cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Topik-topik yang berhubungan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan, teknologi penangkapan, desain alat tangkap, fish behaviour, experimental fishing, fishing boat desain, fishing port management, sosial ekonomi perikanan.
Arjuna Subject : -
Articles 404 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA IKAN LAYANG (Decapterus russelli) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) BRONDONG LAMONGAN JAWA TIMUR Pasaribu, Eva Mart; Sardiyatmo, -; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 2: April 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.574 KB)

Abstract

Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa. Tujuan penelitian yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi harga ikan Layang (Decapterus russelli) dan menganalisis variabel-variabel yang paling berpengaruh terhadap harga ikan Layang (Decapterus russelli) di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Kabupaten Lamongan. Waktu dan tempat dilaksanakannya penelitian November-Desember 2013. Metode yang digunakan adalah metode studi kasus dengan analisis deskriptif, dimana data yang mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisa. Metode pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan korelasi linier berganda dengan menggunakan software SPSS 16. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pembentukan harga ikan layang adalah mutu/kualitas dan jumlah bakul sedangkan faktor-faktor yang tidak berpengaruh adalah jumlah produksi dan berat ikan layang. Variabel mutu dan  dan jumlah bakul adalah fakotr yang mempunyai hubungan yang kuat terhadap pembentukan harga ikan layang karena memiliki nilai koefisien korelasi (r) mendekati +1. Price is one determinant of success because the price determines how much profit to be derived from sales of its products in the form of goods or services . This research was held November to December 2013, with the purpose of research is to analyze the factors that affect the price of Indian scad fish (Decapterus russelli) in Brondong Fishing Port Lamongan and analyze the variables that most affect the price of Indian scad fish (Decapterus russelli) in Brondong Fishing Port Lamongan. The method used in this study was the case study method with a descriptive analysis, where the data are first arranged, described, and then analyzed . The sampling methode was purposive sampling. Data was analyzed by multiple linear regression and multiple linear correlation (used by software SPSS 16). Research results showed that the price factor forming Indian scad fishwere the quality and the number of fish trader, and than factors that did not make a price were the amount of production and weight of Indian scad fish. Quality and amount of production factors that have strong correlation of Indian scad fish because it has a correlation coefficient (r) close to +1.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA GALANGAN KAPAL DI KABUPATEN BATANG Putri, Gianova Andika; Wijayanto, Dian; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 2: April, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (552.21 KB)

Abstract

Aktifitas penangkapan ikan dalam prosesnya membutuhkan sarana prasana untuk mendukung kegiatan penangkapan tersebut. Salah satu sarananya adalah kapal perikanan sebagai sarana apung. Kegiatan penangkapan akan memberikan pengaruh terhadap permintaan kapal perikanan. Pemintaan akan kapal perikanan akan mempengaruhi galangan kapal sebagai tempat pembuatan kapal. Semakin besar kegiatan penangkapan ikan maka semakin besar kebutuhan akan kapal perikanan, sehingga permintaan akan kapal perikanan di galangan kapal semakin besar. Batang mempunyai potensi akan produsen kapal perikanan yang produknya sudah diakui kualitasnya karena kapal hasil dari galangan Batang memiliki stabilitas yang baik dibanding dengan galangan yang lainya. sehingga keberlanjutan dari usaha galangan ini perlu ditinjau mengenai kelayakan usahanya, usaha ini apakah layak dilanjutkan atau tidak layak dilanjutkan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif bersifat studi kasus dan menggunakan analisis regresi untuk mengetahui nilai dari indikator-indikator kelayakan usahanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai NPV, IRR,B/C Ratio, dan PP galangan kapal di Batang berturut-turut sebesar Rp 20.536.249.000,00, 51 %, 1,15, dan 3 tahun. Hasil-hasil tersebut melebihi dari batas kelayakan usaha, sehingga hasil tersebut menunjukkan bahwa  usaha galangan kapal di Batang layak untuk dilanjutkan dan dikembangkan. Fish captured in the process requires the infrastructure to support the arrest. One of them is fishing vessels as a means of float infrastructure. Fishing activities have an impact on demand for fishing vessel. Demand will affect the fishing vessel the shipyard as a shipbuilding. The larger the fishing activities, the greater the need for fishing vessels, so that the demand for  fishing vessel  in the larger shipyards. Batang regency  has the potential to be a manufacturer a high quality of  fishing vessels. Batang  has good stability compared with the other shipyard. so that the sustainability of this shipyard businesses need to be reviewed on the feasibility of their business, this business is worth continuing or not worth continuing. The method used  descriptive with case study method and regression analysis to determine the value of the indicators feasibility of their business. The result showed that NPV, IRR, B / C ratio, and PP of shipyard in Batang regency IDR  20,536,249,000; 51%, 1.15, and 3 years. These results exceed the limit of feasibility, so these results indicate that the venture shipyard in Batang deserves to be continued and developed.
PENGARUH PERBEDAAN BENTUK DAN WARNA UMPAN TIRUAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN GURITA PADA ALAT TANGKAP PANCING ULUR DI PERAIRAN BARON, GUNUNG KIDUL Farikha, Kunti; Pramonowibowo, -; Asriyanto, -
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 3, No 3: Agustus, 2014
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.686 KB)

