cover
Contact Name
M. Zidny Nafi' Hasbi
Contact Email
mzidnynafihasbi@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
dimasejati.iainsnj@gmail.com
Editorial Address
Jl. Perjuangan By-Pass Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
DIMASEJATI:Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27219364     EISSN : 27163377     DOI : 10.70095
Core Subject :
DIMASEJATI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat diterbitkan oleh LP2M UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel hasil-hasil penelitian terapan berbasis komunitas, maupun hasil kegiatan pemberdayaan masyarakat. DIMASEJATI berfokus pada masalah utama dalam pengembangan ilmu bidang layanan masyarakat sebagai berikut: Layanan Komunitas: Orang, Ketahanan Pangan Lokal, Pelatihan, Pemasaran, Teknologi Tepat Guna, Desain Pemberdayaan Masyarakat, Akses Sosial dan Kesehatan. Layanan Komunitas Mahasiswa; Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan, dan sebagainya.
Arjuna Subject : -
Articles 193 Documents
Penguatan Karakter Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif, dan Responsif (TIDAR) sebagai Fondasi Kewirausahaan Inklusif di Desa Ngablak, Kabupaten Magelang Satrio Tegar Sadewo; Aditya Kumala Dewi; Rizky Maulana Akbar Miyono; Ezzy Hendry Wardhana
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2026): on Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.202682.24876

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pola pikir kewirausahaan penyandang disabilitas usia produktif melalui internalisasi lima nilai TIDAR (Tangguh, Integratif, Dedikatif, Aktif, dan Responsif). Kegiatan dilaksanakan pada 24 Juli 2026 di rumah warga di Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, dengan melibatkan 17 penyandang disabilitas dari komunitas Warsa Mundung yang sebagian besar telah menjalankan usaha selama lebih dari tiga tahun. Metode yang digunakan meliputi *pre-test*, ceramah interaktif berbasis skenario naratif untuk setiap nilai TIDAR, dan *post-test*, dengan menggunakan instrumen tes pilihan ganda yang terdiri dari 25 butir soal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang konsisten di seluruh dimensi, dengan skor rata-rata meningkat dari 37,6% menjadi 57,4% (peningkatan sebesar 19,8 poin persentase). Peningkatan tertinggi terjadi pada dimensi Tangguh dan Dedikatif, sedangkan dimensi Responsif menunjukkan peningkatan terendah dan masih memerlukan penguatan lebih lanjut. Kegiatan ini menegaskan bahwa pembentukan karakter berbasis nilai TIDAR dapat menjadi landasan awal yang relevan untuk memperkuat kewirausahaan inklusif di kalangan kelompok masyarakat rentan di wilayah perdesaan.
Program Didikan Subuh: Penguatan Antusiasme Shalat Subuh Berjamaah Generasi Muda Cilayang Lebak Fakta Lovandez Abel; Neysila Syara Azzahra; Aida Abdilah; Wieke Ismatul Maula; Verry Mardiyanto
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2026): on Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.202682.24865

Abstract

Rendahnya antusiasme generasi muda dalam melaksanakan salat Subuh berjemaah merupakan masalah nyata di banyak komunitas, termasuk di Dusun Cilayang Lebak, Desa Kadudamas, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Kondisi ini mendorong mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 13 untuk menginisiasi dan memfasilitasi program "Didikan Subuh" guna menumbuhkan kesadaran beribadah serta membangun karakter religius di kalangan pemuda setempat. Artikel pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan, hasil, dan dampak program Didikan Subuh—di mana mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator utama—yang mencakup penampilan para pemuda (seperti menjadi pembawa acara, melantunkan azan, menyampaikan ceramah singkat, serta melafalkan rukun iman, rukun Islam, bacaan salat, dan sifat-sifat wajib Allah) yang diadakan setiap Minggu pagi setelah salat Subuh berjemaah. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pengabdian masyarakat partisipatif yang meliputi tahap observasi, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan jumlah dan antusiasme generasi muda dalam melaksanakan salat Subuh berjemaah setelah program berjalan secara rutin, yang didukung oleh keterlibatan aktif mereka dalam berbagai penampilan keagamaan. Tingginya antusiasme generasi muda menjadi faktor utama keberhasilan program ini. Keberlanjutan program bergantung pada ketersediaan pengelola dan pembimbing tetap bagi para pemuda setelah masa KKN berakhir. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi model pembinaan keagamaan berbasis masyarakat yang dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Penguatan Karakter Anak melalui Program Didikan Subuh sebagai Wadah Pembinaan Keagamaan dan Public Speaking di Desa Kadudamas Ubaidillah Rohim; Nurul Lailatul Mukhlisoh; Andini Ramadiniyah; Umar Zaydan; Verry Mardiyanto
Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 8 No. 2 (2026): on Progress
Publisher : Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/dimasejati.202682.24868

Abstract

Minimnya pengetahuan keagamaan anak di Desa Kadudamas, belum terbentuknya kebiasaan bangun dan mengikuti salat Subuh secara rutin, serta rendahnya keberanian untuk tampil dan berkomunikasi di depan orang lain menunjukkan perlunya pembinaan yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan. Kebutuhan tersebut kemudian diwujudkan melalui Program Didikan Subuh sebagai ruang pembinaan keagamaan sekaligus pengembangan karakter dan kemampuan public speaking anak. Metode Pengabdian ini menggunakan Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pembinaan dan latihan, pelaksanaan, pengamatan, serta refleksi dengan melibatkan 15 anak. Hasil pengamatan menunjukkan peningkatan kebiasaan bangun dan mengikuti salat Subuh sebesar 53,34%, pengetahuan keagamaan sebesar 46,66%, keberanian tampil sebesar 60%, kemampuan public speaking sebesar 53,33%, partisipasi aktif sebesar 46,66%, dan tanggung jawab sebesar 46,67%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa Program Didikan Subuh mampu menghubungkan pembelajaran keagamaan dengan pembiasaan ibadah, penguatan karakter religius, serta pengembangan keberanian dan kemampuan komunikasi anak. Program ini dapat menjadi ruang pembinaan berbasis masyarakat yang mendukung perkembangan keagamaan dan kapasitas anak secara berkelanjutan.