cover
Contact Name
Adang Cahya
Contact Email
adangcahya21@gmail.com
Phone
+6285722623536
Journal Mail Official
lppm@ikopin.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Koperasi Indonesia Gedung Graha Bustanil Arifin Lt.1 Kampus Ikopin Kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor, Sumedang, Indonesia
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
ISSN : 27223485     EISSN : 27763803     DOI : https://doi.org/10.32670
Core Subject :
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas E-ISSN: 2776-3803 dan P-ISSN: 2722-3485 adalah jurnal ilmiah pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Koperasi Indonesia, yang diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari dan Agustus. Tujuan Jurnal E-Coops Day adalah mendesiminasikan langkah-langkah kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Pembentukan Komunitas Peduli Sampah untuk pengelolaan Sampah Berkelanjutan di Jatinangor Sumedang Ahmad Subagyo; Agus Nugraha; Fitriana Dewi Sumaryana
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan Jatinangor sebagai kawasan pendidikan tinggi berdampak pada peningkatan signifikan volume sampah rumah tangga, kos mahasiswa, dan aktivitas komersial di sekitarnya, sementara kapasitas pengelolaan yang ada masih terbatas. Situasi ini diperparah oleh keterbatasan fasilitas pembuangan akhir, praktik pembakaran sampah, serta belum menguatnya kelembagaan komunitas lingkungan di sekitar kampus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membentuk komunitas peduli sampah di lingkungan Ikopin University Jatinangor melalui rangkaian sosialisasi, pelatihan manajemen komunitas, dan pendampingan penyusunan program kerja komunitas. Metode yang digunakan meliputi pemetaan awal aktor dan kondisi pengelolaan sampah, penyampaian materi sosialisasi mengenai isu persampahan dan ekonomi sirkular, pelatihan pengorganisasian dan tata kelola komunitas, serta lokakarya perumusan struktur organisasi dan rencana kerja komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya komunitas peduli sampah yang merepresentasikan sivitas akademika dan perwakilan masyarakat sekitar, dilengkapi rumusan visi–misi, struktur pengurus, serta rencana kerja tahunan yang mencakup edukasi, pemilahan sampah di sumber, pengembangan bank sampah kampus, dan kemitraan dengan koperasi maupun UMKM pengolah sampah. Peningkatan pengetahuan dan sikap peserta terhadap pengelolaan sampah teridentifikasi melalui perbandingan hasil uji sebelum dan sesudah pelatihan, serta melalui testimoni yang menegaskan pergeseran cara pandang terhadap sampah sebagai sumber daya bernilai ekonomi. Program ini menunjukkan bahwa penguatan kapasitas komunitas berbasis kampus dapat berkontribusi pada perbaikan praktik pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular lokal, dan pencapaian SDGs 11 dan 12.
Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Profesional Melalui Pelatihan Keterampilan Kompetensi Barista Asep Saepudin; Afnan Hulwah; Andien Puteri; Hani Novianti Zahra; Seviana Sabillah; Sofia Azzahra
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan barista bertujuan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di industri kopi, yang merupakan salah satu sektor unggulan dalam era ekonomi kreatif. Alasan utama pelatihan ini adalah untuk menjawab kebutuhan akan tenaga kerja profesional di tengah pertumbuhan konsumsi kopi sejak tahun 2018, dan meningkatnya jumlah kedai kopi di Indonesia. Berdasarkan survei awal sekitar 60% responden pelaku usaha barista di kota Bandung belum menerima pelatihan formal, yang berdampak pada rendahnya standar kualitas layanan dan produk. Pelatihan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Profesional Melalui Pelatihan Keterampilan Kompetensi Barista di lakukan di Kota Bandung dengan sasaran para tenaga profesional usaha kopi barista. Materi yang disampaikan berkaitan dengan jenis kopi, cara membuat, dan juga interaksi dengan pelanggan. Kegiatan pelatihan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi: perencanaan kurikulum berbasis standar kualifikasi kompetensi nasional Indonesia (SKKNI), pelaksanaan pelatihan yang melibatkan teori dan praktik keterampilan barista, serta evaluasi kinerja peserta berdasarkan standar nasional. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan peserta dalam pembuatan kopi serta kemampuan memberikan layanan profesional. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil mendukung pengembangan sumber daya manusia di industri kopi, meningkatkan daya saing tenaga kerja, dan berkontribusi pada pertumbuhan industri.
