cover
Contact Name
Kingkin Puput Kinanti
Contact Email
alfabeta@uibu.ac.id
Phone
+62895397008378
Journal Mail Official
alfabeta@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui no 46 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
ALFABETA
ISSN : 26542587     EISSN : 2654735X     DOI : https://doi.org/10.33503/alfabeta.v8i2
Core Subject :
Alfabeta publishes innovative research findings, original scholarly articles, critical-theoretical reflections, literary studies, written ideas, and conceptual articles from various branches of knowledge that focus on the study of language, literature, and education. Alfabeta welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical original research papers, case studies, review papers, literature reviews, conceptual framework, analytical and simulation models, technical notes about linguistics, literature, and their teaching from researchers, academicians, professionals, practitioners, and students from all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Analisis Literasi Digital dalam Proses Produksi Berita Online oleh Jurnalis Muda Indonesia di Kabupaten Murung Raya Supriadi; Nurwakhid Muliyono; Jasuli
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.2057

Abstract

Transformasi digital telah mengubah lanskap jurnalisme secara fundamental, menuntut jurnalis untuk tidak hanya menguasai perangkat teknologi, tetapi juga memiliki kecakapan kritis dalam memilah, memverifikasi, dan mendistribusikan informasi secara etis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat dan implementasi literasi digital di kalangan jurnalis muda anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan, serta analisis dokumen produk jurnalistik. Hasil menunjukkan bahwa jurnalis muda memiliki kompetensi teknis dan etis yang memadai, namun masih terbatas dalam penggunaan alat verifikasi digital. Literasi digital para jurnalis diterapkan dalam seluruh proses produksi berita, dari peliputan hingga distribusi multimedia. Faktor pendukung mencakup pelatihan dan dukungan redaksi, sementara hambatan meliputi infrastruktur terbatas, tekanan eksternal, dan rendahnya literasi digital masyarakat. Literasi digital jurnalis daerah bersifat kontekstual dan menuntut pendekatan penguatan kapasitas yang menyeluruh.
Integrasi Pandangan Hidup Pengarang dalam Novel Para Priyayi untuk Pembelajaran Nilai Pendidikan dan Mobilitas Sosial di Perkuliahan Apresiasi Prosa UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Muyassaroh
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.2066

Abstract

Umar Kayam’s novel Para Priyayi presents the social dynamics of Javanese society, particularly the role of education in class mobility. Through its characters, the narrative illustrates how education serves as both a means of social transformation and a tool for legitimizing priyayi status. The author's worldview is embedded in the story structure and character development, emphasizing education as a cultural and ideological force. Employing a descriptive-qualitative approach, the analysis adopts structural and intertextual frameworks to reveal the interplay between the literary text, its socio-historical context, and the author’s ideological stance. Findings indicate that Umar Kayam consistently positions education as a key pillar of social change, while subtly critiquing unequal access to educational opportunities. These values are highly relevant to the teaching of prose appreciation in higher education, offering literature as a reflective medium to foster students’ social awareness, cultural understanding, and character development. In this context, literature functions not merely as an aesthetic object, but also as a pedagogical instrument that is contextual and transformative
Tingkat Kekerabatan Bahasa Kaidipang dan Bahasa Gorontalo: Kajian Leksikostatistik Tangahu, Hindrawati; Alan Mustapa
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.2090

