cover
Contact Name
Dr. Dinar Pratama
Contact Email
dinar@iainsasbabel.ac.id
Phone
+6285266038611
Journal Mail Official
sustainablejurnal@gmail.com
Editorial Address
sustainablejurnal@gmail.com
Location
Kab. bangka,
Kepulauan bangka belitung
INDONESIA
Sustainable
ISSN : -     EISSN : 26550695     DOI : https://doi.org/10.32923
Core Subject :
This journal publishes original articles on the latest issues and trends occurring in educational evaluations, program evaluations, learning assessments, educational supervision, teacher performance and competencies, strategic studies on improving the quality of school and college. Moreover, this journal also covers the issues concerned with environmental education.
Arjuna Subject : -
Articles 319 Documents
Implementasi dan Metodologi Pembelajaran Kitab Hadist Sunan ad-dᾹrimῙ Bagi Peserta Didik Ahmad Sudianto
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4109

Abstract

Artikel ini ditulis untuk mengetahui metodologi penulisan kitab hadis Sunan ad-Dārimī. Kitab ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perbendaharaan kitab-kitab induk hadis. Penulisnya termasuk bagian dari penulis kitab hadis senior, muḥaddiṡ utama dan guru para penulis al-kutub al-khamsah. Namun demikian, eksistensi kitab ini dinilai belum dikenal secara luas oleh umat Islam. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka dengan metode deskriptif analitis dan pendekatan kewahyuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Sunan ad-Dārimī memiliki keistimewaan dari aspek sanad, yakni derajat para periwayat hadis. Perkembangan penulisan kitab-kitab hadis tidak terlepas dari ragam corak dan cara yang digunakan oleh para penulisnya. Adanya perbedaan sistematika penyusunan yang digunakan oleh para penulis melahirkan aneka kitab hadis yang dikenal dan sampai kepada para penggunanya saat ini. Di antara jenis-jenis kitab hadis itu adalah kitab jenis sunan.
Modernisasi Alat Pembayaran Dengan Views, Likes dan Subscribes Di Youtube Dalam Kajian Pendidikan Ekonomi Shofa Robbani; Ifa Khoiria; Khozinatul Asror
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4116

Abstract

Modernisasi alat pembayaran merupakan keniscayaan di era globalisasi digital. Biasanya alat pembayaran dilakukan dengan uang giral dan kartal, atau e-money, atau cryptocurrency. Sebagian orang menggunakan views, likes dan subscribes sebagai alat pembayaran atas jasa yang diberikannya. Meski hal ini terlihat sederhana, namun memunculkan pro kontra tentang keabsahan views, likes dan subscribes sebagai metode pembayaran. Bukan hanya legalitas hukum positif berupa undang-undang sebagai payung hukumnya yang menjadi perdebatan, akan tetapi sah atau tidaknya hal itu dipraktikkan jika ditinjau dari sisi hukum ekonomi syariah. Metode analisis data adalah deskriptif analitik dengan menggunakan teori al-mal. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa mekanisme sistem pembayaran menggunakan views, likes dan subscribes dapat diperinci sebagaimana berikut; pertama, views sebagai alat pembayaran menurut jumhur ulama dan golongan Hanafi mutaakhirin diperbolehkan karena masuk dalam kategori al-mal, yakni views merupakan sesuatu yang tidak mudah rusak ataupun hilang Kedua, menurut Ulama Hanafiah terdahulu, baik views, likes dan subscribes semuanya tidak termasuk kategori al-mal karena tidak termasuk sesuatu yang berwujud, sehingga tidak sah digunakan sebagai alat bayar.
Pendidikan Parenting Practice Usia Dini Dalam Menananamkan Religiusitas Usia Remaja Roudlotun Ni’mah; Zaini Miftah
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4119

Abstract

Keinginan orangtua dalam setiap keluarga tentunya selalu menginginkan anak- anaknya menjadi yang terbaik dan melakukan segala sesuatunya dengan baik juga. Hal ini menentukan bentuk atau gaya pengasuhan yang diterapkan orangtua untuk kehidupan anak-anaknya. Tujuan penelitian ini adalah bagaimana parenting practice bisa dilakukan sejak usia dini oleh orang tua di dalam membentuk karakter religius bagi usia remaja. Fokus penelitian adalah melihat pengaruh kegiatan parenting practice terhadap sikap religious usia remaja di kalangan Nahdliyin. Penelitian ini menggunakan dua metode (mixed Mithods). Penelitian kuantitatif bertujuan untuk mengetahui tingkat kategorisasi masing-masing variable. adapun penelitian kualitatif merupakan penelitian jenis fenomenologis. Dokumentasi, wawancara dan observasi digunakan sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian ini adalah terdapat pengaruh kegiatan parenting practice terhadap sikap religious usia remaja di kalangan Nahdliyin.
Ilmu Pendidikan Dalam Filsafat Pendidikan Barat dan Islam Nunung Witono; Abd Haris; Rosichin Mansur
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4130

