cover
Contact Name
Mega Puspita
Contact Email
megapuspita@ft.unsri.ac.id
Phone
+6282176926618
Journal Mail Official
j.pertambangan@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, Jl. Srijaya Negara Bukit Besar, Kec.Ilir Barat 1, Kota Palembang, Sumatera Selatan
Location
Kab. ogan ilir,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL PERTAMBANGAN
Published by Universitas Sriwijaya
ISSN : -     EISSN : 25491008     DOI : https://doi.org/10.36706
Core Subject :
Jurnal Pertambangan is intended for researchers from the field of mining. Contributed articles may be focused on the field of mining both minerals and energy (coal, oil, gas, and also geothermal). The scope of journal covers all aspects of exploration, operation-production, occupational health and safety (K3), mining environment, reclamation, post-mining activities, community development and empowerment in mining areas.
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
KARAKTERISTIK MINERALOGI BIJIH BESI DAERAH KADONG-KADONG, KABUPATEN LUWU, PROVINSI SULAWESI SELATAN Thamsi, Alam Budiman; Bakri, Hasbi; Harwan, Harwan; Nasrullah, Nasrullah; Aswadi, Muhammad
Jurnal Pertambangan Vol. 5 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.454

Abstract

Bijih besi di Indonesia tersebar di antaranya di Pulau Sulawesi, Pulau Sumatera, Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan. Pada Pulau Sulawesi telah dilakukan penelitian terkait bijih besi, di antaranya di daerah Lappadata, Bontocani, Tanjung, dan Pakke yang berada di Kab. Bone. Sedangkan bijih besi di daerah Kadong-Kadong Kab. Luwu belum dilakukan penelitian sehingga hal inilah yang mendasari dilakukannya penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis mineral bijih, mineral ikutan, tektur secara mikroskopis dan paragenesa bijih besi. Metodologi penelitian dilakukan dengan sampling di lapangan dan analisis laboratorium yaitu analisis X-Ray Diffraction (XRD) dan analisis Mineragrafi, dengan memadukan informasi lapangan yang keseluruhannya dikaji, dianalisis, serta disintesis secara komprehensif buat mendefinisikan kesimpulan. Pada daerah penelitian terdapat perbukitan yaitu perbukitan bergelombang kuat dan bergelombang sedang. Intrusi batuan beku pada daerah penelitian adalah dike. Mineral bijih yang dijumpai pada stasiun 1 secara mikroskopis yaitu Magnetit, Hematit, Goetit, Pirit, Pirolusit, Kuarsa. Mineral bijih pada stasiun 2 secara mikroskopis yaitu Goetit, Magnetit, Hematit, Pirit, dan Kuarsa. Mineral bijih yang dijumpai pada stasiun 3 yaitu Hematit, Magnetit, Goetit, Siderit dan Kovelit. Tekstur bijih diidentifikasi dengan menggunakan analisis mineragrafi pada sayatan poles. Tekstur primer bijih yang diamati berbentuk tekstur intergrowth, tekstur replacement, tekstur granular, tekstur open space filling, dan tekstur inklusi akibat pendinginan magma. Komposisi mineral bijih besi yaitu terdiri mineral Magnetit, Hematit, Siderit, dan Goetit. Mineral ikutan terdiri atas mineral Kuarsa, Pirit dan Kovelit. Paragenesa berdasarkan kenampakan tekstur mineral daerah penelitian yaitu dimulai dari pembentukan mineral Magnetit, Siderit, Hemati, Pirit kemudian Geotit dan Kovelit.
KARAKTERISTIK MINERALISASI DAN PARAGENESIS ENDAPAN BIJIH BESI DAERAH PAKKE, KECAMATAN BONTOCANI, KABUPATEN BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN ., Harwan; ., Firdaus; Nur, I.; Maulana, A.; Heriyansyah, A. F.; Said, M. S.
Jurnal Pertambangan Vol. 6 No. 1 (2022): Februari 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.462