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar. Panjang pantai Indonesia mencapai 95.181 km dengan luas wilayah laut 5,4 juta km2. Potensi pengembangan untuk perikanan tangkap di perairan umum seluas 54 juta hektar dengan potensi produksi 0,9 juta ton/tahun. Salah satu jenis alat tang yang dioperasikan di Perairan Baron adalah pancing ulur.  Pemilihan umpan yang akan digunakan tergantung pada kebiasaan makan ikan. Ketertarikan ikan terhadap umpan dapat disebabkan karena adanya rangsangan berupa bau, rasa, bentuk dan warna. Dalam hal ini peneliti mamanfaatkan indera penglihatan dari fish target yaitu gurita dengan variasi bentuk, warna dan jenis pancing pada umpan buatan. Produksi gurita di Perairan Baron bulan Desember 2013 adalah 4.576 kg. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan bentuk umpan tiruan yaitu kepiting dan udang dengan warna berbeda yaitu oranye dan merah muda serta jenis pancing (biasa dan jigger) terhadap hasil tangkapan gurita pada alat tangkap pancing ulur. Materi yang digunakan adalah perahu jukung, alat tangkap pancing ulur dan umpan tiruan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental. Jenis data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder dan primer. Sumber data sekunder yaitu TPI Arghamina Baron dan DKP Kabupaten Gunung Kidul. Analisis data menggunakan uji normalitas dan uji Anova dengan SPSS 16.0 atau uji-F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh perbedaan bentuk umpan tiruan yang digunakan terhadap hasil tangkapan gurita pada alat tangkap pancing ulur. Hasil tangkapan yang diperoleh dengan mengguankan umpan tiruan mnyerupai kepiting adalah 238 ekor, sedangkan umpan tiruan udang  adalah 230 ekor. Warna tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Tidak ada interaksi antara bentuk dan warna umpan tiruan pada alat tangkap pancing ulur terhadap hasil tangkapan Gurita. Indonesia is a largest archipelago in the world. That has 95.181 km coastal line and 5.4 million km2 sea area. Its means Indonesia dominate by sea. Potential of capture developtmen is about 0.9 million ton/years. Hand line is one type of populer fishing gear in Baron. The smells, shape and colour of bait are kind of attraction for the fish. In this case shape, colour and hook type will attraction octopus. The purpose of this experiment is to analyze the different shape of artificial bait there are crab shape and shrimp shape. The colour are orange and pink, also type of hook the are jigs and ordinary hook. Production of an octopus in Baron water area on december  2013 is  4.576 kg. Traditional boat (jukung), hand line and artificial bait is used in this experimental. The methode is experimental fishing. Primary and secondary data will be used in this riset (TPI Arghamina Baron and DKP Kabupaten Gunung Kidul). The data will be test this SPSS 16.0. Is the result shape of the bait will give significantly different for the catch. There are crab shape catch 238 octopus, and shrimp shape catch 230 octopus. Where using colour and hook type have no different. And there is no intraction among them.
DISTRIBUSI HASIL TANGKAPAN IKAN TERI (Stolephorus spp) ALAT TANGKAP DOGOL SERTA HUBUNGANNYA DENGAN PARAMETER LINGKUNGAN DI PERAIRAN PESISIR KABUPATEN JEPARA Aditya, Farah; Triarso, Imam; Kunarso, Kunarso
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 6, No 4: Oktober 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.405 KB)

