cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI PROTEIN PAKAN DENGAN PRODUKSI, KANDUNGAN PROTEIN DAN LAKTOSA SUSU SAPI PERAH DI KOTA SALATIGA (Relationship Between Crude Protein Intake, Milk Production, Milk Protein and Lactose Of Dairy Cows at Salatiga District) Syafri, Adam; Harjanti, Dian Wahyu; Santoso, Sri Agus Bambang
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.534 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara konsumsi protein pakan  terhadap produksi  susu,  kandungan protein  dan  laktosa susu  pada sapi perah di Kota Salatiga. Materi yang digunakan adalah 30 ekor sapi perah dengan kriteria bulan laktasi 2-3 dan periode laktasi 2-3. Data dianalisis dengan korelasi untuk mengetahui model dan besar kecilnya hubungan variabel bebas dan variable terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi bahan kering (BK) sebesar 13,29  kg dengan  kadar protein pakan  11,33% atau  1,01 kg. Produksi  susu 9,96 liter atau 10,28 kg. Kadar protein susu 2,70% atau 0,28 kg. Kadar laktosa susu 4,10% atau 0,40 kg. Terdapat hubungan kuadratik antara konsumsi protein pakan dengan  produksi (P= 0,115) dengan nilai  r= 0,385.  Demikian  juga, antara konsumsi  protein  pakan dengan  protein  susu  (P= 0,174) dengan  nilai  r= 0,349. Selain itu, terdapat hubungan model linier antara konsumsi protein pakan dengan laktosa susu (P= 0,177) dengan nilai r= 0,329. Demikian juga, antara laktosa susu dengan produksi susu (P= 0,023) dengan nilai r=0,46. Dapat disimpulkan bahwa konsumsi  protein  pakan  mempunyai  hubungan  kuadratik  dengan  produksi  dan protein  susu.  Kadar  laktosa  susu  mempunyai  hubungan  linier dengan konsumsi protein pakan dan produksi susu.Kata kunci : Protein pakan; produksi susu; protein susu; laktosa susu; sapi perah ABSTRACT This  research  was  conducted  to  examine the relationship  between  crude protein (CP) intake and milk production, milk protein and lactose on dairy cows in Salatiga District.  A  total  of  30  dairy cows  in  the lactation  month  of 2-3  and lactation period of 2-3 were used. The result showed that dry matter (DM) intake, CP content and CP intake were 13.29 kg/d, 11.33% and 1.01 kg/d, respectively. Milk production was 9.96 L/d or equal to 10.28 kg/d with the contents of protein and  lactose  in  milk  were 2.70%  (0.28kg/d)  and 4.10% (0.4  kg/d), respectively. The correlation  between  CP intake and  milk production  were fitted to  the quadratic linear  regression  relationship  (r= 0.385). Similarly,  the  correlation between  CP intake  and milk  protein  content  also  follow  the  quadratic linear regression (r= 0.349). Moreover, the relationship between milk lactose with CP  intake and milk lactose with total milk production were fitted to the linear models (r= 0.17,  r= 0.46).  It could  be concluded that  CP intake have quadratic relationship with milk production and milk protein. Milk lactose have a linearly relationship with CP intake and total milk production.Keyword : Crude protein intake; milk production; milk protein; milk lactose; dairy cows
PERTUMBUHAN HIJAUAN KACANG PINTOI (Arachis pintoi) PADA BERBAGAI PANJANG STEK DAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR PERIODE PEMOTONGAN KEDUA Susanti, Susanti; Purbajanti, Endang Dwi; Sutarno, Sutarno
