cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS SELEKTIVITAS PAYANG AMPERA (Seine Net) MODIFIKASI dengan WINDOW PERMUKAAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN DAUN BAMBU (Chorinemus sp.) di PERAIRAN KABUPATEN KENDAL Hakim, Lukman Guam; Asriyanto, -; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.498 KB)

Abstract

Alat tangkap Payang termasuk pukat kantong lingkar yang umumnya terdiri atas bagian kantong dan sayap. Payang merupakan alat tangkap ikan pelagis yang digunakan nelayan di Kabupaten Kendal. Selektivitas alat tangkap adalah pernyataan kuantitatif dari kemampuan memilih atau menangkap ikan pada spesies dan ukuran tertentu. Pada percobaan penambahan window berbentuk persegi panjang yang penempatannya di bagian atas / permukaan kantong (cod end) yang kemudian ditutup oleh cover net, yang berfungsi untuk menyeleksi hasil tangkapan berdasarkan ukuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dengan percobaan sebanyak 8 kali pengulangan. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Analisis statistik selektivitas  yang mengacu pada model analisis Sparre dan Venema. Hasil penelitian ini didapatkan ikan yang paling banyak tertangkap di cod end dan cover yaitu pada kelas 8-9 cm dengan jumlah 61 ekor. Uji Exponensial didapatkan persamaan exponensialnya y = 0,0799e0,1676x R² = 0,8575. Dengan nilai L 50% dan SF adalah sebesar 11,32 cm dan 1,11. Tingkat kelolosan ikan adalah 42,6% atau < 50%. Pada penelitian, nilai L50 sebesar 11,32 cm yang berarti alat tangkap Payang modifikasi dapat meloloskan dan menahan ikan Daun bambu (Chorinemus sp.) pada ukuran panjang 11,32 cm, sedangkan ikan Daun bambu matang gonad pada ukuran antara 10 cm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa payang modifikasi selektif. Payang gear belong trawl bag ring which generally consists of sacs and wings. Payang is a pelagic fishing gear used by fisherman in Kendal. The selectivity of fishing gear is the quantitative statement of the ability to secect or catch fish on certain species and size. In trial additional of rectangular window that placement on the surface of the bag (cod end) which in than covered by cover net, which serves to selecting the catch by size. The method that used in this research is descriptive method is a case study with experimental repetition as much as 8 times. Data collection method using primary data and secondary data. The method of data analysis used in this research is the selectivity statistical analysis refers to the analysis model of Sparre and Venema. The result of this research found that the most widely cought fish in the cod end and the cover in class 8-9 cm are 61 fishes. Exponensiality test obtained exponensial equation y = 0,0799e0,1676x R² = 0,8575. Withe the value of L 50% and SF is equal to 11,32 cm dan 1,11 cm. The rate of fish break-out is 42,6% or < 50%. In the research, the value of L50 by 11,32 cm which means Payang modification can pass and hold Daun bambu fish (Chorinemus sp.) in length 11,32 cm, whereas the mature gonads of Daun bambu fish (Chorinemus sp.) in size about 10 cm. It can be concluded that Payang modification is selective.
ANALISIS HASIL TANGKAPAN IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp) DAN CUMI-CUMI (Lolligo sp) PADA ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE DI PERAIRAN MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH Ispahdianto, Dwi; Fitri, Aristi Dian Purnama; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.331 KB)

