cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA NELAYAN MINI PURSE SEINE DENGAN FISHING BASEDI PPP TASIK AGUNG KABUPATEN REMBANG JAWA TENGAH Kadhita, Merry; Ismail, -; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.858 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesejahteraan nelayan juragan dan ABK mini purse seine di PPP Tasik Agung Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.Metode yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam yang dilengkapi daftar kuisioner dan juga observasi langsung di lapangan. Teknik analisis data menggunakan 12 indikator kemiskinan gabungan yang terdiri dari indikator kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik Pusat (2007), Badan Pusat Statistik Pusat 2006), indikator kemiskinan menurut Pridaningsih (2011), indikator kemiskinan menurut Safitri (2011), serta konsep Nilai Tukar Nelayan (NTN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan nelayan yang dianalisis menggunakan 12 indikator kemiskinan gabungan menunjukkan bahwa nelayan termasuk ke dalam kriteria tidak miskin atau tergolong sejahtera. Sedangkan hasil analisis tingkat kesejahteraan nelayan berdasarkan NTN juragan sebesar 1,67 (NTN > 1) dan NTN ABK sebesar 1,44  (NTN >1) yang menunjukkan bahwa nelayan juragan dan ABK termasuk dalam kriteria tidak miskin/sejahtera. Hasil uji z,nilai z hitung = 0,445 < 1.985= z tabel, dan sig = 0,657 >5% menunjukkan bahwa  tidak ada perbedaan metode antara NTN dengan Indikator Kemiskinan Gabungan yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan nelayan secara signifikan. The purpose of this research was to analyze prosperity level of Employer and Crew Mini Purse Seine Fisheries in Tasik Agung Fishing Port of Rembang Regency Central Java. The method used is descriptive method by survey. The sampling technique used purposive sampling method. Data was collected by depth interview method that include a list of questionnaires and direct observation in the field. The collection data was carried out by combination of 12 poverty indicators, consisted of poverty indicator according to The Statistical Corporation (2007), The Statistical Corporation (2006), modification poverty indicator according to Pridaningsih (2011), modification poverty indicator according Safitri (2011), and a Fishery Term of Trade Index (NTN) concept. The result of the analysis using combination of 12 poverty indicators have shown that those fisherman were not poor or prosperous. Meanwhile, the analysis employer’ NTN = 1,67 (NTN > 1) and crew’ NTN = 1,44(NTN > 1) that mean both of them were not poor or prosperous. Test results z, the value of z = 0.445 <1.985 = z table, and sig = 0.657> 5% indicates that there is no difference between the method NTN Combined with Poverty Indicators affecting significantly the welfare of fishermen.
ANALISIS EKONOMI RUMAH TANGGA NELAYAN PADA ALAT TANGKAP GILL NET DI PPP MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK Suroyya, Aida Nurus; Triarso, Imam; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.903 KB)

Abstract

Masyarakat nelayan merupakan salah satu pelaku utama dalam bidang perikanan. Tetapi dalam beberapa kasus dijumpai bahwa nelayan hidup dalam kondisi miskin, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai kajian ekonomi rumah tangga pendapatan dan pengeluaran nelayan gill net dengan Fishing Base di PPP Morodemak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis: (1) Karakteristik nelayan pada alat tangkap gill net di PPP Morodemak, (2) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan melaut pada ekonomi rumah tangga nelayan, (3) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap nilai pengeluaran pada ekonomi rumah tangga nelayan. Pengambilan sampel dalam penelitian ini, yaitu nelayan dengan alat tangkap gill net di PPP Morodemak dengan 3 GT, metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan metode studi kasus dan menggunakan data cross sectional, pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Karakteristik nelayan yang menggunakan alat tangkap gill net di PPP Morodemak berdasarkan umur sekitar 98% pada umur 30-70 tahun, tingkat pendidikan nelayan didominasi pada tingkat sekolah dasar (SD) dengan prosentase 55%. Berdasarkan jumlah anggota keluarga nelayan didominasi lebih dari tiga orang dengan prosentase 64%. Sedangkan untuk pengalaman melaut, sekitar 80% pada kisaran 20-40 tahun.(2) Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pendapatan nelayan adalah pengalaman melaut dan hasil tangkapan, (3) Sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga nelayan adalah pendapatan, jumlah anggota keluarga, dan pendidikan.
ANALISIS KINERJA PENGELOLA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN, JAWA TENGAH Nasir, Hamdan; Rosyid, Abdul; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.754 KB)

