cover
Contact Name
Nahar Surur
Contact Email
pitoyjenry@gmail.com
Phone
+6289685760542
Journal Mail Official
unissfai@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Agama Islam Universitas Selamat Sri (UNISS) Kampus Kendal - Jambearum, Kec. Patebon,Kab. Kendal, Jawa Tengah 61351
Location
Kab. kendal,
Jawa tengah
INDONESIA
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
ISSN : -     EISSN : 31241530     DOI : https://doi.org/10.51792/pkjjfj39
Core Subject :
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam aims to present research on various topics related to Islamic Studies and Islamic Education, including discussions on scientific developments in renewal in the Islamic world, the development of Islamic education, religious moderation, and contemporary Islamic studies.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Implementasi Media Digital sebagai Media Interaktif dalam Pembelajaran di SDN Srondol Wetan 04  Kota Semarang Nunung Dwi Setiyorini
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 1 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/sr9wac08

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi media digital sebagai media interaktif dalam pembelajaran di SDN Srondol Wetan 04 Kota Semarang. Latar belakang penelitian ini didorong oleh perkembangan teknologi yang pesat dan tantangan di dunia  pendidikan, terutama dalam menjaga motivasi dan keterlibatan sisw. Adapun metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, yang melibatkan 15 siswa dari kelas IV dan kelas V serta guru berjumlah 5 yang berpengalaman dalam menggunakan media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital, seperti presensi multimedia, video pembelajaran, dan kuis interaktif, secara signifikan meningkatkan minat dan partisipasi siswa. Sehingga siswa lebih mampu memahami konsep yang kompleks melalui visualisasi yang menarik, sementara guru merasakan peningkatan keterhubungan dengan siswa. Namun, terdapat kendala seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya pelatihan bagi guru, dan variasi kesiapan teknologi di kalangan siswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan kolaboratif dari sekolah dan pemerintah untuk mengatasi tantangan tersebut, serta meningkatkan pelatihan untuk guru. Dengan mengoptimalkan penggunaan media digital, diharapkan kualitas pembelajaran dapat meningkat, sekaligus  mempersiapkan siswa untuk tantangan di masa depan.
Makna Dasar dan Makna Relasional Ululabsar dalam Al-Qur’an: Analisis Semantik Toshihiko Izutsu Azhar Ilham Haliwungan; Zumrotul Imanda Wachid Hakim
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 1 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/zyxa1952

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan makna dasar dan makna relasional kata ‘ululabsar’ dalam Al-Qur’an dengan menggunakan teori semantik Toshihiko Izutsu. Kata ululabsar termaktub empat kali dalam Al-Qur’an dalam konteks yang berbeda-beda. Penelitian ini berusaha menghubungkan makna dasar dan makna relasional kata tersebut agar menuju pemaknaan yang utuh. Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik studi pustaka dalam pengumpulan datanya dan menerapkan teknik deskriptif korelatif dalam analisisnya. Sumber data primernya adalah Al-Qur’an dan buku God and Man in the Qur’an: Semantics of the Qur’anic Weltanschauung karya Izutsu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata ‘ululabsar’ memiliki makna dasar dan makna relasional. Makna dasarnya adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan dan pandangan yang jelas. Sedangkan makna relasionalnya setelah dianalisis secara semantik, kata ‘ululabsar’ memiliki keterkaitan kuat dengan kata-kata lain dalam Al-Qur’an, seperti kata Allah, layl-nahar, Ibrahim-Ishak-Yakub, dan ‘ibrah. Terdapat sinonim kata ululabsar dalam Al-Qur’an, yaitu kata ululalbab, ululilmi, ulama, ulu al-nuha, dan ahl al-zikr. Sedangkan antonimnya adalah kata jahil dan sufaha.
Wakalah bil Ujrah Perspective in the Sharia Compliance Analysis of Hajj Fund Placement within the Indonesia Investment Authority Lia Indah Khilmina Khilmina; Nanang Apriliyanto; Dul Jalil
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 1 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/nmje7127

