cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Animal Agricultural Journal
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 340 Documents
PENGARUH KUALITAS PAKAN TERHADAP KEEMPUKAN DAGING PADA KAMBING KACANG JANTAN Darmayanti, Ratih; Rianto, Edy; Purbowati, Endang
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 4 (2013): Volume 2, Nomor 4, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.691 KB)

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji pengaruh kandungan protein dan energi pakan terhadap keempukan daging. Materi penelitian adalah 15 ekor kambing Kacang jantan dengan umur rata-rata 6-18 bulan, dengan bobot badan awal 14,96 ± 3,40 kg (CV = 23%). Bahan pakan yang digunakan adalah rumput gajah, onggok, bungkil kedelai, dan dedak padi yang disusun menjadi complete feed. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan 3 perlakuan pakan dan 5 kelompok bobot badan kambing. Perlakuan pakan yang diterapkan adalah kandungan protein dan total digestible nutrients (TDN), yaitu 1) 9,20% protein dan 54,67% TDN (T1), 2) 11,67% protein dan 58,61%, TDN (T2), dan 3) 18,33% protein dan 65,23% TDN (T). Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah keempukan daging Longissimus dorsi (LD) dan Biceps femoris (BF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan nutrisi pada pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap keempukan daging, nilai rata-rata keempukan daging LD dan BF masing-masing adalah 1,13 dan 1,68 kg/cm2. Bobot badan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap keempukan daging LD, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap daging BF. Pada otot LD, nilai keempukan pada kelompok bobot badan terendah (9,04 kg) adalah 1,68 kg/cm2, sedangkan pada kelompok bobot badan tertinggi (18,44 kg) adalah 1,41 kg/cm2. Rata-rata keempukan daging BF adalah 1,68 kg/cm2. Disimpulkan bahwa kandungan protein dan energi pakan tidak mempengaruhi keempukan daging pada kambing Kacang jantan, dan bobot badan yang tinggi menghasilkan daging LD yang lebih empuk.
PENGARUH PENGGUNAAN TEPUNG JAHE (Zingiber offinale) DALAM RANSUM TERHADAP SALURAN PENCERNAAN DAN HATI PADA AYAM KAMPUNG UMUR 12 MINGGU Cahyono, Endra Dwi; Atmomarsono, Umiyati; Suprijatna, Edjeng
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.395 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of ginger on gastrointestinal tract which includes the weight of the digestive tract, the length of the small intestine, liver weight and liver color. Materials used in this research were 240 birds of Day Old Chicken (DOC). Feed that is given are corn, rice gran, soybean meal, coconut cake, PMM, fish meal, top mix TM and ginger powder in 17% protein and 2900 kcal/kg metabolizable energy. Statistic used in this research were Completely Randomized Design (CRD) Split Plot pattern with 4 treatments and 5 replications of diets (ad libitum provided), but on the ginger treatments feed gave once in three days, T0 = diets without using ginger powder, T1= 1% usage of ginger powder, T2= 2% usage of ginger powder, T3= 3% usage of ginger powder. The result show that native chicken relative weight of digestive tractus age of 12 weeks (T0= 13,16%, T1= 13,38%, T2= 12,51%, T3= 12,94), Length of small intestine (T0= 129,1 cm, T1= 123,9 cm, T2= 123,7 cm T3= 121,4 cm), relative weight of liver (T0= 2,42%, T1=2,33%, T2=2,53%, T3= 2,37%). The liver color of male native chicken with T0 treatment showed dark color (score 4), male native chicken with T0 treatment showed normal color (score 3) (descriptive). Gender of male didn’t make a significant effect on liver color. Gender of female makes a significant effect on liver color (based on H test from Kruskal Wallis). The conclusion showed that there’s no significant effect of using ginger powder (P>0,05) on weight of digestive, length of intestine, and weight of liver. There is negative effect of using 3% of ginger powder on liver color.Key words: native chicken, ginger powder, digestive tractus, liver.