Abstract

Purse seine merupakan salah satu alat tangkap paling dominan dari berbagai alat tangkap aktif yang ada di Pelabuhan Perikanan Pantai Morodemak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisa komposisi hasil tangkapan mini purse seine dilihat dari fishing ground nelayan yang meliputi aspek oseanografi (kedalaman, suhu dan salinitas), mengetahui dan menganalisa ukuran layak tangkap ikan pada fishing ground mini purse seine. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis hasil tangkapan dan analisis pemetaan menggunakan Arc Gis 10.2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan mini purse seine terdiri dari Ikan Kembung (Rastrelliger sp), Cumi-cumi (Lolligo sp), Ikan Tenggiri (Scomberomorus sp), Ikan Petek (Leiognathus equlus) dan Ikan Juwi (Sardinella gibbosa). Ikan kembung berukuran layak tangkap >16 cm, sedangkan cumi-cumi berukuran layak tangkap >10 cm. Purse seine was the most dominant fishing gear on Morodemak Coastal Fishing Port. The purpose of this research, was know and analyze  the composition of mini purse seine catches were seen from fishermen’s fishing ground which include oceanographic aspect (depth, temperature and salinity), to know and analyze the size of suitable catches in the mini purse seine fishing ground. The method of this research used descriptive method. Data analysis used descriptive analysis, catches analysis and mapping analysis with Arc Gis 10.2. The results showed that the composition of mini purse seine catches consisted of Long Jawed Mackerel (Rastrelliger sp), Squid (Lolligo sp), King Mackerel (Scomberomorus sp), Slipmounths (Leiognathus Equlus) and Goldstripe sardinella (Sardinella gibbosa). The Long Jawed Mackerel have suitable size > 16 cm and  the Squid have suitable size > 10 cm. The test results with F Test showed that the oceanographic factors  give affect to Long Jawed Mackerel while to squid give unaffected.
PROFIL ASAM AMINO YANG TERDISTRIBUSI KE DALAM KOLOM AIR LAUT PADA IKAN KEMBUNG (Rastrelliger kanagurta) SEBAGAI UMPAN (SKALA LABORATORIUM) Rahayu, Mutia; Pramonowibowo, -; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.71 KB)

Abstract

Umpan berfungsi untuk menarik perhatian ikan agar tertangkap. Salah satu kandungan  kimia  umpan  yang  berpengaruh  terhadap  tingkah laku makan dan pemilihan mangsa pada ikan adalah  asam amino. Beberapa alat tangkap di Indonesia umumnya menggunakan ikan kembung sebagai umpan. Distribusi asam amino pada kolom air laut mempengaruhi besaran ruang aktif. Penelitian ini bertujuan mengetahui kandungan dan profil asam amino serta distribusinya di dalam kolom air laut pada umpan ikan kembung skala laboratorium. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium dengan mensimulasikan operasi rawai tuna dan menggunakan analisis deskriptif pada metode analisis data. Ikan kembung (Rastrelliger kanagurta) dianalogikan sebagai umpan alami yang dikaitkan pada mata pancing dan direndam pada kolom air laut selama 24 jam. Data penelitian meliputi sampel air laut pada waktu rendam 1 jam (K1), 2 jam (K2), 4 jam (K4), 8 jam (K8), 16 jam (K16) dan 24 jam (K24). Metode HPLC (High Performance Liquid Chromatography) digunakan untuk menguji 6 sampel air laut yang telah diambil dan pengujian dilakukan sebanyak dua kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan 15 asam amino merupakan stimulan bagi ikan dari total 17 asam amino yang terdeteksi. Distribusi akumulasi asam amino menunjukkan kecenderungan meningkat selama 24 jam perendaman umpan ikan kembung. The bait has a function to attract for fish to be caught. One of the chemical content of feed that contributeson feeding behaviour and prey selection of fish is amino acid. Some fishing gears in Indonesia are generally using mackerel as bait. The distribution of amino acids into the water column affect the amount of active space. The aims of the reserached were to determine content and profile of amino acid on mackerel as bait and its distribution in the water column on a laboratory scale. Research carried out by laboratory experimental methods to simulated the operation of tuna longline and using descriptive analysis of data analisys methods. Mackerel (Rastrelliger kanagurta) which are analogous to natural bait that hooked and soaked in the water column for 24 hours. The research data includes samples of sea water at 1 hour soak time (K1), 2 hours (K2), 4 hours (K4), 8 hours (K8), 16 hours (K16) and 24 hours (K24). HPLC method (High Performance Liquid Chromatography)was used to test 6 samples of sea water were taken two times of replications. The results showed that 15 of the 17 amino acids were detected as stimulant for fish. Accumulation distribution of amino acids showed a rising trend during 24 hours soaking time of mackerel.
ANALISIS PENGARUH PERBEDAAN HANGING RATIO DAN LAMA PERENDAMAN JARING INSANG (GILL NET) TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN CENDRO (TYLOSURUS MELENOTES BLK ) DI KEPULAUAN SERIBU DKI JAKARTA Pertiwi, Meidini Fajar; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.651 KB)