Abstract

Performance is basically the result obtained by a person or agency in performing a particular job. The purpose of this research were identified the performance management, evaluated the performance, and analyzed the performance level Pekalongan Fishing Port. Descriptive method was used in this study. Purposive sampling was used for sampling method. Object of this research was management of Pekalongan Fishing Port and customers satisfaction. Data analysis methods used were test validity, test reliability, Customer Satisfaction Index, Importance and Performance Analysis and gap analysis. The test results show the validity declared invalid, because r value bigger than r table is 0.444 for 20 employees. While the customer is 0.229 for 74 customers. Attributes of reliability test results for 0.632 and 0.832 employees, while the attributes of reliability test of 0.413 and 0.492 customers. From the research results of the identification of performance management are implementation of fishing harbors operational service of fisheries, fish resources management activities, implementation of the system of quality assurance and safety of fishery products. The results of performance evaluation in 2011 classified optimal, because get 74 of the results optimum conditions, 100. While the results for employee satisfaction index was 77 % and 80.4 % for customers.
MANAJEMEN KOLABORATIF UNTUK INTRODUKSI PENGELOLAAN RAJUNGAN YANG BERKELANJUTAN DI DESA BETAHWALANG, DEMAK Abidin, Zaenal; Bambang, Azis Nur; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.903 KB)

Abstract

Desa Betahwalang, Kabupaten Demak, Jawa Tengah merupakan wilayah yang memiliki potensi perikanan tangkap. Rajungan merupakan komoditas tangkapan paling tinggi di perairan pantai tersebut. Aktivitas penangkapan yang tidak terkendali dan terus menerus dapat menyebabkan over fishing dan berakibat menurunnya ketersediaan rajungan di perairan Betahwalang. Kegiatan pengelolaan rajungan yang berkelanjutan akan menjaga kelestarian dan ketersediaan rajungan pada masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem pengelolaan yang sedang berjalan kemudian merumuskan manajemen kolaboratif yang baru untuk pengelolaan yang berkelanjutan. Berdasarkan observasi yang dilakukan terdapat banyak kegiatan penangkapan rajungan yang belum terstruktur, sehingga perlu pelaksanaan program baru yang bersifat konservasi seperti pembenihan, pembangunan area perlindungan, pembatasan minimum ukuran rajungan yang tertangkap, serta pengawasan yang berkala terhadap peraturan yang telah dibuat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode deskriptif dan metode pemberian skor terhadap jawaban responden dengan skala Guttman. Berdasarkan skala guttman diperoleh hasil rata-rata skor 20 dari 50 responden sehingga presentase skor adalah 40% yang dikategorikan dalam kriteria kurang efektif. Kurang efektifnya peraturan yang telah dibuat adalah karena kurangnya sosialisasi terhadap masyarakat Betahwalang dan masih lemahnya pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan. Betahwalang Village, Demak, Central Java, is a territory that has the potential fisherie.  Swimming crab  is the highest catch commodity in these coastal sea. Uncontrolled and continuously fishing activity cause over fishing and decreasing the availability of crabs in Betahwalang sea. Sustainable crab management activities will preserve the availability of small crab on the future. The purpose of this study was to determine the management system then to formulate a new collaborative management for sustainable management. Based on observations, there are many unstructured small crab fishing activities. Therefore, the implementation of new conservative programs are needed, such as seeding, construction of protection area, restrictions on the minimum size of crabs caught and periodic monitoring of the rules that have been made. Used in this study is discriptive method and to scoring respondent’s answers is using Guttman scale method. Based on Guttman scale, the average yield score is 20 out of 50 respondents so that the precentage score is 40% which is categorized in less effective criteria. The effective regulation due the lack of socialization to Betahwalang society and the weakness of the regulatory implementation.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN NELAYAN TERHADAP FUNGSI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PEKALONGAN BERDASARKAN PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR PER.08/MEN/2012 Kurniawan, Fandy; Triarso, Imam; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.166 KB)

