cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
ISTORIA
ISSN : 18582621     EISSN : 26152150     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal Istoria is a high quality research journal that is published by History Education Study Program Universitas Negeri Yogyakarta in collaboration with Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) and Keluarga Alumni Prodi Pendidikan Sejarah (KAPPS). Journal Istoria is providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about education written by researchers, academicians, professional, and practitioners from all over the world.
Arjuna Subject : -
Articles 190 Documents
CULTUURSTELSEL KOPI MANDAILING: Dampak Terhadap Pembangunan Jalan Lintas Natal Sugandi, Rafid
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 20 No. 2 (2024): ISTORIA Edisi September 2024, Vol. 20. No.2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v20i2.70973

Abstract

Abstrak-Persoalan perekonomian kolonial Belanda di Indonesia (dahulu Hindia-Belanda) yang buruk karena kesalahan pengurusan keuangan, pengeluaran biaya selama perang Belgia, perang Dipenonegoro, perang Padri yang berdampak pada tingginya hutang kolonial Belanda saat itu. Maka, untuk memperbaiki kondisi keuangan tersebut, diterapkanlah Cultuurstelsel (sistem tanam paksa). Di Mandailing, Sumatra Utara Cultuurstelsel diwujudkan dalam bentuk penanaman kopi. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan tentang dampak kebijakan Cultuurstelsel kopi Mandailing terhadap pembangunan jalan lintas Natal. Metode yang digunakan adalah metode sejarah. Adapun tahap-tahapan dalam metode sejarah yaitu pengumpulan sumber (heuristik) dengan menggunakan teknik studi kepustakaan yaitu mengumpulkan segala informasi yang berkaitan dengan penelitian yang didapatkan dari perpustakaan maupun dari website penyedia sumber sejarah berupa buku-buku, catatan ilmiah, arsip, dan lainnya. Tahapan selanjutnya, kritik sumber (verifikasi) terdiri dari kritik eksternal dan internal yaitu mengkritik kondisi fisik luar (eksternal) dan isi (internal) sumber dengan cara membandingkannya dengan sumber yang lainnya, lalu tahapan penafsiran (interpretasi) yaitu memberikan pemaknaan setelah tahapan kritik. Interpretasi dengan menggunakan ilmu bantu ekonomi dengan menelaah bagaimana "kepentingan ekonomi" kolonial Belanda yang kemudian melahirkan kebijakan Cultuurstelsel kopi di Mandailing, sehingga menimbulkan dampak pada pembangunan jalan lintas Natal. Terakhir, tahapan historiografi yaitu penulisan sejarah dengan menghadirkan hasil temuan berupa kebijakan Cultuurstelsel kopi Mandailing yang berdampak pada pembangunan jalan lintas Natal. Hasil penelitian ini menunjukkan kebijakan Cultuurstelsel (sistem tanam paksa) oleh kolonial Belanda di Mandailing 1841 M berupa sistem tanam paksa tanaman kopi. Penanaman kopi Mandailing mengalami keberhasilan yang luar biasa, sehingga kopi dari wilayah Mandailing tersebut diekspor ke pasar dunia internasional, teruatama ke Amerika dan Eropa, sehingga dalam dunia internasional kopi yang berasal dari Mandailing terkenal dengan sebutan "Mandheling Coffee" (kopi Mandailing) sebagai kopi terbaik di dunia yang kemudian melahirkan gagasan untuk membangun jalan raya yaitu jalan lintas Natal penghubung dari Mandailing ke Natal (Pelabuhan Natal). Pembangunan jalan lintas Natal bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat pengiriman kopi dari Mandailing ke pelabuhan Natal. Pembangunan jalan lintas Natal diresmikan oleh Van Sweiten pada bulan maret 1851 M. Sampai pada saat ini jalan lintas Natal masih digunakan oleh penduduk dan menjadi jalan utama penghubung dari Mandailing ke Natal.Kata Kunci: Cultuurstelsel, kopi, mandailing, natal, jalan. Abstract-The Dutch colonial economy in Indonesia (formerly Dutch East Indies) was poor due to financial mismanagement, expenses during the Belgian War, Dipenonegoro War, Padri War, which had an impact on the high