cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jppt@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Marine Research
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 24077690     DOI : 10.14710/jmr.v9i4.28340
Core Subject : Science,
The Journal of Tropical Fisheries Management is managed by the Department of Water Resource Management, Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University aims to publish the results of basic, applied research in the scope of fisheries resources, fish stock studies, and population dynamics, fish biodiversity, fisheries technology, industrialization and fish trade, fisheries management, and fisheries development policies in the tropics, especially Indonesia. The scope of the area includes: Marine Fisheries Coastal Fisheries Inland Fisheries The focus and scope of this publication are expected to contribute thoughts for the government to strengthen the science of fisheries management
Arjuna Subject : -
Articles 687 Documents
Analisis Konsentrasi Merkuri (Hg) Pada Sampel Sedimen Di Perairan Pulau Panjang Banten Ramadhan, Rizky Ahmad; Maharani, Ni Made Sri; Ling, Maria Goreti; Fauzan, Ahmad Al; Utami, Dwi Amanda; Sasongko, Agung Setyo; Cahyadi, Ferry Dwi; Cahyarini, Sri Yudawati
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.40868

Abstract

Pulau Panjang terletak di Teluk Banten, Provinsi Banten merupakan pulau kecil yang berdekatan dengan wilayah perkotaan dan industri, antara lain industri pangan, industri minyak dan gas, industri kapal dan industri pembuatan besi. Kehidupan masyarakat di Pulau Panjang sebagian besar memiliki pekerjaan dibidang perikanan. Kegiatan antropogenik berdampak pada kondisi perairan di Pulau Panjang salah satunya pencemaran logam berat yang dapat membahayakan kehidupan disekitar wilayah Pulau Panjang. Merkuri (Hg) merupakan salah satu pencemar yang berbahaya bagi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi Hg yang terkandung dalam sampel sedimen pesisir Pulau Panjang dan penyebarannya.  Pengambilan sedimen permukaan perairan Pulau Panjang dilakukan bulan Februari 2023. Empat stasiun dan delapan titik penelitian pada setiap stasiun ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Logam berat Hg dianalisis dari setiap sampel sedimen menggunakan metode Cold Vapour Atomic Absorption Spectrometry (CVAAS). Data angin bulan Februari 2023 didapatkan dari Instansi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Maritim Serang dan sekitarnya. Hasil yang diperoleh dari analisis merkuri memperlihatkan bahwa sedimen perairan Pulau Panjang memiliki konsentrasi Hg rata-rata 285,89 µg/kg, menurut mutu ANZECC & ARMCANZ (2000) nilai tersebut masuk dalam kategori lower. Sumber Hg pada sedimen diduga berasal dari aktivitas manusia yang berada di Pulau Panjang dan penyebarannya dipengaruhi oleh faktor angin dan arus pantai yang menyebabkan konsentrasi Hg berada menjauh dari tepi pantai.Panjang Island is located in Banten Bay, Banten Province, is a small island which is close to urban and industrial areas, including the food industry, oil and gas industry, ship industry and iron making industry. Most of Panjang Island’s people are fisherman. Antrophogenic activities impact on the conditition of the waters in Panjang Island, i.e. heavy metal pollution such as Mercury (Hg) which threathen marine life around the Panjang Island area. Mercury (Hg) is a pollutant that is harmful to marine environment. This study aims to determine the concentration of Hg contained in samples of coastal sediments from Panjang Island and its distribution. Surface sediment collection from the waters of Panjang Island will be carried out in February 2023. Four stations and eight sampling point in each station were determined using a purposive sampling method. Heavy metal Hg content in coastal sediment was analyzed using the Cold Vapor Atomic Absorption Spectrometry (CVAAS) method. Wind data for February 2023 was obtained from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) at Serang Maritime Station for the region surrounding Panjang Islands. The results show that the average Hg concentration in sediments of the Panjang Island Waters is 285. 89 µg/kg, according to the quality of ANZECC & ARMCANZ (2000) this value is included in the lower category. The source of Hg in the sediments is supposed originated from human activities surrounding Panjang Island and its distribution is influenced by wind and coastal currents which cause decreasing Hg concentrations from offshore. 
Strategy Rehabilitation and Management of Mangrove Based on SWOT Analysis in Betahwalang Village Bonang, Bonang Sub-District, Demak Regency, Central Java. Rahmawati, Hanik; Pribadi, Rudhi; Santoso, Adi
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.26959

