cover
Contact Name
I Nyoman Santiawan
Contact Email
inyomansantiawan99@gmail.com
Phone
+6281229463400
Journal Mail Official
inyomansantiawan99@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Cinta Residence 1, Jl. Padat Karya, Gg. Fabil
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama
ISSN : 20865864     EISSN : 31638457     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Pendidikan Agama diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan September. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, STAH Lampung ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan, sehingga mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Hindu. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan menerbitkan Jurnal dengan nama; Jurnal Pendidikan Agama. Jurnal Pendidikan Agama terbit kali ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang Pendidikan Agama Hindu, Hukum Hindu dan Kebudayaan.
Arjuna Subject : -
Articles 65 Documents
Persepsi Tri Hita Karana Menurut Umat Hindu Di Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus I Made Sutharjana; Lasiyanto
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 1 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi da penerapan ajaran Tri Hita Karana masyarakat umat Hindu Dusun sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus dalam kehidupan. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatifdengantipe studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran hasil penelitian yang mendalam, sebagai informasi yang disampaikan tampak bagaimana adanya.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dan observasi yang mendalam terhadap responden. Teknik analaisis data mengunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesipulan. Berdasarkan hsil penelitian dapat disimpulkan bahawa; 1) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus secara umum mengetahui TriHita Karana adalah merupakan ajaran agama Hindu, 2) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus secara umum dapat menyebutkan bagian-bagian dari Tri Hita Karana, 3) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus yang mayoritas Hindu jawa sebagian besar memahami arti makna Tri Hita Karana, 4) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus pada umumnya mengerti arti bagian dari Tri Hita Karana yaitu mengenai Parahyangan, 5) Masyarakat umat Hindu Dusun Sidorukun Pekon Kotaagung Kecamatan Kotaagug Kabupaten Tanggamus mengetahui bahwa pujaTri Sandya merupakan bagian dari pelaksanaan Parahyangan, 6) Kegiatan lainya sebagai wujud implementasi dari Prahyangan yaitu sembahyang kliwonan,pesantian,belajar kidung,belajar, 7) membaca Bhagavadgita dan kegiatan keagamaan lainya rutin dilakukan oleh umat Hindu di Dusun Sidorukun, 8) Wujud bhakti juga dilakukan oleh umat Hindu DusunSidorukun melalui kegiatan belajar membuat banten ala Bali, sehingga nampak kalborasi antara Hindu Jawa dan Hindu Bali.
Persepsi Masyarakat Terhadap Bentuk Dan Fungsi Patung Gaņeśa Di Pekarangan Rumah Ni Gusti Ayu Made Afrianti; Made Aridana
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 1 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap Penempatan patung De a Gaņeśa di kalangan umatHindu Bali yang seolah-olah menjadi sebuah t en ba u Ada yang menempatkan patung De a Gaņeśa di pintu masuk umah dengan maksud sebagai penghalang kekuatan negatif memasuki areal rumah yang dapat mempengaruhi penghuni rumah. Pemasangan dan pemajangan da i patung Gaņeśa ini seolah-olah menjadi trend di masyarakat Hindu Bali di Lampung dalam beberapa tahun belakangan ini, termasuk juga di desa Rama Dewa Kecamatan Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah.Metode yang digunakan dalamPenelitianini adalah metode survei pendekatan kualitatif.Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentas. Rumusan masalah dalam Penelitian ini adalah: Bagaimanakah persepsi masyarakat terhadap bentuk dan fungsi patung Gaņeśa di halaman umah? Manfaat penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan refrensi dan menambah pemahaman terkait fungsi patung Gaņeśa dihalaman umahHasil penelitian ini dapat disa ikan sebagai be ikut : penempatan patung De a Gaņeśa dihalaman umah dika enakan keyakianan masya akat te hadap De a Gaņeśa sebagai de a pelindung da i ma a bahaya, dan be fungsi sebagai aling-aling, pelindung pekarangan serta penolak bala, bentuk kesenian atau keindahan untuk mempercantik halaman rumah.Kesimpulkan hasil penelitian, adalah bahwa Patung Dewa Gaṇeśa yang ditempatkan dihalaman umah di desa Rama De a, Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah, difungsikan sebagai patung religidan patung dekorasi. Kepada umat yang akan menempatkan patung Dewa Gaṇeśa dihalaman umah, hendaknya memahami bentuk dan fungsi da i patung De a Gaņeśa Tesebut