Abstract

Sebaran cebakan bijih besi di Indonesia banyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan. Daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki sumber daya bijih besi yang melimpah yaitu Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan tepatnya di Dusun Pakke, Kecamatan Bontocani. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengetahui jenis mineral pembawa bijih besi serta asosiasinya dan mengetahui paragenesis atau urutan pembentukannya. Proses pengambilan data meliputi pengamatan secara langsung singkapan bijih besi yang muncul ke permukaan dan melakukan pengambilan sampel dengan metode chip sampling dan rock sampling. Analisis laboratorium menggunakan analisis mineragrafi untuk mengetahui mineral pembawa bijih besi dan tekstur mineral bijih dan Analisis X-Ray Diffraction (XRD) untuk menganalisis mineral pembawa bijih besi serta asosiasinya. Dari hasil penelitian diperoleh mineral pembawa bijih besi berupa magnetit, hematit dan geotit dengan asosiasi mineral berupa mineral sulfida yaitu pirit dan mineral pembawa bijih mangan berupa pirolusit dan manganit. Tekstur mineral bijih yang dijumpai yaitu intergrowth, granular, replacement dan open space filling. Berdasarkan pengamatan tekstur bijih paragenesis endapan bijih Daerah Pakke berturut-turut dimulai dari terbentuknya mineral yaitu magnetit, manganit, pirolusit, hematit, pirit dan goetit.
STUDI PENGARUH MEDIA PENGGERUS TERHADAP NILAI P80 PADA BIJIH KROMIT Nurhawaisyah, Sitti Ratmi; Jafar, Nurliah; Thamsi, Alam Budiman; Juradi, Muhammad Idris; Firdaus, F.; Bakri, Suriyanto
Jurnal Pertambangan Vol. 5 No. 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.463

Abstract

Bijih kromit merupakan salah satu bahan galian yang memiliki kekerasan tertinggi dan berpengaruh pada kemampuan tergerusnya. Semakin keras suatu mineral maka semakin sulit untuk digerus. Penggerusan merupakan proses kominusi yang menggunakan energi terbesar dan memberikan pengaruh pada karakteristik benefisiasi mineral dalam pemrosesan selanjutnya. Berhasilnya suatu proses penggerusan bergantung pada pemilihan kondisi operasi yang sesuai. Salah satu parameter operasi yang mempengaruhi kinerja penggerusan ball mill adalah media penggerusan. Oleh karena itu tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media penggerus pada proses reduksi ukuran bijih kromit yang ditinjau dari nilai P80. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu memodifikasi penggunaan media penggerus pada ball mill skala laboratorium, sehingga terdapat dua perlakuan yang berbeda pada sampel. Proses penggerusan dilakukan selama 15 menit. Pada percobaan pertama, dilakukan penggerusan menggunakan media penggerus berupa bola-bola baja dan sekat (lined). Sedangkan percobaan kedua dilakukan hanya menggunakan media penggerusan bola-bola baja, tanpa sekat (lined). Hasil percobaan tersebut menunjukkan bahwa penggerusan dengan menggunakan dua media penggerus yaitu bola-bola baja dan sekat (lined) memberikan ukuran produk yang lebih halus dengan nilai P80 yaitu 2,888 mm dibandingkan dengan penggerusan yang menggunakan satu media penggerus yaitu 4,276 mm.
KAJIAN TEKNIS PEMBORAN DAN PELEDAKAN UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI GRANIT DI PT TRIMEGAH PERKASA UTAMA juventa, Juventa; Toha, M. T.; ., Bochori
Jurnal Pertambangan Vol. 5 No. 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.670

Abstract

PT Trimegah Perkasa Utama merupakan kontraktor penambangan batu granit dengan sistem tambang terbuka metode quarry, yang menggunakan peledakan untuk memberaikan batuan. Produksi sampai dengan November tahun X, hanya mencapai 83,44 % dari target, sedangkan untuk tahun berikutnya target produksi adalah 3.640.000 ton, yang mengalami peningkatan dari target produksi tahun X sebesar 3.340.000 ton. Penelitian ini bertujuan untuk merancang rencana peledakan dan jumlah lubang bor produksi agar target dapat dipenuhi. Kajian produktivitas alat bor, pola pemboran, kecepatan pemboran dan volume ekuivalen akan dikombinasikan dengan geometri peledakan untuk analisis hasil peledakan menggunakan persamaan Kuznetsov dan Roslin-Ramler. Berdasarkan hasil penelitian, untuk mencapai target produksi tersebut, diperlukan 750 lubang ledak per bulan dan modifikasi geometri peledakan dari burden awal 3 m menjadi 3,5 m, spasi awal 3,9 m menjadi 5,25 m, tinggi jenjang awal 14,032 m menjadi 15 m, dan kedalaman lubang ledak awal 15,034 m menjadi 16 m serta peningkatan jumlah bahan peledak menjadi 250 kg (naik 46% dari bahan peledak yang dipakai sebelumnya).
HILIRISASI PENINGKATAN KUALITAS BATUBARA UNTUK MEMENUHI STANDARISASI BAHAN BAKAR PLTU Mulyadi, A.; Handayani, H. E.; Komar, S.
Jurnal Pertambangan Vol. 7 No. 2 (2023): Mei 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v7i2.771