PENGARUH PENAMBAHAN VITAMIN A DAN E DALAM RANSUM TERHADAP BOBOT TELUR DAN MORTALITAS EMBRIO AYAM KEDU HITAM Kusumasari, Dianinta Pawestri; Mangisah, Istna; Estiningdriati, Ismari
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.732 KB)

Abstract

ABSTRACT The aim of research was to know the effect of addition vitamin A and vitamin E in diet on egg weight and embryo mortality in Kedu black hens. The experiment was arranged in a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications (5 hens and 1 cock). The materials used were 100 hens and 20 cock black Kedu at 1 year old, yellow corn, rice bran, soybean meal, fish meal, oyster shell powder, CaCO3. Dietary treatments consist of T0 = basal diet (without supplements of vitamin A and vitamin E), T1 = diet with supplementation 20 IU/100g of vitamin E, T2 = diet with supplementation 2000 IU/100g vitamin A, T3 = diet with supplements of 2000 IU/100g vitamin A and 20 IU/100g vitamin E. Parameters observed were feed consumption, nutrient consumption, weight of egg, embryo mortality and hen day production (HDP). Data were analyzed by analysis of variance according to CRD and it continued with Duncan multiple range test. The data were not normal analysed by Kruskal-Wallis non-parametric test. The result showed that supplements of vitamin A, vitamin E and combination of both did not affect to feed consumption, nutrient consumption, weight of egg and HDP, but significantly affect to consumption of vitamin A and vitamin E and embryo mortality. Conclusion of this research explain that addition of vitamin A, vitamin E and combination of both as 2000 IU/100g and 20 IU/100g produced the same of feed consumption, nutrient consumption, weight of egg and HDP but it can be increased vitamin A and vitamin E consumption and decreased embryo mortality of black Kedu.Key word : Black kedu, vitamin A, vitamin E, egg weight, embryo mortalityABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan vitamin A dan E dalam ransum terhadap bobot telur dan mortalitas embrio pada ayam kedu hitam. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2011 sampai Februari 2012 di Kelompok Tani Ternak (KTT) Makukuhan Mandiri Kedu, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung. Penelitian menggunakan 100 ekor ayam kedu hitam betina, dan 20 ekor ayam kedu hitam jantan umur 1 tahun. Penelitian disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan (5 betina dan 1 jantan). Perlakuan yang diterapkan adalah T0 = ransum basal, T1 = ransum + vitamin E 20 IU/100g, T2 = ransum + Vitamin A 2000 IU/100g dan T3 = ransum + vitamin A 2000 IU/100g + vitamin E 20 IU/100g. Ransum tersusun dari jagung kuning, dedak padi, bungkil kedelai, tepung ikan, tepung kerang, dan CaCO3. Parameter utama yang diamati meliputi bobot telur dan mortalitas embrio yang didukung dengan parameter konsumsi ransum, konsumsi nutrien, dan produksi telur harian. Data dianalisis ragam dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Data yang tidak normal menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan vitamin A sebesar 2000 IU/100g dan vitamin E sebesar 20 IU/100g serta kombinasi keduanya dalam ransum dapat meningkatkan konsumsi vitamin A dan E dan menurunkan mortalitas embrio. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan vitamin A, vitamin E serta kombinasi keduanya sebanyak 2000 IU/100g dan 20 IU/100g dalam ransum menghasilkan konsumsi ransum, konsumsi nutrien (EM, PK, LK, Ca, P), bobot telur dan HDP yang sama pada masing-masing perlakuan, tetapi dapat meningkatkan konsumsi vitamin A dan E dan menurunkan mortalitas embrio ayam kedu hitam.Kata kunci : Ayam kedu hitam, vitamin A, vitamin E, bobot telur, mortalitas embrio
PENGARUH RESIDU PESTISIDA ORGANOKLORIN TERHADAP PERSENTASE BOBOT HATI AYAM PEDAGING LOHMAN AKIBAT PEMBERIAN CAMPURAN PAKAN Salvinia molesta RAWA PENING (Influnce Residu Organochlorine Pesticides Presentage of Heavy Hearts and Giving Due Lohman Broiler Patriasari, Novita Dewi; Yunianto B.I., Vitus Dwi; Setiani, Bhakti Etza
