cover
Contact Name
Mega Puspita
Contact Email
megapuspita@ft.unsri.ac.id
Phone
+6282176926618
Journal Mail Official
j.pertambangan@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL PERTAMBANGAN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : https://doi.org/10.36706
Core Subject :
Jurnal Pertambangan is intended for researchers from the field of mining. Contributed articles may be focused on the field of mining both minerals and energy (coal, oil, gas, and also geothermal). The scope of journal covers all aspects of exploration, operation-production, occupational health and safety (K3), mining environment, reclamation, post-mining activities, community development and empowerment in mining areas.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
MODEL DAN PERBANDINGAN KESTABILAN LERENG JALAN TAMBANG BATUBARA DENGAN METODE BISHOP DAN GRAFIS HOEK DAN BRAY DI SUMATERA SELATAN Saputra, R. B.; Retongga, N.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i2.2236

Abstract

Stabilitas lereng merupakan faktor penting dalam perencanaan, pengoperasian tambang, dan penggalian tambang terbuka. Desain lereng yang stabil dan presisi akan berdampak besar pada ekonomi pertambangan dan keberlanjutan produksi tambang. Jika dilakukan studi stabilitas lereng yang baik, maka akan diperoleh penyusunan rencana penambangan yang lengkap. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan faktor keamanan lereng jalan metode Bishop dan metode grafis Hoek dan Bray, serta memberi rekomendasi rekayasa lereng jika faktor keamanan di bawah nilai minimum. Metode penelitian terdiri dari empat (4) tahap, yaitu: (1) Pemetaan geologi, yaitu pengamatan stratigrafi batuan, pengambilan sampel batuan, dan geometri lereng di jalan lereng tambang daerah penelitian, (2) Pengambilan hasil analisis laboratorium PT X atau data sekunder meliputi nilai bobot isi batuan (γ), kohesi (c), sudut geser dalam (θ), (3) Pemodelan metode Bishop menggunakan Software Geostudio 2018 slope/W dan analisis grafik Hoek dan Bray, (4) Hasil analisis menggunakan metode Bishop dan Hoek dan Bray dilakukan perbandingan nilai faktor keamanan dan geometri lereng yang dianalisis. Secara keseluruhan faktor keamanan menggunakan metode bishop dengan bantuan software Geostudio 2018 Slope/w dan metode grafis Hoek & Bray tidak memiliki perbandingan nilai FK yang signifikan. Nilai faktor keamanan Jalan Machester City, Jalan Fulham, Jalan Leeds, dan Jalan Newcastle di atas 1,25 (>1,25) walaupun memiliki perbandingan geometri lereng yang cukup signifikan. Lereng keseluruhan memiliki kondisi yang aman dan stabil sehingga tidak perlu dilakukan rekayasa atau modifikasi lereng.
PEMILIHAN OPTIMUM PIT LIMIT BERDASARKAN VOLATILITAS HARGA BATUBARA MENGGUNAKAN DISCOUNTED CASH FLOW Hardiman, V.; Ibrahim, E.; Setiawan, B.; Yusuf, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i1.2260

Abstract

Nilai cadangan total dari sebuah pit pada tambang terbuka batubara didapatkan dari pemilihan pit shell dengan Net Present Value (NPV) tertinggi dari keseluruhan hasil pit optimasi yang telah dilakukan dengan bantuan perangkat lunak dengan algoritma tertentu. Pada umumnya NPV dihitung menggunakan harga batubara acuan (HBA) terbaru pada saat perhitungan dilakukan tanpa mempertimbangkan fluktuasi harga yang pernah terjadi. Sehingga nilai yang didapatkan tidak relevan lagi apabila terjadi perubahan harga yang sinifikan di masa mendatang. Penelitian bertujuan untuk menentukan optimum pit shell dari setiap hasil pit optimisasi dengan melakukan simulasi keekonomian menggunakan Discounted Cash Flow (DCF) berdasarkan volatilitas harga jual batubara historis. Metode DCF dipilih untuk mengambil keputusan karena mudah dipahami dan cepat diadopsi. Sifat dari metode ini sangat sensitif terhadap perubahan kecil dalam tingkat diskonto dan asumsi tingkat pertumbuhan. Metode DCF memperhitungkan NPV dari aliran kas berdasarkan harga jual komoditas bahan galian yang dianggap konstan dengan menetapkan discount factor. Volatilitas mewakili tingkat risiko suatu proyek yang dilihat dari perubahan harga jual dalam periode tertentu di masa lampau. Tahapan yang dilakukan mulai dari melakukan validasi model geologi, perhitungan break even stripping ratio, proses pit optimasi, perhitungan volatilitas harga batubara, sampai dengan valuasi DCF. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan optimum pit shell antara penggunaan HBA aktual dengan harga yang telah didiskon dengan volatilitas. Pit shell optimum dengan menggunakan volatilitas memiliki cadangan yang lebih rendah daripada pit shell optimum dengan penggunaan harga aktual HBA.
EVALUASI TEKNIS DAN BIAYA KEGIATAN RENCANA PASCA TAMBANG PADA LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA DI PT BATUBARA BUKIT KENDI, SUMATERA SELATAN Novarinda, H.; Toha, T.; Yusuf, M.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i1.2279

