cover
Contact Name
Puji Astuti
Contact Email
puji41277@gmail.com
Phone
+6285361500450
Journal Mail Official
lldikti13jurnal@gmail.com
Editorial Address
Kantor LLDikti Wilayah XIII Jl. Alue Naga , Desa Tibang Kecamatan Syiah Kuala. Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara
ISSN : -     EISSN : 31101801     DOI : 10.64958
Core Subject :
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara adalah jurnal akses terbuka yang direview secara double blind. Jurnal ini menyediakan publikasi artikel di semua area pendidikan. Tujuan dari jurnal ini adalah menyediakan platform bagi para peneliti, akademisi, dan praktisi untuk berbagi, mendiskusikan, dan memperkaya pengetahuan serta inovasi dalam bidang pendidikan guna mendukung pengembangan kebijakan, praktik, dan teori pendidikan yang leboh efektif dan inovatif mencakup keguruan pendidikan, teknologi, kebijakan, model, metode maupun strategi dalam pendidikan.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
MANAJEMEN STRATEGI PENDIDIKAN BERBASIS QANUN KOTA BANDA ACEH NOMOR 4 TAHUN 2020 TENTANG PENDIDIKAN DINIYAH Musriadi; Jalaluddin; Nasrun
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 1 No. 2 (2025): Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Juni 2025
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v1i2.87

Abstract

Pendidikan diniyah berperan penting dalam membentuk karakter dan pemahamanagama di Aceh. Untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama, Qanun KotaBanda Aceh Nomor 4 Tahun 2020 hadir sebagai landasan hukum dalammengembangkan pendidikan diniyah. Penelitian ini mengevaluasi implementasikebijakan strategi pendidikan berbasis qanun tersebut dengan pendekatan kualitatifdan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasiyang melibatkan kepala sekolah SD dan SMP di Banda Aceh. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa meskipun qanun memberikan landasan yang jelas, namunmasih terdapat tantangan utama yang meliputi keterbatasan sumber daya manusia,fasilitas yang belum memadai, serta ketidakmerataan kualitas pendidikan antarsekolah. Kurangnya pelatihan pedagogik bagi pengajar dan minimnya penggunaanteknologi dalam pembelajaran juga masih menjadi kendala. Namun masih terdapatpeluang untuk pengembangan lebih lanjut, seperti upaya kolaborasi antarapendidikan diniyah dan formal, peningkatan pelatihan pengajar, serta menciptakankurikulum yang lebih relevan. Kesimpulannya, meskipun masih terdapat hambatan,akan tetapi implementasi Qanun Kota Banda Aceh Nomor 4 Tahun 2020 berpotensimeningkatkan kualitas pendidikan diniyah jika didukung kebijakan yang lebihintegratif dan penguatan kapasitas SD serta SMP diniyah. Dengan strategi yangtepat, pendidikan diniyah di Banda Aceh dapat mencetak generasi yang cerdassecara agama dan siap menghadapi tantangan global.Kata Kunci: Pendidikan Diniyah, Qanun, Pendidikan Agama, Implementasi,Kebijakan
STRATEGI EFEKTIF DALAM PENGEMBANGAN PROFESI GURU SEKOLAH DASAR NEGERI 058108 PADAT KARYA Aisah aisah
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Seuramoe Pendidikan Aceh
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v2i2.92

