cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS PENDAPATAN NELAYAN ALAT TANGKAP MINI PURSE SEINE 9 GT DAN 16 GT DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MORODEMAK, DEMAK Restumurti, Dini; Bambang, Azis Nur; Dewi, Dian Ayunita NN
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 1: Januari 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.655 KB)

Abstract

Nelayan di Morodemak rata-rata mempunyai kapal mini purse seine mulai dari kapal 5 GT sampai 25 GT. Hasil tangkapan yang dominan didapatkan adalah ikan Kembung, Udang, dan Cumi-cumi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui spesifikasi armada penangkapan mini purse seine 9 GT dan 16 GT, menganalisis perbedaan biaya operasi mini purse seine serta menganalisis pendapatan juragan kapal mini purse seine 9 GT dan 16 GT. Metode deskriptif dengan cara studi kasus digunakan dalam penelitian. Metode pengambilan responden dengan cara sensus. Metode analisis pendapatan menggunakan analisis statistik dengan Uji T, dengan menganalisis rata-rata pendapatan juragan kapal mini purse seine 9 GT dan 16 GT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan juragan 9 GT lebih kecil dari pendapatan juragan 16 GT. Hasil penelitian pendapatan juragan mini purse seine di PPP Morodemak pada kelas kapal 9 GT dan 16 GT. Rata-rata pendapatan juragan per trip kapal mini purse seine 9 GT sebesar Rp. 943.162 sedangkan 16 GT adalah Rp.1.108.825. Rata-rata pendapatan juragan per tahun kapal mini purse seine 9 GT sebesar Rp.113.179.476 sedangkan 16 GT Rp.133.059.000. Fishermen in Morodemak operates mini purse seine vessels ranging from 5 GT until 25 GT. The dominant catches are Indian Mackerel (Rastrelliger sp), Shrimp (Penaeus sp), and Squid (Loligo sp). The research objectives were to know the spesifications of mini purse seine 9 GT and 16 GT, analyze the difference operating cost of mini purse seine and to analyze the revenue of mini purse seine owner 9 GT and 16 GT. Descriptive method by case study used in this research. The data collection method used census. The revenue analysis method used statistic analysis with T test, by analyzing the average revenue of  mini purse seine owner 9 GT and 16 GT. The results showed that revenue of mini purse seine 9 GT is smaller than 16 GT. The research results the revenue of mini purse seine owner in Fishing Port Morodemak on class 9 GT and 16 GT. The average revenue per trip of mini purse seine  owner  9 GT of Rp. 943.162 while 16 GT of Rp. 1.108.825. The average revenue for mini purse seine owner 9 GT  of Rp. 113.179.476/per year while 16 GT of Rp. 133.059.000/per year.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP CANTRANG DAN PAYANG DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI ASEMDOYONG KABUPATEN PEMALANG Karningsih, Fitri; Rosyid, Abdul; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.46 KB)