Abstract

Pencucian batubara bertujuan untuk meningkatkan kualitas batubara dengan mengurangi kadar abunya. Kadar abu batubara yang tinggi tidak berpengaruh positif terhadap pembakaran PLTU. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar abu batubara dengan menggunakan Mesin Willobi dengan variabel aliran air dan laju umpan. Percobaan menggunakan metode pengeringan 19 l/menit, 23 l/menit, 30 l/menit, 36 l/menit dan 40 l/menit dengan memvariasikan laju umpan menjadi 5 kg/jam, 6 kg/jam dan 7,5 kg/jam. Setelah 15 kg/jam, dilakukan uji laboratorium untuk mengetahui nilai termoelektrik dan abu batubara sebelum dan sesudah hasil pengujian tersedia. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semakin besar lubang pembuangan pada Mesin Willobi pada saat pencucian batubara maka semakin rendah feed rate-nya. Semakin baik kualitas batubara yang dihasilkan maka semakin tinggi rendemennya.
PENINGKATAN KADAR KASITERIT SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN TIN CHEMICAL DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PAN AMERICAN JIG DALAM SKALA LABORATORIUM S, Putri Indriyani; ., Mukiat; Ningsih, RR Yunita Bayu
Jurnal Pertambangan Vol. 5 No. 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.950

Abstract

Timah adalah sumberdaya pertambangan Indonesia yang memiliki berbagai macam pemanfaatan, salah satunya sebagai tin chemical. Syarat untuk membuat tin chemical setidaknya memiliki kandungan kadar Sn sebesar 45%. Pada umumnya, timah yang berasal dari kegiatan penambangan memiliki kadar yang belum memenuhi persyaratan sebagai bahan baku tin chemical, sehingga timah harus ditingkatkan kadarnya terlebih dahulu. Peningkatan kadar dapat dilakukan dengan alat pan american jig. Variabel yang berpengaruh atas kinerja alat pan american jig yaitu ketebalan bed dan frekuensi pukulan. Adapun tujuan penelitian yaitu menganalisis pengaruh dari ketebalan bed dan frekuensi pukulan dalam meningkatkan kadar timah untuk memenuhi standar pembuatan tin chemical. Penelitian ini dilakukan dalam skala laboratorium dengan melakukan percobaan secara langsung menggunakan alat pan american jig dengan menambahkan variasi ketebalan bed dan frekuensi pukulan serta menggunakan pasir timah sebagai feed. Ketebalan bed yang digunakan yaitu 7 mm, 12 mm dan 17 mm. Frekuensi pukulan yang digunakan adalah 100.Hz,150 Hz.dan.200 Hz. Kemudian sampel melalui proses pengolahan dan dianalisa untuk mengetahui kadar dan recoverynya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketebalan bed dan frekuensi pukulan akan mempengaruhi kadar dan recovery. Semakin tebal ketebalan bed dan semakin besarnya frekuensi pukulan yang digunakan maka kadar Sn akan cenderung meningkat dengan recovery yang cenderung menurun. Pada variasi ketebalan bed 17 mm dan frekuensi pukulan 200 Hz diperoleh kadar 45,41% dengan recovery 85,91%. Sebaliknya, pada ketebalan bed 7 mm dan frekuensi pukulan jig sebesar 100 Hz diperoleh recovery 91,11% dengan kadar 41,85%.
COAL LOSSES PADA KEGIATAN PENAMBANGAN BATUBARA DI PT X SUMATERA SELATAN Saputra, AR.; Ningsih, YB. Bayu; Suwardi, FR.
Jurnal Pertambangan Vol. 5 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i4.951