Dutch colonial debt at that time. So to improve the financial condition, Cultuurstelsel (forced planting system) was implemented. In Mandailing, North Sumatra, Cultuurstelsel was implemented in the form of coffee plantation. This paper aims to explain the impact of Mandailing Coffee Cultuurstelsel policy on the construction of Natal Crossing Road. The method used is the historical method. The stages in the historical method are source collection (heuristics) using literature study techniques, namely collecting all information related to research obtained from libraries and websites that provide historical sources in the form of books, scientific records, archives, and others. The next stage, source criticism (verification), consists of external and internal criticism, namely criticizing the physical condition (external) and content (internal) of the source by comparing it with other sources, then the interpretation stage, namely giving meaning after the criticism stage. The interpretation is based on economic science by examining how Dutch colonial "economic interests" then gave birth to the Coffee Cultuurstelsel policy in Mandailing, which had an impact on the construction of the Natal Crossing Road. Finally, the historiography stage writes history by presenting the findings in the form of the Mandailing Coffee Cultuurstelsel policy, which has an impact on the construction of the Natal Causeway. The results of this study show that the Cultuurstelsel policy (forced planting system) of the Dutch colonial in Mandailing in 1841 AD was in the form of a forced planting system for coffee plants. The coffee plantation in Mandailing was so successful that the coffee from the Mandailing region was exported to the international world market, especially to America and Europe, so that the coffee from Mandailing was famous in the international world as "Mandheling Coffee" (Mandailing coffee) as the best coffee in the world, which then gave birth to the idea of building a highway, namely the Natal Cross Road connecting Mandailing to Natal (Natal Port). The construction of the Natal Cross Road aims to facilitate and speed up the delivery of coffee from Mandailing to the Port of Natal. The construction of the Natal Cross Road was inaugurated by Van Sweiten in March 1851 AD. To this day, the Natal Crossing Road is still used by the local people and is the main connecting road from Mandailing to Natal.Keywords: Cultuurstelsel, coffee, mandailing, natal, road.
FROM NINGRAT TO THE BATTLEFIELD: THE HISTORY OF R.T. SUMODININGRAT OF YOGYAKARTA (1760-1812) Mahardi, Nasta Ayundra Oktavian
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 21 No. 1 (2025): ISTORIA Edisi Maret 2025, Vol. 21. No. 1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v21i1.83663

Abstract

This article reviews the life of Raden Tumenggung Sumodiningrat, an important figure in Yogyakarta during the reign of Sultan Hamengku Buwono II (1792-1828), especially during the difficult period between 1808-1812. This research uses the historical method with archival and library studies to reveal Sumodiningrat's role in the Yogyakarta government. Born into a noble family, Sumodiningrat had a strong kinship with the court family and important figures such as Raden Ronggo Prawirodirjo III. He also had a special affinity with Sultan Hamengku Buwono II. This article traces Sumodiningrat's family tree, religious education by Kyai Tambi Jenggi, and career in government, starting as Wedana Jaba in 1784 to Wedana Jero in 1794. His roles included military affairs, welcoming colonial officials, and accommodating officials' complaints against the Sultan. The article also discusses Sumodiningrat's tragic end, when he died fighting to defend Yogyakarta from the British on 18-20 June 1812 (Geger Sepehi). This research aims to complete the information and data about Sumodiningrat that has not been widely reviewed in historical writings. 