Abstract

Kabupaten Pemalang merupakan salah satu kabupaten yang berada di pesisir Utara Pulau Jawa. Kabupaten Pemalang memiliki sebuah Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) yaitu PPP Asemdoyong. PPP  Asemdoyong adalah salah satu fasilitas pendukung disektor perikanan tangkap.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis alat tangkap cantrang dan payang, serta aspek ekonomis yang meliputi modal dan biaya usaha, serta menganalisis tingkat kelayakan usaha dari segi finansial dengan menghitung nilai PP, NPV, IRR dan B/C. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif studi kasus dan seskriptif survey. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan quota sampling. Jumlah sampel yang diambil yaitu 9 usaha payang dan 12 usaha cantrang. Metode analisa data yang digunakan adalah analisis teknis dan analisis finansial. Analisis data menggunakan uji parsial t (t test) dengan SPSS. Hasil penelitian meyimpulkan bahwa rata-rata tingkat pendapatan usaha penangkapan cantrang dan payang sebesar Rp 252.170.000,- dan Rp 293.023.333,- per tahun dan keuntungan rata-rata sebesar Rp 30,155,500,- dan Rp 31,293,609,- per tahun. Analisis finansial usaha perikanan tangkap cantrang dan payang didapatkan nilai NPV Rp 194,762,025,- dan Rp 216,939,900,-; IRR 36 % dan 52 %; PP 3 tahun 5 bulan 6 hari dan 2 tahun 9 bulan 4 hari; dan B/C ratio 1,24 dan 1,17 yang berarti bahwa usaha perikanan tangkap cantrang dan payang di PPP Asemdoyong layak untuk dilakukan. Pemalang is one of the regency in the north coast of Java island. Asemdoyong is the Coastal Fishing Port located in Pemalang regency. It has become one of the facilities that support fishing activities in Pemalang. Coastal Fishing Port Asemdoyong become one of the facilities that support fishseries sector in Pemalang. This study aims to determine the technical aspects of fishing gear payang and cantrang, and economic aspects which include venture capital and costs, as well as analyze the level of effort in terms of financial feasibility by calculating the value of PP, NPV, IRR, and B/C. The method used in this research is a case descriptive method and secretive survey by the sample of 9 Payang fishermen and 12 Cantrang fishermen. The sampling method used was purposive sampling with quota sampling. The data analyzing method used partial t test (t test) with SPSS. The results of the study concludes that an average income level of fishing firm payang and cantrang is Rp 252.170.000, - and Rp 293.023.333, - per year and athe average profit is Rp 30.155.500, - and Rp 31.293.609, - per year. The financial analysis of fishing firm payang and cantrang obtained the NPV Rp 194,762,025, - and Rp 216,939,900, -; IRR of 36% and 52%; PP 3 years 5 months 6 days and 2 years 9 months 4 days; and B / C ratio of 1.24 and 1.17, which means that the fishery firm payang and cantrang in Coastal Fishing Port Asemdoyong Pemalang is feasible.
STRATEGI PENGEMBANGAN PANGKALAN PENDARATAN IKAN (PPI) KEDONGANAN KABUPATEN BADUNG BAL Rini, Indri Putri Sekar; Bambang, Azis Nur; Wibowo, Bambang Argo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.554 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat pemanfaatan fasilitas, perkembangan kondisi perikanan, tingkat kepuasan pengguna jasa terhadap fasilitas serta pelayanan, dan strategi pengembangan PPI Kedonganan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret 2017 di PPI Kedonganan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus. Analisis yang digunakan yaitu tingkat pemanfaatan fasilitas, estimasi, tingkat kepuasan menggunakan metode Customer Statisfaction Index (CSI), Importance and Performance Analysis (IPA), serta analisis SWOT untuk strategi pengembangan PPI Kedonganan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tingkat pemanfaatan luas kolam pelabuhan 65,42%, kedalaman kolam pelabuhan 60,00%, kedalaman alur pelayaran 47,50%, dan panjang dermaga 36,06%. Nilai tersebut menunjukkan bahwa tingkat pendayagunaan belum optimal karena nilainya kurang dari 100 %. Tingkat pemanfaatan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 875% berarti tingkat pendayagunaannya melampaui kondisi optimal karena nilainya lebih dari 100 %. Jumlah dan nilai produksi di PPI Kedonganan diperkirakan meningkat 12% dan 11% selama lima tahun mendatang. Hasil analisis tingkat kepuasan menunjukkan bahwa pengguna jasa merasa puas terhadap kinerja pelayanan oleh pihak PPI Kedonganan. Strategi yang bisa digunakan untuk pengembangan PPI Kedonganan yaitu meningkatkan kualitas hasil tangkapan dengan menjaga mutu ikan saat didar
PENGARUH UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP ANCO (LIFT NET) DI PERAIRAN RAWA BULUNG KULON, KABUPATEN KUDUS Hermanto, Alfian; Wibowo, Pramono; -, Asriyanto
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 1, No 1: Januari, 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.143 KB)

