cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
RESPON FISIOLOGIS HARIAN SAPI MADURA JANTAN YANG DIBERI PAKAN DENGAN KUANTITAS BERBEDA (Daily Physiological Response of Madura Bull Fed of Different Feeding Level) Wisnuwati, Wisnuwati; Sukarno, Sularno Darto; Purnomoadi, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 3 (2014): Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.706 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji respon fisiologis harian sapi Madura jantan yang diberi pakan dengan kuantitas berbeda.  Materi yang digunakan 12 ekor sapi Madura jantan dengan bobot badan 143,41 ± 10,21 kg (CV= 7,11%). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan.  Pakan yang diberikan berupa hay rumput gajah 30% dan konsentrat 70%.  Perlakuan jumlah pakan yang diterapkan yaitu T1=1,8% bobot badan (BB), T2= 2,7% BB, dan T3= 3,6% BB berdasarkan bahan kering (BK).  Parameter yang diamati adalah konsumsi BK dan respon fisiologis sapi (frekuensi nafas, denyut jantung, dan temperatur rektal).  Hasil penelitian terhadap denyut jantung menunjukkan berbeda sangat nyata (P<0,01) antara T1 (77 kali/menit) dengan T2 (90 kali/menit) dan T3 (92 kali/menit).  Temperatur rektal menunjukkan berbeda sangat nyata (P<0,01) antara T1 (38,1oC) dengan T3 (38,5oC), namun  keduanya tidak berbeda nyata terhadap T2 (38,4oC).  Frekuensi nafas berbeda nyata (P<0,05) antara T1(18 kali/menit) dengan T2 (25 kali/menit) dan T3 (26 kali/menit). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peningkatan kuantitas pakan hingga 2,7% BB memberi pengaruh pada respon fisiologis harian sapi Madura. Kata kunci: respon fisiologis harian; kuantitas pakan; sapi Madura jantan. ABSTRACT The purpose of this research was to determine the effect of different level intake of feeding on daily physiological response of Madura cattle.  Materials used in this research were 12 heads of male Madura cattle with average initial body weight 143.4 ± 10.21  kg (CV= 7.11%).  The research was arranged based on Completely Randomizes Design with 3 treatments and 4 replications.  The cattle was fed based on dry matter intake consisted of napier grass (30%) and consentrate (70%), with three level of feeding i.e. 1.8% BW (T1), 2.7% BW (T2), and 3.6% BW (T3).  Parameters observed were dry matter intake (DMI), physiological condition of livestock including breathing frequency, pulse frequency, and rectal temperature.   The result showed that pulse frequency of T1 (77) was lower (P<0.01) than of  T2 (90) and T3 (92).  Respon of rectal temperature of T1 (38.1 oC) was similar to T3 (38.5 oC), but both was higher (P<0.05) than T2 (38.1 oC). The breathing frequency among the treatments were different (P<0.05), being 18 and 26 for T1, T2 and T3, respectively. The research concluded that increasing level of feeding up to 2.7% BW influenced physiological daily responses in Madura bull.Key words: daily physiological response; feeding intake level; Madura bull.
PENINGKATAN KUALITAS TONGKOL JAGUNG TERAMONIASI MELALUI TEKNOLOGI FERMENTASI MENGGUNAKAN STARTER KOMERSIAL TERHADAP PRODUKSI VFA DAN NH3 RUMEN SECARA In vitro Mustofa, Zeni; Tampoebolon, Baginda Iskandar Moeda; Subrata, Agung
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.979 KB)

Abstract

The objective of the research was to know the effect of different combination level of starter commercial and time of periode fermentation on production VFA and NH3 Rumen Content In vitro to increase quality of corn cob, research was conducted in Technology Animal Nutrition Department and Feed Animal Nutrition Department, Animal Science Faculty of Diponegoro University. Level of starter commercial was 0, 1 and 2 % BK, and time periode of fermentation was 0, 1, 2, 3 and 4 week. Data collection consist of production VFA and NH3. Data then was analyzed using analysis of variance (ANOVA) based on the completely randomized design. To compare among treatment means using Duncan Multiple Range Test. Result of this research showed that not be found interaction of combination level starter commercial and time of periode fermentation to product VFA, whereas on production NH3 showed interaction combination level starter commercial and time of periode fermentation on corn cob. The utilization of added starter commercial 2% and 4 week time of period showing the best production VFA and NH3 on corn cob amonniated by fermentation.ABSTRAK Penelitian untuk mengetahui dan mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan aras starter mikrobia dan lama peram pada peningkatan kualitas tongkol jagung, melalui perlakuan amoniasi fermentasi dilihat dari produksi VFA dan NH3 secara in vitro telah dilakukan di Laboratorium Teknologi Makanan Ternak dan Laboratorium Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro. Perlakuan yang diberikan adalah penambahan aras starter komersial (0, 1 dan 2% terhadap BK) dengan lama peram (0, 1, 2, 3 dan 4 minggu). Parameter yang diamati meliputi produksi VFA dan NH3. Data dianalisis ragam dengan Rancangan Acak lengkap Pola Faktorial. Perbedaan antar perlakuan diuji dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi pada kombinasi perlakuan aras starter dan lama pemeraman terhadap produksi VFA, sedangkan pada produksi NH3 terdapat interaksi pada kombinasi perlakuan aras starter dan lama pemeraman terhadap tongkol jagung. Simpulan penelitian adalah produksi VFA dan NH3 pada tongkol jagung teramoniasi fermentasi meningkat pada aras starter komersial 2% dengan lama peram empat minggu.
