cover
Contact Name
Kingkin Puput Kinanti
Contact Email
alfabeta@uibu.ac.id
Phone
+62895397008378
Journal Mail Official
alfabeta@uibu.ac.id
Editorial Address
Jl. Citandui no 46 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
ALFABETA
ISSN : 26542587     EISSN : 2654735X     DOI : https://doi.org/10.33503/alfabeta.v8i2
Core Subject :
Alfabeta publishes innovative research findings, original scholarly articles, critical-theoretical reflections, literary studies, written ideas, and conceptual articles from various branches of knowledge that focus on the study of language, literature, and education. Alfabeta welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical original research papers, case studies, review papers, literature reviews, conceptual framework, analytical and simulation models, technical notes about linguistics, literature, and their teaching from researchers, academicians, professionals, practitioners, and students from all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 206 Documents
Implementasi Kegiatan Literasi Ratu Dongeng Untuk Pendidikan Karakter Anti Bullying Pada Taman Kanak-Kanak Wikantari Pertami, Ni Wayan Ovinita; Numertayasa, I Wayan; Sueca, I Nengah
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1069

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi kegiatan literasi "Ratu Dongeng" untuk pendidikan karakter anti-bullying pada di TK Pratama Widya Pasraman Surya Dhayana Kresna Besakih. Kegiata literasi yang dikemas menarik seperti "Ratu Dongeng" menggabungkan cerita moral dan interaksi sosial untuk membantu anak-anak memahami dan menerapkan prinsip-prinsip positif yang berkaitan dengan sikap anti-bullying. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metodologi deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakn data, observasi, kuesioner, dan wawancara dengan guru. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kegiatan litersi "Ratu Dongeng" memiliki efek positif yang signifikan terhadap pembentukan karakter anti bullying pada anak-anak di TK. Anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya menghormati dan mendukung teman sebaya, serta peningkatan kemampuan mereka untuk mengidentifikasi perilaku bullying dan mengambil tindakan untuk mencegahnya. Temuan ini memiliki peran nyata bagi dunia pendidikan, khususnya untuk memperkuat strategi anti bullying di TK. Kegiatan literasi "Ratu Dongeng" sebagai salah satu cara yang efektif untuk membangun karakter positif dan mengurangi perilaku bullying di lingkungan pendidikan anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat membantu pendidik memilih cara terbaik untuk membangun karakter anti-bullying pada anak-anak.
Pengaruh Video Subtitle Bahasa Inggris Terhadap Pemahaman Mendengarkan Siswa EFL di SMAN 1 Blitar Humam, Rosid; Supriyono, Supriyono; Sutanti, Nita
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1070