Peran Dharmadyaksa dalam Konstruksi Pengetahuan dan Realitas Kerajaan Majapahit: Telaah Teks Nāgarakṛtāgama Prayitno, Aryasatya Rafa
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 21 No. 1 (2025): ISTORIA Edisi Maret 2025, Vol. 21. No. 1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v21i1.83876

Abstract

Kajian mengenai konstruksi pengetahuan dan realitas dalam peradaban Jawa Klasik, khususnya di Majapahit, masih tergolong terbatas dibandingkan diskursus mengenai aspek sosial, politik, dan keagamaan. Penelitian ini menganalisis konstruksi pengetahuan di Majapahit melalui Nāgarakṛtāgama dan peran Dharmadyakṣa. Dengan pendekatan hermeneutika Ricoeur dan teori konstruksi sosial Berger & Luckmann, ditemukan bahwa pengetahuan Majapahit merupakan sintesis unik antara metafisik-religius (dharma) dan rasionalitas administratif. Dharmadyakṣa menjadi poros yang menyatukan otoritas spiritual dan politik, mengontrol transmisi pengetahuan melalui teks (prasasti, kakawin), lisan (wayang), dan institusi (biara, istana). Sistem hierarkis catur varna membatasi akses pengetahuan pada elite, sementara ritual dan hukum memperkuat legitimasi kekuasaan. Berbeda dengan Skolastik Eropa yang memisahkan iman-akal, Majapahit mengintegrasikannya dalam kerangka devarāja (raja sebagai titisan dewa). Pengetahuan berfungsi sebagai instrumen politik untuk menjaga stabilitas sosial. Temuan ini menegaskan keunikan epistemologi Majapahit: sintesis spiritualitas Jawa Kuno dan pragmatisme kekuasaan, tanpa dikotomi Barat.
NILAI-NILAI HUMANIS-RELIGIUS R.A KARTINI DI MASA HIATUS TANAH JAWA Zaidah, Nuning
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 21 No. 1 (2025): ISTORIA Edisi Maret 2025, Vol. 21. No. 1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v21i1.83764

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai humanis-religius dan nasionalisme R.A Kartini serta pengakuan terhadap budaya Jawa dari akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Metode yang digunakan ialah studi literatur untuk membantu menemukan ide-ide dan pendapat guna menganalisa dan memberi nilai tambah pada penelitian yang dilakukan. Hasil studi menunjukkan bahwa pada masa tersebut, Jawa (dalam  konteks kerajaan Mataram) berada pada masa antara yang diliputi dengan deskripsi bersifat positif maupun negatif. Pengaruh kehidupan di masa kolonialisme telah membawa perubahan-perubahan besar pada tatanan masyarakat. Terdapat pula pandangan hidup R.A Kartini yang memberikan fokus pada kapasitas manusia dalam mengatasi masalah dan keputusasaan. Pada aspek spiritual dan filosofis karakter dasar religius, teori religi-Gazalba sebagai kecenderungan rohani manusia yang berhubungan dengan alam semesta, ditemukan pada nilai dan makna tanah Jawa sebagai pengakuan atas karunia yang suci. Disimpulkan bahwa terdapat perubahan-perubahan struktur dan kelembagaan yang terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, yang disebut masa hiatus, diantaranya perubahan sejarah dalam produk seni musik dan lukisan. Kartini memberikan pengaruh terhadap konsep Indonesia yang diungkapkan sebagai bentang alam/landscape dalam tulisan- tulisannya.