ANALISIS PROFITABILITAS USAHA PETERNAKAN AYAM BROILER DENGAN POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN LIMBANGAN KABUPATEN KENDAL Profitability Analysis of Livestock Broiler Business with Partnership Pattern in the District Limbangan Kendal Utomo, Harun Rekso; Setiyawan, Hery; Santoso, Siswanto Imam
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.982 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahui profitabilitas yang diperoleh peternak ayam broiler yang mengikuti pola kemitraan dengan skala kepemilikan ternak yang berbeda (strata I ≤ 4.000 ekor, strata II 4.001-8.000 ekor, dan strata III > 8.000 ekor) di daerah Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu metode survei. Analisis statistik yang digunakan adalah analisis one sample t-test dan independent sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan dari masing-masing strata berbeda-beda. Strata III mempunyai biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan paling tinggi dibandingkan strata I dan strata II. Populasi ayam yang dipelihara mempengaruhi besarnya biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan yang diperoleh peternak plasma. Profitabilitas yang dicapai oleh peternak plasma dari strata I, strata II, dan strata III menunjukkan usaha yang dijalankan kurang menguntungkan karena profitabilitas yang dicapai lebih rendah dari suku bunga deposito bank BRI yang berlaku pada bulan Juli 2014. Profitabilitas antara strata I dan II, strata I dan III serta strata II dan III menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang nyata. Kata kunci : biaya produksi; penerimaan; pendapatan; profitabilitas; kemitraanABSTRACT This study aims to determine the profitability of acquired broiler breeders who follow the pattern of partnerships with different scale livestock ownership (strata I ≤ 4.000 chickens, strata II 4.001-8.000 chickens, and strata III > 8.000 (chickens) in the District Limbangan Kendal. The research was conducted in the District Limbangan Kendal. The method used in this study is a survey method. Analysis statistics that used in this study were one sample t-test and independent sample t test. These results indicate that the cost of production, revenues, and income of each different strata. Strata III has production costs, revenues, and the highest income strata compared strata I and II. The more the population of chickens are kept, then the cost of production, revenues, and income earned higher plasma farmers. Profitability achieved by plasma breeder of strata I, strata II and strata III shows the business carried on less profitable because of lower profitability achieved from BRI bank deposit rates applicable in July 2014. Profitability between strata I and II, strata I and III and strata II and III show that there is no real difference.Keywords: cost of production; revenue; income; profitability; partnerships
PENGARUH PENAMBAHAN KOMBINASI EKSTRAK DAUN BELUNTAS (Pluchea indica Less) DAN KLORIN TERHADAP ENERGI METABOLIS, AKTIVITAS FOSFATASE ALKALI DAN RETENSI FOSFOR AYAM PEDAGING (The Effect of Combination Beluntas (Pluchea indica Less) Leaves Extract and Chlori Lestyaningtyas, Liana Eka; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Mangisah, Istna
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 4 (2014): Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.606 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan kombinasi ekstrak daun beluntas dan klorin terhadap energi metabolis, aktivitas fosfatase alkalin dan retensi fosfor. Penelitian menggunakan 140 ekor Day Old Chick (DOC) pedaging dengan bobot badan 45,58±2,99 g, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu T0=Ransum basal tanpa penambahan ekstrak beluntas dan klorin; T1=Ransum basal+(ekstrak daun beluntas 2%+klorin 30 ppm); T2= Ransum basal+(ekstrak daun beluntas 4%+klorin 20 ppm); T3= Ransum basal+(ekstrak daun beluntas 6%+klorin 10 ppm); T4= Ransum basal+(ekstrak daun beluntas 8%+klorin 0 ppm). Parameter yang diamati adalah energi metabolis, aktivitas fosfatase alkalin dan retensi fosfor. Data yang diperoleh dikaji menggunakan analisis ragam dan dilanjutkan uji wilayah ganda Duncan apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap energi metabolis, aktivitas fosfatase alkalin dan retensi fosfor serta perlakuan T4 memiliki nilai tertinggi dibanding perlakuan kontrol dengan nilai masing-masing 3427,05 Kkal/kg; 3,94 u/l dan 0,24 g. Berdasarkan hasil penelitian, penambahan kombinasi ekstrak daun beluntas 8% dan klorin 0% dapat meningkatkan konsumsi ransum, energi metabolis, aktivitas fosfatase alkalin, retensi fosfor.Kata Kunci: Ekstrak daun beluntas dan klorin; ayam pedaging; energi metabolis; aktivitas fosfatase alkalin dan retensi fosfor ABSTRACT             This research study was conducted to evaluate the effect of combination beluntas leaves extract and chlorine subtitution in energy metabolic, alkaline phosphatase activity and phosphorus retention. A hundred fourty day old broiler chicks (body weight 45,58±2,99 g) were arrange with completely randomized design with five treatments and four replicates. The treatments were: T0=basal diet; T1=basal diet+(2% beluntas leaves extract+30 ppm chlorine); T2= basal diet+(4% beluntas leaves extract+20 ppm chlorine); T3= basal diet+(6% beluntas leaves extract+10 ppm chlorine); T4= basal diet+(8% beluntas leaves extract+0 ppm chlorine). The treatments were significantly affect (p<0,05) metabolic energy, alkaline phosphatase activity and phosphorus retention. T4 treatment has the highest value compared to the control with the respective value of 3427,05 Kcal/kg, 3,94 U/l, and 0,249 g. In conclusion, the result indicated that supplementing broiler diet with 8% beluntas leaves extract and 0% chlorine can increase feed intake, metabolic energy, alkaline phosphatase activity, phosphorus retention.Keywords: Beluntas leaves extract and chlorine; broiler; metabolic energy; alkaline phosphatase activity and   phosphorus retention.
PENGARUH EDIBLE COATING DENGAN KONSENTRASI BERBEDA TERHADAP KADAR PROTEIN, DAYA IKAT AIR DAN AKTIVITAS AIR BAKSO SAPI SELAMA MASA PENYIMPANAN Arief, Hifni Sofyan; Pramono, Yoyok Budi; Bintoro, Valentinus Priyo
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.949 KB)

Abstract

The aim of this research is to know the influence of different concentration from edible coating to protein, water holding capacity and water activity of beef meatball at shelf life period. The experimental design that is used in this research is Randomized complete design by 5 treatments and 4 repetitions. The treatment that is applied in this research is immersion in different concentration from edible coating. The result of this research shows that the treatment of different concentration from edible coating (0%, 0.5%, 1%, 1.5% and 2%) in beef meatball at shelf life period has an significantly affected (P<0.05) to protein, water holding capacity and water activity. Continually result of protein is 12.12%, 11.87%, 10.95%, 10.79% and 10.72%. Continually result of water holding capacity continually is 32.07%, 34.47%, 26.64%, 20.43% and 17.64%. Continually result of water activity is 0.949; 0.954; 0.944; 0.944 and 0.947. The best result of protein, water holding capacity and water activity to edible coating treatment is on concentration 0.5 %. The advice of this research is the use of edible coating concentration 0.5% method can be applied because it can keep the quality of the protein, water holding capacity and water activity from beef meatball.Keyword: beef meatball, edible coatingABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edible coating dengan konsentrasi berbeda terhadap kadar protein, daya ikat air (DIA) dan aktivitas air (aw) bakso sapi selama masa penyimpanan. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah pencelupan dalam edible coating konsentrasi berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi edible coating yang berbeda (0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan 2%) pada bakso sapi selama masa penyimpanan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar protein, daya ikat air dan aktivitas air. Kadar protein bakso sapi yang dihasilkan berturut-turut yaitu: 12,12%, 11,87%, 10,95%, 10,79% dan 10,72%. Daya ikat air yang dihasilkan berturut-turut yaitu 32,07%, 34,47%, 26,64%, 20,43% dan 17,64%. Aktivitas air yang dihasilkan berturut-turut yaitu 0,949; 0,954; 0,944; 0,944 dan 0,947. Kadar protein dan daya ikat air dan aktivitas air terbaik didapat pada perlakuan edible coating konsentrasi 0,5%. Saran dari penelitian ini adalah metode pemberian edible coating konsentrasi 0,5% dapat diterapkan karena dapat menjaga kualitas bakso sapi dilihat dari kadar protein, daya ikat air dan aktivitas air.Kata kunci: bakso sapi, edible coating
