cover
Contact Name
Angga Hadiapurwa
Contact Email
angga@upi.edu
Phone
+6285221282902
Journal Mail Official
jurnal.inovasi.kurikulum@upi.edu
Editorial Address
Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) d.a Prodi Pengembangan Kurikulum FIP UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung 40154
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Inovasi Kurikulum
ISSN : 18296750     EISSN : 27981363     DOI : https://doi.org/10.64014/jik
Core Subject :
Inovasi Kurikulum journal (Jurnal Inovasi Kurikulum/JIK) is an open access and peer-reviewed journal published by Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN) in collaboration with Curriculum Development Study Program, Faculty of Education, Universitas Pendidikan Indonesia. The journal includes particular interests in issues related to curriculum development, including curriculum design, implementation, evaluation, and learning development (resources, models, media, and assessment). Inovasi Kurikulum aims to publish research conducted by researcher, teachers, lecturers, and others focusing on research at the levels of Early Childhood, Elementary, Junior High, or Senior High Schools, as well as Higher-Education.
Arjuna Subject : -
Articles 537 Documents
Implementation of Kurikulum Merdeka in creating a more effective learning environment Dede Supriatna; Laksmi Dewi; Rusman Rusman
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.324

Abstract

Improving the quality of education by implementing the Kurikulum Merdeka to create an effective learning environment is crucial. This curriculum is designed to address the challenges of 21st-century learning through a flexible, student-centered approach. This study aims to analyze the effectiveness of the Kurikulum Merdeka implementation in creating an effective learning environment at Labschool Kebayoran Junior High School. The method used was a mixed-methods convergent parallel design that integrated quantitative and qualitative data. Data were collected through student questionnaires and teacher interviews. Quantitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman model. The results showed that most students assessed the implementation of the Kurikulum Merdeka as effective in creating a conducive learning environment and increasing activity and comfort during the learning process. However, obstacles persisted, including student confusion during the curriculum transition period and suboptimal mastery of the material by some teachers. In conclusion, the Kurikulum Merdeka is considered effective in improving the quality of the learning environment, though it requires greater teacher preparedness and ongoing student mentoring.   Abstrak Peningkatan kualitas pendidikan melalui implementasi Kurikulum Merdeka dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif sangat penting untuk dilakukan. Kurikulum ini dirancang untuk menjawab tantangan pembelajaran abad ke-21 dengan pendekatan yang fleksibel dan berpusat pada murid. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Kurikulum Merdeka dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif di SMP Labschool Kebayoran. Metode yang digunakan adalah mixed method dengan desain convergent parallel yang mengintegrasikan data kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan melalui angket kepada murid serta wawancara dengan guru. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar murid menilai implementasi Kurikulum Merdeka mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif serta meningkatkan keaktifan dan kenyamanan dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa kebingungan murid selama masa transisi kurikulum dan belum optimalnya penguasaan materi oleh sebagian guru. Kesimpulannya, Kurikulum Merdeka dinilai efektif dalam meningkatkan kualitas lingkungan belajar, meskipun memerlukan peningkatan kesiapan guru serta pendampingan berkelanjutan bagi murid. Kata Kunci: efektivitas pembelajaran; implementasi Kurikulum Merdeka; lingkungan belajar
Psychometric properties of the formative assessment test for the statistics course Helli Ihsan; Wardani Rahayu; Riyan Arthur
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.325

