cover
Contact Name
Fajar Ari Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd.
Contact Email
jendela-olahraga@upgris.ac.id
Phone
+6285726821718
Journal Mail Official
jendela-olahraga@upgris.ac.id
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jendela Olahraga
ISSN : 25279580     EISSN : 25797662     DOI : https://doi.org/10.26877/jo.vxxix
Core Subject :
Focus and Scope Jendela Olahraga particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of sport areas as follows: 1. Physical Education 2. Sports Tourism 3. Sport Coaching 4. Physical Activities 5. Sports Biomechanics 6. Sports Pedagogy 7. Sports Physiology 8. Sports Psychology 9. Traditional Sports
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Shooting dalam Permainan Sepak Bola Melalui Metode Alat Bantu pada Siswa Kelas VIII SMP Iwazaro Buulolo; Ignasius Ivan Kurnia Ndruru; Imanuddin Siregar
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Hasil Belajar Shooting Dalam Permainan Sepak bola Melalui Metode Alat Bantu Pada Siswa Kelas VIII SMP Madani Marindal I Medan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni 2025. Subjek penerima tindakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa siswi kelas VIII SMP Swasta Madani Marindal I yang berjumlah 20 siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. hasil dari siklus I dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dari 20 orang terdapat sebelas 11 siswa memperoleh (58,82%) yang telah mencapai tingkat ketuntasan belajar, sementara 9 orang siswa memperoleh (41,18%) dengan kategori belum ketuntasan. Nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus I ini mencapai 74,26%. Dari data belajar pada siklus II yang dapat terlihat kemampuan siswa dalam melakukan shooting dalam permainan sepak bola secara klasikal sudah meningkat. Dari dua puluh 20  orang siswa, terdapat delapan belas 18 siswa memperoleh hasil (88,23%) dengan kategori mencapai tuntas, sementara 2 orang siswa memperoleh (11,77%) dengan kategori belum mencapai ketuntasan belajar, Dalam siklus II ini proses belajar mengajar berjalan dengan baik jika dibandingkan dengan siklus I, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil Hasil Belajar Shooting Dalam Permainan Sepakbola Melalui Metode Alat Bantu Pada Siswa SMP Swasta Madani Marindal mengalami peningkatan belajar shooting.
Efektivitas Latihan Zig-zag Run dan Shuttle Run Terhadap Kelincahan Driblling Atlet Sepak Bola SSB Rajekwesi Fase Fundamental M. Choirul Rizal; Olivia Dwi Cahyani; Wahyu Setia Kuscahyaning Putri
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i3.445

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana latihan lari bolak-balik (shuttle run) dan lari zig-zag (zig-zag run) mempengaruhi kelincahan menggiring bola (dribbling agility) pemain sepak bola SSB Rajekwesi Ngumpakdalem. Penelitian ini menggunakan desain pretest-posttest satu kelompok dengan metodologi pra-eksperimental. Populasi penelitian terdiri dari 30 atlet SSB Rajekwesi Ngumpakdalem pada fase fundamental, dan semuanya berfungsi sebagai sampel penelitian. Tes menggiring bola zig-zag digunakan untuk mengumpulkan data baik sebelum maupun setelah perlakuan (pretest dan posttest). Rejim pelatihan, yang meliputi lari bolak-balik dan lari zig-zag, dilakukan tiga kali seminggu selama dua belas minggu. Hasil pretest dan posttest berbeda secara signifikan, menurut analisis data menggunakan uji-t sampel berpasangan. Peningkatan keterampilan menggiring bola ditunjukkan oleh perbedaan rata-rata 1,85 detik antara waktu pretest dan posttest, yang masing-masing adalah 14,39 dan 12,54 detik. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa kelincahan menggiring bola para pemain sepak bola SSB Rajekwesi Ngumpakdalem meningkat pesat berkat aktivitas lari zig-zag dan lari bolak-balik. Untuk mendapatkan hasil yang lebih menyeluruh, disarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan lebih banyak alat ukur, termasuk tes kelincahan lainnya selain tes menggiring bola zig-zag.
Pengaruh Permainan Bola Kecil Terhadap Peningkatan Keterampilan Motorik Kasar pada Siswa Sekolah Dasar Muhamad Ilham Taufik; Azhar Ramadhana Sonjaya; Z Arifin
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.450

