cover
Contact Name
Adang Cahya
Contact Email
adangcahya21@gmail.com
Phone
+6285722623536
Journal Mail Official
lppm@ikopin.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Koperasi Indonesia Gedung Graha Bustanil Arifin Lt.1 Kampus Ikopin Kawasan Pendidikan Tinggi Jatinangor, Sumedang, Indonesia
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas
ISSN : 27223485     EISSN : 27763803     DOI : https://doi.org/10.32670
Core Subject :
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas E-ISSN: 2776-3803 dan P-ISSN: 2722-3485 adalah jurnal ilmiah pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Koperasi Indonesia, yang diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu setiap bulan Februari dan Agustus. Tujuan Jurnal E-Coops Day adalah mendesiminasikan langkah-langkah kegiatan pengabdian yang dilaksanakan dalam bentuk Pelatihan, Sosialisasi dan Bimbingan Teknis.
Arjuna Subject : -
Articles 148 Documents
Pelatihan Parenting Untuk Meningkatkan Keterampilan Mengasuh Anak di Era Digital (Studi pada Kegiatan Pelatihan Orang Tua Anak Kober Arafah Kota Bandung) Asep Saepudin; Hasan Tafsir Maulana; Gumilar Fauzi Darsono; Hanifah Rachmadanti; Ani Rindiani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 2 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengasuh anak semakin kompleks, terutama di era digital, dengan banyaknya permasalahan terkait dampak teknologi terhadap perkembangan anak. Oleh karena itu, pelatihan parenting di era digital menjadi penting untuk diterapkan, tulisan ini adalah untuk menggali pentingnya pelatihan parenting di era digital dan bagaimana pelatihan tersebut dapat meningkatkan keterampilan orang tua di Kober Arafah dalam mengasuh anak-anak di era digital. Tujuan tulisan ini untuk mengevaluasi proses penyelenggaraan Pelatihan Parenting Pengasuhan Anak di Era Digital. Peserta pelatihan adalah orang tua yang memiliki anak usia dini di Kober Arafah. Hasil pelatihan menunjukkan perubahan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak di era digital. Skor post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan skor pre-test, yang berarti menunjukkan efektivitas pelatihan tersebut. Dapat disimpulkan pelatihan parenting di era digital memiliki peran penting dalam meningkatkan keterampilan orang tua dalam mengasuh anak-anak di era digital, membantu mereka menghadapi tantangan dan menjaga keamanan serta kesejahteraan anak-anak mereka di dunia digital yang semakin kompleks.
Pelatihan Kepatuhan Koperasi Terhadap Penyelenggaraan Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (Bagi Pengurus dan Pengawas Koperasi di Provinsi Jawa Barat Dengan Klasifikasi Koperasi Simpan Pinjam dan Koperasi yang Memiliki Unit Usaha Simpan Pinjam) Dandan Irawan
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 4 No 2 (2023): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Jasa Keuangan (UU PPSK) adalah ikhtiar Pemerintah dan DPR untuk memajukan kesejahteraan umum dengan melakukan reformasi sektor keuangan Indonesia. Kompromi untuk Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) terbagi atas closed loop di mana KSP dan USP diawasi Kemenkop dan tentunya internal koperasi dan opened loop untuk KSP dan diberi waktu transisi dua tahun untuk menjadi Koperasi Jasa Keuangan yang diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tulisan ini merekomendasikan pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha simpan pinjam koperasi lebih cocok diberikan kepada Pemerintah dengan alasan konteks pengembangan koperasi, demokrasi, inklusif sosial, budaya lokal, sejarah, regulasi dan mempertimbangkan lesson learned pengalaman negara lain dalam mengembangkan koperasi. Sedangkan pengaturan dan pengawasan usaha jasa keuangan oleh koperasi lebih cocok diawasi oleh OJK dengan alasan koperasi jasa keuangan dapat menghimpun dana masyarakat dan untuk melindungi konsumen pengguna jasa keuangan. RUU PPSK ini memuat jumlah pasal hal-hal yang teknis yang seharusnya cukup diatur dalam PP. RUU PPSK perlu mengakomodasi suara dan aspirasi gerakan koperasi yang ditujukan untuk mendorong tumbuhnya lembaga penunjang yang dibutuhkan KSP/USP dan Koperasi Jasa Keuangan. Metode Pelatihan dilaksanakan dengan metode partisipatif yang memungkinkan peserta berinteraksi secara langsung dengan para pelatih/instruktur.