Abstract

This study aims to analyze the legal aspects and sharia compliance related to the placement of Hajj funds by the Hajj Financial Management Agency (BPKH) into the Sovereign Wealth Fund (SWF) or Investment Management Institution (LPI) for infrastructure financing. The main focus of this study is to review the implementation of the Wakalah bil Ujrah contract which forms the basis of the mandate for managing funds from pilgrims to BPKH, as well as compliance with the principle of prudent investment. The research method used is normative juridical with a statutory approach (statute approach) and a conceptual approach (conceptual approach). Secondary data were obtained through legal literature, laws and regulations such as Law No. 34 of 2014 concerning Hajj Financial Management, and Fatwas from the National Sharia Council-Indonesian Ulema Council (DSN-MUI). The research results indicate that legally, the placement of Hajj funds in a SWF is permissible as long as it meets the direct investment criteria stipulated in national regulations. However, from the perspective of the Wakalah bil Ujrah contract, the BPKH, as the representative, must ensure that the selected infrastructure sector has a measurable risk profile to avoid harming the trust of the Muwakkil (congregation). This placement must comply with the principles of Prudent Investment, which encompass aspects of liquidity, solvency, and yield. This research concludes that strict risk mitigation mechanisms and transparent reporting are necessary to ensure that investments in long-term infrastructure projects do not disrupt the availability of funds for the Hajj pilgrimage.
Studi Komparasi Pembaharuan Hukum Keluarga di Mesir, Indonesia dan Yordania Adi Purnomo; Siti Darma Mar'atus Solihah; Akhmad Juman Romdani
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 1 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/p06bws83

Abstract

Pembaruan hukum keluarga merupakan keniscayaan dalam tatanan hukum setiap negara berdaulat, terutama dalam bidang hukum keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif pembaruan hukum keluarga di Mesir, Indonesia dan Yordania, dengan fokus pada usia minimal menikah, pencatatan nikah, prosedur perceraian di pengadilan, pengaturan poligami, ketentuan putusnya perkawinan, dan mekanisme warisan (wasiat wajibah). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum yuridis-normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan perbandingan, menggunakan sumber hukum primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ketiga negara memiliki tujuan umum untuk menciptakan sistem hukum keluarga yang lebih adil dan responsif, pendekatan dan hasil yang dicapai berbeda-beda, mencerminkan konteks sosial, politik, budaya, dan sejarah hukum yang unik. Perbedaan ini tercermin dalam regulasi mengenai usia menikah, peran wali, pembatasan poligami, serta perlindungan hak-hak perempuan dan anak dalam proses perceraian dan warisan. Studi ini menyimpulkan bahwa pembaruan hukum keluarga merupakan proses yang kompleks dan kontekstual, yang memerlukan keseimbangan antara nilai-nilai agama, hak asasi manusia, dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Deep Learning Dalam Pendidikan Anak Usia Dini: Pendekatan Pembelajaran Holistik di Era Modern nindia luluil maknun
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 1 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/t9d4qn09

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fondasi penting dalam perkembangan keseluruhan anak karena pada fase ini keterampilan kognitif, sosial emosional, dan karakter mulai dibentuk. Dalam era modern, pendekatan deep learning (pembelajaran mendalam) dikembangkan sebagai strategi pedagogik yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang holistic yaitu menyentuh aspek berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan reflektif (meaningful, mindful, joyful learning). Studi ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis artikel ilmiah yang relevan mengenai penerapan deep learning dalam konteks PAUD dari berbagai basis data ilmiah, termasuk indeks Scopus dan jurnal nasional terakreditasi SINTA. Analisis ini menyediakan landasan teoritis dan empiris untuk pemahaman komprehensif terhadap konsep, implementasi, dan tantangan deep learning dalam pendidikan anak usia dini.
Peran Guru dalam Mendesain Pembiasaan Kosakata Bahasa Inggris Kreatif di Pendidikan Anak Usia Dini Widia Astuti widi
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 1 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/xts0xc80

