cover
Contact Name
Khathibul Umam Zaid Nugroho
Contact Email
nugrohoumam@gmail.com
Phone
+6285218222294
Journal Mail Official
nugrohoumam@gmail.com
Editorial Address
Jl. Mayor Toha, Air Kuti, Kec. Lubuk Linggau Tim. I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan 31625
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technolog
ISSN : 31103162     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology merupakan publikasi ilmiah yang berfungsi sebagai media publikasi tentang Pendidikan, Sains dan Teknologi. Prosiding ini memuat artikel penelitian dan karya ilmiah yang diselenggarakan secara terbuka melalui seminar nasional. Beberapa topik yang dibahas dalam antara lain: Pendidikan MIPA Sistem Informasi Teknologi Informasi Ilmu Komputer ⁠Deep Learning Sosial dan Humaniora ⁠Evaluasi Pembelajaran ⁠Sains (Fisika,Kimia,Biologi) ⁠STEM ⁠PTK
Arjuna Subject : -
Articles 145 Documents
Identifikasi Jenis-Jenis Capung di Area Persawahan Marga Mulya Kecamatan Lubuklinggau Deca Anggraini; Diah Maretta Putri; Tenny Raisa Rahmadani; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jenis capung yang ditemukan di area persawahan Marga mulya kecamatan lubuklinggau. Metode penelitian yang digunakan adalah kulitattif melalui pengamatan di lapangan, penangkapan spesimen menggunakan jaring serangga, dan identifikasi morfologi berdasarkan ciri-ciri tubuh, sayap, warna serta bentuk abdomen yang berada di area persawahan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif,dengan cara survei dan pengamatan langsung (tangkap lepas). Hasil penelitian menunjukkan beberapa jenis capung yang berhasil di temukan pada area persawahan sebanyak 3 jenis yaitu Pantala Flavesnes, Orthetrum Sabina, dan Sympetrum sanguineum. Di simpulkan bahwa jenis capung tersebut termasuk dari famili Libellulidae dan ketiga spesies capung ini termasuk dalam subordo Anisopthera. Keberadaan capung di area persawahan mengindikasikan bahwa lingkungan setempat masih cukup baik untuk mendukung keanekaragaman serangga. Capung berperan sebagai predator alami yang membantu mengendalikan populasi serangga kecil di sekitar lahan pertanian. Dengan demikian, identifikasi jenis jenis capung di daerah marga mulya penting sebagai data awal untuk kajian keanekaragaman hayati pertanian.
Inventarisasi Spesies Yang Berpotensi Sebagai Hama Di Sawah Marga Rahayu, Lubuk Linggau Tiara Jesika; Devi Chantika; Devi Anggraeni Cleo; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inventarisasi spesies yang berpotensi sebagai hama di sawah Marga Rahayu, Lubuk Linggau Selatan ll, dilakukan untuk mengidentifikasi jenis-jenis organisme yang dapat menggangu pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini bertujuan untuk mendata keberadaan siput kebun (Achatina fulica), belalang (Orthoptera), kaki seribu (Diplopoda), dan keong (Mollusca), di area persawahan. Metode yang digunakan adalah observasi langsung, perangkap, identifikasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat empat kelompok yang berpotensi sebagai hama yaitu bekicot, belalang, kaki seribu, dan keong. Bekicot dan keong dapat merusak bibit padi dengan cara memakan daun muda dan batang muda padi, sementara belalang mengkonsumsi daun secara menyeluruh. Kaki seribu ditemukan merusak akar dan batang dasartanaman padi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat organisme sebagai hama, sehingga di perlukan pendekatan pengendalian hama terpadu yang selektif untuk menjaga keseimbangan ekosistem sawah.
