cover
Contact Name
Mega Puspita
Contact Email
megapuspita@ft.unsri.ac.id
Phone
+6282176926618
Journal Mail Official
j.pertambangan@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL PERTAMBANGAN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : https://doi.org/10.36706
Core Subject :
Jurnal Pertambangan is intended for researchers from the field of mining. Contributed articles may be focused on the field of mining both minerals and energy (coal, oil, gas, and also geothermal). The scope of journal covers all aspects of exploration, operation-production, occupational health and safety (K3), mining environment, reclamation, post-mining activities, community development and empowerment in mining areas.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
PERBANDINGAN PENGARUH METODE AIR TANAH DALAM ANALISIS KESTABILAN LERENG TAMBANG NIKEL LATERIT Rohmad, N. N.; Dwinagara, B.; Lusantono, O. W.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i3.2932

Abstract

Analisis kestabilan lereng dipengaruhi oleh faktor keberadaan air tanah, sebab air memberikan tekanan pori yang menghasilkan gaya angkat dan mempengaruhi massa material yang menyusun lereng tersebut. Dalam analisis kestabilan lereng, pendekatan model air tanah dapat dari model empiris seperti Hoek & Bray Chart maupun model numerik transient finite element analysis (TFEA). Perbandingan pendekatan model air tanah empiris dan numerik diperlukan untuk menilai perbedaan pendekatan model air tanah dalam mempengaruhi hasil analisis kestabilan lereng dalam hal ini nilai faktor keamanan (FK) dan Probabilitas kelongsoran (PF). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dampak dari model air tanah terhadap stabilitas lereng, karena penggunaan model empiris yang tidak sesuai kondisi hidrologi setempat sering menghasilkan FK yang terlalu aman. Diperlukan model muka air tanah yang lebih representatif untuk memperoleh FK yang lebih kritis pada lereng tambang nikel laterit. Metode penelitian menggunakan analisis kestabilan lereng dengan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb dengan metode pendekatan kesetimbangan batas Morgenstern-Price. Pendekatan model air tanah menggunakan dua metode yaitu metode empiris dengan Hoek & Bray Chart atau setengah jenuh dan metode numerik dengan transient finite element analysis (TFEA). Hasil analisis kestabilan lereng tunggal pada material limonit menghasilkan FK paling kritis 2,948 pada model air tanah setengah jenuh dan material saprolit 3,546 dengan probabilitas kelongsoran 0%. Analisis kestabilan lereng keseluruhan menghasilkan FK paling kritis 1,518 dengan probabilitas kelongsoran 0,5% pada model air tanah TFEA. Kesimpulan yang diambil analisis lereng tunggal lebih terakomodir dengan model air tanah setengah jenuh sementara pada lereng keseluruhan lebih sesuai dengan model air tanah TFEA.
PERANCANGAN INPIT DUMP PIT 5 PERIODE Q2 TAHUN 2025 PT VICTOR DUA TIGA MEGA KABUPATEN BARITO UTARA KALIMANTAN TENGAH Pebrianto, R.; Asof, M.; Aditia, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i2.2949

Abstract

PT Victor Dua Tiga Mega merupakan perusahaan tambang yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan luas area 3.464 hektar, berlokasi di Luwe Hulu. Material penutup batubara atau yang disebut overburden harus dipindahkan ke titik pembuangan yang dikenal sebagai disposal area. Inpit dump adalah area dalam wilayah tambang yang digunakan untuk penimbunan lapisan penutup tersebut agar tidak mengganggu operasi penambangan. Perusahaan menargetkan produksi batubara dan volume overburden dalam satu siklus hidup tambang (life of mine). Oleh karena itu, perencanaan dan desain inpit dump diperlukan untuk mencapai target produksi pada kuartal kedua tahun 2025. Perangkat lunak Minescape 5.7 digunakan sebagai alat untuk merancang dan menghitung kapasitas tumpukan tambang serta peralatan pemuatan dan pengangkutan yang diperlukan. Adapun tujuan penelitian yaitu merencanakan kebutuhan kapasitas serta design dan perhitungan kapasitas inpit dump. Pada kuartal kedua 2025, target produksi adalah 2.013.711,42 bcm material penutup dan 175.114,03 ton batubara, dengan rasio pengupasan 11,52. Untuk rincian bulanan, pada Bulan April diperkirakan akan ada 669.123,41 bcm material penutup dan 58.042,29 ton batubara, Bulan Mei 690.469,14 bcm material penutup dan 61.125,12 ton batubara, dan Bulan Juni 657.231,46 bcm material penutup dan 56.846,20 ton batubara. Rencana pembuangan di dalam tambang untuk kuartal kedua tahun 2025 dirancang untuk menampung 2.101.128,36 bcm material penutup.
ANALISIS PENGARUH MATERIAL STEMMING TERHADAP TINGKAT FRAGMENTASI PADA TAMBANG TERBUKA Pebriansyah, R.; Saptono, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i3.3013