Abstract

Kemampuan motorik kasar siswa sekolah dasar yang masih rendah jadi masalah besar dalam pembelajaran pendidikan Jasmani. Ini karena aktivitas fisik mereka berkurang, ditambah kebiasaan utama gadget yang membuat anak jarang melakukan latihan gerakan sederhana seperti lari, lompat, lempar, atau tangkap bola. Penelitian ini mau lihat seberapa besar dampak permainan bola kecil buat naikin skill motorik kasar anak SD. Metodenya kuantitatif pake desain pre-eksperimen one-group pretest-posttest. Sampelnya 20 siswa usia 7-9 tahun dari SDN 4 Karangmulya, dipilih purposive sampling. Alat tesnya TGMD-2 (Test of Gross Motor Development-2) yang mengukur kemampuan lokomotor sama kontrol objek. Data diolah melalui statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk membuat normalitas, ditambah uji t sampel berpasangan. Hasilnya, skor rata-rata naik dari 58,90 pada pretest menjadi 86,20 pada posttest, dengan p-value < 0,001 jelas ada peningkatan yang signifikan. Ternyata permainan bola kecil dapat bantu meningkatkan koordinasi mata-tangan, keseimbangan, kelincahan, dan kontrol objek siswa. Sehingga permainan ini bisa menjadi cara belajar yang asik sekaligus efektif untuk mengoptimalkan perkembangan motorik kasar anak SD. Penelitian lanjutan sebaiknya pakai desain eksperimen lengkap dengan kelompok kontrol, sampel lebih banyak, serta mengeksplorasi dampak permainan bola kecil pada hal-hal lain seperti kondisi fisik dan semangat belajar anak didik.
Pengaruh Latihan Pro Agility dan 20-Yard Square Drill terhadap Peningkatan Kelincahan Atlet Bola Voli Putri Aditia Safitri; Febri Wijaya
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan pro agility drill dan 20-yard square drill terhadap kelincahan atlet bola voli putri SMK Negeri 1 Puring. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen menggunakan two grup pretest-posttest design. Subjek penelitian berjumlah 30 orang. Sampel yang dipilih menggunakan total sampling. Instrumen tes untuk mengukur kelincahan adalah t-test agility. Penelitian ini menggunakan uji deskriptif untuk menggambarkan nilai minimal, maksimal, dan rata-rata, uji normalitas menggunakan Shapiro Wilk, uji pengaruh menggunakan T-Test dan uji efektifitas. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) latihan menggunakan metode pro agility drill dan 20 yard square drill memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kelincahan atlet bola voli (p<0.05), (2) Ada perbedaan pengaruh antara metode pro agility drill dan 20-yard square drill (p<0.05),  (3) Latihan 20-yard square drill lebih efektif meningkatkan kelincahan sebesar 13.35% dari pada latihan pro agility drill sebesar 12.12%.  Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini ialah, model latihan pro agility drill dan 20-yard square drill memiliki pengaruh terhadap peningkatan kelincahan, namun 20-yard square drill memiliki tingkat pengaruh yang lebih yang lebih baik dibandingkan latihan pro agility drill.
Pengaruh Permainan Snake Train dan Zig Zag Run Terhadap Minat Siswa Rani Dwi Puji Astuti; Muh. Isna Nurdin Wibisana; Tubagus Herlambang
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.464