Bagian Tumbuhan Yang Dimanfaatkan Sebagai Bahan Pewarna Alami Pada Suku Jawa Di Desa Sukakarya Meida Angelina Aulia Fitri; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan pewarna merupakan tumbuhan yang dapat menghasilkan warna karena pigmen yang terkandung di dalam sel tumbuhan. Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pewarna alami menjadi salah satu upaya dalam mengurangi penggunaan pewarna sintetis yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi Kesehatan dan juga lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami pada masyarkat suku Jawa di desa Sukakarya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi, eksplorasi, wawancara, dokumentasi, dan  studi literatur. Data di analisis secara deskriptif berdasarkan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa diperoleh 20 jenis tumbuhan di desa Sukakarya yang dapat di manfaatkan sebagai bahan pewarna alami dan bagian yang paling sering digunakan adalah daun, bunga, buah, dan rimpang. Sebagian besar tumbuhan pewarna alami yang ditemukan bersal dari famili Fabaceae sebesar 15%, sedangkan famili lainnya tersebar dengan presentase masing-masing 5% kunyit Curcuma longa menjadi salah satu tumbuhan yang paling sering dimanfaatkan oleh suku Jawa di desa Sukakarya. Pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan pewarna alami selain mudah untuk ditemukan pewarna alami juga dinilai lebih aman dan ramah lingkungan di bandingkan pewarna sintetis.
Identifikasi Tumbuhan Obat Tradisional Pada Suku Melayu Lembak Tenny Raisa Ramadhani; Anisa Aprila; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis tumbuhan, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan serta cara pemanfaatannya sebagai obat tradisional oleh masyarakat kelurahan kayu ara, kota lubuklinggau. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan april 2026. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purporsive sampling. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 23 jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat kelurahan kayu ara, diantaranya ada Jahe (Zingiber officinale), Kunyit (Curcuma longa), dan daun sirih (Piper betle). Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan untuk diolah menjadi obat adalah daun, rimpang, buah, dan batang. Menurut responden, manfaat dari tumbuhan obat yaitu dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti menurunkan tekanan darah, mengatasi batuk, demam, menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan produk ASI, serta sebagai antibakteri alami. Kesimpulan penelitian ini adalah masyarakat kelurahan kayu ara masih memanfaatkan tumbuhan herbal sebagai obat tradisional untuk menjaga kesehatan.
Identifikasi Lumbricus Terrestris Terhadap Kesuburan Tanah Pada Perkebunan Sawit Dan Perkebunan Sayur Di Desa Margatani Selvi Andini; Desi Tri Lestari; Rines Ariska; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lumbircus Teresstris atau cacing tanah merupakan hewan invertebrata yang tidak mempunyai tulang belakang. Cacing tanah merupakan bioindikator penting terhadap kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepadatan cacing serta menganalisis hubungan kesuburan tanah pada perkebunan sawit dan perkebunan sayur di Desa Margatani. Metode penelitian yang kami gunakan adalah Eksploratif dengan teknik wawancara,observasi di lapangan ,dan dokumentasi melalui pengamatan dikedua tempat. Karakteristik yang kami amati dalam penelitian ini meliputi jumlah cacing tanah yang ditemukan kedua lokasi tersebut, tingkat keasaman tanah (pH),suhu tanah dan kandungan bahan organik yang terdapat di lokasi tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh peran cacing tanah terhadap perkebunan sawit tergolong kurang karena masyarakat sekitar sering menggunakan pupuk kimia,sehingga kandungan bahan organik ditanah menjadi lebih rendah, sedangkan di perkebunan sayur masyarakat masih menggunakan pupuk organik, sehingga kondisi tanah lebih subur dan lebih mendukung aktivitas cacing tanah. Bedasarkan hasil penelitian tim kami menujukkan bahwa keberadaan cacing tanah lebih banyak di perkebunan sayur daripada perkebunan kelapa sawit. Kondisi ini menunjukan bahwa perkebunan sayur memiliki lingkungan tanah yang lebih subur dan penggunaan pupuk organik yang lebih tinggi,sehingga keberadaan cacing masih tergolong baik sebagai indikator kesuburan tanah.
