cover
Contact Name
Kingkin Puput Kinanti
Contact Email
alfabeta@uibu.ac.id
Phone
+62895397008378
Journal Mail Official
alfabeta@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui no 46 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
ALFABETA
ISSN : 26542587     EISSN : 2654735X     DOI : https://doi.org/10.33503/alfabeta.v8i2
Core Subject :
Alfabeta publishes innovative research findings, original scholarly articles, critical-theoretical reflections, literary studies, written ideas, and conceptual articles from various branches of knowledge that focus on the study of language, literature, and education. Alfabeta welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical original research papers, case studies, review papers, literature reviews, conceptual framework, analytical and simulation models, technical notes about linguistics, literature, and their teaching from researchers, academicians, professionals, practitioners, and students from all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
GAYA BAHASA MOTIVATOR INDONESIA UNTUK MEMOTIVASI ORANG LAIN (TINJAUAN SOSIOLINGUISTIK) Kinanti, Kingkin Puput
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 1 (2018): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v1i1.926

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian mengenai gaya bahasa dari motivator Indonesia untuk memotivasi orang lain. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan beberapa hal, yaitu 1) gaya bahasa motivator berdasarkan pilihan katanya, gaya bahasa berdasarkan strukturnya, dan gaya bahasa kiasan. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif. Data dikumpulkan dari sumber media sosial secara random. Data dianalisis menggunakan metode konseptual. Adapun teori yang digunakan adalah teori gaya bahasa yang ditinjau dari sisi sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa motivator Indonesia adalah berdasarkanpilihan gaya, motivator menggunakan gaya bahasa tak resmi dan percakapan. Berdasarkan struktur kalimatnya, gaya bahasa yang digunakan adalah klimaks, antitesis, repetisi, dan paralelisme. Gaya bahasa kiasan yang digunakan adalah metafora, ironi, dan simile. Untuk gaya bahasa simile, peneliti hanya menemukan sedikit penggunaannya.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENYIMAK CERITA RAKYAT MENGGUNAKAN MEDIA PAPAN FLANEL DALAM MATA KULIAH MENYIMAK KARYA SASTRA DI IKIP BUDI UTOMO MALANG Zahrotul Lutfiyah, Luly
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 1 (2018): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v1i1.927

Abstract

Penelitian bertujuan: (1) penerapan media papan flanel untuk meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat, (2) keberhasilan media papan flanel dalam menentukan hal menarik dari unsur cerita rakyat (3) keberhasilan media papan flanel dalam menentukan hal menarik relevansi tema dengan situasi sekarang, (4) keberhasilan penggunaan media papan flanel menentukan hal menarik dalam cerita rakyat dengan alasan logis, (5) menggambarkan media papan flanel dalam meningkatkan kemampuan menyimpulkan pesan cerita rakyat. Jenis penelitian PTK. Media papan flanel dapat meningkatkan kemampuan menyimak mahasiswa kelas A angkatan 2014. Kegiatan siklus 1 dan 2 dibuktikan dengan skor kumulatif. Terjadi peningkatan tiap aspek. Pemahaman isi, siklus 1 sebesar 92% dan siklus 2 sebesar 80%. Aspek edukatif siklus 1 skor 74% dan siklus 2 sebesar 61%, aspek pembangun karakter siklus 1 skor 72% dan siklus 2 skor 74%. Aspek mengungkapan hal menarik dengan alasan logis siklus 1 sebesar 64% dan siklus 2 sebesar 77%. Aspek kesimpulan pesan siklus 1 sebesar 65% dan siklus 2 sebesar 89%. Skor kumulatif siklus 1 sebesar 82% dan siklus 2 sebesar 70%. Hasil observasi terjadi peningkatan. Kondisi pembelajaran lebih hidup. Minat mahasiswa besar. Saran untuk peneliti selanjutnya, sebaiknya meneliti penggunaan media flanel untuk meningkatkan aspek afektif mahasiswa
MODEL PEER ASSESSMENT DALAM MATAKULIAH BERBICARA INDIVIDU Sorraya, Artifa
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 1 (2018): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v1i1.928