Peran Parisada Dalam Menanamkan Nilai - Nilai Etika Politik Hindu Studi Di Kabupaten Tulang Bawang Wayan Sukarlinawati; Wayan Putu Umbare
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 1 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondidi politik Agar berjalannya roda pemerintahan daerah yang baik, baik untuk tingkat provinsi, kabupaten, dan kota, maka orang yang duduk di kursi pemerintahan harus orang-orang yang berkompeten untuk menjalankan roda pemerintahan, karena tidak setiap orang mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik.Partisipasi politik adalah kegiatan masyarakat, dimana masyarakat berperan serta secara aktif dalam pemilihan pemerintah, yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kebijakan publik (public policy).Umat Hindu diharapkan untuk dapat berpartisipasi dalam politik praktis dengan mengedepankan kesadaran politik dan etika politik yang santun berlandaskan kitab Suci Weda. Persoalan pokok yang dijadikan rumusan masalahyaitupertama, Bagaimanakah kondisi politik Umat Hindudi Kabupaten Tulang Bawang?Dan keduaBagaimana Parisada Kabupaten Tulang Bawang Menanamkan Nilai-Nilai Etika Politik Hindu pada Umat Hindu?Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji dan yang dapat menggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit.ParisadaKabupatenTulangBawangtelahmelakukanupayapembelajaranpolitikdenganmenanamkannilai-nilaietikapolitikberdasarkanpadaajaransastra Hindu yang terdapatpadaKitabSuciatausumbersastralainnyaberupaLontarPati Raja Gundala.Maksudpenanamannilaietikapolitik Hindu iniadalah agar umatHindudapatmenilaidanmenyikapisegalabentukdinamikapolitik yang terjadibaikpada sistem politiknya, perilakupolitikusatau pun kegiatan-kegiatanlainnya yang berindikasipadaperilakupolitik yang ada.Parisada Kabupaten Tulang Bawang telah memberikan pembelajaran etika politik melalui pertemuan dan koordinasi, yang hal ini dibenarkan oleh para tokoh pendidik, tokoh masyarakat, dan tokoh agama yang ada di Kabupaten Tulang Bawang. Hal ini ditunjukkan pula oleh keberhasilan dua tokoh politik muda dari masyarakat Bali yang lolos Pemilihan Legislatif 2019 lalu yaitu yaituI Ketut Saspiyanto dariDapil IV(Gedong Meneng), danKetut Kasub Indrajaya Dapil II(BanjarAgung, Banjar Margo danBanjarBaru)
Meningkatkan Minat Belajar Anak Di Pasraman Melalui Seni Tari Dan Peran Orang Tua Ni Made Indrayani; Ni Made Resiana Dewi
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 1 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasraman merupakan lembaga pendidikan agamakhususnya agama Hindu. Berdirinya pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatan sudah berlangsung selama kurang lebih 3tahun, didirikannya pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur pada tahun 2015, karena antusias anak-anak sangat tinggi untuk mengikuti pasraman. Pada tahun 2021 pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatan kegiatan belajar mengajar tidak aktif atau fakum, tidak ada lagi anak-anak berpasraman dan dukungan orang tuaterhadap anak-anakpun tidak terlihat karena anak-anak pasraman sekarang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain HP. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah seni tari dapat meningkatkan minat belajar di pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatandan untuk mengetahui bagaimanakah peran orang tua dalam meningkatkan minat belajar anak di pasraman di Dusun Yogaloka Desa Sumur Kecamatan Ketapang Lampung Selatan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang sebagian besar berbentuk keterangan dari hasil waancara, informasi dalam bentuk tulisan dan catatan lapangan dianalisis deskriptif kualitatif non statistik.Berdasarkan hasil penelitian bahwa minat belajar anak mengikuti pasraman meningkat setelah melakukan proses belajar mengajar di pasraman melalui seni tari, respon anak-anak yang mengikuti proses belajar mengajar melalui seni tari ini sangat baik, mereka bisa mengeksplor bakatnya dan minat belajar anak terus meningkat.Orang tua merupakan orang yang paling berperan dalam mendidik anak-anaknya dansangat berpengaruh dalam meningkatkan minat anak untuk berpasraman, peran orang tua antara lain sebagai fasilitator, motivator, pembimbing serta pendidik.