Abstract

PPN Pekalongan merupakan pusat pendaratan ikan yang berlokasi di Pekalongan, Jawa Tengah. Pelabuhan perikanan bukan hanya menyediakan fasilitas untuk aktivitas pendaratan, maupun pengolahan perindustrian hasil tangkapan tetapi juga memberikan pelayanan yang optimal terhadap pengguna pelabuhan perikanan khususnya nelayan. Pemerintah telah menetapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor PER.08/MEN/2012 tentang fungsi Pelabuhan Perikanan Nusantara. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi kondisi fasilitas pelabuhan, menganalisis tingkat kepuasan nelayan terhadap fungsi Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.08/MEN/2012. Penelitian dilakukan pada tanggal 9 -14 Mei 2016. Metode penelitian adalah metode deskriptif dengan mendiskripsikan kepuasan nelayan sebanyak 45orang terhadap fungsi pelabuhan. Analisis data menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) untuk mengetahui besarnya tingkat kepuasan nelayan dan Importance and Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui atribut fungsi yang dianggap penting oleh nelayan. Terdapat 20 atribut fungsi yang diteliti tercantum dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor PER.08/MEN/2012. Tingkat kepuasan nelayan terhadap fungsi pelabuhan menunjukkan nilai 64,2 % (cukup puas). 
ANALISIS TINGKAT PENDAPATAN UTAMA DAN SAMPINGAN PADA RUMAH TANGGA PERIKANAN (RTP) NELAYAN GILLNET DI DESA ASINAN, KECAMATAN BAWEN, KABUPATEN SEMARANG, JAWA TENGAH Oktaveasmara, Alfian; Bambang, Azis Nur; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 2: April, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.292 KB)

Abstract

A strategy to overcome the lack of income obtained from the primary job as gillnet fishermen, households fishermen in the Asinan village have some alternative jobs such as agricultural labour, construction workers, farming, goat farming, trade, and ranching of fish cages. The purpose of this research was to analyze the level of primary and alternative income gillnet fishermen households in Asinan, Bawen, Semarang and was to determine the technical aspects of gillnet fishing gear which is used by fishermen in Asinan. The research method were descriptive method and case study. The sampling method was census by interviewing 64 fishermen as respondents. The results showed that the average primary income of gillnet fishermen per year was Rp 9,600,063.00 and the average alternative income of gillnet fishermen per year was Rp 7,129,307.00. The maximum average alternative income was Rp 31,734,333.00 per year obtained from trade. The minimum average alternative income was Rp 3,198,890.00 per year obtained from goat farming. Webbing was made from nylon (PA) monofilament with diameter 0.12 mm; length 15 m; mesh size 7.62 cm (3 inches); and height 78.6 cm. The net had 91.44 cm stretched height with 12 of vertical and 400 of horizontal meshes. Hanging ratio value was 0.50 and 0.50 for shortening. Head rope was made from PA monofilament with diameter 0.5 mm, and length 15.3 m per piece. Sinker line was made from PE multifilament with diameter 0.2 mm and length 15 m per piece. The floats were made from water hyacinth material. Sinkers used were made from circular iron wire with 20 gr weight and diameter 7.7 cm. Total sinkers were 100 pieces and mounted on every 20 meshes.
ANALISIS PERBANDINGAN PENDAPATAN NELAYAN BUBU DESA BETAHWALANG DENGAN POLA WAKTU PENANGKAPAN BERBEDA Almaida, Sheila; Wijayanto, Dian; Ghofar, Abdul
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 3: Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.87 KB)

