cover
Contact Name
Yasir Sidiq
Contact Email
lppi@ums.ac.id
Phone
+6282134901660
Journal Mail Official
lppi@ums.ac.id
Editorial Address
Gedung Induk Siti Walidah Jalan Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Surakarta 57162, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
ISSN : 27212882     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta diterbitkan dalam rangka seminar tahunan yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 532 Documents
Seorang Anak Laki-Laki Usia 17 Tahun dengan Thalasemia Mayor Kautsar Prastudia Eko Binuko; Mutiara Azzahra
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seorang Anak Laki-Laki berusia 17 tahun datang ke IGD RSUD dr.Harjono S Ponorogo pada tanggal 8 September 2023 dengan keluhan utama badan lemas sejak 1 hari yang lalu. Dari Alloanamnesis pasien tampak pucat, mudah letih dan kurang aktif. Badan pasien lemas terus menerus disertai mual dan muntah sebanyak 2 kali berisi makanan dan darah. Keluhan lain pasien BAB kehitaman sebanyak 4x. Perut pasien membuncit dan pertumbuhan tidak sesuai dengan usianya. Pasien selalu rawat inap setiap 3 minggu sekali untuk rutin transfusi darah 3 kolf. Pasien didiagnosis Thalassemia mayor. Thalasemia adalah penyakit kelainan genetik heterogen yang diakibatkan oleh penurunan sintesis rantai alfa atau betahemoglobin. Tubuh tidak dapat membentuk sel darah merah yang normal, sehingga sel darah merah mudah rusak atau berumur pendek kurang dari 120 hari. Thalasemia diturunkan dari orang tua kepada anaknya melalui gen. Kasus thalasemia makin meningkat dari tahun ke tahun, maka diperlukan upaya pencegahan yang dapat dimulai dengan skrining pada individu-individu yang memiliki sifat pembawa thalasemia.
Seorang Wanita 65 Tahun dengan Fahr Disease Nadia Shafira Dahani; Lissiani Candra; Titian Rakhma
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:Fahr Disease merupakan kelainan neurogeneratif yang sangat langka yang dikarakteristikkan dengan adanya deposit kalsium abnormal bilateral idiopatik di ganglia basalis yang ditandai dengan perubahan metabolik, biokimia, neuroradiologis, dan neuropsikiatri. Kasus:seorang perempuan usia 65 tahun datang ke IGD RSUD dr. Sayidiman Magetan pada tanggal 29 Agustus 2023 dengan keluhan tangan dan kaki kanan pasien lemas dan kesemutan disertai dengan serangan kontraksi otot klonik umum secara tiba-tiba. Riwayat kesehatannya menunjukkan adanya gangguan kognitif progresif. Pemeriksaan laboratorium menunjukan hiperkolesterolemia dan hiperuresemia. Pencitraan CT otak tanpa kontras menunjukkan kalsifikasi padat simetris bilateral di ganglia basalis dan serebellum. Diskusi: riwayat penyakit hipertensi yang tidak terkontrol disertai dengan anomali anatomi, seperti sistem arteri yang berliku-liku atau menyempit yang menyuplai ganglia basalis, dapat menjadi sebuah penyebab aliran darah rendah sampai subsequent serta kalsifikasi struktur yang terkait. Pemeriksaan Ct Scan kepala didapatkan gambaran hiperdens simetris bilateral pada ganglia basalis dan dapat meluas ke struktur disekitarnya secara bilateral. Kesimpulan: telah dilaporkan pasien wanita yang didiagnosis fahr disease dengan gejala yang sering disalah artikan sebagai penyakit psikiatri primer dikarenakan umumnya pasien datang dengan keluhan subklinis yang menyebabkan tatalaksana kurang tepat.