Abstract

The mangrove ecosystem in Demak District can be found one of them in Betahwalang Village, Bonang Sub District. Betahwalang Village. The management of mangrove ecosystem that is not environmentally friendly, especially in the village Betahwalang, District Bonang, Demak District This can certainly threaten the coastal area. The purpose of this study is to recommend a strategy of continuing rehabilitation and mangrove forest management in Betahwalang Village, Bonang Sub-district, Demak Regency, Central Java. This study was held in March-April 2019 in Betahwalang Village, Bonang Sub-district, Demak Regency, Central Java using descriptive method explorative. Based on the results of research obtained rehabilitation strategy and management of mangrove forest in Betahwalang Village produced 5 (five) priority is (1) active participation of the community in the efforts of mangrove rehabilitation (2) implementation Systems that are more structured for farmer groups such as the record of mangrove planting data (3) synergy between village regulations with local regulations in the efforts of mangrove rehabilitation (4) optimizing cooperation between Government and non-governmental institutions Government in the management of mangrove forests and efforts to professionals mangrove forest (5) utilization of technology and information in the management of mangrove and garbage in the area of mangrove forest. 
Analisis Vegetasi dan Struktur Kommunitas Mangrove Di Taman Nasional Karimunjawa Drajati, Fathia; Soenardjo, Nirwani; Nuraini, Ria Azizah Tri
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.40705

Abstract

Mangrove tumbuh di daerah bersalinitas dan masih terpengaruh pasang surut atau biasa disebut daerah litoral. Ekosistem mangrove di Taman Nasional Karimunjawa tumbuh di sepanjang pesisir pantai dan muara sungai. Keberadaan ekosistem mangrove  penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Kondisi Ekosistem mangrove di Taman Nasional Karimunjawa tergolong baik dan rapat.  Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi vegetasi mangrove di Taman Nasional Karimunjawa. Metode eksplorasi ialah menjelajah seluruh kawasan stasiun penelitian sehingga diharapkan mewakili kondisi keseluruhan populasi dari objek yang diteliti. Stasiun penelitian terbagi menjadi empat yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Data vegetasi dilakukan menggunakan teknik plot sampling di setiap stasiun dengan plot ukuran 10x10 m. Setiap individu kategori pohon dan anakan di dalam plot diukur keliling batang dan tingginya sementara kategori semai dihitung jumlah masing-masing jenisnya. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022. Hasil penelitian ditemukan 9 jenis mangrove 8 diantaranya ditemukan dalam plot yaitu Lumnitzera racemosa, Bruguiera gymnorizha, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, Excoecaria agallocha dan Xylocarpus granatum. Mangrove yang mendominasi lokasi penelitian ialah Rhizophora sp. Nilai Indeks Keanekaragaman tergolong kategori sedang dengan nilai keanekaragaman 0,932-1,464 dan Indeks Keseragaman tergolong kategori sedang dan tinggi dengan nilai yaitu 0,61 dan 0,88. Secara umum kondisi vegetasi magrove dalam kondisi baik.
Analisis Struktur Vegetasi Hutan Mangrove di Pesisir Tabongo Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo Djamadi, Dian Anggreini; Faqih, Ahmad; SM, Farid; Safitri, Ikraeni; Baderan, Dewi Wahyuni K.
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.42138

