cover
Contact Name
I Nyoman Santiawan
Contact Email
inyomansantiawan99@gmail.com
Phone
+6281229463400
Journal Mail Official
inyomansantiawan99@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Cinta Residence 1, Jl. Padat Karya, Gg. Fabil
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama
ISSN : 20865864     EISSN : 31638457     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Pendidikan Agama diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan September. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, STAH Lampung ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan, sehingga mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Hindu. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan menerbitkan Jurnal dengan nama; Jurnal Pendidikan Agama. Jurnal Pendidikan Agama terbit kali ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang Pendidikan Agama Hindu, Hukum Hindu dan Kebudayaan.
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Peran Pasraman Wahyu Dewata Dalam Membangun Karakter Generasi Hindu Di Desa Suka Negeri Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat I Made Sutharjana; Ketut Tuti
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 1 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiPeran pendidikan Pasraman dalam Membangun Karakter Generasi Hindu di Desa Suka Negeri Kecamatan Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat.Desain penelitian yang digunakan adalah deskritif kualitatif. Sampel penelitian adalah siswa pasraman wahyu dewata, tokoh masyarakat, guru pasraman, pengurus pasraman , dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket wawancara. Data penelitian ini berupadata kualitatif. Data kualitatif berupa deskripsi angket hasil observasi awal dan wawan carayang dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwasistem pembelajaran pada Pasraman Wahyu Dewata dalam membangun karakter anak yaitu menggunakan metode pembelajaran tentang etika sangatlah berperan penting untuk dilaksanakan karena ajaran agama terutama tentang etika, susila inilah yang akan membentuk karakter anak.
Meningkatkan Sradha Melalui Sadhana Siswa SMK Negri 1 Sragi Desa Sumber Agung Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan Ni Wayan Seruni; Kadek Ani Sutisna
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 1 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi siswa siswi SMKN 1 Sragimasih belum mengerti tentang apa itu sadhanabahkan siswa kurang memahami apa yang dimaksud dengan sraddhadalam kehidupan sehari-hari. Siswa kurang mengetahui kekuatan dan fungsi Dewa-Dewi yang dipuja selama ini dan siswa di daerah ini pun belum mengetahui pengaruh sadhanadalam meningkatkan sraddhahal ini dikarena siswa belum pernah melaksanakan sadhana,dengan ini peneliti akan menerapkan pemujaan, japa, meditasi, dan membaca bhagavadgitayang sesuai petunjuk Weda. Kegiatan penelitian dilakukan sebanyak delapan kali pertemuan dilaksanakan mulai dari tanggal 18 januari 2020 sampai tanggal 26 februari 2020 dengan melaksanakan dua tahap penyebaran angket peneliti menjadikan siswa SMKN 1 Sragi sebagai populasi. Terdiri dari siswa kelas X, XI dan XII. Sampel dipilih dengan cara ditentukan yaitu kelas XI sebanyak 30 siswa. Meningkatkan sraddhamelalui sadhanasiswa SMK Negri 1 Sragi, Desa Sumber Agung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan, dengan menerapkan pemujaan, japa, meditasidan membaca bhagavadgita pada saat pembelajaran berlangsung di SMK Negri 1 Sragi. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan melakukan sadhanayang memiliki indikator pemujaan, japa, meditasidan membaca bhagaavadgita dapat meningkatan sraddha siswa SMK N 1 sragi terlihat dari nilai rata-rata tes tertulis sebelum dilakukan pembelajaran sadhana 235 setelah dilakukan pembelajaran meningkat menjadi 313. Nilai rata-rata tes praktik sebelum dilakukan pembelajaran 246 setelah dilakukan pembelajaran meningkat menjadi 308. Saran dari penelitian ini yaitu agar meningkatkan sraddhasiswa melalui sadhanaini dijadikan sebagai alternatif proses Pembelajaran Agama Hindu sehingga siswa lebih tertarik dan lebih mudah untuk memahami.