Pemantauan Dan Evaluasi Terhadap Rancangan Peraturan Daerah Terkait Pemberdayaan Koperasi di DPD RI Provinsi Jawa Barat Suarny Amran
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus menjamin kepastian hukum bagi masyarakat dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui fungsi pemantauan dan evaluasi terhadap Ranperda dan Perda Perkoperasian yang dilaksanakan oleh Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI berdasarkan hasil Rapat Pleno pada tanggal 24 September 2025, disepakati mengenai 2 (dua) tema pemantauan Ranperda dan Perda yang dilaksanakan tanggal 2 - 21 Oktober 2025 untuk Jawa Barat, dengan tema Pemantauan dan Diskusi Perkembangan Pemberdayaan Koperasi, melalui dialog interaktif dengan Gerakan koperasi, Diskuk Jabar, Diskuk Kota Bandung dan Bulog Jabar. Hal ini terkait dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Petunjuk Pelaksanaan Menteri Koperasi melalui, Surat Edaran Menteri Koperasi No. 1 Tahun 2025: tentang Tata Cara Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, yang memang memberi arah kebijakan, tetapi kedudukannya sebagai beleidsregel (bukan peraturan perundang-undangan) menimbulkan keterbatasan daya ikat dan kepastian hukum. Karenanya perlu disusun Perpres atau Peraturan Pemerintah agar dapat menjadi dasar hak dan kewajiban 'serta payung hukum dalam penyusunan Peraturan Daerah. Sebagai paying hukum regulasi ini sangat penting, dan Perda perlu didorong pembentukannya. Berdasarkan kompleksitas permasalahan.di atas, peran Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) RI menjadi sangat .strategis. Sesuai amanat Pasal 249 ayat (1) huruf j UU No. 17 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 13 Tahun 2019, BULD DPD RI memiliki kewenangan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap Ranperda maupun Perda. Kewenangan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen strategis untuk mencegah disharmoni regulasi dan memperkuat kualitas legislasi daerah, serta memastikan bahwa 'Perda sebagai legislasi daerah, serta memastikan bahwa 'Perda hadir sebagai instrumen pembangunan yang berpihak pada kepentingan rakyat. dengan mengedepankan prinsip partisipatif aspiratif, dan substantif, pemantauan.
Pelatihan Ekosistem Koperasi Sebagai Strategi Penguatan Ekonomi Rakyat Indra Fahmi
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya literasi manajerial, lemahnya jejaring usaha, serta keterbatasan adopsi digital pada sebagian koperasi di Indonesia. Di tengah tantangan globalisasi dan ekonomi digital, koperasi tidak dapat lagi berdiri sendiri, melainkan perlu membangun ekosistem usaha yang saling terhubung dengan berbagai pemangku kepentingan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kapasitas pengurus serta pengawas koperasi dalam membangun ekosistem koperasi yang berkelanjutan melalui kegiatan pelatihan. Kegiatan dilaksanakan pada 29 Oktober 2025 di Pusdiklat Koperasi & UKM DKI Jakarta dengan melibatkan 120 peserta yang terdiri atas pengurus dan pengawas pengelola koperasi. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang meliputi tahapan persiapan, pelaksanaan pelatihan, pendampingan awal, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai konsep ekosistem koperasi, meningkatnya kesadaran akan pentingnya kolaborasi multipihak dan digitalisasi, serta tersusunnya rancangan awal rencana tindak lanjut penguatan jejaring usaha koperasi. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan koperasi peserta dalam membangun kemitraan dan meningkatkan daya saing usaha. Ke depan, diperlukan pendampingan berkelanjutan dan penguatan dukungan kebijakan agar ekosistem koperasi dapat berkembang secara optimal.
Penguatan Peran Pendamping Koperasi Merah Putih Melalui Konsultasi Manajemen Koperasi Berbasis Kinerja dan Tata Kelola Nanik Risnawati
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendamping Koperasi Merah Putih memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kinerja, tata kelola, dan keberlanjutan koperasi di tingkat lokal. Namun demikian, efektivitas pendampingan sering kali terkendala oleh keterbatasan kapasitas pendamping dalam melakukan konsultasi manajemen koperasi yang sistematis, berbasis data, dan berorientasi solusi. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kompetensi pendamping koperasi dalam menjalankan fungsi konsultatif, khususnya dalam mengidentifikasi permasalahan manajerial, menganalisis akar masalah, serta merumuskan rekomendasi perbaikan yang aplikatif sesuai dengan karakteristik koperasi. Pendekatan pelatihan mengintegrasikan konsep manajemen koperasi modern, prinsip tata kelola koperasi yang baik (good cooperative governance), serta praktik konsultasi manajemen yang adaptif terhadap dinamika koperasi dan anggota. Materi pelatihan disampaikan melalui metode partisipatif, meliputi pemaparan konseptual, studi kasus koperasi, dan diskusi kelompok. Dengan pendekatan tersebut, peserta tidak hanya memahami aspek teoritis, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan analitis dan komunikatif yang dibutuhkan dalam proses pendampingan. Hasil yang diharapkan dari pelatihan ini adalah meningkatnya kapasitas pendamping Koperasi Merah Putih dalam memberikan layanan konsultasi manajemen yang efektif, terstruktur, dan berorientasi pada peningkatan kinerja koperasi. Pelatihan ini diharapkan dapat berkontribusi pada penguatan peran pendamping sebagai mitra strategis koperasi dalam mendorong transformasi kelembagaan, peningkatan daya saing usaha, serta keberlanjutan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.