Abstract

Hutan mangrove merupakan hutan yang tumbuh di sepanjang pantai, di daerah pasang surut, atau di muara sungai. Struktur vegetasi mangrove memegang peranan penting bagi kehidupan baik secara fisik, ekologi dan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui jenis mangrove, (2) mengetahui Indeks Nilai Penting (INP) struktur vegetasi mangrove, (3) mebgetahui data parameter lingkungan masing-masing stasiun yang ada di Pesisir Tabongo Kecamatan Dulupi Kabupaten Boalemo. Penelitian ini dilaksanakan selama 7 bulan muli dari bulan Februari-Agustus 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode plot berpetak, ukuran plot 20x20 m untuk tingkat pohon, 10x10 m tingkat pancang, dan 5x5 m tingkat semai. Dari hasil penelitian di Pesisir Tabongo ditemukan ada 6 spesies yaitu spesies Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Bruguiera gymnorrhiza, dan Avicennia alba. Hasil perhitungan INP struktur vegetasi pada stasiun I di dominasi oleh spesies C. tagal dengan nilai INP 73,02%. Pada stasiun II di dominasi oleh spesies S. alba dengan nilai INP 98,72%. Terdapat perbedaan nilai parameter lingkungan di masing-masing stasiun. Stasiun I kelembaban berada pada nilai 68%, suhu udara 32°C, pH tanah 7 dan pH air 6,92. Stasiun II kelembaban berada pada nilai 60, suhu udara 35°C, pH tanah 7 dan pH air 7,39.   Mangrove forests area forests that grow along the coast, in tidal areas, or at river mouth. The vegetation structure of mangroves plays a crucial role in physical, ecological, and economic aspects of life. This research aimed to: (1) identify mangrove species, (2) determine the Importance Value Indeks (INP) of mangrove vegetation structure, (3) collect environmental parameter data for each station along the Tabongo Coast in Dulupi Subdistrict, Boalemo Regency. This study  was conductedover 7 month, from February to August 2023. The research method employed in this study was a survey method with a quantitative descriptive approach, data collection was done using quadrat plot method, with plot size of 20x20m for tree level, 10x10 m for sapling level, and 5x5 m seedling level. From the results on the Tabongo Coast, 6 species were found:Sonneratia alba, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Ceriops tagal, Bruguiera gymnorrhiza, and Avicennia alba. The calculation of INP for vegetation structure at station I was dominatedby C. tagal with an INP value of 73.02%. At station II, it was dominated by S. alba with an INP value 98.72%. There were differences in environmental parameter values at each station. Station I had a humidity value of 68%, air temperature of 32°C, soil pH of 7 and water pH of 6.92. Station II had a humidity valueof 60%, air temperature of 35°C, soil pH of 7 and water pH of 7,39. 
Tingkat Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) dan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) Di Pulau Mangkai Kepulauan Anambas Sinaga, Ronald Raditya Kesatria; Hanif, Andriyatno; Kurniawan, Fajar; Roni, Syofyan; Laia, Dominikus Yoeli Wilson; Hidayati, Jelita Rahma
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.38531

Abstract

Penyu adalah biota yang termasuk kategori hewan dilindungi, karena memiliki tingkat keterancaman punah yang tinggi dari faktor alami maupun antropogenik. Penyu menghabiskan hidupnya di laut lepas dan pergi ke daratan untuk bertelur pada setiap musimnya. Keberhasilan penetasan telur penyu menjadi hal yang penting sebagai upaya untuk menambah populasinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan daya tetas telur penyu hijau (Chelonia mydas) serta penyu sisik (Eretmochelys imbricata) di Pulau Mangkai Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian dilakukan pada tahun 2022 di bagian utara (Pantai Empung) dan selatan Pulau Mangkai (Pantai Pantai Suit, Pantai Skanji dan Pantai Teluk Kado). Penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan pada kondisi pantai pendaratan, jumlah sarang, jumlah telur, probabilitas dan frekuensi penyu bertelur, persentase telur menetas, hatching success dan persentase tukik hidup dan rilis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis penyu yaitu penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang melakukan pendaratan di Pulau Mangkai. Probabilitas penyu bertelur terjadi selama 8 bulan dan probabilitas tertinggi didapat pada bulan Juni (100 %). Terdapat 615 sarang semi alami dan 4 sarang alami, di mana jumlah sarang tertinggi berada pada bulan Juni dengan total 164 sarang dari jenis penyu hijau. Jumlah telur yang ditemukan sebanyak 55.916 butir dan total telur yang menetas sebanyak 48.864 telur penyu. Rata-rata persentase hatching success didapatkan sebesar 86.27%, rata-rata persentase tukik hidup dan rilis sebesar 99.2%. Total tukik hidup dan yang berhasil dirilis di Pulau Mangkai sebanyak 48.276 ekor.  Sea turtles are one of the protected biota species because they have a high level of endangerment from both natural and anthropogenic factors. Turtles spend their lives on the high seas and go ashore to lay their eggs every season. The success of hatching turtle eggs is essential to increase their population. This study analyzes the hatching success rates of green sea turtles (Chelonia mydas) and hawksbill sea turtles (Eretmochelys imbricata) on Mangkai Island, Anambas Islands Regency. The research was conducted in 2022 in the northern (Empung Beach) and southern parts of Mangkai Island (Suit Beach, Skanji Beach, and Teluk Kado Beach). The research was conducted by observing the conditions of the number of nests, the number of eggs, the probability and frequency of turtle laying eggs, the percentage of hatching eggs, hatching success, and the rate of live and released hatchlings. The results showed that two types of turtles, namely the green sea turtle (Chelonia mydas) and the hawksbill sea turtle (Eretmochelys imbricata), landed on Mangkai Island. The probability of laying eggs occurs for eight months, and the highest probability is obtained in June (100%). There were 615 semi-natural nests and 4 natural nests, where the highest number was in June, with a total of 164 nests of green sea turtles. The number of eggs found was 55,916, and 48,864 turtle eggs were hatched. The average percentage of hatching success was 86.27%, and the average percentage of live and released hatchlings was 99.2%. The total number of live and successfully released hatchlings on Mangkai Island was 48,276.
Pengaruh Perbedaan Suhu Pengeringan Terhadap Kualitas Kadar Air dan Kadar Abu Karagenan Rumput Laut Kappaphycus alvarezii Panjaitan, Kristina Venza; Suryono, Suryono; Pramesti, Rini
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.40257

