cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
PENGARUH PENAMBAHAN SUSU SKIM PADA PROSES PEMBUATAN FROZEN YOGURT YANG BERBAHAN DASAR WHEY TERHADAP TOTAL ASAM, pH DAN JUMLAH BAKTERI ASAM LAKTAT Septiani, Amalia Husna; Kusrahayu, Kusrahayu; Legowo, Anang Muhammad
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.53 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh dari penambahan susu skim pada frozen yogurtyang berbahan dasar whey terhadap total asam, pH dan jumlah total asam. Manfaat dari penelitian ini diharapkan memperoleh informasi mengenai penambahan susu skim dapat mempengaruhi total asam, pH dan jumlah mikroba pada frozen yogurt yang berbahan dasar whey. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi segar, jeruk nipis, rennet, MRS, kultur starter, CMC, kuning telur, gula pasir, krim dan susu skim. Peralatan yang digunakan antara lain ice cream maker, incubator, kain saring, timbangan, mixer, waterbath, oven, blender, thermometer, sendok dan gelas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah : T0 = frozen yogurt dengan penambahan susu skim sebesar 0 %; T1 = frozen yogurt dengan penambahan susu skim sebesar 2 %; T2 = frozen yogurt dengan penambahan susu skim sebesar 4 % dan T3 = frozen yogurt dengan penambahan susu skim sebesar 6 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan susu skim sebesar 0%, 2%, 4% dan 6 % berpengaruh nyata terhadap total asam dan pH (P<0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah bakteri asam laktat (P>0,05). Total BAL menghasilkan angka 8,38 - 8,88 log CFU/ml; nilai total asam 0,44 - 0,64%; nilai pH 5,99 - 5,95. Penambahan susu skim sebesar 6% menghasilkan total asam, pH dan umlah BAL yang paling baik. Semakin tinggi susu skim yang ditambahkan akan meningkatkan total asam dan menurunkan pH.Kata kunci: whey, frozen yoghurt, total asam, jumlah bakteri asam laktatABSTRACTThis research aimed to find out the influence of the addition skim milk for frozen yogurt made from whey on total acids, pH and total lactic acid bacteria. The benefits of the research are expected to get information about the addition of skim milk can affect the total acid, pH, and the amount of microbial frozen yogurt made from whey. The materials are used in research; fresh milk, lime, rennet, MRS, kultur starter, CMC, yolk, sugar, cream and skim milk. The tools are used; ice cream maker, incubator, strainer, scales, mixer, water bath, oven, blender, thermometer, spoon and glass. The design is used in research was completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. The treatments applied: T0 = frozen yogurt with the addition of skim milk at 0%, T1 = frozen yogurt with the addition of 2% skim milk; T2 = frozen yogurt with the addition of 4% skim milk and frozen yogurt = T3 with the addition of skim milk 6%. The results showed the addition of skim milk at 0%, 2%, 4% and 6% significant affect the total acid and pH (P <0.05), but did not significant affect the amount of lactic acid bacteria (P> 0.05) . Total BAL generate a number from 8.38 to 8.88 log CFU / ml total acid value from 0.44 to 0.64; pH values from 5.99 to 5.95. The addition of 6% skim milk resulted in a total acid, pH, and otal BAL best. The higher skim milk is added will increase the total acid and lowers the pH.Key words: whey, frozen yogurt, total acid, amount of lactic acid bacteria