Karakter Sebagai Modal Dasar Daya Saing Sdm Hindu Di Balirejo, Desa Kesumajaya, Kec. Bekri, Kab.Lampung Tengah Dewa Putu Antara
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 1 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliner Antarasa merupakan jenis usaha rumahan yang bergerak dalam bidang pengolahan makanan seperti kue kering, cake, stik dan keripik yang dibentuk pada tanggal 1 September 2020. Di Bekri dan wilayah sekitarnya jenis usaha dibidang makanan khususnya kue memiliki peluang yang sangat manjanjikan, karena makanan adalah kebutuhan primer manusia, ditambah lagi dengan banyaknya jumlah tenaga kerja murah sesuai dengan kebutuhan usaha, jika sedang merintis penguruslah yang mengelola secara profesional sementara anggota ikut membantu dengan giliran. Dalam melakukan pekerjaan dilakukan secara isidentil Baik hari dan waktu tergantung permintaan konsumendanpemesanan. Jika permintaan sudah dirasa stabil akan dibuat jadwal kemudian. Setiap kegiatan untuk memulai usaha yang akan dirintis untuk mengukur kemampuan usaha terhadap lingkungan atau pesaing yaitu, SWOT : Strength (Kekuatan), kekuatan produk ini adalah Pertama,menjual produk untuk semua kalangan masyarakat, Kedua,satu produk terdiri dari beberapa macam bentuk dan rasa, Ketiga,bahan produk yang terjamin dan Higienis. Weaknes (Kelemahan)dari produk ini adalah tidak dapat bertahan lama dan produknya mudah ditiru. Opportunity (Peluang)tempat strategis, fasilitas yang cukup memadai, pemasaran dapat menggunakan teknologi dan tersedianya peluang pinjam modal dengan bunga ringan serta Threat (ancaman) adanya pesaing yang menjual produk dengan harga yang tidak terlalumahal.Agar lebih maksimal kelompok Kuliner Antarasa telah berusaha mengurus proses izin PIRT agar produknya semakin dipercaya. Disamping anggota dapat memanfaatkan media Youtube untuk meningkatkan pengetahuannya dalam produksinya.
Implementasi Ajaran Catur Paramitha Dalam Kehidupan Sehari-Hari Umat Hindu Teguh Samiadi; I Wayan Sumerta
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 2 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasa kemanusiaan dewasa ini telah mengalami kemerosotan yang mengkhawatirkan, bagaimana tidak setiap hari selalu ada saja kasus pemerkosaan, perampokan, perkelahian antar kampung, pembunuhan, terorisme, korupsi dan lain-lain. Semua terjadi akibat dari merosotnya moral karena dipengaruhi oleh banyak faktor, namun apapun alasannya tindak kejahatan yang merugikan orang lain tetaplah tidak dibenarkan dan seharusnya menjadi perhatian kita bagaimana membentuk karakter yang bertanggung jawab, welas asih dan memiliki rasa kemanusiaan tanpa batasan ras, agama maupun suku.Hindu mempunyai landasan yang mengajarkan umatnya menjadi manusia bermoral dan berkarakter, salah satunya adalah Catur Paramitha. Persoalan pokok yang dijadikan rumusan masalahyaitupertama, Bagaimana pemahaman umat Hindu di Desa Banjar AgungKecamatan Banjar AgungKabupaten Tulang Bawang terhadap konsep Catur Paramitha?Kedua, Bagaimana implementasi Catur Paramitha dalam kehidupan sehari-hari umat Hindu di Desa Banjar AgungKecamatan Banjar AgungKabupaten Tulang Bawang?Jenis penelitian yang digunakan adalahjenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji dan yang dapat menggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit.Pemahaman umat Hindu di Desa Banjar AgungKecamatan Banjar AgungKabupaten Tulang Bawang terhadap konsep Catur Paramithayaitu (l) Maitri (bersahabat); (2) Karuna (cinta kasih); (3) Mudhita (bersimpati); (4) Upeksa (toleransi) dapat dikatakan telah dipahami dan diresapi oleh umat Hindu Desa Banjar Agung, terbukti dengan harmonisnya hubungan antar warga.ImplementasidaripelaksanaanCatur Paramita dalam kehidupan sehari-hari umat Hindu di DesaBanjarAgungtelah dilaksanakan dengan baik.Umat Hindu Desa Banjar Agungdapat hidup berdampingan, serasi, selaras, harmonis dan damai. Ajaran Catur Paramita sebagai implementasi dari ajaran Tat Twam Asipatut dijadikan pedoman untuk mewujudkan kehidupan yang sempurna.