Abstract

Pengembangan profesi guru merupakan salah satu aspek fundamental dalam meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di tingkat sekolah dasar. Guru yang profesional dituntut untuk terus berkembang dalam aspek pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesionalisme. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya merancang strategi pengembangan profesi yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan lokal, terutama di SD Negeri 058108 Padat Karya, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana strategi pengembangan profesi diterapkan di sekolah tersebut dan sejauh mana efektivitasnya dalam meningkatkan kualitas guru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk strategi yang digunakan, mengevaluasi efektivitasnya, serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan survei terhadap seluruh guru sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pelatihan internal, keaktifan dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), supervisi akademik oleh kepala sekolah, serta pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) telah memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kompetensi guru. Namun, tantangan berupa keterbatasan literasi digital dan akses pelatihan eksternal masih perlu ditangani secara sistemik. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan strategi berbasis sekolah dan dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk pelatihan teknologi dan pendampingan profesional guru. Kata Kunci: pengembangan profesi guru, strategi sekolah, pelatihan internal.
EUFEMISME DAN DISFEMISME DALAM DEBAT CALON GUBERNUR DAN CALON WAKIL GUBERNUR ACEH TAHUN 2024 Mahzalluna Zulfi; Armia; Muhammad Iqbal; Rostina Taib
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Seuramoe Pendidikan Aceh
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v2i2.95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi eufemisme dan disfemisme dalam debat calon gubernur dan calon wakil gubernur Aceh tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah sumber data dan data. Sumber data dalam penelitian ini adalah data verbal yang diperoleh secara lisan dari debat calon gubernur dan calon wakil gubernur Aceh tahun 2024 dalam kanal YouTube KompasTV Aceh. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung eufemisme dan disfemisme dalam debat calon gubernur dan calon wakil gubernur Aceh tahun 2024. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan data sebanyak 18 eufemisme yang terdiri dari 4 bentuk, yaitu eufemisme berupa perifrase atau perifrasis, eufemisme berupa kata serapan, eufemisme berupa istilah asing, dan eufemisme berupa metafora. Fungsi eufemisme ditemukan sebanyak 2 fungsi yaitu sebagai alat untuk menghaluskan ucapan dan alat untuk berdiplomasi. Bentuk disfemisme ditemukan sebanyak 8 data yang terdiri dari 3 bentuk, yaitu difemisme berupa kata, disfemisme berupa frasa, dan disfemisme berupa idiom. Fungsi disfemisme ditemukan sebanyak 3 fungsi, yaitu sebagai alat untuk menyatakan rasa tidak suka atau benci, alat untuk menghina atau mencela dan mengolok-olok, dan alat untuk penggambaran negatif. Simpulan dari penelitian ini adalah debat calon gubernur dan calon wakil gubernur Aceh tahun 2024 banyak digunakan eufemisme untuk memperhalus ungkapan agar tidak menyinggung pendengar, sedangkan disfemisme cenderung merendahkan dan berpotensi menyinggung pendengar. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengkajian ilmu semantik, khususnya pada pemanfaatan eufemisme dan disfemisme dalam komunikasi publik.
PENGARUH PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) TERHADAP PENGEMBANGAN KARAKTER GOTONG ROYONG PADA SISWA SD NEGERI LAMLHEU KABUPATEN ACEH BESAR: Penguatan Projek Profil Pancasila (P5) terhadap Pengembangan Karakter Siswa SD Mulia Rahmi; Saudah Saudah; Indah Suryawati
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Seuramoe Pendidikan Aceh
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v2i2.96

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) terhadap pengembangan karakter gotong royong siswa di kelas V SD Negeri Lamlheu, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimen desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan wawancara. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji paired sample t-test serta analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan karakter gotong royong siswa setelah mengikuti kegiatan P5. Nilai rata-rata angket meningkat dari 84,54 (pretest) menjadi 93,00 (posttest), dengan hasil uji t menunjukkan t hitung 6,992 > t tabel 2,17881. Hasil observasi menunjukkan keterlibatan aktif siswa dalam kerja kelompok (persentase 90% dan 83%), sementara wawancara mengungkapkan bahwa guru, sekolah, dan orang tua memberikan dukungan yang kuat dalam pelaksanaan P5. Tidak ditemukan kendala berarti, namun pemahaman guru terhadap konsep P5 masih perlu ditingkatkan. Kesimpulannya, P5 memberikan pengaruh yang positif dalam membentuk karakter gotong royong siswa jika didukung pelaksanaan yang konsisten dan kolaboratif.
Implementasi media digital berbasis canva terhadap peningkatan hasil belajar ipas siswa kelas lV di Sd Negeri 52 Banda Aceh Rosalina; Maulidar; Saudah
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v3i1.97

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas implementasi media digital berbasis aplikasi Canva dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 52 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen sederhana One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar (pretest dan posttest), sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas dengan Chi-Square dan uji hipotesis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pretest siswa adalah 37,59, sedangkan rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 72,59, dengan selisih peningkatan sebesar 35 poin. Uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesis dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil perhitungan diperoleh nilai Zhitung −4,54 dan Ztabel 1,96, sehingga nila Zhitung >Ztabel. Hal ini menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Kesimpulannya, implementasi media digital berbasis aplikasi Canva terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 52 Banda Aceh. Canva memberikan kontribusi positif tidak hanya pada peningkatan pemahaman siswa, tetapi juga pada motivasi belajar dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran.
PERGESERAN ESTETIKA DALAM PUISI MEDIA SOSIAL Nur Amelia
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v3i1.102

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah wajah kesusastraan Indonesia, termasuk dalam bentuk dan fungsi puisi. Media sosial seperti Instagram kini menjadi ruang baru bagi para penyair muda untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, dan estetika puitik secara singkat namun bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk estetika puisi yang berkembang di media sosial dengan menelaah sembilan puisi dari tiga akun Instagram. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode analisis isi terhadap teks puisi. Analisis difokuskan pada empat aspek estetika, yaitu bahasa dan diksi digital, tipografi dan visualisasi, interaktivitas pembaca, serta makna simbolik baru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi media sosial mengalami pergeseran estetika dari tradisi liris yang mendalam menuju bentuk yang lebih ringkas, visual, dan partisipatif. Bahasa puisi menjadi lebih sederhana dan komunikatif, tipografi dan tampilan digital menjadi bagian dari struktur makna, sementara interaktivitas pembaca menegaskan dimensi kolaboratif puisi modern. Selain itu, makna simbolik puisi bergeser dari “puisi batin” menuju “puisi performatif-visual” yang menonjolkan pengalaman estetika visual dan emosional. Dengan demikian, puisi media sosial dapat dipahami sebagai bentuk evolusi baru sastra Indonesia yang merepresentasikan transformasi nilai keindahan, cara ekspresi, dan hubungan antara penyair serta pembaca di era digital.
ANALISIS KESIAPAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN IPAS DALAM KERANGKA KURIKULUM MERDEKA: PERSPEKTIF TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK): ANALISIS KESIAPAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN IPAS DALAM KERANGKA KURIKULUM MERDEKA: PERSPEKTIF TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) Agung Setyawan; Meilina Nuril Maulida; Gisca Julya Hidayah
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Seuramoe Pendidikan Aceh
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v2i2.103