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses bagi generasi muda untuk dapat menjalani kehidupannya dan mencapai tujuan hidupnya dengan lebih efektif dan efisien. Pendidikan lebih dari sekedar mengajar, karena mengajar hanyalah suatu proses transfer ilmu pengetahuan, sedangkan pendidikan adalah transformasi nilai-nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Perbedaan pendidikan dan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan dengan pembentukan kesadaran dan kepribadian peserta didik di samping juga transfer ilmu dan keahlian. Pendidikan merupakan isu yang akan selalu menarik untuk dikaji, selama masih ada kehidupan manusia di bumi ini. Semua bangsa di dunia mempunyai kepentingan terhadap pendidikan, karena dengannya manusia dapat mengembangkan kebudayaannya dan mewariskannya kepada generasi penerusnya, sehingga pendidikan sering disebut sebagai agen penyebar kebudayaan. Karena dengan pendidikan, manusia dapat menentukan sikap dan perilaku serta langkah ke depan yang harus diambil. Perubahan yang dialami melalui proses pendidikan selalu teratur dan terukur, bukan karena emosi dan ketergesaan yang dialami manusia Kata Kunci: Pendidikan, Filsafat, Barat
Pendidikan Antikorupsi Sebagai Pendidikan Karakter Bagi Peserta Didik Farida Isroani; Zaenullah Zaenullah
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4135

Abstract

Pendidikan anti korupsi adalah program pendidikan tentang korupsi yang bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kepedulian warganegara terhadap bahaya dan akibat dari tindakan korupsi. Target utama Pendidikan anti korupsi adalah memperkenalkan fenomena korupsi yang mencakup kriteria, penyebab dan akibatnya, meningkatkan sikap tidak toleran terhadap tindakan korupsi,menunjukan berbagai kemungkinan usaha untuk melawan korupsi serta berkontribusi terhadap standar yang ditetapkan sebelumnya seperti mewujudkan nilai-nilai dan kapasitas untuk menentang korupsi dikalangan generasi muda. Ada pandangan tentang tahap-tahap perkembangam moral siswa dan penerimaannya atas konvensi, maka pendidikan antikorupsi, sebaiknya dilaksanakan sesuai dengan kematangan perkembangan moral yang dimiliki siswa.Siswa sekolah menegah atas yang telah berusia antara 14 sampai dengan 17 tahun dapat diberi penjelasan bahwa standar perilaku antikorupsi adalah wajib bagi setiap orang dalam posisi apapun untuk mempertahankan sistem sosial yang ada.Satu hal yang paling penting adalah korupsi itu dinilai jahat dilihat dari perspektif moral dan konvensi.
Konsep Toleransi Mengucapkan Salam Kepada Non Muslim dalam Persepktif Pendidikan Islam Noor Hamid
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4136

Abstract

Pendidikan merupakan suatu proses bagi generasi muda untuk dapat menjalani kehidupannya dan mencapai tujuan hidupnya dengan lebih efektif dan efisien. Pendidikan lebih dari sekedar mengajar, karena mengajar hanyalah suatu proses transfer ilmu pengetahuan, sedangkan pendidikan adalah transformasi nilai-nilai dan pembentukan kepribadian dengan segala aspek yang dicakupnya. Perbedaan pendidikan dan pengajaran terletak pada penekanan pendidikan dengan pembentukan kesadaran dan kepribadian peserta didik di samping juga transfer ilmu dan keahlian. Pendidikan merupakan isu yang akan selalu menarik untuk dikaji, selama masih ada kehidupan manusia di bumi ini. Semua bangsa di dunia mempunyai kepentingan terhadap pendidikan, karena dengannya manusia dapat mengembangkan kebudayaannya dan mewariskannya kepada generasi penerusnya, sehingga pendidikan sering disebut sebagai agen penyebar kebudayaan. Karena dengan pendidikan, manusia dapat menentukan sikap dan perilaku serta langkah ke depan yang harus diambil. Perubahan yang dialami melalui proses pendidikan selalu teratur dan terukur, bukan karena emosi dan ketergesaan yang dialami manusia. Islam merupakan ajaran yang andal menunjukkan arti kerukunan dan keharmonisan.
Konsep Pendidikan Islam dan Barat: Menelaah Hak Asasi Manusia Nurul Qomariyah; Abdullah Abdullah; Abd Haris; Rosichin Mansur
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4137