Abstract

Peledakan berperan penting dalam proses pembongkaran massa batuan pada kegiatan penambangan terbuka. Efektivitas peledakan sangat dipengaruhi oleh berbagai parameter teknis, salah satunya adalah pemilihan material stemming yang digunakan untuk menutup bagian atas lubang ledak. Stemming berfungsi menahan gas dan energi ledakan agar tersalurkan secara optimal ke dalam massa batuan untuk menghasilkan fragmentasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan pengaruh dua jenis material stemming, yaitu batu laterit dan drill cutting, terhadap tingkat fragmentasi hasil peledakan pada tambang terbuka. Pengujian lapangan dilakukan dengan parameter peledakan yang seragam (jenis bahan peledak, geometri lubang ledak, dan pola peledakan), di mana lubang ledak dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan material stemming yang digunakan. Hasil peledakan dianalisis menggunakan metode Kuz-Ram dan Digital Image Analysis untuk menentukan distribusi ukuran batuan, serta dilakukan analisis statistik untuk melihat perbedaan signifikan antar jenis stemming. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan batu laterit menghasilkan fragmentasi yang lebih halus dan seragam, ditunjukkan oleh nilai P80 yang lebih rendah, yaitu ukuran partikel di mana 80% volume material hasil peledakan berukuran lebih kecil dari nilai tersebut, serta persentase fragmen <30 cm yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan drill cutting. Batu laterit yang memiliki kepadatan dan kohesi lebih baik mampu menahan tekanan gas secara efektif. Dengan demikian, pemilihan material stemming yang tepat seperti batu laterit dapat meningkatkan kualitas fragmentasi dan efisiensi kegiatan penambangan.
STUDI PERBANDINGAN HASIL PELEDAKAN MENGGUNAKAN ANFO DAN EMULSION PADA KUARI BATU GAMPING Cahyaningsih, B.; Putra, A. P.; Manalu, J. L.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i3.3055

Abstract

Kegiatan peledakan memiliki peran penting dalam proses penambangan batu gamping untuk kebutuhan suplai bahan baku pembuatan semen. Dalam implementasinya, aktivitas peledakan batu gamping di Indonesia paling umum menggunakan bahan peledak curah generasi pertama (1955) yaitu ANFO (ammonium nitrat & fuel oil) atau generasi kelima (1990) yaitu Bulk Emulsion. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh jenis bahan peledak tersebut terhadap hasil peledakan dari aspek fragmentasi batuan, tingkat getaran dan intensitas kebisingan serta implementasi geometri peledakan di area operasional PT Dahana kuari batu gamping PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Site Tuban. Akusisi data penelitian dilakukan secara langsung (primer) dan juga tidak langsung (sekunder) yang selanjutnya diolah dengan software analisis distribusi fragmentasi (Kuz-Ram, 1983), pengukuran dengan alat Micromate Instantel, dan software desain geometri peledakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis bahan peledak mampu menghasilkan kualitas fragmentasi sesuai spesifikasi feeding crusher (≤800 mm) dengan nilai rata-rata ANFO yaitu 97,79% (top size 694,75 mm) dan Emulsion yaitu 98,47% (top size 644,95 mm). Peledakan dengan ANFO menghasilkan nilai PPV rata-rata 1,00 mm/s dan kebisingan 57,2 dB, sedangkan untuk Emulsion nilai PPV rata-rata 1,24 mm/s dan kebisingan 110,98 dB. Jumlah lubang ledak menggunakan Emulsion dapat dikurangi dari 6.322 menjadi 4.093 lubang untuk volume batuan 929.087 ton yang dihasilkan. Secara keseluruhan, bahan peledak Emulsion terbukti lebih efisien dan efektif dari sisi geometri peledakan sederhana jika dibandingkan ANFO, namun tetap ramah lingkungan dalam kondisi geologi batu gamping di lokasi penelitian.
KAJIAN PETROLOGI, GEOKIMIA, DAN POTENSI MINERAL STRATEGIS PADA FORMASI GRANIT TANTAN, GEOPARK MERANGIN, JAMBI Yulanda, Y. A.; Wiratama, J.; Hakim, M. E.; Seprizal, M. F.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.3205