Abstract

This study is motivated by the importance of formative assessment in enhancing students’ understanding and engagement in Psychological Statistics learning, as well as the limited availability of psychometrically sound instruments. The study aims to develop a structured formative assessment instrument that is valid and reliable, and to analyze item characteristics using Classical Test Theory (CTT) and Item Response Theory (IRT). This research employed an instrument development design involving 191 first-year psychology students. The initial instrument consisted of 40 multiple-choice items constructed based on learning outcomes and validated through expert judgment using Aiken’s V. Data analysis was conducted in stages, including item-total correlation analysis, IRT 1PL for item difficulty, and IRT 2PL for both difficulty and discrimination parameters. The results showed that after the selection process, 29 items met the psychometric criteria, with difficulty levels predominantly in the easy-to-moderate range, good discrimination indices, and high reliability. These findings indicate that the developed instrument accurately and consistently measures students’ understanding and can be effectively used as a formative assessment tool to support statistics learning in higher education.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya asesmen formatif dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mahasiswa pada pembelajaran Statistik Psikologi, serta keterbatasan ketersediaan instrumen yang memiliki kualitas psikometris yang teruji. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen asesmen formatif terstruktur yang valid dan reliabel, serta menganalisis karakteristik butir menggunakan pendekatan Classical Test Theory (CTT) dan Item Response Theory (IRT). Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan instrumen dengan melibatkan 191 mahasiswa semester pertama Program Studi Psikologi. Instrumen awal terdiri dari 40 butir soal pilihan ganda yang disusun berdasarkan capaian pembelajaran dan divalidasi melalui expert judgment menggunakan Aiken’s V. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui uji korelasi item-total, analisis IRT 1PL untuk parameter kesulitan, serta IRT 2PL untuk parameter kesulitan dan daya diskriminasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah proses seleksi, diperoleh 29 butir soal yang memenuhi kriteria psikometris dengan tingkat kesulitan yang dominan mudah hingga sedang, daya diskriminasi yang baik, serta reliabilitas yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan mampu mengukur pemahaman mahasiswa secara akurat dan konsisten, serta dapat digunakan sebagai alat asesmen formatif yang efektif untuk mendukung pembelajaran statistik di pendidikan tinggi. Kata Kunci: asesmen formatif; classical test theory; item response theory; statistik psikologi
A study of idealism and realism in the context of higher education curricula Eva Puspitasari; Eviana Hikamudin
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.326

Abstract

Higher education curriculum development faces the challenge of balancing moral character formation with practical skills development relevant to workplace needs. This study aims to analyze the characteristics of idealism and realism and evaluate their integration in higher education curriculum development. This study employed a qualitative approach with a systematic literature review of 11 scientific articles relevant to the topic under discussion. Data were analyzed using thematic, comparative, and conceptual synthesis analyses to identify similarities, differences, and relationships between the two philosophical approaches. The results indicate that idealism shapes moral character, integrity, and reflective ability, while realism fosters practical skills, empirical experience, and professional readiness. The integration of both approaches yields a curriculum framework that balances normative and applied dimensions, thereby supporting the formation of competent and ethical graduates. This study concludes that the synthesis of idealism and realism provides a relevant conceptual foundation for the development of an adaptive, contextual higher education curriculum. These findings provide implications for curriculum developers in designing learning programs that systematically integrate character formation and practical competency development.   Abstrak Pengembangan kurikulum pendidikan tinggi menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan pembentukan karakter moral dan penguatan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pendekatan idealisme dan realisme serta mengevaluasi integrasi keduanya dalam pengembangan kurikulum pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis terhadap 11 artikel ilmiah yang relevan dengan topik yang sedang dibahas. Data dianalisis menggunakan analisis tematik, komparatif, dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi persamaan, perbedaan, dan hubungan antara kedua pendekatan filosofis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa idealisme berperan dalam membentuk karakter moral, integritas, dan kemampuan reflektif, sedangkan realisme berkontribusi pada pengembangan keterampilan praktis, pengalaman empiris, dan kesiapan profesional. Integrasi kedua pendekatan menghasilkan kerangka kurikulum yang seimbang antara dimensi normatif dan aplikatif, sehingga mendukung pembentukan lulusan yang kompeten dan beretika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sintesis idealisme dan realisme merupakan landasan konseptual yang relevan untuk pengembangan kurikulum pendidikan tinggi yang adaptif dan kontekstual. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembang kurikulum untuk merancang program pembelajaran yang secara sistematis mengintegrasikan pembentukan karakter dan penguatan kompetensi praktis. Kata Kunci: filsafat pendidikan; idealisme; pendidikan tinggi; pengembangan kurikulum; realisme
Learning paradigms in professional training: mapping pedagogical and andragogical extensions Yusran Hedar; Mario Emilzoli; Cendy Chaterine Manopo
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.327