Seorang Perempuan 63 Tahun dengan Bronkopneumonia, PPOK Eksaserbasi Akut, Post ORIF Vertebra Narendra Putra Adi Pamungkas; Maria Reciana Setiailani; Lorenza Eka Damayanti; Maulina Yulianti; Aisyawa Sabrina Aaliyah Sanyoto; Hengki Setyawan
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopneumonia merupakan radang dari saluran pernapasan yang terjadi pada bronkus sampai dengan alveolus paru akibat virus bakteri atau jamur. Penyakit paru obstruksi kronis (PPOK) adalah penyakit paru diakibatkan oleh adanya hambatan aliran udara yang tidak sepenuhnya reversibel. Morbiditas dan mortalitas penderita PPOK dihubungkan dengan eksaserbasi periodik yaitu terjadi perburukan gejala. Eksaserbasi akut adalah PPOK yang mengalami perburukan dengan tambahan gejala yaitu frekuensi sesak napas semakin meningkat, peningkatan jumlah dan perubahan purulensi sputum. Kasus ini mendeskripsikan pasien berusia 63 tahun yang datang ke IGD RSUD Karanganyar dengan keluhan sesak napas sejak 1 minggu. Keluhan disertai batuk berdahak sejak 1 minggu yang lalu. kemudian dilakukan pemeriksaan fisis dan penunjang didapatkan diagnosis bronkopneumonia, PPOK eksaserbasi akut, dan post ORIF vertebra. Penatalaksanaan pada pasien ini meliputi pemberian oksigen, bronkodilator, antibiotik, ekspektoran, proton pump inhibitor, dan kortikosteroid.
Seorang Laki-Laki 59 Tahun dengan Hepatocellular Carcinoma (HCC) Nuzhulla Nuri Akmalina; Dian Prasetyawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma hepatoseluler (KHS) merupakan tumor ganas hati primer yang berasal dari hepatosit. Sebagian besar kasus KHS disertai dengan kelainan hati lain seperti penyakit hati kronis Hepatitis B, Hepatitis C, dan sirosis hati. Pada kasus ini, laki-laki usia 59 tahun datang dengan keluhan utama nyeri perut pada bagian kanan atas sejak 2 minggu sebelum masuk rumah sakit. Nyeri menjalar ke seluruh lapang perut, dirasakan terus menerus, semakin memberat dalam 1 minggu. Pasien juga mengeluhkan perut kembung, terasa penuh dan kencang. Buang air kecil pasien berwarna kuning pekat seperti teh, Pasien terdiagnosis Hepatitis B pada 5 bulan yang lalu dan sempat dirawat inap. Saat dilakukan pemeriksaan USG dicurigai terdapat benjolan pada hati pasien dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan MSCT scan abdomen tanpa dan dengan kontras didapatkan gambaran mengarah pada karsinoma hepatoselular multifokal. Tekanan darah didapatkan hasil 111/60 mmHg. Pemeriksaan kimia klinik berupa SGOT 122 U/L, SGPT 47 U/L dan tes HBsAg reaktif. Pemberian terapi farmakologis berupa infus Aminoleban 500ml/24jam, injeksi Pantoprazole 40mg/24jam, Injeksi Ceftriaxone 2gr/24jam dan Infus Metronidazole 500mg/12jam. Selanjutnya pasien diberikan edukasi terkait pemberian terapi dan perkembangan penyakit.
Laporan Kasus: Seorang Laki-Laki 30 Tahun dengan Hemoroid Grade II Ratri Mega Harani; Abdul Hakam Mubarok
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemoroid adalah pembengkakan submukosa pada lubang anus yang mengandung pleksus vena, arteri kecil, dan jaringan areola yang melebar. Hemoroid dibedakan menjadi interna dan eksterna. Hemoroid interna adalah pembengkakan vena pada pleksus hemoroidalis superior, di atas linea dentate dan tertutup oleh mukosa. Hemoroid eksterna adalah terjadinya varises pada pleksus hemoroidalis inferior dibawah linea dentate dan tertutup oleh kulit. Faktor yang memegang peranan kausal adalah mengedan pada waktu defekasi, konstipasi menahun, kehamilan dan obesitas. Sangat penting untuk melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, secara tepat untuk menegakkan diagnosis pasti pasien sehingga kita dapat menentukkan tatalaksana yang tepat pada pasien. Pada kasus ini pasien laki-laki usia 30 tahun datang ke Poli Bedah Umum RSUD Dr. Sayidiman Magetan dengan keluhan ada benjolan saat BAB dan keluar darah. Keluhan sudah dirasakan selama 6 tahun dan memberat 5 hari terakhir. Pasien mengatakan jarang makan buah dan sayur, saat BAB pasien sering mengejan. Keluhan lain seperti demam, pusing, batuk, pilek, sesak napas, diare, mual muntah, dan nyeri perut disangkal oleh pasien. Pada kasus ini dilakukan tindakan hemoroidektomi.
