cover
Contact Name
Mega Puspita
Contact Email
megapuspita@ft.unsri.ac.id
Phone
+6282176926618
Journal Mail Official
j.pertambangan@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL PERTAMBANGAN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : https://doi.org/10.36706
Core Subject :
Jurnal Pertambangan is intended for researchers from the field of mining. Contributed articles may be focused on the field of mining both minerals and energy (coal, oil, gas, and also geothermal). The scope of journal covers all aspects of exploration, operation-production, occupational health and safety (K3), mining environment, reclamation, post-mining activities, community development and empowerment in mining areas.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
RANCANGAN ULANG ULTIMATE PIT LIMIT DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FLUKTUASI HARGA BATUBARA ACUAN PADA PIT GAR 2900 Seprizal, M. F.; Juventa, Juventa; Ericson, Ericson; Yanottama, A.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.2910

Abstract

Industri pertambangan batubara di Indonesia khususnya tambang batubara kalori rendah, menghadapi tantangan signifikan akibat fluktuasi Harga Batubara Acuan (HBA) yang mengalami kenaikan 240% dari tahun 2020 sampai dengan 2022 dan penurunan sekitar 90% dari tahun 2022 hingga 2025. Fluktuasi ini berdampak pada perencanaan tambang dan penentuan batas penambangan (ultimate pit limit), serta mempengaruhi luas pit dan cadangan yang dapat diambil, termasuk pada Pit Abimanyu di PT Putra Muba Coal yang memiliki cadangan batubara kalori rendah. Penelitian ini bertujuan merancang ulang ultimate pit limit dengan mempertimbangkan perubahan Harga Batubara Acuan menggunakan metode Incremental Pit Expansion. Hasil menunjukkan bahwa pada harga batubara acuan USD 34,70 per ton, Pit Abimanyu dapat beroperasi pada stripping ratio (SR) 1,64 dengan luas pit 243,7 Ha dan cadangan 43,36 juta ton. Namun, jika harga batubara turun 50%, pit tersebut tidak lagi bernilai ekonomis karena nilai BESR kurang dari satu (1) atau biaya pengupasan overburden sudah lebih besar daripada keuntungan yang didapatkan. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan strategi perencanaan tambang yang adaptif terhadap dinamika pasar serta penyesuaian desain pit untuk memastikan keberlanjutan operasional perusahaan.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI FOTO UDARA UNTUK PEMODELAN 3D PADA STOCKPILE PASIR SILIKA Afandi, I. H.; Herman, Herman; Septiansyah, S. I.; Firman, Firman
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i3.2911

Abstract

Pemanfaatan teknologi foto udara telah menjadi salah satu pendekatan inovatif dalam bidang pemodelan 3D, khususnya dalam industri pertambangan dan pengelolaan material. Permodelan diperlukan untuk meningkatkan akurasi perhitungan volume stockpile, menghemat waktu dan biaya, serta memungkinkan pemantauan yang lebih efisien dengan data yang terdokumentasi dan terintegrasi dengan teknologi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan teknologi foto udara untuk pemodelan 3D pada stockpile pasir silika. Dengan memanfaatkan drone atau pesawat udara tanpa awak yang dilengkapi dengan kamera resolusi tinggi, data foto udara dikumpulkan dari berbagai sudut untuk menghasilkan gambaran yang akurat dari bentuk dan volume stockpile. Proses pemodelan 3D melibatkan beberapa tahap, termasuk pengumpulan data, pemrosesan gambar, dan analisis geospasial. Data foto udara yang dikumpulkan diolah dengan perangkat lunak khusus untuk membuat model 3D yang dapat digunakan untuk mengukur volume dan memantau perubahan stockpile dari waktu ke waktu. Sebagai koreksi hasil pemodelan 3D yang memanfaatkan foto udara peneliti juga melakukan pemodelan dan pengkuran volume stockpile pasir silika dengan menggunakan data Real Time Kinematik (RTK). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi foto udara memberikan tingkat kemiripan sebesar 98,3% terhadap pemodelan stockpile pasir silika dari data Real Time Kinematik (RTK). Hal ini memungkinkan perusahaan untuk melakukan estimasi volume stockpile dengan lebih tepat dan efisien, serta memantau kondisi stockpile secara real-time. Dengan demikian, teknologi ini menawarkan potensi besar dalam meningkatkan efisiensi operasional dan pengawasan dalam industri pertambangan.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PENAMBANGAN BATUBARA DI PT ULIMA NITRA, TBK SITE PT DBU KABUPATEN MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN Fasihulisan; Juniah, R.; Asngari, I.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i2.2913