Abstract

Anco is a very simple lift net, generally used only by small fishermans. The shape of the tool is rectangular. The shape is used because after setting and hanging, the other side of the net look like a cup. Anco is used on the edge of the river and the swamp, especially in the estuarine water stream. On that section, there are many small fish schooling because the fish like to swim on the opposing direction of the water stream. Bait is used as stimulant for the fish, so that the fish schools around the anco net. The purpose of this reseatch is to analyze the use of shrimp’s natural bait, worm and cassava against the anco net catch result and to know what bait that has the biggest influence against the anco net catch result. The research method used is descriptive, this research is an experimental research to test modified bait from many kinds of bait (mashed worms, mashed shrimp, mashed cassava) against the catching result in the use of anco net to catch fish. Direct observation method, interview, documentation, and literature is used to collect data. Data is then analyzed using statistic test including testing the normality, testing the homogenity, and one way Anova testing. The results of three treatmens used in the research are shrimp bait, worm, and cassava. The bait which has the most catching result in terms of result, 928 fishes and weighing 3,193 kg, but, the most catching result in the terms of weight is the shrimp bait, weighing 6,466 kg, 840 fishes. The worm bait resulting in 758 fishes, weighing 5,285 kg.
PENGARUH PERBEDAAN MATA JARING (MESH SIZE) GILLNET TERHADAP CARA TERTANGKAP IKAN KEMBUNG PEREMPUAN (Scomber neglectus) DI PERAIRAN MORODEMAK, KABUPATEN DEMAK Making, Alberth Duli Lopot; Asriyanto, -; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 4: Oktober, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.442 KB)

Abstract

Perairan Morodemak merupakan laut tempat muara dari Sungai Tuntang Lama. Ikan kembung (scomber neglectus) adalah salah satu ikan hasil tangkapan jaring insang (gillnet), yang  termasuk jenis ikan ekonomis penting yang memiliki potensi cukup tinggi di Perairan Morodemak. Jaring insang (gillnet) adalah jaring yang berbentuk empat persegi panjang yang dilengkapi pemberat-pemberat pada tali ris bawah dan pelampung pada tali ris atas. Tujuan dari penelitian ini adalah Mengetahui dan menganalisis total hasil tangkapan ikan kembung perempuan terhadap perbedaan mesh size 1,75 inchi dan 2 inchi, perbedaan cara tertangkap ikan dan ada tidaknya interaksi antara perbedaan mesh size dengan cara tertangkap terhadap hasil tangkapan ikan kembung perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental fishing. Metode eksperimental ini adalah observasi di bawah kondisi buatan, dimana kondisi tersebut dibuat oleh peneliti. Hasil penelitian adalah pada penggunaan mesh size yang berpengaruh nyata terhadap jumlah maupun berat hasil tangkapan ikan kembung perempuan, dimana jaring dengan ukuran mesh size 1,75 inchi mempunyai jumlah dalam ekor maupun berat hasil tangkapan ikan kembung perempuan yang lebih banyak daripada penggunaan mesh size 2 inchi; Adanya perbedaan nyata jumlah maupun berat antara ikan yang terjerat dengan cara tertangkap dari total hasil tangkapan ikan kembung perempuan, dimana dari total hasil tangkapan ikan lebih banyak tertangkap dengan cara gilled; dan adanya interaksi antara perbedaan mesh size 1,75 inchi dan 2 inchi dengan perbedaan cara tertangkap gilled dan entangled terhadap jumlah ekor maupun berat hasil tangkapan ikan kembung perempuan (Scomber neglectus). Morodemak waters was where the estuary of Tuntang Lama River. Short Mackerel (Scomber neglectus) was one of the fishing net, which include economically important species of  fish that have a high enough potential in Morodemak waters. Gillnet is a net of rectangular equiped with sinkers on the bottom rope and float on the head rope. The purpose was knowing and analyzing total short mackerel catch on the difference mesh size of 1.75 inch  and 2 inch, differences in the way the fish caught and whether there was interaction between the different mesh size in a way caught on short mackerel catches. The method was experimental fishing. This experimental method was observation under artificial conditions, where the conditions created by the researcher. The result was in the use of mesh size which significantly affect the number and weight of short mackerel catches, where nets with a mesh size of size 1.75 inch and have a total weight in the short mackerel catches more than the use of mesh size 2 inch; the existence of significant differences between the number and weight of fish caught by means caught from total catch short mackerel, where of the total catch more fish caught by means of gilled, and the interaction between the different mesh size of 1.75 inch and 2 inch with difference in the way caught gilled and entangled to the quantity and weight of short mackerel catches (Scomber neglectus).
ANALISIS PERBANDINGAN KEUNTUNGAN USAHA DOCKING KAPAL PERIKANAN BERDASARKAN SISTEM PEMBAYARAN : STUDI KASUS DOK KAPAL ALONG JAYA BATANG DAN PT PISANG SARI DOK GUNUNG SLAMET PEKALONGAN Ardianti, Desi Dwi; Mudzakir, Abdul Kohar; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 3: Agustus 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.33 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek teknis dan finansial serta kelayakan usaha Dok Kapal Along Jaya Batang dan PT Pisang Sari Gunung Slamet Pekalongan, membandingkan keuntungan usaha docking kapal dengan sistem pembayaran yang berbeda antara Dok Kapal Along Jaya Batang dan PT Pisang Sari dok Gunung Slamet Pekalongan, serta mengukur tingkat efisiensi ekonomis antara Dok Kapal Along Jaya Batang dan PT Pisang Sari dok Gunung Slamet Pekalongan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara yang dilengkapi dengan kuesioner dan observasi secara langsung di lapangan. Data primer terdiri atas kapasitas kapal, aspek ekonomis yang berupa biaya investasi, biaya total, pendapatan, dan aspek teknis yang berupa fasilitas docking kapal, sedangkan data sekunder berupa jumlah kapal, dan jumlah karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dok Kapal Along Jaya Batang dan PT Pisang Sari dok Gunung Slamet Pekalongan layak dan menguntungkan. Dok Kapal Along Jaya Batang nilai rata-rata NPV Rp. 87.059.513,56, IRR 89%, B/C Ratio 1,23. Pengembalian modal cepat dengan PP 1,9 tahun. Margin keuntungan 0,354, Total Asset Turn Over 1,866, earning power 0,6, dan efisiensi berdasarkan pendapatan dan biaya sebesar 1,5. Sedangkan PT Pisang Sari dok Gunung Slamet Pekalongan nilai rata-rata NPV Rp. 22.203.164,97, IRR 23%, B/C Ratio 1,4. Pengembalian modal sedang dengan PP 3 tahun. Margin keuntungan 0,571, Total Asset Turn Over 0,678, earning power 0,398, dan efisiensi berasarkan pendapatan dan biaya sebesar 2,414. Penelitian ini dapat memberikan pandangan mengenai penentuan sistem pembayaran yang lebih menguntungkan pada usaha docking kapal perikanan antara menggunakan GT kapal atau ukuran lunas kapal.
OPTIMASI HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN MODIFIKASI ALAT TANGKAP FYKE NET DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Pratomo, Haris Yudho; Boesono, Herry; Pramonowibowo, dan
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.3 KB)