Abstract

Kappaphycus alvarezii adalah jenis rumput laut dari divisi Rhodophyta penghasil kappa karaginan. Karaginan diperoleh dari metabolisme primer rumput laut K. alvarezii dan merupakan senyawa polisakarida yang mengandung sejumlah unit galaktosa. Karaginan adalah senyawa hidrokoloid yang memiliki senyawa polisakarida rantai panjang. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kualitas kadar air dan kadar abu karaginan dari rumput laut K. alvarezii dengan perbedaan suhu pengeringan. Metode penelitian yang dipergunakan merupakan metode ekperimental laboratoris dan analisis data dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan pengeringan rumput laut K. alvarezii dilakukan menggunakan oven dengan suhu 600 C dan 700 C serta pengeringan sinar matahari sebagai perlakuan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan kadar air karaginan yang diperoleh dari pengeringan dengan suhu 600 C yaitu 11,06% dan pengeringan dengan suhu 700 C yaitu 13,34%. Kadar abu yang diperoleh dari pengeringan dengan suhu 600 C yaitu 16,30% dan pengeringan dengan suhu 700 C yaitu 19%. Rendemen karaginan yang diperoleh dari perlakuan pengeringan dengan suhu 600 C yaitu 40,51% dan pengeringan dengan suhu 700 C yaitu 29,71%. Berdasarkan hasil analisis sidik ragam (Anova) diketahui bahwa tidak ada pengaruh perbedaan suhu terhadap kualiatas kadar air dan kadar abu karaginan K. alvarezii. Kappaphycus alvarezii is a type of seaweed from the Rhodophyta division that produces kappa carrageenan. Carrageenan is obtained from the primary metabolism of K. alvarezii seaweed and is a polysaccharide compound containing a number of galactose units. Carrageenan is a hydrocolloid compound that has a long chain polysaccharide compound. The purpose of this study was to determine the quality of water content and ash content of carrageenan from K. alvarezii seaweed with different drying temperatures. The research method used is a laboratory experimental method and data analysis with a completely randomized design (CRD). The treatment of drying K. alvarezii seaweed was carried out using an oven with a temperature of 600 C and 700 C and sun drying as a control treatment. The results showed that the moisture content of carrageenan obtained from drying at 600 C was 11.06% and drying at 700 C was 13.34%. The ash content obtained from 600 C drying was 16.30% and 700 C drying was 19%. The yield of carrageenan obtained from drying treatment with a temperature of 600 C is 40.51% and drying with a temperature of 700 C is 29.71%. Based on the results of analysis of variance (Anova), it is known that there is no effect of temperature differences on the quality of water content and ash content of K. alvarezii carrageenan. 
Biologi Reproduksi Ikan Selar Kuning (Selaroides leptolepis Cuvier, 1833) Di Tempat Pendaratan Ikan Kelurahan Oeba Kota Kupang Ginzel, Fanny Iriany; Kase, Alfred G.O
Journal of Marine Research Vol 13, No 2 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i2.42798