PENGARUH PENGGUNAAN EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea Indica Less) SEBAGAI PENGGANTI KLORIN TERHADAP KECERNAAN BAHAN ORGANIK DAN RETENSI NITROGEN AYAM BROILER (The Effect of Beluntas (Pluchea Indica Less) Leaves Extract as Clorine Subtitution in Organik Mat Triyanto, Triyanto; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Sukamto, Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.354 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan ekstrak daun beluntas sebagai pengganti klorin terhadap kecernaan bahan organik dan retensi nitrogen. Penelitian ini menggunakan 140 ekor Day Old Chick (DOC)  broiler dengan bobot badan 45,58 ± 40 g, rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) melalui 5 perlakuan dan 4 ulangan tiap unit 7 ekor. Perlakuan yang digunakan yaitu T0  = ransum basal  tanpa penambahan ekstrak beluntas dan klorin; T1  = ransum basal + (ekstrak daun beluntas 2% + klorin 30 ppm); T2  = ransum basal  + (ekstrak daun beluntas 4 % + klorin 20 ppm); T3  = ransum basal  + (ekstrak daun beluntas 6% + klorin 10 ppm); T4  =  ransum basal + (ekstrak daun beluntas 8% + klorin 0 ppm). Parameter yang diamati adalah kecernaan bahan organik, retensi nitrogen dan utilitas protein. Data yang diperoleh dikaji menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan uji wilayah ganda duncan untuk mengetahu antar perlakuan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan organik, retensi nitrogen dan utilitas protein serta perlakuan T4 memiliki pengaruh tertinggi dibanding perlakuan lain dengan nilai kecernaan bahan organik 82,07% dan retensi nitrogen 3,07%. Disimpulkan bahwa ekstrak daun beluntas sebagai pengganti klorin dapat meningkatkan kecernaan bahan organik dan rentensi nitrogen serta pemberian terbaik pada taraf ekstrak daun beluntas 8 % dan klorin 0 ppm.Kata Kunci: ayam broiler; kecernaan bahan organik; retensi nitrogen    ABSTRACT             This study is aimed to determine effect of addition of Beluntas leaves extract (BE) as chlorine (Cl) in organic matter digestion as well as and nitrogen retention. The study was used complete randomized experimental  design a hundrend and fourty heads of broilers DOC with weght 45,58 ± 40 g, were treated with 5 treatments and 4 replications as 7 broilers. Treatments in study are T0= control; T1= basal feeds + (2% BE+ 30 ppm Cl); T2= basal feeds+ (4% BE+ 20 ppm Cl); T3= basat feeds + (6% BE + 10 ppm Cl); T4= basal feeds + (8% BE+ 0 ppm Cl). Parameters were measured are organic matter digestions and nitrogen retention. Measured data were analized with ANOVA and duncan multiple range test. Results of the study showed that treatment had significant effect (P<0.05) to parameters. The best result is T4 (which has organic matter digestion 82.07%, nitrogen retention 3.07% and protein utilization 0.78%. It concluded that BE has effect to organic matter digestion as well as nitrogen retention  and can substitute Cl in 8% level of BE.Keywords : Broiler chicken; organic matter digestibility; nitrogen retention
KECERNAAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR SERTA LAJU DIGESTA PADA AYAM ARAB YANG DIBERI RANSUM DENGAN BERBAGAI LEVEL Azolla microphylla Prawitasari, Rahayuningtyas Harum; Ismadi, Vitus Dwi Yunianto Budi; Estiningdriati, Ismari
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.391 KB)

Abstract

ABSTRACTThe study aims to determine the effect of A. microphylla in Arab hens rations on digestibility protein phase layer, crude fiber digestibility and rate of digesta rations. The benefits of research can provide information on the utilization of A. microphylla as a phase Arabic chicken layer ration. This research used Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. Each repeat experiment using 4 units of livestock. The treatment given is the gift of Azolla microphylla different levels (0%, 3%, 6% and 9%). Parameters measured were protein digestibility, crude fiber digestibility and rate of digesta. The materials used are 80 Arab laying hens (age ± 8 months), rice bran, yellow corn flour, A. microphylla, poultry meat meal, CaCO3, Fe2O3 indicator, 0.2 N HCl, vitachick. Equipment that will be used is battery cages, where food and drink, egg tray, hygrometer, thermometer, scales, sprays, cardboard, plastic. The research method