Implementasi Ajaran Tri Hita Karana Pada Masyarakat Hindu Di Kampung Cahyo Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat Suyono; Putu Sudarma
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 2 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep ajaran Hindu bahwa kebahagiaan hanya terwujud jika adanya hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Manusia sebagai makhluk yang paling sempurna diantara makhluk lainnya di bumi memiliki peranan utama dalam menegakkan aturan. Manusia dengan kecerdasan yang dimilikinya dapat membuat aturan-aturan dalam berinteraksi sesama manusia.Konsep Tri Hita Karana padamasyarakatdi DesaCahyouRandutercermin dalam tata kehidupanmasyarakat Hindu. Hubungannya dengan Tri Hita Karana, Parhyangan (Sang Hyang Widhi Wasa), Pawongan (manusia), Palemahan (alam tempat tinggal) adalah merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.Dirumuskan permasalahan sebagai berikut : bagaimanakah bentuk ajaran Tri Hitakarana yang diimplementasikan di Desa Cahyou Randu Kecamtan Pagar Dewa? bagaimanakah proses implementasi ajaran Tri Hitakarana di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa? Dan Nilai-nilai pendidikan agama Hindu apa saja yang terkandung dalam implementasi ajaran Tri Hitakarana di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa? Penelitian Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif.Simpulan sebagai berikut: Bentuk Ajaran Tri Hita Karana yang diimplementasikan di Desa Cahyou RanduKecamatan Pagar Dewa dibidang Parhyangan yakni diwujudkan dengan pemujaan terhadap Dewa Tri Murti, dibidang Pawongan diwujudkan dengan saling tolong-menolong, dibidang Palemahan diwujudkan dengan pelestarian alam. Proses Implementasi ajaran Tri Hita Karana terhadap perilaku masyarakat Hindu di Desa Cahyou RanduKecamatan Pagar DewaKabupaten Tulang Bawang Baratdibidang Parhyangan diwujudkan dengan ngayah, dibidang Pawongan diwujudkan dengan organisasi (sekaa), dibidang Palemahan diwujudkan dengan kerjabhakti. Nilai-nilai pendidikan agama Hindu dalam implementasi ajaran Tri Hita Karana di Desa Cahyou RanduKecamatan Pagar Dewayaitu (1) Nilai Pendidikan Tattwa bahwa masyarakat Hindu di Desa Cahyou Randuterlihat dalam menunjukkan sradha dan bhaktinya kepada Sang Hyang Widhi Wasa dengan cara menghaturkan banten dan melaksanakan piodalan juga persembahyangan bersama. (2) Nilai Pendidikan Susila dalam implementasi ajaran Tri Hita Karana di Desa Cahyou Randuagar selalu mengendalikan pikiran, perkataan, perbuatan untuk bertindak sesuai dengan ajaran Agama Hindu. (3) Nilai Pendidikan Upacara adalah mendidik masyarakat untuk tetap melaksanakan kegiatan yang bersifat ritual, sebagai upaya mendekatkan diri kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
Komunikasi Politik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dari Partai PDI Perjuangan Yang Beragama Hindu Di Kabupaten Tulang Bawang I Made Sutharjana
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 2 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komunikasi merupakan aktivitas dasar manusia, dengan berkomunikasi, manusia dapat saling berhubungan satu sama lain baik dalam kehidupan sehari-hari di rumah tangga, di tempat pekerjaan, di pasar, dalam masyarakat atau di mana saja manusia berada. Tidak ada manusia yang tidak akan terlibat dalam komunikasi. Pentingnya komunikasi bagi manusia tidaklah dapat dipungkiri begitu juga halnya bagi suatu organisasi. Dengan adanya komunikasi yang baik suatu organisasi dapat berjalan lancar dan berhasil dan begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasiorganisasi dapat macet atau berantakan. Dalam proses politik,komunikasi politik merupakan halyang penting, terutama sebagaijembatan untuk menyampaikanpesan-pesan. Komunikasi politikdimaknai sebagai prilaku ataukegiatan komunikasi melalui mediamassa yang bersifat politik, punyaakibat politik dan berpengaruhterhadap prilaku politik (Dahlan,1990).Dalam penulisan ini,penulis mengidentifikasikan rumusanmasalah sebagai berikut:Bagaimana Startegi Komunikasi Politik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai PDI Perjuanganyang beragama Hindudi Kabupaten Tulang Bawang?Dan Apa Kendala/Faktor Penghambat Komunikasi Politik Anggota DPRD dari partai PDIP terhadap Konstituenya?. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji dan yang dapat menggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit.Dalam pembahasan ditemukan fakta bahwa strategi komunikasi politik anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dari Partai PDI Perjuanganyang beragama Hindudi Kabupaten Tulang Bawangdilakukan dengan beberapa cara, meliputi :Komunikasi Massa, yaitukomunikasi melalui media massa,yakni surat kabar, majalah, radio, televisi, dan film. Komunikasi organisasi, yaitu bentuk kerja sama yang sistemik antara sejumlah orang untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan. Komunikasi personal yaitu komunikasi yang terjadi antara dua orang, dan dapat berlangsung dengan dua cara yakni secara langsung (tatap muka) dan secara tidak langsung (menggunakan media). Terdapatduafaktorpengahambat sebagai berikut :Pertama, Masyarakat. Masyarakat adalah faktor utama penghambat dalam melakukankomunikasi politik. Kedua, Letak geografis. Kondisi geografis KabupatenTulangBawangmempengaruhi proses komunikasiKandidatCaleg.