Literasi Perkoperasian Pada Masyarakat Dalam Rangka Pembentukan Pra Koperasi di Desa Karang Bungur Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang Lely Savitri Dewi; Dilla Mardiah Nur Fazri; Mellyta Sri Rahayu; Riannita Sopia Munggarani; Irsyad Naufal Gani; Moch Arif Alpapa; Laviany Fitri Yasmin
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Ikopin University secara periodik setiap tahun menyelenggarakan kegiatan Praktik Lapang di berbagai tempat yang telah ditentukan. Salah satu program tahun 2025 ini bertempat di kabupaten Sumedang tepatnya di Desa Karangbungur, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang dilakukan Program membangun Pra-Koperasi di desa. Melalui Praktik Lapang ini diharapkan mahasiswa dapat membentuk Pra atau bahkan Koperasi di masyarakat terutama di desa-desa. Selain itu juga mahasiswa diperkenalkan secara langsung dengan kondisi yang ada di masyarakat dengan berbagai masalah dan potensi yang ada di dalamnya. Berdasarkan segenap masalah dan potensi yang ditemukan di masyarakat, mahasiswa dituntut untuk mencari pemecahan dan mengembangkan potensinya. Praktik Lapang pun menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk membangun dan mengembangkan Pra-Koperasi yang merupakan soko guru perekonomian nasional. Untuk melaksanakan program tersebut tentunya diperlukan literasi kepada masyarakat desa untuk memperkenalkan Koperasi sebagai tahap awal dilakukan penyebaran kuesioner, ceramah dan diskusi yang komprehensif. Hasil dari literasi diperoleh gambaran bahwa terdapat respons positif dari masyarakat desa tentang rencana pembentukan pra koperasi ini dengan bentuk koperasi pemasaran untuk menunjang potensi ekonomi masyarakat yang berprofesi sebagai produsen makanan.
Sosialisasi Pra Koperasi di Desa Bangbayang Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang Rosti Setiawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pra Koperasi merupakan suatu tahapan persiapan sebelum suatu kelompok orang atau badan usaha resmi mejadi koperasi yang berbadan hukum. Di dalam tahap ini dibutuhkan berbagai kegiatan dalam memantapkan aspek kelembagaan, administrasi, organisasi, peningkatan kinerja, akuntansi serta permodalan. Yang bertujuan untuk dapat memastikan bahwa kelompok atau badan usaha tersebut memenuhi syarat dan siap menjadi badan usaha yang berbentuk koperasi. Pra koperasi merupakan masa transisi yang sangat krusial bagi calon koperasi untuk dapat memastikan bahwa mereka itu memiliki dasar yang kuat sebelum beroperasi secara resmi menjadi suatu koperasi yang kokoh dan kuat. Koperasi merupakan bentuk badan usaha yang bernggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi yang tujuannya mensejahterakan anggotanya. Koperasi yang berbadan hukum akan lebih mudah memberi kepercayaan kepada masyarakat yang berasaskan kekeluargaan. Sosialisasi Pra Koperasi bagi anggota masyarakat di Desa Bangbayang Kecamatan Situraja Kabupaten Sumedang bertujuan agar mereka yang sudah berkelompok dalam memperbaiki kehidupannya dari sisi ekonomi dan sosial agar lebih sejahtera dapat terwadahi dalam suatu badan usaha yang berbentuk Koperasi. Oleh karena itu masyarakat desa perlu diberi pemahaman tentang perkoperasian, bagaimana berkoperasi dan memahami apa yang menjadi hak dan kewajiban sebagai anggota koperasi yang memiliki tujuan untuk mensejahterakan kehidupan anggotanya.