Abstract

Pada Bulan Januari hingga Mei 2021 di PT X terjadi perbedaan antara tonase insitu dengan tonase batubara tertambang. Hal ini mengindikasikan di PT X sering kali mengalami kehilangan (losses) batubara. Tujuan penelitian ini untuk menghitung potensi coal losses pada kegiatan penambangan bulan Juni 2021 di PT X dan faktor-faktor penyebabnya serta upaya untuk meminimalisir terjadinya coal losses. Perhitungan dilakukan menggunakan perbandingan tonase insitu yang didapat dengan aplikasi Minescape 5.7 dan tonase aktual tertambang berdasarkan tonase batubara by truck count. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh persentase coal losses keseluruhan sebesar 5,17% (13.339,10 ton). Keseluruhan coal losses tersebut terbagi di beberapa bagian kegiatan, yaitu pada kegiatan coal cleaning sebesar 3,84% (9.914,607 ton), pada front penambangan (coal getting) sebesar 1,23% (3.173,89 ton), dan pada kegiatan pengangkutan (hauling) batubara sebesar 0,1% (250,6 ton). Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya coal losses tersebut yaitu coal cleaning melebihi batas kedalaman yang ditentukan, pemuatan melebihi kapasitas vessel, sistem drainase yang kurang baik di area front penambangan, batubara tertinggal di area floor dan final wall yang masih tebal, terjatuhnya batubara di sepanjang jalan angkut akibat jalan yang kurang baik, serta kinerja yang kurang dari operator, driver, dan pengawas. Upaya untuk meminimalisir terjadinya coal losses ialah pemanfaatan hasil cleaning batubara untuk dijual, pemuatan batubara tidak melebihi kapasitas vessel, pembuatan sistem drainase yang baik, area front penambangan yang telah mencapai final wall dan floor perlu dilakukan trimming, perbaikan jalan angkut, serta pelatihan dan pengawasan terhadap operator dan driver.
ANALISIS PERENCANAAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KERJA PERTAMBANGAN (SMKP) BATU ANDESIT DI PT ATIKA TUNGGAL MANDIRI (PERMEN ESDM NOMOR 26 TAHUN 2018) Muhammad, Rihan; Restu, Juniah; ., Novrikasar
Jurnal Pertambangan Vol. 5 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i4.955

Abstract

Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara merupakan bagian salah satu sistem manajemen perusahaan secara keseluruhan dalam rangka manajamen pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja operasi pertambangan sesuai dengan Permen ESDM. SMKP Minerba berfungsi sebagai referensi bagi perusahaan tambang di Indonesia dalam menjalankan SMKP meskipun terlebih dahulu telah menerapkan manajemen secara SMK3. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji dan analisis penerapan SMKP, menganalisis upaya dalam meminimalkan risiko dan menganalisis peran dan tanggung jawab dalam perencanaan SMKP untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja menuju zero accident di PT Atika Tunggal Mandiri. Metode yang digunakan deskriptif dengan jenis pendekatan kualitatif dan semikuantitatif. Hasil penelitian didapatkan variabel pernyataan yang sesuai yaitu data tersebut valid, reliabel, variabel tersebut tidak terjadi gejala multikolinearilitas, tidak heteroskedastisitas, dan hipotesis dari variabel tersebut dapat diterima. Tetapi terdapat beberapa beberapa variabel yang hasil ujinya tidak sesuai yaitu pada uji parsial yang nilai sign nya > 0,05 maka hipotesis tersebut ditolak dan hasil tersebut tidak berpengaruh terhadap sistem manajemen keselamatan kerja pertambangan (SMKP). Dalam meminimalisirkan risiko bahaya kerja pada penelitian hasil yang didapatkan pada analisis kualitatif yaitu kemungkinan (likelihood) terjadi pada kejadian bahaya kerja termasuk ke dalam Unlikely, konsekuensi (consequences) termasuk ke dalam Moderate. Sedangkan analisis Semikuantitatif yaitu dilakukan uji kemungkinan (likelihood) termasuk kedalam Unusualy – Remotely Posible, Uji paparan (exposure) termasuk kedalam kategori Rare, Uji konsekuensi (consequences) termasuk kedalam kategori Very Serious – Serious.
ANALISIS INVESTASI BIAYA PENGADAAN ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DI PT XYZ Sartika, Sartika; Aqla, Syarifah; ., Firman
Jurnal Pertambangan Vol. 5 No. 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i3.958