Abstract

Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Oeba merupakan salah satu fasilitas atau tempat terjadinya transaksi penjualan hasil tangkapan ikan di Kota Kupang. Hasil tangkapan nelayan didaratkan di TPI Oeba beraneka ragam jenis terdiri dari ikan pelagis kecil dan besar, ikan demersal serta hasil laut lainnya. Ikan selar kuning (Selaroides keptolepis Cuvier, 1833) merupakan salah satu jenis ikan pelagis kecil hasil tangkapan nelayan yang didaratkan di TPI Oeba Kota Kupang. Jenis ikan ini termasuk ikan ekonomis penting yang sangat diminati oleh masyarakat di Kota Kupang. Penangkapan ikan selar kuning (Selaroides keptolepis Cuvier, 1833) terjadi selama musim tangkap di sekitar pesisir pantai. Adanya penangkapan secara terus menerus kemungkinan akan berpengaruh terhadap beberapa aspek biologi reproduksi seperti ukuran dan sebaran panjang, tingkat kematangan gonad, indeks kematangan gonad dan faktor kondisi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aspek biologi reproduksi ikan selar kuning (Selaroides keptolepis Cuvier, 1833) yang didaratkan di TPI Oeba Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei pasar, dengan teknik pengambilan data dilakukan secara random sampling. Waktu penelitian dilakukan selama bulan Oktober-November. Berdasarkan analisis hubungan panjang berat, maka pola pertumbuhan ikan selar kuning (Selaroides keptolepis Cuvier, 1833) yang didaratkan di TPI Oeba bersifat allometric negatif dengan nilai b < 3. Sebaran ukuran panjang ikan selar kuning antara bulan Oktober dan November berbeda. Hasil pengamatan visual terhadap tingkat kematangan gonad terdiri dari TKG I, II dan III. Indeks kematangan gonad tertinggi pada TKG III yaitu 0,967 (ikan jantan) dan 1,012 (ikan betina). Nilai faktor kondisi ikan selar bulan Oktober-November sebesar 1. Oeba Fish Landing Site (TPI) is one of the facilities or places where fish catch sales transactions occur in Kupang City. Fishermen's catches are landed at TPI Oeba in various types consisting of small and large pelagic fish, demersal fish and other marine products. Yellowstip shad (Selaroides leptolepis Cuvier, 1833) is one of the small pelagic fish caught by fishermen landed at Oeba TPI in Kupang City. This fish species is an economically important fish that is highly demanded by the people in Kupang City. Catching yellowstrip shad (Selaroides leptolepis Cuvier, 1833) occurs during the fishing season around the coast. The existence of continuous fishing is likely to affect several aspects of reproductive biology such as size and length distribution, gonad maturity level, gonad maturity index and condition factors. The purpose of this study is to describe the reproductive biology aspects of yellowstrip shad (Selaroides leptolepis Cuvier, 1833) landed at TPI Oeba, Kupang City. The research method used was a market survey, with data collection techniques carried out by random sampling. The research time was conducted during October-November. Based on length-weight relationship analysis, the growth pattern of yellowstrip shad (Selaroides keptolepis Cuvier, 1833) landed at Oeba TPI is negative allometric with the value of b < 3. Length distribution of yellwstrip shad between October and November is different. Visual observation of gonad maturity level consisted of TKG I, II and III. The highest gonad maturity index in TKG III is 0.967 (male) and 1.012 (female). The value of the condition factor of yellowstrip shad in October-November was 1. 
Analisa Genetika Gastropoda Nudibranchia dari Pulau Panjang, Jepara Sinulingga, Wilhelmina br; Wijayanti, Diah Permata; Munasik, Munasik; Haryanti, Dwi
Journal of Marine Research Vol 13, No 3 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i3.38661