Abstract

Keterampilan berbahasa khususnya matakuliah berbicara individu dalam pembelajaran Bahasa Indonesia memegang peran penting dan menuntut banyak hal yang dikuasai, meliputi aspek kebahasaan dan non kebahasaan sehingga mahasiswa mudah dalam mempercepat penguasaan mahasiswa dalam pembelajaran berbicara, karena itulah matakuliah berbicara individu merupakansarana yang baik untuk menumbuh kembangkan cara berbicara dan berpikir tentang apa yang akan dibicarakan. Proses pembelajaran merupakan suatu interaksi antara peserta didik atau mahasiswa dengan pendidik/ dosen sebagai pengajar, dengan pembelajaran berbicara mahasiswa mampu dan paham tentang pelajaran tersebut sehingga proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan menggunakan paedagogik yang mencakup strategi maupun teknik mengajar. Keberhasilan belajar peserta didik yang dicapai dapat diukur melalui penilaian hasil belajar. Salah satu dengan model peer assessment. pendekatan pengajaran melalui penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar dalam mencapai tujuan belajar. Penilaian dalamaktivitas berbicara terfokus pada faktor atau elemen utama dalam berbicara, yaitu faktor kebahasaan (verbal), Faktor kebahasaan yang dinilai meliputi (1) pengucapan vocal, (2) pilihan kata , (3) penguasaan topik, (4) kejelasan isi, dan(5) kelancaran
LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR BAHASA DAN SASTRA INDONESIA COLLABORATIVE LEARNING Muliyono, Nurwakhid
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 1 (2018): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v1i1.929

Abstract

Kegiatan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia diharapkan mampu untuk meningkatkan pengetahuan peserta didik dalam berkomunikasi. Pembelajaran ini juga meningkatkan apresiasi karya sastra Indonesia. Bentuk variasi dan menumbuh kembangkan minat belajar peserta didik pada lingkungan sebagai sumber belajar dilakukan melaluai collaborative learning. Hai ini untuk mengurangi kejenuhan pembelajaran di dalam kelas. Belajar Kolaboratif Bahasa dan Sastra Indonesia tidak hanya bekerja sama antarpeserta didik dalam suatu kelompok biasa, tetapi merupakan kegiatan belajar kolaboratif dua orang atau lebih bekerja bersama, memecahkan masalah. Belajar kolaboratif memiliki dua unsur, yaitu 1) memiliki tujuan yang sama, dan 2) memiliki ketergantungan yang positif. Sumber belajar dapat dibedakan menjadi enam, yaitu 1) orang (people), 2) pesan (message), 3) alat (tool and equipment), 4) bahan (materials), 5) teknik (technique), dan 6) lingkungan (setting). Terdapat tiga langkah menggunakan lingkungan , yaitu: 1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) tindak lanjut (follow up). Memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar sangat bermanfaat bagi peserta didik karena memperkaya informasi, meningkatkan hubungan sosial, pengenalan lingkungan, serta menumbuhkan sikap dan meningkatkan apresiasi terhadap lingkungan sekitar.
RETRIVAL BAHASA PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS USIA 8 TAHUN (STUDI KASUS) Novalia Santosa, Vrestanti
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 1 (2018): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v1i1.930

Abstract

Penelitian retrival bahasa pada anak berkebutuhan khusus masih jarang ditemukan. Banyak peneliti bahasa kurang berminat meneliti anak berkebutuhan khusus, selain itu proses pengambilan data membutuhkan waktu yang cukup lama dan berulang sampai data yang ditemukan mengalami kesamaan atau titik jenuh, ini berarti proses pengambilan data tertentu dinyatakan cukup dan selesai. Tujuan penelitian ini (1) mendeskripsikan bentuk fona, kata, dan kalimat yang mampu dikeluarkan anak berkebutuhan khusus usia 8 tahun, (2) mendeskripsikan makna kalimat berdasarkan konteks yang mampu dikeluarkan anak berkebutuhan khusus usia 8 tahun. Pendekatan yang digunakan kualitatif-deskriptif dan merupakan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan (1) teknik observasi partisipasi, (2) rekam, (3) catat, (4) pemancingan, dan (5) dokumentasi. Dapat disimpulkan bahwa (1) bentuk fona vokal yang mampu dikeluarkan subjek penelitian diketahui dapat menempati semua posisi dalam satu satuan ujaran, tidak semua fona konsonan mampu dikeluarkan. (2) bentuk kata, jenis kebutuhan khusus berpengaruh terhadap kekompleksan kata yang mampu dikeluarkan subjek penelitian. Semakin sedikit kata yang mampu dikeluarkan semakin kompleks jenis kebutuhan khusus subjek penelitian. (3) bentuk kalimat, variasi kalimat yang dihasilkan adalah jenis kalimat sederhana. (4) makna kalimat sesuai konteksnya, jenis kalimat tergolong simpleks, terdapat perbedaan signifikan dengan kalimat yang seharusnya dihasilkan oleh anakdengan perkembangan normal seusianya.
CITRA PEREMPUAN DALAM IKLAN TELEVISI Rachman, Anita Kurnia
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 1 (2018): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v1i1.932