Sosialisasi dan Penyuluhan Pra Koperasi dalam Upaya Meningkatkan Ekonomi Desa Melalui Koperasi di Desa Banyuasih Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang Nanang Sobarna; Fadya Prayusniar; Nurul Azizah; Kikin Hidayatullah; Mira Mira; Karsidi Karsidi
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi merupakan instrumen strategis dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, namun pemahaman dan partisipasi masyarakat di Desa Banyuasih, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi masyarakat dalam tahap pra koperasi sebagai fondasi pembentukan koperasi yang sehat dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, simulasi pembentukan koperasi, diskusi kelompok, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan melibatkan peserta dari berbagai unsur masyarakat desa. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 40% menjadi 85%, serta terbentuknya kelompok kerja pra koperasi yang aktif menyusun draft anggaran dasar dan anggaran rumah tangga koperasi. Selain itu, motivasi masyarakat untuk berwirausaha melalui koperasi meningkat signifikan. Dampak kegiatan ini membuktikan efektivitas sosialisasi dan penyuluhan pra koperasi dalam meningkatkan literasi koperasi dan menjadi modal sosial penting dalam pengembangan ekonomi desa. Rekomendasi lanjutan adalah pendampingan berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan pembentukan koperasi dan pengembangan usaha bersama.
Penyuluhan Pra Koperasi di Desa Babakan Asem Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang Jawa Barat Wahyudin Wahyudin
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah sedang berusaha meningkatkan kesejahteraan rakyatnya melalui berbagai upaya pembangunan di segala bidang, salah satunya yaitu dengan dibentuknya 80.000 koperasi desa merah putih (KDMP) di seluruh tanah air. Namun tidak hanya asal dibentuk di setiap desa koperasi ini ada hal yang lebih penting lagi yaitu masalah sumber daya manusianya. Sehingga kalau dikelola oleh SDM yang handal maka tujuan pendirian koperasi ini lebih mudah dalam mencapai tujuannya. Salah satu upaya peningkatan SDM koperasi adalah dengan adanya penyuluhan perkoperasin. Di beberapa daerah sudah mulai adanya penyuluhan dan pelatihan dalam pengelolaan koperasi desa merah putih, hal ini bagus dan perlu dilakukan untuk menyongsong berdirinya koperasi desa merah putih. Jangan sampai pengurus dan pengelola yang sudah dibentuk kebingungan dalam menjalankan manajemen dan usaha koperasi desa merah putih.
Pelatihan Pra Koperasi pada Desa Jingkang, Tanjungmedar, Sumedang Dadan Hamdani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelatihan Pra Koperasi di Desa Jingkang, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang, bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mendirikan serta mengelola koperasi secara mandiri. Kegiatan ini dilatarbelakangi rendahnya pengetahuan masyarakat tentang tata kelola koperasi, padahal potensi ekonomi desa sangat mendukung pengembangan usaha kolektif. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan tatap muka, simulasi, dan evaluasi hasil belajar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terkait prinsip koperasi, tata kelola, serta penyusunan administrasi dasar koperasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi pembentukan koperasi desa yang berkelanjutan. Selain itu, pelatihan ini memperkuat jejaring sosial dan membantu masyarakat memahami pentingnya peran koperasi dalam pemberdayaan ekonomi. Namun demikian, tantangan seperti kebutuhan pendampingan lanjutan dan keterbatasan modal awal masih menjadi kendala utama. Secara umum, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan masyarakat Desa Jingkang dalam membentuk dan mengelola koperasi.
