cover
Contact Name
Dr. Dinar Pratama
Contact Email
dinar@iainsasbabel.ac.id
Phone
+6285266038611
Journal Mail Official
sustainablejurnal@gmail.com
Editorial Address
sustainablejurnal@gmail.com
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Sustainable
ISSN : -     EISSN : 26550695     DOI : https://doi.org/10.32923
Core Subject :
This journal publishes original articles on the latest issues and trends occurring in educational evaluations, program evaluations, learning assessments, educational supervision, teacher performance and competencies, strategic studies on improving the quality of school and college. Moreover, this journal also covers the issues concerned with environmental education.
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
Research Trends in Problem Based Learning in Middle School (1998-2023): A Bibliometric Review Christina Monika Samosir; Ilham Muhammad; Febrinna Marchy; Elmawati Elmawati
Sustainable Vol. 6 No. 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3237

Abstract

Problem-based learning is a learning model that uses real-life problems that require authentic investigations to construct knowledge actively and collaboratively. The aim of this study was to capture the research landscape related to problem-based learning applied to students at the middle school level from 1998 to 2023. A descriptive bibliometric analysis method was used in this study. The data obtained was taken from the Scopus database. The results of the study show that publications related to problem-based learning, especially in middle schools, go up and down every year. Publications in 2003 have been cited more than any other year. The United States of America is the most influential country in this field. publications in journals related to problem-based learning research applied to middle school students are mostly at the Q1 rank, namely 45 journals. The research focus is divided into 3 namely, 1) knowledge, skills and development; 2) effect, self-efficacy, achievement and effectiveness; 3) middle school students, environment and abilities. These three research focuses can be used as a reference for future researchers to determine the focus of their research related to problem-based learning
Guru VS Media Sosial: Kontradiksi Peran Guru di Era Global Wasis Suprapto; Gustin Gustin; Dodik Kariadi
Sustainable Vol. 6 No. 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3339

Abstract

Peran guru kini tengah diuji seiring dengan maju dan perkembangnya sosial media. Sosial media yang menawarkan beragam kemudahan justru disalahgunakan oleh siswa dengan mengakses situs negatif. Hal ini diperkuat dengan munculnya persoalan moral seperti tawuran, seks bebas, narkoba, bahkan contek masal oleh siswa. Menyikapi hal ini, tahun 2010 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional mencetuskan pendidikan karakter dan budaya bangsa sebagai upaya menekan degradasi moral. Tujuan penelitian ini agar ada refrensi untuk menciptakan sinergitas antar elemen baik pelajar, guru, orang tua, masyarakat, serta dinas pendidikan. Kondisi ini perlu dilakukan agar peran guru sebagai katalitasor nilai tidak tergerus oleh sosial media. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur yang bersumber dari artikel hasil penelitian, buku teks, website dan referensi relevan lainnya. Hasil penelitian dari kajian literatur ini mengungkapkan beberapa hal, pertama guru memegang peranan yang sangat strategis sebagai katalisator pendidikan yang menjadi tumpuan utama kemajuan sebuah bangsan; kedua, guru sebagai bagian dari masyarakat telah menjadikan media sosial sebagai sarana komunikasi dan hiburan; ketiga, keberadaan media sosial ibarat dua mata pisau yang membawa dampak positif dan negatif baik bagi guru dan dunia pendidikan; dan keempat, dipelukannya sinergisitas antara guru, orang tua siswa, masyarakat, teman bermain dan media sosial agar terwujudnya pembelajaran yang bekualitas. Jadi guru sebagai tolok ukur sebuah pendidikan memegang peranan yang sangat penting ditengah kehidupan modern yang telah mengalami perubahan signifikan akibat pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sistem Pembelajaran pada Kurikulum Merdeka: Di SMP Negeri 21 Pontianak Hadi Wiyono
Sustainable Vol. 6 No. 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3354