Abstract

Potensi sumberdaya perikanan Karimunjawa pada tahun 2010 mencapai 174.226 kg, dengan luas area 116.625 Ha dan ekosistem perairan karang 713,11 Ha. Penggunaan alat tangkap mayoritas menggunakan bubu. Meskipun pada dasarnya Bubu tidak merusak, namun pemasangan dan pengambilannya sering kali merusak terumbu karang. Modifikasi Fyke net yang dilakukan di Perairan Pulau Karimunjawa bulan September 2012 bertujuan sebagai solusi pengembangan teknologi tepat guna dalam upaya peningkatan hasil tangkapan serta menjadikan alat tangkap yang efektif dan ramah lingkungan dalam pengoperasiaannya, demi terjaganya kelestarian sumberdaya perikanan terutama pada daerah terumbu karang di Perairan Karimunjawa. Modifikasi dilakukan dengan penambahan penaju, sayap dengan sudut 450, serambi atas, dan dioperasikan secara Seri dan Tunggal. Tujuan dari penelitian ini untuk (1) mengetahui pengaruh penggunaan modifikasi Fyke net Seri dan Tunggal, (2) mengetahui hasil tangkapan pada siang hari dan malam hari menggunakan modifikasi alat tangkap Fyke net, (3) mengetahui tingkat keramahan lingkungan pada penggunaan alat tangkap Fyke net terkait dengan metode penangkapan yang dilakukan di Perairan Pulau Karimunjawa. Hasil penelitian didapatkan bahwa modifikasi alat tangkap Fyke net Seri yang dioperasikan malam hari memberikan hasil 41%, modifikasi Fyke net Seri siang hari, Fyke net Tunggal siang hari 13%, dan Fyke net Tunggal malam hari 29%. Hasil tangkapan terbanyak adalah Rajungan (Portunus sp) 43,6 % dan ikan karang 39%. Lokasi pengoperasian pada kedalaman 0,5-1,5 m menghasilkan Rajungan (Potrunus sp) lebih banyak daripada ikan karang, karena ikan karang dominan pada kedalaman lebih dari 3 meter.
ANALISIS PEMASARAN HASIL TANGKAPAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp.) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA BRONDONG, LAMONGAN, JAWA TIMUR Giamurti, Anis Syahfitri Rilia; Bambang, Azis Nur; Fitri, Aristi Dian Purnama
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.667 KB)