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.405 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan hijauan kacang pintoi (Arachis pintoi) dengan panjang stek dan dosis pupuk organik cair (POC) yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 28 November 2011- 12 April 2012 di lahan Ilmu Tanaman Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Bahan yang digunakan adalah stek batang tanaman kacang pintoi (Arachis pintoi), pupuk organik cair (Herbafarm), air dan tanah. Peralatan yang digunakan adalah timbangan kapasitas 5 kg, timbangan elektrik analitis kapasitas 100 g dengan ketelitian 0,001 g, sekop, cangkul, ember, penggaris/meteran, alat tulis, isolasi, gunting, cutter, kertas label, dan plastik. Penelitian dilakukan dengan rancangan Acak Lengkap berpola Faktorial 2 x 4 dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah panjang stek yang dipotong sepanjang 2 ruas dan 3 ruas. Faktor kedua adalah dosis pupuk organik cair, yaitu 0 ml, 5 ml, 10 ml, dan 15 ml. Parameter yang diamati adalah panjang tanaman, jumlah tunas, produksi hijauan segar dan produksi bahan kering. Data yang diperoleh dengan análisis ragam dan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan pada taraf 5%. Hasil analisis ragam memperlihatkan bahwa perlakuan panjang stek dan dosis POC yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman dan produksi bahan kering, tetapi panjang stek yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah tunas dan produksi hijauan segar Arachis pintoi. Panjang tanaman, produksi segar dan produksi bahan kering tertinggi terdapat pada perlakuan S2P3, sedangkan jumlah tunas tertinggi pada perlakuan S2P1. Panjang stek 3 ruas (S2) dapat memberikan produksi hijauan yang lebih tinggi dari pada perlakuan panjang stek 2 ruas (S1). Tidak terdapat interaksi antara panjang stek 2 ruas dan dosis Pupuk 5 ml. Pemberian dosis unsur esensial bagi tanaman agar pertumbuhannya optimal harus sesuai kebutuhan tanaman. Apabila kurang atau berlebih menimbulkan efek negatif. Perlu adanya penelitian lanjutan untuk mengetahui jenis dan kebutuhan unsur hara bagi Arachis pintoi.Kata Kunci: Arachis pintoi, Panjang Stek, Dosis Pupuk Organik Cair (POC)
TOTAL BAKTERI DAN PH SUSU SEGAR SAPI PERAH FRIESIAN HOLSTEIN DI UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH DAN PEMBIBITAN TERNAK UNGGUL MULYOREJO TENGARAN-SEMARANG (Total Bakteria and pH in Milk by Friesian Holstein Cows Milk atPelaksana Teknis Daerah dan Pembibitan Te Pramesthi, Ridha; Suprayogi, Teguh Hari; Sudjatmogo, Sudjatmogo
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.805 KB)

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu dengan cara menghitung total bakteri dan mengukur pH susu segar sapi perah FH yang berada di Peternakan (UPTD-PTU) Mulyorejo. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2014 di UPTD-PTU Mulyorejo, Tengaran-Semarang. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel susu dari 6 ekor sapi perah laktasi yang berada pada lingkungan kandang yang sama dengan rataan bobot badan 398,9 kg dan produksi susu 8,5 l. Parameter yang diamati adalah total bakteri dan pH susu segar sapi perah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata total bakteri dan pH susu masing – masing adalah 3,15 x 106 CFU/ml dan 5,6. Simpulan penelitian ini bahwa total bakteri dan pH susu di UPTD – PTU Mulyorejo, Tengaran-Semarang masih di atas rata – rata standar total bakteri dan pH susu yang ditetapkan dan perlu dilakukan dipping (celup puting) untuk menekan total bakteri dan meningkatkan pH susu. Kata Kunci : Total Bakteri; pH; Susu; Sapi Friesian Holstein. ABTRACT             The study aimed to evaluate quality by counting total bacteria and pH of fresh milk from Friesian Holstein Cows in UPTD-PTU Mulyorejo, Tengaran-Semarang. The experiment was conducted from September - October 2014 at UPTD Mulyorejo, Tengaran-Semarang. The research was doneby taking milk sample from 6 cows in same stall with average of body weight of 398,9 kg and milk production 8,5 l. The parameters measured were total bacteria and pH of milk. The results showed that average total bacteria and pH of milk were 3,15 x 106 CFU/ml and 5,6. The results could be concluded that total bacteria and pH of milk in UPTD were out of standard that were required and needed a treatment for reduce total bacteria and rise pH of fresh milk. Keyword : Total Bacteria; pH; Milk; Friesian Holstein Dairy Cow.