Abstract

PT XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan bauksit yang memulai kegiatan pertambangannya sejak tahun 2009. Kegiatan pengangkutan bauksit dari area penambangan ke washing plant maupun ke stockpile menggunakan rangkaian kerja alat muat dan alat angkut. Alat yang digunakan pada kegiatan pengangkutan bauksit khususnya di Pit A menggunakan 2 unit Excavator Kobelco SK330 dan 37 unit alat angkut Dump Truck Marcedez Benz Axor 2528 C dimana pengadaan alat muat dan angkut tersebut dengan skema sewa alat. Salah satu konsep dalam pengelolaan industri pertambangan adalah memperoleh keuntungan sebesar-besarnya, mengingat pentingnya hal tersebut maka perlu untuk mengetahui biaya kepemilikan dan operasional agar dapat mengendalikan biaya yang dikeluarkan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi biaya kepemilikan (owning cost) dan biaya operasional alat (operation cost) untuk skema beli dan sewa alat menggunakan analisa Net Present Value (NPV). Berdasarkan hasil perhitungan dengan asumsi umur pakai alat lima tahun, diperoleh bahwa Nilai NPV untuk beli alat muat yaitu Rp. 16.945.147.370 dan biaya sewa sebesar Rp 30.041.150.318. Sedangkan NPV untuk skema beli alat angkut yaitu Rp 215.892.393.567 dan biaya sewa sebesar Rp 303.142.516.855. Sehingga pemilihan skema beli alat lebih menguntungkan karena biaya pengadaan alat muat dan alat angkut yang lebih rendah.
UJI KUALITAS AIR TANAH MENGGUNAKAN ANALISIS FISIKA DAN KIMIA PADA DAERAH MUARA BULIAN, KABUPATEN BATANGHARI, PROVINSI JAMBI Cendikia, M. R.; Mayasari, E. D.
Jurnal Pertambangan Vol. 5 No. 4 (2021): November 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jp.v5i4.965

Abstract

Daerah penelitian terletak pada Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Daerah penelitian termasuk dalam Cekungan Air Tanah (CAT) Muara Tembesi dengan kondisi geologi berada pada Formasi Kuarter Kasai dan Formasi Aluvium dengan litologi batuan piroklastik dan batuan sedimen dengan air tanah yang melimpah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sebaran air tanah, serta menentukan kualitas air tanah pada daerah penelitian. Analisis air tanah dengan metode uji kualitas fisik meliputi beberapa parameter yaitu bau, warna, rasa, kekeruhan, suhu, DHL. Sedangkan pengujian kualitas kimia air tanah meliputi parameter yaitu Power of hydrogen (pH), Besi Terlarut (Fe), Nitrit (No2-), Nitrat (No3-), Fluorida (F), Kesadahan(CaCO3) dan Sulfat (SO4). Penelitian ini dilakukan di dua puluh sembilan (29) titik sumur gali warga dan lima (5) titik dijadikan sampel untuk pengujian mutu di laboratorium. Sampling dilakukan secara merata dalam lingkup wilayah penelitian. Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap lima (5) sampel didapatkan bahwa daerah penelitian memiliki kualitas air tanah secara fisik tidak berasa dan tidak berbau dengan pH rata-rata 5,30 – 6,57 yang memiliki kandungan Fe sebesar 275,9806 µg/l. Menurut PERMENKES RI Nomor 32 Tahun 2017 tentang Persyaratan Kesehatan Air Untuk Kebutuhan Kebersihan Sanitasi, Kolam Renang, Solus Peraqua dan Pemandian Umum bahwa air tanah di wilayah penelitian diidentifikasi layak untuk dikonsumsi dengan cara menetralkan pH terlebih dahulu karena pH air di wilayah penelitian terlalu asam.

Page 6 of 19 | Total Record : 184