Abstract

Wilayah Kepulauan Seribu yang sebagian besar wilayahnya merupakan perairan yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengelola sumberdaya lautnya. Upaya memaksimalkan hasil tangkapan terus dilakukan hingga sekarang, baik pemerintah maupun masyarakat agar sumberdaya perikanan laut di perairan Kepulauan Seribu dapat di manfaatkan secara maksimal dan dapat meningkatkan nilai produksi perikanan. Salah satu alat tangkap yang ada disana adalah jaring insang (gill net). Gill net merupakan salah satu alat tangkap yang banyak digunakan oleh nelayan karena gill net adalah salah satu alat tangkap yang ramah lingkungan. Klasifikasi gill net berdasarkan kedudukan di perairan dibagi menjadi 3 yaitu gill net permukaan (Surface Gill Net), gill net pertengahan (Midwater Gill Net), gill net dasar (Bottom Gill Net). Sedangkan menurut pengoperasiannya adalah Drift Gill Net, Encircling Gill Net atau Surrounding Gill Net dan Set Gill Net.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama perendaman, hanging ratio terhadap hasil tangkapan Ikan Cendro (Tylosurus melenotes blk) dan mengetahui ada tidaknya interaksi hanging ratio dan lama perendaman dalam penangkapan Ikan Cendro (Tylosurus melenotes blk); Penulis melakukan penelitian menggunakan ukuran hanging ratio sebesar 0,44 dan 0,35 serta membandingkan hasil tangkapan pada jaring insang (gill net) dengan lama perendaman yang berbeda, yaitu 4 jam, 6 jam, dan 9 jam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan 10 pengulangan pada setiap variabel. Data dianalisis mengunakan metode korelasi dan regresi yang diolah menggunakan progam SPSS. Hasil analisa data diperolah adalah 0,002 untuk hubungan antara hanging ratio  dengan lingkar tubuh ikan cendro (Tylosurus melenotes blk) dan 0,007 untuk hubungan antara lama perendaman dan jumlah tangkapan. Hasil kedua kasus tersebut menunjukkan nilai H1 (<0,05) sehingga ada interaksi antara dua variabel.
TINGKAT PEMANFAATAN FASILITAS DASAR DAN FUNGSIONAL DALAM STRATEGI PENINGKATAN PRODUKSI DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI TEGALSARI KOTA TEGAL JAWA TENGAH Yahya, Emil; Rosyid, Abdul; Suherman, Agus
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.502 KB)