Konjungtivitis Viral pada Laki-Laki 23 Tahun Reza Khairunnisa; Patti Arsendra
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konjungtivitis merupakan keadaan inflamasi yang terjadi pada konjungtiva. Sekitar 80% kasus konjungtivitis akut viral disebabkan oleh Adenovirus. Seorang laki-laki berusia 23 tahun datang dengan keluhan mata kiri merah dan terasa kemeng setelah 2 hari yang lalu bermotor lalu matanya terkena sesuatu. Pasien mengeluhkan mata kirinya perih, merah, terasa mengganjal dan air mata pasien tampak berproduksi lebih banyak. Tidak ada kotoran mata yang berlebih, Pasien memiliki riwayat batuk dan pilek kurang lebih satu minggu Pemeriksaan oftalmologi VOD 4/4 dan pada VOS 4/4 f. Pemeriksaan inspeksi luar OD tenang, OS palpebra superior et inferior edema, konjungtiva palpebra berwarna hiperemis, konjungtiva bulbi warna hiperemi dan terdapat injeksi konjungtiva, sklera hiperemis, tidak didapatkan perdarahan maupun benjolan. Terdapat hiperlakrimasi pada OS dan normal pada OD. Terapi pada pasien yaitu pada OS Artificial tears eye drop 4x1, Vitamin C 250 mg tablet 1x1, Ibuprofen 400mg tablet 3x1. Pasien disarankan untuk memberikan kompres dingin pada mata kirinya dan rutin mencuci tangan. Pasien juga disarankan juga untuk melakukan isolasi mandiri.
Penatalaksanaan Perioperatif Epidural Hemorrhage pada Anak: Laporan Kasus Rika Ariyanti; Budi Purwanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cedera kepala merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan pada anak-anak dan dewasa muda. Epidural hemorrhage adalah berkumpulnya darah pada ruang diantara duramater, yang adalah suatu kesatuan dengan periosteum cranial, serta tabula interna tengkorak. Epidural hemorrhage terjadi pada 2,7 hingga 4% kasus dari seluruh kasus cedera kepala. Berdasarkan jenis kelamin sering terjadi pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Gejala klasik berupa periode sadar diantara dua periode tidak sadarkan diri hingga koma lucid interval, nyeri kepala, muntah dan kejang. Penatalaksanaan awal dengan menilai tingkat kesadaran pasien dengan GCS, resusitasi serta pemeriksaan CT-Scan untuk dapat mengetahui letak serta volume perdarahan. Kraniotomi akan dilakukan jika terjadi perdarahan akut.