Animal Agriculture Journal Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.31 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan residu pestisida organoklorin dan pengaruhnya terhadap persentase bobot pada hati ayam pedaging lohman, khususnya yang diberi campuran pakan Salvinia molesta dari Rawa Pening. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah hati ayam pedaging lohman yang berumur 42 hari, diperoleh dari 16 ekor pemotongan ayam dalam 100 ekor pemeliharaan ayam broiler Lohman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 4 ulangan dan setiap perlakuan terdapat empat ekor ayam. Perlakuan yang diuji adalah menggunakan pakan T0 (Tanpa S. molesta), T1 (Penambahan S. molesta 6%), T2 (Penambahan S. molesta 12%), T3 (Penambahan S. molesta 18%). Analisis statistik yang digunakan adalah Analysis of  Variance  (Anova) pada taraf  kepercayaan 5%. Jika terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan Uji Wilayah Ganda Duncan sedangkan profil organoklorin dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian campuran pakan S. molesta hingga taraf 18% meningkatkan persentase bobot hati ayam dan analisis total pestisida organoklorin berada pada kisaran batas standar, meskipun semuanya belum teridentifikasi secara jelas. Hasil analisis profil organoklorin untuk jenis residu pestisida organoklorin pada hati ayam tidak terdeteksi berdasarkan pengujian dengan alat kromatografi gas dengan standar limited of detection (LOD).Kata kunci : Salvinia molesta; persentase bobot hati; pestisida organoklorin ABSTRACTThe goal of this research was to examine the contain of  pesticides organochlorine and influence presentage in the heart of Lohman broiler chicken especially which given mix Salvinia molesta weft in Rawa Pening. Material given in this research were heart of Lohman broiler chicken 42 days from 16 cut up of the chickens, from 100 breeding Lohman broiler chicken. The design of the research used in the raising the chickens was Completely Random Design with 4 treatments which for each treatments has been done in four times treatment (To = Broiler ration with 0% of S. molesta; T1 = Broiler ration with 6% of S.molesta;  T2 =Broiler ration with 12% of S. molesta; T3 = Broiler ration with 18% of S. molesta). The analysis statistic used was analysis variance (anova)  with level 5% significancy level  if there was significance effect the analysis was continuing by double region test Duncan. While, the data about the content of organochlorine profile was analyzed descriptively. The result of the research the results of this study concluded that administration of Salvinia molesta feed mixtures to increase the percentage level of 18% by weight of chicken heart and total analysis in the heart of Lohmann broiler chicken at the different treatments was on the standart limit, although all haven’t indentification as real kind of residu pesticide organochlorin.Key words: Salvinia molesta; precentage weight heart; organochlorine pesticides
KUALITAS SUSU KAMBING PERAH PERANAKAN ETTAWA YANG DIBERI SUPLEMENTASI PROTEIN TERPROTEKSI DALAM WAFER PAKAN KOMPLIT BERBASIS LIMBAH AGROINDUSTRI Utari, Farida Dwi; Prasetiyono, Bambang Waluyo Hadi Eko; Muktiani, Anis
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.008 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian dilakukan untuk mengkaji pengaruh suplementasi protein terproteksi pada wafer pakan komplit berbasis limbah agroindustri terhadap kualitas susu kambing Peranakan Ettawa (PE). Penelitian dilaksanakan bulan Januari sampai Mei 2012 di PT. Tossa Agro, Laboratorium Teknologi Makanan Ternak dan Laboratorium Ilmu Makanan Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 15 ekor kambing perah Peranakan Ettawa (PE) laktasi pertama dan kedua dengan bobot badan rata-rata 39,13±7,22 kg. Ransum tersebut terdiri dari jerami jagung, janggel jagung, kulit kacang tanah, gaplek, polar, bekatul, bungkil kelapa, molases, calcit, starvit, garam, suplemen protein terproteksi Soyxyl, dan Go Pro. Rancangan percobaan untuk pengujian kualitas susu adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 