Abstract

Tegalsari Grade C Fisheries Port expected that it could be growth centre and fishery economic development based on cached fishery, on economic development as a whole. The purpose of this study to know the condition of basic and functional facilities in the Coastal Fishery Port Tegalsari Tegal, analyzing the utilization rate of basic and functional facilities in the Port of Tegal Tegalsari Coastal Fisheries and determine strategies to improve utilization of the basic facilities and functional Tegalsari Grade c Fishing Port City Tegal. This research used descriptive survey method with case study by survey and observation in location. As for collection data is done using observation methods, interviews, secondary data collection, and documentation. Data analyzed by using qualitative and quantitative descriptive method, SWOT analysis used to determine the utilization of port facilities. The results showed that potential of fishery resources in Tegal city reached 23,106,269 kg for a year. Tegalsari Grade c Fishery Port facilities consist of basic facility, functional and supporting facilities generally in good condition. Rate of water ways utilization at 70%, 52.8% of the pool area, 82.5% of deep basin, wharf at 90.6%, 62.69% of the auction office, parking area by 44.33% and twice of total area for existing facilities is area of ports fisheries in PPP Tegalsari. Increasing product’s strategy should be doing with optimization of port facilities that are useful for increasing fish production, improve the type and production value of fishing effort to increase production, maintenance and development of Fishery Port facilities and increasing the number of environmentally fishing gear for economically performance.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN MENGGUNAKAN MODEL SCHAEFER DAN FOX PADA CUMI-CUMI (Loligo sp) YANG TERTANGKAP DENGAN CANTRANG DI TPI TANJUNGSARI KABUPATEN REMBANG Hutagalung, Yohan Valen; Bambang, Azis Nur; Sardiyatmo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 1: Januari, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (728.698 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek bioekonomi cumi-cumi di perairan Rembang dengan menggunakan perhitungan Bioekonomi model Schaefer dan Fox, dan untuk menganalisis tingkat pemanfaatan sumber daya Cumi-cumi di perairan Rembang. Penelitian dilakukan pada bulan April 2013 sampai Mei 2013 di TPI Tanjungsari Kabupaten Rembang. Metode pengumpulan data adalah purposive sampling dengan 11 responden, dan data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata Catch Per Unit Effort (CPUE) tahun 2008-2012 adalah 4,57 kg/trip. Produksi optimum (Copt) dari Maximum Sustainable Yield (MSY) model Schaefer adalah 156,511 kg/tahun dengan Effort optimum (Eopt) 15,915 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh per unit cantrang pada kondisi MSY adalah Rp177.907.090,-/tahun. Maximum Economic Yield (MEY) produksi Cumi-cumi adalah 155,428 kg/tahun dan Effort optimum (Eopt) adalah 14,591 trip/tahun. Keuntungan yang diperoleh per unit cantrang pada kondisi MEY adalah Rp179.384.783,-/tahun. Sedangkan produksi optimum (Copt) pada Open Access adalah 47,758 kg/tahun dengan Effort optimum (Eopt) 29,182 trip/tahun dan nelayan tidak memperoleh keuntungan pada kondisi ini. Nilai rata-rata tingkat pemanfaatan sumberdaya Cumi-cumi di perairan Rembang dari tahun 2008 sampai 2012 adalah 63%. The objective of this research was to determine the Bioeconomic aspect of squid in Rembang waters by using Bioeconomic  Schaefer and Fox models, and to analyze the resource level of squid in Rembang waters. The research was conducted from April 2013 until Mei 2013 in Tanjungsari fish auction in Rembang Regency. Data collection was used by purposive sampling with 11 respondens, and data analyzed by descriptive analyze. The results showed that the average value of Catch Per Unit Effort (CPUE) from 2008-2012 was 4.57 kg/unit effort. Optimum production (Copt) of Maximum Sustainable Yield (MSY) Schaefer bioeconomic models was 156.511 kg/year with optimum effort (Eopt) 15.915 trips/year. The profits per cantrang on MSY conditions was Rp177.907.090,-/year. The Maximum Economic Yield (MEY) of squid production was 155.428 kg/year and optimum effort (Eopt) was 14.591 trips/year. The profits per cantrang on MEY conditions was Rp179.384.783,-/year. While the optimum production in Open Access was 47.758 kg/year with optimum effort 29.182 trips/year and fisherman didn’t benefit. The average value of squid resources utilization at Rembang seawaters from 2008 until 2012 was of 63%. 
ANALISIS KINERJA KOPERASI UNIT DESA EKO KARYO MINO DI KABUPATEN JEPARA Silviyani, Evy; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 1: Januari, 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.648 KB)