KINERJA KARYAWAN DALAM USAHA SAPI POTONG CV. INDONESIA MULTI INDAH KECAMATAN MARGOREJO KABUPATEN PATI (Performance of Employees in Cattlebusiness CV . Indonesia Multi Indah District Margorejo Pati) Wiharnantyo, Bagus; Eddy, Bambang Trisetyo; Mardiningsih, Diah
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.967 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja karyawan yang mendorong karyawan untuk disiplin dan semangat dalam bekerja di CV Indonesia Multi Indah Desa Langse Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2014. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah studi kasus, dengan memberikan kuesioner kepada responden yang berisi 4 unsur kinerja karyawan. Penelitian menggunakan seluruh karyawan perusahaan sebanyak 60 orang sebagai responden. Analisis data menggunakan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian karyawan berdasarkan tanggung jawab termasuk baik dan cukup masing-masing cukup 50%, komitmen termasuk cukup (56,7%) dan kurang (40,0%), kedisiplinan termasuk baik (45,0%) dan cukup (55,0%), dan kejujuran termasuk baik (51,7%) dan cukup (48,3%). Berdasarkan penilaian tersebut, rata-rata skor kinerja karyawan CV IMI sebesar 60,08. Simpulan penelitian ini adalah kinerja karyawan dalam usaha sapi potong di CV IMI termasuk dalam kategori sedang.Kata kunci: sapipotong; manajemen tenaga kerja; kinerja karyawan. ABSTRACT This study aims to determine the performance of employees and determine socioeconomic factors that drive employees discipline and motivation to work in CV. Indonesia MultiIndah Langse Village District of Margorejo Pati. This study was conducted in February 2014. The method used in the study was a case study, by questionnaire to the respondent that contains four elements of employee performance. Research usedall of 60 employees as respondents. The analytical method used was descriptive analysis used to determine the state of the CV. Indonesia Multi Indah by describing the companies condition. The results showed thatemployee assessment based on responsibility, including good and sufficient enough respectively 50%, the commitment includes enough (56.7%)and less (40.0%), including good discipline (45.0%) and sufficient (55.0%), and honesty includes both (51.7%) and sufficient (48.3%). Based on this assessment, the average score employee performance CV IMI at 60.08. Conclusions This study is the performance of employees in the beef cattle business in CV IMI included in the medium category.Keywords : beef cattle; labor management; employee performance.
PENGARUH EDIBLE COATING DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP TEKSTUR, WARNA, DAN KEKENYALAN BAKSO SAPI Mahbub, Muhammad Alwan; Pramono, Yoyok Budi; Mulyani, Sri
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.741 KB)

Abstract

Bakso merupakan bahan pangan yang mudah rusak oleh berbagai faktor, sebab itu diperlukan metode pengawetan yang aman untuk kesehatan agar bakso itu tidak mudah rusak dan aman untuk dikonsumsi. Salah satunya adalah dengan menggunaan edible coating karaginan yang bertujuan untuk memberikan masa simpan yang relatif lebih lama, yang dapat mempertahankan kandungan dari bakso secara organoleptik maupun uji laboratorium. Materi penelitian adalah daging sapi segar 500 gram untuk masing-masing parameter percobaan dan bahan tambahan pembuatan bakso. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 4 ulangan dan 25 panelis dengan parameter tekstur, warnadan kekenyalan. Perlakuan yang diberikan yaitu T0: tanpa edible coating; T1: 0,5%; T2: 1%; T3: 1,5%; T4: 2%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan edible coating karaginan dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tekstur, warna dan kekenyalan bakso sapi. Perlakuan edible coating karaginan dengan konsentrasi 1% merupakan perlakuan yang optimal pada bakso dengan nilai rerata dari masing-masing parameter yaitu tekstur 2,94; warna 2,28; dan kekenyalan 2359,9 gram force (gf). Metode pemberian edible coating karaginan dengan konsentrasi 1% dapat diterapkan karena dapat menjaga kualitas bakso sapi dilihat dari tekstur, warna dan kekenyalan.Kata kunci : daging sapi; edible coating; tekstur; warna; dan kekenyalan.ABSTRACTCarragenan’s edible coating is one of method to provide of shelf life longer of meatball. Research material is 500 grams fresh beef for each experimental parameter and additional materials manufacture of meatballs. Experimental design was completely randomized design (CRD) with 5 treatment, 4 replications and 25 person use as semi-professional panelists with parameters texture, color and firmness. The treatment given is T0: no edible coating, T1: 0.5%, T2: 1%, T3: 1.5%, T4: 2%. The study showed that using carragenan’s edible coatings with different concentrations is significantly (P<0.05) for texture, color and firmness of meatball. 1% of carragenan’s edible coating is better than the others. The value from each parameter is texture 2.94, color 2.28, and firmness 2359.9 grams of force (gf). This method can be to maintain the quality of beef meatball.Keywords : beef, edible coating, texture, colors and firmness.