Fungsi Dan Makna Kesenian Baleganjurpada Upacara Piodalan Di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kec Amatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang Teguh Samiadi; I Made Sudarta
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 1 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian Baleganjur di Kampung Menggala dapat dibilang eksis karena banyaknya masyarakat Bali yang beragama Hindu dan Kesenian Baleganjur merupakan bagian penting dalam upacara keagamaan dan adat masyarakat.Kesenian Baleganjur sering dipentaskan pada saat upacara piodalan Pura Puseh Kampung Menggala. Pementasan kesenian Baleganjur ini sangat ditunggu-tunggu oleh umat Hindu yang mengikuti prosesi odalan Pura Puseh. Persoalan pokok yang diteliti yaitu: Apa fungsi kesenian Baleganjur pada upacara piodalan di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang? Dan apa makna kesenian Baleganjur pada upacara piodalan di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang?Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif, yaitu jenis penelitian yang mengkaji dan yang dapat menggambarkan realita sosial yang kompleks dan konkrit.Fungsi kesenian Baleganjur pada Upacara Piodalan di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur memiliki dua fungsi pokok yaitu a. Fungsi Baleganjur sebagai fungsi Keagamaan/Pemujaan Kesenian tabuh Baleganjur pada odalan Pure Puseh merupakan kebutuhan yang harus ada untuk ditampilkan. Jadi fungsi Baleganjur pada odalan Pura Puseh Banjar Wira Dharma adalah untuk fungsi pemujaan atau keagamaan. Dipercaya bahwa datangnya roh leluhur, oleh masyarakat diyakini bahwa leluhur merestui apa yang menjadi harapan masyarakat dalam prosesi yang mereka lakukan. b. Fungsi Baleganjur sebagai Non Keagamaan/Kesenian Tradisional Kini setelah odalan dipentaskan kembali kesenian Baleganjur di wantilan Jabe Tengah Pura Puseh. Fungsi kali ini adalah sebagai hiburan untuk warga setelah pelaksanaan odalan Pura Puseh selesai. Dari beberapa wawancara yang penulis lakukan maka diketahui bahwa terdapat beberapa makna tentang kesenian Baleganjur pada saat upacara piodalan khususnya di Pura Puseh Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur. Makna kesenian Baleganjur tersebut adalah sebagai berikut : a. Makna Spiritual b. Makna Kerukunan d. Makna Estetika e. Makna Budaya. f. Makna Edukasi
Fungsi Lembaga Adat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pinandita Suyono; Made Ardite Umbare
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 1 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara pra penelitian yang peneliti lakukan, ditemukan salah satu permasalahan yang terjadi di desa ini ialah tingkat partisipasi masyarakatnya yang masih rendah. Masyarakat hanya menyerahkan tanggungjawabkepada kepala desa, Sehingga Kepala Desa di Kampung Menggala kesulitan untuk bisa menampung aspirasi masyarakat. Saat dilaksanakan rapat Desa Masyarakat tidak mau menyampaikan aspirasinya atau masyarakat Kampung Menggala khususnya Banjar Wira Dharma sebutdengan “ ”. Rumusan masalahdalampenelitianiniadalah, pertama: Bagaimana kepemimpinan Klian Banjar Wira DharmaDusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang?Kedua, bagaimana fungsi Klian Banjar Wira DharmaDusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawangdalam proses pelaksanaan pembangunan desa? Kepemimpinan Klian Banjar Wira Dharmadi Dusun Cakat Raya Kampung Menggala Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawangdalam masa pandemi seperti saat ini, mengarah pada tipe kepemimpinan empati. Pertama, empati membangun keterikatan. Kedua, empati memberikan pemahaman.Dengan kepemimpinan empati dari Klian Banjar tersebut, maka akan membawa kita berpikir sebelum memberikan penilaian dan membuat asumsi tentang kedekatan pemimpin dan anggotanya, dalam kasus ini antara Klian banjar dengan warganya.Seperti halnya dalam jabatan kepala desa, dalam hal ini Klian Banjar selaku pemimpin tertinggi di desa adat dapat dilihat fungsi kepemimpinan Klian Banjar, dengan indikator sebagai berikut : Pertama, fungsi instruktif yaitu fungsi yang menjelaskan bagaimana cara Pemerintah Desa Adat dalam hal ini adalah Aparat Desa Adat dalam menentukan perintah maupun mengerjakan perintah.Kedua, fungsi kumulatif yaitu fungsi yang dimiliki oleh Pemerintah Desa dalam hal ini Aparat Desa ataupun Klian Banjar terhadap bagaimana cara menetapkan keputusan terutama menyangkut masalah desa adat. Cara yang dilakukan Klian Banjar adalah dialog dengan aparat Banjar dan juga dengan warga Banjar. Dari dialog tersebut pada akhirnya Klian Banjar mendapatkan aspirasi.