Pendampingan Kepada Pengurus Koperasi tentang Penyusunan Peraturan tentang Prinsip Mengenali Anggota Pengguna Jasa Koperasi Lely Savitri Dewi
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka meningkatkan kapasitas kelembagaan koperasi sekaligus mendukung kelengkapan administrasi perizinan Usaha Simpan Pinjam Koperasi , khususnya dalam pemenuhan Dokumen Prinsip Mengenali Pengguna Jasa pada Koperasi serta memperdalam wawasan pengurus di bidang kelembagaan organisasi koperasi serta manajemen keanggotaan koperasi , Dinas Koperasi Usaha Kecil Propinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Universitas Koperasi Indonesia menyelenggarakan pendampingan bagi pengurus koperasi se Jawa Barat dengan focus kegiatan dalam penyusunan peraturan tentang Pengguna Jasa Koperasi yang bertempat di jalan Sukarno Hatta no 705 Kota Bandung pada tanggal 23 November 2025 jam 11.00 WIB sampai selesai. Salah satu materi yang diberikan adalah tentang prinsip pengenalan anggota sebagai pengguna jasa koperasi serta materi tentang partisipasi anggota dengan tujuan agar para pengurus koperasi dapat lebih dalam memahami hak dan kewajiban anggota dalam kedudukannya sebagai pemilik dan pengguna sebagai dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan di koperasi masing-masing diantaranya yaitu peraturan tentang pengenalan nasabah atau disingkat KYC/ Know your Customer.
Pelatihan Implementasi Sistem Informasi Manajemen Dalam Mendukung Pengambilan Keputusan di Koperasi Dandan Irawan
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem Informasi Manajemen (SIM) sangat penting bagi koperasi untuk meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data keuangan, dan transparansi, yang berujung pada peningkatan kepercayaan anggota. SIM mempermudah pencatatan transaksi secara real-time, mempercepat penyusunan laporan, dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat. Beberapa poin pentingnya SIM bagi koperasi, yaitu (1) peningkatan efisiensi operasional, di mana SIM mengotomatisasi proses bisnis dan manajemen data, mengurangi pekerjaan manual, dan meningkatkan kecepatan layanan kepada anggota; (2) akurasi dan transparansi data, di mana SIM meminimalisir risiko kesalahan manusia (human error) dalam pencatatan transaksi, sehingga menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan; (3) pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, di mana SIM menyediakan data real-time dan analisis kinerja yang membantu pengurus mengambil keputusan strategis dengan lebih cepat; (4) meningkatkan kepercayaan anggota, di mana SIM dapat memberikan kualitas layanan yang membaik dan kemudahan audit meningkatkan transparansi, yang pada akhirnya meningkatkan kepercayaan anggota terhadap pengelolaan koperasi dan (5) pengelolaan keuangan yang lebih baik, di mana SIM mempermudah pelacakan simpanan, pinjaman, dan transaksi lainnya secara sistematis. Dengan demikian, Penerapan sistem informasi manajemen (SIM) dalam pengambilan keputusan bagi koperasi ialah dalam upaya meningkatkan efisiensi, transparansi, dan pengambilan keputusan melalui pengolahan data, pelaporan keuangan yang akurat, pengelolaan anggota yang lebih baik, serta meminimalisir kesalahan manusia, yang semuanya mendukung pertumbuhan dan daya saing koperasi di era digital. SIM membantu koperasi mengelola data operasional dan keuangan secara real-time, memastikan akuntabilitas, dan menyajikan informasi penting bagi manajemen dan anggota untuk strategi pengembangan koperasi.
