cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ISTORIA
ISSN : 18582621     EISSN : 26152150     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Istoria is a high quality research journal that is published by History Education Study Program Universitas Negeri Yogyakarta in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) and Keluarga Alumni Prodi Pendidikan Sejarah (KAPPS). Journal Istoria is providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about education written by researchers, academicians, professional, and practitioners from all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
HISTORY EDUCATION CURRICULUM POLICY MASS REFORM IN HIGH SCHOOL Zulkarnain Zulkarnain
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 14, No 2 (2018): ISTORIA Edisi September 2018, Vol. 14, No.2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.11 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v14i2.21153

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui: kebijakan kurikulum sejarah Sekolah Menengah Atas (SMA) pada masa Orde Lama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan historis. Penelitian ini menggunakan studi dokumen sebagai metode utama. Studi dokumen dilakukan terhadap sumber-sumber primer maupun sekunder untuk keperluan triangulasi sumber. Selain studi dokumen, penelitian ini juga menggunakan metode wawancara sebagai metode pelengkap. Wawancara dilakukan terhadap beberapa praktisi dan akademisi pendidikan termasuk di dalamnya praktisi kurikulum sejarah Indonesia. Analisis data menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) selama kurun waktu 1945-1951, kurikulum sejarah SMA masih menggunakan kurikulum AMS(Algemene Middelbare School) yang merupakan kurikulum warisan zaman Hindia Belanda. Sedangkan kebijakan pemerintah terhadap kurikulum sejarah masa pemerintahan Orde Lama, lebih mengarah pada kebijakan politik, dan dengan jelas orientasi materi lebih banyak  mengarah  pada doktrin  politik, ideologi bangsa, begitu juga dengan orde baru. Berbeda dengan Oral dan Orba, kurikulum sejarah pada massa reformasi di mana kajiannya adalah kurikulum 1994 suplemen GBPP 1999,kurikulum 2004,2006 dan kurikulum 2013, selain menempatkan mata pelajaran sejarah pada kelompok mata pelajaran wajib serta peminatan, mata pelajaran sejarah diberikan porsi lebih dibandingkan porsi pembelajaran pada kurikulum 2004. Penambahan jam pelajaran tersebut bertujuan agar guru memiliki waktu yang lebih leluasa untuk mengelola dan mengembangkan proses pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan sikap spiritual, sosial, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik. Kata kunci: kebijakan, kurikulum sejarah masa reformasi, SMA
THE DATA OF THE DARMA IN THE HISTORIOGRAPHIC PERSPECTIVE Yeni Wijayanti
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 15, No 1 (2019): ISTORIA Edisi Maret 2019, Vol. 15, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.856 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v15i1.24155

Abstract

AbstrakNaskah Sewaka Darma merupakan produk historiografi masyarakat Sunda masa lampau yang menggambarkan pandangan masyarakat kala itu. Kita bisa memahami kehidupan beragama dan pola perilaku masyarakat penganutnya. Akan tetapi, bagaimana sebenarnya Naskah Sewaka Darma dalam perspektif historiografi? Tulisan ini akan mengkaji pertanyaan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode sejarah, yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil kajian menunjukkan bahwa Naskah Sewaka Darma yang berisi tentang ajaran agama, khususnya uraian pelepasan moksa, adalah bagian dari historiografi tradisional dengan ciri-ciri tidak kronologis, religius, dan diliputi oleh kosmologis dan astrologis.Kata Kunci: Naskah, Sewaka Darma, Historiografi AbstractSewaka Darma Manuscript is a Sundanese product historiography of the past that depicts people's views at that time. We can understand the religious life and behavior patterns of the adherents. However, how exactly is the Sewaka Darma Manuscript in the perspective of historiography? This paper will examine the question. The method used is the historical method, which includes heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results of the study show that the Sewaka Darma Manuscript which contains religious teachings, specifically the description of the release of moksa, is part of traditional historiography with features not chronological, religious, and covered by cosmologists and astrologists.Keywords: Manuscripts, Sewaka Darma, Historiography 
PERSPEKTIF SPIRITUALISME DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH Sardiman Sardiman
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 10, No 1 (2014): ISTORIA Edisi Maret 2014, Vol. 14, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.699 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v10i1.3605