5 kelompok. Perlakuan yang diterapkan yaitu wafer pakan komplit tanpa suplementasi protein terproteksi (T0), wafer pakan komplit dengan suplementasi protein terproteksi 4% (T1), wafer pakan komplit dengan suplementasi protein terproteksi 8% (T3). Parameter yang diamati adalah kualitas susu (protein, lemak, laktosa dan bahan kering tanpa lemak (BKTL) susu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suplementasi protein terproteksi pada wafer pakan komplit (0, 4, dan 8%) memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kadar laktosa, protein dan lemak susu, sedangkan bahan kering tanpa lemak (BKTL) susu tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Peningkatan suplementasi protein terproteksi dalam wafer pakan komplit berbasis limbah agroindustri sebagai pakan kambing PE meningkatkan kadar laktosa, protein dan lemak susu. Teknologi suplementasi protein terproteksi terbaik dalam wafer pakan komplit dicapai pada level 8%. Kata kunci: Wafer Pakan Komplit, Protein Terproteksi, Kambing PE   ABSTRACT The objectives of this research were to evaluate the effect of protected protein supplementation in complete feed wafer based on agroindustrial by-product on milk quality of Ettawa Crossbreed goat. This research were conducted from January to May 2012 at PT. Tossa Agro, Feed Technology Laboratorium and Feed Science Laboratorium of Animal Science and Agriculture Faculty of Diponegoro University, Semarang. The research used 15 Ettawa Crossbreed goat of first and second lactation with body weight 39,13±7,22 kg. The ration formulas consist of corn straw, corn cob, rice bran, peanut bark, dried cassava, wheat bran, dried coconut, molasses, calcit, starvit, salt, protected protein supplement Soyxyl and Go Pro. The studies were assigened by Block Randomized Design into 3 treatments and 5 groups. The treatments were level of protected protein supplementation in complete feed wafer consist of T0 (0%, as control), T1 (4%) and T2 (8%). The variables observed were milk quality (lactose, protein, fat and solid non fat) milk. The result of this study showed that the supplementation of protected protein significantly (p<0,05) increased the lactose, protein and fat milk, but had no significant effect on the solid non fat milk. It was concluded that protected protein supplementation into complete feed wafer based on agroindustrial by-product as Ettawa Crossbreed goat ration could be increased level of lactose, protein and fat milk. The best technology of protected protein supplementation in complete feed wafer were 8%. Key words: Complete Feed Wafer, Protected Protein, Ettawa Crossbreed.
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU PELEPASAN WATER JACKET DALAM PROSES EKUILIBRASI TERHADAP KUALITAS SEMEN BEKU SAPI JAWA PADA TAHAP BEFORE FREEZING DAN POST THAWING Tuhu, Arry Diwityas; Ondho, Yon Soepri; Samsudewa, Daud
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.266 KB)

Abstract

ABSTRACTThis experiment was conducted to investigate effect of different water jacket release time on frozen semen quality with two step methods. The semen was collected from four heads Java cattle, extended with skim-egg yolk extender. The extended semen packed with water jacket then release with different time (treatments) T0 (35 minutes), T1 (10 minutes) and T2 (60 minutes) until all equilibration process was finish. Data analysis preparing with normality and homogenity testing, when the data was normal and homogeneous will be followed by analysis of variance (ANOVA). The result showed average of semen quality before freezing T0; T1 and T2 for pH 6,27; 6,27 and 6,43; motility (%) 40,83; 36,67 and 32,50; live sperm percentage (%) 29,68; 33,97 and 22,20; sperm abnormality (%) 20,82; 13,26 and 14,16 respectively. Average of post thawing T0; T1 and T2 for pH 6,27; 6,27 and 6,27; motility (%) 5; 2,92 and 0,42; live sperm percentage (%) 11,21; 12,90 and 19,24; sperm abnormality (%) 22,11; 19,26 and 22,82 respectively. Statistical analysis showed the different water jacket release time did not significantly different (P>0,05) to quality semen of Java bulls at before freezing or post thawing observation.Key words : Equilibration, water jacket, frozen semen, Java cattle.ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu pelepasan water jacket terhadap kualitas semen beku sapi Jawa dengan metode dua tahap. Semen ditampung dari 4 ekor sapi Jawa dewasa, kemudian diencerkan dan dimasukkan ke dalam water jacket, kemudian dilepas pada waktu yang berbeda (perlakuan) T0 (35 menit), T1 (10 menit) dan T2 (60 menit) hingga proses ekuilibrasi selesai kemudian dilanjutkan dengan proses pembekuan (freezing). Desain penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance ANOVA. Hasil pemeriksaan before freezing perlakuan T0, T1 dan T2 untuk pH sebesar 6,27; 6,27 dan 6,43; motilitas (%) sebesar 40,83; 36,67 dan 32,50; persentase hidup (%) yaitu 29,68; 33,97 dan 22,20; persentase abnormalitas (%) yaitu 20,82; 13,26 dan 14,16. Rata – rata hasil pemeriksaan pada post thawing T0, T1 dan T2 terhadap pH sebesar 6,27; 6,27 dan 6,27 motilitas (%) sebesar 5; 2,92 dan 0,42; persentase hidup (%) yaitu 11,21; 12,90 dan 19,24; persentase abnormalitas (%) yaitu 22,11; 19,26 dan 22,82. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perlakuan perbedaan waktu pelepasan water jacket tidak memberi pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap kualitas semen sapi Jawa pada tahap before freezing dan post thawing.Kata kunci : Ekuilibrasi, water jacket, semen beku, sapi Jawa
PEMBERIAN PAKAN SINGLE STEP DOWN DENGAN PENAMBAHAN ASAM SITRAT SEBAGAI ACIDIFIER TERHADAP PERFORMA PERTUMBUHAN BROILER Saputra, Wirawan Yudha; Mahfudz, Luthfi Djauhari; Suthama, Nyoman
Animal Agriculture Journal Vol 2, No 3 (2013): Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.144 KB)

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan asam sitrat sebagai acidifier pada pakan sistem single step down terhadap performa/pertumbuhan broiler. Penelitian dilaksanakan pada 27 September sampai 12November 2012 di Kandang Digesti, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro. Ternak yang digunakan yaitu 192 ekor broiler (96 jantan dan 96 betina) umur 7 hari dengan bobot rata-rata 224,43 g ± 1,63 g. Pakan perlakuan disusun dari jagung, dedak, tepung ikan, bungkil kedelai, bungkil kelapa, minyak nabati, CaCO3, tepung kulit kerang, premix, lisin dan metionin. Asam sitrat ada 2 macam, sintetik dan alami (berasal dari air jeruk nipis). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan (@ 8 ekor). Perlakuan yang diterapkan adalah: P0 = pakan kontrol (tanpa step down); P1 = pakan step down tanpa acidifier; P2 = pakan step down + asam sitrat sintetik 0,8%; P3 = pakan step down + asam sitrat jeruk nipis 0,4%; P4 = pakan step down + asam sitrat jeruk nipis 0,8%; P5 = pakan step down + asam sitrat jeruk nipis 1,2%. Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan (PBB) dan konversi pakan (FCR). Data yang diperoleh dianalisis ragam, apabila terdapat pengaruh perlakuan nyata (P<0,05), dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan asam sitrat dalam pakan single step down berpengaruh (P<0,05) terhadap konsumsi dan konversi pakan (FCR), namun, tidak terhadap pertambahan bobot badan (PBB). Konsumsi dan konversi pakan P1 (2.272,52 g dan 1,98) menunjukkan nilai tertinggi dan berbeda nyata (P<0,05) dengan P0 (2.041,01 g dan 1,62) serta P5 (1.994,68 g dan 1,67), sedangkan perlakuan lainnya sama. Rataan PBB P0 hingga P5 berturut-turut adalah 1.270,00; 1.155,42; 1.198,22; 1.158,58; 1.202,41 dan 1.200,73 g/ekor. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan asam sitrat alami sebesar 0,8% dalam pakan single step down menghasilkan performa/pertumbuhan terbaik pada broiler yang ditunjang dari efisiensi penggunaan nutrien.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP KADAR AIR, PROTEIN DAN LEMAK DAGING AYAM BROILER Estancia, Kafaah; Isroli, Isroli; Nurwantoro, Nurwantoro
Animal Agriculture Journal Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Nomor 2, Tahun 2012
