter kualitas kalori, kandungan ash, dan sulfur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variogram omnidirectional memberikan gambaran umum distribusi spasial, sementara variogram directional mengungkap adanya anisotropi, terutama pada arah strike endapan dengan range terjauh 230 meter dan 150 meter pada arah dip. Jarak pengeboran optimal berdasarkan variogram ini meningkatkan akurasi estimasi sumber daya. Korelasi spasial yang lebih kuat ditemukan pada jarak pengeboran yang lebih pendek, yang penting untuk mengurangi kesalahan estimasi. Studi ini memberikan panduan penting untuk menentukan jarak pengeboran optimal dalam eksplorasi, meningkatkan efisiensi biaya sambil mempertahankan kepercayaan tinggi dalam estimasi geologi.
SELECTION OF CREATIVE ECONOMIC MSMEs FOR MINING COMMUNITIES IN LAHAT REGENCY USING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS Puspita, M.; Bochori, Bochori; Ibrahim, M. M.; Purbasari, I. D. A.; Almentirado, M. D.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.2906

Abstract

The sustainability of the mining industry is highly dependent on the availability of natural reserves of minerals. The conversion of land that was originally intended as a forest or garden into a mining area has caused people around the mine to change professions. However, professions or businesses that arise as a result of mining activities can only last as long as the mine is still operating. Then a big question mark arises regarding the sustainability of the community's economy after mining. With limited resources, MSMEs (micro, small and medium enterprises) based on the creative economy are one of the businesses that can be applied to empower post-mining communities. This study aims to determine the ranking of alternative creative economy MSMEs that can be developed in communities around the mine in Lahat Regency. The method used is the analytical hierarchy process (AHP). This study was conducted by determining the criteria for creative economy MSME businesses and alternatives and then continued with collecting primary data for paired comparisons using a questionnaire. Furthermore, data processing was carried out to determine alternative rankings and consistency ratio testing. The results of the study showed that the highest ranking of alternative creative economy MSMEs was the snack food culinary subsector, followed by the woven craft subsector, the textile craft subsector, and the traditional beverage culinary subsector in sequence.
THE IMPACT OF CHANGES IN ROYALTY RATES ON COMPANY PROFITABILITY: A CASE STUDY OF PT BUKIT ASAM TBK Puspita, M.; Arafiq, R. M.; Gobel, A. P.; Oktarinasari, E.; Amalia, R.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.2907

Abstract

In recent years, the Indonesian government has twice amended the regulations regarding coal royalty rates, namely in 2019 and 2022. Based on Government Regulation No. 81 of 2019, coal royalty rates range from 3-7% (open pit) and 2-6% (underground), depending on the calorific value. Following the implementation of Government Regulation No. 26 of 2022, coal royalty rates have undergone significant changes, ranging from 5% to 13.5% depending on the calorific value and the government-set reference coal price. This new policy is deemed risky for reducing profitability due to the increased amount of royalties that must be paid. This study aims to calculate the increase in royalty costs and assess the financial performance of companies in adapting to the policy using the net profit margin (NPM). The results show that in the fourth quarter of 2022, there was a 107.63% increase in royalty costs. However, this increase in royalties did not cause the companies' profitability to decline. The NPM percentage tended to increase during the period from 2020 to 2022, reaching 13.9%, 27.5%, and 30%, respectively. This was partly due to an increase in sales volume and improved coal prices in 2022. Thus, it can be concluded that the increase in sales volume and coal prices during this period had a positive impact in offsetting the rise in royalty rates caused by the implementation of Government Regulation No. 26 of 2022. As a result, PT Bukit Asam, Tbk's NPM continued to show a positive trend during this period.
EVALUASI EKONOMI PROSES PENCUCIAN BIJIH TIMAH TANPA SLUICE BOX PADA KAPAL ISAP PRODUKSI (KIP) DI LAUT MATRAS SUNGAILIAT Kohirozi, N.; Ibrahim, E.; Setiawan, B.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.2908

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi efisiensi ekonomi dari proses pengolahan bijih timah pada Kapal Isap Produksi (KIP) di PT Timah Tbk, khususnya dengan menghilangkan fungsi sluice box dalam proses pencucian. Sejak dioperasikannya KIP pada tahun 2008, proses pencucian bijih timah telah mengalami beberapa perubahan untuk mengoptimalkan penanganan material dan konsentrat. Awalnya konsentrat hasil Jig Clean Up (Kompartemen A, B, dan C) dicuci kembali di sluice box untuk meningkatkan kadar Sn hingga lebih dari 50%. Namun, Sisa Hasil Pengolahan (SHP) dari proses ini sering dibuang ke laut karena keterbatasan penyimpanan dan alat angkut. Saat ini, dengan ketersediaan alat angkut dan hasil analisis yang menunjukkan kadar Sn pada SHP (berkisar 4-10%) masih ekonomis, SHP dikumpulkan kembali. Perhitungan menunjukkan bahwa konsentrat bijih timah dari Jig Clean Up tidak lagi memerlukan proses di sluice box dan dapat langsung dikirim ke Pusat Pengolahan Bijih Timah (PPBT). Pemotongan proses ini menghasilkan penghematan biaya sekitar Rp 2.306.742,- per pengiriman (30 ton ore) atau sekitar 4,37% lebih rendah dari metode eksisting. Penghematan biaya ini bukan sekadar pengurangan angka, melainkan cerminan dari keputusan strategis PT Timah Tbk untuk terus mengoptimalkan biaya operasional dan meningkatkan daya saingnya di pasar komoditas global yang fluktuatif. Selain itu, tenaga kerja yang sebelumnya dialokasikan untuk pengoperasian sluice box dapat dialihkan untuk kegiatan perawatan alat pencucian di KIP, menjaga variabel jig tetap stabil, dan meminimalkan kehilangan material.
TECHNICAL STUDY OF OVERBURDEN EXCAVATION METHODS BASED ON MATERIAL CHARACTERISTICS AT PT KALTIM PRIMA COAL Oktarinasari, E.; Pangestika, L. A.; Pebrianto, R.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.2909

Abstract

PT Kaltim Prima Coal is one of the largest companies in Indonesia engaged in coal mining. PT Kaltim Prima Coal aims to achieve an annual production target of 50.5 million tons of coal by 2024. To maintain a high production level, PT Kaltim Prima Coal must select the most appropriate and effective mining method to achieve fleet productivity. For this purpose, a technical study focused on selecting the most suitable overburden excavation method based on the characteristics of the overburden layers is required. The initial step to determine the most suitable method to apply is to use the Franklin Index diagram. Using the Franklin Index diagram requires testing the point load index of the overburden material at Pit X and directly measuring the fracture spacing (scanline fracture spacing) at the research site. Based on the analysis of data and technical studies conducted, overburden layers A, B, C, F, H, and I are recommended to use blasting methods for loosening, overburden layers D and E are recommended to use free excavation methods, and for overburden layers G, J, and K, it is recommended to use double blasting methods for loosening. Observations related to the productivity of excavator units at Pit X revealed an increase in productivity for each unit that initially used the free excavation method and was switched to the blasting method, ranging from 15% to 39% for the Liebherr R996, while a smaller increase occurred for the Hitachi EX3600-6B, which only saw a 3% increase in productivity.