Abstract

Penambangan batubara sering menyebabkan degradasi lahan yang serius, erosi tanah, dan desertifikasi yang mempengaruhi pertumbuhan vegetasi lokal. Dengan demikian, reklamasi dan kegiatan rencana pasca tambang di lahan tambang batubara telah menjadi tugas penting untuk mencapai target penambangan hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aspek teknis dan menghitung optimasi biaya agar tercapainya tujuan dari aspek teknis kegiatan pasca tambang di PT Batubara Bukit Kendi (PT BBK). PT BBK sendiri telah berhenti produksi dari tahun 2010 dengan meninggalkan dua (2) void yaitu Void Utara dan Void Selatan. Total luasan Void Utara dan Void Selatan adalah 51,48 Ha. Void yang luas ini terjadi dikarenakan tambang yang terhenti di tengah puncak produksi sebelum kegiatan backfilling dilaksanakan, sehingga cadangan yang tersisa tidak dapat dioptimalkan lagi, dikarenakan pit yang dulu aktif sudah berubah menjadi void. Jenis penelitian merupakan exploratory research dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan metode survey dalam kegiatan pasca tambang di PT BBK. Dari hasil penelitian didapatkan rencana kegiatan pascatambang PT BBK dibagi menjadi 3 bagian yaitu untuk fasilitas penunjang tambang akan dibongkar dan direklamasi lalu direvegetasi dengan tanaman sengon dan durian. Untuk jalan tambang belum dilaksanakan pembongkaran dikarenakan pada tahun 2020 hingga tahun 2025 jalan PT BBK masih digunakan oleh PT Prima Mulia Sarana Sejahtera (PT PMSS) sebagai jalan hauling dan area tersebut digunakan sebagai tapak proyek oleh PT PMSS. Sedangkan untuk void PT BBK akan dijadikan kolam budidaya ikan di void utara dan kolam penampungan air di void selatan. Biaya optimal untuk rangkaian kegiatan pascatambang pada tahun pertama adalah sebesar Rp 33.469.846.681,- .
PEMANFAATAN BIOCHAR LIMBAH KAYU KARET DAN BROWN COAL SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Afrah, B. D.; Oktarinasari, E.; Putri, R. W.; Riady, M. I.; Saputri, J. F. D.; Putri, T. M. R.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i3.2288

Abstract

Lebih dari 41% rumah tangga dan 2,8 miliar orang di seluruh dunia bergantung pada bahan bakar padat termasuk batubara. Cadangan batubara yang tersedia di Indonesia sebesar 31,7 miliar ton dan hanya cukup untuk 65 tahun ke depan. Hal ini membuat pemerintah mendorong pengembangan penelitian pemanfaatan limbah biomassa sebagai energi alternatif. Upaya yang dilakukan ialah mengkonversi limbah biomassa berupa kayu karet menjadi bahan bakar padat alternatif melalui proses pirolisis. Biochar dihasilkan dari biomassa melalui pirolisis sehingga menghasilkan kualitas pembakaran yang sangat baik. Biochar hasil pirolisis dikombinasikan dengan brown coal dan perekat molase untuk menciptakan biobriket batubara sebagai bahan bakar padat alternatif. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi komposisi brown coal dan biochar yang optimal dalam menghasilkan biobriket batubara dengan kualitas terbaik. Proses pirolisis limbah kayu karet dilakukan pada temperatur 350-400°C selama 2 jam. Penelitian ini menggunakan variasi komposisi biochar (75%, 80%, 85%, 90%, dan 95%) dan brown coal (5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%) serta perekat molase 15 mL. Pengujian kualitas pembakaran biobriket batubara melalui analisis proksimat dan nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk biobriket batubara yang paling optimal adalah sampel dengan komposisi 85% biochar dan 15% brown coal.
REKOMENDASI GEOMETRI PELEDAKAN BATUAN ANDESIT UNTUK HASIL FRAGMENTASI YANG BAIK Pebrianto, R.; Al Hadi, A.; Asof, M.; Paloma, N.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2296

