cover
Contact Name
Fajar Ari Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd.
Contact Email
jendela-olahraga@upgris.ac.id
Phone
+6285726821718
Journal Mail Official
jendela-olahraga@upgris.ac.id
Editorial Address
Universitas PGRI Semarang, Semarang, Indonesia
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jendela Olahraga
ISSN : 25279580     EISSN : 25797662     DOI : https://doi.org/10.26877/jo.vxxix
Core Subject :
Focus and Scope Jendela Olahraga particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of sport areas as follows: 1. Physical Education 2. Sports Tourism 3. Sport Coaching 4. Physical Activities 5. Sports Biomechanics 6. Sports Pedagogy 7. Sports Physiology 8. Sports Psychology 9. Traditional Sports
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Efektivitas Tutor Sebaya terhadap Keterampilan Roll Depan dan Roll Belakang Senam Lantai: Kajian Literatur Muh Nurfalaq Faqih AM; Jeane Betty Kurnia Jusuf
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 01 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i1.313

Abstract

Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis efektivitas metode tutor sebaya dalam meningkatkan keterampilan roll depan dan roll belakang pada pembelajaran senam lantai. Jenis penelitian yang digunakan adalah systematic literature review terhadap artikel-artikel hasil penelitian yang dipublikasikan pada jurnal nasional dan internasional periode 2015–2025. Penelusuran artikel dilakukan melalui Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan portal jurnal pendidikan jasmani dengan kata kunci “tutor sebaya”, “peer tutoring”, “senam lantai”, “roll depan”, dan “roll belakang”. Proses seleksi mengikuti alur PRISMA, meliputi tahap identifikasi, penyaringan judul dan abstrak, penilaian kelayakan naskah lengkap, serta penilaian kualitas artikel. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria inklusi dan kualitas untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan tutor sebaya dan peer teaching secara konsisten meningkatkan ketuntasan belajar keterampilan roll depan dan roll belakang, dengan kenaikan ketuntasan hingga di atas 80% pada sebagian besar penelitian. Selain itu, tutor sebaya berkontribusi terhadap peningkatan keberanian, keaktifan, dan kepercayaan diri siswa dalam melakukan gerak senam lantai. Model pembelajaran lain seperti kooperatif STAD, media interaktif, dan game-based learning juga terbukti meningkatkan hasil belajar, tetapi peran tutor sebaya tidak selalu diuraikan secara eksplisit. Kajian ini menyimpulkan bahwa tutor sebaya merupakan pendekatan yang menjanjikan untuk meningkatkan keterampilan roll depan dan roll belakang, sekaligus mendukung pembentukan sikap positif dalam pembelajaran senam lantai.
Pengaruh Pembelajaran Gamifikasi terhadap Peningkatan VO₂Max dan Kelincahan Siswa SMA Muhammad Chairul Mu’minin; Jeane Betty Kurnia Jusuf
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 01 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i1.316

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran berbasis gamifikasi terhadap peningkatan kapasitas aerobik (VO₂ max) dan kelincahan siswa sekolah menengah atas. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya tingkat partisipasi dan motivasi siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, yang berdampak pada belum optimalnya perkembangan kebugaran jasmani. Gamifikasi dipandang sebagai pendekatan pedagogis inovatif yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa melalui penyediaan elemen permainan seperti poin, tantangan, level, dan sistem penghargaan. Penelitian ini menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan sampel 36 siswa kelas XII SMA Negeri 1 Loa Janan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran VO₂ max dengan Multi-Stage Fitness Test dan kelincahan dengan Illinois Agility Run. Analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada kedua variabel. Nilai rata-rata VO₂ max meningkat dari 31.42 ml/kg/min menjadi 36.88 ml/kg/min (t = 13.47; p < 0.001), sedangkan waktu kelincahan menurun dari 19.84 detik menjadi 17.92 detik (t = –13.42; p < 0.001). Effect size yang sangat besar pada kedua variabel mengindikasikan bahwa intervensi memberikan pengaruh substantif terhadap kebugaran jasmani siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa gamifikasi tidak hanya efektif meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga mampu menghasilkan peningkatan performa fisik yang terukur. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan inovasi pembelajaran pendidikan jasmani serta rekomendasi praktis bagi guru untuk mengintegrasikan gamifikasi secara lebih sistematis dalam proses pembelajaran.
Analisis IMT Siswa Kelas 8 SMPN 12 Semarang terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Aldo Ferdian Ilham; Bertika Kusuma Prastiwi; Dian Ayu Zahraini; Yulia Ratimiasih
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.320

