Jurnal Pendidikan Agama
Jurnal Pendidikan Agama diterbitkan dua kali dalam satu tahun, yaitu bulan Maret dan September. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta, STAH Lampung ikut melaksanakan pembangunan dibidang pendidikan, sehingga mempunyai peran dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia Hindu. Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan salah satunya dengan menerbitkan Jurnal dengan nama; Jurnal Pendidikan Agama. Jurnal Pendidikan Agama terbit kali ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang Pendidikan Agama Hindu, Hukum Hindu dan Kebudayaan.
Articles
65 Documents
Kedudukan Wanita Hindu Dalam Hukum Waris Adat Bali Di Banjar Mekar Dewata
I Made Sutharjana;
I Nyoman Tri Bayu Tanaya
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 2 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hukum Waris adat sangat berkaitan dengan sistem kekeluargaan yang dianut oleh masyarakat adat. Pada masyarakat Bali dianut sistem kekeluargaan Patrilinial dimana yang berhak mewaris hanyalah anak laki-laki saja sedangkan anak perempuan tidak berhak untuk mewaris yang menyebabkan rasa ketidakadilan terhadap anak perempuan.Tujuanya yaitu Untuk mengetahui bagaimana kedudukan wanita Hindu dalam hukum waris adat Bali di Desa Mekar Dewata.Sehingga dari keadaan tersebut menimbulkan masalah apakah wanita tidak diberikan hak kepada anak perempuan untuk mewaris sesuai dengan perkembangan masyarakat hukum adat Bali. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana kedudukan wanita hindu terhadap hukum waris adat Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif Kualitatif Normatif dengan pendekatan Kualitatif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, menurut sistem kekeluargaan yang dianut serta tanggung jawab memelihara orang tua bila sudah tidak mampu bekerja dan melakukan kewajiban-kewajibannya ada pada anak laki -laki, sedangkan anak perempuan akankawin keluar masuk ke dalam keluarga pihak suami, sehingga dianggap sesuai bila yang berhak mewaris adalah anak laki-laki bukan anak perempuan. Ada beberapa cara yang dapat ditempuh agar anak perempuan dapat bagian harta warisan orang tuanya yaitu dengan cara memberikan sebagian harta warisan melalui hibah atau hadiah perkawinan yang disebut dengan jiwa dana, tetadan atau bebaktan. Sehingga anak perempuan tersebut menjadi berhak untuk mendapatkan harta peninggalan orang tuanya atau penikmat waris.
Peran Pasraman Dalam Membentuk Sikap Anak Di Rumah
Eka Septiawati
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 2 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian dilakukan di Pasraman Widyaloka, dengan rumusan masalah: 1) Bagaimana proses belajar agama Hindu di Pasraman Widyaloka? 2) Bagaimana peran Pasraman Widyaloka dalam membentuk sikap anak di rumah? Tujuan penelitian yaitu: 1) Untuk mengetahui proses belajar mengajar di Pasraman Widyaloka dan 2) Peran Pasraman Widyaloka dalam pembentukan sikap anak. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan domenstrasi. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis data. Data dikelompokan berdasarkan masalah yang dikaji peneliti.Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, proses belajar di pasraman hampir sama seperti di sekolah, tetapi materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan anak. Sikap anak juga dilatih agar disiplin, sopan santun, religius, dan patuh. Wawancara dengan orang tua anak, disimpulkan setelah anak mengikuti pasraman, secara bertahap sikapnya lebih disiplin, sopan santun, religius, dan patuh kepada orang tua.Jadi dapat disimpulkan bahwa pasraman berperan dalam membentuk sikap anak di rumah.
Pengaruh Bimbingan Orang Tua Terhadap Aktivitas Belajar Anak Berbasis Online Ditengah Pandemi Covid
Ni Gusti Ayu Made Afrianti;
Ni Made Indrayani
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 2 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kegiatan belajar anak yang dilaksanakan dirumah dengan berbasis online (daring) dimasa Pandemi Covid-19 yang dalam kenyataannya kurang mendapat bimbingan dari orang tua dikarenakan orang tua yang sebagian besar kurang memahami perkembangan teknologi serta peranannya yang belum mampu menggantikan sosok guru disekolah bagi anak dirumah, sehingga menyebabkan kegiatan belajar berbasis media online kurang pengawasan, tanpa pengawasan dengan hasil yang tidak maksimal, seperti yang terjadi di SDN 3 Mataram Udik, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan orang tua terhadap aktivitas belajar anak berbasis online ditengah Pandemi Covid-19 di SDN 3 Mataram Udik Tahun Ajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan tehnik sampling jenuh mengingat jumlah populasi yang kurang dari 100 yaitu sebanyak 53, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pendekatan kuantitatif, pengujian hipotesis dengan menggunakan uji regresi linier sederhana.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : ada pengaruh yang positif bimbingan orang tua terhadap aktivitas belajar anak berbasis online ditengah PandemiCovid-19 studi di SDN 3 Mataram Udik dengan hasilthitunguntuk variabel bimbingan orang tua sebesar 6,178 hal ini menunjukan H0ditolak dan H1diterima atau dengan kata lain bimbingan belajar orang tua berpengaruh secara signifikan terhadap aktivitas belajar anak berbasis online, apabila melihat probabilitasnya (Sig). menunjukan angka 0,000 < 0,05 dengan demikian H0 ditolak dan H1 diterima. Berarti pengaruh bimbingan orang tua terhadap aktivitas belajar anak berbasis online signifikan.