PRODUKSI KARKAS DAN NON KARKAS KAMBING KACANG JANTAN YANG DIBERI PAKAN DENGAN LEVEL PROTEIN DAN ENERGI BERBEDA (Carcass and Non-carcass Production of Male Kacang Goat Fed with Different Levels of Protein and Energy) Hutama, Yoga Ganang; Lestari, C.M. Sri; Purbowati, Endang
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.345 KB)

Abstract

ABSTRAK Hasil pemotongan ternak berupa karkas dan non-karkas. Salah satu faktor yang mempengaruhi bobot karkas dan non karkas adalah bobot potong ternak yang dipengaruhi oleh kualitas pakan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh kadar protein dan energi yang berbeda terhadap bobot karkas dan non karkas kambing Kacang jantan. Materi penelitian berupa 15 ekor kambing Kacang jantan umur 6-18 bulan dengan bobot badan awal rata-rata 14,28 ± 3,36 kg (CV = 23,55%). Penelitian mengunakan rancangan acak kelompok, dengan 3 perlakuan pakan dan 5 kelompok ternak berdasarkan bobot badan awal. Perlakuan pakan yang diterapkan adalah T1 = protein kasar (PK) 9,20% dan total digestible nutrients (TDN) 54,67%, T2 = PK 11,67% dan TDN 58,61%, T3 = PK 18,33% dan TDN 65,23%. Data hasil penelitian dianalisis dengan anova dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan uji wilayah-berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternak yang diberi pakan dengan kualitas yang berbeda menghasilkan bobot potong T1 (18.516 g) lebih rendah (P<0,05) dari pada T2 (21.334 g), tetapi keduanya tidak berbeda nyata dengan T3 (20.036 g). Bobot non karkas T1 (9.984 g) lebih rendah (P>0,05) dari pada T2 (11.384 g), namun keduanya tidak berbeda nyata dengan T3 (10.648 g), sedangkan bobot karkas tidak berbeda nyata dengan rata-rata sebesar 9.290 g. Kesimpulan penelitian ini adalah kambing Kacang jantan yang diberi pakan dengan kadar PK 11,67% dan TDN 58,61% mampu menghasilkan bobot potong dan bobot non karkas yang tinggi. Kata kunci: Kambing Kacang; Pakan; Karkas Non-karkas   ABSTRACT The product of slaughtered goat are carcass and non-carcass. One of the factors that affect carcass and non-carcass weight is the slaughter weight which is affected by the quality of the feed. This study aimed to assess the effect of different protein and energy levels of the diet to the weight of carcass and non carcass of male Kacang goat. Fifteen male Kacang goats at the age of 6 – 18 months with the initial body weight of 14.28 ± 3.36 kg (CV =23.55%) were set in a randomized block design with 3 different treatments: T1 = crude protein (CP) 9.20% and total digestible nutrients (TDN) 54.67%, T2 = CP 11.67% and TDN 58.61%, T3 = CP 18.33% and TDN 65.23%. The goat was grouped based on the initial body weight. The analysis of variance was used to analyze the data and the differences among those treatments were further tested using Duncan’s Multiple Range test. The results showed that goat which was fed with different quality of feed produce slaughter weight T1 (18,516 g) was lower (P<0.05) than T2 (21,334 g), but the those were not significantly different (P>0.05) with T3 (20,036 g). Non-carcass weight of T1 (9,984 g) was lower (P<0.05) than T2 (11,384 g), but both of them were not significantly different (P>0.05) with T3 (10,648 g), whereas carcass weight was not significantly different (P>0.05) with an average of 9,290 g. The conclusion of this study was the feed of Kacang goat with CP 11.67% and TDN 58.61% yielded highest slaughter, and non- carcass weight. Keyword: Kacang goat; Diets; Carcass non-carcass