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.31 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kunyit terhadap kadar air, protein dan lemak pada daging ayam broiler. Penelitian dilakukan dari bulan November - Desember 2011 di Fakultas Peternakan, Laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan yaitu tanpa ekstrak kunyit (T0), pemberian ekstrak kunyit 100mg/kgBB/hari (T1), pemberian ekstrak kunyit 200 mg/kgBB/hari (T2), pemberian ekstrak kunyit 300mg/kgBB/hari dan pemberian ekstrak kunyit 400 mg/kgBB/hari, masing-masing 4 ulangan dan setiap unit terdiri dari 3 ekor. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air, protein dan lemak daging ayam broiler. Hasil penelitian didapatkan untuk perlakuan T0, T1, T2, T3, dan T4 berturut-turut rata-rata kadar air 74,75 %; 75,48 %; 75,98 %; 74,98 % dan 75,38 %. Persentase rata-rata kadar protein 19,31 %; 18,7 %, 19,4 %, 19,91 % and 19,89 %. Presentase rata-rata kadar lemak adalah 0,89 %; 0,81 %; 1,96 %; 0,88 %; 1,28 %. Pemberian ekstrak kunyit (Curcuma domestica) tidak berpengaruh terhadap kadar air, protein dan lemak daging ayam broiler.Kata Kunci : ekstrak kunyit, daging ayam broiler, kadar air, protein, lemakABSTRACTThis study aims to determine the effect of turmeric extract addition on the water, protein and fat levels of broiler chicken meat. The study was conducted from the month of November - December 2011 Faculty of Animal Husbandry and Agriculture, Laboratory of Livestock Technology Faculty of Animal Husbandry in the and Agriculture University of Diponegoro. The design of the study is a completely randomized design (CRD) consisting of 5 treatments that is without turmeric extract (T0), 100 mg/kg (T1), 200 mg/kg (T2), 300 mg/kg (T3) and 400 mg/kg (T4) body weight per day, each one 4 replications and consist 3 chickens. The parameters observed were water, protein and fat levels. Treatment T0, T1, T2, T3, and T4 each having average for water level 74.75 %, 75.48 %, 75.98 %, 74.98 % and 75,38 %. Percentage average for protein level 19.31, 18.7 %, 19.4 %, 19,91 and 19.89 %. Percentage average for fat level 0.89 %, 0.81 %, 0.96 %, 0.88 % and 1.28 %. Extract of turmeric (Curcuma domestica) no effect on level water, protein and fat meat of broiler chicken.Key words : turmeric extract, broiler chickens meat, water, protein, fat
TOTAL BAKTERI DAN DERAJAT KEASAMAN SUSU SAPI PERAH AKIBAT PERBEDAAN LAMA WAKTU DIPPING MENGGUNAKAN LARUTAN IODOSFOR SEBAGAI DESINFEKTAN (Total Plate Count and pHof Fresh Milk of Dairy Cows After Dipping using Iodosphor Solution as Desinfectantat on Differ Kencanawati, Arsy Putri; Suprayogi, Teguh Hari; Sayuthi, Suranto Moch
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.326 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui, pengaruh perlakuan lama waktu dipping dengan menggunakan Iodosfor pada sapi perah Fresian Holstein(FH) terhadap total plate count (TPC) dan nilai pH susu sapi segar telah dilakukan di Unit PelaksanaTeknis Daerah (UPTD) Pembibitan Ternak Unggul Tengaran-Semarang. Materi yang digunakan adalah susu segar yang diperoleh dari 18 ekor sapi FH laktasi dengan bulan laktasi II dan III, rata-rata bobot badan 387,21 ± 20,54 kg (CV : 5,46%) dan rata-rata produksi susu 8,7 ± 0,46 l (CV : 5,36%).Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diujikan adalah T0 (dipping selama 5 detik), T1 (dipping selama 10 detik) dan T2 (dipping selama 15 detik). Data dianalisis menggunakan Anova kemudian diuji lanjut dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu dipping menggunakan larutan iodosfor menurunkantotal plate count(TPC) (p<0,01) dan menaikkan derajat keasaman susu sapi ke arah pH normal (p<0,05). Rataan TPC pada T0, T1 dan T2 masing-masing yaitu 8,86 x 105 CFU/ml; 7,50 x 105 CFU/ml dan 5,40 x 105 CFU/ml, dan rataan pH susu masing-masing yaitu : 5,36 ; 5,75 dan 6,10. Simpulan yang dapat disampaikan bahwa pada perlakuan dipping dengan lama waktu 15 detik (perlakuan optimal) akan menurunkan cemaran bakteri dan mempertahankan pH susu kearah pH normal. Kata kunci: dipping; total bakteri; derajat keasaman; sapi perah ABSTRACT