Abstract

Pemahaman mendengarkan adalah masalah serius bagi siswa EFL di Indonesia. Beberapa siswa EFL ketika tidak mampu memahami pesan produk komunikasi seperti dialog, monolog, atau pembicaraan lisan lainnya dalam bahasa Inggris cenderung tidak mampu merespons atau menyampaikan isi komunikasi. Oleh karena itu, peneliti menyarankan video, khususnya video Subtitle Bahasa Inggris sebagai media pembelajaran ketika mengajar siswa EFL dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman mendengarkan mereka. Dalam latarnya, peneliti menemukan SMAN Blitar sebagai tempat melakukan percobaan ini. Oleh karena itu, peneliti mengangkat masalah penelitian ini yang berjudul “Bagaimana dampak video bersubtitel bahasa Inggris terhadap pemahaman mendengarkan siswa EFL di SMAN 1 Blitar?” Penelitian eksperimen ini menggunakan desain one group pretest posttest design. Data yang diperoleh berupa data kuantitatif. Instrumen penelitian untuk memperoleh nilai EFL siswa adalah tes pemahaman mendengarkan. Sampel penelitian ini bersifat purposive yaitu siswa kelas XI kelas XI MIPA 6 SMAN 1 Blitar yang berjumlah 35 siswa EFL. Dalam melakukan penelitian eksperimen ini terdapat beberapa prosedur seperti pelaksanaan tryout, pretest, pemberian treatment, dan pemberian posttest. Setelah itu data dikumpulkan, kemudian dianalisis secara statistik dengan SPSS 25. Analisis terdiri dari perbandingan nilai rata-rata antara pretest dan posttest, menentukan uji-t dengan melakukan uji-t berpasangan dengan SPSS 25, dan menguji skor N-Gain untuk mengetahui efektivitas pengobatan. Hasil analisis data ditunjukkan dalam beberapa interpretasi. Pertama, analisis nilai rata-rata menunjukkan adanya peningkatan dari 48,73 pada pretest menjadi 83,10 pada posttest. Kedua, data yang kemudian dianalisis dengan uji beda berpasangan (paired sample t-test) menunjukkan signifikansi berdasarkan perbandingan antara thitung dan ttabel. Didapatkan thitung (17,646) lebih besar dari ttabel (1,691). jika thitung lebih besar dari ttabel maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternatif diterima. Selanjutnya hasil uji N-Gain menunjukkan skor N-Gain sebesar 0,7187 lebih besar dari 0,7. Jadi, dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang peneliti berikan terhadap siswa EFL adalah efektif dan terdapat dampak dari video Subtitle Bahasa Inggris terhadap pemahaman mendengarkan siswa EFL.
anskap Linguistik Sebagai Konstruksi Simbolik di Ruang Publik Pada Pameran Kontemporer Narawandira di Karaton Yogyakarta Hadiningrat Amrina, Lia Amalia; Santoso, Ardhitya Rechandy Christian
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1071

Abstract

Penelitian ini mengungkap penggunaan bahasa dalam informasi yang menjelaskan pameran kontemporer Narawandira (Karaton, alam, dan kesinambungan) di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dari sudut pandang lanskap bahasa. Dalam penelitian ini membahas mengenai variasi bahasa yang digunakan serta makna yang terkandung dalam setiap gambar di pameran kontemporer narawandira. Data didapatkan dari lima puluh gambar yang diambil dari pameran kontemporer tersebut kemudian diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan variasi bahasa dan makna. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Narawandira di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menggunakan tanda-tanda multibahasa untuk menyampaikan informasi tentang pameran kontemporer yang membahas tentang alam dan Karaton. Namun, beberapa tanda bilingual (bahasa Indonesia dan Inggris) dan simbol-simbol aksara Jawa lebih dominan. Multibahasa (Inggris, Jawa, dan Indonesia) digunakan untuk pelestarian bahasa dan memberikan informasi satu arah kepada wisatawan mancanegara. Hal ini juga merupakan tanda komposisi sosiolinguistik di kota Yogyakarta, yang sebagian besar merupakan kawasan cagar budaya.
Menemu Jati Diri, Mengampu Nilai: Tafsir Antologi Cerita Rakyat Daerah Wajo Sulawesi Selatan Basri, Rina Khuzaimah; Sukmawan, Sony
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1072

Abstract

Karya budaya diyakini merefleksikan manusia, termasuk mencerminkan jati diri pemangkunya. Maka dari itu, tujuan penelitian ini yaitu (1) mendeskripsikan jati diri etnis Bugis dalam Cerita Rakyat Wajo Sulawesi Selatan (CRWSS), dan (2) mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam Cerita Rakyat Wajo Sulawesi Selatan (CRWSS) yang merefleksikan jati diri etnis Bugis. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menyelidik sumber data antologi cerita rakyat daerah Bugis Sulawesi Selatan karya Abdul Rasyid dan Muhammad Abidin Nur tahun 1999 setebal 136 halaman. Teknik dalam pengumpulan data adalah studi pustaka dengan sistem membaca, mendeskripsikan secara rinci fenomena budaya dalam teks. Selain itu, teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan teknik catat. Hasil penelitian menemukan nilai-nilai pendidikan, yaitu nilai siri na pacce (moralitas), nilai getteng (keteguhan kepada Tuhan), nilai alempureng (kejujuran), nilai acca (kebijaksanaan) dan nilai sipakatau (kepedulian). Nilai-nilai pendidikan dalam CRWSS ini kuat dipengaruhi budaya lokal Sulawesi Selatan yang berlandaskan pada Lontara yang merupakan pedoman hidup masyarakat Bugis
Mendesain Modul Ajar Bahasa Indonesia Menggunakan Model Poe2We Untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis (Critical Thinking) Berbasis Project Based Learning (PjBL) Rustam; Wini, Lusia Oktri; Saputra, Ade Bayu
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1073