Abstract

Berdasarkan geometri peledakan aktual bulan November-Desember 2023, diperoleh hasil distribusi fragmentasi aktual 30 kali peledakan menggunakan software Split desktop 2.0. Rata-rata jumlah material yang berukuran ≤80 cm sebanyak 63,38% dan menghasilkan ukuran ≥80cm (boulder) batu andesit sebesar 36,61%. Proses pembongkaran batu andesit di PT MBS dilakukan menggunakan proses drilling and blasting, dengan standar hasil peledakan yang berukuran ≤80 cm sebanyak 70% dan yang berukuran ≥80 cm sebanyak 30%. Berdasarkan hasil perhitungan dan pengamatan langsung, kegiatan peledakan ini belum memenuhi standar perusahaan dimana didapatkan fragmentasi berukuran ≤80 cm sebanyak 63,38% dan boulder ≥80 cm sebanyak 36,61%. Melalui penelitian ini ingin diketahui geometri peledakan yang diterapkan di perusahaan; mengukur distribusi fragmentasi batuan andesit aktual menggunakan metode kuz-ram dan software split desktop 2.0; membuat rancangan ulang geometri peledakan secara teoritis menurut C.J Konya (1990); dan membandingkan distribusi hasil fragmentasi aktual dan rancangan ulang. Metode penelitian ini menggunakan persamaan C.J Konya untuk menghitung redesign geometri peledakan, dan menggunakan metode Kuz-Ram dan Software Split Desktop untuk menghitung ukuran fragmentasi secara perkiraan dan aktual. Sehingga dilakukan redesign jarak burden dari 2,27 m menjadi 2 m, spacing 2,32 m menjadi 2,74 m, stemming 2,32 m menjadi 2 m, subdrilling 0,5 m menjadi 0,6 m, kedalaman lubang ledak 6,11 m menjadi 8,6 m, nilai powder factor 0,42 kg/bcm (0,17 kg/ton) menjadi 0,58 kg/bcm (0,23 kg/ton). Distribusi fragmentasi geometri redesign menggunakan software Split Desktop 2.0 didapatkan ukuran ≤80 cm sebanyak 94,31% dan menggunakan analisis kuz-ram sebanyak 22,477%.
PREDIKSI OVERBREAK PADA PELEDAKAN TAMBANG BAWAH TANAH MENGGUNAKAN METODE EMPIRIK, STATISTIK DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE Akbar, S.; Simangunsong, G. M.; Widodo, N. P.; Fadillah, T.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2332

Abstract

Teknik peledakan masih menjadi metode yang umum digunakan dalam penggalian tambang bawah tanah karena efisien dari segi waktu dan biaya. Meskipun begitu, metode ini memiliki serangkaian dampak negatif seperti halnya overbreak. Apabila tidak ditangani dengan baik, overbreak bisa saja mengarah ke masalah keselamatan dan peningkatan biaya yang menghambat kemajuan pekerjaan terowongan. Prediksi overbreak dibutuhkan untuk menemukan desain dan implementasi peledakan yang mempertimbangkan kondisi massa batuan di lapangan merupakan salah satu metode mencegah overbreak di kemudian hari. Penelitian ini dilakukan untuk memprediksi overbreak dengan menerapkan metode empirik, statistik, dan artificial intelligence (AI). Secara historis, overbreak terjadi akibat pengaruh dari beberapa faktor yaitu faktor teknis peledakan, kondisi massa batuan, dan dimensi terowongan. Variabel yang merepresentasikan ketiga faktor tersebut dan dijadikan masukan dalam membangun model prediksi adalah specific charge, perimeter powder factor, maximum charge per delay, hole depth, advance factor, tunnel section area, dan nilai Q-system. Metode empirik yang digunakan adalah persamaan Verma (2016), Multiple Regression Analysis (MRA) mewakili metode statistik, dan pendekatan AI menggunakan model Artificial Neuro Fuzzy Inference System (ANFIS). Nilai Root Mean Square Error (RMSE) untuk masing-masing metode adalah 0,064 (Empirik), 0,029 (MRA), dan 0,22 (ANFIS). Hasil tersebut mengindikasikan metode statistik dengan model MRA lebih baik digunakan untuk metode prediksi overbreak.
KUANTITAS MATERIAL ORGANIK DAN TIPE MASERAL BATUBARA FORMASI KAMPUNGBARU, DAERAH PERUSDA KOTA BALIKPAPAN ., Jamaluddin; Umar, E. P.; Lisan, A. R. K.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.2337