UPACARA LABUHAN BEKTI JALANIDHI SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI PANTAI SAMAS Kurniawati, Indri
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 21 No. 1 (2025): ISTORIA Edisi Maret 2025, Vol. 21. No. 1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v21i1.83628

Abstract

 Abstrak-Kapanewon Sanden, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ialah salah satu wilayah yang kaya akan budaya dan tradisi lokal. Salah satu tradisi yang dimiliki adalah upacara adat Labuhan Bekti Jalanidhi. Upacara ini merupakan bagian dari tradisi masyarakat pesisir Pantai Samas yang telah dilaksanakan secara turun-temurun, mencerminkan nilai-nilai luhur dan kearifan lokal masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi upacara adat Labuhan Bekti Jalanidhi sebagai daya tarik wisata budaya di Pantai Samas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan observasi dan wawancara mendalam dengan tokoh-tokoh masyarakat di Pantasi Samas guna memperoleh data yang mendalam tentang komponen, prosesi dan keunikan upacara adat Labuhan Bekti Jalanidhi. Hasil dari penelitian ini adalah upacara adat Labuhan Bekti Jalanidhi dapat menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Pantai Samas untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan pendapatan masyarkat setempat. Upacra ini terdiri dari beberapa tahapan pelaksanaan yakni Persiapan, Pelaksanaan dan Penutupan. Masing-masing tahapan ini memiliki nilai sacral dan keunikan. Potensi upacara adat Labuhan Bekti Jalanidhi dapat menjadi daya tarik wisata yang semakin menonjol dan dapat disaksikan oleh masyarakat luas baik lokal maupun internasional.Kata Kunci: Upacara Adat, Daya Tarik Wisata, Wisata BudayaAbstractSanden Subdistrict, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta Province is one of the areas rich in local culture and traditions. One of the traditions is the Labuhan Bekti Jalanidhi traditional ceremony. This ceremony is part of the tradition of the coastal community of Samas Beach which has been carried out for generations, reflecting the noble values and local wisdom of the local community. This study aims to analyze the potential of the Labuhan Bekti Jalanidhi traditional ceremony as a cultural tourism attraction in Samas Beach. This study uses a qualitative method by conducting observations and in-depth interviews with community leaders in Pantasi Samas in order to obtain in-depth data on the components, processions and uniqueness of the Labuhan Bekti Jalanidhi traditional ceremony. The results of this study are that the Labuhan Bekti Jalanidhi traditional ceremony can be one of the cultural tourism attractions in Samas Beach to increase tourist visits and local community income. This ceremony consists of several stages of implementation, namely Preparation, Implementation and Closing. Each of these stages has sacred value and uniqueness. The potential of the Labuhan Bekti Jalanidhi traditional ceremony can become a tourist attraction that is increasingly prominent and can be witnessed by the wider community, both local and international.Keywords: Traditional Ceremony, Tourist Attraction, Cultural Tourism
Toponimi Desa yang Terkena Dampak Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang: Dalam Kajian Semantik Setiyadi, Aji
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 21 No. 1 (2025): ISTORIA Edisi Maret 2025, Vol. 21. No. 1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/istoria.v21i1.82421

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna referent pada toponimi desa yang terkena dampak Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi literatur. Kajian mendalam terhadap enam desa yang sepenuhnya tenggelam dan tujuh belas desa yang sebagian wilayahnya tergenang mengungkapkan kompleksitas linguistik dan kultural dalam penamaan tempat. Subjek penelitian melibatkan tokoh masyarakat dan warga setempat yang memiliki pengetahuan tentang asal-usul nama desa. Melalui analisis komprehensif, terungkap bahwa setiap nama desa membawa narasi mendalam tentang sejarah, kepercayaan, dan hubungan masyarakat dengan lingkungannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nama-nama desa seperti "Darmajaya" dan "Neglasari" mengandung makna yang berkaitan dengan nilai-nilai sosial dan lingkungan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pelestarian warisan budaya yang terancam hilang akibat pembangunan infrastruktur, serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya toponimi dalam mencerminkan identitas masyarakat lokal.