Abstract

Asupan gizi seimbang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta kemampuan belajar siswa di sekolah. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah menghadirkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) bagi peserta didik dari jenjang dasar hingga menengah agar memperoleh asupan yang memadai selama kegiatan belajar. Penelitian ini di bertujuan untuk memberikan gambaran empiris mengenai kondisi status gizi siswa melalui analisis Indeks Massa Tubuh (IMT) pada siswa kelas 8. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei cross-sectional untuk menganalisis kondisi gizi siswa kelas 8 SMPN 12 Semarang menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada 271 siswa. Berdasarkan klasifikasi standar WHO, hasil menunjukkan 74,16% siswa berkategori normal, 4,05% kurus, 17,34% gemuk, dan 4,42% obesitas. Secara keseluruhan, temuan ini menunjukan bahwa program MBG berpotensi menjaga kondisi gizi siswa dan mendukung pembelajaran.  Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain yang lebih komprehensif untuk mengkaji pengaruh program MBG terhadap perubahan status gizi siswa secara lebih mendalam.
Hubungan Pengetahuan Teoretis dengan Keterampilan Dasar Sepak Bola pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga Muhammad Sihab; Agusti Satria Wibowo; Muh. Irzal Sultan; Asrul
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.325

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan teori sepak bola dengan keterampilan dasar sepak bola pada responden (N=65). Desain penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan pengukuran kedua variabel dalam tiga kategori, yakni baik (kode 1), cukup (kode 2), dan kurang (kode 3). Data pengetahuan teori dan keterampilan dasar dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan tabulasi silang, kemudian diuji hubungannya menggunakan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan teori kategori baik sebanyak 52 orang (80,0%) dan keterampilan dasar kategori baik sebanyak 51 orang (78,5%). Tabulasi silang memperlihatkan dominasi kombinasi pengetahuan baik–keterampilan baik (46 orang; 70,8%) serta kecenderungan bahwa responden dengan pengetahuan kurang lebih banyak berada pada keterampilan kurang (4 orang; 6,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan teori sepak bola dan keterampilan dasar sepak bola (χ² (4)=46,02; p<0,001), dengan kekuatan asosiasi yang tergolong kuat (Cramer’s V=0,595). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan teori berasosiasi dengan peningkatan keterampilan dasar, sehingga pembelajaran sepak bola perlu mengintegrasikan penguatan aspek kognitif dan latihan teknik secara sistematis.
Manajemen Stress dan Spiritual Well-Being Atlet Pencak Silat Pada Musim Kompetisi Yuzbaa Wulandari; Yati Ruhayati; Septian Williyanto
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i3.330