used 3 stages, the preparation and adaptation of livestock for 1 week, during the 6-week treatment phase and the retrieval phase for 4 weeks. The results showed that hens fed rations treated Arabs have no real effect with the provision of A. microphylla to ration consumption, digestibility of crude protein, crude fiber digestibility, digesta rate and body weight gain.Keywords: Arab hens, A. microphylla, digestibility, crude protein, crude fiber, the rate of digestaABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian A. microphylla dalam ransum ayam Arab fase layer terhadap kecernaan potein, kecernaan serat kasar dan laju digesta ransum. Manfaat penelitian dapat memberikan informasi mengenai pemanfaatan A. microphylla sebagai bahan ransum ayam Arab fase layer. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Tiap ulangan menggunakan 4 unit ternak percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian A. microphylla level berbeda (0%, 3%, 6% dan 9%). Parameter yang diamati adalah kecernaan protein, kecernaan serat kasar dan laju digesta. Materi yang digunakan adalah 80 ekor ayam Arab petelur (umur ± 8 bulan), bekatul, jagung kuning, tepung A. microphylla, poultry meat meal, CaCO3, indikator Fe2O3, HCl 0,2N, vitachick. Peralatan yang akan digunakan adalah kandang battery, tempat pakan dan minum, egg tray, hygrometer, termometer, timbangan, semprotan, kardus, plastik. Metode penelitian menggunakan 3 tahap yaitu tahap persiapan dan adaptasi ternak selama 1 minggu, tahap perlakuan selama 6 minggu dan tahap pengambilan data selama 4 minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayam Arab yang diberi ransum perlakuan tidak memiliki pengaruh yang nyata dengan pemberian A. microphylla terhadap konsumsi ransum, kecernaan protein kasar, kecernaan serat kasar, laju digesta dan pertambahan bobot badan.Kata kunci : ayam Arab, A. microphylla, kecernaan, protein kasar, serat kasar, laju digesta
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN PERILAKU DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INSEMINASI BUATAN PADA PETERNAK ANGGOTA KELOMPOK TANI TERNAK SAPI PERAH (Studi kasus di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang) Okkyla, Septika; Isbandi, Isbandi; Samsudewa, Daud
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.223 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara motivasi dengan perilaku dalam pemanfaatan teknologi inseminasi buatan pada peternak anggota Kelompok Tani Ternak (KTT) di Kecamatan Ungaran Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2012 – Januari 2013. Metode yang digunakan yaitu metode survai. Penentuan responden dilakukan dengan metode Stratified Random Sampling menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data yang diperoleh merupakan hasil data primer yang didapatkan berdasarkan hasil wawancara dan data sekunder menggunakan studi dokumenter. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan perhitungan statistik dengan bantuan Statistical Package for Social Science (SPSS) 16. Hasil perhitungan statistik menunjukan adanya korelasi antara motivasi terhadap perilaku, pengetahuan, sikap dan keterampilan sebesar 0,979; 0,979; 0,556 dan 0,962. Hal ini dapat diartikan, adanya hubungan positif yang sangat erat atau sangat tinggi antara motivasi peternak dengan perilaku dalam pemanfaatan teknologi inseminasi buatan. Faktor yang mempengaruhi tingkat keeratan motivasi terhadap perilaku dalam pemanfaatan inseminasi buatan adalah umur dan pengalaman beternak. Dapat disimpulkan dengan meningkatnya motivasi responden dalam pemanfaatan teknologi inseminasi buatan, secara tidak langsung akan sangat erat meningkatkan perilakunya. Disarankan agar responden lebih peningkatan keterampilan dilapangan terutama sistem recording, agar penerapan manfaat teknologi inseminasi buatan dapat