Analisis Konsep Kepemimpinan Asta Brata Dalam Mewujudkan Pendidikan Hindu Yang Unggul I Nyoman Santiawan
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 2 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ajaran kepemimpinan Asta Brata dapat dilihat dan diadopsi dari contoh yang dijalankan dan telah ada. Salah satu contoh pemimpin yang telah menjalankannya adalah Sri Rama yang ada dalam cerita dan Sastra Kekawin Ramayana. Pada Kekawin Ramayana, Sri Rama memberikan banyak wejangan tentang nilai-nilai ajaran Asta Brata kepada Wibisana yang akan memimpin kerajaan Alengka. Artikel ini bertujuan untuk menjabarkan konsep kepemimpinan yang mampu mewujudkan pendidikan Hindu yang berdaya saing dan unggul melalui ajaran kepemimpinan Asta Brata. Artikel ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan artikel review. Dari berbagai literatur yang relevan dan telah direview, maka hasil dan kesimpulan dari artikel ini adalah penerapan konsep kepemimpinan Asta Brata, jika diterapkan dan dilaksanakan dari tingkat pimpinan dan bawahan dapat mewujudkan pendidikan Hindu yang dan unggul. Terwujudnya pendidikan Hindu yang unggul karena 8 sifat dewata, Indra Brata simbol pemimpin yang memberikan kesejahteraan, Vayu Brata simbol pemimpin yang visioner, Yama Brata simbol pemimpin yang adil, Surya Brata simbol pemimpin yang professional, Agni Brata simbol pemimpin yang memotivasi, Varuna Brata simbol pemimpin yang melindungi, Candra Brata simbol pemimpin servant leadership, dan Kuvera Brata simbol pemimpin yang pandai mengelola anggaran. Delapan sifat kemahakuasaan Tuhan ini memberikan dampak yang sangat besar dan positif dalam mewujudkan kempemimpinan pendidikan. Sehingga ini memberikan kontribusi kepada pemangku jabatan sebagai pemimpin agar memegang teguh konsep kepemimpinan Asta Brata dalam menjalankan setiap tugas dan kewajibannya.
Faktor-Faktor Penyebab Pindah Agama Generasi Muda Hindu Jawa Di Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur Teguh Samiadi; Ida Bagus Nyoman Suardita
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 2 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpindahan agama merupakan peristiwa yang acap kali terjadi dan sering menjadi sorotan besar di mata publik. Selain faktor-faktor eksternal, ada pula faktor internal yang juga dapat memunculkan konflik bagi individu misalnya hati yang kadang masih merasa bimbang dan ragu. Berbagai kemungkinan konflik inilah yang menjadikan perpindahan agama dilakukan kebanyakan oleh orang- orang yang berusia dewasa. Perubahan yang dialami pada masa ini terjadi secara kodrat dan para ahli menyebutkan sebagai masa transisi (peralihan).. Kematangan beragama merupakan suatu kemampuan seseorang untuk mengenali atau memahami agama yang terletak pada nilai-nilai luhurnya, serta menjadikan nilai-nilai tersebut dalam bersikap dan bertingkah laku. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apa indikator/syarat-syarat mencari pasangan hidup dalam agama Hindu dan bagaimana upaya untuk mencegah generasi muda Hindu Jawa pindah agama di Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur. Penelitian tentang Faktor-faktor penyebab pindah agama generasi muda Hindu Jawa di Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa bahasa tertulis atau lisan dari orang dan pelaku yang dapat diamati. Pendekatan kualitatif ini dilakukan untuk menjelaskan dan menganalisis fenomena individu atau kelompok, peristiwa, dinamika sosial, sikap, keyakinan, dan persepsi. Terdapat 8 (delapan) parameter yang perlu dijadikan pedoman untuk mencari pasangan (Vivāha Samskāra).” Perkawinan sempurna akan diperoleh bila pasangan suami-istri memiliki nilai 36 (tentu berasal dari agama yang sama). Adapun Upaya untuk mencegah Generasi Muda Hindu Jawa pindah agama di Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur adalah dengan penguatan pendidikan agama Hindu sejak dini. revitalisasi peran lembaga keagamaan dan adat di tengah tantangan modernisasi, globalisasi, serta