Abstract

Ikan Teri merupakan tangkapan terbanyak ketiga setelah Ikan Layang dan Ikan Tongkol di kawasan KabupatenJepara yang umumnya ditangkap dengan alat tangkap dogol (Danish Seine). Pengoperasian alat tangkap dogol diJepara masih secara tradisional, sehingga kurang efektif dan efisien. Faktor oseanografi seperti SPL dan klorofiladi perairan dapat dijadikan indikator sebagai penentuan fishing ground.Tujuan penelitian ini adalah untukmenganalisis pola sebaran spasial dan temporal mingguan parameter lingkungan (klorofil-a, Suhu PermukaanLaut (SPL), salinitas, curah hujan) dan keterkaitannya dengan distribusi hasil tangkapan Ikan Teri di perairanpesisir Kabupaten Jepara serta menganalisis hubungan antara SPL dan klorofil-a terhadap hasil tangkapan IkanTeri (Stolephorus spp) dengan alat tangkap dogol. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Datapenelitian yang digunakan adalah data SPL, klorofil-a, salinitas, hasil tangkapan Ikan Teri dan koordinattangkapan secara insitu serta data angin dan curah hujan bulan Maret – April 2017 yang diperoleh dari BMKGkota Semarang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsentrasi klorofil-a di perairan Kabupaten Jeparakhususnya di Utara Kecamatan Kedung pada periode bulan Maret – April 2017 memiliki rerata kisaran nilai0,205 mg/m3 – 2,162 mg/m3, SPL memiliki nilai rata-rata berkisar 29,3℃ - 30,6℃, rerata kisaran nilai salinitas26,091‰ – 30,357‰, dan rerata curah hujan 1,286 mm/minggu – 18,714 mm/minggu. Pola sebaran spasialklorofil-a dan SPL tinggi cenderung berada di perairan dekat dengan pantai utara kecamatan Tahunan –kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Sedangkan sebaran spasial salinitas berada di perairan yang jaug daridaratan. Sebaran temporal klorofil-a, SPL, salinitas dan curah hujan secara mingguan berubah-ubah tidakmenentu. Korelasi antara SPL dengan hasil tangkapan sebesar 0,519 yang menunjukkan keterkaitan yang sedangantara SPL dengan hasil tangkapan. Sedangkan korelasi antara klorofil-a dengan hasil tangkapan sebesar 0,636yang menunjukkan keterkaitan yang kuat antara keduanya. Korelasi antara salinitas dengan hasil tangkapansebesar -0,885 menunjukkan keterkaitan yang sangat kuat dan korelasi antara curah hujan dengan hasiltangkapan sebesar 0,662 menunjukkan keterkaitan yang kuat. Nilai korelasi yang positif menunjukkan hubunganyang berbanding lurus antara SPL, klorofil-a, curah hujan dengan hasil tangkapan Ikan Teri. Sedangkan nilainegatif menunjukkan keterkaitan yang berbanding terbalik antara salinitas dengan hasil tangkapan Ikan Teri.
ANALISIS KINERJA SATKER PENGAWASAN SUMBERDAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN (PSDKP) DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA PALABUHANRATU SUKABUMI JAWA BARAT Hapsari, Dewi Indri; Rosyid, Abdul; Hapsari, Trisnani Dwi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 1: Januari, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.275 KB)

Abstract

Fisheries surveillance of fishing areas are Civil Servants (PNS) were given the duties, responsibilities, authority, rights in full by the competent authorities to conduct surveillance of fishing activities include licensing documents fishing effort, the catch, the crew, loog book fishery , region capture, utilization of fish resources and the environment and other related arrest. The purposes of this study were to identify the functions and roles of PIU PSDKP performance, and analyze the activities of Satker Supervision Analyzing Marine Resources and Fisheries in the Palabuhanratu Nusantara fishing port, Sukabumi, West Java. The method used in this research was descriptive based on case studies. The sampling method used was census. The results obtained performance of Satker Monitoring of Marine Resources and Fisheries has said as well, that is the fundamental duty of each employee would have held but for surveillance at sea can be said to be less good. This is due to the facilities and infrastructure that are not conducive to such monitoring. Need to increase the number of speed boat fleet to support performance monitoring Satker Monitoring of Marine Resources and Fisheries.
ANALISIS TINGKAT PEMANFAATAN DAN KEBUTUHAN FASILITAS FUNGSIONAL PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) PEKALONGAN Panuntun, Restu Aji; Rosyid, Abdul; Triarso, Imam
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 2: April, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.098 KB)