Abstract

Kandungan material organik dan tipe maseral dalam batubara menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas serta pemanfaatannya. Formasi Kampungbaru adalah salah satu formasi geologi yang memiliki potensi cadangan batubara yang signifikan di Cekungan Kutai. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data kuantitas material organik dan tipe maseral yang terdapat pada formasi tersebut berdasarkan analisis Total Organic Carbon (TOC) dan petrografi organik. Analisis TOC digunakan untuk menentukan kandungan karbon organik dalam batubara. Sementara itu, analisis petrografi organik dilakukan dengan menggunakan mikroskop untuk mengamati dan mengidentifikasi komponen organik dalam batubara termasuk jenis maseral yang terdiri dari vitrinit, liptinit, dan inertinit. Berdasarkan hasil analisis, nilai TOC batubara pada Formasi Kampungbaru berkisar 6,31–8,13% yang mengindikasikan formasi tersebut berpotensi istimewa membentuk hidrokarbon. Secara mikroskopis, tipe maseral yang terkandung pada sampel batubara didominasi oleh vitrinit 60,7%, liptinit 27,5% dan inertinit 11,8%. Tipe maseral vitrinit yang dominan pada Formasi Kampungbaru mengindikasikan bahwa batubara tersebut terbentuk dari tumbuhan zona tropis yang lembab dan diendapkan pada lingkungan rawa delta. Vitrinit merupakan maseral yang dominan sebagai penyusun kerogen Tipe III yang berasal dari lignin dan selulosa sel kulit tumbuhan. Dominasi vitrinit dan liptinit dalam sampel batubara menunjukkan adanya potensi pembentukan gas dan minyak. Vitrinit cenderung menghasilkan lebih banyak gas, sementara liptinit memiliki potensi untuk menghasilkan minyak. Kandungan vitrinit yang tinggi sering kali dikaitkan dengan kualitas batubara yang lebih baik, karena vitrinit merupakan komponen organik utama yang dapat menghasilkan energi saat batubara dibakar. Oleh karena itu, tingginya persentase vitrinit dalam sampel menandakan potensi untuk menghasilkan batubara dengan nilai kalori yang tinggi.
PENINGKATAN KONSENTRASI SILIKA PADA PROSES LEACHING DARI LIMBAH BOTTOM ASH BATUBARA Gobel, A. P.; Waristian, H.; Purbasari, D.; Pebrianto, R.; Mirahati, R. Z.; Rianto, D. J.; Putri, R. W.; ., Yandriani
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 3 (2024): Agustus 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i3.2347