Persepsi Masyarakat Mengenai Keberadaan Pura Puseh Di Desa Bali Sadhar Utara Kecamatan Banjit Kabupaten Way kanan
Teguh Samiadi
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 2 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Skripsi ini membahas “Persepsi Masyarakat Mengenai Keberadaan Pura Puseh Di Desa Bali Sadhar Utara Kecamatan Banjit Kabupaten Way Kanan”. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai mengapa di desa Bali Sadhar Utara Kecamatan BanjitKabupaten Way Kanan tidak dibangun Pura Puseh, sedangkan di desa lain di kecamatan Banjit ini sudah memiliki bangunan Pura Puseh. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain deskriktif, menggunakan wawacara tak terstruktur atau wawacara mendalam sebagai teknik pengumpulan data dan penglolaan datasehingga penulis tidak membuat daftar pertanyaan yang baku atau struktural dalam penglolaan data agar mencegah hal-hal yang mengintervensi informan. Penulis melakukan wawancar kepada informan yang merupakan seorang sulinggih, jro mangku, Parisada desa, Parisada Kecamatan, dan masyarakat umum di desa Bali Sadhar Utara. Selain itu juga penulis menggunakan metode kepustakaan sebagai data sekunder untuk mendukung pernyataan parainforman tersebut. Data yang penulis dapatkan melalui teknik pengumpulan diatas, penulis melakukan analisis dan penglolaan data sehingga mendapatkan hasil bahwa sebenarnya Pura Puseh itu sangatpenting keberadaannya di setiap desa pakraman, karena pada dasarnya ciri khas suatu desa pakraman itu memiliki Tiga buah pura yang di sebut Tri Khayangan (tiga buah tempat suci) yang dimana salah satu bagian pura atau tempat suci tersebut adalah Pura Puseh.
Fungsi Lembaga Adat Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Pinandita
Wayan Sukarlinawati
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 2 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Lembaga adat merupakan organisasi kemasyarakatan yang dibentuk oleh suatu masyarakat hukum adat tertentu mempunyai wilayah tertentu dan harta kekayaan sendiri serta berhak dan berwenang untuk mengatur dan mengurus serta menyelesaikan hal-hal yang berkaitandengan adat. Lembaga adat di Desa Tanjung Serupa memiliki peran yang sangat penting dalam mewadahi segala aktivitas adat dan keagamaan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana fungsi adat dalam memperhatikan dan mensejahterakan para pemangku atau pinandita di Desa Tanjung Serupa. Mengingat menjadi seorang pemangku tidaklah mudah karena beliau terikat oleh aturan-aturan kepemangkuannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data adalah proposive sampling. Sampel penelitian ini adalah tokoh-tokoh adat, para pemangku dan tokoh-tokoh umat di Desa Tanjung Serupa Kecamatan Pakuan Ratu yang dianggap mengerti tentang aturan dan tuntunan bagaimana melayani kehidupan seorang pemangku sebagai orang yang disucikan.Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lembaga adat di Desa Tanjung Serupa telah berkontribusi nyata untuk memperhatikan dan memberikan pelayanan kepada para pemangku dalam mensejahterakan kehidupannya walaupun tidak sepenuhnya terpenuhi. Bukti bahwa lembaga adat di Desa Tanjung Serupa telah berfungsi dalam mensejahterakan kehidupan para pemangku adalah dengan memberikan yajna (janggolan) minimal Rp400.000/tahun apabila ada acara di pura (Tri Kahyangan) diberikan punia sebesar Rp 200.000. Selain berupa uang adat juga memberikan yajna berupa barang dan pakaian, dan hasil panen sebanyak 5-10 kg/kk/panen. Peran lembaga adat harus ditingkatkan agar kehidupan seorang pemangku dapat terjamin.