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sistem, kesiapan dan pelaksanaan pembelajaran dalam kurikulum di SMP Negeri 21 Pontianak. Persiapan sekolah dalam rangka menerapkan pembelajaran sesuai konsep kurikulum merdeka diawali dengan langkah mendapatkan pelatihan yang difasilitasi oleh pemerintah secara gratis. Walaupun adanya pelatihan, webinar, workshop maupun kegiatan sejenisnya, masih terdapat guru melaksanakan pembelajaran tidak sesuai konsep kurikulum merdeka atau masih secara konvensional. Namun dalam pelaksanaannya, antar guru SMPN 21 Pontianak saling membantu dan kerja sama. Pembelajaran kegiatan regular atau rutin dilakukan untuk mengembangkan minat, bakat dan kemampuan siswa kelas VII. Meningkatkan kemampuan kognitif dilakukan guru tanpa mengabaikan penanaman nilai karakter siswa yang terwujud dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Populasi penelitian terhadap siswa kelas VII, sedangkan subyek penelitian yaitu guru dan siswa secara acak atau tidak terstruktur. Hasil penelitian ini yaitu persiapan dalam memahami kurikulum merdeka dilakukan pertama kali melalui pelatihan, webinar, workshop dan bentuk kegiatan lainnya. Sedangkan pada pelaksanaannya, implementasi sebagaimana pada satuan pendidikan pada umumnya, adanya pembelajaran rutin atau regular dan proyek penguatan profil Pancasila menyangkut penanaman nilai karakter yang ditanamkan sekolah. Kemudian kerja sama yang baik antar guru muda dan senior dalam pemanfaatan tekhnologi pembelajaran.
Manajemen Humas dalam Membangun Citra Lembaga: Studi Multisitus di STAI Sangatta dan STIPER Sangatta Kutai Timur Andri Winarto; Eka Mahmud; Akhmad Muadin
Sustainable Vol. 6 No. 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3355

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk mendiskripsikan manajeman humas dalam membangun citra lembaga sebagai ujung tombak pendidikan dalam upaya merebut massa. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. instrumen berupa daftar pertanyaan dan lembar observasi. Teknik analisis data menggunakan Kondensasi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen humas dalam membangun citra lembaga memerlukan perencanaan yang matang, pelaksanaan program yang terstruktur sesuai dengan kinerja organisasi yang profesional, dan pengawasan yang lebih mengarah pada perbaikan kelembagaan. Strategi komunikasi dilakukan dengan komunikasi integratif dalam membangun citra positif lembaga melalui media massa, media sosial, dan komunikasi interpersonal. Evaluasi dan penyesuaian dilakukan secara berkala. Kedua lembaga pendidikan ini memiliki citra yang baik di mata masyarakat sebagai kampus yang memiliki identitas perguruan tinggi gratis bebas SPP, namum dalam perencanaan memiliki beberapa kendala mengenai SDM dan Sumber dana cukup dalam pembiayaannya.Tentu itu sebuah tantangan dalam upaya membangun citra lembaga untuk lebih baik lagi kedepannya.
Efektivitas Situs Web Pemerintah Sebagai Sumber Data Sekunder Bahan Ajar Perkuliahan Statistika Faradiba Jabnabillah; Aswin Aswin; Mahfudz Reza Fahlevi
Sustainable Vol. 6 No. 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3373