The research aimed to determine the influence of the duration of dipping using Iodosfor in Fresian Holstein (FH) dairy cows to the total plate count (TPC) and the pH value of fresh cow's milk had been done in UPTDMulyorejo Good Breeding Tengaran-Semarang. The material used was fresh milk obtained from 18 lactating cows FH month of lactation II and III, average of body weight 387,21 ± 20,54 kg (CV : 5,46%) and average of milk production 8,7 ± 0,46 l (CV : 5,36%). The research design used was a completely randomized design (CRD) with three treatments and 6 replications. The duration of dipping treatments being tested were T0 (5 seconds), T1 (10 seconds) and T2 (15 seconds). Data were analyzed using ANOVA and then was tested by Least Significant Difference(LSD). The results showed that the duration of dipping time using iodosfor solution could lower the TPC (p<0.01) and increased the pH of milk cows into normal pH (p<0.05). The average of TPC for T0, T1 and T2 were 8.86 x 105 CFU/ml; 7.50 x 105 CFU/ml and 5.40 x 105 CFU/ml, while the pH of milk were averaged at 5.36; 5.75 and 6.10, respectively. Conclusions is dipping treatment with 15 second the optimum treatment to decrease bacteria spread and stabilize fresh milk pH level as close to normal as possible. Keywords: dipping; total bacteria; acidity; dairy cows
PENGARUH PENGGUNAAN LIMBAH RUMPUT LAUT (Gracilaria verrucosa) TERHADAP PERFORMANS PUYUH JANTAN UMUR 6 – 10 MINGGU (The Effect of Seaweed by Product (Gracilaria verrucosa) on Performances of 6 – 10 Weeks Old Male Quail) Yuniarti, Putri; Suprijatna, Edjeng; Sarengat, Warsono
Animal Agriculture Journal Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2015
Publisher : Animal Agriculture Journal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.892 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh penggunaan limbah rumput laut sebagai bahan pakan alternatif terhadap performans puyuh jantan umur 6 – 10 minggu. Materi yang digunakan adalah  puyuh jantan (Coturnix coturnix japonica) umur 6 minggu sebanyak 160 ekor dengan rata – rata bobot badan awal 120,92 ± 0,48 g, 20 unit kandang cage yang digunakan dalam penelitian dengan kapasitas 8 ekor. Bahan pakan yang digunakan terdiri dari jagung kuning, bekatul, bungkil kedelai, tepung ikan, PMM, minyak kelapa, top mix dan limbah rumput laut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan, T0: tanpa limbah rumput laut; T1: 5% limbah rumput laut; T2: 7,5% limbah rumput laut; T3: 10% limbah rumput laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap konsumsi pakan, tetapi perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penurunan pertambahan bobot badan dan peningkatan konversi pakan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan limbah rumput laut (Gracilaria verrucosa) diatas level 5% dapat menurunkan pertambahan bobot badan dan meningkatkan konversi ransum.Kata kunci: puyuh jantan; limbah rumput laut; performans.ABSTRACTThis research aimed to determine the effect of seaweed by product as alternative feed ingredients for performance quail males aged 6-10 weeks. The material used was male quail (Coturnix coturnix japonica) 6 weeks of age with a mean of one hundred and sixty male quail - average initial body weight of 120,92 ± 0,48 g, 20 units cages was used in this research, with a capacity of 8 quail. Feed ingredients that used was yellow corn, rice bran, soybean meal, fish meal, PMM, coconut oil, mix and seaweed by product. Research used completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications, T0: no seaweed by product; T1: 5% seaweed by product; T2: 7,5% seaweed by product; T3: 10% seaweed by product. The results showed that the treatment had no significant effect (P>0,05) on feed consumption, but significantly (P<0,05) decreased body weight gain and increased feed conversion. The results of this study concluded that the use of seaweed (Gracilaria verrucosa) by product above the level of 5% could decrease body weight gain and increase feed conversion.Keywords: male quail; seaweed by product; performance.