Abstract

Desa Betahwalang adalah salah satu desa di Kabupaten Demak yang merupakan desa penghasil rajungan. Alat tangkap yang paling banyak digunakan untuk menangkap rajungan adalah bubu lipat. Rajungan merupakan salah satu komoditi perikanan bernilai ekonomis tinggi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk tetap melestarikan sumberdaya rajungan adalah dengan memberi kebijakan pembatasan waktu penangkapan rajungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui aspek teknis perikanan rajungan dengan alat tangkap bubu; menganalisis produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan nelayan bubu di Desa Betahwalang; dan mengestimasi dampak pola waktu penangkapan yang berbeda terhadap produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan nelayan bubu di Desa Betahwalang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan adalah menggunakan uji t (paired sample t test) dengan asumsi uji normalitas dan uji homogenitas.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai residual data produksi, biaya, pendapatan dan keuntungan memiliki varians yang sama dan terdistribusi normal (uji normalitas dan uji homogenitas). Pola waktu penangkapan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 bulan (313 trip), 11 bulan (287 trip), 10 bulan (261 trip) dan 9 bulan (234 trip). Estimasi perhitungan terhadap produksi, biaya dan pendapatan nelayan bubu di Desa Betahwalang diperoleh nilai tertinggi pada 12 bulan penangkapan, akan tetapi keuntungan maksimal yang diperoleh nelayan bubu di Desa Betahwalang terdapat pada 10 bulan penangkapan. Betahwalang is one of village in Demak where produces blue swimming crab. Fishing gear which mostly used to catch blue swimming crab is trap. Blue swimming crab is one of the economical fishery commodity. Government could conserve blue swimming crab resources by giving time restriction policy to catch blue swimming crab. The purpose of this study is to understand technical aspect of blue swimming crab fishery by using trap; to analyze production, cost, revenue and profit of Betahwalang trap fisherman; to analyze the impact of time catching restriction to production, cost, revenue and profit of Betahwalang trap fisherman. The method used in this study are descriptive qualitative and quantitative methods. The analysis method used is financial analysis with t test (paired sample t test) with assumption normality test and homogeneity test. Time capture model which used in this study is 12 months (313 trips), 11 months (287 trips), 10 months (261 trips) and 9 months (234 trips). Counting estimation of production, cost and revenue of Betahwalang trap fishermen shows the highest score on 12 months catching, while maximum profit which Betahwalang trap fishermen can gain is on 10 months catching.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) BAJOMULYO PATI, JAWA TENGAH Gandara, Gandy Ahmad Noor; Wibowo, Bambang Argo; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.471 KB)

Abstract

Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Bajomulyo adalah Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kelautan dan Perikanan di bidang  prasarana pelabuhan perikanan, yang berfungsi sebagai sarana penunjang kegiatan perikanan di Kabupaten Pati. PPP Bajomulyo dilengkapi dengan beberapa fasilitas, diantaranya adalah fasilitas fungsional. Perlu diteliti seberapa besar tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas fungsional tersebut sudah mencapai optimal dalam pemanfaatannya, serta menyusun strategi untuk mengembangkan fasilitas fungsional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2015 di PPP  Bajomulyo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah, dekriptif yang bersifat survey. Metode analisis data menggunakan analisis tingkat pemanfaatan, skala pengukuran (Skala Likert’s), analisis Time Series untuk mengetahui proyeksi kebutuhan sarana dan prasarana selama 5 tahun kedepan dari tahun 2015 sampai tahun 2019, dan analisis SWOT untuk strategi pengembangan. Tingkat pemanfaatan TPI Unit I sebesar 63,6% dan Unit II sebesar 98%. Fasilitas fungsional PPP Bajomulyo berdasarkan skoring rata-rata pada skala 3 yang berarti dalam kondisi baik, Tingkat kebutuhan di PPP Bajomulyo menunjukan jumlah kebutuhan solar, es, dan air tawar yang di butuhkan oleh PPP Bajomulyo pada periode tahun 2015 sampai tahun 2019 di perkirakan akan mengalami penurunan namun tidak signifikan jika dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya yang fluktuatif, Strategi yang harus dilakukan yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi agar memiliki harga yang optimal. Meningkatkan pelayanan, keamanan, perbekalan melaut untuk meningkatkan jumlah dan nilai produksi. Memperluas area distribusi hasil produksi khususnya ekspor hasil tangkapan ikan-ikan komoditas penting.
PENGARUH PERBEDAAN BAHAN BUBU DAN JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) DI RAWA PENING SEMARANG Putra, Adhikoro Tidar; Purnama Fitri, Aristi Dian; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.201 KB)