Abstract

PPN Pekalongan dilengkapi dengan beberapa fasilitas, diantaranya adalah fasilitas fungsional yang meliputi gedung TPI, tempat perbaikan jaring, rumah generator, laboratorium, kantor syahbandar, kantor pelabuhan, balai pertemuan nelayan, unit pengolahan limbah, dan menara air bersih. Untuk itu maka perlu diteliti sampai seberapa besar tingkat pemanfaatan dan kebutuhan fasilitas fungsional tersebut apakah sudah mencapai optimal dalam pemanfaatannya atau belum.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fasilitas fungsional, serta menganalisa tingkat pemanfaatan dan kebutuhsn fasilitas fungsional yang ada di PPN Pekalongan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2014 di PPN Pekalongan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat survey. Metode analisis data menggunakan analisis tingkat pemanfaatan, skala pengukuran (skala Likert’s) dan analisis estimasi. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa PPN Pekalongan memiliki fasilitas fungsional dengan kondisi fasilitas yang ada sekarang tergolong cukup baik. Tingkat pemanfaatan fasilitas fungsional di PPN Pekalongan termasuk dalam kriteria baik, meskipun ada fasilitas fungsional yang termasuk dalam kriteria cukup. Tingkat kebutuhan di PPN Pekalongan berdasarkan hasil time series menunjukan jumlah kebutuhan es, solar, air tawar, dan garam yang di butuhkan oleh PPN Pekalongan pada periode tahun 2014 sampai tahun 2018 di perkirakan akan terus mengalami  kenaikan jika dibandingkan dengan 5 tahun sebelumnya. Naiknya kebutuhan es, solar, air tawar, dan garam di pengaruhi oleh jumlah produksi perikanan dan jumlah kapal yang melakukan penangkapan ikan yang ada di PPN Pekalongan. PPN Pekalongan equipped with several facilities, such as functional facility which includes the building of TPI, a net improvement, home generators, laboratories, offices harbormaster, harbor offices, fishermen meeting hall, waste treatment plants, and the water tower. So, it needs to be examined to the extent of utilization and functional needs of the facility are optimal in their utilization has reached or not. The purpose of this research is to determine the functional condition of the existing facilities, analyze utilization levels and functional facilities needs in PPN Pekalongan The research was conducted in May 2014 in PPN Pekalongan Data collection methods are using observation, interviews, documentation, and literature. And the method of data analysis are rate functional, Likert’s Scale,  estimation analysis. The result of this research showed that functional facility in PPN Pekalongan is quite good. The utilization rate of the functional facilities in PPN Pekalongan included in good criteria, although there are facilities that  included in the enough criteria. Level of need in PPN Pekalongan based on the results of time series analysis shows that the number of ice, diesel fuel or solar, freshwater and salt requirements provided by PPN Pekalongan in the period 2014 to 2018 is expected to increase if it compared with  5 years ago. The growing needs of ice, diesel fuel, freshwater and salt were influenced by the number of fishery production and vessels fishing in PPN Pekalongan.
ANALISIS TEKNIS DAN FINANSIAL USAHA PERIKANAN TANGKAP TRAMMEL NET DENGAN FISHING BASE DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) MORODEMA Sembiring, Wirani; Fitri, Aristi Dian Purnama; Wijayanto, Dian
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 5, No 4: Oktober, 2016
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.595 KB)