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kekayaan sumber daya alam yang sangat besar, termasuk di dalamnya batubara. Total sumber daya batubara di Indonesia mencapai 143,7 miliar ton dengan cadangan sebesar 38,8 miliar ton. Kondisi sumber daya dan cadangan yang melimpah ini membuat banyak pelaku usaha tertarik untuk berinvestasi, salah satunya adalah PT Ulima Nitra yang melakukan penambangan di Muara Enim. Sebelum memulai kegiatan penambangan, dilakukan terlebih dahulu perhitungan atas cadangan batubara dan analisis kelayakan investasi untuk menentukan apakah suatu usaha itu layak atau tidak. Ini menjadi fokus utama bagi peneliti. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yaitu pendekatan penelitian yang menggunakan angka dan analisis statistik untuk mengevaluasi, menjelaskan, atau memprediksi suatu fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Ulima Nitra memiliki sisa cadangan batubara sebesar 4.170.640,30 ton dan overburden sebesar 14.597.241,06 Bcm. Sebaran batubara terletak di arah Barat Laut-Tenggara, dengan strike pada N 255° E serta lapisan yang cenderung mengarah ke Timur Laut, dengan dip sekitar ±20°. Selanjutnya, perhitungan kelayakan investasi menunjukkan nilai Net Present Value yang positif sebesar Rp 88.328.637.033,68. Nilai Internal Rate of Return mencapai 30,67%, yang menunjukkan bahwa PT Ulima Nitra dapat mengembalikan modal investasinya pada tingkat bunga tersebut. Present Value Ratio tercatat di angka 0,87. Benefit Cost Ratio, diperoleh angka 1,81, sedangkan Profitability Index adalah 3,9 dan periode pengembalian investasi diperkirakan selama 6 tahun dan 2 bulan. Dengan cadangan yang tersisa, dapat disimpulkan bahwa investasi yang dilakukan oleh PT Ulima Nitra Tbk dapat dianggap layak karena telah memenuhi kriteria indikator kelayakan investasi.
POTENSI TIMAH PADA LOKASI PENAMPUNGAN MATERIAL SISA HASIL PENGOLAHAN (SHP) LOKASI GEMURUH, PT TIMAH TBK Alfiansah, M. G.; Ibrahim, E.; Asngari, I.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i2.2914

Abstract

Pulau Bangka dikenal sebagai wilayah utama penghasil timah di Indonesia, dengan sejarah panjang aktivitas penambangan sejak abad ke-18. Seiring dengan berkembangnya pengolahan mineral di PT Timah Tbk, sisa hasil pengolahan (SHP) semakin menjadi perhatian, mengingat masih adanya kandungan mineral strategis di dalamnya. Berdasarkan Kepmen ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, pengelolaan SHP sebagai bagian dari konservasi sumber daya menjadi wajib dilakukan untuk mewujudkan kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice). Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi potensi timah (Sn) pada lokasi penampungan SHP di Gemuruh, PT Timah Tbk. Lokasi terbagi dalam tiga blok dengan volume total sebesar 6.772,5 m³ dan berat material 8.804 ton. Pengambilan sampel dilakukan melalui metode test pit sesuai SNI 03-6376-2000, kemudian direduksi menggunakan teknik cone and quartering untuk menjaga representativitas. Analisis kadar Sn dilakukan menggunakan metode X-ray Fluorescence (XRF), dengan hasil rata-rata masing-masing blok sebesar 0,21% (Blok 1), 0,27% (Blok 2), dan 0,12% (Blok 3). Estimasi potensi timah yang dapat dikonservasi diperkirakan mencapai 16,20 ton Sn. Hasil ini menegaskan bahwa material SHP memiliki potensi untuk diolah lebih lanjut, serta berperan penting dalam mendukung optimalisasi sumber daya mineral PT Timah Tbk secara berkelanjutan.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMI PROYEK PENGUPASAN TANAH PENUTUP MENGGUNAKAN ALAT BERAT ZOOMLION Lidiani, R. M.; Ibrahim, E.; Asngari, I.
Jurnal Pertambangan Vol. 8 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v8i4.2915