Tjokroaminoto: Perpaduan Pendidikan Barat dan Nilai-Nilai Islam Wijiyanto, M.Pd., Septian Teguh
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 21 No. 1 (2025): ISTORIA Edisi Maret 2025, Vol. 21. No. 1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada masa pergerakan nasional baik tokoh maupun organisasinya tidak hanya fokus terhadap usaha mencapai kemerdekaan, melainkan pendidikan juga diperhatikan. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda terdapat banyak permasalahan pendidikan antara lain; terjadi diskriminasi dalam penyediaan pendidikan, jumlah sekolah yang terbatas, dan sistem pendidikan yang tidak berpihak pada kaum pribumi. Artikel ini akan berfokus pada jejaring dan akar gagasan pendidikan yang dilatar belakangi oleh kebutuhan rakyat Indonesia terpelajar dalam usaha mencapai kemerdekaan, terwujudnya akses pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia, dan pendidikan Indonesia yang lebih beragama dan modern oleh HOS Tjokroaminoto. Tjokro merumuskan gagasan pendidikannya dalam tulisan berjudul Moeslim Nationale Onderwijs, atau dapat diartikan sebagai pengajaran nasional Islam. Gagasan pendidikan Tjokro menjelaskan bahwa asas-asas dalam Islam merupakan asas yang selaras dengan demokrasi dan sosialisme. Tjokro menawarkan konsep pendidikan modern dengan nilai-nilai yang berkembang di Barat dengan landasan nilai Islam. Dalam gagasan pendidikannya ini Tjokro menjelaskan bahwa nilai-nilai demokrasi, nasionalisme, sosialisme yang berkembang di Barat tidak bertentangan dengan nilai-nilai dalam Islam. Moeslim Nationale Onderwijs memicu lahirnya sekolah-sekolah modern Islam baik sekolah dalam ruang lingkup organisasi yang Tjokro masuk di dalamnya, maupun organisasi-organisasi Islam lain yang memiliki lembaga sekolah. Gagasan Tjokro ini juga mendorong lahirnya sekolah-sekolah dengan asas agama yang modern, bahkan sampai hari ini gagasan pendidikan Tjokro populer dalam kalangan pendidikan Islam.Kata kunci: Pendidikan, Islam, Tjokroaminoto.
Tradisi TRADISI MAMBOSURI (TUJUH BULANAN) ADAT BATAK TOBA DI DESA BATU PUTIH, PELAWAN, JAMBI Manullang, Anny Rutmauli; Nababan, Cendana NR; Sinurat, Junita Yosephine
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 21 No. 2 (2025): ISTORIA Edisi September 2025, Vol. 21. No. 2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi Mambosuri dalam masyarakat Batak Toba, khususnya di Desa Batu Putih, Pelawan, Jambi, sebagai upaya pencegahan stunting melalui kearifan lokal. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana peneliti mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber informasi, termasuk jurnal ilmiah, buku, dan dokumen terkait. Mambosuri, yang merupakan upacara tujuh bulanan, dilaksanakan ketika kehamilan seorang ibu telah memasuki bulan ketujuh. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai momentum sosial yang memperkuat ikatan kekeluargaan dan solidaritas antar anggota komunitas. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pelestarian tradisi Mambosuri sebagai sarana pendidikan budaya bagi generasi muda, agar mereka tetap mengenal dan melanjutkan warisan nenek moyang. Dengan demikian, tradisi Mambosuri diharapkan dapat berkontribusi pada pencegahan stunting dan memperkuat identitas budaya masyarakat Batak Toba di era modern.
DEVELOPMENT OF AUDIO-VISUAL LEARNING MEDIA ON LOCAL HISTORICAL FIGURE HAUSMAN BABOE OF CENTRAL KALIMANTAN Isabella; Susanto, Yudi; Sumiatie