Pasien Bronkopneumonia dengan PPOK Eksaserbasi Akut: Laporan Kasus Rinika Nusroh Iliya; M Musdalifah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopneumonia merupakan suatu peradangan pada parenkim paru yang melibatkan bronkus maupun bronkiolus dengan adanya bercak. Eksaserbasi sering terjadi pada pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK merupakan salah satu komorbiditas paling umum pada pneumonia, terjadi pada 30% pasien yang memerlukan rawat inap, dan hingga 50% kasus dengan pneumonia berat yang memerlukan masuk ke Unit Perawatan Intensif (ICU). Keluhan utama pasien yaitu sesak nafas disertai batuk dan nyeri dada. Pada pemeriksaan fisik didapatkan mulut tampak setengah terkatup mencucu, thorax memiliki bentuk barrel chest, inspeksi didapatkan ekspirasi yang memanjang, pelebaran sela iga dan penggunaan otot bantu, palpasi didapatkan vocal fremitus kanan kiri menurun, pada perkusi didapatkan hipersonor +/+ dan auskultasi didapatkan suara ronkhi -/-, vesicular +/+, wheezing +/+. Pada pemeriksaan radiologi didapatkan adanya infiltrat di parahilar dan paracardial pulmo dextra, bentuk amorf, batas tak tegas. Pasien diberi terapi oksigen 5 lpm via nasal kanul, Nebu Combivent + Pulmicort /8 jam, infus Futrolit 20 tpm + Bicombin drip /24jam, injeksi Ceftriaxon 2gr/24 jam, injeksi Solvinex 1A/8jam, injeksi NAC 5000mg /24 jam, injeksi MethylPrednisolon 62.5 mg/12 jam, Injeksi Omeprazol /12 jam, Oral Azitromisin 500 mg 1x1, Digoxin 0,25 tab 1x1, Furosemid tab 40 mg 1x1 selama 9 hari. Pasien pulang di hari ke-9.
Fraktur Burst Vertebra Lumbal dengan Defisit Neurologi Rizki Oktabiriya; Bambang Purwadi
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur remuk (burst fractures) adalah fraktur yang terjadi ketika ada penekanan corpus vertebralis secara langsung sehingga tulang menjadi hancur menjadi fragmen tulang yang berpotensi masuk ke kanalis spinalis. Fraktur burst terjadi akibat trauma signifikan yang menekan tulang. Laporan kasus ini menjelaskan tentang fraktur burst pada pasien laki-laki usia 33 tahun yang datang ke IGD dengan keluhan utama nyeri pada punggung belakang sejak ± 30 menit yang lalu setelah jatuh terduduk dan tertimpa pohon. Tatalaksana yang diberikan pada pasien ini adalah tindakan imobilisasi, bed rest, dan mendapatkan terapi medikamentosa yaitu cairan infus RL 20 tpm, injeksi dexketoprofen 50 mg, infus paracetamol 100 mg, dan injeksi pantoprazole sodium 40 mg dengan rute intravena. Kasus ini unik karena beberapa alasan yaitu pasien mengalami perbaikan setelah 12 jam dari onset fraktur walaupun tidak diterapi sesuai rekomendasi. Apabila sesuai rekomendasi pasien yang mengalami fraktur burst tidak stabil seharusnya mendapatkan terapi operatif. Hal tersebut dikarenakan rumah sakit kami adalah rumah sakit umum daerah. Selain itu pasien mengalami spinal shock yang tidak mendapatkan injeksi steroid dosis tinggi pada penanganan pertama.
Seorang Laki-Laki Usia 41 Tahun dengan Melena ec Ruptur Varises Esofagus: Laporan Kasus Shafira Nurul Amalia; Mohamad Ananto Cahyoajibroto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melena adalah kondisi terjadinya perubahan feses yang lengket dan hitam seperti aspal (ter) dengan bau busuk dan perdarahannya sejumlah 50-100 ml atau lebih, melena ini menunjukkan perdarahan SCBA ( Saluran Cerna Bagian Atas ), salah satu penyebab melena berasal dari kelainan esofagus, gaster, dan duodenum. Dalam kasus ini, seorang laki - laki 41 tahun datang ke IGD dengan keluhan BAB hitam disertai pusing ,mual, muntah makanan, perut kembung, nyeri pada ulu hati dan BAK berwarna seperti teh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran compos mentis, tekanan darah 107/53 mmHg, nadi 103 kali/menit , dan saturasi oksigen 95 %. Diketahui pasien memiliki riwayat hematemesis dan melena satu bulan yang lalu. Dan pada pemeriksaan esofagogastroduodenoskopi (EGD) didapatkan hasil varises esofagus grade III dan gastropati hipertensi porta. Berdasarkan hasil laboratorium menunjukkan HB 7,7 g/dl , HBsAg reaktif, SGOT 492 U/L, SGPT 206 U/L. Terapi yang diberikan berupa terapi kausatif, suportif dan simtomatis.