Abstract

PT PDL melakukan proyek perdana dalam jasa pengupasan tanah penutup di Pit Middle dengan menggunakan alat produksi merk Zoomlion. Untuk menilai kelayakan proyek ini, perlu dilakukan analisis perencanaan keekonomian. Tujuan dari penelitian ini menghitung biaya yang timbul dalam proyek pengupasan tanah penutup PT PDL, mengestimasikan jumlah produksi tanah penutup pada kondisi break even dan mengidentifikasi kelayakan proyek berdasarkan analisis keekonomian, dan menentukan merk alat angkut yang lebih menguntungkan antara Zoomlion ZT105 atau Sany SKT 90S. Metode penelitian dengan penelitian eksplanatori dan komparatif untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang muncul terhadap pendapatan dan menilai sejauh mana perbedaan yang dapat ditimbulkan antara menggunakan alat angkut Zoomlion dengan alat angkut Sany SKT 90S. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa total biaya yang timbul dari proyek pengupasan tanah penutup Pit Middle PT PDL adalah sebesar Rp 521.215.875.276. Nilai break even point produksi proyek ini adalah sebesar 9.812.875 bcm. Hasil analisis kelayakan investasi, didapatkan nilai NPV proyek ini sebesar Rp 127.949.146.832, nilai IRR sebesar 102,68%, dan payback period 1,75 tahun yang berarti proyek ini layak untuk dilaksanakan. Hasil analisis sensitivitas dengan mengubah parameter biaya investasi dan operasional dengan alat angkut Sany SKT 90S juga masih mendapatkan nilai positif, dengan nilai NPV Rp 202.926.360.473, IRR 194,64%, dan payback period selama 1,08 tahun. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas, penggunaan alat angkut merk Sany SKT 90S berpotensi dapat memberi laba yang lebih besar dibandingkan dengan alat angkut Zoomlion ZT105. Hal ini disebabkan meskipun kapasitas Zoomlion lebih besar, namun biaya operasionalnya lebih tinggi dibandingkan dengan Sany.
OPTIMASI PIT LIMIT BATUBARA DENGAN ANALISIS BESR BERBASIS SQL MENGACU PADA PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2025 Suparno, F. A. D.; Ardyansyah, M. B.; Irawan, J. F.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i3.2917

Abstract

Peraturan tarif royalti batubara di Indonesia mengalami perubahan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2025. Peraturan harga batubara sebelumnya juga berubah sesuai Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 72.K/MB.01/MEM.B/2025. Perubahan tersebut untuk penyesuaian acuan jenis dan tarif bagi pemegang izin operasi produksi. Biaya penambangan seperti royalti dan harga batubara merupakan parameter penting dalam optimasi pit untuk perencanaan tambang. Penelitian bertujuan untuk optimasi perencanaan pit limit batubara dengan mengakomodasi peraturan baru untuk penyesuaian parameter tarif royalti dan harga. Metode yang digunakan yaitu optimasi pit berbasis Structured Query Language (SQL) dengan analisis Break Even Stripping Ratio (BESR) berdasarkan peraturan baru tentang tarif royalti dan harga batubara menggunakan software pemodelan tambang dengan algoritma Lerchs-Grossman. Berdasarkan rata-rata Harga Batubara Acuan, kualitas batubara aktual, laporan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya perusahaan serta peraturan royalti dan harga batubara baru diperoleh nilai BESR sebesar 22,03 USD/ton. Hasil optimasi pit berbasis SQL memilih pit shell 5% sebagai pit limit dengan perolehan batubara sebesar 2.197.564.001 ton dan nilai Stripping Ratio (SR) kumulatif 11,19.
ANALISIS DUA DIMENSI KESTABILAN LERENG AKIBAT AKTIVITAS PELEDAKAN TAMBANG QUARRY A PT INDOCEMENT TUNGGAL PRAKARSA Lestari, D.; Karian, T.; Sulistianto, B.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i3.2920