Abstract

Mendesain modul ajar bahasa Indonesia menggunakan model POE2WE untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) berbasis project based learning didasari atas fenomena bahwa sebagian besar mahasiswa yang mengontrak mata kuliah perencanana pembelajaran bahasa Indonesia belum mampu merancang modul ajar berorintasi pada peningkatan keterampilan berpikir kritis (critical thinking skills). Tujuan penelitian ini mendeskripsikan kompetensi mahasiswa dalam membuat desain pembelajaran POE2WE berorientasi meningkatkan keterampilan berpikir kritis berbasis project based learning. Penelitian ini menerapkan Pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Adapun langkah-langkah dalan pengumpulan data dilakukan dengan cara, (1) mengamati proses pembelajaran di dalam kelas, memperhatikan interaksi antara guru dan siswa, serta dinamika belajar mengajar yang terjadi; (2) melakukan wawancara dengan guru dan siswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang tantangan, kebutuhan, dan persepsi terkait proses dan hasil pembelajaran; dan (3) mengumpulkan data dokumen seperti hasil tes, tugas, atau catatan kelas untuk memberikan gambaran tentang kinerja siswa dan efektivitas pembelajaran. Analisis data terdiri dari (1) Kategorisasi data, yaitu mengelompokkan data yang dikumpulkan berdasarkan tema atau pola tertentu, misalnya permasalahan yang dihadapi siswa atau aspek-aspek yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran; (2) Interpretasi, kegiatan menganalisis data untuk mengidentifikasi pola, tren, atau temuan yang muncul, dan memahami implikasinya terhadap proses dan hasil pembelajaran; dan (3) Kolaborasi, melibatkan guru dalam proses analisis data untuk mendapatkan berbagai perspektif dan pemahaman yang komprehensif. Data dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk narasi deskriptif untuk menggambarkan perubahan hasil pada belajar mahasiswa. Hasil yang diperoleh mengambarkan kompetensi mahasiswa dalam mendesain modul ajar bahasa Indonesia menggunakan model POE2WE berorientasi meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) berbasis Project Based Learning sangat baik. Hal itu ditandai dengan kualitas mahasiswa dalam proses perkulihan, sedangan untuk hasil belajar mahasiswa menunjukkan peningkatan dari dari baik menjadi sangat baik terutama pada penguasaan pengetahuan mendesain modul ajar bahasa Indonesia.
Citra Perempuan dalam Kumpulan Puisi Maskumambang Buat Ibu Karya Nenden Lilis Aisyah Hartati, Dian; Murni, Dewi
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1074