berjalan dengan baik.Kata Kunci : motivasi, perilaku, inseminasi buatan, sapi perahABSTRACT The aim of this research is to determine a relationship between motivation and behavior in the use of artificial insemination technology on farmer members of Livestock Farmers Community (KTT) in the West Ungaran District. The study conducted on December 2012 up to January 2013. Survay method was used in this research. Responden were chosen with stratified random sampling supported with slovin equation. Primary and secondary data were collected. Descriptive quantitatif was used in data analysis, supported with Statistical Package for Social Science (SPSS) 16. The result showed correlation between motivation and behavior, knowledge, atitude and skills with r-square 0,979, 0,979, 0,556 and 0,962, respectively. Highly correlation showed in correlation of motivation and behavior towards artificial inseminaton technology used. Factor affected correlation of motivation and behavior towards artificial inseminaton technology used are age and experience. This study concluded that increasing motivation of responden will increased behavior of the artificial inseminaton technology used. Suggested that increasing skills of farmers by government to increased bahavior of the artificial inseminaton technology used.Key words: motivation, behavior, artificial insemination, dairy cattle
PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN A SINTETIK DALAM PAKAN TERHADAP FERTILITAS, DAYA TETAS, DAN MORTALITAS EMBRIO TELUR ITIK MAGELANG PEMBIBIT YANG DIPELIHARA SECARA IN SITU Imam, Sokhirul; Muryani, Rina; Mahfudz, Luthfi Djauhari
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.328 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin A sintetik dalam pakan itik Magelang pembibit terhadap fertilitas, daya tetas dan mortalitas embrio. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai dengan bulan November 2012 di Village Breeding Centre Balai Pembibitan dan Budidaya Ternak Non Ruminansia, Satker Itik Banyubiru, Banyubiru, Ambarawa. Materi yang digunakan adalah 84 ekor itik Magelang betina umur 45 minggu dengan bobot badan rata-rata1663,33 ± 38,79 g dan 12 ekor itik Magelang jantan umur 48 minggu bobot badan rata-rata 1746,11±39,83 gram. Pakan yang digunakan terdiri dari jagung kuning, bekatul dan konsentrat itik. Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum basal (vitamin A 4500 IU/kg pakan) dan T1 = ransum basal + vitamin A 1500 IU/kg pakan, total menjadi 6000 IU/kg pakan. Parameter yang diamati meliputi fertilitas, daya tetas, dan mortalitas embrio. Data penelitian yang sudah diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji t-test. Hasil penelitian menunujukkan bahwa tidak terdapat perbedaan pengaruh yang nyata (P>0,05) antara level penambahan vitamin A terhadap fertilitas, daya tetas, dan mortalitas embrio. Fertilitas telur T0 = 85,97% dan T1 = 91,19%, daya tetas telur T0 = 47,52% dan T1 = 51,07%, dan mortalitas embrio telur T0 = 53,31% dan T1 = 50,37%. Simpulan dari penelitian adalah penambahan vitamin A sintetik pada pakan itik Magelang pembibit sebanyak 1500 IU/kg pakanbelum dapat meningkatkan fertilitas dandaya tetas serta menurunkan mortalitas embrio.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) DALAM RANSUM TERHADAP PROFIL LEMAK DARAH ITIK MAGELANG JANTAN Yulianti, Wiwin; Murningsih, Wisnu; Ismadi, Vitus Dwi Yunianto Budi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.807 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan sari jeruk nipis (Citrus aurantifolia) yang ditambahkan dalam ransum terhadap kadar kolesterol darah, high density lipoprotein (HDL) dan low density lipoporotein (LDL) pada itik Magelang jantan. Materi yang digunakan adalah 100 ekor itik Magelang Jantan umur 5 minggu dengan bobot badan 460 ± 4,51 g. Bahan penyusun ransum terdiri dari jagung, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, premix dan nasi kering. Ransum penelitian disusun dengan kandungan protein 18,25 % dan energi metabolis 2902 kkal/kg. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan dan setiap unit percobaan terdiri 5 ekor itik. Perlakuan penelitian yaitu T0 (ransum tanpa penambahan sari jeruk nipis), T1 (ransum + 1,5 ml sari jeruk nipis), T2 (ransum + 3 ml sari jeruk nipis) dan T3 (ransum + 4,5 ml sari jeruk nipis). Parameter yang diukur adalah Konsumsi ransum, trigliserida, HDL dan LDL serta pertambahan bobot badan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan sari jeruk nipis nyata meningkatkan (P<0,05) kadar HDL dan menurunkan kadar trigliserida, kolesterol dan LDL darah itik magelang jantan, tatapi tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan.Kata kunci : itik Magelang jantan; sari jeruk nipis; profil lemak darah.ABSTRACTThe aim of the research is to assess the effect of lime (Citrus aurantifolia) addition in the diet on blood cholesterol high density lipoprotein and low density lipoporotein in male Magelang duck. The material used is 100 ducks magelang 5 weeks in age with an average body weight of 460 ± 4,51 g. Formula of the feeds used corn, rice bran, premix and loyang. Ration of research compiled by the protein content of 18.25% and metabolic energy 2902 kcal / kg. The research design used was completely randomized design with four treatment and five replications. Treatment research is T0 (ration without the addition of lime), T1 (ration + 1.5 ml of lime), T2 (ration + 3 ml of lime) and T3 (4.5 ml + ration of lime). The parameters of the research were ration consumption, trigliserid, HDL and LDL and body weight gain. The results showed the addition of lime treatments significantly increased (P <0.05) of HDL and lower trigliserid, blood cholesterol and LDL, but it’s non significant to ration consumption and body weight gain.Key word : male Magelang duck; concentrate lime, fat blod profile.
PENGARUH JARAK DAN WAKTU TEMPUH TERHADAP POST THAWING MOTILITY, ABNORMALITAS DAN SPERMATOZOA HIDUP SEMEN BEKU (The Effect of Travel Distance and Travel Time Toward Post Thawing Motility, Abnormality and Life Sperm of Frozen Semen) Wahyutea, Hendhita Reski; Sutopo, Sutopo; Ondho, Yon Soepri
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.486 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan  mengetahui pengaruh jarak dan waktu tempuh dari pos IB ke akseptor IB terhadap evaluasi post thawing motility (PTM), abnormalitas dan spermatozoa hidup pada semen beku. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 36 straw semen beku berasal dari pejantan Simental. Rancangan penelitian ini menggunakan RAL pola faktorial2 x 2 terdiri dari 2 faktor yaitu faktor A = jarak (1 = 0-3 kilometer dan 2 = >3-6 kilometer) dan faktor B = waktu (1 = 1-5 menit dan 2 = >5-10 menit). Data diolah dengan uji F dan dilanjutkan uji jarak berganda Duncan apabila terdapa tperbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase PTM pada perlakuan A1B1 (60%); A1B2 (57,78%) dan A2B1 (55,6%) berbeda nyata (P<0,05) terhadap A2B2 (50%). Persentase abnormalitas spermatozoa pada perlakuan A1B1 (16,4%) tidak berpengaruh terhadap A1B2 (16,5%) namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap A2B1 (19,01%) dan A2B2 (21,07%). Persentase spermatozoa hidup pada perlakuan A1B1 (67,92%) A1B2 (65,5%) A2B1 (63,92%) berbeda nyata (P<0,05) terhadap A2B2 (62,28%). Hasil penelitian disimpulkan bahwa perlakuan A1B1 memberikan informasi hasil yang paling baik. Kata Kunci : Jarak Tempuh; Waktu Tempuh; PTM; Abnormalitas; Semen ABSTRACT This research was conducted  to evaluate the effect of distance and time from the postal of Artificial Insemination (AI) to the acceptor of AI on frozen semen to observed the Post Thawing