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kekerabatan antara bahasa Kaidipang dan bahasa Gorontalo melalui metode leksikostatistik. Data penelitian berupa 200 pemahaman dasar yang diadaptasi dari daftar Swadesh, dikumpulkan melalui teknik pencatatan dan wawancara dengan penutur asli kedua bahasa. Analisis dilakukan dengan identifikasi pemahaman berdasarkan empat indikator, yaitu identik, korespondensi fonemis, kesamaan fonetis, dan perbedaan satu fonem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 200 pasangan kosakata, terdapat 84 pasangan yang berkerabat, terdiri dari 10 pasangan identik, 22 pasangan dengan korespondensi fonemis, 39 pasangan mirip secara fonetis, dan 13 pasangan dengan satu fonem berbeda. Persentase kekerabatan mencapai 76%, yang menempatkan kedua bahasa dalam satu rumpun keluarga bahasa. Perhitungan usia pisah menunjukkan bahwa bahasa Kaidipang dan bahasa Gorontalo terpisah sekitar 651 tahun yang lalu, dengan jarak perpisahan dari bahasa induk sekitar 121 tahun. Temuan ini memperkuat dugaan adanya hubungan genealogis yang erat antara kedua bahasa dan memberikan kontribusi terhadap pemetaan hubungan bahasa-bahasa daerah di Indonesia, khususnya dalam rumpun Austronesia.
Fenonema Kekerasan Verbal di Era Digital sebagai Faktor Penurunan Kesantunan pada Remaja Sudarja, Kusman
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.2188

Abstract

Kekerasan verbal (verbal abuse) pada remaja di era digital dan media sosial menjadi isu yang relevan untuk diteliti. Fenomena ini memengaruhi cara remaja berkomunikasi dan berinteraksi di media sosial yang ditunjukkan dalam komentar atau unggahan di platform Instagram, YouTube, X, dan Facebook. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dampak budaya kekerasan verbal di era digital terhadap kesantunan berbahasa remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan deskriptif kualitatif dengan metode literatur review. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis konten media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kekerasan verbal di era digital dapat menurunkan kesantunan berbahasa remaja. Faktor-faktor seperti anonimitas, ketidakpedulian, dan norma perilaku yang terdistorsi di media sosial memperkuat kecenderungan kekerasan verbal. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi dan kesadaran akan pentingnya berbicara dengan santun dan menghormati orang lain dalam dunia digital. Kata kunci: budaya kekerasan verbal, era digital, kesantunan berbahasa.
Pengembangan Kamus Kosakata Arkais Bahasa Aceh sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Bahasa Daerah bagi Siswa di Pesisir Timur Aceh Muhammad Arif Fadhilah; Muhammad Taufik Hidayat; Indah Fajarini; Azrul Rizki; Nuriana
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.2300

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk pengembangan kamus kosakata arkais sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman bahasa daerah bagi siswa di pesisir timur Aceh. Penelitian ini menggunakan gabungan dua metode penelitian yaitu inventarisasi kosakata dan pengembangan kamus. Pengembangan kamus digunakan model pengembangan Borg and Gall. Model Borg and Gall yaitu 10 tahapan. Tahapan tersebut antara lain (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) Desain Produk, (4) Validasi Desain, (5) Revisi Desain, (6) Uji Coba Produk, (7) Revisi Produk, (8) Uji Coba Pemakaian, (9) Revisi Produksi, (10) Produksi Masal. Instrumen yang digunakan antara angket penguasan bahasa, uji validasi ahli materi dan ahli media, dan uji pengguna. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, angket, dan respon pengguna. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah terdapat 10,9% siswa masih menggunakan kosakata arkais dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya terdapat 42,1% siswa di pesisir timur Aceh yang pernah mendengar tetapi tidak menggunakan (semi arkais), dan terdapat 47,1% siswa yang tidak pernah mendengar dan menggunakan (arkais total) bahasa Aceh yang dijadikan angket. Validasi ahli materi menyatakan bahwa kamus saku kosakata arkais yang dikembangkan sangat valid dengan nilai rata-rata 92,25% untuk aspek kejelasan, kegunaan, kelayakan, dan ketepatan isi. Validasi desain kamus mendapatkan nilai rata-rata 88,33% dengan kriteria sangat valid. Uji pemakaian pada pengguna yaitu guru dan siswa di (1) MTsN 2 Aceh Timur, (2) SMPN 2 Tamiang Hulu, dan (3) SMPN 4 Langsa, kamus mendapatkan nilai 92% pada aspek kegunaan kamus dan 88% untuk ketepatan isi. Buku juga dianggap menarik dan mudah digunakan. Secara rata-rata, dari empat aspek validasi pengguna, kamus mendapatkan nilai rata-rata 90,25% dengan kriteria sangat valid dan layak untuk digunakan.
Representasi Ideologi Gender dalam Literasi Digital Anak: Analisis Wacana Kritis pada Platform Digital The Asia Foundation Les’t Read dan Relevansinya dengan SDG's Risnadyatul Hudha, Rifqi; Rifqi Azizan, Yoga
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.2352