Kepemimpinan dan Komunikasi yang Efektif pada Koperasi-Koperasi Baru Kota Cilegon Provinsi Banten Ami Purnamawati; Yuanita Indriani
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Koperasi sebagai badan usaha membutuhkan seluruh sumber daya manusianya memahami dan mengimplementasikan visi, misi dan tujuan serta target kerja koperasi. Berkoperasi adalah membangun kerjasama dalam tim yang memiliki tujuan yang konkrit yaitu berjuang bersama untuk menyejahterakan anggota. Oleh karena itu menggerakkan partisipasi aktif seluruh anggota merupakan kunci utama dan menuntut kesadaran penuh para SDM koperasi. Keberhasilan koperasi tidak dapat bergantung hanya kepada pengurus sebagai pimpinan koperasi namun pada peran nyata semua personilnya. Untuk itu penting membangun sinergi antara mereka yaitu pengurus, pengawas, manajer, karyawan dan anggotanya. Anggota dapat terlibat aktif dalam memberikan saran dan masukan untuk perbaikan koperasi di mana anggota memerankan dirinya sebagai pemilik (owner); dan tidak kalah penting adalah pengurus membangun kohesivitas usaha koperasi dengan kebutuhan anggota agar anggota dapat berpartisipasi sebagai pengguna (users). Dengan tujuan memberikan pemahaman lebih kepada para pengurus koperasi baru, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Kota Cilegon memiliki program bagi para pengurus koperasi-koperasi yang baru terbentuk. Program pelatihan ditujukan agar sumberdaya manusia koperasi mampu mengoperasionalkan lembaga, keuangan dan usaha koperasi sesuai dengan jati diri koperasi; dengan demikian materi yang disampaikan berkaitan dengan Jati Diri Koperasi, Partispasi Anggota, Komunikasi dan Kepemimpinan serta Model Bisnis Canvas. Antusiasme peserta untuk mengikuti pelatihan terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan saat pelatihan, masa rehat maupun sesudah waktu pelatihan selesai.
Bimbingan Teknis Akuntansi untuk Pendamping Koperasi Produsen Penerima Dana Hibah Program ICARE Iwan Mulyana
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) merupakan program pemberdayaan yang menempatkan koperasi produsen sebagai aktor utama dalam pengelolaan sumber daya pertanian secara terpadu dari hulu hingga hilir. Pemberian dana hibah dalam program ICARE menuntut kapasitas tata kelola dan akuntansi koperasi yang memadai agar pengelolaan dana dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan regulasi. Namun, pada praktiknya, pendamping koperasi masih menghadapi keterbatasan pemahaman terkait kebijakan akuntansi koperasi, penyusunan laporan keuangan, serta pencatatan dana hibah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pendamping koperasi produsen melalui bimbingan teknis akuntansi yang berorientasi pada penerapan standar akuntansi koperasi dan pengelolaan dana hibah program ICARE. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi kebijakan akuntansi koperasi, pelatihan teknis penyusunan laporan keuangan, studi kasus, simulasi pencatatan transaksi hibah, serta diskusi interaktif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pendamping koperasi terhadap struktur laporan keuangan koperasi, kebijakan akuntansi dana hibah, serta kemampuan melakukan pendampingan teknis kepada koperasi produsen. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran pendamping koperasi dalam mendukung tata kelola keuangan koperasi produsen yang profesional dan berkelanjutan.
Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan Koperasi Bagi & Akuntansi Hibah Bagi Pendamping Program I-CARE Balai Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Barat En Wahyuningsih
E-Coops-Day : Jurnal Ilmiah Abdimas Vol 7 No 1 (2026): E-Coops-Day: Jurnal Ilmiah Abdimas
Publisher : LPPM Universitas Koperasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) merupakan lembaga strategis di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berperan dalam percepatan modernisasi dan transformasi teknologi sektor pertanian. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelaksanaan Program Integrated Corporation of Agricultural Resource Empowerment (I-CARE), hasil kolaborasi Kementerian Pertanian RI dengan World Bank, yang bertujuan memperkuat rantai nilai pertanian berkelanjutan dan kelembagaan petani berbasis korporasi kawasan. Dalam mendukung tujuan tersebut, BRMP menyelenggarakan bimbingan teknis perkoperasian yang berfokus pada penyusunan laporan keuangan koperasi dan pencatatan dana hibah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP). Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama dua hari dengan total 16 jam pelatihan, bekerja sama dengan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Koperasi Indonesia, serta diikuti oleh ASN penyuluh pertanian. Metode pelatihan meliputi pemaparan konsep teoritis pada hari pertama dan praktik langsung penyusunan laporan keuangan serta pencatatan hibah pada hari kedua, dengan pendampingan intensif oleh narasumber yang berkompeten di bidang akuntansi koperasi. Materi utama mencakup pemahaman persamaan Dasar Akuntansi, Unsur Laporan Keuangan, Pengaruh Transaksi Terhadap Persamaan Akuntansi, dan Perlakuan Akuntansi Hibah mengacu pada SAK EP, PSAK, dan IAS 20. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pemahaman terhadap persamaan Dasar Akuntansi menjadi fondasi penting dalam penyusunan laporan keuangan koperasi yang akuntabel dan transparan. Selain itu, pemahaman yang tepat mengenai pengakuan, pencatatan, dan penyajian dana hibah diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kelembagaan koperasi petani dalam mengelola bantuan secara profesional. Dengan demikian, bimbingan teknis ini mendukung peran BRMP dalam memperkuat kelembagaan petani dan mendorong modernisasi pertanian melalui pendekatan kawasan yang terintegrasi.

Page 5 of 15 | Total Record : 148