Abstract

Penelitian yang di latar belakangi oleh rendahnya minat siswa dalam pembelajaran kebugaran jasmani pada pembelajaran pjok di SMP N 6 Semarang, akibat metode kurang menarik sehingga diperlukan inovasi melalui permainan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak permainan Snake Train dan Zig Zag Run terhadap minat siswa dalam pembelajaran kebugaran fisik serta untuk mengetahui permainan yang lebih efektif dalam meningkatkan minat siswa di SMP N 6 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode eksperimen menggunakan desain dua kelompok pretest dan posttest. Sampel yang terdiri 64 siswa dengan kelompok snake train dan kelompok zig zag run. Hasil analisis deskriptif penelitian permainan snake train menunjukan nilai rata-rata dari 43,09 pada pretest menjadi 43,81 pada posttest, sementara dari permainan zig zag run nilai rata-rata 43, 09 pada pretest menjadi 46,22 pada posttest. Dari hasil uji normalitas dan homogenitas berdistribusi normal dengan nilai sig lebih besar dari 0,05. Uji hipotesis menggunakan paired sampel t-test nilai menunjukan 0,000 < 0,05. Hasil nilai permainan zig zag run lebih efektif dan nilai tingkat minat anak lebih tinggi dibandingkan permainan snake train, Hasil penelitian mengindikasikan bahwa Zig Zag Run bisa menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan ketertarikan siswa dalam belajar PJOK. Peneliti selanjutnya disarankan untuk membuat permainan yang berbeda serta mengeksplorasi aspek belajar yang lebih mendalam.
Analisis Tingkat Kebugaran Jasmani dan Indeks Massa Tubuh Atlet Renang Usia 9-13 Tahun Lilik Sudali; Osa Maliki; Galih Dwi Pradipta
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.472

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebugaran dan status gizi atlet renang di Java Swimming Club Kota Semarang berusia 9 hingga 13 tahun berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT). Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif, menggunakan sampel purposive dari 20 atlet. Data dikumpulkan melalui tes kebugaran seperti pacer, sit and reach, sit up, squat thrust, dan IMT. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, yang mencakup mean dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atlet memiliki tingkat kebugaran jasmani yang baik hingga sangat baik, dengan nilai mean 2,85. Menurut IMT, mayoritas atlet memiliki status gizi normal sebesar 70%, 15% dianggap kurus, dan 15% dianggap kelebihan berat badan. Hasilnya menunjukkan bahwa kondisi fisik atlet umumnya mendukung latihan. Hasil ilmiah ini menunjukkan bahwa pengelolaan gizi dan program latihan memainkan peran penting dalam mendukung kebugaran jasmani. Akibatnya, untuk mengoptimalkan pembinaan atlet usia dini, diperlukan pemantauan kebugaran dan status gizi secara berkala. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain longitudinal dengan lebih banyak sampel dan menggabungkan faktor lain seperti pola latihan dan asupan nutrisi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif tentang perkembangan kebugaran jasmani atlet
Pengaruh Latihan Fartlek Terhadap Peningkatan Lari 1.500 Meter Club Non-Community Run Kesowo Tatalegowo; Tubagus Herlambang; Zainul Aziz
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i3.507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi atlet Club Non-Community Run Kabupaten Rembang setelah melakukan latihan fartlek dalam hal meningkatkan kecepatan lari 1500 meter. Model penelitian berupa quasi eksperimen berbentuk one group pretest-posttest design dengan pendekatan kuantitatif. Terdapat 9 atlet yang menjadi sampel penelitian yang dipilih melalui purposive sampling. Data diambil sesudah dan sebelum melakukan latihan fartlek setiap minggu sebanyak dua sampai tiga kali dalam durasi waktu 4 minggu dengan jarak tes lari 1.500 meter. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis dengan melibatkan Paired Samples T-Test, normalitas bermetodekan Shapiro-Walk, dan uji deskriptif. Berdasarkan analisis dan uji data diperoleh waktu tempuh lari reratanya menurun setelah latihan keangka 345 detik yang semula 354 detik. Kemudian nilai signifikansi dari hasil uji statistik tidak melebihi p (0,05) yakni senilai 0,003. Hal ini merepresentasikan adanya ketidaksamaan sesudah dan sebelum latihan secara signifikan. Dengan demikian, dijumpai adanya kecepatan lari atlet Club Non-Community Run Kabupaten Rembang jarak 1.500 meter meningkat secara signifikan. Adapun saran bagi penelitian berikutnya yaitu menambah kelompok kontrol dan subjek sampel agar data yang dihasilkan lebih komprehensif.
Pengaruh Latihan Circuit Training Terhadap Kecepatan Tendangan Sabit Anggota PSHT Rayon Somalangu Kebumen Muhammad Firdan Danisa; Khafid Irkham
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.510