Abstract

Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino merupakan koperasi yang bergerak di sektor perikanan yang membantu meningkatkan kesejahteraan nelayan. Unit usaha yang dikelola oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino Kabupaten Jepara diantaranya adalah Pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Waserda, Pabrik Es, Simpan Pinjam, dan Pembayaran PLN. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unit usaha dalam bidang perikanan yang dikelola Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino, serta menganalisis kinerja Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino di Kabupaten Jepara. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif dengan metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara, studi pustaka dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisis Balanced Scorecard (BSC). Kinerja Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino Kabupaten Jepara dengan menggunakan analisis Balanced Scorecard (BSC) total keseluruhan dari 4 prespektif yaitu 114,34%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino di Kabupaten Jepara dinyatakan kinerjanya termasuk dalam kategori berhasil. Hasil pengukuran kinerja Balanced Scorecard (BSC) dengan empat perspektif yaitu Pada perspektif finansial indikator current ratio sebesar 54,1%, indikator solvabilitas sebesar 34,3% dan indikator rentabilitas sebesar 0,01%; pada perspektif pelanggan sebesar 10,45%; pada perspektif bisnis internal sebesar 7,95%; pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan indikator kualitas kerja sebesar 7,62%, indikator ketepatan waktu sebesar 7,48% dan indikator komitmen kerja sebesar 7,53%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dinyatakan kinerja Koperasi Unit Desa (KUD) Eko Karyo Mino baik dan ditinjau dari empat perspektif menunjukkan kategori pengelolaan yang baik.
ANALISIS BIOEKONOMI PERIKANAN CUMI-CUMI (Loligo sp) DI PESISIR KABUPATEN KENDAL Theresia, Stephanie Martha; Pramonowibowo, Pramonowibowo; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.103 KB)