Abstract

Pencak silat merupakan olahraga tradisional yang juga berorientasi pada prestasi. Atlet pencak silat menghadapi tekanan fisik dan mental yang tinggi selama musim kompetisi, sehingga kemampuan mengelola stres serta memiliki spiritual well-being yang baik sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen stres dan spiritual well-being pada atlet pencak silat selama musim kompetisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Subjek penelitian berjumlah 94 atlet pencak silat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Perceived Stress Scale (PSS) dan Spiritual Well-Being Scale (SWBS). Analisis data meliputi statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat spiritual well-being atlet berada pada kategori tinggi, sedangkan tingkat stres berada pada kategori sedang. Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan namun lemah antara manajemen stres dan spiritual well-being (r = 0,215; p = 0,038). Temuan ini mengindikasikan bahwa stres kompetitif dalam kadar tertentu dapat berperan sebagai eustress yang mendukung penguatan aspek spiritual atlet. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembinaan mental dan spiritual dalam program latihan atlet guna meningkatkan ketahanan psikologis selama kompetisi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan variabel lain seperti dukungan sosial, strategi koping, dan pengalaman bertanding agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Teknik Dasar Shooting Sepak Bola Melalui Model Problem Based Learning Pada Siswa Mts Al-Manar Tembung Yusuf Hasan Amin Nauli Dalimunthe; Lukman Nasution; Abdul Latif Rusdi
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 01 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i1.341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar teknik dasar shooting dalam permainan sepak bola melalui penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas IX 2 MTS Al Manar Tembung. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus meliputi tahap: orientasi pada masalah, pengorganisasian siswa, pendampingan dalam investigasi, pengembangan dan presentasi solusi, serta refleksi dan evaluasi. Instrumen penelitian terdiri atas: tes hasil belajar, lembar observasi aktivitas guru, dan lembar observasi partisipasi siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari Siklus I ke Siklus II: Ketuntasan klasikal meningkat dari 50% (Siklus I) menjadi 88,23% (Siklus II). Meskipun ketuntasan secara klasikal sudah melampaui ambang batas KKM (85%), terdapat tiga siswa yang belum mencapai ketuntasan individu. Berdasarkan hasil ini, tidak diperlukan dilanjutkan ke Siklus III. Namun, guru perlu melakukan tindakan tindak lanjut berupa motivasi tambahan, penguatan materi, serta remedial bagi siswa yang belum tuntas, lewat tugas terarah dan pengulangan teknik shooting di pertemuan selanjutnya hingga semua siswa mencapai nilai KKM.
Analisis Keterampilan Teknik Dribbling dan Kontrol Bola dalam Permainan Sepak Bola pada Siswa SMK Methodist Tanjung Morawa Ronald Ignatius Zai; Muhammad Badrun Siregar; Arief Rahman
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 01 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i1.343

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya penguasaan teknik dasar sepak bola, terutama dribbling dan kontrol bola, pada siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak bola di SMK Methodist Tanjung Morawa. Keterampilan dasar tersebut sangat penting karena menjadi fondasi utama dalam permainan sepak bola yang efektif, namun kenyataannya banyak siswa yang belum mampu menampilkan teknik dasar dengan baik sehingga berdampak pada performa dan pencapaian prestasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui sejauh mana pengaruh latihan teknik dasar sepak bola terhadap peningkatan keterampilan dribbling dan kontrol bola siswa, serta menilai efektivitas program latihan yang dirancang secara sistematis dalam konteks pembinaan olahraga di sekolah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain pre-test dan post-test, di mana siswa diberikan tes awal keterampilan dribbling dan kontrol bola, kemudian mengikuti program latihan yang disusun secara terstruktur, dan selanjutnya dilakukan tes akhir untuk melihat perbandingan hasil sebelum dan sesudah perlakuan. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan dasar sepak bola dapat ditingkatkan secara efektif melalui latihan yang konsisten, terarah, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik, sehingga berkontribusi pada pengembangan pembelajaran olahraga di sekolah sekaligus memperkuat pembinaan prestasi olahraga pelajar.
Peningkatan Kelenturan Tubuh Pada Pembelajaran Senam Lantai Roll Depan Melalui Media Pembelajaran Pada Siswa X MA Al-Ittihadiyah Medan Muhammad Husri; Epi Supriyani Siregar; Alwi Fahruzy Nasution
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 01 (2026): Januari 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i1.344