Abstract

Iklan memberikan informasi kepada penonton televesi untuk mengetahui berbagai informasi tentang apapun yang dibutuhkan penonton. Iklan saat ini banyak menghadirkan perempuan untuk menarik minat penonton. Perempuan memangmemberiakan daya tarik tersendiri pada tayangan iklan. Hal ini memunculkaneksploitasi perempuan sebagai objek seksual berdasarkan cara berpikir stereotype (meniru), seringkali muncul dalam berbagai karya iklan televisi.Perbedaan gender memberikan budaya dalam masyarakat, yaitu sistem patriaki. Sistem ini memberikan kekuasaan pada laki-laki. Hal ini menimbulkan citra yangdisebut P-5 yang melekat pada perempuan melalui iklan yang diperankan. Citra itu,yaitu citra peraduan, citra pigura, citra pilar rumah tangga, citra pergaulan, da citra pinggan. Posisi perempuan dalam bermasyarakat memberikan andil terhadap kekerasan perempuan dalamm media massa atau media televisi. Mengupayakan peranan wanita baik di dunia pertelevisian khususnya iklan yang memberikan pendidikan tentang gender. Upaya ini perlu disosialisasikan untuk menumbuhkan rasa toleransi, sikap saling menghormati, saling memahami serta saling membantu antara laki-laki dan perempuan.
PERANAN PROTOTIPE DALAM PENDEFINISIAN KATA ABSTRAK “MALU”: KAJIAN SEMANTIK KOGNITIF Nugrahani, Ari
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 1 No. 1 (2018): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v1i1.933

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena kebahasaan mengenai semantik prototipe pada leksem malu yang dilatarbelakangi oleh adanya pengalaman dan kognisi manusia terhadap leksem tersebut. Malu merupakan sesuatu yang bersentuhan dengan psikologi dan sosiologi. Metode penelitian ini melalui pendekatan deskriptif yang mencakup pengumpulan data, analisis data, dan penyajian hasil analisis data. Data diperoleh melalui kuesioner berjumlah 15 responden dengan menggunakan metode sampling. Selanjutnya, datadianalisis dengan menggunakan metode linguistik dan disajikan menggunakan metode formal dan informal. Penelitian ini menggunakan tiga variabel untuk mendeskripsikan fitur malu, yaitu (a) merasa tidak enak hati dan menyembunyikan kebiasaan yang berbeda, (b) adanya reaksi dari orang lain, dan (c) melakukan tindakan/ekspresi sebagai efeknya. Dari ketiga variabel tersebut dapat dilihat bahwa variabel (a) menyembunyikan sesuatu merupakan variabel prototipe yang paling penting dibandingkan denganvariabel yang lain. Adapun variabel variabel (b), yaitu reaksi dari orang lain mempunyai peranan penting kedua, sedangkan variabel c), yaitu efek berupa sikap dan tindakan merupakan variable yang kurang penting dibandingkan dengan variable yang lain.
Pengembangan Modul Menulis Artikel Ilmiah sebagai Penunjang Akselerasi Publikasi Ilmiah Mahasiswa Mey Lida, Ulfah; Putri Karsono, Lorena Dara; Gunawan, Karebet
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1066