Abstract

Globalisasi yang didorong oleh perkembangan teknologi komunikasi menempatkan penguasaan Bahasa Inggris sejak usia dini sebagai kebutuhan strategis dalam mempersiapkan generasi yang mampu bersaing secara global. Dalam konteks pendidikan anak usia dini (PAUD), pembelajaran bilingual semakin terintegrasi dalam kebijakan pendidikan nasional, namun efektivitasnya sangat bergantung pada kompetensi pedagogik dan kreativitas guru. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara peran guru dalam mendesain pembiasaan kosa kata Bahasa Inggris yang kreatif dengan kemampuan kosa kata anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional. Subjek penelitian meliputi 10 guru PAUD dan 60 anak usia 4–6 tahun di sebuah taman kanak-kanak di Yogyakarta, Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner guru, tes kosa kata bergambar, observasi pembelajaran, dan wawancara singkat. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa peran guru dalam pembiasaan kosa kata Bahasa Inggris berada pada kategori sangat baik (M = 4,35; SD = 0,42), sementara kemampuan kosa kata Bahasa Inggris anak tergolong tinggi (M = 16,2; SD = 1,8). Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara kedua variabel (r = 0,72; p < 0,01). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa pembiasaan kosa kata yang dirancang secara kreatif, kontekstual, dan berbasis bermain mampu meningkatkan kemampuan bahasa reseptif dan produktif anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru PAUD serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pembelajaran bilingual yang selaras dengan konteks budaya anak.
The Practice of Al-Ighraq fil-atsman in the Burn Rate Strategy of Startups in Indonesia Lia Indah Khilmina; M. Wahab Khasbulloh
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 2 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/bmyyb067

Abstract

The "burn rate" strategy has become a tool for accelerating market dominance for startups in Indonesia, but this practice often triggers indications of extreme loss-making. This study aims to examine this phenomenon through the lens of Sharia Economic Law, specifically the concept of Al-Ighraq fil-atsman. Using normative legal research methods and a conceptual approach, this study evaluates whether price efficiency in the digital ecosystem aligns with the principles of fairness in transactions. The results indicate that the systematic practice of Al-Ighraq fil-atsman to eliminate competitors (MSMEs) contains elements of dharar (harm) and market distortion, which are prohibited in Islam. Although startups claim to promote themselves, strategies that lead to monopoly (ihtikar) contradict the spirit of healthy business competition (al-munafasah al-syarifah). The conclusion of this study emphasizes that the legality of the burn rate under Sharia depends on the absence of intent to damage market prices and the protection of the rights of small producers to achieve economic balance (tawazun).
Eksistensi Istihsan dalam Pembaruan Hukum Islam: Studi atas Problematika Sosial Keagamaan Kontemporer Suandi Suandi
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 2 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/pkjjfj39

Abstract

Perubahan sosial-keagamaan kontemporer menuntut hukum Islam tetap responsif tanpa kehilangan orientasi normatifnya. Kajian terdahulu telah membahas istihsan sebagai dalil ijtihad, tetapi sebagian masih berhenti pada perdebatan kehujjahan mazhab dan belum cukup menempatkannya sebagai instrumen pembaruan hukum yang bekerja dalam isu ekonomi digital, hukum keluarga, bioetika, dan transformasi sosial. Artikel ini mengkaji bagaimana eksistensi istihsan dalam pembaruan hukum Islam serta bagaimana metode tersebut dapat merespons problematika sosial-keagamaan kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan konseptual, historis, dan komparatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap literatur ushul fikih, maqasid al-syariah, pembaruan hukum Islam, serta kajian kontemporer yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan menghubungkan konsep istihsan, prinsip kemaslahatan, dan kebutuhan tajdid al-fiqh. Temuan artikel menunjukkan bahwa perdebatan istihsan lebih bersifat metodologis daripada substantif, karena seluruh mazhab pada dasarnya mengakui pentingnya keadilan dan kemaslahatan. Novelty kajian ini terletak pada pemetaan istihsan sebagai mekanisme korektif, adaptif, dan aplikatif dalam pembaruan hukum Islam. Kajian lanjutan disarankan menguji penerapan istihsan pada putusan lembaga fatwa dan peradilan agama.
Register Doa Qurani: Kajian Linguistik Fungsional atas Ayat-ayat Doa dalam Surah Ibrāhīm, Maryam, dan al-Anbiyāʾ Azhar Ilham Haliwungan; Rahmah Fauziah Adisti; Faalih Haramain; Ahda Sabila
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 2 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/bgbrh479