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalan melakukan kelenturan tubuh senam lantai roll depan melalui media pembelajaran  siswa X MA Al-Ittihadiyah Medan, Adapun metode penelitian pada skripsi ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 4 (empat) siklus. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dan guru penjas di MA Al-Ittihadiyah Medan  Dari hasil pengamatan tentang partisipasi siswa siswa dapat meningkatkan kemampuan kelenturan tubuh roll depan senam lantai dapat dilihat dari perbandingan tes awal siswa yang mempunyai kemampuan roll depan pada senam lantai adalah 8 siswa (25%)  nilai tertinggi 88 dan terendah 55 rata-rata kelas 66,68, siklus 1 kemampuan siswa dalam melakukan gerakan roll depan 14 siswa (43,76%) dengan nilai rata rata 72,87 nilai terendah 66 dan nilai tertinggi 100, sedangkan siklus II ada perkembangan siswa dimana siswa yang mampu melkukan roll depan pada senam lantai dari 14 siswa menjadi 25 siswa (78,12%) dengan nilai rata rata 79,87 Nilai Tertinggi 100 dan terendah 66, kemudian pada siklus III peningkatan terjadi semakin banyak siswa yang tuntas dari 32 siswa yang tuntas atau berkemampuan roll depan senam lantai menjadi 30 siswa (93,75% dengan nilai rata rata 85,12 dengan nilai tertinggi 100 dan terendah 66 dan bisa dikatakan sudah mencapai ketuntasan, maka untuk mencapai ketuntasan keseluruhan peneliti membuat siklus ke-4 yaitu diperoleh nilai akhir dari penilaian dua kolaborator sebesar 89,01. Dengan skor tertinggi siswa 100 dan skor terendah siswa 77, maka dari hasil yang dapat kita lihat pembelajaran roll kedepan sudah tuntas dengan 100%. Atau dengan kata lain sudah melampaui KKM dari pada kelas X MA Al-Ittihadiyah Medan.
Konstruksi Identitas Gender dan Femininitas pada Atlet Tarung Perempuan: Narrative Literature Review Ahmad Rithaudin; Heru Nugroho; Budiawan Budiawan
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.384

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menyajikan hasil analisis dan sintesis terhadap penelitian yang membahas mengenai performativitas gender, tubuh dan negosiasi femininitas pada atlet tarung perempuan. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah narrative literature review. Metode ini digunakan untuk menganalisis secara kualitatif hasil-hasil penelitian yang terkait dengan tema yang dikaji. Delapan artikel terpilih untuk dianalisis setelah melalui proses identifikasi, penyaringan dan seleksi sesuai dengan tema yang ditentukan, kemudian  dianalisis berdasar pada hubungan, kesamaan dan perbedaan hasil serta implikasinya. Berdasar pada analisis yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa olahraga tarung yang diikuti oleh para petarung perempuan merupakan arena kultural yang mempengaruhi produksi dan negosiasi gender secara nyata. Konstruksi gender yang bersifat esensialis ditantang melalui ruang performativitas yang tampilkan oleh tubuh atlet tarung perempuan. Demikian pula halnya dengan femininitas yang ditampilkan melalui representasi media, praktik tubuh dan relasi sosial dinegosiasikan secara strategis. Sehingga berdasar pada hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penelitian narrative literature review mengenai gender dan femininitas akan  berkontribusi secara teoritis dalam pengembangan penelitian pada dunia olahraga dan secara khusus pada olahraga tarung di Indonesia. 
Pengaruh Metode Komando dan Latihan Otot Untuk Meningkatkan Kemampuan Forehand dan Backhand Tenis Meja pada Siswa SMK Yoligami Hulu; Epi Supriyani Siregar; Imanuddin Siregar; Ignasius Ivan Kurnia Ndruru
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 02 (2026): April 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i2.425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode komando dan latihan otot terhadap peningkatan kemampuan pukulan forehand dan backhand tenis meja pada siswa SMK Madani Marindal I Medan T.A 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen faktorial 2×2. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah  35 orang. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI yang dibagi dalam kelompok perlakuan. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan forehand dan backhand yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor yang signifikan antara pretest dan posttest. Pada kelompok yang menggunakan metode komando, nilai rata-rata pretest sebesar 62,4 meningkat menjadi 78,6 pada posttest. Pada kelompok dengan latihan otot, rata-rata pretest 61,8 meningkat menjadi 80,2 pada posttest. Sementara itu, kelompok kombinasi metode komando dan latihan otot menunjukkan hasil terbaik, dengan rata-rata pretest 63,1 meningkat menjadi 85,7 pada posttest. Uji ANAVA dua jalur menunjukkan nilai signifikansi < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh baik dari metode pembelajaran maupun latihan otot, serta adanya interaksi antara keduanya. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa kombinasi metode komando dan latihan otot terbukti paling efektif meningkatkan keterampilan tenis meja, khususnya pukulan forehand dan backhand. Peningkatan nilai posttest yang lebih tinggi dibandingkan kelompok perlakuan tunggal memperkuat bahwa integrasi instruksi langsung dengan latihan fisik terstruktur mampu mempercepat penguasaan teknik dasar tenis meja.