Kajian Etnobotani Tumbuhan Bahan Kosmetik Tradisional Pada Suku Melayu Rawas Di Kelurahan Muara Kulam Kecamatan Ulu Rawas Diah Maretta Putri; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari hubungan masyarakat denganpemanfaatan tumbuhan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sebagai kosmetik tradisional. Kosmetik tradisional merupakan bahan alami yang digunakan untuk perawatan kulit, rambut, dan tubuh bagian luar yang diperoleh dari tumbuhan serta diolah secara sederhana dengan pengetahuan budaya yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat tersebut. Namun, penggunaan tumbuhan sebagai kosmetik tradisional saat ini mulai berkurang seiring berkembangnya produk kosmetik modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan yang berpotensi bahan kosmetik tradisional serta manfaatnya pada masyarakat suku Melayu Rawas di kelurahan Muara Kulam, kecamatan Ulu Rawas, kabupaten Musi Rawas Utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui pengamatan langsung di lapangan, wawancara dengan beberapa warga di kelurahan Muara Kulam, serta referensi dari jurnal dan penelitian sebelumnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 22 jenis tumbuhan dari berbagai famili yang dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik tradisional. Famili tumbuhan yang paling banyak ditemukan yaitu Arecaceae, Zingiberaceae, dan Poaceae dengan masing-masing terdiri dari atas dua spesies. Tumbuhan tersebut digunakan untuk perawatan kulit, rambut, kuku, serta penghilang bau badan. Pemanfaatan tumbuhan sebagai kosmetik tradisional perlu didokumentasikan agar pengetahuan tersebut tidak semakin berkurang di masyarakat.
Identifikasi Tumbuhan Berpotensi Pangan Pada Suku Musi Di Desa E Wonokerto Della Tri Utami; Dinda Dwi Putri Dinanti; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tumbuhan yang berpotensi sebagai bahan pangan adalah segala jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan manusia sebagai sumber makanan. Namun, pemanfaatan tumbuhan pangan di Desa E Wonokerto masih belum optimal karena masyarakat cenderung memanfaatkan bagian tertentu seperti buah, daun, dan biji sementara bagian lain yang juga berpotensi sebagai sumber pangan masih kurang dimanfaatkan. Selain itu, pengetahuan mengenai tumbuhan pangan lokal juga mulai berkurang seiring dengan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan pangan yang dimanfaatkan masyarakat serta bagian tumbuhan yang paling sering digunakan di Desa E Wonokerto. Metode penelitian yang digunakan yaitu observasi langsung, dokumentasi, dan wawancara dengan masyarakat setempat. Data dianalisis secara kualitatif berdasarkan jenis tumbuhan pangan, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, serta pemanfaatannya dalam kehidupan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis tumbuhan dari berbagai famili yang dimanfaatkan sebagai pangan. Pada Desa E Wonokerto mayoritas masyarakat membudidayakan tumbuhan dari famili Poaceae seperti padi dan jagung. Padi (Oryza sativa) merupakan komoditas utama yang paling banyak dibudidayakan oleh masyarakat sebagai makanan pokok dan sumber mata pencaharian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan pangan lokal memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan masyarakat dan masih perlu ditingkatkan lagi agar potensi setiap bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam kehidupan masyarakat.
Identifikasi Manfaat Tumbuhan Berpotensi Upacara Adat Atau Ritual Pada Suku Jawa Di Desa E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo Rines Ariska; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian etnobotani merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan tumbuhan dengan masyarakat. Upacara adat adalah segala kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh masyarakat dalam suatu komunitas yang dianggap sebagai bentuk kebangkitan dalam diri masyarakat. Penelitian ini dilakukan pada salah satu suku yaitu suku jawa, yang masih menjaga dan melaksanakan upacara adat salah satunya adalah temu manten yang dilakukan saat melangsungkan pernikahan. Daerah yang diteliti dan masih menggunakan tradisi temu manten yaitu desa E Wonokerto kecamatan tugumulyo. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, dokumentasi dan eksplorasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis tumbuhan apa saja yang digunakan untuk upacara adat dan manfaatnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan ditemukan 20 jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan upacara adat khususnya upacara adat temu manten, dan berdasasarkan hasil yang telah dikaji bahwa bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah bunga sebanyak 30%, dan bagian lainnya yang digunakan untuk upacara adat (daun 25%, biji 25%, buah 10%, rimpang 5%, dan batang 5%). Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para pembaca agar mengetahui berbagai jenis tumbuhan yang dijadikan sebagai bahan upacara adat terutama pada upacara adat temu manten di suku jawa kecamatan tugumulyo.