Abstract

Perairan Kabupaten Kendal merupakan salah satu wilayah penyebaran Cumi-cumi yang cukup potensial di perairan utara Jawa Tengah, dengan produksi sebanyak 50.454 kg pada tahun 2011. Kelestarian sumberdaya ikan akan terancam jika upaya pemanfaatan yang terus meningkat, jika tidak diupayakan langkah pengendalian. Tujuan dari penelitian ini adalah penganalisisan aspek biologi dan ekonomi sumberdaya Cumi-cumi di Pesisir Kabupaten Kendal yang meliputi produksi Cumi-cumi per usaha penangkapan Catch per Unit Effort (CPUE), Maximum Sustainable Yield (MSY), Maximum Economic Yield (MEY), dan Open Access Equilibrium (OAE). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2012. Materi penelitian ini adalah unit usaha perikanan tangkap yang hasil tangkapannya adalah Cumi-cumi di TPI Tawang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan jumlah sampel 13 nelayan. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Metode analisa data yang digunakan adalah metode time series dan metode bioekonomi model Gordon-Schaefer untuk menghitung MSY, MEY, dan OAE.Hasil penelitian dapat ditunjukan dari nilai rata-rata CPUE sumberdaya Cumi-cumi pada tahun 2007-2011 di PPP Tawang Kabupaten Kendal adalah 166 kg/alat tangkap. Produksi optimal (Copt) pada MSY sebesar 60.706 kg/tahun dengan effort optimum (Eopt) 182 alat tangkap/tahun. Produksi optimal (Copt) pada MEY sebesar 58.146 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 145 alat tangkap/tahun. Produksi optimal (Copt) pada OAE sebesar 39.623 kg/tahun dan effort optimum (Eopt) sebesar 289 alat tangkap/tahun.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN JARING ARAD (BABY TRAWL) DI PANGKALAN TAMBAK LOROK KOTA SEMARANG Wibowo, Sri Gunawan Mulyo; Wijayanto, Dian; Pramonowibowo, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.349 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan sumber daya laut yang melimpah, sehingga banyak masyarakatnya yang memanfaatkan wilayah pesisir sebagai mata pencaharian utama. Namun, dengan kondisi sumber daya laut yang melimpah di kawasan pesisir nyatanya belum mampu mensejahterakan masyarakatnya. Menurut data BPS (2011) jumlah nelayan terbesar berada di Kelurahan Tanjungmas, Semarang Utara dengan jumlah 2.345 nelayan. 600 diantaranya menggunakan jaring arad. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan usaha yang dijalankan oleh nelayan jaring arad di tambak lorok kota semarang. Cara pengambilan sampel dengan simple random sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis ekonomi dan analisis finansial. Hasil penelitian dari analisis ekonomi untuk usaha perikanan Jaring Arad diperoleh biaya total Rp 104.517.060, dengan pendapatan Rp 128.475.000, dan keuntungan sebesar Rp 23.967.940 per tahun, Dari analisis keuntungan didapatkan hasil R/C untuk jaring arad 1,23 , NPV 112.697.368, PP 2,007. Sehingga dapat disimpulkan usaha perikanan jaring arad dengan hasil tangkapan ikan teri dan cumi di tambak lorok kota Semarang dinyatakan layak untuk dijalankan. Indonesia is an archipelago with abundant marine resources, theres many people who use the coastal areas as the main livelihood. However, the condition of marine resources in coastal areas in fact not capable of prospering society. According to BPS data (2011) the largest number of fishermen located in the Tanjung Mas Village, North Semarang with the number 2.345 fishermen. 600 of them using baby trawl. The aim of this study was to determine the feasibility of a business carried on by baby trawl in the Tambak Lorok Semarang. This research used simple random sampling. The research method use financial analysis. The results of the economic analysis of baby trawl obtained a total cost of Rp 104.517.060, with an income of Rp 128.475.000, and net profit at 23.967.940 million per year, From the analysis of the advantages obtained result R/C for baby trawl is 1,23, NPV 112.697.368 PP 2,007. so it can be concluded baby trawl fisheries with catches of anchovy and squid in  Tambak Lorok Semarang City declared eligible to run.
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN NELAYAN ALAT TANGKAP GILL NET DESA ASINAN KECAMATAN BAWEN KABUPATEN SEMARANG Sukmawardhana, Nugroho; Bambang, Azis Nur; Rosyid, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 4: Oktober, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.065 KB)

Abstract

Desa Asinan merupakan salah satu desa yang bersebelahan langsung dengan perairan Rawapening dengan mayoritas nelayan menggunakan alat tangkap gill net dalam operasi penangkapan. Tidak menentunya pendapatan nelayan gill net dari kegiatan penangkapan tidak sebanding dengan semakin tingginya harga barang kebutuhan pokok dan jasa, sehingga membuat keluarga nelayan harus mencari pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan keluarga dan meningkatkan tingkat kesejahteraan rumah tangga. Perbedaan pekerjaan tambahan di luar aktifitas penangkapan juga turut menentukan nilai pendapatan nelayan gill net sehingga secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi perubahan tingkat kesejahteraan rumah tangga nelayan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus yang bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat ketimpangan pendapatan antar nelayan gill net Desa Asinan dengan nilai koefisien gini (ketimpangan) 0,38. Berdasarkan indikator kesejahteraan menurut BPS dan hasil penjumlahan skoring maka diketahui bahwa nelayan gill net Desa Asinan memiliki tingkat kesejahteraan tinggi (skor 20 – 24) dengan jumlah skor 22, dan berdasarkan analisis statistik menggunakan NTN didapatkan nilai NTN nelayan gill net Desa Asinan sebesar 1,381 dimana NTN > 1 maka dapat dinyatakan bahwa semua responden nelayan gill net sejahtera. Tidak terdapat perbedaan hasil akhir dari tingkat kesejahteraan menurut BPS dengan NTN.

Page 6 of 41 | Total Record : 404