Abstract

Jumlah trammel net di PPP Morodemak yaitu sebanyak 214 unit. Hasil tangkapan nelayan trammel net semakin menurun hal ini disebabkan bertambah banyaknya jumlah arad pada tahun 2012 sampai 2014. Harga hasil tangkapannya terbilang tinggi rata-rata Rp.65.000 per kg. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis meliputi desain dan kontruksi alat tangkap, sarana apung (perahu), metode pengoperasian dan menganalisis aspek finansial meliputi NPV (Net Present Value), B/C (Benefit Cost Ratio), IRR (Internal Rate of Return), PP (Payback Period) usaha perikanan tangkap trammel net di PPP Morodemak. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang bersifat studi kasus. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah snowball sampling. Analisis finansial yaitu NPV, IRR, B/C ratio, dan PP. Dari hasil penelitian ini diperoleh trammel net di PPP Morodemak mempunyai panjang jaring 30 m dan tinggi 1,5 m, mesh size of inner net yaitu 4,5 cm, outter net yaitu 16,5 cm, dan panjang tali ris 30 m. Metode pengoperasiannya yaitu waktu setting 30 menit, immersing 25-35 menit, dan hauling 30-60 menit. Perahu yang digunakan berukuran rata-rata panjang 6,5 m, lebar 2,5 m dan tinggi 1 m. Dari analisis finansial diperoleh nilai rata-rata NPV usaha perikanan tangkap trammel net adalah Rp. 70.935.504, IRR 68 %, B/C Ratio 1,18, dan payback period adalah 2,43 tahun. Dapat disimpulkan usaha perikanan tangkap trammel net di PPP Morodemak layak dan menguntungkan
Pengaruh Perbedaan Umpan dan Waktu Pengoperasian Pancing Perawai (Set Bottom Longline) terhadap Hasil Tangkapan Ikan Kakap Merah (Lutjanus spp) di Sekitar Perairan Jepara Rikza, Choirul; Asriyanto, Asriyanto; Yulianto, Taufik
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 2, No 3: Agustus, 2013
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.091 KB)

Abstract

Rawai dasar merupakan salah satu alat tangkap ikan demersal yang sudah dikenal oleh nelayan di kabupaten Jepara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil tangkapan ikan kakap (Lutjanus sp) terhadap penggunaan umpan dan waktu pengoperasian yang berbeda.Penelitian ini menggunakan metode experimental fishing dengan 2 variabel yaitu jenis umpan dan waktu pengoperasian dengan 4 perlakuan yaitu (ikan juwi,udang,malam hari, siang hari). Masing-masing dilakukan dengan 6 kali ulangan. Analisis data menggunakan uji Kenormalan data dan uji ANOVA dengan SPSS 17.0.Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan ikan juwi dan udang berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan kakap (Lutjanus sp). Hal ini dilihat dari hasil tangkapan umpan juwi pada malam hari sebanyak 61 ekor, umpan udang pada malam hari sebanyak 74 ekor, umpan ikan juwi pada siang hari sebanyak 30 ekor dan umpan udang pada siang hari sebanyak 45 ekor. Laju pancing (hook rate) sebesar 1,87 s/d 3 menunjukkan cukup baik.
PERBEDAAN HASIL TANGKAPAN DAN TINGKAT KEUNTUNGAN NELAYAN TRAMMEL NET DAN NELAYAN GILL NET DI PERAIRAN PANTAI PASIR, KECAMATAN AYAH, KABUPATEN KEBUMEN Prasetyo, Wahyu; Rosyid, Abdul; Dewi, Dian Ayunita NN
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 4, No 4: Oktober, 2015
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (519.851 KB)