Abstract

Peningkatan konsentrasi silika menggunakan metode direct leaching dari bottom ash tidak hanya memiliki potensi ekonomi yang signifikan, tetapi juga memberikan manfaat lingkungan. Pemanfaatan bottom ash untuk mengurangi permasalahan volume limbah yang harus segera diatasi, sehingga mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, pemanfaatan silika dari limbah bottom ash dapat mengurangi kebutuhan akan penambangan silika baru, yang berarti juga mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas penambangan. Untuk itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi silika (SiO2) dari limbah bottom ash dengan proses direct leaching dengan mengurangi konsentrasi mineral pengotor serta menganalisis efektifitas proses direct leaching tersebut. Metode penelitian dilakukan dalam skala laboratorium dengan dua tahap yaitu pengujian direct leaching dan pengujian X-Ray Fluorences (XRF). Tahap direct leaching dilakukan dengan menggunakan bottom ash sebanyak 200gram, agen pelarut basa berupa NaOH teknis dengan konsentrasi 2M, 6M dan 8M serta pelarut asam berupa H2SO4 teknis dengan mekanisme pencampuran secara berurutan. Tahap pengujian XRF bertujuan untuk mengetahui peningkatan konsentrasi mineral SiO2 setelah dilakukan pengujian sampel dengan direct leaching. Analisis data dilakukan secara deskriptif-verifikatif terhadap peningkatan konsentrasi silika pada bottom ash. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi silika berbeda-beda berdasarkan variasi konsentrasi NaOH yaitu 76,51% (3M), 79,51% (6M), dan 80,43% (8M) dari konsentrasi awal silika sebesar 64,14%. Berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa proses direct leaching yang dilakukan pada penelitian ini sangat efektif menurunkan konsentrasi mineral pengotor pada bottom ash sehingga terjadi peningkatan konsentrasi mineral silika (SiO2).
PENENTUAN FAKTOR KORESI WAKTU KERJA EFEKTIF DAN CYCLE TIME SISTEM SHOVEL-DUMP TRUCK BERBASIS ANALISIS MULTIVARIABEL Harlin, V. R.; Ibrahim, E.; Toha, M. T.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2365

Abstract

Perencanaan kebutuhan dumptruck untuk pengupasan overburden mempertimbangkan target overburden dan kemampuan produksi dumptruck. Variabel utama yang mempengaruhi produksi dumptruck adalah waktu kerja efektif dan cycle time, yang ditentukan melalui pengamatan langsung dan perhitungan teoritis. Produksi dumptruck bervariasi karena multivariabel yang mempengaruhi waktu kerja efektif dan cycle time. Penelitian ini bertujuan mengestimasi waktu kerja efektif dan cycle time aktual tahunan dengan menentukan faktor koreksi menggunakan metode AHP. Hasil pengamatan menunjukkan waktu kerja efektif sebesar 69,20%, sementara pemodelan menghasilkan 52,57% dengan faktor koreksi 0,38. Terdapat selisih 24,03% lebih kecil dari waktu kerja efektif aktual. Cycle time pengamatan aktual adalah 23,06 menit, teoritis 11,24 menit, dan pemodelan 14,16 menit dengan faktor koreksi 0,24. Terdapat selisih 38,59% lebih besar dari cycle time aktual dibandingkan dengan pemodelan dan selisih 51,25% lebih kecil dibandingkan dengan aktual. Multivariabel dominan yang mempengaruhi waktu kerja efektif meliputi disiplin kerja (17,00%), maintanance & repair (41,90%), pengisian bahan bakar (6,10%), cuaca (29,30%), dan luas area di front dan disposal (5,70%). Sedangkan variabel yang mempengaruhi cycle time meliputi topografi (35,10%), sliperry (32,70%), kepadatan jalan (17,40%), jarak pandang (7,40%), dan penyiraman jalan (7,50%).
OPTIMASI RECOVERY CASSITERITE (SnO2) PADA KIP TIMAH 19 PT TIMAH TBK Ferdian, R.; Toha, T.; Ibrahim, E.; Yusuf, M.; Komar, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i2.2392

Abstract

Recovery cassiterite merupakan salah satu indikator dalam keberhasilan proses pemisahan cassiterite dengan mineral pengotornya. Kapal Isap Produksi (KIP) Timah 19 merupakan armada operasional penambangan milik PT Timah Tbk yang beroperasi di wilayah laut Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Proses pencucian bijih timah (cassiterite) pada KIP Timah 19 menggunakan Pan American Jig sebagai alat konsentrasinya, namun nilai recovery-nya masih di bawah standar perusahaan yaitu berkisar 90%-94%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi variabel operasi jig yang mempengaruhi rendahnya capaian recovery cassiterite dalam proses pencucian bijih timah untuk mendapatkan recovery yang optimal sesuai dengan persyaratan perusahaan (di atas 96%). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif evaluatif dengan melakukan perubahan pada variabel operasi jig untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengoptimalan recovery pada jig dapat tercapai setelah dilakukan perubahan atau penyesuaian salah satu variabel operasi jig, yaitu dengan panjang 32 mm, 26 mm dan 19 mm dan frekuensi pukulan jig sebesar 140 pukulan per menit. Recovery akhir dari jig primer BB 1 dan BB 2 meningkat dari 94,27% dan 96,58% menjadi 98,60% dan 98,73%.