Abstract

Professional training is undergoing a significant transformation driven by digitalization and the demand for lifelong learning. This study presents an integrated mapping of learning paradigms by analyzing Scopus-indexed literature (2010–2025) using bibliometric techniques. The findings reveal a closely interconnected conceptual structure in which pedagogy, andragogy, workplace learning, and experiential learning form a core. Rather than remaining fragmented, these paradigms are increasingly synthesized within a unified, practice-oriented framework. Thematic analysis identified two dominant clusters: work-based lifelong learning and reflective-experiential practice. Temporal visualizations demonstrate an evolutionary shift from traditional, curriculum-based formal education to flexible, technology-based models, such as e-learning and virtual reality. Furthermore, density analysis confirms the stability of foundational theories while highlighting emerging research interest in sustainability and professional identity. The results suggest that professional learning evolves through recontextualization, integrating established theoretical foundations with digital innovations, rather than replacing them. This study offers a cohesive conceptual roadmap for designing an adaptive curriculum that can effectively bridge the gap between formal education and professional practice.   Abstrak Pelatihan profesional tengah mengalami transformasi signifikan yang didorong oleh digitalisasi dan tuntutan akan pembelajaran seumur hidup. Penelitian ini menyajikan pemetaan terintegrasi paradigma pembelajaran dengan menganalisis literatur terindeks Scopus (2010–2025) menggunakan teknik bibliometrik. Temuan penelitian mengungkapkan struktur konseptual yang saling terhubung erat, di mana pedagogi, andragogi, pembelajaran di tempat kerja (workplace learning), dan pembelajaran eksperiensial membentuk inti yang saling terhubung. Alih-alih tetap terfragmentasi, paradigma-paradigma tersebut semakin disintesis dalam kerangka kerja terpadu yang berorientasi pada praktik. Analisis tematik mengidentifikasi dua klaster dominan: pembelajaran seumur hidup berbasis kerja dan praktik reflektif-eksperiensial. Visualisasi temporal menunjukkan pergeseran evolusioner dari pendidikan formal tradisional berbasis kurikulum menuju model fleksibel berbasis teknologi, seperti e-learning dan realitas virtual (virtual reality). Lebih lanjut, analisis densitas mengonfirmasi stabilitas teori-teori dasar sekaligus menyoroti munculnya minat penelitian pada aspek keberlanjutan dan identitas profesional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran profesional berkembang melalui rekontekstualisasi yang mengintegrasikan landasan teoritis yang mapan dengan inovasi digital, alih-alih menggantikannya. Studi ini menawarkan peta jalan konseptual yang kohesif untuk merancang kurikulum adaptif yang secara efektif dapat menjembatani kesenjangan antara pendidikan formal dan praktik profesional. Kata Kunci: pembelajaran berbasis pengalaman; pembelajaran di tempat kerja; pembelajaran orang dewasa; pelatihan profesional
Implementation of science education in secondary schools with the Cambridge Science Curriculum Nuri Maulidiyah; Septi Budi Sartika; Nur Efendi
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.328

Abstract

The development of education in Indonesia is currently marked by the increasing number of schools offering various learning methods. One method that can be applied is implementing the Cambridge Science Curriculum in schools. One school in Sidoarjo that implements this curriculum is MTs Muhammadiyah 1 Taman for science learning. This study aims to examine the implementation of the Cambridge Science Curriculum in science learning at MTs Muhammadiyah 1 Taman. This study uses a qualitative method with descriptive analysis. Data collection in this study uses observation, interviews, and documentation. Data are analyzed using the Miles and Huberman method, which includes the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing/verification. The results of the study indicate that there are suboptimal aspects in the implementation of the Cambridge Science Curriculum, particularly in the facilities and infrastructure section. This integration demonstrates the institution's commitment to becoming a provider of holistic, globally relevant education, making it suitable for schools seeking internationalization. However, addressing infrastructure gaps, refining dual curriculum strategies, and improving teacher training in English and integrated pedagogy remain crucial to optimizing learning outcomes.   Abstrak Perkembangan pendidikan di Indonesia saat ini ditandai dengan semakin banyaknya sekolah yang menawarkan berbagai metode pembelajaran. Salah satu metode yang dapat diaplikasikan adalah penerapan Cambridge Science Curriculum di sekolah. Salah satu sekolah di Sidoarjo yang menerapkan kurikulum ini adalah MTs Muhammadiyah 1 Taman untuk pembelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan Cambridge Science Curriculum dalam pembelajaran IPA di MTs Muhammadiyah 1 Taman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode Miles dan Huberman yang meliputi tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya aspek yang kurang optimal dalam penerapan Cambridge Science Curriculum, khususnya pada bagian sarana dan prasarana. Integrasi ini memperlihatkan komitmen institusi untuk menjadi institusi yang menyediakan pendidikan holistik dan relevan secara global, sehingga cocok bagi sekolah-sekolah yang ingin melakukan internasionalisasi. Namun, mengatasi kesenjangan infrastruktur, menyempurnakan strategi kurikulum ganda, serta meningkatkan pelatihan guru dalam bahasa Inggris dan pedagogi terpadu tetap penting untuk mengoptimalkan hasil pembelajaran. Kata Kunci: Cambridge Science; implementasi kurikulum; pembelajaran IPA; sekolah menengah pertama.
The challenges of algorithm literacy and innovation diffusion in AI era Siti Sarah; Ade Budhi Salira; Dina Siti Logayah
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 3 (2026): Inovasi Kurikulum, August 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i3.329