Abstract

Banyak materi pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk membangun karakter bangsa, dengan melalui penanaman dan transformasi nilai-nilai keimanan dan ketakwaan, akhlak mulia dan nilai-nilai luhur ke-Indonesia-an seperti nilai-nilai religiositas, kemanusiaan dan keadilan, sosialisme, nasionalisme, patriotisme, demokrasi, toleransi, kearifan, keteladanan. Tentu hal ini sangat menuntut keberanian dan kreativitas guru. Dan sebagai bagian dari upaya pengembangan profesionalismenya, guru perlu merubah pembelajaran sejarah yang kognitif menjadi pembelajaran yang lebih bermakna, kontekstual, dan menyentuh aspek-aspek afektif atau kecerdasan emosional, serta kecerdasan spiritual. Pembelajaran sejarah yang bersifat kognitif hanya akan melahirkan kepuasan dengan durasi sesaat, sebaliknya pembelajaran sejarah yang mampu melatih kecerdasan emosional dan spiritual, akan melahirkan kesadaran sejarah yang sejati. Inilah modal penting untuk mewujudkan bangsa yang berkarakter, bangsa berkepribadian. Kata Kunci: Spiritualisme, Pembelajaran, Sejarah
PENGEMBANGAN MEDIA BLOG SEJARAH UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA M. Nur Rokhman; Sardiman Sardiman; Rendra Pramandanu
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 11, No 1 (2015): ISTORIA Edisi Maret 2015, Vol. 11, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.472 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v11i1.5763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengembangkan Media dan Bahan ajar Blog Sejarah  pada materi  masuknya  Hindu Buddha di Indonesia untuk pembelajaran  SMA  dan (2) mengetahui kelayakan Blog sejarah tersebut berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, guru dan siswa. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan  (Research and Development) melalui 10 langkah pengembangan, yaitu: (1) potensi masalah, (2) mengumpulkan informasi/ data, (3) design produk, (4) validasi design, (5) perbaikan design, (6) ujicoba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) pembuatan produk. Tehnik pengumpulan data menggunakan lembar penilaian. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah Blog sejarah materi Hindu Buddha untuk peserta didik SMA/MA kelas XI. Berdasarkan penilaian ahli materi produk akhir Blog sejarah ini memperoleh skor rerata 81,2%, penilaian dari ahli media produk ahir Blog sejarah memperoleh skor rerata 80,8% kemudian produk tahap ahir dari guru memperoleh 84,4% dan dari siswa 82,9%. Keseluruan rata rata adalah 82,2% dengan kategori sangat baik. Kata kunci : Media Blog, Blog sejarah, Hindu Buddha
KISAH ADIPATI JAYAKUSUMA-PANEMBAHAN SENOPATI DALAM HISTORIOGRAFI BABAD Sudrajat Sudrajat
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 7, No 1 (2008): ISTORIA Edisi Maret 2018, Vol. 7, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.985 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v7i1.6306