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas penggunaan bahan ajar berupa penggunaan sumber data sekunder dari situs web pemerintah dalam perkuliahan Statistika. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan rancangan Nonequivalent (Pretest-Posttest) Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 153 orang, yakni mahasiswa yang telah memprogram rencana studinya dan memilih mata kuliah Statistik di lingkungan Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam pada IAIN SAS Bangka Belitung pada Semester Ganjil Tahun Akademik 2022-2023. Sampel didapat melalui teknik purposive sampling dan membagi kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlahnya secara keseluruhan adalah 92 mahasiswa. Data penelitian dikumpulkan melalui instrumen tes, yang terdiri dari pre-tes (tes pengetahuan awal) dan pos-tes (soal UTS). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan bahan ajar berupa data sekunder dapat disajikan dengan menggunakan model pembelajaran berbasis proyek. Rata-rata hasil pos-tes (hasil UTS) mahasiswa pada kelas eksperimen sebesar 72,24 yang memiliki nilai lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas kontrol, yang hanya mencapai 62,50. Rata-rata nilai hasil belajar dalam kelas penelitian ini dinyatakan berbeda secara nyata (signifikan) melalui uji indpendent sample t-test pada taraf 5% dengan nilai Sig (2-tailed) 0,007 yang kurang dari 0,05. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar bahwa penggunaan bahan ajar Statistika berupa penggunaan sumber data sekunder dari situs web pemerintah dapat memberi pengaruh yang lebih baik pada hasil belajar mahasiswa.
Islamic Educational Psychology; Urgency and Distinction In The Islamic Religious Education Doctoral Program at UIN Ar-Raniry Syatria Adymas Pranajaya; Warul Walidin; Salami Salami
Sustainable Vol. 6 No. 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3381

Abstract

In the realm of Islamic education, the study of educational psychology which is still struggling to elevate the existence of Islamic labeled scholarship continues to be fought for, especially Islamic educational psychology which provides its dimension to the development of the world of education with spiritual-divine characteristics. UIN Ar-Raniry took part in this role, so it is also important to track the urgency and distinction of Islamic educational psychology at UIN Ar-Raniry. The purpose of writing this study article is to critically describe developments and strengthen the treasures of Islamic educational psychology in the world of Islamic education. The method in this study is library research with thematic analysis techniques. The results of this study indicate that UIN Ar-Raniry has made a real contribution to the development of Islamic educational psychology, by making psychological studies Islamic education a compulsory subject that must be taken by students of the Islamic Religious Education (PAI) Doctoral Program at UIN Ar-Raniry Banda Aceh. This has been carried out with a special urgency and distinction study. The distinction indicators of this subject correspond to the achievement of targeted learning graduates from the realm of attitudes, knowledge, general skills, and specific skills with 16 specific sub-studies given in this subject. The implications of this article are expected to encourage the improvement and development of the quality of Islamic educational psychology scientific studies in giving birth to the best generation of people and nation, and in the long term could transform into an accredited study program.
The Effect of Applying Talking Stick Type Learning Model in Mufrodat Learning: Quasi Experimental Research on Junior High School Ihda Filzafatin Habibah; Munirul Abidin
Sustainable Vol. 6 No. 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3389

Abstract

This study aims to determine the effect of the application of the "Talking Stick" type learning model on improving Mufrodat (Arabic Vocabulary) learning in junior high school students. In this study, researchers used research based on Quasi-Experimental studies by dividing students into two classes, namely the experimental class and the control class. This research is based on several complex problems, namely Arabic learning is still considered as one of the difficult and boring subjects. The results showed that by using the "Talking stick" type of learning model, mufrodat learning in students increased compared to applying the conventional learning model to generally. With this research, it is expected to be a motivation for educators at every level of education to continue and continue to innovate in every application of learning by Models that vary and adapt to the technology of the era that exists today.
Pengaruh Flipchart Terintegrasi STEM Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa di Indonesia: Sebuah Meta-Analisis Abdul Rahman; Yayat Suharyat; Zulyusri Zulyusri; Upris Yastati; Tomi Apra Santosa; Revi Gina Gunwan; Suhaimi Suhaimi; Ilwandri Ilwandri
Sustainable Vol. 6 No. 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh flipchart terintegrasi STEM terhadap kemampuan berpikir dan hasil belajar siswa di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah meta-analisis. Sumber data dalam penelitian ini berasal dari 11 jurnal nasional dan internasional. Proses penulusuran sumber data dari google scholar, Emerald, ScienceDirect, Eric, Taylor of Francis dan ProQuest. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung melalui database online. Kriteria sumber data harus memenuhi kriteria inklusi. Kriteria inklusi yang dijadikan data meta-analisis yaitu jurnal terindeks SINTA, DOAJ, Scopus dan WOS, Jurnal harus berbahasa Inggris dan Indonesia serta jurnal yang terbit dari tahun 2015-2023. Hasil meta-analisis menunjukan bahwa nilai Effect Size (ES = 0.902) dengan kriteria sedang. Temuan ini menunjukan pembelajaran flipchart terintegrasi STEM memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa di Indonesia. Penerapan pembelajaran flipchar terintegrasi STEM membantu guru dan siswa dalam menigkatkan proses pembelajaran di sekolah.
Pemerolehan Bahasa Anak Tunarungu Pengguna Hearing Aid dengan Media Kartu Bergambar Idawati Idawati; Odien Rosidin
Sustainable Vol. 6 No. 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3404