Abstract

Granitoid merupakan salah satu batuan yang berpotensi membawa mineral strategis, seperti tembaga, timah dan aluminium, yang perannya semakin krusial sebagai komponen kunci dalam pengembangan teknologi modern di era transisi energi dan digitalisasi global. Formasi Granit Tantan (Batuan Granitoid) yang tersingkap di kawasan Geopark Merangin menjadi bukti adanya proses magmatisme dan potensi mineralisasi hidrotermal. Meskipun demikian, penelitian karakteristik granit Tantan berdasarkan petrografi dan geokimia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakter petrologi, geokimia, serta potensi mineralisasi logam dasar pada Formasi Granit Tantan melalui analisis petrografi, mineragrafi, XRF, dan XRD terhadap tiga sampel batuan yang diambil dari Situs Air Batu (AB), Teluk Tilan (TL), dan Jeram Ladeh (JL) menggunakan metode grab dan chip sampling. Hasil analisis petrografi menunjukkan komposisi Kuarsa 41–51%, Plagioklas 24–43%, dan mineral mafik 8–35%, dengan klorit sebagai mineral indikator alterasi propilitik. Analisis mineragrafi mengidentifikasi keterdapatan kalkopirit (0,1%), covelit (<0.1%), pirit (1,1%), magnetit (2,9%), dan hematit (1,2%) yang menunjukkan bukti adanya sistem mineralisasi hidrotermal. Hasil XRF menunjukkan rasio A/CNK (0,99–1,28), dua sampel (AB dan JL) diklasifikasikan sebagai granit tipe-I (metaluminous), sedangkan satu sampel (TL) tergolong granit tipe-S (peraluminous). Anomali keterdapatan mineralisasi Cu pada granit tipe-S diinterpretasikan sebagai hasil kontaminasi magma atau aktivitas hidrotermal pascaintrusi. Kombinasi granit tipe-I, bukti langsung Kalkopirit, adanya supergen enrichment dan penanda alterasi Klorit menegaskan indikasi kuat terhadap potensi mineralisasi logam strategis Tembaga (Cu). Formasi Granit Tantan penting dalam memahami evolusi magmatisme dan memiliki nilai strategis di kawasan Geopark Merangin.
ANALISIS KESTABILAN LERENG HIGHWALL BERDASARKAN NILAI FAKTOR KEAMANAN PADA PT CARITAS ENERGI INDONESIA SITE KBB Ramadhan, M. A.; Zahar, W.; Ericson
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.3214