Abstract

AbstractThis research is to elaborate the relationship between Adipati Jayakusuma from Pati and Panembahan Senopati from Mataram. Regarding historians give little attention to solve this mysterious theme, we like to do research about it.This research uses historical method involving four steps that are: heuristic, critics, interpretations and historiography. We use babad as primary source of research in which Babad Pati to compare with Babad Tanah Jawi and other sources. We know that babad has several methodological weaknesses such as spatial, temporal, and factual. Regarding little writing sources, we have opinion that babad is one of solution to work away at problem. Despite, our work is not a history but a story; we wish invite for historians to begin analytical work for affect this course.From our research, we conclude that Adipati Jayakusuma and Panembahan Senopati have a brotherhood relationship. Adipati Jayakusuma is old brother because her sister is Panembahan Senopati’s wife. For the other hand their ancestor has brotherhood relationship. But we can’t tell anything that they were combat to kill one and, another. Babad Pati gives us informations that combating between Adipati Jayakusuma and Panembahan Senopati has two causes. First, misunderstanding about nonattendance Adipati Jayakusuma to meeting with her on Mataram Palace. Second, dissastified accumulation of Adipati Jayakusuma exclusively about exchange Juru Taman horse and Pragola cow, and the accomplish of Panembahan Senopati to married with Madiun princess. Finally, these causes lead for two prince from Pati and Mataram to combating one by one in Prambanan (Babad Tanah Jawi) or Kemalon (Babad Pati). But after Adipati Jayakusuma die, Mataram Prince dissatisfied in her heart caused for her misunderstanding.Keywords: Adipati Jayakusuma, Panembahan Senopati, Babad Pati, Babad Tanah Jawi.
REVOLUSI MESIR 23 JULI 1952: BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN RAJA FAROUK Diana Trisnawati
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 12, No 1 (2016): ISTORIA Edisi Maret 2016, Vol. 12, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.699 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v12i1.9543

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui kondisi politik, sosial, dan ekonomi Mesir di bawah pemerintahan Raja Farouk, (2) mengungkapkan peran dan kontribusi gerakan Free Officers dan gerakan Ikhwanul Muslimin dalam menggulingkan kekuasaan Raja Farouk, (3) mengetahui proses terjadinya Revolusi Mesir 23 Juli 1952, dan (4) mengetahui kondisi Mesir pasca Revolusi Mesir 23 Juli 1952. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sejarah kritis seperti yang dijabarkan oleh Kuntowijoyo. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa keadaan politik Mesir masa pemerintahan Raja Farouk banyak mengalami kekacauan, diantaranya sering terjadi pergantian kabinet dalam waktu yang relatif singkat, dan adanya dominasi Inggris yang berperan dalam setiap pengambilan kebijakan pemerintah. Terjadi ketimpangan sosial yang cukup tajam antara golongan elit yang terdiri dari tuan tanah dan pengusaha dengan petani kecil. Keadaan tersebut membuat munculnya banyak kelompok oposisi dalam masyarakat yang diwakili oleh Free Officers dan Ikhwanul Muslimin. Free Officers dan Ikhwanul Muslimin sama-sama merasa prihatin terhadap kondisi Mesir dan memberikan kontribusi yang besar dalam mewujudkan Revolusi Mesir 23 Juli 1952. Revolusi tersebut berhasil dan sekaligus mengakhiri kekuasaan Farouk di Mesir. Pasca revolusi, pemerintahan Mesir dikendalikan oleh Dewan Mangkubumi. Pada tanggal 18 Juni 1953 sistem pemerintahan monarki Mesir diganti dengan republik, sekaligus pengangkatan Muhammad Naguib sebagai presiden. Kata kunci: Revolusi Mesir 23 Juli 1952, Pemerintahan, Raja Farouk
Konflik Komunal: Maluku 1999-2000 Jamin Safi
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 13, No 1 (2017): ISTORIA Edisi Maret 2017, Vol. 13, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.485 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v13i1.17615

Abstract

AbstractThis study aims to explain the conflict Ambon, political upheaval in North Maluku to ethnic and religious conflicts 1999-2000. This study uses historical method. Historical research includes five stages: topic selection, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The conflict that occurred since 19 January 1999 Maluku is a bloody event that coincides with Muslims celebrating the Eid al-Fitr 1419 Hijri. The conflict stems from a dispute between an angkot driver, a Christian Jacob Lauhery with Nursalim, an Islam of the Bugis Red Stone. Conflict then developed into religious conflict (Islam and Christian). In North Maluku conflicts also occur, local political upheaval, North Maluku causing polarization in society to ethnic and religious conflicts. The North Maluku conflict is also part of a power struggle. Another factor is the creation of a new sub-district of Makian Malifut based on PP. No.42 / 1999 has been rejected by the Kao community because it is considered contrary to customary law. The event spread to Tidore, Ternate, Jailolo and Bacan. The North Maluku conflict claimed thousands of lives, homes and places of worship, both Muslims and Christians burned. During the conflict, Pela Gandong in Ambon, Maluku and indigenous people in Maluku Kie Raha as a customary and cultural system no longer functions as a strong social bond.  Keywords: Conflict, Communal, Maluku, Ethnicity
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEJARAH LOKAL BERBASIS AUDIO VISUAL CORAK KAIN SASIRANGAN DI SMAN 5 BANJARMASIN Fitri Mardiani
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 14, No 1 (2018): ISTORIA Edisi Maret 2018, Vol. 14, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.57 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v14i1.19399