Manajemen Supervisi Akademik Melalui Teknik Individu Dan Pendekatan Langsung Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Pembelajaran
Suyono
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 14 No. 2 (2023): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Supervisiakademikadalahserangkaian kegiatanuntukmembantudosen mengembangkan kemampuannya dalam mengelola prosespembelajarandemipencapaiantujuanpembelajaran, pengelolaanpembelajaranmeliputipersiapan pembelajaran,perlaksanaan pembelajarandan penilaian hasil pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik individu supervisi akademik terhadappelaksanaan pembelajaran dan mengetahui pengaruhpendekatanlangsung supervisi akademik terhadap pelaksanaanpembelajaran. Penelitianinimenggunakanmetodedeskriptifdenganpendekatankualitatif.Teknikpengumpulan datadengan metodewawancara,observasi danstudidokumentasi. Subjek penelitianadalahkepalasekolah, wakilkepalasekolahdan dosen. Data dianalisis denganteknik reduksi, penyajian danpenarikankesimpulan. Hasil penelitianmenunjukkanperencanaansupervisiakademikdisusunpadaawaltahunakademikbarudenganmelibatkanwakilketua 1 bidang akademik,dandosen-dosen.Sasarandalam perencanaansupervisi akademikkepalasekolahadalahkemampuandosendalammengelola pembelajaran,mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil belajar mahasiswa. Pelaksanaan supervisi akademik dilakukanterlebih dahulumengkomunikasikan kepadadosen-dosen,dilakukansebanyaksatu kalidalamsatusemester,atauduakalidalamsatutahunakademik.Tekniksupervisi akademikyangdigunakanyaitutekniksecaraindividuatau pengamatansetiapdosendengankunjungankelas,pendekatansuperviseyangdilakukanmelaluipendekatan langsung kepada semua dosen. Hambatan-hambatan adanyakegiatan-kegiataneksternalyangsifatnyamendadak,sehinggajadwalsupervisiyangsudahdisusunsebelumnyajugaterganggu. Dosen yangdisupervisi merasamasihadarasaewuhpekewuhterhadapkunjunagnkelas.
Deskripsi Dan Fungsi Bangunan Pura (Candi Gedong) Umat Hindu Etnis Jawa
Suyono;
Dwi Hadi Putra
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 1 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketidaktahuan masyarakat tentang bentuk dan fungsi Bagunan Pura (Candi Gedong). Penelitian ini bertujuan untukmengetahuibentuk dan fungsi Bagunan Pura (Candi Gedong) serta Sejarah Candi Gedong. Waktu penelitian dari bulan Juli sampai bulan September. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan deskriptif kualitatif non statistic, Proses analisis datamenggunakan model yang dikembangkan oleh Miles danHubermanyaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian ini adalah 1. BentukArsitektur Candi Gedong berupa: a. Dimensi bagunan berupa bentuk dan ukuran candi gedong.Dimensi bangunan berupa bentuk yaitu bagian atas atap candi berisikan ukiran Stupa, karang mata satu, karang manuk dan karang rangda, bagian badanyang memiliki ukiran Arca, karam boma, karang bunga dan lis dan bagian kaki yang memiliki ukiran Karang Gajah, karang bunga dan lis.B. Bahan Bagunan yang digunakan dalam pembuatan candi. 2, fungsi Candi Gedong yaitu Tempat berstananya Tuhan yang berwujud (Arca). 3. Sejarah Candi Gedong yaitu mengadopsi dari candi Prambanan dan menurut sejarah Hindu di Nusantara.Candi merupakan sarana bagi umat Hindu untuk melaksanakan bakti (sembahyang). Candi prambanan memiliki berbagai macam arca dan yang utama adalah Tri Murti, begitu juga dengan Candi Gedong yang memiliki arca didalam bangunannya. Arca yang digunakan sesuai dengan wilayah masing-masing.Kata
Peran Smartphone Terhadap Minat Belajar Siswa Ditengah Wabah Covid-19 Study Di SMP Negeri 4 Mesuji, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji
I Nyoman Tri Bayu Tanaya;
Wayan Arya
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 1 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran smartphoneterhadap minatbelajar siswa ditengah wabah Covid-19.di SMP Negeri 4 Mesuji, Kecamatan Way Serdang, Kabupaten Mesuji.Desain penelitian yang digunakan adalah deskritif kualitatif. Sampel penelitian adalah siswa kelas I, II dan III, tenaga pendidik, dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket wawancara. Datapenelitian ini berupadata kualitatif. Data kualitatif berupa deskripsi angket hasil observasi awal dan wawan carayang dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya penurunan minat belajar siswa yang disebabkan tidak memiliki kuota internet, materi yang diberikan oleh guru kurang menarik perhatian siswa, kurangnya penjelasan dari guru dan pemahaman dari siswa pada saat proses belajar mengajar menggunakan smartphone,serta kurangnya pemahaman dalam menggunakan smartphone.