Abstract

Pertambangan terbuka merupakan metode eksploitasi sumber daya alam yang seluruh aktivitasnya berlangsung di udara terbuka. Proses pengupasan lapisan tanah penutup menghasilkan lereng dengan variasi geometri, baik dari segi kemiringan maupun ketinggian. Perbedaan geometri lereng serta ketidakpastian parameter geoteknik dapat menimbulkan potensi ketidakstabilan lereng, yang berisiko mengganggu kelancaran produksi akibat longsor. PT Caritas Energi Indonesia merupakan perusahaan kontraktor pertambangan batubara jobsite PT Karya Bumi Bratama terletak di Kabupaten Sarolangun, Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai faktor keamanan (FK) aktual lereng highwall dan memberikan rekomendasi desain geometri lereng yang lebih stabil. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan data sifat fisik dan mekanik material penyusun lereng, peta topografi, peta kemajuan pit atau situasi pit, serta dokumentasi visual lereng. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Rocscience Slide 6.0 dengan Metode Bishop yang disederhanakan. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai FK aktual pada section A-A’ yaitu 0,965, section B-B’ sebesar 1,048, dan section C-C’ sebesar 1,191. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan modifikasi desain lereng dengan penambahan bench pada lereng inter-ramp. Rekomendasi desain menghasilkan peningkatan nilai FK section A-A’ yaitu 1,143, section B-B’ sebesar 1,145, serta section C-C’ yaitu 1,251. Dengan demikian penelitian ini memberikan rekomendasi lereng per inter-ramp menjadi double bench untuk keamanan nilai FK serta meningkatkan stabilitas lereng untuk memastikan keberlanjutan operasional perusahaan.
ANALYSIS OF SIDEWALL SLOPE STABILITY USING THE BISHOP METHOD AT PT BATU HITAM JAYA, JAMBI PROVINCE Saputra, R.; Asof, M.; Purbasari, D.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.3216

Abstract

A slope failure occurred at the lowest bench of the open-pit coal mine operated by PT Batu Hitam Jaya in Jambi, Indonesia, in early February 2025. The failure, measuring 16 meters wide, 5 meters high, and sloped at 38°, critically impacted an access road to the disposal area, disrupting operations and escalating safety risks. This failure disrupted mining operations and increased safety risks, highlighting the need for slope stability analysis to evaluate the safety of the existing slope design and to prevent recurrent failures. This study aims to identify the geotechnical parameters of the sidewall material, analyze the stability of the existing slope, and propose a safer slope redesign. Slope stability analysis was conducted using Rocscience Slide software based on the Mohr–Coulomb failure criterion and the Bishop Simplified method, which was selected due to its effectiveness in evaluating slopes with circular potential failure surfaces in open-pit mining conditions. The critical failure surface was determined using the Grid Search method. Initial analysis revealed Factor of Safety (FoS) values of 0.927 and 0.942, confirming the slope's unstable condition. Following a geometry redesign, the FoS values successfully increased to 1.302 and 1.244. These enhanced values classify the slope as significantly more stable and safe, ensuring reliable support for ongoing mining operations.
PENGUKURAN RQD MENGGUNAKAN METODE FOTOGRAMETRI DENGAN SMARTPHONE DI EKS-TAMBANG MANGAN BAWAH TANAH Baroto, K. B.; Saptono, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.3217

Abstract

RQD merupakan salah satu analisis geoteknik empiris yang umum dilakukan dalam mengetahui kualitas massa batuan di lapangan. Secara konvensional, pengukuran ini dapat dilakukan dengan dua metode, yakni dari hasil core drilling dan pengukuran orientasi diskontinuitas dari scanline. Metode scanline memerlukan kontak langsung dengan massa batuan yang diamati dan memiliki risiko keselamatan bagi pengukurnya apabila dilakukan di area rawan, seperti lereng atau dinding terowongan. Selain itu, kekurangan lainnya adalah cukup memakan waktu baik ketika di lapangan maupun dalam pengolahan data pasca-pengukuran. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur RQD dengan metode yang lebih efisien, safety, dan user-friendly dengan algoritma komputasi yang diakuisisi dengan metode fotogrametri menggunakan smartphone. Fotogrametri dilakukan dengan memanfaatkan software Polycam untuk pengambilan foto sejumlah 150-200 foto per titik observasi di Eks-Tambang Mangan Bawah Tanah Kliripan. Luaran dari fotogrametri berupa 3D triangular mesh akan diskalakan ulang dengan objek yang telah diketahui ukurannya sebagai acuan dan di-export ke dalam format 3D point cloud untuk kemudian diorientasikan ulang ke arah utara magnetik guna memvalidasi pengukuran dip dan dip direction massa batuan. Hasil 3D point cloud yang sudah tervalidasi ini kemudian diseleksi untuk menghilangkan pengaruh vegetasi dan dilakukan assisted-tracing berdasarkan curvature algorithm dari plugin Compass yang terdapat pada software CloudCompare untuk membentuk bidang orientasi diskontinuitas dari point cloud massa batuan. RQD dihitung berdasarkan scanline virtual yang dibuat di 3D point cloud, hasilnya memiliki rata-rata nilai 24,21% untuk scanline horizontal dan termasuk pada kategori very poor, serta rata-rata di angka 43,49% untuk scanline vertikal yang termasuk pada kategori poor.
OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN REKLAMASI BEKAS TAMBANG BATU ANDESIT DI PT XYZ R. Fahreza; Santoso, E. B.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i1.3218