Peran Ketua Pasraman Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu I Nyoman Tri Bayu Tanaya
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 2 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Materi yang diajarkan di Pasraman Kesuma Wijaya seperti materi yang di ajarkan di sekolahan formal seperti halnya Purana, Ramayana, Mahabrata dan lain-lain.Namun siswa tidak dibekali dengan keterampilan-keterampilan yang berkaitan langsung dengan persiapan-persiapan upacara keagamaan. Misalnya keterampilan membuat canang sari, ngulat tipatdan klakat(sarana upacara) serta kelengkapan upacara sederhana lainnya. Di bidang seni, seperti masanti, makidung, magambeldan menari serta diajari membuat perlengkapan upacara yang lebih kompleks seperti membuat aneka macam caru serta bebantenan. Penelitian ini Memiliki 3 tujuan yaitu : 1). Untuk mengetahui peran ketua pasraman dalam meningkatkan pembelajaran Pendidikan agama Hindu di Pasraman Wijaya Kesuma. 2). Untuk mengetahui efektifvitas kegiatan belajar mengajar di Pasraman Wijaya Kesuma. 3). Untuk mengetahui Faktor-faktor kendala yang dihadapi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Pendidikan agama Hindu di Pasraman Wijaya Kesuma.Penelitian yang penulis lakukan ini adalah deskriptif kualitatif, tehnik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan untuk menganalisisnya penulis menggunakan analisis data dengan menguraikan proses pelaksanaan dan penyatuan secara sistematis berupa wawancara, catatan lapangan dan bahan lainnya yang mendukung skripsi ini. Hasil dari penelitian ini bahwa ketua pasraman hanya berperan sebagai pemantau serta mendorong guru dan murid menjalin hubungan yang harmonis agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan dan sebagai fasilitator bagi guru pasraman. Ketua pasraman belum sepenuhnya menjalankan fungsi-fungsi manajemen pasraman seperti membuat perencanaan terlebih sebelum dilaksanakan, melakukan pengorganisasian pasraman, dalam pelaksanaan di sesuaikan dengan kalender pendidikan, melakukan pengendalian pasraman, dan melakukan evaluasi di dalam kegiatan pasraman.
Persepsi Masyarakat Terhadap Upacara Otonan Anak Di Bandar Lampung Ni Gusti Ayu Made Afrianti; Wayan Suryani
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 2 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengalaman umat Hindu di Bali terhadap ajaran agama dan tradisinya, dengan jelas dapat disaksikan melalui pelaksanaan upacara keagamaan. Upacara-upacara keagamaan di Bali yang tercakup dalam Manusia Yadnya, banyak mempergunakan sarana berupa upakara dan banten. Contoh Upacara Manusia yadnya salah satunya adalah upacara otonan pada anak, yaitu memperingati hari kelahiran seseorang menurut pawukon, Panca Wara dan Sapta Wara. Upacara kelahiran dalam umat Hindu di Bali dilaksanakan setelah bayi lahir sampai 210 hari atau disebut juga otonan. Pelaksanaannya merupakan bukti rasa syukur kepada Ida Sang Hyang widhi, dan para leluhur atas keturunan darah yang sudah diberikan, agar selalu ingat pada diri sendiri, di mana kita berada, berapa usia kita, untuk menjadi anak-anak yang suputra yang selalu berpegang teguh pada ajaran Dharma.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap upacara otonan anak di Bandar lampung. Dalam penelitian ini penulis menggunakah teori religi dan teori makna guna untuk memahami lebih dalam tentang persepsi masyarakat terhadap upacara otonan anak. Pengumpulan data dengan tehnik observasi, tehnik wawancara dengan beberapa nara sumber atau informan yangpenulis pilih sesuai dengan judul skripsi., dan dokumentasi, metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, masyarakat di Bandar lampung mempunyai persepsi yang hampir sama terhadap upacara otonan anak, upacara otonan adalah bagian dari Manusia Yadnya, yaitu korban suci yang dipersembahkan dengan tulus ikhlas demi keselamatan keturunan, membentuk anak-anak yang suputra dan suputri. Diperingati setiap 210 hari, berdasarkan pawukuan terdiri dari 30 wuku, sapta wara yang terdiri dari tujuh hari, dan panca wara yang berjumlah lima, sangat penting dan wajib untuk di peringati sesuai dengan perhitungan kalender Bali. Yang mempunyai tujuan utama adalah memperintati hari kelahiran, sebagai pebersihan dan penyucian diri lahir dan batin secara sekala dan niskala. Memohon keselamatan dan perlindungan Nya. Menetralisir pengaruh-pengaruh yang tidak baik yang ada pada diri manusia dan mengentaskan derita bawaan pada kelahiran sebelumnya.