Persentase Hidup dan Abnormalitas Sel Spermatozoa Kambing Peranakan Ettawah (PE) Dengan Pakan yang Disuplementasi Daun Binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) Tri Cahyadi, Taufik Riza
Animal Agriculture Journal Vol 5, No 4 (2016): Volume 5 Nomor 4 Tahun 2016
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.314 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi daun binahong terhadap persentase hidup dan abnormalitas spermatozoa kambing Peranakan Etawah (PE). Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak Manunggal IV Dusun Wawar Lor, Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah pada bulan Maret-Juni 2016. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 4 ekor kambing PE jantan masing-masing 2 ekor dengan bobot badan 50-55 kg (U1) dan 2 ekor dengan bobot 65-70 kg (U2). 2 ekor kambing dari kelompok U1 dan U2 diberi tepung daun binahong dengan dosis 43,9 mg/kg bobot badan per hari (T1) dan 2 ekor kambing dari kelompok U1 dan U2 diberi tepung daun binahong dengan dosis 87,8 mg/kg bobot badan per hari (T2). Pemberian tepung daun binahong dilakukan selama 3 minggu dan penampungan semen dilakukan satu kali dalam 1 minggu selama 11 minggu. Variabel yang diamati yaitu persentase hidup dan abnormalitas spermatozoa kambing PE. Data yang diperoleh dihitung menggunakan uji F maksimum dan dilanjutkan dengan uji-t, uji Friedmann dan uji Median. Hasil pengamatan rata-rata persentase hidup spermatozoa berturut-turut dari kambing T1U1; T1U2; T2U1 dan T2U2 yaitu 88,32%; 88,76%; 89,87% dan 88,96%. Hasil pengamatan rata-rata persentase abnormalitas spermatozoa berturut-turut dari kambing T1U1; T1U2; T2U1 dan T2U2 yaitu 5,62%; 2,54%; 4,23% dan 3,74%. Pemberian tepung daun binahong dengan dosis T2 lebih efektif dalam meningkatkan persentase hidup dan menurunkan abnormalitas sel spermatozoa.
HUBUNGAN ANTARA UKURAN-UKURAN TUBUH DENGAN BOBOT BADAN PADA KAMBING KACANG DI KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAH Permatasari, Tis'a; Kurnianto, Edi; Purbowati, Endang
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.865 KB)

Abstract

Tampilan morfologi masih umum digunakan secara praktis untuk mengkarakterisasi dan menyeleksi ternak. Ukuran-ukuran tubuh dapat digunakan untuk mengestimasi bobot badan ternak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara ukuran-ukuran tubuh dengan bobot badan kambing Kacang di Kabupaten Grobogan. Empat puluh satu ekor kambing Kacang di Kabupaten Grobogan digunakan sebagai materi penelitian. Kambing Kacang dikelompokkan dalam kelompok jenis kelamin yang berbeda. Variabel yang diamati berupa bobot badan, panjang muka, panjang telinga, lingkar dada, lebar dada, dalam dada, panjang badan, tinggi pundak, tinggi pinggul, lebar pinggul, panjang kaki depan, panjang kaki belakang serta panjang ekor. Data dianalisis menggunakan program Statistical Analysis System (SAS ver 6.12). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persamaan regresi dengan variabel ukuran-ukuran tubuh yang diperoleh dapat digunakan untuk estimasi bobot badan kambing Kacang dengan koefisien determinasi 81,4% sampai 97,8%. Variabel ukuran-ukuran tubuh yang digunakan dalam persamaan untuk menduga bobot badan kambing Kacang adalah panjang muka, panjang telinga, lingkar dada, lebar dada, panjang badan, tinggi pundak, lebar pinggul dan panjang kaki belakang.Kata kunci: ukuran tubuh; estimasi bobot badan; kambing KacangABSTRACTMorphological performance can be used to characterize and to select livestock. Body weight can be estimated by body measurements. The objective of this study was to analyze the correlation between body measurements and body weight of Kacang goats in Grobogan Regency. Fourty one Kacang goats were used as materials. Kacang goats were grouped into different group of sex. Variable observed were body weight, face length, ear length, chest circumference, chest width, chest depth, body length, height at wither, height at hip, hip width, front leg length, hind leg length and tail length. Data observed were analyzed by using Statistical Analysis System (SAS ver 6.12). Results showed regression equation models of body measurements can be used to estimate the body weight of Kacang goat with coeffisient of determination of 81.4%-97.8%. Variable of body measurements used to estimate body weight of Kacang goat were face length, ear length, chest circumference, chest width, body length, height at wither and hind leg length.Key words: body measurements; estimation body weight; Kacang goat
PERBANDINGAN KUALITAS VERMIKOMPOS YANG DIHASILKAN DARI FESES SAPI DAN FESES KERBAU (Comparison of Vermicompost Quality made from Feces of Cattle and Buffalo) Dwiyantono, Rifky; Sutaryo, Sutaryo; Purnomoadi, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.089 KB)

Abstract