Abstract

Perempuan semakin giat memulai pergerakan dalam segala bidang. Salah satunya turut andil mengembangkan kreativitas melalui karya sastra. Tujuan penelitian mendeskripsikan citra perempuan dalam kumpulan puisi Maskumambang Buat Ibu karya Nenden Lilis Aisyah. Penelitian memanfaatkan metode deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data memanfaatkan teknik membaca, mencatat, dan studi pustaka terhadap kutipan puisi yang memuat citra perempuan. Teknik analisis data menerapkan teknik analisis interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan kumpulan puisi MBI mengandung citra perempuan yang terdiri dari atas aspek fisik, psikis, dan sosial. Dalam aspek fisik perempuan digambarkan sebagai manusia bisa dibuahi karena dikaruniai Rahim oleh Tuhan, dan tubuh perempuan diciptakan dengan penuh keindahan. Dalam aspek psikis perempuan digambarkan mendapat tekanan karena pekerjaannya sebagai pelacur, dan beban seorang ibu harus membagi peran lebih dari satu demi kelangsungan anak-anaknya. Dalam aspek sosial, perempuan digambarkan berperan sebagai ibu, istri, tulang punggung keluarga, dan dalam ranah masyarakat diklaim sebagai pendatang. Dengan adanya penelitian, diharapkan pembaca dapat memperkokoh pemahaman bahwa puisi memengaruhi persepsi perempuan dalam masyarakat serta berkontribusi pada perubahan sosial dan budaya.
Stereotip Generasi Z dalam Lirik Lagu For Revenge dengan Perspektif Pragmatik Cahyono, Arik Fajar; Gayatri Mayang Handayani
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1075

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan empat kategori tindak tutur asertif dan membongkar stereotip Generasi Z dalam Album Perayaan Patah Hati Babak 1 milik Band For Revenge. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak bebas libat cakap yang berarti tidak melibatkan peneliti dalam tuturan. Selanjutnya, data diidentifikasi, diklasifikasi, dan dianalisis dengan mengacu teori tindak tutur milik John Searle. Peneliti memberikan fokus pada empat kategori tindak tutur asertif, yakni tuturan menyatakan, menyarankan, mengeluh, dan mengeklaim. Peneliti melakukan analisis terhadap sembilan lagu yang terdiri atas Perayaan Patah Hati, Derana, Jentaka, Jeda, Jakarta Hari Ini, Untuk Siapa, Ada Selamanya, Pulang, dan Serana yang memiliki keterkaitan tema siklus patah hati. Hasil penelitian menunjukkan kemunculan semua tindak tutur asertif pada 6 siklus. Dari 68 tuturan bentuk asertif yang ditemukan, tindak tutur mengeluh (24) menempati urutan terbanyak muncul disusul dengan bentuk menyatakan (21), menyarankan (15), dan mengeklaim (8). Tindak tutur mengeluh juga menjadi bentuk asertif terbanyak muncul di 3 siklus dari keseluruhan 6 siklus patah hati. Dapat disimpulkan bahwa strereotip Generasi Z suka mengeluh tergambar dalam Album Perayaan Patah Hati Babak 1 milik Band For Revenge.
Integrasi Pembelajaran Bahasa dalam Penanganan Anak Berkebutuhan Khusus Pada Peserta Didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Samarinda (Kajian Multiple Intelegence Berperspektif Nilai Humanisme Pedagogik) Arditiya; Puji Astuti Amalia; Amir Hidayat3; Anisah Azizah
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1076

Abstract

Kredibilitas sistem pendidikan nasional telah menunjukkan arah yang humanis. Pengedepanan pola pembelajaran terbuka dan inovatif menjadi ciri pendidikan saat ini. Sistem yang ditawarkan adalah memaksimalkan potensi anak sesuai dengan tingkat kecerdasannya masing-masing. Multiple intelegence merupakan pendekatan yang diharapkan mampu menjawab problematika pembelajaran di setiap sekolah. Sekolah yang mampu mengelola anak berkebutuhan khusus sehingga dapat mengembangkan potensi dirinya, ialah sekolah yang berhasil. Sekolah yang humanis mewujudkan iklim komunikasi Bahasa yang interaktif sehinga menciptakan pendidikan bebas bullying, perundungan, dan kekerasan psikologis di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pendidikan humanis, dengan memadukan formulasi pembelajaran bahasa peserta didik berbasis multiple intelegence pedagogik. Penelitian ini bersifat kualitatif eksploratif. Data dan sumber data berupa satuan verbalitas yang memiliki satuan motivasional antara pendidik dan peserta didik dalam aktivitas pembelajaran di sekolah. Observasi partisipatoris, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi merupakan tahapan pemerolehan data di lapangan. Instrumen penelitian berupa ketersediaan korpus data yang terintegrasi dengan kisi-kisi penjaring data agar memiliki validitas yang objektif. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukan bahwa 12 klasifikasi ABK dapat terintegrasi pada 8 komponen multiple intelegenge dalam perspektif pembelajaran bahasa.
Relevansi Intuisi Kebahasaan Penutur terhadap Kemampuan Berpikir Logis dan Kritis dalam Penyampaian Argumentasi Heru Pratikno; Atsani Wulansari; Kokok Purwanto
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1077