Motility (PTM), sperm abnormality and life sperm. A total of  36 frozen semen from cattle Simental bull were used in this research. A Factorial completely randomized design was used in the experiment with the first factor A was distance (1 = 0-3 kilometer and 2 = >3-6 kilometer)and thefactor B was time (1 = 1-5 minute dan 2 = >5-10 minute). Statistical data were then analyzed with F test and Duncan’s multiple range test. Results of this research showed that percentage of PTM on A1B1 (60%); A1B2 (57.78%) and A2B1 (55.6%) were significantly different (P<0,05) to A2B2 (50%). Percentage of  sperm abnormality A1B1 (16.4%) has no different with A1B2 (16.5%) but highly significantly different (P<0.01) to A2B1 (19.01%) and A2B2 (21.07%). Percentage of life spermatozoa on A1B1 (67.92%);  A1B2 (65.5%) and  A2B1 (63.92%) were significantly different (P<0.05) to A2B2 (62.28%). The study concluded that A1B1 was the best treatment. Key Word : Travel distance; Travel time; PTM; Abnormality; Semen
KADAR HEMATROKRIT, GLUKOSA DAN UREA DARAH SAPI JAWA YANG DIBERI PAKAN KONSENTRAT DENGAN TINGKAT YANG BERBEDA Suwasono, Patah; Purnomoadi, Agung; Dartosukarno, Sularno
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.471 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat pemberian konsentrat yang berbeda terhadap pemanfaatan pakan oleh ternak melalui kadar hematokrit, glukosa dan urea darah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor sapi Jawa jantan umur 1,5-2 tahun dengan kisaran bobot badan 200-325 kg (rata-rata 262,5 kg). Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 3 perlakuan dan 4 kelompok. Perlakuan yang diberikan adalah dengan pemberian pakan 30, 50, dan 70% dari kebutuhan. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji F dan apabila  terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji wilayah-berganda Duncan. Hasil penelitian menyatakan bahwa kadar glukosa darah pada sapi Jawa antar perlakuan tidak berbeda nyata (P>0,05), dengan rata-rata kadar glukosa pada 0 jam (sebelum makan) adalah 53,54 mg/dl, sedangkan pada 3, 6 dan 9 jam setelah pemberian pakan masing-masing adalah 51,11; 63,61; dan 54,93 mg/dl. Hasil yang sama diperoleh juga pada kadar urea darah (P>0,05%), dengan rata-rata pada 0 jam (sebelum makan) adalah 29,92 mg/dl, darah pada sapi Jawa yang diberi pakan konsentrat dengan tingkat yang berbeda pada 3, 6 dan 9 jam setelah pemberian pakan masing-masing adalah 26,49; 26,25 dan 48,51 mg/dl. Konsentrat juga tidak membedakan kandungan hematokrit darah antar perlakuan (P>0,05%), dengan rata-rata pada awal perlakuan adalah 36,83%, sama persis dengan nilai pada akhir perlakuan, yaitu 36,83%. Disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh tingkat pemberian konsentrat yang berbeda terhadap kadar hematokrit, glukosa dan urea darah pada sapi Jawa.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN BEBAS PILIH (Free choice feeding) TERHADAP PERFORMANS AWAL PENELURAN BURUNG PUYUH (Coturnix coturnix japonica) Diwayani, Rosi Mersita; Sunarti, Dwi; Sarengat, Warsono
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.167 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pakan bebas pilih (free choice feeding) terhadap performans awal peneluran burung puyuh (Cortunix cortunix japonica). Materi yang digunakan adalah 216 ekor burung puyuh betina umur 2 minggu dengan bobot badan 56,01 ± 1,61 g (CV= 8,67%). Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut T1 = 2 pakan sumber energi + 2 pakan sumber protein (bekatul, jagung, tepung ikan, bungkil kedelai); T2 = 2 pakan sumber energi + 3 pakan sumber protein (bekatul, jagung, tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa); T3 = 2 pakan sumber energi + 4 pakan sumber protein (bekatul, jagung, tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa, PMM). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 9 ulangan. Setiap unit percobaan terdiri dari 8 ekor puyuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan bebas pilih tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap umur awal bertelur, bobot badan awal bertelur dan bobot telur awal bertelur. Kesimpulan penelitian ini adalah pakan bebas pilih dengan 2 sumber energi dan 2 sumber protein sudah cukup untuk performans awal peneluran burung puyuh.Kata kunci : burung puyuh betina (Coturnix coturnix japonica), pakan bebas pilih (free choice feeding), awal peneluran