ABSTRAK           Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan feses sapi dan feses kerbau terhadap kualitas vermikompos dilihat dari rasio C/N, pH dan uji organoleptik. Analisis penelitian menggunakan t-test Independent dengan 16 sampel, 8 sampel feses sapi dan 8 sampel feses kerbau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata rasio C/N vermikompos dari sapi 11,89 dan feses kerbau 12,09. Uji hedonik vermikompos (bau, warna dan tekstur), telah memenuhi standar SNI dan pH vermikompos feses sapi 6,28 dan feses kerbau 6,65. Perbedaan jenis feses sapi dan feses kerbau tidak mempengaruhi kualitas vermikompos. Kata kunci : vermikompos; feses sapi; feses kerbau ABSTRACT           The aim of the study was to study to determine differences of the feces of the cattle and the buffalo on the vermicompost quality evaluated by the C/N ratio, pH and organoleptic tests. The data was analyzed using independent t-test on 16 samples, 8 samples cattle feces and 8 samples buffalo feces. The results showed that C/N ratio of vermicompost from cattle feces was 11.89 and the buffalo feces was 12.09. The vermicompost hedonic test (smell, color and texture), has satisfied the SNI standard and the pH of the cattle and buffalo feces vermicompost were 6.28 and 6.65. The different types feces from the cattle and the buffalo feces did not affect the vermicompost quality. Key word : Vermicompost; cattle feces; buffalo feces
PEMBERIAN DAUN Crotalaria usaramoensis SEBAGAI SUMBER PROTEIN RANSUM BURUNG PUYUH PERIODE GROWER TERHADAP ENERGI METABOLIS, RETENSI NITROGEN DAN EFISIENSI RANSUM Dianti, Rostika; Mulyono, Mulyono; Wahyono, Fajar
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.179 KB)

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of leaf C.usaramoensis with different percentage rate period quail grower diet for metabolicenergy, protein retention and diet efficiency. The material used in the study werefemale quail age of three weeks with an average body weight of 49,55 g ± 2.69with the amount 100 quail. Diet composed of three materials consist of wheat leafC. usaramoensis, concentrate of Charoen Pokpand and yellow corn. Diet researchcompiled by ± 24% protein content and metabolic energy ± 3000 kcal / kg. Thedesign used was completely randomized design with 4 treatments and 5replications and 5 tail quail for each experimental unit. Treatment research is T0(diet without leaf C. usaramoensis), T1 (diet with 3% leaf C. usaramoensis), T2(diet with 6% with leaf C. usaramoensis) and T3 (diet with 9% with leaf C.usaramoensis). Parameters measured were diet consumption, body weight,metabolic energy, nitrogen retention and diet efficiency. Processing data usinganalysis of variance to determine the effect of various treatments. The resultsshowed no significant difference (P> 0.05) due to the provision of leaf C.usaramoensis on metabolic energy, nitrogen retention and diet efficiency. Basedon the results of research on the provision of leaf C. usaramoensis to 9% the sameas the diet control so that leaf C. usaramoensis can be used as an alternativesource of protein feed ingredients in the diet quail.Key words : Crotalaria usaramoensis, metabolic energy, nitrogen retention, dietefficiency
KADAR PROTEIN DAN KEEMPUKAN NUGGET AYAM DENGAN BERBAGAI LEVEL SUBSTITUSI HATI AYAM BROILER Wijayanti, Dwi Agustina; Hintono, Antonius; Pramono, Yoyok Budi
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.147 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan keempukan pada pembuatan nugget ayam yang disubstitusi hati ayam broiler. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan yang meliputi T0=0%, T1=10%, T2=20%, T3=30%, dan T4= 40%. Data hasil penelitian diolah secara statistik menggunakan analisis ragam pada taraf signifikansi 5% dan apabila terdapat pengaruh nyata terhadap nilai kadar protein dan keempukan dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan. Berdasarkan analisis ragam diketahui bahwa nugget ayam dengan substitusi hati ayam broiler memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) pada kadar protein dan keempukan.Kata kunci : nugget ayam, hati ayam broiler, kadar protein, keempukanABSTRACT The experiment were conducted to determine the protein content and tenderness of chicken nuggets with of broiler livers substitution. The research design was completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications T0 = 0%, T1 = 10%, T2 = 20%, T3 = 30% and T4 = 40%. The data were analyzed by ANOVA at a significant of 5% and if the results showed that significant of the protein content and tenderness were continued by Duncan Multiple Range Test. The result showed that chicken nuggets with broiler livers substitution significant (P<0,05) on the protein content and tenderness.Keywords: chicken nuggets, broiler liver, protein content, tenderness