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) TERHADAP PRODUKSI KARKAS PUYUH (Coturnix coturnix japonica) JANTAN UMUR 10 MINGGU (The Effect of Seaweed by Product Powder (Gracilaria verrucosa) Production of Carcass Quail (Coturnix co Siagian, Hendra; Kismiati, Sri; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.034 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan tepung limbah rumput laut terhadap produksi karkas burung puyuh jantan. Materi yang digunakan adalah puyuh jantan (Coturnix coturnix japonica) 160 ekor umur 6 minggu dengan rata – rata bobot badan 120,92 ± 0,48 g. Ransum tersusun dari jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, PMM, premix, minyak kelapa, tepung limbah rumput laut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 5 ulangan, T0: Ransum 0% limbah rumput laut; T1: Ransum 5% limbah rumput laut ; T2: Ransum 7,5% limbah rumput laut; T3: Ransum 10% limbah rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh (P<0,05) terhadap bobot badan akhir dan bobot karkas tetapi tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap persentase karkas. Simpulan penelitian adalah penggunaan tepung limbah rumput laut diatas 5% menurunkan bobot badan akhir dan bobot karkas.Kata Kunci : Puyuh jantan; limbah rumput laut; produksi karkas.ABSTRACTThis study aimed to determine the effect seaweed by product powder for the carcass production of male quail. The material used is a male quail (Coturnix coturnix japonica 160 head age of 6 weeks with an average body weight of 120.92 ± 0.48 g. Ration composed of yellow corn, rice bran, soybean meal, fish meal, PMM, premix, coconut oil, seaweed by product powder.This study used a completely randomized design (CRD) with 4 treatments 5 replications, T0: feed 0% seaweed by product; T1: feed 5% seaweed by product; T2: feed 7.5% seaweed by product; T3: feed 10% seaweed by product. The results showed that treatment significantly (P<0.05) to the final body weight and carcass weight but no significant (P> 0.05) on carcass percentage. The conclusions of this research is the used of seaweed by product powder above 5% decreased final body weight and carcass weight.Key words : male quail; seaweed by product; carcass production.
UJI TOTAL FUNGI DAN ORGANOLEPTIK PADA JERAMI PADI DAN JERAMI JAGUNG YANG DIFERMENTASI DENGAN ISI RUMEN KERBAU Aprintasari, Runny; Sutrisno, Cornelius Imam; Tampoebolon, Baginda Iskandar Moeda
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.548 KB)

Abstract

The purpose of this study is to examine the effect of combined treatment (composition of rice straw and corn are different, and the addition of starter buffalo rumen contents were different) to the total test fungi and organoleptic quality. The research was conducted in May until June 2012 in the Laboratory of Animal Feed Technology and Feed Science Laboratory, Department of Nutrition and Food Animals, Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, Diponegoro University, Semarang. The material used in this research were rice straw, corn straw, buffalo rumen contents. The tools used in the study were copper, is used to cut hay, plastic, thermometers and pH meters. This study uses a completely randomized design (CRD) 4x3 factorial with 3 replications. Factors in this treatment is the addition of cedar rumen contents and composition of hay. Factors addition of rumen contents contained 4: 0% (R0), 5% (R5), 10% (R10), 15% (R15) and R0, as the control is 0% hay fermentation. Another factor is the composition of rice straw and corn are 100% rice straw: 0% corn straw (P), 50% rice straw: 50% corn straw (PJ), 0% rice straw: 100% corn straw (J). The Research parameter were total fungi, and physical organoleptic (color, texture, smell). The data have been analyzed using a variety of test and followed by Duncan multiple test areas. The results showed no additional interaction cedar buffalo rumen contents and the combination of rice straw and corn to total fungi, total fungi most is when the addition of cedar rumen contents of 10% (R10). The cedar rumen contents were higher, causing fermentation to brown color, smooth texture and easily broken, and the sour smell caused due to the good fermentation process. Keywords: fungi, organoleptic, rumen, fermentation, straw.ABSTRAKTujuan dari penelitian adalah mengkaji pengaruh kombinasi perlakuan (komposisi jerami padi dan jagung yang berbeda serta penambahan starter isi rumen kerbau yang berbeda) terhadap uji total fungi dan kualitas organoleptik. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2012 di Laboratorium Teknologi Makanan Ternak dan Laboratorium Ilmu Makanan Ternak, Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah jerami padi, jerami jagung, isi rumen kerbau. Alat yang digunakan dalam penelitian adalah copper berfungsi untuk memotong jerami, plastik, thermometer dan ph meter. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 4x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang ada dalam perlakuan tersebut yaitu aras penambahan isi rumen dan komposisi jerami. Faktor penambahan isi rumen terdapat 4 yaitu 0% (R0), 5% (R5), 10% (R10), 15% (R15) dan R0 sebagai kontrol adalah fermentasi jerami 0%. Faktor lainnya adalah komposisi jerami padi dan jagung yaitu 100% jerami padi : 0% jerami jagung (P), 50% jerami padi : 50% jerami jagung (PJ), 0% jerami padi : 100% jerami jagung (J). Parameter penelitian adalah total fungi dan fisik organoleptik (warna, tekstur, bau). Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan uji ragam dan dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan. Hasil penelitian memperlihatkan tidak ada interaksi penambahan aras isi rumen kerbau dan kombinasi jerami padi dan jagung terhadap total fungi, total fungi terbanyak adalah pada saat penambahan aras isi rumen 10% (R10). Aras isi rumen yang semakin tinggi menyebabkan warna hasil fermentasi menjadi coklat, tekstur yang halus dan mudah patah serta bau yang asam yang diakibatkan karena adanya proses fermentasi yang baik.Kata Kunci : fungi, organoleptik, rumen, fermentasi, jerami.
ANALISIS PENDAPATAN JAGAL SAPI DI RPH PENGGARON KOTA SEMARANG Bagja, Achmad; Budiraharjo, Kustopo; Sumarjono, Djoko
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pendapatan usaha jagal sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Penggaron Kota Semarang danmengetahui pengaruh jumlah ternak dipotong dan biaya variabel selain pembelian ternak terhadap pendapatan usaha jagal di Rumah Potong Hewan Penggaron Kota Semarang.  Penelitian dilakukan pada tanggal 1 Nopember 2012 sampai 6 Nopember 2012 di RPH Penggaron Kota Semarang.Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah jagal sapi yang ada di RPH Penggaron kota Penggaron yang berjumlah 16 orang selama periode penelitian, yaitu enam hari pengamatan. Data diperoleh melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis dengan uji regresi berganda yang dijalankan dengan Program SPSS Versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah ternak yang dipotong terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan jagal di RPH Penggaron dengan t hitung sebesar 9,845 dan signifikansi 0,000 dan biaya variabel selain pembelian ternak terbukti berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan jagal di RPH Penggaron denga t hitung sebesar 2,741 dan signifikansi 0,017, dan usaha jagal secara statistik terbukti dapat memberikan keuntungan dengan t hitung sebesar 6,893 dan signifikansi 0,000.
HUBUNGAN ANTARA BOBOT BADAN, VOLUME AMBING TERHADAP PRODUKSI SUSU KAMBING PERAH LAKTASI PERANAKAN ETTAWA Pribadiningtyas, Pandanarum Anggun; Suprayogi, Teguh Hari; Sambodo, Priyo
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.186 KB)

Abstract

Kambing Peranakan Ettawa (PE) merupakan salah satu ternak yang cukup potensial sebagai penyedia protein hewani (daging dan susu). Kambing PE merupakan bangsa kambing hasil persilangan antara kambing Kacang dengan kambing Ettawa. Kambing PE memiliki sifat antara kambing Ettawah dengan kambing Kacang. Bobot badan kambing PE sekitar 32 – 37 kg dan produksi susunya 1 – 1,5 liter per hari. Kambing PE berfungsi sebagai ternak penghasil daging dan susu (Setiawan dan Tanius, 2002). Kambing PE merupakan hasil persilangan antara kambing kacang (lokal) dengan kambing Ettawa (impor) (Sodiq dan Abidin, 2008). Sementara ini, pengembangan kambing PE sebagai penghasil susu belum banyak diperhatikan dan pemeliharaan masih bersifat tradisional. Pakannya sebagian besar hanya rumput dan daun–daunan, sehingga belum bisa mencukupi kebutuhan produksi ternak terutama kecukupan gizinya.