Abstract

PT XYZ merupakan perusahaan pertambangan andesit yang berlokasi di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dan memiliki aset berupa lahan bekas tambang yang telah direklamasi. Reklamasi sebelumnya dilakukan dengan menanami lahan menggunakan tanaman kayu yang tidak memberikan nilai ekonomis signifikan bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pemanfaatan lahan reklamasi bekas tambang menjadi perkebunan buah dan tanaman kayu. Analisis dilakukan dengan pendekatan kelayakan finansial menggunakan metode Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), dan Discounted Payback Period (DPP). Data yang digunakan merupakan data primer bersifat kuantitatif yang diperoleh melalui observasi lapangan langsung di area reklamasi PT XYZ dan didukung oleh hasil wawancara dengan pelaku usaha. Hasil analisis pengelolaan lahan reklamasi menggunakan tanaman buah merupakan investasi yang layak secara finansial dengan nilai NPV sebesar Rp 11.838.136.392,-, nilai BCR sebesar 1,38, nilai IRR sebesar 12,77%, payback period selama 9 tahun 10,7 bulan, dan discounted payback period selama 11 tahun 2,6 bulan. Nilai indikator kelayakan skenario tanaman buah lebih unggul dibandingkan dengan skenario tanaman kayu. Oleh karena itu, konversi lahan reklamasi menjadi kebun tanaman buah direkomendasikan sebagai strategi optimalisasi aset perusahaan.
ANALISIS KESTABILAN TEROWONGAN BEKAS TAMBANG BAWAH TANAH WATU JONGGOL TERHADAP GETARAN KENDARAAN Sari, S. M.; Saptono, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 9 No. 4 (2025): November 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v9i4.3220

Abstract

Terowongan bekas tambang bawah tanah yang berada di bawah jalur jalan raya berpotensi mengalami ketidakstabilan akibat beban dinamis lalu lintas, terutama tanpa sistem penyanggaan yang memadai. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh getaran kendaraan terhadap kestabilan terowongan di Watu Jonggol, Kulon Progo, melalui pengukuran getaran lapangan dan analisis numerik metode finite element. Lalu lintas di atas terowongan didominasi kendaraan ringan dengan sesekali kendaraan berat, sehingga intensitas getaran bervariasi sesuai jenis dan beban kendaraan yang melintas. Getaran permukaan yang direkam menggunakan Micromate Instantel pada delapan titik di atas terowongan menghasilkan nilai PPV transversal 15,6 mm/s, vertikal 10,2 mm/s, dan longitudinal 12,8 mm/s sebagai representasi intensitas getaran aktual. Analisis numerik 2D menggunakan RS2 dengan kriteria keruntuhan Hoek–Brown dan metode Shear Strength Reduction (SSR) menunjukkan bahwa nilai Strength Reduction Factor (SRF) pada kondisi statis sebesar 1,32 pada dinding dan 2,35 pada crown, kemudian menurun menjadi 1,30 dan 1,67 pada kondisi getaran rata-rata, serta 1,26 dan 1,66 pada getaran maksimum. Kontur tegangan, deformasi, dan zona yielded memperlihatkan bahwa pengaruh dinamis terutama terkonsentrasi pada dinding dan crown. Secara keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa terowongan masih berada dalam kondisi stabil.