Abstract

Pada bahan bacaan anak pasti terdapat ideologi penulis yang akan disampaikan kepada pembaca. Ideologi tersebut berada pada pesan yang disampaikan dalam bacaan anak, baik pesan tersurat maupun tersirat. Ideologi yang ditanamkan sejak dini akan memengaruhi perilaku atau karakter, baik anak-anak maupun orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan ideologi yang ditanamkan pada platform The Asia Foundation Les’t Read, tepatnya pada konten Anak Perempuan Hebat. Hasil penelitian ini yang pertama adalah isi cerita pada konten tesebut membentuk idelogi anak perempuan menjadi berpendidikan tinggi, berani dan membela keadilan, peduli kepada orang lain, serta mengembangkan diri dan pantang menyerah. Kedua, konten tersebut membentuk ideologi ibuisme. Ketiga, konten tersebut menggunakan hubungan makna pada signifikansi secara ideologi, yaitu sinonim. Pilihan kata dibuat untuk memotivasi pembaca agar bisa mengambil pesan cerita, yaitu menjadi perempuan yang bermanfaat bagi orang lain dan pantang menyerah.    
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write Berbantuan Metode Game Based Learning dalam Menulis Teks Anekdot: Model Pembelajaran Kooperatif Ariyani, Silvia; Leo Shanty, Isnaini; Andheska, Harry
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 8 No. 2 (2025): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v8i2.2358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penerapan model pembelajaraan kooperatif tipe think talk write berbantuan metode game based learning terhadap kemahiran menulis teks anekdot siswa kelas X SMAN 4 Tanjungpinang tahun pelajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan metode quasi eksperimen. Pendekatan penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 4 Tanjungpinang tahun pelajaran 2023/2024. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 56 orang yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil pretest dan posttest kemahiran menulis teks anekdot. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write berbantuan metode game based learning terhadap kemahiran menulis teks anekdot siswa kelas X. hal ini dibuktikan dari hasil uji nonparametrik Mann Whitney dengan nilai Z sebesar -2.225 dengan taraf signifikansi 5% sehingga menunjukan hasil sig (2-tailed) sebesar 0,026 dan dapat didapatkan hasil p-value 0,026 < 0,05 yang artinya diterima dan ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran think talk write berbantuan metode game based learning dengan kemahiran menulis teks anekdot siswa kelas X.
Refleksi sebagai Alternatif Hukuman: Analisis Pendidikan Karakter dalam Film Budi Pekerti Zafira, Audra Rafa; Riadi, Sugeng
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v9i1.2393

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas penggunaan refleksi sebagai pendekatan alternatif terhadap pemberian hukuman dalam pembentukan karakter siswa di sekolah sebagaimana yang digambarkan dalam film Budi Pekerti. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Data yang dikaji berupa beberapa adegan yang menampilkan interaksi antara Bu Prani (seorang guru BK) dengan siswa-siswanya, di mana refleksi digunakan untuk mendidik. Data dikumpulkan dengan menonton film, menyimak, serta mencatat setiap adegan yang mencerminkan penggunaan refleksi oleh Bu Prani. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis model Miles dan Huberman, yaitu dengan tahap identifikasi objek penelitian, reduksi data,  penyajian data, serta pembuatan inferensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa refleksi yang digunakan oleh Bu Prani mampu memecahkan masalah dan memperluas kemampuan yang secara efektif berkontribusi pada pembentukan karakter positif siswa.
Analisis Cerpen Dunia Ketiga Untukku Karya Okky Madasari: Kajian Semiotika Peirce Khairurrifdah, Aulia; Suryaman, Maman
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 9 No. 1 (2026): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v9i1.2618