PRODUKTIVITAS SAPI JAWA YANG DIBERI PAKAN BASAL JERAMI PADI DENGAN BERBAGAI LEVEL KONSENTRAT Yuliantonika, Andy Trisna; Lestari, C M Sri; Purbowati, Endang
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.368 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produktivitas sapi Jawa yang digemukkan dengan pakan jerami padi dengan berbagai level konsentrat. Materi obyek penelitian yang digunakan adalah 12 ekor sapi Jabres jantan yang berumur sekitar 2 tahun, dengan bobot badan (BB) awal penelitian 270,6 ± 38,03 kg (CV=14,06%). Sapi Jabres tersebut diberi pakan jerami padi ad libitum dan konsentrat yang disusun dari dedak padi, bungkil kelapa, ampas bir, dan mineral. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 4 kelompok bobot badan sebagai ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu: T1= pemberian konsentrat 30% dari kebutuhan BK pakan, T2= pemberian konsentrat 50% dari kebutuhan BK pakan, dan T3 = pemberian konsentrat 70% dari kebutuhan BK pakan. Parameter yang diukur adalah konsumsi bahan kering (BK), protein kasar (PK) dan total digestible nutrients (TDN), kecernaan BK, pertambahan bobot badan harian (PBBH) dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai level konsentrat tidak berpengaruh terhadap semua parameter yang diamati (P>0,05). Rata-rata konsumsi BK, PK dan TDN berturut-turut sebesar 5,69 kg, 0,78 kg, dan 3,95 kg/ekor/hari, dengan rata-rata kecernaan BK 52,94%. Adapun pertambahan bobot badan harian (PBBH) yang diperoleh 0,53 kg dan konversi pakan 12,80. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sapi Jabres yang dipelihara secara intensif dengan pakan konsentrat sebanyak 30-70% dan jerami padi ad libitum mempunyai produktivitas yang tidak berbeda.Kata kunci: produktivitas, sapi Jabres, jerami padi, konsentratABSTRACT This research was conducted to evaluate the productivity of Jawa cattle which was fattened using rice straw with various levels of concentrate. Twelve heads of Jabres bulls, two years old, with the initial body weight of 270,6 ± 38,03 kg (CV=14,06%) were used in this experiment. Those Jabres bulls were fed rice straw ad libitum and different level of concentrate that consisted of rice bran, copra meal, beer waste product, and minerals. Completely Randomized Block Design with 3 treatments and 4 blocks of different body weights were used in this study. The treatments were T1= 30% concentrate of the total DM requirements, T2= 50% concentrate of the total DM requirements, T3 = 70% concentrate of the total DM requirements. The collected data were dry matter intake (DMI), protein and total digestible nutrients (TDN) intake, dry matter digestibility, the average daily gain (ADG), and feed conversion ratio (FCR). The results showed that different level of concentrate did not influence the DMI, CP and TDN intake, and also dry matter digestibility (P>0.05). The average of DMI, CP, and TDN intake were 5.69 kg, 0.78 kg, and 3,95 kg/head/day respectively. The average of dry matter digestibility was 52.94%. The ADG was 0.53 kg and FCR was 12.80. The conclusion of this research was that the productivity of Jabres cattle fattened using rice straw and 30-70% concentrate were relatively the same.Keywords: productivity, Jabres cattle, rice straw, concentrate