Abstract

Pengembangan modul mencakup seluruh proses pembuatan dan penggunaan materi pembelajaran, termasuk evaluasi, adaptasi, desain, pembuatan, penerapan, dan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi hasil pengembangan modul menulis artikel ilmiah. Modul ini memuat soal-soal evaluasi yang dapat mengukur sejauh mana pemahaman penulisan artikel ilmiah yang telah dipelajari serta mempercepat proses pemahaman materi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan pendekatan Research & Development (R&D). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah penyebaran angket, catatan lapangan, dan wawancara. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman catatan lapangan, angket, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif melalui pemaparan data dan verifikasi atau simpulan data. Modul menulis artikel ilmiah dikembangkan berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang telah didapatkan. Hasil pengembangan modul menulis artikel ilmiah dibedakan ke dalam tiga bagian, yakni bagian awal modul, bagian isi modul, dan bagian akhir modul. Hasil pengembangan modul menulis artikel ilmiah ini dibuat sesuai dengan analisis kebutuhan yang didapatkan dengan beberapa penyesuaian. Penyesuaian ini dilakukan dengan pertimbangan substansi, sistematika, dan cakupan materi modul. Bagian awal, isi, dan akhir modul dikembangkan sesuai dengan pedoman penyusunan modul yang dikeluarkan oleh Kemdikbud
Cerita Dari Hutan Teso Nelo: Ekokritik dalam Novel Rahasia Pelangi Juanda, Juanda; Afandi, Iswan
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1067

Abstract

Berbagai fenomena lingkungan yang dinarasikan oleh pengarang yang belum terindifikasi secara jelas aspek ekologisnya seperti polusi, hutan, bencana, pemukiman, binatang, dan bumi. Novel sebagai media yang menginspirasi dan memotivasi pembaca untuk berubah dan bertindak lebih bertanggung jawab terhadap alam. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi fenomena lingkungan dan kritik etis pengarang. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan penyajian data bersifat deskriptif untuk mengeksplorasi dan memahami representasi isu lingkungan hutan dalam novel Rahasia Pelangi karya Riawani Elyta dan Shabrina WS. Data utama dalam penelitian ini adalah teks novel Rahasia Pelangi. Pendekatan ekokritik Garrard Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan software NVivo yang menampilkan olahan data berupa percentage coverage dan grafik melalui fitur Explore. Untuk menjamin validitas dan reliabilitas, penelitian ini mengadopsi prosedur triangulasi, yakni dengan membandingkan temuan dengan studi-studi terdahulu yang relevan serta teori-teori ekokritik lainnya. Temuan penelitian adalah pengarang menarasikan tema ekologis. Narasi pada tema "Bencana" diikuti oleh fenomena perusakan "Hutan Belantara." Kontribusi penelitian adalah memberikan kesadaran pelestarian lingkungan bagi para pembaca. Hasil penelitian ini menjadi sarana guru dan dosen memberikan materi ajar literasi kepada siswa dan mahasiswa. Penelitian masa depan adalah meneliti novel- novel dari pengarang lain yang menyuarakan isu lingkungan.
Religiusitas dalam Novel 172 Days Aku Ikhlas Tapi Aku Rindu Karya Nadzira Shafa Rustini, Teni
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1068

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan nilai religiuisitas yang terdapat pada novel 172 Days Aku Ikhlas, tapi Aku Rindu karya Nadzira Shafa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif untuk menyajikan hasil penelitian melalui kata-kata. Data yang diambil ialah kalimat yang mengandung nilai religiuisitas. Sumber penelitian ini berupa novel yang berisikan tentang nilai-nilai religiuisitas. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik model Miles and Huberman, di antaranya: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan teknik analisis isi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel 172 Days Aku Ikhlas tapi Aku Rindu mengandung nilai religiuisitas. Dengan demikian, hasil penelitian menemukan sebanyak 37 nilai religiuisitas, di antaranya: 8 dimensi keyakinan, 12 dimensi praktik agama, 8 dimensi pengetahuan agama, dan 1 dimensi konsekuensi. Dengan adanya, nilai religiuisitas dalam novel 172 Days Aku Ikhlas, tapi Aku Rindu secara tidak langsung mengingatkan kita untuk terus istiqomah dalam menjalankan perintah Allah dan menjauihi larangannya. Selain itu, kita perlu menanamkan rasa syukur dan ikhlas terhadap pemberian Tuhan, sekalipun menyakitkan tetapi bagi Tuhan itu adalah sesuatu yang terbaik untuk hambannya. Hidup memang tidak terlepas dari ujian maka dari itu jangan sampai kita tidak melibatkan Allah dalam setiap perjalanan.

Page 4 of 21 | Total Record : 206