Abstract

Kakap merah (Lutjanus sp.) merupakan komoditas ekspor dengan harga rata-rata tertinggi pada tahun 2014 di PPN Brondong yaitu Rp. 55.558. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis tipe distribusi, marjin dan efisiensi pemasaran setiap lembaga pemasaran di TPI lama PPN Brondong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode snowball sampling digunakan dalam penelitian ini. Analisis  data yang dilakukan meliputi aspek teknis, ekonomi dan pemasaran. Alat penangkapan Kakap merah adalah Cantrang, Pancing rawai dan Pancing ulur. Daerah penangkapan Kakap merah berada disekitar perairan Jawa Timur, Pulau Bawean dan Kepulauan Masalembu. Tipe distribusi pemasaran dalam penelitian adalah distribusi semi langsung dan tidak langsung. Tipe pasar dalam penelitian ini adalah pasar oligopsoni. Marjin pemasaran Kakap merah pada tipe distribusi 1: pedagang pengecer Rp. 9.275, tipe distribusi 2: pedagang pengumpul Rp. 2.594, pada pabrik pengolah ikan Rp. 43.000 dan pada eksportir Rp. 38.000. Efisiensi pemasaran tipe distribusi 1, pedagang pengecer : nilai efisiensi pemasaran 0,04, fisherman’s share : 71,83 % sedangkan tipe distribusi 2, pedagang pengumpul : efisiensi pemasaran 0,03, fisherman’s share : 95,65 %, pabrik pengolah ikan: fisherman’s share : 57 % dan eksportir: efisiensi pemasaran 0,35,  fisherman’s share : 62,50 %. Red snapper (Lutjanus sp.) is one of export commodities wich have highest average price in 2013 in Brondong Archipelagic Fishing Port Rp. 55.558. The objective of this research were to know and analyze marketing distribution, margins and efficiency in each marketing agencies in the old Fish Auction Place of Brondong Archepelagic Fishing Port. This research use descriptive method. Snowball sampling method was used on this research. The data analysis were technical, economic and marketing aspects. Red snappers are cathed by Boat seines, Long line and Hand line. Red snapper fishing ground areas were arround the East Java sea, Bawean and Masalembu Islands. Marketing distribution type in this research were semi-direct and indirect distribution. Market type of this research was oligopsoni market. Marketing margin on distribution type 1: retailers Rp. 9275,  on  distribution type 2: whole seller Rp. 2.594, 29, at the fish processing plant Rp. 43.000, at the exporter Rp. 36.000. Marketing efficiency on distribution type 1, retailers: marketing efficiency 0,04, fisherman's share: 71.83% while on distribution type 2, whole seller: marketing efficiency 0,03, fisherman's share: 95.65%, at the fish processing plant fisherman's share: 57%, exporter: marketing efficiency 0,35, fisherman's share: 62.50%.
NALISIS TINGKAH LAKU KEPITING BAKAU (SCYLLA SERRATA) TERHADAP PERBEDAAN SUDUT KEMIRINGAN PINTU MASUK DAN CELAH PELOLOSAN BUBU (SKALA LABORATORIUM) Hasanah, Mauidzatul; Fitri, Aristi Dian Purnama; Pramonowibowo, Pramonowibowo
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.952 KB)