Abstract

Kajian linguistik atas Al-Qur'an selama ini lebih banyak bergerak di ranah analisis wacana dan stilistika secara makro, tanpa membedah variasi register internal yang ada di dalamnya secara spesifik. Penelitian ini mengkaji ayat-ayat doa dalam surah Ibrāhīm, Maryam, dan al-Anbiyāʾ sebagai korpus untuk membuktikan bahwa ayat-ayat tersebut membentuk register yang distingtif dalam sistem wacana Al-Qur'an. Dengan menggunakan kerangka teori register Halliday dan Hasan dan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis analisis korpus, penelitian ini menganalisis penanda leksiko-gramatikal serta konfigurasi field, tenor, dan mode pada seluruh ayat doa yang memuat formula vokasi langsung رَبِّ dan رَبَّنَا dalam ketiga surah tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa ayat-ayat doa memiliki penanda leksiko-gramatikal yang khas dan konsisten, mencakup dominasi term rabb sebagai vokasi relasional, modus imperatif dan larangan sebagai penanda permohonan, serta struktur tiga lapis berulang berupa nidāʾ, konten permohonan, dan justifikasi. Konfigurasi field beroperasi secara konsisten dalam orientasi dari keterbatasan manusiawi menuju pengharapan intervensi ilahi; tenor membangun relasi yang asimetris secara ontologis namun intim secara komunikatif; dan mode berfungsi sebagai monolog dialogis yang secara struktural mengandaikan respons ilahi. Konsistensi konfigurasi ini lintas surah dan konteks naratif membuktikan bahwa doa Al-Qur'an adalah register tersendiri, sekaligus memberikan basis linguistik yang empiris untuk memahami konstruksi relasi manusia-Tuhan dalam tradisi Islam.
LINGUISTIK FORENSIK HADIS: STYLOMETRY DAN DETEKSI ANAKRONISME KEBAHASAAN DALAM UJI OTENTISITAS TEKS Ilham Mustafa; Ahmad Thib Raya
Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam Vol. 1 No. 2 (2026): Afaquna: Jurnal Cakrawala Islam
Publisher : Faculty of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51792/qjepsm76

Abstract

Artikel ini mengkaji linguistik forensik hadis sebagai pendekatan bantu dalam uji otentisitas teks hadis, khususnya melalui stylometry dan deteksi anakronisme kebahasaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya peredaran kutipan hadis di ruang digital dan kebutuhan untuk memperkuat kritik matn melalui analisis bahasa yang lebih sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan studi kasus teks terhadap riwayat “al-sultan zill Allah fi al-ard”. Data dianalisis melalui kritik hadis klasik, pembacaan stylometry secara konseptual, dan analisis linguistik historis terhadap istilah politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa linguistik forensik dapat membantu mengidentifikasi anomali gaya bahasa, kecenderungan ideologis, dan kemungkinan anakronisme penggunaan istilah politik dalam matn hadis. Namun, temuan kebahasaan tidak dapat berdiri sendiri sebagai penentu final status hadis. Ia harus diverifikasi melalui takhrij, kritik sanad, perbandingan varian matn, dan analisis sejarah istilah. Artikel ini menegaskan bahwa linguistik forensik hadis dapat memperkuat kritik matn dan berkontribusi bagi pengembangan Islamic digital humanities.

Page 1 of 2 | Total Record : 11