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk menguraikan ikon, indeks, dan simbol dalam cerpen “Dunia Ketiga Untukku” Karya Okky Madasari serta menjelaskan proses semiosis yang terbentuk di dalamnya. Teori semiotika Charles Sanders Peirce digunakan sebagai dasar analisis dengan tiga kategori tanda, yaitu ikon, indeks, dan simbol. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif melalui pembacaan mendalam, pencatatan, pengelompokan data, reduksi, serta verifikasi berdasarkan kutipan yang mengandung bentuk tanda. Data penelitian meliputi kata, frasa, klausa, dan kalimat yang bersumber dari cerpen “Dunia Ketiga Untukku”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda berbentuk indeks merupakan temuan paling dominan dengan sembilan data, diikuti ikon dengan enam data, dan simbol dengan tiga data. Ketiga jenis tanda tersebut membentuk makna tentang pergulatan batin tokoh utama dalam pencarian makna hidup serta perubahan perspektifnya terhadap kematian.
Mendorong Kemandirian Belajar melalui Diferensiasi Instruksi (Differentiated Instruction) dalam Kegiatan Menulis Hernina Dewi Lestari; Suhartatik
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 6 No. 1 (2023): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mempromosikan bagaimana diferensiasi instruksi dapat mendorong otonomi belajar siswa dalam konteks kelas menulis. Penelitian inimelibatkan 50 mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di sebuahuniversitas swasta di Malang. Dari studi pendahuluan, para peneliti melihat rendahnya motivasi mahasiswa dalam kegiatanmenulis karena mereka menganggap kegiatan menulis itu biasa saja dan tidak menarik. Mereka ditemukan kurang memperhatikan kegiatan menulis yang diinstruksikan dan, pada akhirnya, menunjukkan kinerja menulis yang rendah. Parapeneliti mencoba menggunakan diferensiasi instruksi dalambeberapa kegiatan menulis untuk mendorong kemandirian belajar siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa para siswa merasa tertantang secara positif melalui penulisan diferensiasi instruksi. Hal ini terlihat dari perubahan perilaku siswa yang lebihbersemangat dalam mengikuti instruksi. Selain itu, para siswaPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mempromosikan bagaimana diferensiasi instruksi dapat mendorong otonomi belajar siswa dalam konteks kelas menulis. Penelitian ini melibatkan 50 mahasiswa jurusan Bahasa Inggris di sebuah universitas swasta di Malang. Dari studi pendahuluan, parapeneliti melihat rendahnya motivasi mahasiswa dalam kegiatan menulis karena mereka menganggap kegiatan menulis itu biasasaja dan tidak menarik. Mereka ditemukan kurang memperhatikan kegiatan menulis yang diinstruksikan dan, pada akhirnya, menunjukkan kinerja menulis yang rendah. Para peneliti mencoba menggunakan diferensiasi instruksi dalam beberapa kegiatan menulis untuk mendorong kemandirian belajar siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa para siswa merasa tertantang secara positif melalui penulisan diferensiasi instruksi.Hal ini terlihat dari perubahan perilaku siswa yang lebih bersemangat dalam mengikuti instruksi. Selain itu, siswa juga menunjukkan kemandirian belajar yang mapan yang berujung pada kinerja menulis yang lebih tinggi. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pengayaan aspek pedagogis karena para guru atau peneliti selanjutnya dapat berfokus padacakupan yang lebih luas dari strategi pengajaran ini.