Inventarisasi Jenis Belalang (Ordo Orthoptera) pada Ekosistem Persawahan di Kelurahan Marga Rahayu, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan Dinda Dwi Putri Dinanti; Della Tri Utami; Meida Anggelina Aulia Fitri; Veni Nurhidaya; Destien Atmi Arisandy
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Belalang merupakan kelompok serangga dari ordo Orthoptera yang banyak dijumpai pada berbagai tipe habitat, salah satunya pada area persawahan. Keberadaan belalang di area persawahan dipengaruhi oleh ketersediaan vegetasi, kondisi lingkungan, dan aktivitas manusia di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi spesies belalang yang ditemukan di kawasan persawahan Marga Rahayu. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan teknik survei lapangan. Pengamatan dilakukan pada dua area persawahan, yaitu Area A seluas 1 hektar atau 10.000 m² (100 m × 100 m) dan Area B seluas 1.5 Hektar atau 15.000m². Pengambilan sampel dilakukan menggunakan jaring serangga (sweep net) dan pengamatan langsung pada vegetasi yang terdapat di lokasi penelitian, serta pengambilan foto belalang dengan kamera. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak empat spesies belalang yang tergolong ke dalam dua famili, yaitu famili Acrididae yang terdiri atas Oxya chinensis, Acrida cinerea, dan Valanga nigricornis. Famili Pyrgomorphidae hanya ditemukan satu spesies, yaitu Atractomorpha crenulata. Spesies yang paling banyak ditemukan adalah Oxya chinensis . Keberadaan berbagai spesies belalang di kawasan persawahan Marga Rahayu menunjukkan bahwa habitat persawahan masih mendukung kehidupan belalang sebagai salah satu komponen penting dalam ekosistem.
Identifikasi Cara Pengolahan Tumbuhan yang Dimanfaatkan oleh Suku Jawa Sebagai Obat Tradisional Pada Masyarakat Desa Sukajaya Linda Nur Ulfa; Fitria Lestari
Prosiding Silampari Conference of Life Sciences and Techonology (Silamparilist) Vol 2 (2026): Proceeding Silampari Conference of Life Science and Technology
Publisher : Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat tradisional merupakan warisan turun-termurun dari generasi ke generasi berikutnya dan harus tetap dikembangkan agar tidak hilang. Selain mudah didapatkan, mudah diolah dan murah, tumbuhan tradisional menjadi alternatif pengobatan alami, khususnya di Desa Sukajaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan etnobotani melalui observasi dan wawancara serta dokumentasi langsung bersama masyarakat yang menggetahui penggunaan tanaman obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Desa Sukajaya pada suku Jawa, dan manfaat apa yang terkandunng dalam tumbuhan tradisional, bagaimana cara penggolahannya, dan bagian apa saja yang digunakan. Data hasil observasi wawancara secara langsung meliputi jenis tumbuhan, bagian tumbuhan cara pengolahan dan pemanfaatan. Masyarakat Desa Sukajaya, menggunakan bagian bunga, biji, buah, batang, rimpang dan juga akar untuk pengobatan diolah dengan cara direbus, ditumbuk, diremas, ditempelkan dan dikonsumsi langsung. Tumbuhan ini dimanfaatkan untuk obat batuk, demam, luka ringan, sakit perut dan sebagainya.