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kesiapan guru SD khususnya kelas IV dalam melaksanakan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) berbasis Kurikulum Merdeka menggunakan kerangka kerja Pengetahuan Kandungan Pedagogis Teknologi (TPACK). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi alat pengajaran. Temuan tersebut menunjukkan bahwa guru telah menguasai aspek konten dan pedagogi dengan baik, namun pada aspek teknologi masih ada tantangan berupa kurangnya pelatihan dan fasilitas teknologi yang memadai. Diperlukan pelatihan intensif dan pengembangan infrastruktur agar integrasi TPACK dapat berjalan secara optimal, sehingga pembelajaran IPAS dapat lebih inovatif dan efektif sesuai dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.
The Implementation Gap of the Independent Curriculum Between Urban and Rural School annisa sucianda
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v3i1.104

Abstract

Education has a central role in shaping qualified human resources and supporting a nation’s progress. To improve learning quality, the Indonesian government introduced the Independent Curriculum, which aims to provide a more flexible and student-oriented learning approach. However, its implementation has revealed noticeable differences between urban and rural schools. Urban schools usually benefit from better facilities, access to technology, and more frequent teacher training. In contrast, rural schools still struggle with limited resources, weak infrastructure, and a lack of professional support. This study discusses the main factors causing the inequality in applying the Independent Curriculum between both areas. It also identifies challenges faced by teachers and schools in rural regions and suggests possible solutions to minimize the gap. The results of this study are expected to guide policymakers, educators, and related stakeholders in promoting equal learning opportunities and ensuring that the goals of the Independent Curriculum can be achieved across all parts of Indonesia.
PENGGUNAAN CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM MEDIA SOSIAL: ANALISIS SOSIOLINGUISTIK PADA GENERASI Z DI INDONESIA Al Furqan; Wulanda; Budi Hartono
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Seuramoe Pendidikan Aceh
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v2i2.105

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan fungsi campur kode serta alih kode yang digunakan oleh generasi Z dalam media sosial sebagai wujud dinamika bahasa di era digital. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data tuturan dari unggahan dan komentar pengguna media sosial, yang dianalisis berdasarkan teori sosiolinguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk utama campur kode yang ditemukan, yakni campur kode intra sentensial dan inter sentensial, serta dua bentuk alih kode, yaitu situasional dan metaforis. Campur kode banyak digunakan untuk memperkuat ekspresi, menampilkan identitas sosial, dan menyesuaikan gaya komunikasi dengan audiens, sedangkan alih kode muncul sebagai strategi komunikasi lintas konteks dan situasi. Fenomena ini menggambarkan bahwa generasi Z memanfaatkan variasi bahasa tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai representasi identitas dan kreativitas linguistik di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial berperan sebagai ruang evolusi bahasa yang mencerminkan perubahan sosial dan budaya masyarakat modern.
ANALISIS STRUKTUR FISIK DAN BATIN DALAM PUISI WATER FRONT DAN AKU KARYA H. AKHMAD T. BACCO Wulanda; Salsabila; Al Furqan
Jurnal Inovasi Pendidikan Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Seuramoe Pendidikan Aceh
Publisher : LLDIKTI WILAYAH XIII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64958/jipn.v2i2.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur fisik dan batin puisi Water Front dan Aku karya H. Akhmad T. Bacco. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data yang dianalisis adalah larik pada puisi Water Front dan Aku karya H. Akhmad T. Bacco. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi pustaka dengan cara membaca dan mencatat data-data berupa baris puisi yang mengandung struktur batin dan struktur fisik. Secara mendalam penelitian ini menganalisis struktur fisik dan batin puisi pada sebuah puisi karya H. Akhmad T. Bacco yang berjudul Water Front dan Aku. Analisis difokuskan pada enam elemen struktur fisik, yaitu diksi, imaji, bahasa figuratif, kata konkret, tipografi, dan verifikasi, dan empat elemen struktur batin, yaitu tema, nada, rassa, dan amanat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyair menggunakan diksi yang beragam, imaji yang kuat, penggunaan bahasa figuratif yang variatif, pemilihan kata konkret yang tepat, serta pemanfaatan tipografi, dan verifikasi. Selain itu penyair juga berhasil menciptakan puisi yang tidak hanya indah secara estetika, tetapi juga kaya akan makan. Hal ini didukung dengan struktur batin puisi berupa tema, nada, rasa, dan amanat yang mendalam berhasil membawa pembaca untuk turut serta merasakan apa yang dirasakan oleh penyair.

Page 2 of 3 | Total Record : 24