dominasi agama mayoritas, eksistensi identitas keagamaan Hindu sering kali mengalami tekanan. Untuk itu, peran lembaga keagamaan dan adat Hindu perlu terus diperkuat dan direvitalisasi. Menjadikan pura sebagai pusat kegiatan spiritual dan sosial yang menarik minat generasi muda, tidak hanya tempat upacara. Pendidikan kepemimpinan dan kegiatan yang mengembangkan potensi diri sangat penting bagi generasi muda, terutama dalam konteks agama Hindu Jawa. Mengingat tantangan modernisasi dan budaya global yang terus berkembang, generasi muda Hindu Jawa perlu diberdayakan agar tetap menjaga identitas dan nilai-nilai luhur ajaran agama Hindu dalam kehidupan mereka. Di era digital saat ini, media sosial dan teknologi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda. Dunia maya menjadi ruang baru untuk berinteraksi, belajar, dan membentuk pandangan hidup. Hal ini tentu menjadi tantangan sekaligus peluang bagi umat Hindu, khususnya dalam upaya menguatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama di kalangan generasi muda. Pendekatan keluarga dan komunitas memegang peranan penting sebagai lingkungan pertama dan utama dalam proses pembentukan karakter dan spiritualitas anak.
Mengembangkan Elektronik Lembar Kerja Peserta Didik (E-Lkpd) Berbasis Digital Pada Mata Pelajaran Agama Hindu Agar Siswa Berminat Untuk Belajar I Nyoman Tri Bayu Tanaya
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 2 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Agama Hindu di SMA YP Unila akibat penggunaan bahan ajar yang hanya berupa file PDF, kurang interaktif, dan tidak didukung media visual yang menarik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-LKPD berbasis digital yang mampu meningkatkan minat belajar siswa melalui penyajian materi yang lebih interaktif, variatif, dan mudah diakses. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model Borg & Gall yang mencakup tahap analisis kebutuhan, perumusan tujuan, penyusunan materi, pengembangan instrumen, pembuatan naskah awal, validasi ahli, revisi, dan uji coba produk. Validasi dilakukan oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, yang masing-masing menghasilkan kategori “sangat layak,” sedangkan uji coba terbatas pada 11 siswa menunjukkan tingkat minat belajar pada kategori “tinggi.” Temuan ini menunjukkan bahwa E-LKPD berbasis digital efektif membantu siswa memahami materi dan meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa E-LKPD yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar inovatif dan memiliki implikasi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran serta mendorong integrasi teknologi dalam pendidikan Agama Hindu.
Model Pembelajaran Bermain Jawaban Dapat Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Agama Hindu (Ptk Di Pasraman Dharma Kerthi Kota Bandar Lampung) Ni Gusti Ayu Made Afrianti
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 16 No. 2 (2025): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Siswa agama Hindu pada materi Nilai-nilai Yajna dalam Kitab Ramayana melalui model pembelajaran bermain jawaban yang melibatkan siswa dari awal hingga akhir proses pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, setiap siklus meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data keaktifan siswa diperoleh melalui observasi dengan menggunakan indikator keaktifan, sedangkan hasil belajar diperoleh melalui tes tertulis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan terhadap keaktifan dan hasil belajar Siswa pada setiap siklus. Pada siklus 1, rata rata keaktifan Siswa sebesar 63,3% dan hasil belajar mencapai 75,75. Peningkatan terjadi pada siklus 2 dengan keaktifan mencapai 81,6% dan hasil belajar 83,75. Pada siklus 3, keaktifan Siswa meningkat menjadi 93,9% yang tergolong sangat aktif, sedangkan hasil belajar mencapai 91,25. Peningkatan ini terjadi karena guru telah menerapkan model bermain jawaban sesuai dengan langkah-langkah perencanaan pembelajaran.