Analisis Pembiayaan Pada Tingkat Pelaksanaan Upacara Dewa Yajna Studi Pada Upacara Ngenteg Linggih Pura Puseh Desa Di Desa Restu Rahayu Kecamatan Raman Utara Kabupaten Lampung Timur
Ni Gusti Ayu Made Afranti;
Ni Ketut Ayu Mirdani
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 1 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tujuan dari peneliti adalah ingin mengetahui seberapa besar dana yang digunakan dan tingkatan apa yang di gunakan pada upacara Ngenteg Linggih.Analisis pembiayaan merupakan suatu yang bentuknya secara terperinci dan jelas dari pemasukan dan pengeluaran oleh seseorang. Pembiayaan merupakan tujuan utama manusia untuk mencapai sesuatu dan menunjang pelaksanaan upacara dewa yajna(Ngenteg Linggih) berdasarkan tingkatan yang digunakan, oleh karenanya masyarakat kurang memahami dari tingkatan yang digunakan dan pembiayan yang sebesar ituapa saja yang diperlukan.Berdasarkan rumusan masalah berapa besar dana yang keluar dalam upacara Ngenteg Linggihyang diminta dari satu kepala keluarga adalah Rp.3.000.000 dari 264 KK dan menggunakan tingkatan seperti apa dalam upacara Ngenteg Linggih.Penelitian ini bersifat kualitatif, maka analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptifkualitatif. Analisis kwalitatifadalahusaha analisis berdasarkan kata-kata yang disusun ke dalam bentuk teks yang diperluas. Sedangkan analisis deskriptifadalah dengan mengadakan suatu telaah pada gejala yang bersifat objektif sesuai dengan data kepustakaan maupun lapangan.Analisis pembiayaan merupakan penjelas dari pemasukan dan pengeluaran untuk mendapatkan sesuatu untuk kepentingan bersama, di Desa Restu rahayu pada saat melaksanakan upacara Ngenteg Linggihadalah memerlukan dana yang sangat besar dan memerlukan sarana dan prasarana dalam upakara yang keseluruhannya menghabiskan dana Rp.528.337.000. Dana yang terkumpul dari tiga dusun yaitu 264 KK sebesar Rp.396.000.000. Dan dalam tingkatan yajna pada upacara Ngenteg Linggih mengunakan tingkatan “Madyaning Uttama”yang merupakan tingkatan menengah yang besar. Masyarakat Desa Restu Rahayu sangat antusias dan sedikit yang tidak, dan itu tidak menjadi penghambat untuk melaksanakan upacara yang besar tersebut.Kata
Religiusitas Kidung Ibu Pertiwi Dalam Pelak Sanaan Upacara Bhuta Yadnya” Studi Kasus Desa Glagah, Kecamatan Bumi Agung, Kabupaten Lampung Timur
Teguh Samiadi;
Puja Indra Ningsih
Jurnal Pendidikan Agama Vol. 15 No. 1 (2024): JPA : Jurnal Pendidikan Agama
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Hindu Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini dilatar belakangi oleh ketidaktahuan masyarakat tentang nilai religiusitas dan makna kidung ibu pertiwi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai religiusitas dan makna yang terkandung dalam Kidung Ibu Pertiwi, intensitas pelantunan Kidung Ibu Pertiwi dan persepsi masyarakat Hindu di desa Glagah tentang Kidung Ibu Pertiwi yang dilaksanakan pada upacara bhuta yadnya. Waktu penelitian dari bulan Juli sampai bulan September. Penelitian menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan kepustakaan. Teknik alalisis data yang digunakan deskriptif kualitatif non statistic, Proses analisis data menggunakan model yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasilpenelitian ini adalah kidung ibu pertiwi memiliki 3 Nilai religiusitas dan 2 makna. Nilai religiusitas yang terkandung dalam Kidung Ibu Pertiwi adalah : 1) Nilai menghargai bumi dan nilai Tri Hita Karana. 2) Nilai menggagungkan, nilai menghormati bumi dan nilai hukum karma. 3) Nilai perasaan sedih, tenang, damai dan nilai rasa syukur. Makna yang terdapat dalam Kidung Ibu Pertiwi adalah bumi memberikan kesejahteraan, manusia harus merawat bumi dan diajarkan ketulusan serta kesabaran, saling memberi, memiliki kemurahan hati serta cinta kasih. Kidung ibu pertiwi sering dilantunkan di desa Gelagah, persepsi masyarakat tentang kidung ibu pertiwi adalah penting dan harus dilantunkan saat upacara bhuta yadnya.