Abstract

The rapid growth of AI-driven social media platforms has significantly heightened the urgency of algorithmic literacy in K–12 education, yet this competence remains largely absent from Indonesian Social Studies Education. This study examines barriers to the diffusion of algorithmic literacy as an educational innovation within Social Studies Education using Everett Rogers’ Diffusion of Innovations theory as the analytical framework. A PRISMA-based systematic literature review analyzed 42 articles from Scopus, ERIC, Google Scholar, and Dimensions published between 2015 and 2025. Drawing on Rogers’ five innovation attributes, findings reveal that high conceptual complexity, low compatibility with the Merdeka Curriculum Learning Outcomes, minimal trialability due to the absence of ready-to-use instructional modules, and low observability of benefits constitute the primary diffusion barriers. Most Social Studies teachers remain in the late majority or laggard adopter categories due to limited digital competence and institutional inertia. The study concludes that Social Studies Education is the most strategic subject for integrating algorithmic literacy in Indonesian K–12 education given its mandate to develop civic reasoning, democratic values, and critical social thinking. Recommendations include explicit integration of algorithmic literacy competencies in the IPS Learning Outcomes and development of context-based instructional modules.   Abstrak Pesatnya pertumbuhan platform media sosial berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin meningkatkan urgensi literasi algoritmik dalam pendidikan K-12. Namun, kompetensi ini masih sangat terbatas dalam pembelajaran IPS Indonesia. Studi ini mengkaji hambatan difusi literasi algoritmik sebagai inovasi pendidikan dalam pembelajaran IPS menggunakan teori Difusi Inovasi Everett Rogers sebagai kerangka analitis. Tinjauan pustaka sistematis berbasis PRISMA menganalisis 42 artikel dari Scopus, ERIC, Google Scholar, dan Dimensions (2015-2025). Berdasarkan lima atribut inovasi Rogers, temuan menunjukkan bahwa tingginya kompleksitas konseptual, rendahnya kompatibilitas dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka, minimnya trialability, dan rendahnya observabilitas manfaat merupakan hambatan difusi utama. Sebagian besar guru IPS berada pada kategori mayoritas akhir atau tertinggal akibat keterbatasan kompetensi digital dan inersia institusional. Studi ini menyimpulkan bahwa pembelajaran IPS merupakan lokus paling strategis untuk mengintegrasikan literasi algoritmik dalam pendidikan K-12 di Indonesia, mengingat mandatnya untuk mengembangkan penalaran kewargaan, nilai-nilai demokratis, dan berpikir kritis sosial. Rekomendasi mencakup integrasi kompetensi literasi algoritmik secara eksplisit dalam Capaian Pembelajaran IPS serta pengembangan modul ajar berbasis konteks. Kata Kunci: difusi inovasi; era AI; kewarganegaraan digital; literasi algoritma; pembelajaran IPS
Pedagogical case study of Technology-Based Learning (TBL) innovation practices from the perspective of the Kurikulum Merdeka Rukiah Rukiah
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.331