Abstract

Local history includes a wide range of knowledge and noble values in a society that can be used as one perspective that is held in life. Those values can be attributed to learning course that leads to the affective attitude of the students. For society, the fabric sasirangan open just an ordinary cloth but the terms of the meaning and significance of the sublime. In this study local history lesson on the meaning attributed to shades of fabric sasirangan. The method used in this research is descriptive evaluative namely by combining the results of field exposure and testing of the products with evaluative methods. Stages in the development of this research are: 1) The preliminary research stage, 2) stage of media development, 3) stages try uj media (product). For data analysis hit feasibility media has been developed using a Likert scale ranges 5. The media effectiveness test using the test T. From the T test results we can conclude that H0 is rejected. Then there are differences in effect on student achievement scores between the experimental class and control class. Through these results we can conclude that the use of instructional media berbasi sasirangan fabric patterns can impact the value of student achievement. As for the assessment of cultural awareness, It can be said there has been a good improvement of student achievement scores between before being given to the media after being given media.
IMPROVEMENT OF STUDENT'S CRITICAL THINKING ABILITY THROUGH PROBLEM-SOLVING ON THE EVALUATION OF EDUCATION POLICY Aman Aman
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 15, No 2 (2019): ISTORIA Edisi September 2019, Vol. 15, No.2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.725 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v15i2.28007

Abstract

ABSTRAKPenyelenggaraan program magister adalah untuk membekali mahasiswa memiliki berbagai kecakapan baik akademik, spiritual, sosial, maupun keterampilan. Berkaitan dengan kecakapan akademik, maka salah satunya mahasiswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, yang pada akhirnya mahasiswa diharapkan memiliki kecakapan dalam menyelesaikan permasalahan disertai dengan kemampuan merumuskan alternative-alternatif solusi permasalahan yang ada di dalam diri dan masyarakatnya. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui bagaimana meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa melalui implementasi metode problem solving pada mata kuliah evaluasi kebijakan pendidikan, 2) bagaimana peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dengan implementasi metode problem solving dalam pembelajaran mata kuliah evaluasi kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Penerapan metode perkuliahan problem solving dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa dalam proses perkuliahan system informasi manajemen mutu pendidikan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa pada setiap siklus. Kata Kunci: berpikir kritis, problem solving, dan evaluasi kebijakan. ABSTRACTThe holding of a master's program is to equip students to have a variety of skills, both academic, spiritual, social, and abilities. Related to academic skills, one of them is students who are required to have critical thinking skills, which in the end, students are expected to have the ability to solve problems accompanied by the ability to formulate alternative solutions to the issues that exist in themselves and their communities. This study aims to: 1) find out how to improve students 'critical thinking skills through the implementation of problem-solving methods in educational policy evaluation courses, 2) how to improve students' critical thinking skills by implementing problem-solving methods in learning education policy evaluation courses. This research uses the Classroom Action Research method, which is carried out through the steps of planning, implementation and observation, and reflection. Data sources are students who take education policy evaluation courses. The results showed that: The application of the problem-solving lecture method can improve students' critical thinking skills in the education quality management information system lecture. Keywords: critical thinking, problem-solving, and policy evaluation.
YUNANI SEBAGAI ICON PERADABAN BARAT Sudrajat Sudrajat
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 8, No 1 (2010): ISTORIA Edisi September 2010, Vol. 8, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1037.178 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v8i1.3721