Abstract

Anak yang menderita tunarungu akan mengalami perbedaan dengan anak normal pada umumnya dalam pemerolehan bahasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemerolehan bahasa anak tunarungu pengguna hearing aid dengan media kartu bergambar di salah satu sekolah khusus di Provinsi Banten. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus terhadap tiga orang siswa tunarungu pengguna hearing aid di salah satu sekolah khusus di Provinsi Banten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kosa kata yang disajikan dalam bentuk kartu bergambar dapat dibaca dan dipahami dengan baik oleh siswa tunarungu pengguna hearing aid, walaupun masih ada beberapa kesalahan berupa perubahan vokal maupun konsonan. Ketiga siswa tersebut dapat mengikuti intruksi guru dan peneliti dengan baik.
Intelektualitas Dalam Masa Transformasi Kelembagaan Pendidikan Tinggi di Institut Agama Islam Negeri Kediri Moch Muwaffiqillah; Trimurti Ningtyas
Sustainable Vol. 6 No. 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.3409

Abstract

Lembaga pendidikan tinggi merupakan fondasi perkembangan ilmu pengetahuan di dalam sebuah Negara. Adanya perguruan tinggi menjadi media untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai dengan perkembangan lingkungan dan masyarakat. Institut Agama Islam Negeri adalah salah satu perguruan tinggi yang concern dalam pengembangan pengetahuan baik agama maupun umum. Terdapat 842 kampus dibawah Kementerian agama menjadi tantangan besar untuk mengembangkan lembaga tersebut baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Sehingga bentuk perkembangan kelembagaannya pun menjadi hal yang tidak bias dihindarkan. Penelitian ini berfokus pada dinamika transformasi kelembagaan di Institut Agama Islam Negeri Kediri. Peneliti mewawancara 10 dosen di IAIN Kediri yang memiliki kriteria tertentu sehingga dapat menghasilkan kategori temuan yaitu pandangan tentang intelektualitas pada masa transformasi kelembagaan. Hasilnya adalah ukuran intelektualitas sulit diukur karena peta konsep tentang pengembangan keilmuan belum terbentuk pada masa transformasi kelembagaan. Selanjutnya inteletualitas professional belum berkembang yang ditandai dengan tidak bertambahnya guru besar. Terakhir adalah kelembagaann masih diragukan karena belum banyak kontribusi intelektual pada khalayak. Pada model perubahan Schneider dan Beatty disebutkan bahwa budaya lembaga merupakan titik awal bagaimana perubahan itu bisa terjadi. Selain itu, struktur, skiil dan system yang ada pada IAIN Kediri belum memadahi dalam sebagai bagian dalam proses berubah. Sehingga intelektualitas yang terbentuk juga tidak mengalami perubahan yang signifikan dari adanya transformasi lembaga. Dimana yang berjalan atas perubahan adalah kondisi struktur lembaga, tetapi skill dan system tidak mengalami perubahan secara masih. Hal ini salah satunya dikarenakan adanya budaya lembaga yang sulit memberikan ruang perubahan pada skill dan system untuk pengembangan intelektualitas.