Abstract

Gastropoda Nudibranchia memiliki karakteristik insang telanjang atau insang berbulu atau tanduk di punggungnya merupakan anggota Ordo Opisthobranchia, kelompok Gastropoda terbesar dengan anggota lebih dari 3.000 species. Nudibranchia diketahui hidup di Pulau Panjang, salah satu destinasi wisata terkenal di Jepara. Pergerakannya yang lambat dan bentuknya yang menarik, dapat mengganggu keberadaannya di habitat alaminya. Penelitian mengenai Nudibranchia belum banyak dilakukan di Indonesia, termasuk analisa genetiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman genetik Nudibranchia dari Perairan Pulau Panjang. Analisa DNA dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Diponegoro, dengan metode PCR-sequencing menggunakan mtDNA-COI (cytochrome oxidase subunit I gene dari DNA mitokondrial). Primer yang digunakan pada penelitian yaitu primer forward: LCOI1490: 5'-GGTCAACAAATCATAAAGATATTGG-3 dan reverse: HCOI2198: 5'-TAAACTTCAGGGTGACC AAAAAATCA-3'. Rekonstruksi pohon filogenetik dan keragaman genetik dilakukan menggunakan software MEGA 6.06 (Analysis of the Evolution of Molecular Genetics). Hasil analisis sampel Nudibranchia berdasarkan susunan DNA mitokondria, ditemukan 2 spesies dengan 8 individu yaitu, spesies Jorunna funebris dan Chromodoris lineolata. Tingkat kesamaan (homologi) dalam analisa BLAST (Basic Local Alignment Search Tool) sebesar 98 % - 100 %. Hasil analisis filogenetik secara menyeluruh memperlihatkan pengelompokan yang terjadi berdasarkan kemiripan genetiknya.Nudibranchia gastropods have the characteristics of naked gills or hairy gills or horns on their backs and are members of the Order Opisthobranchia, the largest group of Gastropods with more than 3,000 species. Nudibranchia are known to live on Panjang Island, one of the famous tourist destinations in Jepara. Its slow movements and attractive shape can disrupt its existence in its natural habitat. Not much research has been done on Nudibranchia in Indonesia, including genetic analysis. This research aims to analyze the genetic diversity of Nudibranchia from Panjang Island waters. DNA analysis was carried out at the Diponegoro University Integrated Laboratory, using the PCR-sequencing method using mtDNA-COI (cytochrome oxidase subunit I gene from mitochondrial DNA). The primers used in the research were forward primer: LCOI1490: 5'-GGTCAACAAATCATAAAGATATTGG-3 and reverse: HCOI2198: 5'-TAAACTTCAGGGTGACCAAAAAATCA-3'. Phylogenetic tree reconstruction and genetic diversity were carried out using MEGA 6.06 (Analysis of the Evolution of Molecular Genetics) software. The results of analysis of Nudibranchia samples based on mitochondrial DNA structure found 2 species with 8 individuals, namely, Jorunna funebris and Chromodoris lineolata species. The level of similarity (homology) in BLAST (Basic Local Alignment Search Tool) analysis is 98% - 100%. The results of a comprehensive phylogenetic analysis show that grouping occurs based on genetic similarity.
Stok Karbon dan Status Kondisi Komunitas Mangrove Pulau Simuang Kepulauan Tiworo Sulawesi Tenggara Maharani, Maharani; Kharisma, Gaby Nanda; Hasidu, La Ode Abdul Fajar; Ardiansyah, Indra; Prasetya, Arif; Riska, Riska; Agusrinal, Agusrinal; Rosalina, Dwi; Ansar, Soehardiman
Journal of Marine Research Vol 12, No 4 (2023): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v12i4.41024