Abstract

Alat tangkap yang digunakan dalam penangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) yaitu alat tangkap Bubu. Bubu adalah alat tangkap yang berbentuk kurungan atau keranjang dan terbuat dari berbagai bahan (kayu, rotan, bilah besi, kawat anyam, bambu, paralon dan sebagainya) serta mempunyai satu atau lebih ijep. Biasanya diletakkan di dasar perairan dengan atau tanpa umpan, satu per satu atau berangkai serta dihubungkan dengan tali ke pelampung untuk menunjukkan posisinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan bahan material bubu (bambu dan paralon), menganalisis pengaruh perbedaan jenis umpan (mujair dan cacing) dan menganalisis ada tidaknya interaksi antara bahan bubu dan jenis umpan terhadap hasil tangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) di Rawa Pening, Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental fishing dengan 2 variabel yaitu bahan bubu dan jenis umpan dengan 4 perlakuan.Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan bubu bambu dan bubu paralon pada penelitian ini berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) dimana jenis bubu bambu lebih banyak hasil tangkapannya, perbedaan umpan mujair dan umpan cacing pada alat tangkap bubu lobster berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan lobster (Cherax quadricarinatus) dimana bubu berumpan mujair lebih banyak hasil tangkapannya, hal ini dilihat dari hasil tangkapan pada bubu bambu berumpan cacing sebanyak 288 ekor dan bubu bambu berumpan mujair sebanyak 399 ekor, bubu paralon berumpan cacing 232 ekor dan bubu paralon berumpan mujair sebanyak 341 ekor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bubu bambu dengan menggunakan umpan ikan mujair lebih baik digunakan, karena hasil lobster (Cherax quadricarinatus) didapatkan tangkapan lebih banyak.
KELAYAKAN USAHA PENANGKAPAN IKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN ROBAN BARAT KABUPATEN BATANG Jamal, Farkhan Najisurya; Sardiyatmo, Sardiyatmo; Kurohman, Faik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.62 KB)

Abstract

Kelayakan usaha dari kegiatan penangkapan ikan merupakan aspek yang penting untuk keberlanjutan operasional kegiatan penangkapan ikan. Kegiatan usaha penangkapan ikan yang baik adalah kegiatan usaha yang memberikan keuntungan pada pelaku usaha yakni nelayan. Pelarangan penggunaan alat tangkap arad oleh Kementerian Kelautan Perikanan merupakan kebijakan yang membuat nelayan khawatir, karena menurut nelayan yang ada di Tempat Pelelangan Ikan Roban Barat Kabupaten Batang, alat tangkap arad dinilai sangat menguntungkan dan tidak ada alat tangkap lain yang dapat memberikan keuntungan yang cukup tinggi bagi nelayan, karena hal tersebut alat tangkap arad menjadi alat tangkap yang dominan, sebanyak 96 nelayan dari 124 nelayan menggunakan alat tangkap arad. Alat tangkap yang beroperasi di Tempat Pelelangan Ikan Roban Barat diantaranya Arad, Gill net, Trammel net, dan Bubu lipat, semua jenis alat tangkap dioperasikan dengan kapal berukuran < 5 GT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keuntungan kegiatan usaha penangkapan ikan dengan menggunakan R/C ratio, yaitu membandingkan antara penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus, dengan teknik pengambilan sampel dengan metode snowball sampling. Hasil R/C ratio Arad bernilai 1,84, trammel net 1,52, gill net 1,46, dan bubu lipat 1,57. Semua jenis alat tangkap yang beroperasi di Tempat Pelelangan Ikan Roban Barat dinilai layak untuk dijalankan.

Page 8 of 41 | Total Record : 404