Abstract

Bahasa yang disampaikan seseorang tentu memiliki pesan tertentu. Dalam penyampaian pesan tersebut, kemampuan berbahasa perlu ditekankan. Dengan begitu, komunikasi akan berjalan dengan lancar. Tentunya, hal tersebut tidak terlepas dari intusi kebahasaan yang dimiliki seseorang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan intuisi bahasa seseorang terhadap kemampuan berpikirnya dalam menyampaikan pendapat. Selain itu, penulis ingin mengetahui sejauh mana kemampuan berpikir logis dan kritis digunakan dalam hal berinteraksi dalam kehidupan akademik dan sosial. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi melalui kondisi penutur di lapangan. Setelah itu, analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antara intuisi bahasa yang dimiliki seseorang memiliki keterkaitan dengan gagasan argumentasi yang ia sampaikan. Selanjutnya, dengan intuisi tersebut, kemampuan berpikir logis dan kritisnya akan menyebabkan komunikasi dapat berjalan dengan baik dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pembelajaran.
Tantangan dan Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Terhadap Kemampuan Berbahasa Indonesia Pada Siswa/Siswi di Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) Sekolah Wesley Malang Agustinus Ama Kii; Lis Susilawati; Nurwakhid Muliyono
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 7 No. 1 (2024): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v7i1.1078

Abstract

Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan tentang tantangan dan strategi dalam proses pembelajaran BIPA kepada para pemelajaran yang ada di Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) Sekolah Wesley Malang. Proses pembelajaran BIPA yang dinamis akan membuat para pengajar untuk terus berkreatifitas dalam menghadapi tantangan dalam proses pembelajaran. Dengan meningkatkan kualitas guru yang berkompeten, menguasai IPTEK, mampu berkomunikasi dengan baik dan efektif akan mendukung proses pembelajaran yang berinovatif, berinteraktif serta atraktif dalam pembelajaran BIPA khususnya pada siswa-siswi yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) Wesley. Dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh berdasarkan dari hasil wawancara dan observasi yang dilakukan pada siswa SD sampai SMA di SPK Sekolah Wesley. Hasil dari tantangan dan strategi dari penelitian ini akan dideskripsikan dalam pembelajaran BIPA untuk siswa-sisiwi yang menempuh pendidikan di SPK Sekolah Wesley. Para pengajar BIPA selalu menghadapi tantangan ketika melaksanakan program pembelajaran BIPA di SPK Sekolah Wesley diantaranya tidak ditemukan pemerataan dalam motivasi siswa, usia yang berbeda dan sifat dan sikap siswa-siswi yang belum dewasa. Tantangan lainnya yaitu kesulitan para pengajar BIPA untuk meyakinkan kepada orang tua siswa bahwa penting dan manfaatnya mempelajari Bahasa Indonesia. Sedangkan metode yang digunakan dalam menyelesaikan masalah diatas yaitu menyiapkan kemampuan yang lebih terhadap para pengajar secara maksimal dalam kreatifitas dan kemandirian. Para pengajar mampu mengakplikasikan pengajaran yang menyenangkan (joyfull learning) yaitu dengan pengajaran lewat proyek. Dengan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan akan membuat para pemelajar berkreasi dan menstimulasi para pemelajar itu sendiri. Selain itu dapat mengarahkan cara berpikir pemelajar dan orang tua tentang betapa penting dan bermanfaatnya mempelajari bahasa Indonesia.

Page 5 of 21 | Total Record : 206