Abstract

Seseorang yang berstatus manusia dilahirkan ke dunia sebagai hewan Tuhan Yang Maha Esa dan dijadikan hewan Tuhan Yang Maha Kuasa serta dijadikan khalifah atas hakikat dunia ini, tentu saja dia mempunyai keistimewaan yang setara dan ada komitmen yang harus diselesaikan, tidak ada kasus khusus sehubungan dengan kebebasan dan komitmen tersebut. Meski pasti ada yang kuat dan lemah, kaya dan miskin, kuat dan lemah, namun ada pula penguasa dan rakyat yang diperintah. Jadi ada kehormatan-kehormatan yang patut dimiliki oleh manusia, misalnya hak untuk membuka pintu evaluasi, hak untuk menjalani kehidupan yang layak, hak untuk mendapatkan pendidikan yang optimal, dan hak untuk melihat harga diri sesuai dengan kemampuannya. kita punya. maka, pada saat itu, tidak ada yang dapat mengalahkan peluang mendasar dalam kehidupan sehari-hari.
Social Institutions in the Qur'an: Ethics and Culture of Student Association Ali Ash-Shabuni's Perspective in the Book of Rawa'iul Bayan Rifqatul Husna; Qatrul Ghaits
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4145

Abstract

This research was motivated by the increasing lack of akhlakul karimah in the character of Indonesian Muslims. They commit acts forbidden in Islam, even to the level of adultery. The purpose of the study was to explain how a person should be ethical and get along correctly from the perspective of Ali Ash-Shabuni. The research method in this article uses qualitative research methods with the type of library research and uses the maudhu'i method, namely by collecting several related verses. The analysis used is descriptive-analysis. Data collection techniques are by collecting data and information such as journals, papers, books, news and other reading sources, especially in the book of Rawa'iul Bayan. The result of the study is that the ethics of association of the opposite sex who are not mahram are divided into six, first do not look at those that can cause slander. Second, do not make physical contact. Third, it is not lonely unless the woman is accompanied by a mahram. Fourth, do not speak which can cause slander. Fifth, for women Islam recommends wearing clothing that covers the entire body except the face and palms. Sixth, Islam forbids women to travel for a day and night without a mahram. In addition, there are three times that are highly recommended to ask permission when entering one's house or room, namely at dawn, the time after Dhuhr and after Isya', because at these times a person is vulnerable in a state of opening the aurat, resting, even being naked.
Reformulation of Education Supervision in the Free Learning Policy Syahrial Labaso’; Bayu Saputra Dullah; Ratna Hestiana
Sustainable Vol. 6 No. 1 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i1.4148

Abstract

The implementation of the independent learning curriculum requires an educational design that is flexible for the needs of the development of this innate potential so that educational supervision services allow for substantial shifts and changes in terms of work procedures and standardization of educational supervision services. This research uses a library research approach by collecting literature materials that are considered relevant to the theme of this research, then analyzing them and then formulating them into a conceptual paradigm as findings in this study. The findings in this study explain that the independent learning curriculum is an effort to create a learning space that is in accordance with the child's growth and development potential in order to achieve the maximum self-actualization process. This presents a new challenge for educational supervision services to be able to be adaptive and continue to open themselves to all possibilities that are considered feasible and can contribute to the achievement of maximum self-development goals so that educational supervision services are no longer limited to explaining the technical implementation of supervision operations, but must also be able to position themselves on the substitution of values contained in the learning process directed at achieving the process of maximum self-actualization. This research succeeded in building a new paradigm of mainstreaming inclusive educational supervision and a new view of the concept of educational supervision for the future.
Akulturasi Mahasiswa Aceh Singkil Dalam Menghadapi Culture Shock Di Perguruan Tinggi Al Washliyah Banda Aceh Yusra Jamali; Ade Irmayanti; Riswan Z
Sustainable Vol. 6 No. 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.4164

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perubahan budaya pada lingkungan baru dan akan berkontribusi pada pola fikir, tingkah laku dan kondisi sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan mahasiswa, kemampuan mempertahankan diri dan tantangan yang akan dihadapi ketika berada di lingkungan baru pada mahasiswa Aceh Singkil dalam menghadapi culture shock di lingkungan Perguruan Tinggi Al Washliyah Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, sumber data yang digunakan adalah melalui informan secara langsung dan data Skunder yaitu data yang didapat melalui beberapa literature baik dari buku, jurnal maupun referensi-referensi yang terkait dengan penelitian ini. Informan penelitian ini berjumlah 16 (enam belas) mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa terdapat 10 (sepuluh) Mahasiswa Aceh Singkil yang mengalami culture shock ketika berada di lingkungan dengan kebudayaan baru, dan sebanyak 6 (enam) mahasiswa sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan Perguruan Tinggi Al Washliyah. Untuk menghadapi culture shock mahasiswa akan melalui beberapa proses yang harus di lewati yakni : Proses Honeymoon, Proses Persakitan, Proses Adaptasi dan Proses Penyesuaian Diri. Sebagian besar mahasiswa baru masih sulit beradaptasi dengan lingkungan dan kebudayaan baru, adaptasi memerlukan proses yang panjang dan tetap belajar bagaimana memahami dan mempelajari segala kebudayaan, adat istiadat, kebiasaan, dan bahasa yang di gunakan dalam kehidupan sehari-hari.