Implementasi Budaya Organisasi Dan Kinerja Guru Di SMA Negeri 1 Seputih Raman Ni Made Indrayani
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 2 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tentang kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja guru melalui penciptaan budaya organisasi yang positif. Budaya organisasi sekolah memiliki pengaruh kuat terhadap kinerja guru, namun hal itu ditentukan oleh bagaimana strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam menanamkan nilai-nilainnya.Masalah dalam penelitian ini adalah budaya organisasi dan kinerja guru, serta bagaimana strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya organisasi guna meningkatkan kinerja guru.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui masalah yang dihadapi oleh kepala sekolah dan untuk mengetahui upayakepala sekolah SMA Negeri I Sepiutih Ramandalam meningkatkan kinerja guru melalui pendekatan budaya organisasi.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Kepemimpinan kepala sekolah SMA Negeri I Sepiutih Ramandalam meningkatkan kinerja guru melalui penciptaan budaya organisasi yang positif berjalan dengan baik, nilai-nilai yang ditanamkan kepala sekolah seperti kejujuran, ketegasan, dan disiplin berperilaku, norma-norma yang dijadikan ukuran, nilai kebersamaan yang ingin dianut dapat dipahami dengan baik oleh guru. Guru sangat paham dengan makna professional yang harus dijalaninya. Profesi guru dengan tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik dapat dijalani dengan baik sehingga karakter siswa dapat ditingkatkan.
Makna Teo-Ekologis Dan Implementasipelaksanaan Upacara Tumpek Wariga Dalam Upaya Pelestarian Alam (Studi Di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat) I Nyoman Tri Bayu Tanaya; Nyoman Sadra
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 1 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuimakna Teo-Ekologis pelaksanaanUpacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup sertaImplementasi Pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pager Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat.Penelitian ini termasuk penelitian kualitatifdengantipe studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran hasil penelitian yang mendalam, sebagai informasi yang disampaikan tampak bagaimana adanya.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi yang mendalam terhadap responden. Teknik analaisis data mengunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesipulan. Berdasarkan hasil peneltian dapat disimpulkan bahwa makna teo-ekologis pelaksanaanUpacara Tumpek Wariga dalam upaya Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Cahyou Randu ditunjukan sebagai bentuk ungkapan moral manusia dalam bersyukur kepada Hyang Widhi yang memberikan bumi atau perthiwi sebagai tempat memperoleh sumber kemakmuran dan kehidupan. Etika lingkungan merupakan suatu kesadaran etis terhadap lingkungan. Manusia perlu melakukan hubungan dengan alam melalui pendekatan humanisme dan religus.Hal ini bisa dilakukan dengan upacara keagamaan yang bersifat ekologis salah satunya upacara tumpek wariga. Upacara ini merupakan bentuk hormat terhadap tumbuhan sebagi komponen utama alam.Implementasi Pelaksanaan Upacara Tumpek Wariga dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup di Desa Cahyou Randu Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat yang jatuh pada hari Saniscara Kliwon Wuku Wariga atau 210 hari sekali.Tumpek Wariga juga disebut Tumpek Bubuh, Tumpek Uduh, Tumpek Pengatag atau Tumpek Pengarah. Pelaksanaan upacara Tumpek Wariga adalah merupakan hari peringatan turunnya kekuatan manifestasi Sang Hyang Widhi dalam SwabhawaNya sebagai Sang Hyang Sangkara ke dunia untuk menganugrahkan kesuburan serta kemakmuran alam semesta beserta isinya, khususnya bagi Umat Hindu.