Abstract

Pulau Simuang merupakan salah satu pulau kecil yang ada di guguan Kepulauan Tiworo dengan potensi mangrove yang cukup besar. Sayangnya, studi mengenai status kondisi komunitas dan stok karbon mangrove di Kepulauan Tiworo masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis status kondisi komunitas mangrove, biomassa, stok karbon, dan penyerapan CO2 oleh vegetasi mangrove. Penelitian ini dilakukan di Pulau Simuang, Kepulauan Tiworo, dengan total empat stasiun penelitian. Analisis struktur komunitas mangrove menggunakan metode transek kuadrat. Garis transek dibentangkan tegak lurus dengan garis pantai. Disetiap transek diletakkan empat plot berukuran 100m2. Data yang dikoleksi berupa jenis, jumlah jenis, dan diameter batang (dbh). Analisis data dilakukan untuk menentukan kerapatan, status kondisi, biomassa, stok karbon, dan penyerapan CO2 oleh vegetasi mangrove. Hasil penelitian ini yaitu status kondisi komunitas mangrove di Pulau Simuang masih dalam kategori baik/padat (kerapatan berkisar antara 1825-2775 ind/ha2). Biomassa mangrove diperoleh berkisar antara 213,26 ton/ha2 sampai 506,24 ton/ha2. Stok karbon dan penyerapan CO2 di setiap stasiunberbanding lurus dengan data biomassanya. Stok karbon diperoleh berkisar antara 100,23 ton C/ha2 sampai 237,84 ton C/ha2. Selain itu, penyerapan CO2 oleh vegetasi mangrove berkisar antara 367,51 ton CO2/ha2 sampai 872,08 ton CO2/ha2. Meskipun kondisi mangrove masih dalam kategori baik/padat, masih terdapat sisa aktivitas penebangan mangrove di beberapa lokasi. Untuk itu diperlukan upaya perlindungan kawasan untuk menjaga fungsi ekosistem mangrove di kawasan tersebut. 
Analisis Kandungan Klorofil -a dan Kepadatan Diatom Thalassiosira sp. Dengan Penggunaan Konsentrasi Silikat yang Berbeda Cannavaro, Syahrial Varrel; Endrawati, Hadi; Setyati, Wilis Ari
Journal of Marine Research Vol 13, No 1 (2024): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v13i1.35303

Abstract

Thalassiosira sp. adalah diatom yang digunakan sebagai pakan alami bagi larva udang vanamei. Thalassiosira sp. mempunyai kandungan protein sekitar 44,5 %,karbohidrat 26,1% dan lemak 11,8% dari berat keringnya. Thalassiosira sp. adalah salah satu pakan alami yang baik karena mempunyai nilai nutrisi yang tinngi serta kandungan silika yang bagus untuk larva udang vanamei. Pertumbuhan diatom dibutuhkan media nutrisi dalam mendukung pertumbuhan plankton harus mengandung silika untuk mendukung pertumbuhan dan memperkuat cangkang sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi silikat yang tepat guna mengoptimalkan pertumbuhan kepadatan dan produksi pigmen klorofil pada Thalasiosira sp. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Mikroalga Thalassiosira sp di kultivasi dengan lima taraf perlakuan konsentrasi silikat yang berbeda yaitu 0 ppm, 12 ppm,15 ppm, 18 ppm dan 21 ppm dengan tiga ulangan. Pertumbuhan Thalasiosira sp. diamati selama 13 x 24 jam kemudian dipanen untuk perhitungan biomassanya. Biomassa basah hasil kultivasi diekstraksi menggunakan pelarut aseton PA. Ekstrak aseton Thalassiosira sp. kemudian dianalisis kandungan pigmen klorofilnya dengan spektrofotometri. Hasil densitas tertinggi terdapat pada konsentrasi (15 ppm) Kandungan Klorofil Thalassiosira sp. tertinggi diproduksi pada konsentrasi (15 ppm) yaitu 184 µg/mL. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi silikat berpengaruh secara signifikan terhadap kandungan klorofil Thalassiosira sp. Thalassiosira sp is a diatom that is used as natural food for vanamei shrimp larvae. Thalassiosira sp. It has a protein content of about 44.5%, carbohydrates 26.1% and fat 11.8% of its dry weight. Thalassiosira sp. is one of the good natural feeds because it has high nutritional value and good silica content for vanamei shrimp larvae. The growth of diatoms requires a nutrient medium to support the growth of plankton. It must contain silica to support growth and strengthen cell shells. This study aims to determine the appropriate concentration of silicate in order to optimize the growth of density and production of chlorophyll pigment in Thalasiosira sp. The method used is a laboratory experiment using a completely randomized design. The microalgae Thalasiosira sp was cultivated with five different levels of silicate concentration treatment, namely 0 ppm, 12 ppm, 15 ppm, 18 ppm and 21 ppm with three replications. Growth of Thalasiosira sp. observed for 13 x 24 hours and then harvested for biomass calculation. The wet biomass from the cultivation was extracted using acetone PA as a solvent. Thalasiosira sp. acetone extract. then analyzed the content of chlorophyll pigment by spectrophotometry. The highest density results were found at the concentration (15 ppm) of the Chlorophyll content of Thalassiosira sp. The highest was produced at a concentration (15 ppm) which was 184 g/mL. Based on the results of the study, it can be concluded that the salinity treatment had a significant effect on the chlorophyll content of Thalasiosira sp.