Abstract

A pedagogical case study on the implementation of innovative learning practices within the Kurikulum Merdeka perspective at the elementary school level is important for examining the potential, challenges, and effective implementation strategies. The purpose of this study is to identify the potential, challenges, and effective implementation strategies. This study uses a qualitative case study approach to investigate in depth the implementation of innovative learning practices within the Kurikulum Merdeka context at the elementary school level. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews with teachers, principals, and students, and analysis of curriculum documents and lesson plans. Data analysis was conducted inductively to identify key themes, potential challenges, and effective implementation strategies based on the perspectives of school stakeholders. The implementation of Technology-Based Learning (TBL) is becoming an important element in the teaching and learning process. However, several challenges remain, such as limited infrastructure and varying teacher proficiency with technology. This study shows that the application of technology in the learning process significantly increases student motivation, engagement, and understanding of the material. The principles of the Kurikulum Merdeka emphasize the importance of independent and creative learning. However, technical constraints and teacher readiness remain major challenges that require serious attention in the future.   Abstrak Studi kasus pedagogik tentang penerapan praktik pembelajaran inovatif dalam perspektif Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar menjadi penting untuk dikaji guna memahami potensi, tantangan, serta strategi implementasi yang efektif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, serta strategi implementasi yang efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif untuk menyelidiki secara mendalam penerapan praktik pembelajaran inovatif dalam konteks Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui observasi di kelas, wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan murid, serta analisis dokumen kurikulum dan rencana pembelajaran. Analisis data dilakukan secara induktif untuk mengidentifikasi tema-tema utama, potensi, tantangan, serta strategi implementasi yang efektif berdasarkan perspektif para pemangku kepentingan di sekolah. Penerapan Technology-Based Learning (TBL) telah mulai menjadi elemen penting dalam proses belajar mengajar. Namun, masih terdapat beberapa tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur dan beragamnya kemampuan guru dalam mengoperasikan teknologi. Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teknologi dalam proses pembelajaran secara signifikan meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman murid terhadap materi. Prinsip Kurikulum Merdeka menekankan pentingnya pembelajaran yang mandiri dan kreatif. Namun, kendala teknis dan kesiapan guru masih menjadi tantangan utama yang perlu mendapat perhatian serius di masa depan. Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; sekolah dasar; TBL; technology-based leaning
Studi Independen Kampus Merdeka and industry collaboration in developing graduate competencies Neneng Halimatusadiah; Laksmi Dewi; Rusman Rusman
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.332

Abstract

Political interference in teacher recruitment has become a critical issue in the education sector because it can impact the quality and integrity of the education system. In many cases, the recruitment process is influenced by political interests, nepotism, and unfair selection practices, thus undermining the principle of meritocracy. This situation can lead to the selection of teachers who lack professional qualifications and competencies, ultimately impacting the quality of education and the effectiveness of the learning process. This study aims to analyze the forms of political interference in teacher recruitment and assess their impact on the quality of education. This study conducted a literature review, analyzing academic journals and prior research on political interference and teacher recruitment. The data obtained were analyzed descriptively through thematic analysis to identify key patterns and findings.  The results show that political interference generally occurs through political pressure, manipulation of recruitment procedures, and bias toward certain candidates. These practices undermine teacher professionalism, reduce transparency in recruitment, and contribute to a decline in educational quality. This study concludes that a transparent, accountable, and merit-based recruitment system is crucial for minimizing political interference and improving the quality of education.   Abstrak Ketenagakerjaan Indonesia mengarah pada peningkatan kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor industri pasca pandemi COVID-19, sementara pendidikan abad ke-21 semakin menekankan kurikulum yang fleksibel dan personal serta kolaborasi erat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Penelitian ini mengkaji bagaimana kebijakan Kampus Merdeka yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mendukung kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dalam memperkuat kompetensi lulusan, dengan fokus khusus pada kegiatan Studi Independen. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur naratif dengan sintesis tematik terhadap artikel jurnal nasional dan internasional terindeks, prosiding, serta buku akademik yang terbit pada rentang 2019-2024. Tinjauan tersebut ditelaah, dikodekan, dan disintesis secara kritis berdasarkan tiga pertanyaan penelitian. Temuan menunjukkan bahwa integrasi yang kuat antara pendidikan tinggi dan industri memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dan menyelaraskan kurikulum dengan praktik industri yang aktual, sehingga secara substansial meningkatkan relevansi pendidikan dengan pasar kerja yang dinamis dan kompetitif serta memperkuat keterampilan pemecahan masalah dan soft skills mahasiswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan optimal kebijakan Kampus Merdeka memerlukan kolaborasi yang erat dan terkelola dengan baik antara perguruan tinggi dan industri untuk menghasilkan lulusan siap kerja yang mampu beradaptasi dengan perubahan pasar kerja yang cepat, sehingga meningkatkan daya serap lulusan di dunia kerja. Kata Kunci: kampus merdeka; kolaborasi industri; kompetensi; studi independen
Political intervention in teacher recruitment and its impact on education quality Ade Lestari; Muhammad Sirozi; Sholihah Titin Sumanti
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 2 (2026): Inovasi Kurikulum, May 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i2.333