Abstract

Kebumen mempunyai panjang pantai 57,90 km, dimana 17,80 km terdiri dari pantai berbukit, berkarang dan sisanya merupakan pantai berpasir, serta luas wilayah laut yang dikelola 16.880,66 km2, dengan usaha penangkapan menggunakan trammel net, gill net, dan juga long line (rawai). Tujuan dari penelitian ini adalah menghitung, menganalisis perbedaan hasil tangkapan, dan perbedaan besarnya keuntungan yang diperoleh nelayan trammel net dan gill net, menganalisis keuntungan dengan menghitung R/C Ratio, Rentabilitas, dan PP (Payback Period). Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah responden 11 untuk trammel net  dan 12 responden untuk gill net. Metode analisis yang digunakan adalah analisis ekonomi dan analisis finansial. Hasil penelitian dari analisis ekonomi untuk usaha perikanan trammel net diperoleh biaya total Rp 36.883.076,92, dengan pendapatan Rp 49.218.059,09, dan keuntungan sebesar Rp 12.334.982,2/th, sedangkan untuk gill net diperoleh biaya total Rp 37.532.927,35, pendapatan Rp 45.913.429,17, dan keuntungan Rp 8.380.501,82/th.  Dari analisis keuntungan didapatkan hasil R/C untuk trammel net 1,62 rentabilitas 53,41 %, PP 3,79. Sedangkan R/C untuk gill net 1,2 rentabilitas 18,04 %, PP 5,54. Hasil tangkapan yang diperoleh trammel net dan gill net  berbeda, untuk trammel net memperoleh udang Jerbung, udang Dogol, ikan Lidah, ikan Layur, dan ikan Kembung sedangkan untuk gill net  memperoleh hasil yang lebih variatif antara lain ikan Bawal Putih, ikan Layur, ikan Cucut, ikan Pari, ikan Manyung, dan ikan rucah lainnya. Kebumen has 57,90 km coastline, were 17,80 km is hilly coast, coral and the other’s sand beach, also has 16.880, 66 km2 marine areas, with fishing acctivies mostly used by trammel net, gill net, and longline fishing. The purpose of this study was to counting and analyze the differences in the catch, the difference in the amount of net profits betwen trammel net and gill net, analyze profits by calculating the R/C Ratio, Rentability, PP (Payback Period). Descriptive method based on case studies used in the study taking those sample. Sampling method used is purpsive sampling with 11 respondents for trammel net and 12 respndent for gill net. Method used is purposive sampling. Methods of analysis used is the economic analysis and financial analysis. Results of economic analysis to trammel net fishery  shows that  the total costs Rp 36.883.076,92, total revenue Rp 49.218.059,09, profit of Rp 12.334.982,2 by year,  to hade  gill net nets showed that the cost of Rp 37.532.927,35 total revenue amounting to Rp 45.913.429,17, a profit of  Rp 8.380.501,82 by year. From the analysis of the advantages in getting the R/C  for trammel net 1,33, rentability 26,33 %, PP 3,79. R/C for gill net 1,2, rentability 18,04, PP 5,54. By catch for trammel net and gill net are different, trammel net gets Penaeus merguensis, Metapenaeus monoceros, Cynoglossus lingua, Trichiurus lepturus, and Rastrelliger sp, while gill net gets Pampus argenteus, Trichiurus lepturus, Rhizoprionodon acutus, Dasyatis sp, Arius thalassinus, and the other fish. 
PENGARUH PERBEDAAN WAKTU PENANGKAPAN DAN LAMA PENARIKAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN PADA ALAT TANGKAP BRANJANG (Boat lift net) DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Kusnadi, Danar Mahendra; Boesono, Herry; Setiyanto, Indradi
Journal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Vol 7, No 2: April 2018
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.841 KB)

Abstract

Kepulauan Karimunjawa memiliki potensi perikanan yang begitu besar, karena memiliki tipe ekosistem seperti Hutan  Mangrove, Terumbu  Karang, Padang lamun dan kekayaan habitat berbagai jenis biota laut yang ada di dalamnya. Karimunjawa memiliki wilayah perairan yang luas daripada wilayah daratan sehingga sebagian besar penduduk Karimunjawa berprofesi sebagai nelayan. Penelitian ini dilakukan di Perairan Karimunjawa bertujuan untuk mengetahui waktu penangkapan dan lama penarikan yang efektif dalam pengoperasian branjang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret dengan Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Penelitian ini dilakukan sebanyak 10 trip penangkapan dengan mengoperasikan alat tangkap branjang. Hasil tangkapan yang didapat bahwa waktu penangkapan setelah jam 12 malam sebanyak 69 Kg lebih besar dari waktu penangkapan sebelum jam 12 malam sebanyak 63,4 Kg dengan di dominasi ikan Teri Putih. Hasil tangkapan lama penarikan kurang dari 2 menit sebanyak 94,9 Kg  jauh lebih besar daripada hasil tangkapan lama penarikan lebih dari 2 menit sebanyak 37,5 Kg ikan Teri Putih. Sehingga waktu penangkapan dan lama penarikan tidak terdapat pengaruhnya terhadap hasil tangkapan nelayan branjang, sehingga dapat dioperasikan branjang di Perairan Karimunjawa.

Page 9 of 41 | Total Record : 404