Abstract

Kegiatan peledakan yang dilakukan pada tambang Quarry A menghasilkan getaran di sekitar lereng massa batuan. Getaran peledakan menambah pembebanan pada lereng sehingga kemantapan lereng akan berkurang yang diindikasikan melalui nilai faktor keamanan dan perpindahan lereng. Pada penelitian ini dilakukan penilaian kestabilan lereng Quarry A terhadap pengaruh pembebanan peledakan menggunakan tiga metode yaitu metode pseudostatik, displacement Newmark dan dinamik numerik. Kestabilan lereng dianalisis pada jarak 30 meter dari sumber lokasi peledakan dengan metode limit equilibrium method (LEM) dan finite element method (FEM) menggunakan software Slide2 dan RS2. Data yang digunakan dalam analisis berupa properties fisik dan mekanik batuan, pemodelan lereng, percepatan getaran (PPA) terhadap waktu durasi peledakan. Pada metode pseudostatik, lereng dipengaruhi nilai PPA maksimum konstan sedangkan pada statistik pseudostatik menggunakan nilai statistika PPA. Pada metode displacement Newmark, lereng dipengaruhi data getaran PPA aktual terhadap durasi peledakan selama 3,75 detik dan dipengaruhi faktor pengurangan kekuatan massa batuan. Pada lereng dinamik numerik dianalisis menggunakan data PPA aktual terhadap durasi peledakan dengan mempertimbangkan kondisi dinamik, damping ratio dan frekuensi getaran. Berdasarkan hasil analisis diketahui kestabilan lereng pada kondisi kering menggunakan metode pseudostatik dan Newmark menghasilkan nilai maximum total displacement lereng yaitu 0,45 cm pada SRF 1,77 dan 0,52 cm pada SRF 2,06. Sedangkan berdasarkan dinamik numerik sebesar 0,77 cm. Lereng Quarry A dinyatakan stabil dan tergolong berada pada status kerusakan ringan berupa retakan kecil kemungkinan terbentuk pada lereng berdasarkan kriteria FK minimum dinamik ≥ 1,1 serta 0,5cm < displacement < 5cm.
STRATEGI PERENCANAAN PASCA TAMBANG DALAM MENURUNKAN EMISI GRK Riadi, O. P.; Martono, D. N.; Soelarno, S. W.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i2.2925

Abstract

Peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor pertambangan mineral logam, termasuk bauksit, menjadi tantangan serius dalam upaya mitigasi perubahan iklim global. Kegiatan penambangan terbuka tidak hanya menghilangkan tutupan lahan yang menyimpan karbon, tetapi juga menambah beban emisi melalui aktivitas operasional seperti pembukaan lahan, penggalian, dan pengangkutan bijih. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi perencanaan pasca tambang yang efektif dalam menurunkan emisi GRK di kawasan tambang bauksit PT X, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah campuran kuantitatif dan kualitatif, dengan perhitungan emisi berdasarkan metodologi Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) dan estimasi serapan karbon dari vegetasi reklamasi menggunakan pendekatan allometrik untuk menghitung perubahan stok karbon, emisi CO2, keekonomisan, dan strategi terbaik dalam perencanaan pasca tambang. Hasil penelitian menunjukkan emisi CO2 tertinggi dihasilkan dari kegiatan ore getting dan hauling dengan puncak emisi terjadi pada pada 2025-2026 sebesar 12.000 ton CO2. Reklamasi menggunakan tanaman sawit memiliki total potensi serapan karbon paling rendah dibandingkan reklamasi dengan tanaman Akasia dan Trembesi yaitu mencapai 150 ribu ton C pada 2028. Perhitungan Cost Benefit Analysis (CBA) menunjukkan bahwa reklamasi dengan penanaman kelapa sawit menghasilkan Net Present Value (NPV) mencapai Rp 33.225.185.672 selama 10 tahun dengan Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 3,22. Hasil analisis SWOT PT X dianjurkan menerapkan strategi penanaman tanaman sisipan yang mempunyai kemampuan menyerap karbon di antara perkebunan sawit untuk mengoptimalkan serapan karbon sambil mempertahankan komitmen ekonomi masyarakat lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi aspek ekologis dan ekonomi dalam perencanaan reklamasi pascatambang merupakan pendekatan utama untuk mendukung pertambangan rendah karbon di Indonesia.
PERCEPATAN PENGERINGAN SUMP MELALUI OPTIMALISASI SISTEM PEMOMPAAN DI PT ANUGERAH COVINDO INDONESIA Rahmi, D.; Lagowa, M. I.; Hakim, M. E.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.2927