Abstract

Political interference in teacher recruitment has become a critical issue in the education sector because it can impact the quality and integrity of the education system. In many cases, the recruitment process is influenced by political interests, nepotism, and unfair selection practices, thus undermining the principle of meritocracy. This situation can lead to the selection of teachers who lack professional qualifications and competencies, ultimately impacting the quality of education and the effectiveness of the learning process. This study aims to analyze the forms of political interference in teacher recruitment and assess their impact on the quality of education. This study conducted a literature review, analyzing academic journals and prior research on political interference and teacher recruitment. The data obtained were analyzed descriptively through thematic analysis to identify key patterns and findings.  The results show that political interference generally occurs through political pressure, manipulation of recruitment procedures, and bias toward certain candidates. These practices undermine teacher professionalism, reduce transparency in recruitment, and contribute to a decline in educational quality. This study concludes that a transparent, accountable, and merit-based recruitment system is crucial for minimizing political interference and improving the quality of education.   Abstrak Intervensi politik dalam rekrutmen guru telah menjadi isu penting dalam sektor pendidikan karena dapat memengaruhi kualitas dan integritas sistem pendidikan. Dalam banyak kasus, proses rekrutmen dipengaruhi oleh kepentingan politik, nepotisme, dan praktik seleksi yang tidak adil sehingga melemahkan prinsip meritokrasi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terpilihnya guru yang tidak memenuhi kualifikasi dan kompetensi profesional, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas pendidikan dan efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk intervensi politik dalam rekrutmen guru serta mengkaji dampaknya terhadap kualitas pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menganalisis berbagai jurnal akademik dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan intervensi politik dan rekrutmen guru. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif melalui analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan temuan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi politik umumnya terjadi melalui tekanan politik, manipulasi prosedur rekrutmen, dan keberpihakan terhadap kandidat tertentu. Praktik tersebut berdampak negatif terhadap profesionalisme guru, mengurangi transparansi dalam rekrutmen, dan berkontribusi terhadap menurunnya kualitas pendidikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem rekrutmen yang transparan, akuntabel, dan berbasis merit sangat penting untuk meminimalkan intervensi politik serta meningkatkan kualitas pendidikan. Kata Kunci: intervensi politik; kualitas pendidikan; rekrutmen guru 
The implementation of Kurikulum Merdeka in primary schools: Between expectations and reality Azkia Najla; Julrissani Julrissani; Ratu Zalfa Febrina; Al-Syifa Umayya; Kartini Kartini
Inovasi Kurikulum Vol. 23 No. 3 (2026): Inovasi Kurikulum, August 2026
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v23i3.334

Abstract

The ever-transforming curriculum in Indonesia can face obstacles in its implementation. The purpose of this study is to analyze the implementation of the Kurikulum Merdeka at Blang Mangat 1 Public Elementary School by examining the development of the Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), the implementation of learning, and the supporting factors and obstacles the school faces. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The study results indicate that the implementation of the Kurikulum Merdeka has been going quite well. The school has collaboratively developed the KOSP and used it as a guideline for conducting learning. Teachers have developed learning tools that include Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran/CP), Learning Objectives (Tujuan Pembelajaran/TP), Learning Objective Flow (Alur Tujuan Pembelajaran/ATP), teaching modules, various learning media, and diagnostic, formative, and summative assessments. Supporting factors for implementation include the availability of learning tools, the principal's support, and supervision and collaboration among teachers. However, obstacles still encountered include differences in teachers' understanding of differentiated learning and limited learning resources.    Abstrak Kurikulum di Indonesia yang terus bertransformasi dapat menghadapi hambatan dalam pelaksanaannya. Tujuan studi ini adalah menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di SD Negeri 1 Blang Mangat dengan menelaah penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP), pelaksanaan pembelajaran, serta faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi sekolah. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dihimpun melalui pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memanfaatkan model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka sudah berjalan dengan cukup baik. Sekolah telah menyusun KOSP secara kolaboratif dan menjadikannya sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pembelajaran. Guru telah mengembangkan perangkat pembelajaran yang meliputi Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), modul ajar, pemanfaatan berbagai media pembelajaran, serta implementasi asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Faktor pendukung implementasi meliputi ketersediaan perangkat pembelajaran, dukungan kepala sekolah, serta kegiatan supervisi dan kolaborasi antar guru. Adapun hambatan yang masih ditemukan adalah perbedaan pemahaman guru mengenai pembelajaran berdiferensiasi serta keterbatasan sarana pembelajaran. Kata Kunci: implementasi kurikulum; KOSP; Kurikulum Merdeka; sekolah dasar