Abstract

Artikel ini berusaha untuk mengelaborasi perkembangan peradaban Yunani dari zaman paling awal sampai kulminasinya di zaman klasik. Zaman tersebut sering disebut sebagai “Keajaiban Yunani” karena bangsa Yunani dapat mencapai puncak perkembangan peradabannya. Dengan capaian tersebut budaya Yunani dipandang sebagai ikon bagi peradaban Barat. Capaian tersebut bukan karena tanahnya yang subur dan makmur, akan tetapi karena jiwa Eropa yang haus akan pengetahuan dan memiliki disiplin yang tinggi. Dengan jiwa Eropa mereka mampu menaklukkan tantangan berupa alam yang ganas dan gersang serta mampu bersaing dengan peradaban yang cukup maju yaitu budaya Timur Dekat. Perkembangan ilmu pengetahuan Yunani dalam bidang filsafat, seni sastra, seni arsitektur, kedokteran, matematika merupakan eksplorasi awal yang kemudian menjadi fondasi bagi perkembangan peradaban Barat. Dalam bidang filsafat, trio filsuf Yunani: Socrates, Plato, dan Aristoteles menghasilkan karya yang masih dipelajari dan dikaji oleh ilmuwan hingga sekarang ini. Kata kunci: Yunani, peradaban.

Page 10 of 19 | Total Record : 190


Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): ISTORIA Edisi September 2025, Vol. 21. No. 2 Vol. 21 No. 1 (2025): ISTORIA Edisi Maret 2025, Vol. 21. No. 1 Vol. 20 No. 2 (2024): ISTORIA Edisi September 2024, Vol. 20. No.2 Vol. 20 No. 1 (2024): ISTORIA Edisi Maret 2024, Vol. 20. No.1 Vol. 19 No. 2 (2023): ISTORIA Edisi September 2023, Vol. 19. No.2 Vol. 19 No. 1 (2023): ISTORIA Edisi Maret 2023, Vol. 19. No.1 Vol. 18 No. 2 (2022): ISTORIA Edisi September, Vol. 18. No.2 Vol. 18 No. 1 (2022): ISTORIA Edisi Maret, Vol. 18. No. 1 Vol 17, No 2 (2021): ISTORIA Edisi September, Vol. 17. No. 2 Vol 17, No 1 (2021): ISTORIA Edisi Maret, Vol. 17. No. 1 Vol 16, No 1 (2020): ISTORIA Edisi Maret 2020, Vol 16, No.1 Vol 16, No 2 (2020): ISTORIA Edisi September, Vol. 16. No. 2 Vol 15, No 2 (2019): ISTORIA Edisi September 2019, Vol. 15, No.2 Vol 15, No 1 (2019): ISTORIA Edisi Maret 2019, Vol. 15, No.1 Vol 14, No 2 (2018): ISTORIA Edisi September 2018, Vol. 14, No.2 Vol 14, No 1 (2018): ISTORIA Edisi Maret 2018, Vol. 14, No.1 Vol 13, No 2 (2017): ISTORIA Edisi September 2017, Vol. 13, No.2 Vol 13, No 1 (2017): ISTORIA Edisi Maret 2017, Vol. 13, No.1 Vol 12, No 2 (2016): ISTORIA Edisi September 2016, Vol. 12, No.2 Vol 12, No 1 (2016): ISTORIA Edisi Maret 2016, Vol. 12, No.1 Vol 11, No 2 (2015): ISTORIA Edisi September 2015, Vol. 11, No.2 Vol 11, No 1 (2015): ISTORIA Edisi Maret 2015, Vol. 11, No.1 Vol 10, No 1 (2014): ISTORIA Edisi Maret 2014, Vol. 14, No.1 Vol 9, No 1 (2011): ISTORIA Edisi April 2011, Vol. 9, No.1 Vol 8, No 1 (2010): ISTORIA Edisi September 2010, Vol. 8, No.1 Vol 7, No 1 (2008): ISTORIA Edisi Maret 2018, Vol. 7, No.1 More Issue