Abstract

Kecepatan tendangan sabit memegang peranan penting dalam menentukan keberhasilan serangan di dalam pertandingan. Latihan circuit training diyakini mampu menjadi salah satu metode yang dapat meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh latihan circuit training terhadap kecepatan tendangan sabit pada anggota Pencak Silat PSHT Rayon Somalangu Kebumen. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan instrumen tes keterampilan, melibatkan sembilan atlet putra sabuk putih sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa penerapan latihan circuit training berhasil meningkatkan kemampuan kecepatan tendangan sabit anggota. Nilai rata-rata meningkat dari 18,44 pada pengukuran awal menjadi 21,22 pada pengukuran akhir, mencerminkan peningkatan sebesar 2,78 poin. Nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,000, berada di bawah ambang batas 0,05, yang mengindikasikan adanya pengaruh positif dan signifikan dari latihan circuit training terhadap kecepatan tendangan sabit. Temuan ini menunjukkan bahwa circuit training dapat dijadikan sebagai alternatif metode latihan yang efektif dalam meningkatkan performa teknik atlet pencak silat, khususnya pada aspek kecepatan tendangan.
Perbandingan Pengaruh Latihan Ball Feeling dan Agility terhadap Kemampuan Dribbling Atlet Futsal U-13 Satria Lorenz Muhyidin; Khafid Irkham
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.550

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya keterampilan dribbling pada atlet futsal usia 13 tahun di Satria Lorenz Futsal Academy. Kondisi tersebut terlihat dari penguasaan bola yang belum stabil, kontrol yang kurang baik saat menggiring, serta terbatasnya variasi latihan yang secara khusus melatih kemampuan dribbling. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh latihan ball feeling dan agility terhadap peningkatan kemampuan dribbling, sekaligus membandingkan efektivitas kedua metode tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment melalui model Two-Group Pretest–Posttest Design. Sampel penelitian terdiri dari 34 atlet yang dibagi ke dalam dua kelompok, masing-masing 17 orang. Kelompok pertama diberikan latihan ball feeling, sedangkan kelompok kedua menjalani latihan agility. Instrumen yang digunakan berupa tes dribbling zig-zag dengan pengukuran waktu tempuh dalam detik. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov dan uji Paired Sample t-Test pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan dribbling. Peningkatan pada kelompok ball feeling sebesar 1,46471 detik, sedangkan kelompok agility mencapai 2,22353 detik. Dengan demikian, kedua metode efektif, namun latihan agility menunjukkan hasil yang lebih optimal sehingga disarankan untuk dikombinasikan dalam program latihan.
Implementasi Small-Sided Games untuk Meningkatkan Keterampilan Dribbling Futsal: Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa MTs Salafiyah Syafi’iyah Imam Barizi; Yogi Ferdy Irawan
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dribbling futsal melalui penerapan metode Small-Sided Games (SSG) pada peserta didik MTs Salafiyah Syafi’iyah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler futsal. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan perhitungan rata-rata dan persentase ketuntasan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan dribbling secara signifikan, ditunjukkan oleh rata-rata nilai siswa yang meningkat dari 59,1 pada pra-observasi menjadi 69,2 pada Siklus I dan 82 pada Siklus II. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 25% menjadi 60% dan mencapai 100% pada Siklus II. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator keterampilan, yaitu kontrol bola, kecepatan menggiring, perubahan arah, dan kemampuan mempertahankan bola. Dengan demikian, metode SSG terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dribbling siswa secara komprehensif dan berkelanjutan.