Abstract

Aktivitas penambangan terbuka seringkali menghadapi permasalahan genangan air akibat curah hujan dan limpasan permukaan yang mengalir menuju sump. Kondisi ini juga dialami oleh PT Anugerah Covindo Indonesia (ACI) yang beroperasi di pit barat, di mana volume air di sump meningkat hingga 22.004,73 m³, melebihi kapasitas sump sebesar 14.400 m³. Air limpasan dari catchment area seluas 424.600 m² menjadi sumber utama masuknya air ke sump. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi aktual sistem pemompaan serta mengevaluasi alternatif percepatan pengeringan melalui peningkatan RPM, penambahan unit pompa, dan pengaturan jam operasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif terapan dengan data primer berupa elevasi inlet–outlet, panjang pipa, kecepatan aliran, diameter pipa, sudut belokan pipa, dan luas catchment area, serta data sekunder berupa peta topografi, spesifikasi pompa, kapasitas sump, dan curah hujan. Analisis curah hujan rencana dilakukan menggunakan metode Log Pearson III, intensitas hujan dengan rumus Mononobe, dan debit aktual dengan metode volumetrik. Hasil perhitungan menunjukkan debit air masuk ke sump sebesar 300 m³/jam, sedangkan dua unit pompa yang beroperasi hanya mampu mengalirkan 410,13 m³/jam dengan waktu kerja 15 jam/hari, sehingga sump diperkirakan kering dalam 11,32 hari. Berdasarkan hasil evaluasi, dua rekomendasi paling efektif dalam mempercepat pengeringan sump adalah penambahan satu unit pompa Multiflo 385 HP yang menurunkan waktu pengeringan menjadi 4,25 hari, atau perpanjangan jam operasional menjadi 22 jam/hari dengan waktu pengeringan 4,57 hari.
PERFORMANCE AND OPERATIONAL COSTS OF STRIPPING OVERBURDEN AT PT BUMI SEKUNDANG ENIM ENERGY Puspita, M.; Wijaya, S.; Oktarinasari, E.; Mahdyrianto, F.; Erwedi
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i3.2930

Abstract

The plan for overburden stripping at PT Bumi Sekundang Enim Energy's Pit AB was 332,829.17 BCM/month, but the company was unable to achieve this target. This study aims to evaluate the performance of overburden stripping, identify obstacles that affect overburden stripping, and calculate the costs of overburden stripping before and after improvements are made to overcome these obstacles. This study uses a descriptive-analytical quantitative approach with a case study at PT Bumi Sekundang Enim Energy. The actual productivity of the transport equipment obtained is 20.5 BCM/hour, lower than the specified target of 22.37 BCM/hour. The failure to achieve this overburden stripping was due to obstacles that reduced effective working time and mechanical equipment efficiency. Improvements were made to delay time and idle time, successfully reducing total downtime by 40.64%. As a result, mechanical equipment efficiency increased to 77.82%. After the improvements were made, the productivity of the transport equipment increased to 25.67 BCM/hour and the overburden stripping target was achieved with a percentage of 114.76%. The operational costs of overburden stripping consist of excavation and transportation costs by mechanical equipment. The costs taken into account include fuel, lubricants and filters, tire and undercarriage replacement, ground engaging tools replacement, and operator wages. The operational cost of stripping overburden before the improvement was Rp 20,473/BCM, but after the improvement, the cost decreased by 20.14% to Rp 16,350/bcm.