Pelatihan Persiapan Pendirian Koperasi Desa Merah Putih Cikareo Selatan Kabupaten Sumedang Evan Firdaus
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan ekonomi masyarakat desa membutuhkan kelembagaan yang mampu menjawab tantangan akses terhadap modal, pemasaran, dan teknologi. Koperasi Desa sebagai organisasi ekonomi berbasis nilai kebersamaan dan demokrasi ekonomi menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan warga secara kolektif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan oleh Universitas Koperasi Indonesia (IKOPIN University) di Desa Cikareo Selatan, Kabupaten Sumedang, dengan fokus pada pelatihan persiapan pendirian Koperasi Desa Merah Putih. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang koperasi desa, mempersiapkan legalitas kelembagaan, serta merangsang partisipasi aktif warga dalam membangun usaha bersama. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-kolaboratif, melibatkan warga sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan pelatihan. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan materi koperasi (nilai, prinsip, prosedur pendirian, dan simulasi pembentukan), serta pembentukan tim inisiator koperasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman warga tentang koperasi, tumbuhnya semangat kolektif, serta terbentuknya struktur awal kelembagaan koperasi yang legal dan siap beroperasi. Namun demikian, kegiatan juga menemukan sejumlah tantangan seperti rendahnya literasi koperasi, keterbatasan modal, keterampilan manajerial, serta ketergantungan pada pihak eksternal. Kegiatan pelatihan ini membuktikan bahwa pendirian koperasi desa sangat potensial dilakukan dengan pendekatan berbasis edukasi dan partisipasi. Saran diberikan agar masyarakat menjaga komitmen bersama, pemerintah desa mendukung keberlanjutan koperasi melalui kebijakan dan sinergi kelembagaan, serta diperlukan pendampingan profesional dan adopsi teknologi digital agar koperasi mampu berkembang secara berkelanjutan.
Pendampingan Peserta Praktik Lapang Dalam Pembentukan Pra-Koperasi di Kabupaten Sumedang Jawa Barat Iwan Mulyana
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada mahasiswa peserta praktik lapang dalam mendirikan organisasi pra-koperasi di dua desa di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, yaitu Desa Panyindangan (Kelompok 2) dan Desa Nagrak (Kelompok 4). Latar belakang kegiatan ini adalah pentingnya penguatan kelembagaan ekonomi masyarakat melalui koperasi berbasis potensi lokal. Pendampingan dilakukan dalam dua bentuk, yaitu pendampingan langsung (offline) dengan membekali mahasiswa mengenai tahapan pembentukan koperasi, serta pendampingan daring (online) berupa konsultasi teknis selama proses pembentukan pra-koperasi di masing-masing desa. Metode kegiatan melibatkan pendekatan partisipatif, sosialisasi langsung, diskusi kelompok, dan simulasi musyawarah koperasi. Hasilnya, dua pra-koperasi berhasil dibentuk, lengkap dengan struktur organisasi dan rencana usaha awal. Kegiatan ini juga meningkatkan literasi perkoperasian masyarakat desa serta kapasitas mahasiswa sebagai agen pemberdayaan masyarakat.
Pembekalan Pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kecamatan Astana Anyar Kota Bandung Ami Purnamawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 6 No 2 (2025): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instruksi Presiden Indonesia No 9 Tahun 2025 Tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Merah Putih Desa/Kelurahan di Indonesia bertujuan untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan berkelanjutan dengan membentuk 80.000 Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Kota Bandung yang memiliki 30 kecamatan dan 151 kelurahan harus membentuk koperasi Kelurahan Merah Putih sesuai dengan Inpres tersebut. Leading sector dalam pembentukan KopKel Merah Putih ini adalah Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kota Bandung. Salah satu tahapan persiapan pembentukan koperasi dilakukan pembekalan kepada para tokoh masyarakat, pengurus organisasi kelurahan dan calon pengurus, anggota dan pengawas koperasi di setiap kelurahan. Dengan jadwal yang ketat dari 19 – 21 Mei 2025, Penulis ditugaskan untuk memberikan Pembekalan di Kecamatan Astana Anyar yang dilaksanakan di enam kantor kelurahan yaitu, Cibadak, Pelindunghewan, Karasak, Panjunan, Nyengseret, dan Astana Anyar. Acara Pembekalan dilanjutkan dengan pembentukan koperasi dan penandatanganan para pengurus dan pengawas yang terpilih untuk pengajuan Badan Hukum Koperasi. Materi pembekalan diarahkan pada pemahaman dasar tentang koperasi yaitu tentang Jati Diri koperasi yang terdiri dari definisi koperasi, nilai koperasi dan prinsip koperasi. Jati diri koperasi penting dipahami dan diimplementasikan karena pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih dianggap sebagai bentuk gerakan top down yaitu dari pemerintah ke masyarakat. Padahal sejatinya pembentukan koperasi adalah dari kesadaran masyarakat untuk membentuk badan usaha untuk pemberdayaan ekonomi mereka (bottom up).

Page 7 of 15 | Total Record : 148