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 21 No. 2 (2025): ISTORIA Edisi September 2025, Vol. 21. No. 2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to produce history teaching materials in the form of an audio-visual media about the local historical figure Houman Baboe that was valid, effective, and suitable for enhancing the learning motivation of tenth-grade students at SMA Negeri 3 Palangka Raya. The development of the media employed the 4-D model (Define, Design, Develop, Disseminate) by Thiagarajan et al. (1974). Data were collected through interviews, documentation, and questionnaires administered to content experts, media experts, academic supervisors, and students. The validation results indicated that the media received a feasibility score of 79% from the content expert and 88.5% from the media expert, confirming its suitability for use. The implementation of the media in the learning process led to a significant increase in students’ motivation, with an average score of 87.93%, reflecting a 21.04% improvement compared to the pre-use stage. The audio-visual media titled Houman Baboe: Footprints and Contributions to Central Kalimantan was proven to be valid, effective, and appropriate as a local-based history teaching resource
Integration of Maritime Values into the Indonesian History Education Curriculum: Integrasi Nilai- Nilai Maritim dalam Kurikulum Pendidikan Sejarah Indonesia Rohmawati, Ulfa Shofi
ISTORIA : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sejarah Vol. 21 No. 2 (2025): ISTORIA Edisi September 2025, Vol. 21. No. 2
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai historis tradisi maritim Indonesia ke dalam kurikulum pendidikan sejarah guna memperkuat identitas kebangsaan serta memperkaya pemahaman peserta didik terhadap dinamika peradaban nusantara. Tradisi maritim, yang tercermin dalam aktivitas pelayaran, perdagangan antarpulau, dan budaya bahari masyarakat pesisir, merupakan bagian integral dari sejarah Indonesia namun sering terpinggirkan dalam narasi pendidikan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, menganalisis dokumen sejarah, kurikulum nasional, dan artikel akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai seperti keterbukaan, kerja sama lintas budaya, dan kemandirian ekonomi dapat ditanamkan melalui pembelajaran sejarah maritim. Integrasi ini tidak hanya memperkaya materi ajar, tetapi juga menumbuhkan kesadaran historis siswa terhadap akar maritim bangsa Indonesia. Dengan demikian, tradisi maritim dapat dijadikan landasan pedagogis yang kontekstual dan relevan dalam pembelajaran sejarah di era global.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): ISTORIA Edisi September 2025, Vol. 21. No. 2 Vol. 21 No. 1 (2025): ISTORIA Edisi Maret 2025, Vol. 21. No. 1 Vol. 20 No. 2 (2024): ISTORIA Edisi September 2024, Vol. 20. No.2 Vol. 20 No. 1 (2024): ISTORIA Edisi Maret 2024, Vol. 20. No.1 Vol. 19 No. 2 (2023): ISTORIA Edisi September 2023, Vol. 19. No.2 Vol. 19 No. 1 (2023): ISTORIA Edisi Maret 2023, Vol. 19. No.1 Vol. 18 No. 2 (2022): ISTORIA Edisi September, Vol. 18. No.2 Vol. 18 No. 1 (2022): ISTORIA Edisi Maret, Vol. 18. No. 1 Vol 17, No 2 (2021): ISTORIA Edisi September, Vol. 17. No. 2 Vol 17, No 1 (2021): ISTORIA Edisi Maret, Vol. 17. No. 1 Vol 16, No 1 (2020): ISTORIA Edisi Maret 2020, Vol 16, No.1 Vol 16, No 2 (2020): ISTORIA Edisi September, Vol. 16. No. 2 Vol 15, No 2 (2019): ISTORIA Edisi September 2019, Vol. 15, No.2 Vol 15, No 1 (2019): ISTORIA Edisi Maret 2019, Vol. 15, No.1 Vol 14, No 2 (2018): ISTORIA Edisi September 2018, Vol. 14, No.2 Vol 14, No 1 (2018): ISTORIA Edisi Maret 2018, Vol. 14, No.1 Vol 13, No 2 (2017): ISTORIA Edisi September 2017, Vol. 13, No.2 Vol 13, No 1 (2017): ISTORIA Edisi Maret 2017, Vol. 13, No.1 Vol 12, No 2 (2016): ISTORIA Edisi September 2016, Vol. 12, No.2 Vol 12, No 1 (2016): ISTORIA Edisi Maret 2016, Vol. 12, No.1 Vol 11, No 2 (2015): ISTORIA Edisi September 2015, Vol. 11, No.2 Vol 11, No 1 (2015): ISTORIA Edisi Maret 2015, Vol. 11, No.1 Vol 10, No 1 (2014): ISTORIA Edisi Maret 2014, Vol. 14, No.1 Vol 9, No 1 (2011): ISTORIA Edisi April 2011, Vol. 9, No.1 Vol 8, No 1 (2010): ISTORIA Edisi September 2010, Vol. 8, No.1 Vol 7, No 1 (2008): ISTORIA Edisi Maret 2018, Vol. 7, No.1 More Issue