Abstract

Kepiting merupakan komoditas perikanan yang banyak diminati masyarakat Indonesia. Penangkapan kepiting bakau dapat dilakukan menggunakan perangkap, salah satunya adalah bubu lipat. Desain pintu masuk (funnel) memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efisiensi penangkapan dengan bubu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh perbedaan sudut kemiringan pintu masuk bubu terhadap kecepatan merayap kepting bakau, sudut kemiringan yang optimal untuk bubu dan mengetahui presentase pelolosan kepiting pada celah pelolosan berukuran 3 cm x 10 cm. Sudut yang dipakai dalam penelitian adalah sudut 20°, 30° dan 60°, dengan bidang jaring berbentuk kotak. Untuk menentukan pengaruh kemiringan sudut terhadap kecepatan merayap kepiting digunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting bakau dapat melintasi bidang jaring berbentuk kotak dengan mudah pada sudur 20° dibandingkan sudut 60°. Kecepatan tertinggi adalah pada sudut 20° sebesar 0.022 m/s dan kecepatan terendah pada sudut 60° sebesar 0,008 m/s, sedangkan pada sudut 30° sebesar 0,015 m/s. Perbedaan sudut kemiringan memberikan pengaruh yang nyata terhadap kecepatan merayap kepiting bakau dan desain yang ideal adalah bubu dengan sudut kemiringan 30°. Celah pelolosan dengan ukuran 3 x 10 cm dapat meloloskan kepiting bakau sebesar 47%.
ANALISIS FINANSIAL USAHA DOCKING KAPAL PURSE SEINE DI CV PUTRA BAROKAH KABUPATEN PATI Wibowo, Bagus Mukti; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.139 KB)

Abstract

Kapal purse seine adalah salah satu kapal yang secara khusus dirancang untuk digunakan menangkap ikan dengan jenis alat tangkap purse seine, yang berbahan dasar kayu, dimana bahan tersebut sangat memerlukan perawatan. Dock adalah suatu fasilitas yang dipergunakan untuk perbaikan kapal. Docking kapal menjadi suatu kegiatan ekonomi karena dapat menghasilkan pendapatan dan keuntungan. Di PPP Bajomulyo terdapat fasilitas docking yang dimiliki oleh CV Putra Barokah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kapasitas docking kapal yang telah ada di CV Putra Barokah Kabupaten Pati dan menganalisis aspek finansial usaha docking kapal purse seine dengan pendekatan NPV, IRR, B/C ratio dan PP. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dock CV Putra Barokah sudah memenuhi kapasitas docking kapal purse seine di Kabupaten Pati, dikarenakan tidak melebihi daya tampung rata-rata per bulan dan Usaha docking kapal purse seine CV Putra Barokah di Kabupaten Pati dikatakan layak dan menguntungkan dilihat dari nilai rata-rata NPV sebesar Rp. 319.066.221,53, besar nilai rata-rata IRR adalah 28,84%, dan besar rata-rata nilai B/C Ratio adalah 1,54. Pengembalian modal sedang dengan nilai PP selama 4,87 tahun. Purse seiner is one of the ships that are specifically designed for use fishing with purse seine gear types, which is made from wood, where the material is in need of care. Dock is a facility that is used for ship repair. Docking the boat into an economic activity because it can generate revenue and profit. PPP Bajomulyo docking facilities are owned by CV Putra Barokah. The purpose of this study was to determine the capacity of the existing vessels docking in CV Putra Barokah Pati regency and analyze the financial aspects of the business docking purse seiner with the approach of NPV, IRR, B/C ratio and PP. The method used in this research is descriptive method, a method in researching the status of a group of people, an object, a set of conditions, a system pemikiran, or a class of events in the present. The results showed that the Dock CV Putra Barokah already meet a capacity of purse seine vessels docking in Pati regency, because the capacity does not exceed the average per month and Docking attempt purse seiner CV Putra Barokah in Pati regency is feasible and advantageous seen from an average NPV value of Rp. 319,066,221.53, large average value of IRR is 28.84%, and the average size of the B / C ratio is 1.54. Payback was the PP value for 4.87 years. 

Page 7 of 41 | Total Record : 404